Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIK PROFESI NERS

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK DENGAN GANGGUAN SISTEM ENDOKRIN

Oleh :

SALVINUS BULU TODING

113063J119043

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SUAKA INSAN

BANJARMASIN

2020
FORMAT PENGKAJIAN LANJUT USIA
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SUAKA INSAN BANJARMASIN

Nama Yankes :
Alamat Yankes :
Tanggal Masuk :
No. Registrasi :
Tanggal Pengkajian : 3 Juli 2020 Pukul 9.45am
Identitas Diri Klien
Nama (inisial) :Ny. B
Umur : 65 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Suku : Banjar
Pendidikan Terakhir : SD
Pekerjaan :-
Sumber Informasi : Klien dan keluarga
Keluarga yang dapat dihubungi : Suami Ny. B
Diagnosis Medis (bila ada) :
Riwayat Kesehatan
Riwayat Kesehatan Sekarang
1. Keluhan utama : Ny. B mengatakan “± 1 bulan ini telapak kaki saya luka.
2. Kronologi keluhan :
Waktu itu karena tidak sengaja menginjak paku saat di kamar mandi rumah dan telapak kaki
saya terluka. Awalnya saya biarkan, tetapi karena tidak sembuh saya cek ke dokter di apotik
dekat rumah. Dokter apotik menyuruh untuk memeriksa kadar gula darah saya, dan hasilnya
kadar gula saya diatas 200, sekarang lukanya sudah mulai kering, tetapi kadang kaki
kesemutan, dan diberikan obat oleh dokter Glibenclamide 5mg 1x sehari dimalam hari
sebelum tidur, tetapi jarang saya minum karena sering ketiduran dan lupa
a. Faktor Pencetus :
b. Timbulnya Keluhan : ( ) Mendadak (√ ) Bertahap
c. Lamanya : ± 1 bulan
3. Alasan masuk panti :
4. Tanggal masuk panti :
Riwayat Kesehatan Masa Lalu
1. Riwayat Imunisasi : Tidak pernah
2. Riwayat Alergi : Tidak pernah
3. Riwayat Kecelakaan : Tidak pernah
Riwayat dirawat di Rumah Sakit : Tidak pernah
Riwayat Pemakaian Obat : Ada
Riwayat Kesehatan Keluarga (termasuk riwayat psikososial dan spiritual)
1. Orang terdekat dengan klien : Suami dan anak klien
2. Masalah yang mempengaruhi klien :
3. Mekanisme koping terhadap stress :
(√ ) Pemecahan masalah ( ) Minum obat ( ) Tidur
( ) Makan (√ ) Cari pertolongan ( ) Lain-lain.......................
4. Persepsi klien tentang penyakitnya :
a. Hal yang sangat dipikirkan saat ini
Masih belum mengetahui mengenai penyakit yang dialami dan mungkin kalau
penyakit gula, harus mengurangi banyak makanan yang manis-manis
b. Harapan setelah menjalani pembinaan di panti
c. Perubahan yang dirasakan setelah masuk panti
5. Sistem nilai kepercayaan
a. Aktivitas keagamaan/ kepercayaan yang dilakukan (macam dan frekuensi)
b. Kegiatan keagamaan/ kepercayaan yang ingin dilakukan selama di panti
c. Percaya adanya kematian

Pola Kebiasaan SehariHari


1. Nutrisi
a. Frekuensi makan : 2-3 kali sehari
b. Nafsu makan : Baik
c. Jenis makanan : Nasi, sayur dan lauk misalnya ikan
d. Makanan yang tidak disukai : tidak ada
e. Alergi makanan/ pantangan : Diet gula (makanan manis) tetapi kurang teratur
f. Kebiasaan sebelum makan : tidak ada
g. Berat badan dan tinggi badan :
2. Eliminasi
a. Berkemih
Frekuensi : Normal
Warna : Kekuningan
Keluhan yang berhubungan dengan berkemih : tidak ada
b. Defekasi
Frekuensi : 1x sehari
Waktu : ± 5 menit
Konsistensi : padat
Warna : kekuningan
Bau :
Keluhan yang berhubungan dengan defekasi : tidak ada
Pengalaman pemakaian laksatif/ pencahar : tidak ada
3. Personal hygiene
a. Mandi
Frekuensi : 2x sehari
Pemakaian sabun : Ya
b. Kebersihan mulut
Frekuensi : 1x sehari
Waktu : ± 2 menit
c. Cuci rambut
Frekuensi : 1x sehari
Pemakaian sampo : Ya
d. Gunting kuku Frekuensi : 1x seminggu
4. Istirahat dan tidur
a. Lamanya tidur (jam / hari) : Tidur malam dari jam 20.00 – 05.00 WITA
b. Tidur siang : Tidak
5. Aktivitas dan latihan
a. Olahraga :
Tidak Jenis dan frekuensi :-
b. Kegiatan waktu luang : Membantu anak menjaga warung
c. Keluhan waktu beraktivitas : tidak ada

( ) Pergerakan tubuh ( ) Mengenakan pakaian


( ) Bersolek ( ) Mandi
( ) sesak napas setelah beraktivitas ( ) Lain-lain
6. Kebiasaan
a. Merokok : Tidak
Frekuensi : Tidak
Jumlah : Tidak
Lama pakai : Tidak
b. Minuman keras :
Tidak Frekuensi :
Tidak
Jumlah : Tidak
Lama pakai : Tidak
c. Ketergantungan obat : Ya (Glibenclamide 5mg)
Frekuensi : 1x sehari sebelum tidur malam
Jumlah : 1 tablet
Lama pakai : Pemeriksaan
Fisik
1. Keadaan umum : Baik
2. Tanda-tanda vital : BP 130/80 mmHg, R: 20x/menit, T: 36,30 C, P: 88x/menit
3. Kepala : Baik, tidak ada luka, tidak ada pembesaran kepala
4. Mata : Baik, kedua mata simetris
5. Hidung : Baik dan simetris
6. Telinga : Kedua telinga simetris
7. Mulut dan bibir : Baik tidak ada lesi dan luka
8. Leher : Baik tidak ada luka
9. Dada : tidak terkaji
10. Abdomen : tidak terkaji
11. Genitalia : tidak terkaji
12. Ekstremitas : terdapat luka di telapak kaki
Pengkajian Status Fungsional
Pengkajian status fungsional adalah suatu bentuk pengukuran kemampuan seseorang
untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari secara mandiri.
Pengkajian ini menggunakan Indeks Kemandirian Katz untuk aktivitas kehidupan
sehari-hari yang berdasarkan pada evaluasi fungsi mandiri atau tergantung dari klien
dalam hal makan, kontinen (defekasi/ berkemih), berpindah, ke kamar kecil, berpakaian
dan mandi.
A Mandiri Kemandirian dalam hal makan, kontinen (defekasi/ berkemih), berpindah,
ke kamar kecil, berpakaian dan mandi
B Kemandirian dalam semua hal, kecuali satu dari fungsi tersebut
C Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi dan satu fungsi tambahan
D Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi, berpakaian dan satu fungsi tambahan
E Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil dan satu
fungsi tambahan
F Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil
berpindah dan satu fungsi tambahan
G Ketergantungan pada sedikitnya dua fungsi, tetapi tidak dapat diklasifikasikan sebagai
C, D, E, F
Keterangan:
Mandiri berarti tanpa pengawasan, pengarahan atau bantuan aktif dari orang lain.
Seseorang yang menolak untuk melakukan suatu fungsi dianggap tidak mampu
melakukan fungsi, meskipun ia anggap mampu.
Pengkajian Psikososial
Pengkajian ini menggunakan Skala Depresi Geriatri bentuk singkat dari Yesavage (1983)
No. Pertanyaan Ya Tidak
1. Apakah pada dasarnya anda puas dengan kehidupan anda? V
2. Sudahkan anda mengeluarkan aktivitas dan minat anda? V
3. Apakah anda merasa bahwa hidup anda kosong? V
4. Apakah anda sering merasa bosan? V
5. Apakah anda mempunyai semangat yang baik setiap waktu? V
6. Apakah anda takut sesuatu akan terjadi pada anda? V
7. Apakah anda merasa bahagia setiap waktu? V
8. Apakah anda sering merasa tidak berdaya? V
9 Apakah anda lebih suka tinggal di rumah pada malam hari V
daripada pergi dan melakukan sesuatu yang baru?
10. Apakah anda merasa bahwa anda mempunyai lebih banyak V
masalah dengan ingatan anda daripada yang lainnya?
11. Apakah anda berpikir sangat menyenangkan hidup saat ini? V
12. Apakah anda merasa saya (perawat) sangat tidak berguna V
dengan keadaan anda sekarang?
13. Apakah anda merasa penuh berenergi semangat? V
14. Apakah anda berpikir bahwa situasi anda tak ada harapan? V
15. Apakah anda berpikir bahwa banyak orang yang lebih baik V
daripada anda?

Kesimpulan : 8
Keterangan:
Skor: Hitung jumlah jawaban yang sesuai indikasi
(tanda ”V”) Setiap jawaban yang sesuai diberi nilai 1
(satu)
Interpretasi:
Skor 5 – 9 menunjukkan kemungkinan depresi
Skor 10 atau lebih menunjukkan depresi
SHORT PORTABLE MENTAL STATUS QUESTIONNAIRE (SPMSQ)
Tujuan: penilaian defisit otak organik pada klien lansia
Perlu diingat ini adalah status kuesioner mental umum, dan jawaban pertanyaan
cenderung bias berdasarkan buadaya, usia dan pendidikan
Ijinkan satu kesalahan jika subjek hanya memiliki pendidikan
sekolah dasar Biarkan satu kesalahan jika subjek memiliki
pendidikan sekolah tinggi Ajukan pertanyaan 1-1- dalam daftar ini
dan catat semua jawaban
Pertanyaan Jawaban
Benar Salah
1. Tanggal berapa hari ini? 1
2. Apa hari minggu itu? 1
3. Apa nama tempat ini? 1
4. Berapakah nomor telepon anda? (jika mereka memiliki telepon) 1
5. Apa alamat jalan menuju rumah anda? 1
6. Berapa umur anda? 1
7. Kapan anda lahir? 1
8. Siapa presiden Indonesia sekarang? 1
9. Siapa nama ibu anda? 1
10. Kurang 3 dari 20 dan tetap mengurangkan 3 dari setiap nomor baru, 1
semua jalan ke bawah
Jumlah kesalahan: 2

Skoring:
0-2 kesalahan : utuh,intelektual berfungsi

3-4 kesalahan : penurunan intelektual mild


5-7 kesalahan : penurunan intelektual moderat
8-10 kesalahan : penurunan intelektual parah Sumber:
Pffeifer, E. 1975. A Short Portable Mental Status Questionnaire for the Assessment of Organic Brain
Deficit in Elderly Patients. Journal of American Geriatrics Society. 23, 433-41
Morse Fall Scale (MFS) Skala Jatuh dari Morse
Nama : Ny. B Usia : 65 Tahun
Panti/ Wisma : Tanggal : 3 Juni 2020
Pengkajian Skala Nilai
1. Riwayat jatuh: apakah lansia pernah jatuh dalam 3 Tidak 0 0
bulan terakhir? Ya 25
2. Diagnosa sekunder: apakah lansia memiliki lebih Tidak 0 0
dari satu penyakit? Ya 15
3. Alat bantu jalan: 15
- Bedrest/ dibantu perawat 0
- Kruk/ tongkat/ walker 15
- Berpegangan pada benda-benda di sekitar 30
(kursi, lemari, meja)
4. Terapi intravena: apakah saat ini terpasang infus/ Tidak 0 0
cairan intravena pada lansia? Ya 20
5. Gaya berjalan/ cara berpindah 20
- Normal/ bedrest. Immobile (tidak dapat bergerak 0
sendiri)
- Lemah (tidak bertenaga) 10
- Gangguan/ tidak normal (pincang, diseret) 20
6. Status mental
- Lansia menyadari kondisi dirinya sendiri 0 0
- Lansia mengalami keterbatasan daya ingat 15

Hasil penilaian MFS


Tingkat Risiko Skor MFS Tindakan
Tidak ada risiko 0-24 Perawatan dasar
Risiko rendah 25-50 Intervensi pencegahan risiko standar
Risiko tinggi > 51 Intervensi pencegahan risiko tinggi
ANALISA DATA

Data Subjektif: Masalah keperawatan


Klien mengatakan “kurang lebh 1 bulan ini
Ketidakefektifan Managament Kesehatan
kaki saya luka dan sudah diberi obat oleh b/d Kurang Pengetahuan
dokter tetapi obat tidak di minum dengan
teratur ”

Data Objektif:
- Tampak luka di telapak kaki klien dan
mulai kering
- Obat masih banyak karena jarang
diminum
- Kaki klein kadang-kadang kesemutan
- GDS : 220 mg/dL

Data Subjektif: Resiko jatuh b.d Neuropati

Data Objektif:
- Tampak luka di telapak kaki klien dan
mulai kering
- Alat bantu berjalan menggunakan
Tongkat/kruk
- Gaya berjalan Pincang

Data Subjektif: Resiko Ketidakberdayaan

Data Objektif:
- Klein sering merasakan tidak berdaya
- Klien tidak merasa bahagia setiap waktu
- Klien merasa bahwa banyak orang yang
lebih baik dari pada dirinya
DIAGNOSIS KEPERAWATAN
Tanggal Diagnosis Keperawatan Tujuan
Hasil yang diharapkan (NOC)

3 Juli 2020 Ketidakefektifan Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama


Managament Kesehatan
± 1 x 30 menit diharapkan ketidakefektifan
B/d Kurang pengetahuan
manajemen kesehatan diri dapat teratasi dengan
kriteria hasil:
1. Klien mengungkapakan bahwa ia mampu
mengenal, menyadari dan memahami
masalah kesehatan yang dialami secara
khusus tentang Diabetes Melitus, serta
bersedia mengikuti program, terapi dan
pengobatan yang diberikan oleh layanan
kesehatan
2. Klien mampu mengambil keputusan dalam
mengikuti program terapi seperti kontrol
rutin, tensi rutin, dan ikut terlibat dalam
kegiatan posyandu lansia yang diadakan
diwilahnya.
3. Klien mampu menerapkan pola hidup sehat
terkait, diet, aktivitas dan terapi
4. Klien mampu memanfaatkan fasilitas
pelayanan kesehatan terdekat sesuai dengan
kebutuhan masalah kesehatan yang dialami.

3 Juli 2020 Resiko jatuh b.d Neuropati Setelah dilakukan tindakan keperawatan
diharapkan risiko jatuh tidak terjadi teratasi
dengan kriteria hasil:
1. Gerakan terkoordinasi: kemampuan otot
untuk bekerja sama secara volunter untuk
melakukan gerakan yang bertujuan
2. Perilaku pencegahan jatuh: tindakan
individu atau pemberi asuhan untuk
meminimalkan faktor resiko yang dapat
memicu jatuh dilingkungan individu
3. Kejadian jatuh: tidak ada kejadian jatuh
3 juli 2020 Resiko Ketidakberdayaan
INTERVENSI KEPERAWATAN
Tanggal Tindakan Keperawatan (NIC) Rasional

3 juli 2020 1. Kaji tingkat pemahaman pasien 1. Mengetahui dan memahami tingkat
tentang penyakit, komplikasi, dan pengetahuan klien, sehingga
Ketidakefektifa
n Managament pengobatan yang direkomendasikan menyesuaikan dan memberikan asuhan
Kesehatan untuk menentukan defisiensi yang tepat
B/d Kurang pengetahuan
pengetahuan

2. Identifikasi bersama pasien dan 2. Agar klien mampu menentukan serta


keluarga tentang strategi yang paling menjalankan strategi masalah dalam
efektik untuk menentukan area keluarga yang dapat mengubah gaya
masalah dalam menigntegrasikan hidup/perilaku
program pengobatan kedalam gaya
hidup/perilaku.

3. Bantu pasien membuat rencana yang 3. Agar klien dapat patuh menjalankan
realistis untuk mencapai kepatuhan program terapeutik, untuk mengetahui
terhadap program terapeutik tanpa hambatan klien dalam menjalankan
membahayakan kesehatan pasien program terapeutik
(mis, identifikasi tindakan pasien dan
keluarga ingin dilakukan seperti
modifikasi latihan, perubahan peran),
serta gali hambatan potensial pasien
terhadap perubahan perilaku

4. Beri informasi tentang penyakit, 4. Agar klien mendapatkan informasi yang


komplikasi dan pengobatan yang jelas tentang penyakitnya sehingga klien
direkomendasikan bisa langsung terdorong untuk mengubah
perilaku

5. Berikan motivasi klien dalam 5. Motivasi mendorong klien dalam


pemanfaatan fasilitas pelayanan berpikir, berpandangan dan bertindak
kesehatan dalam hal terapi dan Untuk mengubah atau memodifikasi
kegiatan posyandu lansia (apabila program terapeutik dengan penyedia
tersedia). perawatan lain.

3 juli 2020 1. Lantai licin dapat meningkatn risiko


1. Bantu klien menghindarkan dari
Resiko jatuh b.d jatuh pada klien lansia
Neuropati lantai yang licin

2. Instruksikan penggunaan bed


2. Mempermudah klien untuk naik dan
yang rendah
turun dari atas tempat tidur

3. Instruksikan kepada keluarga


3. Lansia memiliki daya ingat yang
perlunya orientasikan klien
mulai menurun, sehingga diperlukan
dengan ruangan
orientasi ruangan agar lansia bias
menyesuaikan diri terhadap ruangan
yang ditempati tinggal.

4. Anjurkan kepada keluarga dalam 4. Lansia sudah mengalami penurunan


membantu klien dalam dalam fisik, sehingga dalam
melakukan aktivitas melakukan aktivitas sehari-hari
diperlukan bantuan dari orang lain
serta bantuan disesuaikan dengan
kondisi klien yang dapat ditoleransi
1.