Anda di halaman 1dari 6

NAMA : RAUDHATUL USHRATI

NIM : 17234006

MAKUL : BIBLIOGRAFI MINANGKABAU

Tugas

1. Bibliografi beranotasi dan Deskripsi Bibliografi Beranotasi Artikel Surat


Kabar dan Buku

Jawab:

1. Bibliografi Beranotasi dari buku


a. Buku 1
Haris, Abdul. 2012. Filsafat Pendidikan Islam.-Cet. 1.- Jakarta: Amzah.
xiv + 182 hlm. Online. Buku ini membahas tentang filsafat dalam
Islam yang mana menerangkan pendidikan islam dan menjelaskan
berbagai permasalahan yang ada dalam buku ini. Buku ini
membahas dasar-dasar filsafat pendidikan Islam dan fungsi
pendidikan filsafat dalam islam ataupun aliran-aliran yang
dilakukan oleh umat muslim dalam ilmu islam dengan adanya
filsafat pendidikan Islam. Perbandingan antara filsafat pendidikan
islam dengan barat. Dengan adanya buku ini cocok untuk pegangan
dan pembaca dengan penulis dalam bidang mata kuliah pendidikan
Islam, karena dalam buku iini banyak dibahas tentang dasar-dasar
filsafat dalam islam dan perbandingan antara filsafat islam dengan
barat.
Kata Kunci: filsafat, perbandingan, dasar filsafat.
b. Buku 2
2. Bibliografi Beranotasi dari Artikel Surat Kabar
a. Artikel Surat Kabar 1

b. Artikel Surat Kabar 1

3. Bibliografi Beranotasi Artikel Majalah


a. Artikel Majalah 1
Saktia, Oktaviani. (2018) Soeara Dari Orang Minangkabau: Majalah
Boedi Tjaniago 1 Januari – 30 September 1922. Diploma thesis,
UNIVERSITAS ANDALAS. Online. Skripsi ini berjudul Soeara
Dari Orang Minangkabau: Majalah Boedi Tjaniago 1 Januari – 30
September 1922. Majalah ini lahir dengan orientasi untuk
memodernisasi masyarakat Minangkabau khususnya di
Padangpanjang. Majalah ini dalam tulisannya berusaha
menegosiasi tradisi Minangkabau agar tetap berkembang di tengah
derasnya pengaruh Barat masa itu tanpa harus meninggalkan tradisi
itu sendiri. Majalah ini lahir dengan tujuan yaitu oentoek
pengadjaran, pengetahoean ‘adat dan kepandaian. Konsep yang
digunakan dalam penelitian ini ialah sejarah pers. Hal ini
dikarenakan objek kajian dari penelitian ini ialah majalah yang
berkembang pada masa kolonial. Untuk itu, konsep ini sangat
berkaitan dengan kajian penelitian ini dan untuk mengetahui
perkembangan media massa di mulai dari zaman
kolonial.Penelitian ini juga menggunakan metode sejarah dengan
menekankan pada kajian sejarah pers bumiputera. Metode ini
dimulai dengan heuristik (pengumpulan sumber) yaitu dengan
mengumpulkan kopian dari Majalah Boedi Tjaniago yang terdiri
dari 10 eksemplar dengan edisi pertama tertanggal 1 Januari 1922,
dan edisi terakhir dengan tanggal 30 September 1922. Untuk
menganalisis permasalahan dibutuhkan sumber-sumber sekunder,
seperti buku-buku hasil penelitian, jurnal, dan foto-foto yang
digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian ini. Setelah
itu, langkah selanjutnya adalah kritik, secara intern, dan ekstern.
Kritik ini bertujuan menyatakan dan mengklasifikasi sumber-
sumber, gagasan dalam Majalah Boedi Tjaniago untuk ditafsirkan.
Langkah ketiga, tafsir terhadap fakta sejarah yang ditemukan
dalam Majalah Boedi Tjaniago. Fakta itu dikerangkai dengan
konsep-konsep yang telah ditemukan sehingga melahirkan suatu
ekplanasi sejarah tentang modernitas, dan gagasan kemadjoean dari
Majalah Boedi Tjaniago di Padangpanjang. Dari metode yang
dilakukan didapatkan temuan bahwa majalah ini menempati posisi
yang unik dalam dunia pers bumiputera di Sumatera Barat
khususnya di Padangpanjang. Keberhasilan dari media ini
merupakan hasil kerja keras dari para penggagasnya. Modernitas
yang diusung majalah ini merupakan negosiasi antara gagasan
nilai-nilai Barat, dan tradisi Minangkabau yang berusaha kembali
sebagai dasar bagi masyarakat baru di Padangpanjang awal abad
XX. Berdasarkan kajian ini, ide-ide negosiasi pada majalah-
majalah yang terbit pada masa kolonial merupakan khasanah
terpendam dalam penelitian sejarah Indonesia yang patut diungkap
lebih banyak lagi. Kata kunci: media pers, modernitas, pendidikan
modern.
Kata Kunci: Soeara Dari Orang Minangkabau.

b. Artikel Majalah 2
4. Bibliografi Beranotasi Artikel Jurnal
a. Artikel junal 1
Asa, Ferdian Ondira dan Sahrul, N. (2018), Kehidupan Suaru Di
Minangkabau Sebgagai Inspirasi Dalam Karya Seni Lukis.Gorga
Jurnal Seni Rupa2018 Vol. 07. 02. Cetak. Dalam artikel ini
membahas Surau di Minangkabau sebagai tempat ibadah lebih
dikenal sebagai mesjid, langgar dan musalla. Kehidupan surau
sebagai tempat pendidikan anak anak pada saat dahulu mendidik
anak laki-laki di surau sebagai tempat bermalam, bermain,
menggaji. Model pendidikan ini sudah merubah fungsi sebagai
pendidikan modern. Fenomena surau masa lalu sebagai konsep
dalam bekarya seni lukis, kehidupan surau di Minangkabau sebagai
inspirasi dalam karya seni lukis merupakan bagian dari restrospeksi
terhadap realita saat ini. Metode penciptaan karya seni lukis
melalui riset etik dan riset emik. Riset etik melalui teknik
observasi, wawancara, mengamati dan mendokumentasikan
fenomena yang ada di kehidupan surau. Riset emik teknik melukis
membuat model dengan menggunakan plastisin untuk objek-objek
utama kemudian di potret dengan kamera foto. Potret di jadikan
sebagai acuan dalam melukis. Karya seni lukis yang divisualkan
pada lukisan realis fotografi yang menceritakan kehidupan surau
masa lalu, kehidupan tersebut seperti pendidikan, lukisan mengaji,
batapian, bujang surau. Karya seni lukis tersebut bermaksud
memberitahukan serta mengajak masyarakat untuk menghidupkan
kembali kehidupan di surau. Sebab, kegiatan yang dilakukan di
surau tersebut dapat membentuk karakter pemuda-pemudi di
Minangkabau menjadi lebih baik. Ekspresi yang hadir dalam
penciptaan karya merupakan perasaan marah, kecawa dan sedih,
melihat fenomena yang terjadi. Kemudian diterapkan ke dalam
karya seni lukis berbentuk dua dimensi, berupa simbol. Simbol
yang hadir metafhor dari bentuk surau kemudian didisformasikan,
sehingga hadir bentuk baru yang mewakili dari visual peranan
kehidupan surau Minangkabau , dengan berpedoman pada unsur-
unsur seni rupa.

Kata Kunci: surau, restrospeksi, fenomena budaya, Minangkabau.

b. Artikel jurnal 2
Helda, Trisna. (2016). Harga Diri Perempuan Minangkabau Dalam
Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah Karya Hamka. Jurnal
Gramatika 2016 Vol.2. Cetak. Tokoh perempuan dihadirkan
dalam berbagai profil. Harga diri perempuan Minangkabau dalam
sastra lokal Minangkabau nampak begitu kuat sesuai dengan
fungsinya di dalam realita. Masalah pokok penelitian ini adalah
harga diri perempuan Minangkabau, yang terdapat dalam novel
Di Bawah Lindungan Ka’bah karya Hamka. Penelitian ini
bertujuan mendeskripsikan harga diri perempuan Minangkabau
dalam novel Di Bawah Lindungan Ka’bah karya Hamka. Jenis
penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan
metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan harga diri
perempuan Minangkabau dapat dilihat dari perbuatan dan
perilaku tokoh yang berupa ucapan, dan peristiwa yang dilakukan
oleh tokoh-tokoh perempuan dalam novel Di Bawah Lindungan
Ka’bah karya Hamka. Harga diri perempuan Minangkabau secara
individu yang diperankan oleh tokoh yaitu dari perilaku yang
ditampilkan oleh tokoh Zainab, Rosna, Mak Asiah, dan ibu
Hamid sosok perempuan Minangkabau yang dipandang mulia
dari kehidupan bermasyarakat yang bisa menjaga nama baik
(martabatnya) sebagai perempuan Minangkabau. Sedangkan
harga diri perempuan sebagai anggota masyarakat yang diperan
oleh tokoh dalam novel Di Bawah Lindungan Ka’bah karya
Hamka yaitu perempuan Minangkabau yang memiliki sifat
kepemimpinan yang dapat ditiru oleh masyarakat. Sebagai
perempuan Minangkabau yang memegang fungsi penting dalam
kehidupan bermasyarakat. Seorang bundo kanduang menurut adat
Minangkabau merupakan tempat meniru dan diteladani oleh
lingkungan dan keluarganya.
Kata Kunci : harga diri perempuan minangkabau, di bawah lindungan
Ka’bah