Anda di halaman 1dari 8

I.

                   PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang


Politik merupakan salah satu pokok bahasan yang seringkali kita konotasikan dengan
kekuasaan, hal ini tentu tidak dapat kita pungkiri, sebab politik dan kekuasaan bagaikan dua sisi mata
uang yang tidak dapat dipisahkan akan tetapi disisi lain, masyarakat kita juga seringkali memandang
politik sebagai sesuatu yang kotor dan licik. Politik adalah kemahiran yaitu kemahiran tentang hal-hal
yang mungkin.
Dalam dunia perpolitikan baik itu zaman dahulu maupun zaman sekarang sudah tentu memiliki
struktur politik tersendiri yang semakinlama semakin kompleks. Hal ini dapat terjadi karena sifat
manusia yang dinamis dan menghendaki segala sesuatu menjadi lebih baik. bagaikan bangunan yang
memiliki kerangka struktur tersendiri yang digunakan sebagai acuan dalam menjaga stabilitas
bangunan, agar setiap komponen dapat bekerja secara maksimal. Maka politik pun memiliki keragka
tersnendiri, dimana kerangka tersebut digunakan agar setiap komponen yang berada dalam politik
dapat saling mempengaruhi dan saling membantu.
Oleh karena itulah pada makalah ini selain untuk memenuhi maka kuliah sosiologi politik juga
untuk mengetahui bagaimanakah komponen-komponen dalam struktur politik didalam pemerintahan.
Semoga makalah ini dapat memberikan informasi mengenai struktur politik.

2.      Rumusan Masalah


1)      Bagaimana struktur fiscal itu ?
2)      Bagaimanakah struktur social dalam sosisologi politik itu ?

II.                PEMBAHASAN
1.      STRUKTUR FISKAL
Salah satu pengaruh yang menandai struktur fiskal ialah dengan mengatahui kondisi fisik, misalnya
geografis dan demografis.
(1)   Struktur Geografis
 “politik Negara adalah didalam geografinya”. Pameo Napoleon mengungkapkan sebuah ide yang bisa
disusur mundur sampai abad ke lima sebelum Masehi di dalam tulisan Hippocrates Treatise on Airs,
Waters, dan Places.
Kaum konservatif, fasis, liberal, Marxis- mereka mengakui bahwa politik tergantung dari geografi,
akan tetapi mereka tidak sependapat dengan tingkat ketergantungan. Bagi Maurice Barres (1862-1923),
politik didasarkan ‘pada bumi dan mayat’, yang berarti bahwa atas geografi dan sejarah, dimana
keduanya sangat bergantung pada yang pertama.
Secara umum, pengaruh geografi tidak dapat dipisahkan dari penemuan-penemuan teknologi
manusia, yang memungkinkannya mengatasi kesulitan-kesulitan dari lingkungan-lingkungan alaminya.
Bagi masyarakat primitive fenomena politik tergantung pada kondisi geografik, sedangkan dalam
Negara-negara modern ketergantungan akan kondisi geografik berkurang.
Adapun hal-hal yang mempengaruhi struktur geografis antara lain :
a.       Iklim dan sumber-sumber alami

Makalah Struktur Politik Indonesia Page 1


1)      Iklim
Teori awal tentang hubungan antara geografi dan politik berpusat pada iklim, teori ini berawal
dari Ariestoteles sampai Montesquieu cenderung melihat bahwa pengaruh geografi terhadap fenomena
politik atas cara yang sama.
Teori dari Montesquieu merupakan pengungkapan-pengungkapan kembali pandangan-
pandangan Ariestoteles. Rumusan penting dan paling terkenal tentang teori tersebut dari Montesquieu
dalam bukunya Spirit of Laws jilid XVII (1748) bahwa iklim dingin memungkinkan kebebasan dan
iklim panas perbudakan, dimana Ariestoteles sedang memeriksa masalah iklim sedang.
Paham-paham popular tentang pengaruh politik dari iklim memberikan sedikit perubahan dari
teori-teori tradisional. Misalnya, pada abad ke sembilanbelas seorang ahli sejarah Prancis Jules
Michelet menekankan peranan panas dan pengaruhnya pada revolusi 1789 yang mana terjadi pada
bulan Mei dan September (dalam tesisnya). Tesisnya ini dipakai untuk revolusi 1830 (Juli) dan hari-
hari Juni (1848), akan tetapi itu tidak terjadi  bagi pecahnya Revolusi 1848 pada bulan Februari.
Pengaruh langsung iklim terhadap fenomena politik tidak dapat disangkal secara langsung, juga
tidak gamapang dan tidak seabsolut sangkaanAriestoteles dan Montesquieu. Dalam hal-hal tertentu,
pengaruh politik terlihat dengan jelas karen ada factor – factor lain yang diperhitungkan.
Terjadinya iklim yang berbeda-beda hapir semua tidak diperkenankan pada perkembangan
politik atau sosial.
2)      Sumber – sumber alam
Yang dimaksud sumber-sumber alam yaitu semua benda-benda yang disediakan bumi yang
diperlukan bagi eksistensi fiscal manusia. Macamnya sumber-sumber alam ada dua yaitu sumber-
sumber yang berasal dari binatang dan sumber-sumber yang berasal dari tumbuhan, sedangkan sumber
mineral menjadi kebutuhan pokok dengan perkembangan industry. Pada hakikatnya, sebagaimana teori
iklim, pembuatan tentang teori sumber-sumber alam sudah lama bersifat psikologis, yang artinya
sampai tingkat tertentu akan tetap hingga saat ini yang dilakukan berdasarkan suatu kontradiksi
mendasar.
3)      Geografi dan keterbelakangan
b.      Ruang sebagai struktur politik
Iklim dan sumber alam tidak dapat dipisahkan dari factor geografikal lain, misal tentang ruang
teritorial. Para ahli geografi semakin yakin bahwa studi tentang ruang hidup adalah salah satu cabang
yang penting. Ruang alami tempat aktivitas manusia berkembang bisa dipelajari dari tiga tilik yaitu
pembatasan masyarakat, susunan internal dari masyarakat dalam batasan-batasan tertentu, dan lokasi
masyarakat bisa terhubung alias strategis untuk berkomunikasi.
Adapun macamnya pembagian ruang sebagai struktur politik antara alain :
1)      Membatasi struktur ruang masyarakat politik
Ruang geografi merupakan suatu bentuk besar untuk bisa dibagi-bagi atau dikecilkan sehingga
membuat ruang geografi bersifat ilusi akibat terdapat interpretasi yang berbeda daripada aslinya. Akan
tetapi pembagian-pembagian tertentu didasarkan pada factor geografis. Contohnya pulau, ..
Pengaruh politik dari pembagian geografis senantiasa dianggap penting. Adanya rintangan alami
terhadap invasi mempunyai arti yang sama agak berkurang kepentingannya.  
2)      Kontak-kontak
Makalah Struktur Politik Indonesia Page 2
Secara politik, kontak antar masyarakat dalam saat – saat tertentu sangatlah penting, dan kontak ini
bergantung pada sebagaian dari factor-faktor geografis.
(2)   Struktur Demografis
a.       Jumlah penduduk
Perbedaan antara negera-negara besar dan kecil terkenal bagi penulis-penulis purba sebelum
menjadi kabur sebelum abad Sembilan belas oleh perkembangan teori-teori hukum tentang kedaulatan
nasional dan persamaan hak. Dari sudut teoritis, bahwa hakikat fenomen apolitik berubah menurut
besarnya suatu komunitas dan perbedaan dasar yang memisahkan makro politik dari mikro politik.
Besarnya suatu komunitas tergantung pada besarnya jumlah penduduk. Sedangkan ukuran
territorial menjadi urutan kedua dalam skala kepentingan.
1)      Perbedaan antara makropolitik dan mikropolitik
Makropolitik ialah aktivitas politik didalam komunitas kecil, sedangkan makropolitik
merupakan aktivitas politik didalam komunitas yang besar. Yang membedakan komunitas tersebut
besar atau kecil ialah bahwa komunitas kecil didasarkan pada hubungan manusia langsung, sedangkan
komunitas besar pada hubungannya bisa disebut mediasi atau perantaraan. Dalam komunitas kecil
perjuangan politik mengambil karakter pada hakikatnya bersifat personal. Meski koalisi, klik-klik, dan
fraksi-fraksi terbentuk secara kasar menyerupai pengelompokan politik didalam komunitas besar.
Namun, komunitas kecil tidak mempunyai organisasi politik formal, hanya aliansi-aliansi antara
individu-individu dan kesamaan pribadi.
2)      Masalah-masalah makropolitik
Kekuasaan politik yang besar dalam komunitas besar memunculkan masalah besar yaitu
mengenai birokratisasi dan desentralisasi.
b.      Tekanan demografis
Tekanan demografis didefinisikan sebagai hubungan tertentu antara besarnya jumlah penduduk
dengan jumlah teritorium yang didudukinya.
1)      Tekanan demografis dan antagonisme politik
Adalah suatu paham bahwa didalam negera yang memiliki jumlah penduduk besar akan sering
terjadi kesenjangan sosial dan rawan perang. Bahkan Ariestoteles dan Plato percaya bahwa
pertumbuhan penduduk yang berlebihan akan menumbuhkankerusuhan-kerusuhan sosial. Pada tahun
1814 dan 1914, penduduk Eropa menjadi dua kali lipat, kemudian perang-perang besar pada
pertengahan abad keduapuluh terjadi, ini merupakan sebuah bukti tentang teori adanya tekanan
demografik. Namun, teori tekanan demografik terbuka terlihat dalam bentuknya yang simplistic.
Missal, negeri – negeri dengan penduduk paling padat bukanlah negeri yang paling bernafsu untuk
perang. Contoh negaranya ialah China, Negara tersebut memiliki penduduk yang padat dan rakyatnya
hidup dengan damai selama berabad-abad.
2)      Tekanan demografis dalam negara – negara terbelakang
Pertumbuhan penduduk umum bergerak pada tingkatan yang berbeda dalam setiap Negara,
Negara dengan pertumbuhan yang relative rendah terdapat di Negeri-negeri industry dan pertumbuhan
cepat terdapat pada negeri-negeri terbelakang, sehingga menempatkan negeri tersebut pada situasi
kritis.
3)      Pertumbuhan yang tidak seimbang di kalangan kelas-kelas yang lebih miskin
Makalah Struktur Politik Indonesia Page 3
Sepanjang sejarah, para pengamat dikejutkan oleh fakta bahwa tingkat kelahiran lebih rendah di
kelas-kelas orang kaya daripada orang-orang miskin, sedangkan pendapat masa kini perasa pesimis
dengan dengan tingkat pertumbuhan penduduk lebih cepat dikalangan orang-orang miskin. Mereka
berpendapat demikian dengan pertimbangan bahwa orang-orang miskin paling tinggi tingkat buta
hurufnya dan pada umumnya kurang maju secara intelektual.
c.       Komposisi penduduk
1)      Umur dan seks
Peranan seks dalam mempengaruhi tingkah laku politik lebih jelas daripada umur, meskipun
tidak terlalu penting secara khusus, karena wanita cenderung lebih konservatif daripada laki-laki, dan
orang muda cenderung tidak terlalu konservatif dibandingkan orang tua.
2)      Komposisi penduduk kualitatif
3)      Distribusi geografis
Kepadatan rata-rata penduduk tidak berarti apa-apa dalam dirinya. Konsekuensi politis dari distribusi
penduduk yang tidak merata berbeda-beda tergantung dari Negara-negaranya. Pada umumnya
kemerataan yang sudah tercipta lama, tradisional tidak terlalu banyak menghasilkan gema-gema selain
melebih-lebihkan ketidakseimbangan yang ada.

2.      STRUKTUR SOSIAL


Struktur sosial merupakan lawan dari struktur fisik (geografis dan demografis) yaitu buatan
manusia dan bukan alam. Seperti penemuan material (alat, mesin), sistem hubungan kolektif
(perusahaan, sistem matrimonial), dan bahkan doktrin dan kebudayaan (marxisme dan humanism
barat). Dari definisi tersebut struktur sosial dibagi menjadi tiga golongan yaitu :
1.      Keterampilan teknologi
Keterampilan teknologi adalah cara-cara yang dipergunakan manusia untuk mengolah benda-
benda, alat-alat, mesin, dan seterusnya untuk menguasai alam ataupun manusia. Beberapa penemuan
satu setengah abad yang lalu, kemajuan teknologi mampu membalikan kehidupan manusia yang
menimbulkan adanya apa yang kita sebut sebagai negara-negara terbelakang dan negara-negara maju.
Hal ini dikarenakan Ketrampilan teknologi berpengaruh terhadap pembangunan ekonomi, kultur suatu
negara dan berpengaruh pula terhadap kehidupan politik suatu negara.
1.)    Transformasi struktur sosioekonomik melalui kemajuan teknologis
Revolusi teknologi menghasilkan revolusi ekonomi yang ditandai oleh peningkatan tingkat
produksi dan konsumsi. Revolusi ekonomi ini sendiri menghasilkan revolusi kebudayaan.
a.       Kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi
Kemajuan teknologi memberikan kontribusi untuk meningkatkan produksi dalam tingkatan yang
tidak pernah tercapai sebelumnya. Karena tekonologilah manusia mulai keluar dari kemiskinan dari
sini pertumbuham ekonomi meningkat signifikan. Akan tetapi, hanya negara-negara maju secara
teknologi yang menikmati kegunaannya sedangkan yang lain tetap dalam kemiskinan.
b.      Kemajuan teknologi dan pembangunan kultural
Kemajuan teknologi menguntungkan pembangunan kultural dengan dua cara: pertama dengan
memungkinkan manusia menkmati waktu senggang yang memungkinkannya melanjutkan minat-
minatnya dibidang pendidikan dan kebudayaan yang kedua dengan mengembangkan cara-cara untuk
Makalah Struktur Politik Indonesia Page 4
kekayaan kultural. Disini kemajuan teknologi menghasilkan pembebasan manusia. Pengurangan
panjangnya hari kerja, standard, tibanya masa senggang.
2.)    Konsekuensi politik dari kemajuan teknologis
a.       Kemajuan teknologi dan pengurangan antagonisme
Kelangkaan merupakan hukum umum yang menyebabkan ketidak adilan sosial, disini kemajuan
teknologi berperan untuk melemahkan efek dari ketidak adilan sosial tersebut dengan mengurangi satu
penyebab antagonisme sosial yaitu kelangkaan dari barang-barang konsumsi.
b.      Kemajuan teknologi dan pengembangan pemahaman manusia
Kemajuan teknologi meningkatkan taraf kultural manusia, memungkinkannya memahami dan
memecahkan masalah-masalahnya. Karena kemajuan teknologi lebih mempermudah manusia untuk
mendapatkan informasi. Walaupun kemajuan teknologi meningkatkan kesulitan masalah itu pada saat
yang sama ketika ia menaikkan tingkat pemahaman manusia, akan tetapi kemampuan manusia yang
mungkin memahami mungkin telah lebih baik lagi. Kita tidak boleh lupa bahwa sangat sedikit
masyarakat tradisional menghasilkan kewarganegaraan yang mendapatkan informasi secara baik.
c.       Kemajuan teknologi dan peningkatan kekuasaan
Kemajuan teknologi secara langsung meningkatkan kekuasaan politik negara. Misalnya dia
memungkinkan pemerintahan pusat untuk memperluas kekuasaanya terhadap seluruh negara lebih
gampang, dengan manghapus masalah jarak. Sentralisasi yang muncul sebagai akibatnya cenderung
membinasakan otonomi lokal dan kebebasan yang diberikan otonomi semacam itu kepada rakyat.
Terutama kemajuan teknologi memberikan pemerintah alat kekerasan yang tak terlawankan. Selain itu
Kemajuan teknologi juga menawarkakn cara-cara perlawanan yang baru terhadap oposisi.
2.      Lembaga-lembaga
Lembaga-lembaga adalah alat mempertahankan ketertiban hubungan sosial yang mapan  (stabil)-
status hukum keluarga, undang-undang yang mengatur barang-barang dan milik dan konstitusi politik.
1.)    Pengertian umum tentang lembaga
a.       Unsur-unsur yang terlibat dalam konsep lembaga
Lembaga hanya dibatasi oleh dua unsur yaitu unsur struktural dan unsur keyakinan manusia dan
citra-citra rakyat. Struktur adalah sistem hubungan yang tidak mempunyai eksistensi riil tanpa
hubungan itu sendiri. citra-citra popular, keyakinan dan sistem nilai adalah unsur dasar dari lembaga.
b.      Tempat individu dalam lembaga sosial: status dan peran
Lembaga merupakan penjelmaan dari berbagai peranan dan status, peran dan status ini menjelaskan
masalah dari posisi relatif individu didalam lembaga-lembaga sosial. Bagi setiap status ada sejumlah
pola tingkah laku yang diharapkan dari individu, dari yang memegang posisi, dan serentak atribut-
atribut yang harus dia miliki. Atribut-atribut tersebut diartikan sebagai peranan sebagai akibat dari
status  dan perilaku yang diharapkan oleh anggota-anggota lain dari masyarakat terhadap pemegang
status. Singkatnya peranan adalah aspek dari status.
c.       Jenis lembaga-lembaga yang berbeda-beda
Dilihat dari institusi dan posisi lembaga-lembaga legal (hukum) lembaga-lembaga ini dapat dibagi
menjadi dua jenis yaitu “institution by pure fact” dan “institutions by design”. Institution by fact
adalah lembaga-lembaga yang muncul secara otomatis, hampir-hampir secara mekanis, dan boleh
dikatakan permainan antara kekuatan dan peristiwa-peristiwa. Sedangkan institution by design
Makalah Struktur Politik Indonesia Page 5
merupakan lembaga-lembaga yang dibentuk dengan sengaja atau lembaga-lembaga normatif, karena
mereka didasarkan pada norma-norma. Lembaga-lembaga ini berfungsi menurut undang-undang yang
dibuat terdahulu yang mengatur rules of conducts yang harus dipatuhi oleh para anggotanya didalam
tingkah lakunya dan bersifat obligatoir. Sedangkan institution by fact pada hakikatnya bersifat
deterministik. Ada tiga jenis lembaga normative yaitu yang berdasarkan pada hukum, yang
berdasarkan pada prinsip-prinsip moral, dan yang didasarkan pada kebiasaan-kebiasaan sosial (sosial
customs).
d.      Lembaga dan teknologi
Lembaga-lembaga masyarakat erat hubungannya dengan perkembangan tekonilogi.  Pada titik ini
kaum penganut marxisme cenderung menganggap lembaga-lembaga semata-mata sebagai pencerminan
teknologi. Lembaga-lembaga mempunyai otonomi tertentu dalam hubungannya dengan perkembangan
ekonomi dan teknologi. sampai pada sebuah tingkat tertentu sebuah ephipenomenon : teknologi yang
berhubungan dengan produksi. Dengan demikian Ada dua tingkat lembaga yaitu lembaga sosio
ekonomi yang berhubungan dengan metode-metode produksi dan kepada hubungan-hubungan kelas
sebagai akibatnya dan lembaga lainnya.
e.       Persistensi lembaga-lembaga: inersia sosial
Lembaga-lembaga merupakan hasil dari struktur-struktur tekno ekonomis, dimana lembaga-
lembaga ini memegang otonomi. Satu karakteristik dari otonomi-otonomi ini adalah bahwa, oleh
semacam inersia sosial lembaga-lembaga tetap berlangsung hidup setelah faktor-faktor yang
menghasilkannya telah lenyap. Disini persistensi-persistensi lembaga sangat lumrah, disemua negara
dan setiap waktu ada campuran antara lembaga-lembaga kontemporer dan lembaga-lembaga kolot
yang tetap hidup dimana orang terbiasa dengan eksistensinya dan tidak sadar sepenuhnya terhadap
kadaluarsanya. Persistensi lembaga-lembaga dengan demikian bisa berakibat pada memelihara, atau
bahkan menghidupkan kembali rezim-rezim yang berbeda dari struktur sosio ekonomi.
2.)    Lembaga-lembaga politik klasifikasi rezim-rezim politik
Lembaga-lembaga politik adalah lembaga-lembaga yang memperhatikan kekuasaan, organisasinya,
pengalihanya, pelaksanaan, legitimasi, dan sebagainya. Dalam sejarah lembaga-lembaga ini telah
bergabung menurut jenis yang berbeda-beda yang disebut dengan rezim-rezim politik yang memekar
struktur-struktur kelembagaan khusus dikehidupan politik yang terbuka, akan tetapi struktur itu sendiri
merupakan bagian dari kerangka sosial yang terdiri dari lembaga-lembaga lain dan faktor-faktor
geografis dan demografis dari masyarakat yang bersangkutan. Disinilah pentingnya masalah
menggolong-golongkan rezim-rezim politik.
a.       Klasifikasi purba
Sampai akhir abad kesembilanbelas, pada umunya diterima sistem klasifikasi yang diwariskan
sejak zaman yunani yang membagi rezim-rezim politik kedalam monarki (pemerintahan oleh seorang),
oligarki (pemerintahan oleh beberapa orang) dan demokrasi (pemerintahan oleh semua).
b.      Klasifikasi legal masa sekarang
Para ahli hukum membuat klasifikasi rezim-rezim politik menurut hubungan-hubungan internal
antara kekuasaan yang berbeda-beda yaitu antara elemen-elemen yang berbeda-beda membentuk
negara. Dengan demikian kita tiba pada pembagian tripartite dari rezim pemerintah: sebuah rezim

Makalah Struktur Politik Indonesia Page 6


dimana ada pemusatan kekuasaanya, sebuah rezim dengan sebuah pemisahan kekuasaan, dan sebuah
rezim parlementer.
c.       Klasifikasi sosiologis modern
Kecenderungan masa sekarang adalah pada perbedaan dasar antara rezim-rezim pluralistis atau
demokratis dan rezim-rezim Unitarian atau otokratis. Didalam rezim-rezim pluralistis atau demokratik,
pergolakan politik terjadi secara terbuka dan bebas dibawah sinar lampu umum. Di dalam rezim-rezim
Unitarian sebaliknya konflik politik secara resmi tidak terjadi, selain dalam bentuk perjuangan individu
untuk memperoleh restu sang pangeran.
d.      Maire du palais
Dalam kategori yang besar ini rezim-rezim pluralistic atau demokratis, rezim-rezmi Unitarian atau
otokratik dan turun temurun dan kediktatoran yang berasal dari kemenagan. Yang lebih realistik dan
kurang formal adalah pemerintahan otokrasi moderat, yang menerima oposisi tertentu terhadap rezim
dan mengizinkan cara-cara legal tertentu untuk mengungkapkan perbedaan pendapat politik secara
tidak langsung, dan otokrasi totalitarian yang menghancurkan semua oposisi dan memaksa kaum
pembangkang untuk memakai kegiatan-kegiatan gelap.
3.)    Lembaga-lembaga politik dan struktur tekno-ekonomik
Ada dua teori besar yang bertentangan dengan masalah ini. Kaum marxis menganggap rezim-rezim
politik mencerminkan sistem produksi suatu masyarakat, yang pada hakikatnya didefinisikan dalam
sistem pemilikan. Dengan ini mereka mengingkati bahwa lembaga-lembaga politik mempunyai
otonomi. lembaga-lembaga kurang penting dalam pandangan Marxis..
a.       Rezim politik dan sistem hak milik
Marxisme membedakan empat jenis negara : negara budak pada masa purba, negara feudal, negara
borjuis, dan negara sosialis, masing-masing sesuai dengan modus produksi dan sistem pemilikan dalam
jenisnya yang khusus. Setiap jenis negara dibagi-bagi menjadi beberapa bentuk negara atau rezim
politik : depotisme timur, tirani, atau republic didalam negara budak, seignories atau monarki-monarki
yang disentralisir didalam negara feudal; demokrasi barat atau rezim fasis didalam negara-negara
borjuis; sistem sofiet dan demokrasi rakyat didalam negara-negara sosialis. Dengan demikian berbagai
rezim politik sesuai dengan perbedaan-perbedaan didalam sistem produksi dan sistem milik.
b.      Rezim-rezim dan tingkat produksi
Demokrasi pluralistis sesuai dengan tingkat industrialisasi yang tinggi tingkatannya. Mengatakan
bahwa masyarakat bebas adalah masyarakat makmur. Dalam hakikat otokratik dan Unitarian dari
rezim-rezim komunis bersifat terbelakang dan setengah maju dari negara-negara dimana komunisme
didirikan. Rusia tahun 1917 dan demokrasi rakyat tahun 1945 mempunyai satu sifat yang sama :
mereka berada ditingkat ekonomi yang rendah dibandingkan dengan negri-negri industry dibarat.
3.      Kultur
Kultur adalah ideology keyakinan, dan ide-ide kolektif yang pada umunya dianut dalam suatu
komunitas tertentu.
1.)    Keyakinan : ideology dan mitos
Dalam arti tertentu masyarakat adalah jumlah dari keseluruhan ide-ide dan citra-citra yang telah
dibentuk oleh anggota-anggotanya. Akan tetapi diantara ide-ide kolektif ini, beberapa sesuai dengan

Makalah Struktur Politik Indonesia Page 7


kenyataan-kenyataan eksternal yang mempunyai eksistensi obyektif fisikal. Ide-ide lain adalah hanya
lukisan fikiran states of mind.
a.       Berbagai jenis keyakinan
Ada dua jenis kategori keyakinan/kepercayaan yaitu keyakinan-keyakinan yang lebih rasional, ada
rumusannya dan keyakinan-keyakinan irrasional yang lebih bersifat spontan dan selanjutnya
dinamakan mitos. Ideology mengungkapkan kecenderungan psikologisnya sendiri dan konflik batinnya
didalam doktrin yang dirumuskannya.
b.      Pengaruh politik dari keyakinan rakyat
Mitos dan ideology dasarnya memainkan peranan yang sama dalam kehidupan politik yaitu mereka
memobilisir warga negara, baik dalam oposisi terhadap kekuasaan atau mendukungnya. Mobilisasi
merupakan kamuflase agar keyakinan bisa berlaku untuk menyembunyikan realitas agar dapat
diterima. Disamping itu ideology juga bisa untuk mengurangi ketegangan-ketegangan.
2.)    Entitas kulutural (unsur-unsur kebudayaan)
Semua unsur yang membentuk suatu komunitas bercampurbaur dalam situasi actual, membentuk
kombinasi yang jelas berbeda yang bisa kita sebut entitas kultural. Setiap komunitas individual
merupakan milik dari suatu entitas kultural atau dirinya sendiri merupakan entitas kultural.
a.       Konsep entitas kultural
Entitas kultural merupakan bangsa-bangsa atau kelompok bangsa-bangsa yang memiliki suatu
peradaban yang sama. entitas kultural pada hakikatnya dibentuk oleh sejarah, lantas diperkuat oleh
pendidikan dalam arti seluas-luasnya.
b.      Pengaruh politik dari entitas kultural
Entitas kultural sangat penting secara politik, akan tetapi tidak sepenting sosio ekonomik. Entitas
kultural menempati posisi sekunder dengan faktoe sosio ekonomik yang merupakan unsur-unsur
primer.
III.             PENUTUP
1.      KESIMPULAN
Struktur fiscal merupakan sebuah susunan yang didalamnya terdapat komponen-komponen
fisik. Struktur fiscal terbagi dua yaitu adanya struktur geografis dan demografis.
Sedangkan struktur social merupakan lawan dari struktur fisik (geografis dan demografis) yaitu
buatan manusia dan bukan alam. Seperti penemuan material (alat, mesin), sistem hubungan kolektif
(perusahaan, sistem matrimonial), dan bahkan doktrin dan kebudayaan (marxisme dan humanism
barat). Dari definisi tersebut, struktur social berisi tiga macam yaitu ketrampilan teknologi, lembaga-
lembaga, dan kultur.
2.      KRITIK SARAN
Demikianlah makalah yang kami buat, apabila ada kesalahan dalam bentuk penulisan atau lainnya
kami minta maaf. Oleh kerena itu, kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat kami
harapakan. Terima kasih.

Makalah Struktur Politik Indonesia Page 8