Anda di halaman 1dari 9

PENGARUH TERAPI DZIKIR TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA

PENDERITA HIPERTENSI DI DESA WONOYOSO KECAMATAN PRINGAPUS


KABUPATEN SEMARANG

ARTIKEL

Oleh :
Nuke Hermila Zulfah
010115A083

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
2019
Pengaruh Terapi Dzikir terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita
Hipertensi di Desa Wonoyoso Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang
Nuke Hermila Zulfah
Rosalina, M. Imron Rosyidi
Fakultas Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo
e-mail :nukehermilaz@gmail.com

ABSTRAK

Latar Belakang : Hipertensi merupakan faktor utama penyakit kardiovaskuler


atherosclerotic, gagal jantung, stroke dan gagal ginjal. Penanganan hipertensi dapat
dilakukan dengan penatalaksanaan nonfarmakologi diantaranya seperti terapi dzikir.
Kegiatan dzikir melibatkan aktivitas susunan saraf otonom yang mengatur sistem
parasimpatis membuat individu tenang dan rileks. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap penurunan tekanan darah pada penderita
hipertensi di Desa Wonoyoso, Kec. Pringapus Kab. Semarang
Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experiment dengan
rancangan non equivalent control group design. Teknik sampling menggunakan simple
random sampling, Populasi penelitian ini adalah 220 penderita hipertensi, dengan jumlah
sampel 40 responden di Desa Wonoyoso Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang.
Instrument penelitian berupa lembar observasi dan sphygmomanometer. Analisis data
menggunakan uji statistik Independent t-test dan Dependent t-test.
Hasil dan Simpulan : Hasil penelitian didapatkan hasil tekanan darah sistol pada
kelompok intervensi dan kontrol setelah diberikan terapi dzikir nilai p-value 0,002 < 0,05,
sedangkan tekanan darah diastole nilai p-value 0,000 < 0,05 yang artinya, terdapat
pengaruh terapi dzikir terhadap tekanan darah pada kelompok intervensi dan kontrol.
Saran : Terapi dzikir agar dapat dijadikan terapi nonfarmakologis pendamping terapi
farmakologi dalam mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi.

Kata Kunci : Terapi dzikir, tekanan darah, hipertensi

Kepustakaan : 54 (2008-2017)

ABSTRACT

Background : Blood Pressure is a primary risk factor for cardiovascular atherosclerosis


disease, heart failure, stroke and kidney failure. To handling hypertension can be done with
nonpharmacological threatment such as zikr therapy. Zikr activity involves the activity of
autonomic nerves which control the parasympathetic system to calm and relsx a person.
Method : This study used Quasy Experiment design with non equivalent layout (pretest
and post test) control design. To take sample used simple random sampling method. Total
of population was 220 respondents with the samples of 40 respondents in Wonoyoso
village Pringapus sub-district Semarang. The instrument of this study used observation
paper and manual tension meter. Data analyse in this study used independent t-test and
dependent t-test.
Result and Conclusion : The result in this study with independent t-test obtained that
systole blood pressure in interventsion control groups after getting zikr therapy with p-
value 0,002 < 0,05, while diastole blood pressure with p-value 0,000 < 0,05 meaning there
was a difference of systole and diastole blood pressure in control and intervention groups.
Suggestion : Zikr Therapy can be a nonpharmacological companion to control blood
pressure for patients with hypertension.

Keywords : Zikr therapy, blood pressure, hypertension

References : 54 (2008 – 2017)

PENDAHULUAN Hipertensi membawa risiko morbiditas atau


Pravelensi menurut World Health mortalitas premature, yang meningkat dengan
Organization (WHO), hampir 1 milyar orang meningkatnya tekanan sistolik dan diastolic
diseluruh dunia memiliki tekanan darah (Corwin, 2009).
tinggi.Hipertensi adalah salah satu penyebab Penatalaksanaan hipertensi secara umum
utama kematian dini diseluruh dunia. Di tahun ada dua yaitu dapat dilakukan secara
2020 sekitar 1,56 milyar orang dewasa akan farmakologi dan non farmakalogi (Soenarta
hidup dengan hipertensi. Hipertensi membunuh dkk 2015). Penatalaksanaan non-farmakologi
hampir 8 milyar orang setiap tahun di dunia dan merupakan pengobatan tanpa obat-obatan yang
hampir 1,5 juta orang setiap tahunnya di diterapkan pada penderita hipertensi, dengan
kawasan Asia Timur-Selatan. Sekitar sepertiga cara ini penurunan tekanan darah diupayakan
dari orang dewasa di Asia Timur-Selatan melalui pencegahan dengan menjalani pola
menderita hipertensi (WHO, 2015). Menurut hidup sehat seperti, pada penderita hipertensi
American Heart Assosiation (AHA), penduduk yang kelebihan berat badan dianjurkan untuk
Amerika yang berusia diatas 20 tahun menurunkan berat badannya sampai batas ideal
menderita hipertensi sebanyak 74,5 juta jiwa, dengan cara membatasi makan dan mengurangi
namun hampir sekitar 90-95% kasus tidak makanan berlemak, mengurangi konsumsi
diketahui penyebabnya (Pusat Data dan garam, mengurangi konsumsi alcohol, kopi,
Informasi Kemenkes RI, 2014). melakukan olahraga yang tidak terlalu berat
Menurut data Departemen Kesehatan secara teratur, berhenti merokok, mengelola
jumlah kasus penderita hipertensi yang stress dan menggunakan terapi spiritualitas
ditemukan di provinsi Jawa Tengah tahun 2016 termasuk dzikir (Depkes, 2010).
sebanyak 611.358 orang atau 11,55% Kegiatan dzikir melibatkan aktivitas
dinyatakan hipertensi atau tekanan darah tinggi. susunan saraf otonom yang mengatur sistem
Pravelensi tertinggi terdapat di Kabupaten parasimpatis (membuat individu tenang, rileks,
Demak dan Jepara (100%) diikuti Kota aktivasi denyut jantung, pernapasan, nadi
Wonosobo (85,34%), dan Tegal (49,88%). menjadi tenang). Rangsangan saraf otonom
Untuk pravelensi hipertensi di Kabupaten yang terkendali akan menyebabkan sekresi
Semarang sebanyak (10,76%) dan terus epinefrin dan noreepinefrin oleh medula
meningkat setiap tahunnya. Dinas Kesehatan adrenal. Terkendalinya hormone epinefrin dan
Kabupaten Semarang menemukan kasus nore epinefrin akan menghambat sngiostensin
penyakit jantung dan pembuluh darah pada akibatnya terjadi penurunan denyut jantung,
tahun 2011 sebanyak 38.475 kasus, 2012 pembuluh darah melebar, tahanan pembuluh
sebanyak 35.023 kasus, 2013 sebanyak 35.294 darah berkurang dan penurunan pompa jantung
kasus, 2014 sebanyak 40.896 kasus, dan 2015 sehingga tekanan darah ke aterial jantung
sebanyak 41.134 kasus (Dinkes Kabupaten menurun yang selanjutnya dapat menurunkan
Semarang, 2015). tekanan darah. Individu yang melakukan dzikir
Beberapa faktor yang menyebabkan memiliki tekanan lebih rendah, penurunan
hipertensi yaitu faktor gaya hidup, pola makan, denyut jantung, frekuensi pernafasan lebih
dan stress dapat meningkatkan tekanan darah. rendah, penurunan denyut jantung, frekuensi
Dampak hipertensi akan disadari apabila sudah pernapasan lebih rendah, penurunan hormone
terjadi gangguan pada sistem organ seperti kortisol (Pasiak, 2012).
gagal jantung, stroke, dan gagal ginjal.
Berdasarkan hasil studi pendahuluan di kontrol di Desa Wonoyoso, Kec. Pringapus,
Desa Wonoyoso, Kec. Pringapus, Kab. Kab. Semarang.
Semarang setelah didapatkan data tentang 3. Mengetahui perbedaan tekanan darah pada
jumlah penderita hipertensi dari Desa penderita hipertensi sebelum dan sesudah
Wonoyoso, yang diperoleh dari hasil diberikan terapi dzikir pada kelompok
wawancara dengan Bidan Desa dan kader intervensi di Desa Wonoyoso, Kec.
kesehatan, mengatakan bahwa dari 5.753 Pringapus, Kab. Semarang
jumlah penduduk di wilayah Desa Wonoyoso 4. Mengetahui perbedaan tekanan darah pada
terdapat sekitar 220 orang yang menderita penderita hipertensi sebelum dan sesudah
tekanan darah tinggi atau hipertensi. Menurut diberikan terapi dzikir pada kelompok
kader kesehatan yang ada di Desa Wonoyoso, kontrol di Desa Wonoyoso, Kec. Pringapus,
upaya yang dilakukan dalam mengatasi tekanan Kab. Semarang
darah tinggi adalah dengan melakukan 5. Mengetahui pengaruh terapi dzikir pada
sosialisasi tentang makanan yang harus penderita hipertensi pada kelompok
dikonsumsi dan yang harus dihindari, serta intervensi dan kelompok control di Desa
melakukan pengobatan dengan obat-obatan Wonoyoso, Kec. Pringapus, Kab. Semarang
herbal. Menurut Bidan di Desa Wonoyoso,
Kec. Pringapus, Kab. Semarang belum pernah METODE PENELITIAN
ada mahasiswa yang melakukan penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam
sebelumnya. penelitian ini adalah quasi experiment dengan
Berdasarkan wawancara pada 5 sampel pendekatan non equivalent (pretest dan
penderita hipertensi, untuk menurunkan posttest) control group design. Waktu
tekanan darah dengan mengurangi asupan penelitian dilakukan pada 17-24 juni 2019 di
garam, mengkonsumsi mentimun dan Desa Wonoyoso Kecamatan Pringapus
mengkonsumsi obat-obatan anti hipertensi. Kabupaten Semarang. Populasi dalam
Pemeriksaan tekanan darah terhadap 5 sampel penelitian ini adalah penderita hipertensi yang
penderita hipertensi tersebut masih tinggi yaitu ada di Desa Wonoyoso Kecamatan Pringapus
rata-rata 178/92 mmHg, hasil dari yang Kabupaten Semarang, berdasarkan data dari
dilakukan oleh 5 sampel penderita hipertensi puskesmas yakni sejumlah 220 orang. Sampel
tersebut belum menunjukkan hasil yang baik dalam penelitian ini adalah 40 responden
dalam menurunkan tekanan darah. Berdasarkan dengan kelompok kontrol 20 dan intervensi 20
hasil studi pendahuluan diketahui bahwa semua dengan menggunakan teknik simple random
responden belum mengetahui terapi dzikir sampling.
untuk menurunkan tekanan darah. Berdasarkan
latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah HASIL
penelitian “Adakah Pengaruh Terapi Dzikir Analisa Univariat
terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi
Penderita Hipertensi di Desa Wonoyoso Berdasarkan Tekanan Darah
Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang? Pada Penderita Hipertensi Pada
Kelompok Intervensi
Tujuan Penelitian
1. Mengetahui gambaran tekanan darah Tekana Pre Post
penderita hipertensi sebelum dan sesudah n
n Mean SD n Mean SD
diberikan terapi dzikir pada kelompok Darah
Systole 20 167,7 13,5213 20 159,7 15,4302
intervensi di Desa Wonoyoso, Kec.
5 4 5 3
Pringapus, Kab. Semarang. Diastole 20 94,75 7,69056 20 83,5 7,96373
2. Mengetahui gambaran tekanan darah
penderita hipertensi sebelum dan sesudah
diberikan terapi dzikir pada kelompok Berdasarkan tabel 4.1, diketahui
bahwatekanan darah pada kelompok intervensi
sebelum diberikan terapi dzikir memiliki nilai Diastol i 25000
mean sebesar 167,75 dengan standar deviasi Kontrol 20 2,5000
sebesar 13,52134, sedangkan tekanan darah
systole sesudah diberikan terapi dzikir Berdasarkan tabel 4.5 dapat dilihat
mengalami penurunan dengan nilai mean bahwa tekanan darah sistol sesudah diberikan
159,75 mmHg dengan standar deviasi sebesar terapi dzikir pada kelompok intervensi
15,43023. Untuk tekanan darah diastol sebelum
diperoleh nilai mean selisih sebesar 8,000,
diberikan terapi dzikir memiliki rata-rata
sebesar 94,75 mmHg dengan standar deviasi Sedangkan tekanan darah sistol sesudah
sebesar 7,69056. Sedangkan tekanan darah diberikan terapi dzikir pada kelompok kontrol
diastole setelah diberikan terapi dzikir didapatkan hasil mean selisih sebesar 1,000.
mengalami penurunan dengan rata-rata sebesar Kemudian hasil dari t-hitung sistol kedua
83,5 mmHg dengan standar deviasi sebsar kelompok sebesar -3,302 dengan p-value
7,96373. sebesar 0,002 < 0,05. Maka dapat dikatakan
Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi
bahwa ada pengaruh tekanan darah sistol
Berdasarkan Tekanan Darah
sesudah diberikan terapi dzikir pada kelompok
Pada Penderita Hipertensi Pada
intervensi dan kontrol.
Kelompok Kontrol
Tekanan Pre Post
Sedangkan, tekanan darah diastol
Darah n Mean SD n Mean SD sesudah diberikan terapi dzikir pada kelompok
Systole 20 177,25 15,43023 20 176 15,69445
intervensi diperoleh nilai mean selisih sebesar
Diastole 20 101,75 12,27696 20 99,25 11,03523
11,25000, sedangkan tekanan darah diastol
Berdasarkan tabel 4.2, diketahui sesudah diberikan terapi dzikir pada kelompok
bahwatekanan darah pada kelompok kontrol kontrol didapatkan hasil mean selisih sebesar
sebelum diberikan terapi dzikir memiliki nilai 2,5000. Kemudian hasil dari t-hitung diastol
mean sebesar 177,2 dengan standar deviasi kedua kelompok sebesar -5,176 dengan p-value
sebesar 15,43023. Sedangkan tekanan darah sebesar 0,000 < 0,05. Maka dapat dikatakan
systole sesudah diberikan terapi dzikir
bahwa ada pengaruh tekanan darah diastol
didapatkan nilai mean sebesar dengan standar
deviasi sebesar 15,69445. Untuk tekanan darah sesudah diberikan terapi dzikir pada kelompok
diastole sebelum diberikan terapi dzikir intervensi dan kontrol.
memiliki nilai mean sebesar 101,75 mmHg
dengan standar deviasi sebesar 12,27696. PEMBAHASAN
Sedangkan tekanan darah diastole setelah standar deviasi sebesar 15,69445.
diberikan terapi didapatkan nilai mean sebesar Hipertensi adalah di definisikan sebagai
99,25 dengan standar deviasi sebsar 11,03523. tekanan darah tinggi persisten dimana tekanan
Tabel 4.5 Hasil Uji Menggunakan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan
Independent T Test Tekanan diastolik diatas 90 mmHg. Pada populasi lanjut
Darah Sesudah Diberikan usia, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan
Terapi Dzikir Pada Penderita sistolik 160 mmHg dan tekanan diastolik 90
Hipertensi Di Desa Wonoyoso mmHg (Smeltzer & Bare, 2013).
Kecamatan Pringapus
Kabupaten Semarang Analisa Bivariat
Kelomp n Mean t- p- Pengaruh Terapi Dzikir Terhadap Tekanan
ok Selisih hitung value darah Pada Penderita Hipertensi di Desa
Post Intervens 20 8,000 -3,302 0,002
Wonoyoso, Kec. Pringapus, Kab.Semarang
Sistol i
Kontrol 20 1,000 Untuk mengetahui pengaruh sebelum
Post Intervens 20 11, -5,176 0,000 dan sesudah diberikan terapi dzikir pada
penderita hipertensi menggunakan uji statistik
independent t-test. Hasil analisis uji pada kelompok intervensi diperoleh nilai mean
independent t-test mendapatkan hasil nilai selisih sebesar 11,25000, sedangkan tekanan
tekanan darah sistol sesudah diberikan terapi darah diastol sesudah diberikan terapi dzikir
dzikir pada kelompok intervensi diperoleh nilai pada kelompok kontrol didapatkan hasil mean
mean selisih sebesar 8,000, sedangkan tekanan selisih sebesar 2,5000. Kemudian hasil dari t-
darah sistol sesudah diberikan terapi dzikir hitung diastol kedua kelompok sebesar -5,176
pada kelompok kontrol didapatkan hasil mean dengan p-value sebesar 0,000 < 0,05. Maka
selisih sebesar 1,000. Kemudian hasil dari t- dapat dikatakan bahwa ada pengaruh tekanan
hitung sistol kedua kelompok sebesar -3,302 darah sistol sesudah diberikan terapi dzikir
dengan p-value sebesar 0,002 < 0,05. Hal ini pada kelompok intervensi dan kontrol.
menunjukkan bahwa ada pengaruh tekanan Dalam penelitian ini menurut data yang
darah sistol sesudah diberikan terapi dzikir telah diolah tekanan darah sesudah antara
pada kelompok intervensi dan kontrol. kelompok intervensi dan kelompok kontrol
Hal ini juga didukung oleh penelitian terdapat perbedaan. Hal ini mungkin saja
Didit (2011) tentang pengaruh terapi dzikir disebabkan oleh penelitian yang dilakukan
terhadap respon fisiologis dari kecemasan pada terlalu singkat (dilakukan hanya 5 hari) dengan
pasien sebelum operasi di Rumah Sakit Haji responden yang sedikit (masing-masing
Jakarta, didapatkan hasil bahwa kecemasan kelompok 20 responden), dan beban pikiran
menurun yang bisa dinilai dari perubahan atau stress yang mempengaruhi responden
tekanan darah, nadi dan pernafasan. Penelitian sehingga didapatkan hasil penurunan dari
lainnya dilakukan oleh Retnowati (2013) tekanan darah sistolik maupun diastolik
terhadap pasien hipertensi dengan sebelum dan sesudah intervensi tidak terlalu
mengkombinasikan metode relaksasi nafas signifikan.
dalam dan meditasi dzikir, di dapatkan bahwa Sejalan dengan penelitian yang
terjadi perbedaan perubahantekanan darah yang dilakukan oleh Olivia dkk (2017) mengenai
signifikan antara kelompok kontrol dan efektivitas pelatihan dzikir dalam
kelompok intervensi (p < 0,05). meningkatkan ketenangan jiwa pada penderita
Dzikir memiliki daya relaksasi yang hipertensi menunjukkan hasil terdapat
dapat mengurangi ketegangan dan perbedaan tingkat ketenangan jiwa pada
mendatangkan ketenangan jiwa. Setiap bacaan responden penelitian setelah diberikan
dzikir mengandung makna yang sangat pelatihan relaksasi dzikir. Hasil uji beda
mendalam yang dapat mencegah timbulnya wilcoxon rank test skor Z = -2,673 dan p=
ketegangan. Setiap bacaan dzikir mengandung 0,008 (p<0,05) menunjukkan adanya perbedaan
makna suatu pengakuan percaya dan yakin yang signifikan ketenangan jiwa pada
hanya kepada Allah swt. Individu yang responden penelitian antara sebelum pemberian
memiliki spiritual yang tinggi memiliki pelatihan dzikir dan setelah pemberian
keyakinan yang kuat hanya kepada Allah dan pelatihan dzikir. Berdasarkan skor rata-rata
dengan keyakinan ini dapat menimbulkan ketenangan jiwa pada responden antara
kontrol yang kuat dan dapat mengarahkan sebelum dan sesudah pelatihan dzikir
individu ke arah yang positif (Anggraini dan menunjukkan peningkatan dari 78,56 menjadi
Subandi, 2014). 98,33. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan
Hasil penelitian juga menunjukkan hasil dzikir memiliki pengaruh terhadap peningkatan
analisis uji independent t-test pada tekanan ketenangan jiwa sehingga menurunkan angka
darah diastol setelah diberikan terapi dzikir tekanan darah responden kontrol.
KESIMPULAN Kecemasan Pada Pasien Preoperasi
Ada pengaruh yang signifikan terapi dzikir Di RS Haji Jakarta [skripsi]:
terhadaps penurunan tekanan darah pada Perpustakaan Fakultas Ilmu
penderita hipertensi di Desa Wonoyoso Kec. Keperawatan UMJ;
Pringapus Kab. Semarang
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah .2016.
SARAN Profil Kesehatan Provinsi Jawa
1. Bagi Penderita Hipertensi Tengah tahun 2016.[Diakses 12
Sebaiknya masyarakat (keluarga pasien) Desember 2018], dari
hipertensi untuk menerapkan terapi dzikir http://www.depkes.go.id/resources/do
untuk membantu penurunan tekanan darah wnload/profil/PROFIL_KES_PROVI
sebagai terapi non farmakologi. NSI_2016/13_Jateng_2016.pdf
2. Bagi Institusi
Sebaiknya institusi menggunakan hasil Finaldiansyah, R. 2016. Pengaruh Dzikir
penelitian ini untuk tambahan materi di Terhadap Penurunan Tekanan Darah
dalam perkuliahan keperawatan mengenai Pada Usia Pertengahan Di Wilayah
penanganan pasien hipertensi dengan Kerja Upk Puskesmas Kampung
memberikan alternative pengobatan non Dalam Kecamatan Pontianak Timur.
farmakologi pada saat di lahan. Universitas Tanjungpura Pontianak
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Sebaiknya peneliti selanjutnya melakukan Olivia, D. K., Kusprayogi, Y., Nashori, F.
penelitian lanjutan dari penelitian ini, 2017. Efektivitas Pelatihan Dzikir
dengan lebih banyak meneliti variabel yang dalam Meningkatkan Ketenangan Jiwa
lain untuk mengatasi tekanan darah pada pada Lansia Penderita Hipertensi.
penderita hipertensi. Penelitian ini dapat PSYMPATHIC : Jurnal Ilmiah
digunakan sebagai salah satu referensi atau Psikologi, Volume 4, Nomor 1, 2017:
gagasan ide dalam melakukan penelitian 55-66
terkait dengan penanganan penderita
Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI
hipertensi dengan menggunakan metode
.2014.Infodatin Hipertensi. Jakarta:
penelitian non farmakologi yang lain.
Kemenkes RI
DAFTAR PUSTAKA Pasiak, T. 2012. Tuhan Dalam Otak Manusia:
. Mewujudkan Kesehatan Spiritual
Alfiyanto, S. 2017. Pengaruh Dzikir Asmaul Berdasarkan Neurosains. Bandung:
Husna Terhadap Penurunan Hipetensi PT Mizan Pustaka
pada Lansia di Panti Sosial Tresna
Werdha Nirwana Puri Samarinda. Rahmadani, E.S. 2010. Hipertensi Pada Klien
Jurnal Keperawatan Sekolah Tinggi yang Obesitas
Ilmu Kesehatan Muhammadiyah http://repository.usu.ac.id/bitstream/12
Samarinda 3456789/21596/.../Chapter%2011.pdf.
Anggraini. , W. N. ,& Subandi. 2014. Pengaruh Sari, A.E. (2015). Pengaruh Pengamalan
Terapi Relaksasi Dzikir untuk Dzikir terhadap Ketenangan Jiwa di
Menurunkan Stress pada Penderita Majlisul Dzakirin Kamulan Durenan
Hipertensi Essencial. Jurnal Intervensi Trenggalek, Skripsi, Jurusan Tasawuf
Psikologi. 6 (1), 81-102. Psikoterapi, Fakultas Ushuluddin
Adab dan Dakwah Institut Agama
Corwin. 2009. Hipertensi. Jakarta: EGC Islam Negeri Tulungagung.
Didit, Lukito. A. 2011. Pengaruh Terapi Dzikir
Terhadap Respon Fisiologis Dari
Smeltzer, S. C., Bare, B., Hinkle, J. L., &
Cheever, K. H. 2010. Brunner
&Suddarth’s Textbook of Medical-
Surgical Nursing (12nd Edition ed.).
Philadelphia: Lippincott Williams &
Wilkins

Wong, et al. 2015.Aspc Manual Of Preventive


Cardiology. Demos Medical
Publishing e-book ISBN:
9781617051418