Anda di halaman 1dari 23

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA LANSIA TN.

M
DENGAN SISTEM ENDOKRIN

DISUSUN OLEH:
CHANDRA NUGRAHA PONGKA’PE, S. Kep
113063J119006

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SUAKA INSAN BANJARMASIN


PROGRAM STUDI PROFESI NERS
2020
LEMBAR PERSETUJUAN

Asuhan Keperawatan Lansia pada Stase Keperawatan Gerontik (Tn. M), telah diperiksa dan
disetujui untuk dikumpulkan pada tanggal , bulan Juni, Tahun 2020.

Banjarmasin, Juni 2020

Menyetujui
Preseptor Akademik

Theresia Ivana. S.Kep.,Ners.,MSN


PENGKAJIAN LANJUT USIA
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SUAKA INSAN BANJARMASIN

Nama Yankes :
Alamat Yankes :
Tanggal Masuk :
No. Registrasi :
Tanggal Pengkajian : 03 Juni 2020

Identitas Diri Klien


Nama (inisial) : Tn. M
Umur : 63 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama : Kristen Protestan
Suku : Toraja
Pendidikan Terakhir : Sarjana
Pekerjaan : Pensiunan
Sumber Informasi : autoanamnesa + alloanamnesa
Keluarga yang dapat dihubungi : Istri
Diagnosis Medis (bila ada) : Diabetes Melitus

Riwayat Kesehatan
Riwayat Kesehatan Sekarang
1. Keluhan utama :
Kllien mengatakan gula darah sering naik turun (GDS: 140g/dl)
2. Kronologi keluhan :
Klien (Tn. M) mengatakan”saya sudah mengalami kondisi seperti ini sudah selama 3 tahun,
awalnya saya pernah mengalami luka akibat terkena benda tajam di daerah kaki sebelah kanan
yang tak kunjung sembuh hingga sempat membusuk serta membuat kesulitan untuk berjalan,
sehingga mendapat perawatan intensif yang dilakukan penutupan di daerah luka tersebut, saat
itu gula darah saat pemeriksaan hingga 200 g/dl dan sekerang gula darah saya sudah mulai
mengalami perubahan serta area kaki kanan saya sudah sembuh/kering dari luka tersebut”.
a. Faktor Pencetus :
Klien senang mengkonsumsi makanan/minuman yang mengandung tinggi gula seperti
(kue, kopi, nasi putih yang kurang sesuai porsi,dll)
b. Timbulnya Keluhan :
( ) Mendadak (√) Bertahap
c. Lamanya :
Selama 3 tahun

3. Alasan masuk panti :


Tidak ada
4. Tanggal masuk panti :
Tidak ada

Riwayat Kesehatan Masa Lalu


1. Riwayat Imunisasi :
Klien mengatakan “imunisasinya tidak lengkap”.
2. Riwayat Alergi :
Klien mengatakan “memiliki riwayat alergi terhadap makanan udang”.
3. Riwayat Kecelakaan :
Klien mengatakan “saya tidak pernah mengalami kecelakaan”.
4. Riwayat dirawat di Rumah Sakit :
Klien mengatakan “terakhir pernah mendapat perawatan/dirwat di RS. TPT pada tahun 2019
selama ± 1 minggu dengan keluhan gula darah”.
5. Riwayat Pemakaian Obat :
Klien mengatakan “sedang mengkonsumsi obat Metformin Hcl dan Glimipiride setiap hari
selama rawat jalan”.
Riwayat Kesehatan Keluarga (termasuk riwayat psikososial dan spiritual)
1. Orang terdekat dengan klien:
Klien mengatakan “orang terdekat saya adalah istri saya sendiri”.
2. Masalah yang mempengaruhi klien:
Tidak ada
3. Mekanisme koping terhadap stress:
(√) Pemecahan masalah ( ) Minum obat (√) Tidur
( ) Makan (√) Cari pertolongan (√) Lain-lain: berdoa
4. Persepsi klien tentang penyakitnya
a. Hal yang sangat dipikirkan saat ini
Klien mengatakan “ tidak ada yang saya pikirkan terlalu dalam, dan tidak ada yang
membuat saya stresss.”
b. Harapan setelah menjalani pembinaan di panti
Tidak ada
c. Perubahan yang dirasakan setelah masuk panti
Tidak ada
5. Sistem nilai kepercayaan
a. Aktivitas keagamaan/ kepercayaan yang dilakukan (macam dan frekuensi)
Klien mengatakan” kegiatan keagamaan yang saya jalani yaitu ibadat di setiap minggunya
pagi hari atau sore hari , dan selalu berdoa sebelum- sesudah makan serta sebelum-
sesudah tidur”.
b. Kegiatan keagamaan/ kepercayaan yang ingin dilakukan selama di panti
Tidak ada
c. Percaya adanya kematian
Klien mengatakan” saya sangat percaya dengan adanya kematian. Karena saya siap dan
akan mati pada saat Tuhan berkendak menjemput saya”.

Pola Kebiasaan Sehari-Hari


1. Nutrisi
a. Frekuensi makan : 2x/hari
b. Nafsu makan : Nafsu makan baik
c. Jenis makanan : nasi merah, lauk pauk, sayur, buah, dan sebagainya yang
mengandung rendah gula dan rendah lemak.
d. Makanan yang tidak disukai : Tidak ada
e. Alergi makanan/ pantangan : Klien mengatakan “alergi terhadap udang”.
f. Kebiasaan sebelum makan : Klien mengatakan “selalu minum air hangat putih dulu.”
g. Berat badan dan tinggi badan : Klien mengatakan “BB terakhir 45 kg, TB 153 cm.”
BB 45 45
IMT = = = = 19, 23 (Normal)
TB x TB 1,53 x 1,53 2,34
BBI = (TB – 100) – [(TB – 100) x 10 %]
= (153 – 100) – [(153-100) x 10 %]
= (53) – [(53) x 10 %]
= 53 – (5,3) = 47,7 kg

2. Eliminasi
a. Berkemih
Frekuensi : Klien mengatakan “saya sering kencing, kira-kira 6-8 x dalam sehari.”
Warna : Klien mengatakan “kadang jernih, terkadang kuning, tergantung
konsumsi obat”.
Keluhan yang berhubungan dengan berkemih : Tidak ada
b. Defekasi
Frekuensi : Klien mengatakan “jarang dalam 1 hari, terkadang 3 hari/4 hari sekali”.
Waktu : Klien mengatakan “dipagi atau malam hari.”
Konsistensi : Klien mengatakan “terkadang sedikit keras, terkadang juga lunak.”
Warna : Klien mengatakan “kuning kecoklatan.”
Bau : Klien mengatakan “baunya seperti pada umumnya.”
Keluhan yang berhubungan dengan defekasi : Tidak ada
Pengalaman pemakaian laksatif/ pencahar : Tidak ada

3. Personal hygiene
a. Mandi
Frekuensi : 2x/hari
Pemakaian sabun : Ya (lifeboy cair)
b. Kebersihan mulut
Frekuensi : 1x/hari
Waktu : setiap pagi setelah makan
c. Cuci rambut
Frekuensi : setiap 1 minggu 2x
Pemakaian sampo : Ya
d. Gunting kuku
Frekuensi : 1x/minggu

4. Istirahat dan tidur


a. Lamanya tidur (jam / hari) : ± 10 jam setiap hari (tidur siang dan malam)
b. Tidur siang : Ya

5. Aktivitas dan latihan


a. Olahraga : Ya
Jenis dan frekuensi : Jalan pagi, setiap hari
b. Kegiatan waktu luang : bersosialisasi dengan warga sekitar, berkebun
c. Keluhan waktu beraktivitas : Tidak ada
( ) Pergerakan tubuh ( ) Mengenakan pakaian
( ) Bersolek ( ) Mandi
( ) sesak napas setelah beraktivitas ( ) Lain-lain

6. Kebiasaan
a. Merokok : Ya
Frekuensi : setiap hari
Jumlah : 1 bungkus/hari
Lama pakai : ± setiap 1 setengah jam
b. Minuman keras : Tidak
Frekuensi : Tidak ada
Jumlah : Tidak ada
Lama pakai : Tidak ada
c. Ketergantungan obat : Ya
Frekuensi : 3x/hari
Lama : setiap 8 jam
Jumlah Pakai : 2 tablet

Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan umum :
Baik

2. Tanda-tanda vital :
T : 36,60 C
P : 80 x/ menit
R : 19 x/ menit
BP : 120/70 mmHg
SPO2 : 98 %

3. Kepala :
I: Tampak ada rambut putih (uban), tampak rambut sedikit keriting, tampak bersih.
P: Tidak ada benjolan, tidak ada lesi maupun luka, rambut terasa bersih dan tidak ada
ketombe

4. Mata :
I: Tampak simetris antar mata kiri dan kanan, tidak ada pengeluaran kotoran mata, bola mata
tampak berwarna hitam, tampak mata segar, klien mengatakan “pernah mendapat operasi
katarak dan saat ini menggunakan jenis kacamata lensa monofokal.”
P: Sklera putih dan konjungtiva tampak berwarna sedikit pucat, tidak ada benjolan maupun
lesi pada palpebra dan sekitar mata.

5. Hidung :
I: Tampak simetris antar hidung kiri dan kanan, tidak ada kelainan struktur, hidung tampak
bersih dan ada bulu-bulu halus didalam rongga hidung.
P: Tidak ada polip, tidak ada perdarahan, kedua lubang hidung berfungsi secara normal dan
fungsi penciuman masih baik.

6. Telinga :
I: Tampak simetris antar telinga kiri dan kanan, tidak ada kelainan struktur, telinga tampak
bersih dan ada bulu-bulu halus didalam rongga telinga, tidak menggunakan alat bantu
dengar.
P: Tidak ada sakit pada telinga, tidak merasa berdengung dan fungsi pendengaran sedikit
berkurang apabila berkomunikasi jauh.

7. Mulut dan bibir :


I: Tampak simetris antar bibir kiri-kanan, atas dan bawah, tidak ada kelainan struktur pada
bibir, tampak bersih.
P: Tidak ada stomatitis pada bibir, lidah tampak kurang bersih, gigi sudah berkurang, ada
menggunakan gigi palsu, dan fungsi pengecapan masih baik.

8. Leher :
I: Tampak simetris antar leher kiri dan kanan, tidak ada benjolan maupun lesi.
P: Saat diraba adanya pergerakan epiglottis ketika menelan, denyut dikedua nadi dikedua sisi
sejajar.

9. Dada :
Paru:
I: Bentuk dada tampak simetris, adanya pergerakan dada ketika bernafas, tidak ada bentuk
dada berupa barrel chest, pigeon chest, dan funnel chest.
P: Tidak ada krepitasi, suara dan getaran sama ketika Tn.M menyebutkan angka 77 dibagian
punggung.
P: Suara dada resonan.
A: Suara paru vesikuler di 6 sisi, tidak ada suara ronchi dan whezzing.
Jantung:
I: Tidak tampak adanya ictus cordis.
P: PMI teraba, detak PMI seirama dengan nadi.
P: Batas aorta dan pulmonal sejajar yaitu di ICS II dextra dan sinistra, batas tricuspid di ICS
ke IV sinistra, dan mitral di ics ke lima sejajar diantara mid axill dan mid clavicula.
A: Suara jantung terdengar lup dan dup dibagian mitral dan aorta.

10. Abdomen :
I: Tidak ada massa abnormal, bentuk perut buncit.

P: Tidak ada nyeri tekan, tidak ada distensi abdomen.

P: Timpani

A: Suara bising usus sebanyak 16x/menit.

11. Genitalia :
Tidak terkaji

12. Ekstremitas : Bentuk kaki tampak simetris, tidak tampak luka.


5555 5555
4444 4444

Pengkajian Status Fungsional


Pengkajian ini menggunakan Indeks Kemandirian Katz untuk aktivitas kehidupan sehari-hari
yang berdasarkan pada evaluasi fungsi mandiri atau tergantung dari klien dalam hal makan,
kontinen (defekasi/ berkemih), berpindah, ke kamar kecil, berpakaian dan mandi.
A_____ Kemandirian dalam hal makan, kontinen (defekasi/ berkemih), berpindah, ke kamar
kecil, berpakaian dan mandi
B_____ Kemandirian dalam semua hal, kecuali satu dari fungsi tersebut

C__ v ___ Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi dan satu fungsi tambahan
D_____ Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi, berpakaian dan satu fungsi tambahan
E_____ Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil dan satu
fungsi tambahan
F_____ Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil berpindah dan
satu fungsi tambahan
G_____ Ketergantungan pada sedikitnya dua fungsi, tetapi tidak dapat diklasifikasikan sebagai
C, D, E, F
Keterangan:
Mandiri berarti tanpa pengawasan, pengarahan atau bantuan aktif dari orang lain. Seseorang
yang menolak untuk melakukan suatu fungsi dianggap tidak mampu melakukan fungsi,
meskipun ia anggap mampu.

Pengkajian Psikososial
No. Pertanyaan Ya Tidak

1. Apakah pada dasarnya anda puas dengan kehidupan anda?


V

2. Sudahkan anda mengeluarkan aktivitas dan minat anda?


V

3. Apakah anda merasa bahwa hidup anda kosong?


V

4. Apakah anda sering merasa bosan?


V

5. Apakah anda mempunyai semangat yang baik setiap waktu? V

6. Apakah anda takut sesuatu akan terjadi pada anda? V

7. Apakah anda merasa bahagia setiap waktu? V

8. Apakah anda sering merasa tidak berdaya? V

9
Apakah anda lebih suka tinggal di rumah pada malam hari V
daripada pergi dan melakukan sesuatu yang baru?

10.
Apakah anda merasa bahwa anda mempunyai lebih banyak V
masalah dengan ingatan anda daripada yang lainnya?

11. Apakah anda berpikir sangat menyenangkan hidup saat ini?


V

12.
Apakah anda merasa saya (perawat) sangat tidak berguna dengan V
keadaan anda sekarang?

13. Apakah anda merasa penuh berenergi semangat?


V

14. Apakah anda berpikir bahwa situasi anda tak ada harapan?
V

15.
Apakah anda berpikir bahwa banyak orang yang lebih baik V
daripada anda?

Keterangan:
Skor: Hitung jumlah jawaban yang sesuai indikasi (tanda ”V”)
Setiap jawaban yang sesuai diberi nilai 1 (satu)
Interpretasi:
Skor 5 – 9 menunjukkan kemungkinan depresi
Skor 10 atau lebih menunjukkan depresi

Kesimpulan: Lansia ( Tn. M) menunjukkan hasil dengan skor (4) yang sesuai dengan
indikasi, maka lansian tidak menunjukkan kemungkinan depresi ataupun lebih
menunjukkan depresi.

SHORT PORTABLE MENTAL STATUS QUESTIONNAIRE (SPMSQ)

Pertanyaan Jawaban
Benar Salah

1. Tanggal berapa hari ini? V

2. Apa hari minggu itu? V

3. Apa nama tempat ini? V

4. Berapakah nomor telepon anda? (jika mereka memiliki telepon) V

5. Apa alamat jalan menuju rumah anda? V

6. Berapa umur anda? V

7. Kapan anda lahir? V

8. Siapa presiden Indonesia sekarang? V

9. Siapa nama ibu anda? V

10. Kurang 3 dari 20 dan tetap mengurangkan 3 dari setiap nomor baru,
semua jalan ke bawah V
Jumlah kesalahan:

Skoring:
0-2 kesalahan : utuh, intelektual berfungsi
3-4 kesalahan : penurunan intelektual mild
5-7 kesalahan : penurunan intelektual moderat
8-10 kesalahan : penurunan intelektual parah
Kesimpulan: Lansia (Tn. M) kemungkinan menunjukkan utuh, dengan intelektual
berfungsi.

Morse Fall Scale (MFS)


Skala Jatuh dari Morse
Nama : Tn. M Usia : 63 Thn
Panti/ Wisma : Rumah Pribadi Tanggal : 03 Juni 2020

Pengkajian Skala Nilai

1. Riwayat jatuh: apakah lansia pernah jatuh dalam 3 Tidak 0


0
bulan terakhir? Ya 25

2. Diagnosa sekunder: apakah lansia memiliki lebih Tidak 0


0
dari satu penyakit? Ya 15

3. Alat bantu jalan:


- Bedrest/ dibantu perawat 0
- Kruk/ tongkat/ walker 15 30
- Berpegangan pada benda-benda di sekitar 30
(kursi, lemari, meja)

4. Terapi intravena: apakah saat ini terpasang infus/ Tidak 0


0
cairan intravena pada lansia? Ya 20

5. Gaya berjalan/ cara berpindah


- Normal/ bedrest. Immobile (tidak dapat 0
bergerak sendiri) 10 0
- Lemah (tidak bertenaga) 20
- Gangguan/ tidak normal (pincang, diseret)

6. Status mental
0
- Lansia menyadari kondisi dirinya sendiri 0
15
- Lansia mengalami keterbatasan daya ingat

Hasil penilaian MFS

Tingkat Risiko Skor MFS Tindakan


Tidak ada risiko 0-24 Perawatan dasar

Risiko rendah 25-50 Intervensi pencegahan risiko standar

Risiko tinggi > 51 Intervensi pencegahan risiko tinggi

Kesimpulan : Lansia (Tn. M) kemungkinan menunjukkan adanya risiko jatuh rendah


dengan intervensi pencegahan risiko standar.

Analisa data

ANALISA DATA MASALAH KEPERAWATAN


Data Subjektif:
a) Klien mengatakan “saya sudah mengalami
kondisi seperti ini sudah selama 3 tahun,
awalnya saya pernah mengalami luka akibat
terkena benda tajam di daerah kaki sebelah
kanan yang tak kunjung sembuh hingga sempat
membusuk serta membuat kesulitan untuk
berjalan”.
b) Klien mengatakan senang mengkonsumsi
makanan/minuman yang mengandung tinggi
gula seperti (kue, kopi, nasi putih yang kurang
sesuai porsi,dll).
c) Klien mengatakan “imunisasinya tidak
lengkap”. Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan
d) Klien mengatakan “menjaga kebersihan mulut
1x/hari” dan seorang perokok aktif (1
bungkus/hari)

Data Objektif:
a) Klien tampak menggunakan jenis kacamata
lensa monofokal
b) Lidah tampak kotor dan sudah menggunakan
gigi palsu total
c) Hasil pemeriksaan GDS: 140g/dl

Data Subjektif:
a) Klien mengatakan “setiap harinya selama masa
rawat jalan hanyar mengkonsumsi nasi merah,
Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang Dari
lauk pauk, sayur, buah, dan sebagainya yang
Kebutuhan Tubuh
mengandung rendah gula dan rendah lemak”,
klien juga “alergi konsumsi udang”.
Data Objektif:
a) BB terakhir 45 kg, TB 153 cm
IMT: 19, 23
BBI: 47,7 Kg
b) Konjungtiva tampak berwarna sedikit pucat
c) Suara bising usus sebanyak 16x/menit.
d) Skala kekuatan otot ekstremitas bawah kanan
dan kiri: 4444

Data Subjektif:
--
Risiko Jatuh
Data Objektif:
--

Diagnosis Keperawatan

Tujuan
Tanggal Diagnosis Keperawatan Hasil yang diharapkan
(NOC)
03 Juni 2020 Setelah dilakukan tindakan keperawatan
selama ± 2 x 24 jam diharapkan

Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan b/d ketidakefektifan manajemen kesehatan diri

Kurang Pengetahuan dapat teratasi dengan kriteria hasil:


a) Klien mengungkapakan bahwa ia mampu
mengenal, menyadari dan memahami
masalah kesehatan yang dialami secara
khusus tentang Diabetes Melitus, serta
bersedia mengikuti program, terapi dan
pengobatan yang diberikan oleh layanan
kesehatan
b)Klien mampu mengambil keputusan dalam
mengikuti program terapi seperti kontrol
rutin, tensi rutin, dan ikut terlibat dalam
kegiatan posyandu lansia yang diadakan
diwilahnya.
c) Klien mampu menerapkan pola hidup sehat
terkait, diet, aktivitas dan terapi
d)Klien mampu memanfaatkan fasilitas
pelayanan kesehatan terdekat sesuai dengan
kebutuhan masalah kesehatan yang dialami.
Setelah dilakukan tindakan keperawatan
Ketidakseimbangan Nutrisi Kurang Dari
selama ± 2 x 24 jam diharapkan
Kebutuhan Tubuh b/d Ketidakmampuan
ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
Pemasukan atau Mencerna Makanan atau
kebutuhan tubuh dapat berkurang atau teratasi
03 Juni 2020
Mengabsorbsi Zat-zat Gizi Berhubungan
dengan kriteria hasil:
Faktor Biologis
a) Klien dapat mencerna jumlah kalori atau
nutrient yang tepat
b) Menunjukkan peningkatan BB
Setelah dilakukan tindakan keperawatan
diharapkan risiko jatuh tidak terjadi teratasi
dengan kriteria hasil:
a) Gerakan terkoordinasi: kemampuan otot
Risiko Jatuh dengan Faktor Risiko untuk bekerja sama secara volunter untuk
03 Juni 2020 melakukan gerakan yang bertujuan
Neuropati b) Perilaku pencegahan jatuh: tindakan individu
atau pemberi asuhan untuk meminimalkan
faktor resiko yang dapat memicu jatuh
dilingkungan individu
c) Kejadian jatuh: tidak ada kejadian jatuh

Intervensi Keperawatan

Tindakan Keperawatan
Tanggal Rasional
(NIC)
03 Juni 2020 1. Kaji tingkat pemahaman pasien tentang 1. Mengetahui dan memahami tingkat

Ketidakefektifan penyakit, komplikasi, dan pengobatan yang pengetahuan klien, sehingga


Manajemen direkomendasikan untuk menentukan menyesuaikan dan memberikan
Kesehatan b/d
defisiensi pengetahuan
2. Identifikasi bersama pasien dan keluarga asuhan yang tepat
tentang strategi yang paling efektik untuk 2. Agar klien mampu menentukan serta
menentukan area masalah dalam menjalankan strategi masalah dalam
menigntegrasikan program pengobatan keluarga yang dapat mengubah gaya
kedalam gaya hidup/perilaku. hidup/perilaku

3. Bantu pasien membuat rencana yang realistis


untuk mencapai kepatuhan terhadap program 3. Agar klien dapat patuh menjalankan
terapeutik tanpa membahayakan kesehatan program terapeutik, untuk
pasien (mis, identifikasi tindakan pasien dan mengetahui hambatan klien dalam
keluarga ingin dilakukan seperti modifikasi menjalankan program terapeutik
latihan, perubahan peran), serta gali
Kurang
Pengetahuan hambatan potensial pasien terhadap
perubahan perilaku

4. Beri informasi tentang penyakit, komplikasi 4. Agar klien mendapatkan informasi


dan pengobatan yang direkomendasikan yang jelas tentang penyakitnya
sehingga klien bisa langsung
terdorong untuk mengubah perilaku

5. Berikan motivasi klien dalam pemanfaatan 5. Motivasi mendorong klien dalam


fasilitas pelayanan kesehatan dalam hal berpikir, berpandangan dan bertindak
terapi dan kegiatan posyandu lansia (apabila Untuk mengubah atau memodifikasi
tersedia). program terapeutik dengan penyedia
perawatan lain.
03 Juni 2020 1. Observasi tanda-tanda hipoglikemi (perubahan 1. Pada metabolisme karbohidrat (gula

Ketidakseimbangan tingkat kesadaran, kulit lembab atau dingin, darah akan berkurang dan
Nutrisi Kurang denyut nadi cepat, mudah lapar, peka ransang, sementara tetap diberikan insulin,
Dari Kebutuhan
cemas, sakit kepala dan pusing). maka terjadi hipoglikemia terjadi
Tubuh b/d
Ketidakmampuan tanpa memperlihatkan perubahan
Pemasukan atau tingkat kesadaran).
Mencerna
Makanan atau 2. Buat tujuan BB ideal dan kebutuhan nutrisi 2. Nutrisi yang adekuat menghindari
Mengabsorbsi Zat- harian yang adekuat serta timbang BB sesuai adanya malnutrisi serta agar lebih
zat Gizi
indikasi awal dalam mendeteksi dini
Berhubungan
perubahan BB dan masukan nutrisi

3. Jelaskan pentingnya nutrisi yang adekuat


3. Dengan pemahaman yang benar
akan memotivasi klien untuk
masukan nutrinya
4. Beri dorongan individu untuk makan bersama
4. Dengan makan bersama sama
orang lain
secara psikologis meningkatakan
selera maka
5. Auskultasi bising usus, catat nyeri abdomen
5. Hiperglikemi, gangguan
atau perut kembung, mual, muntah.
keseimbangan dan elektrolit
menurukan motilitas atau fungsi
lambung (distensi atau ileus

6. Instruksikan pada individu mengurangi paralitik)

konsumsi makanan seperti kue/makanan yang 6. Meningkatkan asupan makanan

terlalu manis, berminyak, makan dalam porsi


kecil rendah lemak, dan makan kapan saja bila
Faktor Biologis
mendapat toleransi. Minum sedikit- sedikit
tapi sering.
7. Anjurkan memprtahankan kebersihan mulut
yang baik (sikat gigi) sebelum dan sesudah 7. Dengan situasi mulut yang bersih
mengunyah makanan meningkatkan kenyamanan

8. Meningkatkan rasa keterlibatannya,


memberi informasi kepada keluarga
8. Libatkan keluarga dalam perencanaan makan untuk memahami kebutuhan klien.
9. Analisa diatas tempat tidur terhadap
gula darah lebih akurat dari pada
9. Lakukan pemeriksaan darah memantau gula dalam urine.
10. Bermamfaat dalam perhitungan dan
penyesuain diet untuk memenuhi
10.Anjurkan berkonsultasi dengan tenaga kebutuhan nutrisi.
kesehatan lain (seperti: ahli gizi, fisioterapi).

03 Juni 2020 1. Lantai licin dapat meningkatn risiko


1. Bantu klien menghindarkan dari lantai yang
jatuh pada klien lansia
licin
2. Mempermudah klien untuk naik dan
2. Instruksikan penggunaan bed yang rendah
turun dari atas tempat tidur

3. Lansia memiliki daya ingat yang


3. Instruksikan kepada keluarga perlunya
mulai menurun, sehingga diperlukan
orientasikan klien dengan ruangan
Risiko Jatuh orientasi ruangan agar lansia bias
dengan Faktor menyesuaikan diri terhadap ruangan
Risiko Neuropati
yang ditempati tinggal.
4. Lansia sudah mengalami penurunan
4. Anjurkan kepada keluarga dalam membantu dalam fisik, sehingga dalam
klien dalam melakukan aktivitas melakukan aktivitas sehari-hari
diperlukan bantuan dari orang lain
serta bantuan disesuaikan dengan
kondisi klien yang dapat ditoleransi

Evaluasi:
Sesuaikan dengan NOC

INTERAKSI MAHASISWA DAN PRESEPTOR AKADEMIK


PROGRAM STUDI PROFESI NERS
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SUAKA INSAN BANJARMASIN
TAHUN AKADEMIK 2019/2020

Nama Mahasiswa : Chandra Nugraha Pongka’pe, S.Kep


NIM : 113063J119006
Kelompok : 1 (Satu)
Preseptor : Theresia Ivana.,S.Kep.,Ners.,MSN
PARAF
BAHAN
NO HARI/TANGGAL MASUKAN PRESEPTOR
DISKUSI
AKADEMIK