Anda di halaman 1dari 13

Available online at : http://journal.unj.ac.id/unj/index.

php/gjik
Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan 09 (01) 2018, 24 - 34
Permalink/DOI: https://doi.org/10.21009/GJIK.091.02

OPTIMALISASI PEMANFAATAN MINERAL FOSFOR DALAM


MEMBENTUK KESEHATAN FISIK ANAK USIA DINI MELALUI
REEDUKASI KELUARGA

Sandey Tantra Paramitha1


1
Departemen Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Program Studi Ilmu Keolahragaan,
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung Kode Pos 40154
*Corresponding Author. Email: sandeytantra18@upi.edu

Received: 15 February 2018; Revision: 20 February 2018; Accepted: 01 March 2018

Abstrak : Perkembangan kesehatan fisik anak usia dini sangat ditentukan oleh kadar fosfor yang terdapat dalam tubuh,
karena menjadi unsur terbesar kedua setelah kalsium dalam tubuh manusia, permasalahan yang menjadi kendala dalam
mengembangkan pengetahuan keluarga mengenai pentingnya kandungan fosfor dalam perkembangan tubuh anak usia
dini yaitu kondisi lingkungan yang kurang mendukung serta tidak ada dukungan yang masif dari kementerian kesehatan
mengenai pentingnya fosfor bagi pertumbuhan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang
bertujuan untuk mendeskripsikan, menggambarkan dan menganalisis kejadian dilapangan, teknik pengumpulan data
menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, serta menggunakan teknik analisis data penyajian data, reduksi
data serta penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa masyaratakat kurang memiliki pengetahuan
mengenai pentingnya fosfor bagi pertumbuhan anak usia dini, maka perlu adanya pengembangan pengetahuan
masyarakat mengenai pentingnya fosfor bagi pertumbuhan anak usia dini, hal tersebut dikarenakan kelebihan maupun
kekurangan fosfor akan berdampak tidak bak bagi tubuh.

Kata kunci: Anak Usia Dini; Fosfor; Kesehatan Fisik

Abstract : The development of early childhood physical health largely determined by levels of phosphorus contained in
the body, due to be the second largest item after the calcium in the human body, problems become obstacles in
developing family knowledge about the importance of the content of phosphorus in the development of early childhood
body i.e. environmental conditions is lacking support and there is no massive support from the Ministry of Health
important about phosphorus for the growth of early childhood. This research uses descriptive method which aims to
describe, illustrate and analyze events in field data collection techniques, using interviews, observation and
documentation, as well as using the techniques of data analysis the presentation of data, data reduction and withdrawal
of the conclusion. The results obtained show that the society have less knowledge about the importance of phosphorus
for early childhood growth, hence the need for the development of the knowledge society on the importance of
phosphorous for growth in early childhood, it due to the excess or deficiency of phosphorus will not impact the tub for
the body.

Keywords: Early Childhood; Phosphorus; Physical Health


Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 09 (1), Maret 2018 - 25
Sandey Tantra Paramitha

PENDAHULUAN meningkatkan kinerja proses pencernaan


makanan serta membantu pengaturan proses
Pentingnya mineral fosfor sebagai
pembuangan sisa metabolisme dan zat-zat
zat gizi mikro menempati urutan kedua
yang tidak berguna bagi tubuh (Kuniano,
setelah kalsium dalam total kandungan
2015). Sehingga akan membuat efektivitas
tubuh (Siswanto; Budisetyawati, 2013).
dalam kinerja tubuh lebih optimal.
Fungsi utama fosfor sebagai pemberi energi
Pada aspek lain, fosfor juga
dan kekuatan untuk metabolisme lemak dan
memiliki peran yang sangat besar dalam
pati, sebagai penunjang kesehatan gigi dan
pembentukan protein, menjaga
gusi, untuk sintesis DNA serta penyerapan
keseimbangan produksi dan fungsi hormon,
dan pemakaian kalsium (Emilia, 2009). Hal
serta meningkatkan proses pemisahan suatu
ini menandakan bahwa fungsi fosfor sangat
zat yang dibutuhkan untuk menghasilkan
penting dalam membentuk kesehatan fisik
energi. Fosfor juga berfungsi dalam
manusia, terutama anak usia dini yang
mengoptimalkan reaksi kimia dalam tubuh
sedang dalam masa pertumbuhan fisik.
serta membantu tubuh memanfaatkan
Fosfor merupakan zat penting dari
nutrisi secara tepat (Ani, 2011).
semua jaringan tubuh, mengembangkan
Bahan pangan yang mengandung
fungsi otot dan sel-sel darah merah
fosfor terdapat dalam jenis pangan organik
(Moniaga & Pangemanan, 2013). Maka
dan anorganik (Suarni & Muh. Yasin,
dapat diketahui bahwa fosfor erat kaitannya
2016), sebagian besar fosfor diserap tubuh
dengan metabolisme tubuh yang berguna
dalam bentuk anorganik, khususnya di
dalam meningkatkan daya tahan tubuh.
bagian atas duodenum yang bersifat kurang
Pentingnya fosfor untuk anak usia dini ialah
alkalis sebanyak 70% yang akan diserap.
sebagai unsur penting dalam
Kandungan fosfor dalam makanan banyak
mengoptimalkan pertumbuhan fisik,
terdapat dalam makanan yang tinggi
sehingga kekurangan fosfor dalam tubuh
protein, seperti ikan, ayam, daging, telur,
anak usia dini akan berakibatkan pada tidak
kacang-kacangan, biji-bijian, dan serelia
optimalnya pertumbuhan fisik
atau gandum (Rahayu & K.S. Sugiarto,
(Kusbiantoro, 2015).
2015).
Manfaat Fosfor terbesar bagi
Source of Protein-rich foods also is
kesehatan tubuh yaitu untuk membantu
usually a food source of phosphorus (Satish
proses pembentukan tulang dan gigi yang
Kumar et al., 2013). Selain itu, makanan
sehat, selain itu fosfor juga berfungsi untuk
dengan kandungan kalsium yang tinggi

Copyright © 2018, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online)
Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 09 (1), Maret 2018 - 26
Sandey Tantra Paramitha

biasanya juga mengandung fosfor dalam kandungan fosfor tinggi (Musfiroh, Susanti,
jumlah tinggi (Syarifah, 2015). Dalam & Sukmawardani, 2016). Hal ini
penelitian terdahulu menunjukkan bahwa menandakan konsumsi ikan setiap hari
makanan sumber fosfor yang berasal dari dapat memenuhi kandungan fosfor anak
daging akan lebih mudah diserap oleh usia dini.
tubuh, bila dibandingkan dengan makanan Bukan hanya pada jenis ikan dan
sumber fosfor yang berasal dari tumbuhan sayuran, kandungan fosfor juga terdapat
(Komariyah, 2011). pada daging sapi, karena mengandung 264
Daily requirement of phosphorus is miligram dan 243 miligram fosfor atau
different for every person, but in general memenuhi setidaknya 26% dan 24% fosfor
human need 1,000 milligrams of (Rahayu & K.S. Sugiarto, 2015). Hal
phosphorus for every day (Yuan, Pratt, & tersebut menandakan bahwa daging sapi
Batstone, 2012). Selain itu, biji labu dan sangat penting dalam pembentukan
labu kuning merupakan salah satu makanan kesehatan fisik anak usia dini.
sumber fosfor yang tinggi dari golongan Produk olahan juga memiliki fosfor
biji-bijian. Dalam setiap 28 gram biji labu yang sangat tinggi, karena dalam setiap satu
dan labu kuning mengandung 345 miligram yogurt setara dengan berat 245 gram,
fosfor (Ariati & Ratnayani, 2017). yoghurt juga mengandung sedikitnya 385
Keju yang terbuat dari susu domba, miligram fosfor atau memenuhi setidaknya
susu kambing dan susu sapi dalam setiap 28 38% kebutuhan fosfor setiap hari (Rahayu
gram keju, bisa memenuhi kebutuhan fosfor & K.S. Sugiarto, 2015).
sebesar 28%. Untuk jenis keju yang mudah The mineral phosphorus utilization
ditemui di pasaran, keju adalah yang in shaping the physical health of children is
tertinggi persentasenya dalam memenuhi very important in the process of growth,
kebutuhan Fosfor sebanyak 23% (Mardiani, due to the lack of phosphorus will result in
Sumarmono, & Setyawardani, 2013). the absorption of calcium is not optimal
Ikan tuna dan ikan mackerel (Hill & Fanta, 2008). Selain itu, kurangnya
memiliki jumlah fosfor yang cukup tinggi, fosfor dalam anak usia dini akan berakibat
masing-masing memiliki 28% dan 27% pada kurang energi, pertahanan tubuh dan
fosfor untuk setiap 85 gram berat dan sudah pola otak. Hal ini menandakan bahwa
dalam kondisi dimasak. Ikan lainnya fosfor sangat menunjang terhadap
semacam tongkol, kembung, dan jenis ikan pertumbuhan anak usia dini.
cakalang juga termasuk yang memiliki

Copyright © 2018, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online)
Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 09 (1), Maret 2018 - 27
Sandey Tantra Paramitha

Due to an excess of Phosphorus will kesehatan masih diharapkan dengan


bring up complaints of pain in the bone berbagai masalah, seperti kondisi
bone health will suffer disturbance when lingkungan yang belum kondusif,
you prioritize the role of phosphorus to the terbatasnya ketersediaan dan akses air
body by consuming foods containing large bersih, rendahnya akses sanitasi, tingginya
amounts of phosphorus (Cupisti & polusi udara akibat kebakaran hutan dan
Kalantar-Zadeh, 2013). Selain itu gangguan polusi asap kendaraan dan lain-lain
pada organ ginjal sebagai kesadaran atas (Widayatun & Fatoni, 2013). Selain itu,
pentingnya peran fosfor bagi tubuh, akan budaya hidup sehat yang rendah, cuci
terasa jika sudah berada pada usia lansia. tangan, lingkungan yang kotor, limbah dan
High levels of phosphorus in the sanitasi yang buruk mengakibatkan sulit
body will produce a phosphate ion and menanamkan kesadaran hidup sehat bagi
binds to calcium in the body so that in the masyarakat.
long run will lead to a seizure in someone Permasalahan saat ini mengenai
(López-Arredondo, Leyva-González, pemanfaatan fosfor yaitu masyarakat
González-Morales, López-Bucio, & kurang mengetahui pentingnya fosfor
Herrera-Estrella, 2014). Kejang yang dalam pertumbuhan anak usia dini, padahal
diakibatkan oleh berkurangnya fosfor pengetahuan masyarakat sangat penting
sangat tidak baik dari pertumbuhan fisik dalam pertumbuhan anak. Hal ini
anak usia dini, karena akan ada sel-sel mengakibatkan pertumbuhan anak di
dalam tubuh yang tidak berfungsi optimal. Indonesia belum optimal dibandingkan
Kesadaran masyarakat akan hidup dengan anak usia dini di negara maju.
sehat masih kurang, hal tersebut dapat Optimalisasi untuk memberikan
dilihat dari kesadaran, kemauan dan kesadaran kepada masyarakat akan
kemampuan hidup sehat harus dimiliki oleh pentingnya pemanfaatan fosfor dapat
seluruh lapisan masyarakat. Akan tetapi, dilakukan jika terdapat korelasi antara
derajat kesehatan masyarakat Indonesia pemerintah, sekolah dan keluarga dalam
telah banyak mengalami peningkatan, mengembangkan hidup sehat. Kegiatan
walaupun kemajuan tersebut belum tersebut harus berjalan secara
dirasakan secara luas oleh masyarakat. berkesinambungan dan terus menerus
Kesadaran hidup sehat yang kurang dalam menerapkan hidup sehat bagi
dari masyarakat Indonesia disebabkan masyarakat.
karena sampai saat ini pembangunan

Copyright © 2018, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online)
Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 09 (1), Maret 2018 - 28
Sandey Tantra Paramitha

Urgensi pengetahuan masyarakat Tempat penelitian ini berada di Kabupaten


mengenai pemanfaatan fosfor pada anak Bandung Barat, Kecamatan Lembang,
usia dini akan membuat anak-anak pemilihan tempat tersebut dikarenakan
Indonesia mempunyai kesehatan fisik yang Kecamatan Lembang memiliki produksi
baik, karena fosfor sangat penting dalam pangan yang memiliki kandungan fosfor.
penyerapan kalsium, meningkatkan energi Teknik pengambilan data dalam
dan pertumbuhan gigi (Nasution, 2016). penelitian ini menggunakan wawancara,
Hal ini akan menunjang anak usia dini observasi dan dokumentasi yang dilakukan
dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. selama enam bulan untuk mengambil data.
Tujuan dari penelitian ini yaitu Teknik analisis data dalam penelitian ini
untuk dapat mendeskripsikan permasalahan menggunakan reduksi data, penyajian data
pemanfaatan fosfor bagi anak usia dini, dan penarikan kesimpulan yang dilakukan
serta untuk ditemukannya strategi dalam secara sistematis agar hasil yang didapat
mengoptimalkan pemanfaatan fosfor dalam sesuai dengan keadaan di lapangan.
membentuk kesehatan fisik anak usia dini.
HASIL DAN PEMBAHASAN
METODE
Berdasarkan hasil penelitian yang
Penelitian ini menggunakan
diperoleh Peneliti, menunjukkan bahwa
pendekatan kualitatif dengan metode
kesadaran masyarakat mengenai manfaat
deskriptif yang bertujuan untuk researching
fosfor dalam pertumbuhan anak usia ini
a group of humans, social circumstances,
masih minim, dalam memberikan nilai gizi
the system of thought or reviewing an event
pangan masih terpengaruh oleh tradisi
(Jewitt, 2013). Studi deskriptif bertujuan
masyarakat. Hal tersebut memiliki dampak
untuk mendeskripsikan, menggambarkan
positif maupun negatif, dampak positif
secara sistematis, keadaan faktual dan
yaitu tradisi masyarakat di Lembang cukup
akurat tentang fakta-fakta yang terjadi
baik dalam pemenuhan gizi anak usia dini
dalam kehidupan sosial, sifat-sifat dan
dikarenakan terdapat produksi olahan
hubungan setiap fenomena-fenomena yang
makanan yang memiliki kandungan fosfor
diteliti (Rosmiati, 2014).
yang banyak. Sedangkan dampak negatif
Subjek dari penelitian ini terdiri dari
yaitu masyarakat tidak mengetahui jumlah
kalangan akademisi yaitu dosen olahraga,
fosfor yang seimbang untuk anak usia dini,
praktisi dalam bidang ahli gizi serta
sehingga mengakibatkan jumlah kandungan
keluarga yang memiliki anak usia dini.
fosfor yang tidak seimbang.

Copyright © 2018, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online)
Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 09 (1), Maret 2018 - 29
Sandey Tantra Paramitha

A. Optimalisasi Fosfor bagi Pertumbuhan Mengonsumsi makanan yang


Anak Usia Dini mengandung fosfor terlalu banyak, akan
Optimalisasi fosfor dalam mengakibatkan sakit pada ginjal karena
meningkatkan kesehatan fisik anak usia dini akan terjadi pengendapan fosfor di bagian
haruslah seimbang atau sesuai dengan ginjal. Permasalahan yang demikian akan
kebutuhan gizi, karena konsep empat sehat mengganggu kesehatan fisik anak usia dini
lima sempurna sudah tidak dipakai oleh dan hal tersebut sangat berbahaya bagi
kalangan akademisi maupun praktisi. tahap perkembangan anak.
Tabel 1. Kadar fosfor yang kurang bagi
Kebutuhan Fosfor Berdasarkan Usia
tubuh juga akan berbahaya bagi
Kebutuhan
Kalangan Usia
Fosfor perkembangan kesehatan fisik, karena akan
Bayi 0-6 Bulan 100 mg mengakibatkan anorexia yang bisa dilihat
Bayi 7-12 Bulan 275 mg
Anak 1-3 Tahun 460 mg dari his behaviour which often choosing
Anak 4-8 Tahun 500 mg their food, eat late, weakened muscles and
Anak 9-12 Tahun 900-1100 mg
Remaja 13-19 Tahun 1250 mg quickly tired of (de Tavernier, 2012).
19 Tahun Kebanyakan kekurangan fosfor anak usia
Dewasa 700 mg
Keatas
Sumber: (Gunardi et al., 2017) dini dialami oleh keluarga yang tidak

Berdasarkan tabel tersebut, mampu secara ekonomi untuk membeli

kebutuhan fosfor anak usia dini yaitu 460 makanan yang memenuhi kadar fosfor.

miligram yang harus diserap tubuh setiap Berbagai masalah kesehatan fisik

harinya. Keseimbangan zat fosfor dalam dikarenakan kelebihan ataupun kekurangan

tubuh dapat mengoptimalkan pertumbuhan fosfor dalam tubuh manusia tidak sebanyak

fisik anak usia dini, akan tetapi jika manfaat yang diperoleh tubuh jika

berlebihan akan mengakibatkan sakit pada pemanfaatan kadar fosfor yang seimbang.

tulang karena the levels of phosphorus in Sehingga, optimalisasi fosfor dalam tubuh

the body is very high it will interfere with sangat tergantung dari keseimbangan kadar

the process of bone growth and ultimately, fosfor yang diserap oleh tubuh.

one's physical growth will be constrained Optimalisasi fosfor dalam tubuh

(Zhao et al., 2016). Tentu hal tersebut tidak sangat berpengaruh pada pertumbuhan

baik untuk anak usia dini karena usia tulang dan gigi, karena fosfor akan lebih

tersebut merupakan tahap awal cepat terserap dengan kalsium sehingga

perkembangan fisik manusia. sangat penting dalam pembentukan,


pertumbuhan, dan pemeliharaan struktur

Copyright © 2018, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online)
Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 09 (1), Maret 2018 - 30
Sandey Tantra Paramitha

tulang yang kuat. Faktor tulang yang kuat fungsi fosfor sangat diperlukan dalam
merupakan unsur penting dalam menjalani pembentukan otak pada anak usia dini,
kehidupan sehari-hari, terutama anak usia terutama dalam meningkatkan kecerdasan.
dini yang sedang dalam masa pertumbuhan Pemanfaatan fosfor yang seimbang
fisik. juga akan mengefektifkan penggunaan
Pemanfaatan fosfor yang seimbang sistem organ, karena phosphorus helps the
sangat penting bagi proses pencernaan, flow and use of nutrients with organ
karena fosfor dapat menstimulasi systems efficiently to maintain the optimum
pencernaan dalam meningkatkan daya serap function of each organ of the body (Lee &
terhadap vitamin dan mineral. Efektivitas Sung, 2013).
yang dihasilkan oleh fosfor dalam proses Semua manfaat fosfor yang diterima
pencernaan sangat berguna untuk mengatur oleh tubuh harus diimbangi dengan gerak
sirkulasi pencernaan dalam tubuh, sehingga fisik anak usia dini dalam aktivitas sehari-
dapat menghasilkan energi yang seimbang hari, sehingga akan membentuk kesehatan
dalam tubuh. fisik anak usia dini secara optimal.
Phosphorus has a significant role in
maintaining the health of the kidneys, by B. Strategi Meningkatkan Kesadaran
ensuring the discharge of waste through the Masyarakat akan Kesehatan
kidneys with the intermediary process of Strategi dalam mengoptimalkan
formation urinasi and expenditure pemanfaatan fosfor pada anak usia dini
excretion (Ma et al., 2014). Fungsi fosfor sangat dipengaruhi oleh kesadaran
tersebut penting untuk menghilangkan masyarakat akan pentingnya hidup sehat
masalah pembuangan zat sisa pada tubuh yang termasuk kesehatan tubuh dan
anak usia dini, karena permasalahan kesehatan lingkungan (Ismaniar, 2010). Hal
kesulitan dalam membuang zat sisa sering tersebut dikarenakan kesehatan tubuh dan
dialami oleh anak usia dini. kesehatan lingkungan merupakan dua unsur
Perkembangan otak anak usia dini yang saling mempengaruhi dalam proses
cukup dipengaruhi oleh fosfor yang pertumbuhan anak usia dini.
terdapat dalam tubuh, karena phosphorus is Upaya dalam meningkatkan
an essential mineral that is also found in kesadaran masyarakat akan hidup sehat
the cells of the brain and the tissues around mengalami banyak kendala, karena kurang
the brain of man (Cardoso, Brites, & Brito, tersedianya air bersih, fasilitas sanitasi
2010). Hal tersebut menandakan bahwa kurang tersedia, mencemarkan udara dalam

Copyright © 2018, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online)
Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 09 (1), Maret 2018 - 31
Sandey Tantra Paramitha

skala mikro maupun makro. Permasalahan anak usia dini. Pada pendidikan informal
tersebut menjadi kendala dalam penting untuk memberikan edukasi kepada
meningkatkan kehidupan sehat bagi anak keluarga terutama yang memiliki anak usia
usia dini, karena gizi yang diberikan untuk dini mengenai pentingnya hidup sehat
anak usia dini, jika tidak terdapat dukungan dalam proses pertumbuhan fisik anak usia
yang baik dari lingkungan akan dini.
menghambat optimalisasi pembentukan Kampanye yang masif perlu untuk
kesehatan fisik. dilakukan oleh kementerian kesehatan
Strategi yang dapat dilakukan dalam Republik Indonesia, karena sangat
membentuk kesadaran masyarakat untuk berpengaruh terhadap pembentukan
hidup sehat, terutama anak usia dini yaitu persepsi masyarakat. Selama ini kampanye
dengan tiga cara, meliputi: 1) optimalisasi yang dilakukan masih pada tataran
pendidikan jasmani, olahraga dan rekreasi pentingnya kalsium bagi pertumbuhan
di setiap pendidikan formal, informal tulang dan gigi, padahal unsur fosfor sangat
maupun non formal, 2) kampanye yang berpengaruh dalam pembentukan tulang
masif dari kementerian kesehatan Republik dan gigi. Hal ini menandakan bahwa
Indonesia untuk mengajak masyarakat kampanye yang dilakukan oleh
hidup sehat, dan 3) penguatan peran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
posyandu di setiap daerah dengan adanya tidak bisa hanya terfokus pada pentingnya
pendampingan kepada masyarakat. kalsium pada tubuh, akan tetapi
Optimalisasi peran pendidikan menambahkan unsur fosfor dalam
jasmani, olahraga dan rekreasi di setiap pembentukan kesehatan fisik anak usia dini.
jenis pendidikan tentu melalui pendekatan Penguatan peran posyandu
yang berbeda. Pada pendidikan formal merupakan aspek yang paling dekat dengan
harus diajarkan kepada siswa untuk kehidupan masyarakat, karena posyandu
senantiasa menjaga kesehatan fisik maupun merupakan lembaga yang menangani
kesehatan lingkungan, menanamkan kesehatan masyarakat, terutama untuk anak
pengetahuan tersebut sangat penting untuk usia dini. Dalam kegiatannya posyandu
menciptakan budaya hidup sehat. Pada perlu memberikan informasi kepada
pendidikan non formal dilakukan dengan keluarga akan pentingnya fosfor dalam
adanya berbagai pelatihan di setiap daerah, membentuk fisik anak usia dini, terutama
agar masyarakat mengetahui pentingnya manfaat dalam pembentukan sel otak yang
hidup sehat, terutama kesehatan fisik untuk menjadi unsur penting dalam membentuk

Copyright © 2018, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online)
Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 09 (1), Maret 2018 - 32
Sandey Tantra Paramitha

kecerdasan anak. Pemberian edukasi yang Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM)
dilakukan oleh posyandu akan menjadi dalam mengawasi maupun mengecek
sumber informasi primer dalam membentuk makanan-makanan yang memiliki kadar
kesadaran hidup sehat bagi masyarakat. fosfor, sehingga peredarannya dapat
C. Pelibatan pihak-pihak dalam dikontrol. Hal ini menjadi sangat penting
Mengoptimalkan Pemanfaatan Fosfor dalam mengoptimalkan pemanfaatan fosfor
bagi Anak Usia Dini bagi kesehatan fisik anak usia ini.
Upaya untuk optimalisasi Pada tataran lain perlu adanya
pemanfaatan fosfor dalam pembentukan kolaborasi dengan posyandu yang
fisik anak usia dini perlu dengan adanya memberikan edukasi kepada keluarga
dukungan yang masif dari berbagai pihak, mengenai pentingnya fosfor dalam
karena permasalahan yang terjadi di pertumbuhan fisik anak usia ini. Dalam
masyarakat tidak bisa diselesaikan dengan mengoptimalkan posyandu perlu adanya
mengandalkan satu pihak. pendampingan yang dilakukan kepada
setiap keluarga yang memiliki anak usia
dini, sehingga posyandu akan proaktif
dalam membina kesehatan fisik anak usia
dini.
Semua pihak tersebut harus saling
bersinergi satu dengan yang lainnya dalam
mengoptimalkan mengonsumsi fosfor
dalam tubuh anak usia dini, sehingga
terdapat kesadaran dari masyarakat akan

Gambar 1. Pihak-Pihak yang Terlibat dalam pentingnya membentuk generasi yang

Membangun Kesadaran Hidup Sehat sehat, cerdas dan mempunyai fisik kuat

Gambar tersebut menjelaskan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

bahwa peran yang sangat strategis dimiliki


oleh Kementerian Kesehatan RI sebagai
pemegang kebijakan mengenai kesehatan KESIMPULAN

masyarakat, dalam pelaksanaannya Mineral fosfor sangat berperan

Kementerian Kesehatan RI perlu penting dalam membentuk kesehatan fisik

melakukan kerja sama dengan Badan anak usia dini, karena bermanfaat untuk
pertumbuhan tulang, gigi maupun

Copyright © 2018, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online)
Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 09 (1), Maret 2018 - 33
Sandey Tantra Paramitha

pembentukan sel-sel otak yang berfungsi Consumption? Journal of Agricultural


and Environmental Ethics, 25(6), 895–
untuk meningkatkan kecerdasan.
907. https://doi.org/10.1007/s10806-
Optimalisasi pemanfaatan fosfor bagi anak 011-9366-7
Emilia, E. (2009). Pendidikan Gizi Sebagai
usia dini perlu dengan adanya dukungan
Salah Satu Sarana Perubahan Perilaku
yang masif dari pemerintah, pendidikan Gizi Pada Remaja. Jurnal Tabularasa
Pps Unimed, 6(2), 161–174.
maupun masyarakat yang senantiasa
Gunardi, H., Kartasasmita, C. B.,
membudayakan hidup sehat. Rekomendasi Hadinegoro, S. R. S., Satari, H. I.,
Oswari, H., Pusponegoro, H. D., …
untuk penelitian selanjutnya, yaitu perlu
Hendrarto, T. W. (2017). Jadwal
untuk mengkaji intensitas konsumsi Imunisasi Anak Usia 0 – 18 tahun
Rekomendasi Ikatan Dokter Anak
makanan yang mengandung fosfor di setiap
Indonesia 2017. Sari Pediatri, 18(5),
wilayah di Indonesia, sehingga akan 417–422.
Hill, W. R., & Fanta, S. E. (2008).
ditemukan data mengenai pemanfaatan
Phosphorus and light colimit
fosfor untuk anak usia dini dan diketahui periphyton growth at subsaturating
irradiances. Freshwater Biology,
keseimbangan gizi anak Indonesia.
53(2), 215–225.
https://doi.org/10.1111/j.1365-
2427.2007.01885.x
DAFTAR PUSTAKA
Ismaniar. (2010). Metode- Metode
Ani, L. S. (2011). Metabolisme Zat Besi Pengembangan Perilaku Hidup Sehat
Pada Tubuh Manusia. Widya Biologi, Anak Usia Dini. PEDAGOGI | Jurnal
2(1), 1–76. Ilmiah Ilmu Pendidikan, X(2), 100–
Ariati, N., & Ratnayani, K. (2017). 108.
Skrining potensi jenis biji polong- Jewitt, C. (2013). Multimodal methods for
polongan (Famili Fabaceae) dan biji researching digital technologies. In
labu-labuan (Famili Cucurbitaceae) The SAGE Handbook of Digital
sebagai koagulan alami. Jurnal Kimia, Technology Research (pp. 250–265).
11(1), 15–22. https://doi.org/10.4135/978144628222
Cardoso, F. L., Brites, D., & Brito, M. A. 9.n18
(2010). Looking at the blood-brain Komariyah, L. (2011). Fungsi Makanan
barrier: Molecular anatomy and Bagi Tubuh Manusia. In Jurnal
possible investigation approaches. Pendidikan Olahraga (pp. 1–10).
Brain Research Reviews. Kuniano, D. (2015). Menjaga Kesehatan di
https://doi.org/10.1016/j.brainresrev.2 Usia Lanjut. Jurnal Olahraga
010.05.003 Prestasi, 11(2), 19–30.
Cupisti, A., & Kalantar-Zadeh, K. (2013). Kusbiantoro, D. (2015). PERTUMBUHAN
Management of Natural and Added DAN PERKEMBANGAN ANAK
Dietary Phosphorus Burden in Kidney USIA PRASEKOLAH DI TAMAN
Disease. Seminars in Nephrology, KANAK-KANAK ABA 1
33(2), 180–190. LAMONGAN. Surya, 7(1), 1–8.
https://doi.org/10.1016/j.semnephrol.2 Lee, J. B., & Sung, J. H. (2013). Organ-on-
012.12.018 a-chip technology and microfluidic
de Tavernier, J. (2012). Food Citizenship: whole-body models for
Is There a Duty for Responsible pharmacokinetic drug toxicity

Copyright © 2018, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online)
Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 09 (1), Maret 2018 - 34
Sandey Tantra Paramitha

screening. Biotechnology Journal. Gabus (Channa striata) - Rumput Laut


https://doi.org/10.1002/biot.20130008 Merah (Eucheuma spinosum). Sains
6 Dan Seni ITS, 4(2), 2337–3520.
López-Arredondo, D. L., Leyva-González, Rosmiati, A. (2014). Teknik Stimulasi
M. A., González-Morales, S. I., dalam Pendidikan Karakter Anak Usia
López-Bucio, J., & Herrera-Estrella, L. Dini melalui Lirik Lagu Dolanan.
(2014). Phosphate Nutrition: Resital: Jurnal Seni Pertunjukan,
Improving Low-Phosphate Tolerance 15(1), 71–82.
in Crops. Annual Review of Plant Satish Kumar, R., Kanmani, P., Yuvaraj,
Biology, 65(1), 95–123. N., Paari, K. A., Pattukumar, V., &
https://doi.org/10.1146/annurev- Arul, V. (2013). Traditional Indian
arplant-050213-035949 fermented foods: A rich source of
Ma, Y., Samaraweera, M., Cooke-Hubley, lactic acid bacteria. International
S., Kirby, B. J., Karaplis, A. C., Journal of Food Sciences and
Lanske, B., & Kovacs, C. S. (2014). Nutrition.
Neither absence nor excess of FGF23 https://doi.org/10.3109/09637486.2012
disturbs murine fetal-placental .746288
phosphorus homeostasis or prenatal Siswanto; Budisetyawati. (2013). Peran
skeletal development and Beberapa Zat Gizi Mikro Dalam
mineralization. Endocrinology, 155(5), Sistem Imunitas. Gizi Indon, 36(1),
1596–1605. 57–64.
https://doi.org/10.1210/en.2013-2061 Suarni, & Muh. Yasin. (2016). Jagung
Mardiani, A., Sumarmono, J., & sebagai Sumber Pangan Fungsional.
Setyawardani, T. (2013). Total Bakteri Pangan Dan Pertanian, 5(6), 1–16.
Asam Laktat, Kadar Air, dan Protein Syarifah, A. (2015). Syarifah Am inah et.
Keju Peram Susu Kambing yang al. : Kandungan Nut risi dan Sifat
Mengandung Probiotik Lactobacillus Fungsional Tanam an Kelor ( M
casei dan Bifidobacterium longum. oringa oleifera ). Buletin Pertanian
Jurnal Ilmiah Peternakan, 1(1), 244– Perkotaan, 5(30), 35–44.
253. Widayatun, & Fatoni, Z. (2013).
Moniaga, V., & Pangemanan, D. H. C. Permasalahan Kesehatan dalam
(2013). Pengaruh senam bugar lansia Kondisi Bencana:Peran Petugas
terhadap tekanan darah penderita Kesehatan dan Partisipasi Masyarakat
hipertensi di bplu senja cerah paniki (Health Problems in a Disaster
bawah 2. Jurnal E-Biomedik (eBM), Situation : the Role of Health
1(2), 785–789. Personnels and Community
Musfiroh, I., Susanti, N. N., & Participation). Jurnal Kependudukan
Sukmawardani, Y. (2016). Analisis Indonesia, 8(1), 37–52.
Kalium dan Kalsium pada Ikan Yuan, Z., Pratt, S., & Batstone, D. J.
Kembung dan Ikan Gabus. Ijpst, 3(1), (2012). Phosphorus recovery from
26–30. wastewater through microbial
Nasution, S. B. (2016). Analisa Kadar Besi processes. Current Opinion in
(Fe) Pada Bayam Hijau Sesudah Biotechnology.
Perebusan Dengan Masa Simpan 1 https://doi.org/10.1016/j.copbio.2012.0
Jam 3 Jam dan 5 Jam. Jurnal Ilmiah 8.001
Pannmed2, 11(1), 1–3. Zhao, M., Niu, X., Guan, L., Qian, H.,
Rahayu, D., & K.S. Sugiarto, D. (2015). Wang, W., Sha, J., & Wang, Y.
Penentuan Kadar Mineral Seng (Zn) (2016). Understanding the growth of
dan Fosfor (P) dalam Nugget Ikan black phosphorus crystals.

Copyright © 2018, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online)
Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 09 (1), Maret 2018 - 35
Sandey Tantra Paramitha

CrystEngComm, 18(40), 7737–7744.


https://doi.org/10.1039/C6CE01608A

Copyright © 2018, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online)
Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, 09 (1), Maret 2018 - 36
Sandey Tantra Paramitha

Copyright © 2018, Gladi Jurnal Ilmu Keolahragaan, ISSN 1693-1556 (print), ISSN 2597-8942 (online)