Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI-VIROLOGI

Uji Salmonella

Dosen Pengampu : Lusi Putri Dwita, M.Si.,Apt.

Nama anggota :

1. Ahmad Zuhdi Firmasnyah ( 1904015217 )


2. Atiqah An Naafi A.P ( 1904015152 )
3. Jundi Rabbani ( 1904015138 )
4. Niken Novia E. ( 1804015181 )

Kelas : G1

Kelompok :4

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA

FAKULTAS FARMASI DAN SAINS

2020
BAB 1

PENDAHULUAN

Salmonella merupakan kuman berbentuk batang, tidak berspora, dan pada pewarnaan gram
bersifat gram negative. Mempunyai ukuran 1-3.5µm x 0.5-0.8µm. salmonella dapat tumbuh
cepat pada media yang sederhana tetapi mereka hampir tidak pernah memfermentasikan laktosa
atau sukrosa. Salmonella biasanya akan memberikan sifat positif dengan mengeluarkan bau gas
H2S dan adanya gelembung pada tabung reaksi. Dan salmonella tahan dalam air yang membeku
pada periode yang lama, dan salmonella pun tahan terhadap bahan kimia tertentu.

Salmonella merupakan salah satu bakteri yang sering menyebabkan penyakit yang serius apabila
mencemari makanan maupun minuman yang dikonsumsi manusia. Salmonella juga dapat hidup
pada tubuh makhluk hidup yang berdarah dingin maupun berdarah panas. Bakteri ini bukan
indikator sanitasi, melainkan bakteri indikator keamanan pangan . Artinya, karena semua
serotipe Salmonellayang diketahui di dunia ini bersifat patogen maka adanya bakteri ini dalam
makanan dianggap membahayakan kesehatan.

Salmonella yang merupakan bakteri gram negatif, dapat menyebabkan penyakit demam tifoid,
yaitu penyakit infeksi yang disebabkan oleh salmonella typhi atau salmonella paratyphi. Yang
mempunyai tanda-tanda khas berupa perjalanan yang cepat yang berlangsung lebih kurang 3
minggu disertai demam, toksemia, gejala-gejala perut, pembesaran limpa dan erupsi kulit. Dan
penyakit tifus (Typhus Abdominalis) adalah infeksi penyakit akut yang biasanya terdapat pada
saluran cerna dengan gejala demam lebih dari satu minggu dan terdapat gangguan kesadaran.
Selain itu Salmonella mungkin paling dikenal sebagai penyebab keracunan makanan bakteri.
Salmonella itu sendiri banyak ditemui pada sebuah makanan-makanan yang tidak dibuat atau di
produksi secara higiens.

Tujuan

1. Agar dapat mengidenifikasi salmonella pada bahan pangan, baik yang sudah jadi,
setengah jadi, dan belum jadi.
2. Agar dapat mengetahui bentuk dan morfolgi dari salmonella.
3. Agar dapat mengetahui barapa banyak salmonella yang terdapat pada makanan.
4. Agar dapat mengetahui jenis salmonella apa yang terdapat pada makanan yang kita uji.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Bakteri salmonella ditemukan pertama kali oleh Theobald Smith pada 1885 saat meneliti
penyakit pencernaan pada babi. Dengan menggunakan mikroskop, Smith menemukan
sekelompok bakteri berbentuk batang yang menyebabkan kematian hewan ternak
tersebut.

Nama Salmonella sendiri baru diberikan oleh Daniel Edward Salmon, rekan Smith yang
melakukan penelitian lebih lanjut terhadap jenis bakteri tersebut. Salmon menyimpulkan
bahwa bakteri salmonella termasuk dalam genus bakteri enterobakteria gram-negatif,
berbentuk batang, bisa bergerak bebas dan menghasilkan hidrogen sulfida, serta menjadi
penyebab timbulnya penyakit salmonellosis.

Salmonella merupakan kuman gram negatif, tidak berspora dan panjangnya bervariasi.
Kebanyakan species bergerak dengan flagel peritrih. Salmonella tumbuh cepat pada
pembenihan biasa tetapi tidak meragikan sukrosa dan laktosa. Kuman ini merupakan
asam dan beberapa gas dari glukosa dan manosa. Kuman ini bisa hidup dalam air yang
dibekukan dengan masa yang lama. Salmonella resisten terhadap zat-zat kimia tertentu
misalnya hijau brilian, natrium tetrationat, dan natrium dioksikholat. Senyawa ini
menghambat kuman koliform dan karena itu bermanfaat untuk isolasi salmonella dari
tinja.
Klasifikasi Salmonella thyposa
- Kingdom : Bakteria
- Phylum : Proteobakteria
- Classis : Gamma proteobakteria
- Ordo : Enterobakteriales
- Familia : Enterobakteriakceae
- Genus : Salmonella
- Species : Salmonella thyposa

almonella digolongkan ke dalam bakteri gram negatif sebab salmonella adalah jenis bakteri yang
tidak dapat mempertahankan zat warna metil ungu pada metode pewarnaan gram. Bakteri gram
positif akan mempertahankan warna ungu gelap setelah dicuci dengan alkohol, sementara gram
negatif tidak.

Pada uji pewarnaan gram, suatu pewarna penimbal ditambahkan setelah metal ungu, yang
membuat semua gram negative menjadi berwarna merah/merah muda. Pengujian ini berfungsi
mengelompokkan kedua jenis bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel mereka.
Banyak species bakteri gram negative bersifat patogen ( penyebab penyakit) yang berarti mereka
berbahaya bagi organisme inang. Sifat patogen ini berkaitan dengan komponen tertentu pada
dinding sel gram negative terutama lapisan lipopolisakarida atau dikenal sebagai endotoksin.

Anda mungkin juga menyukai