Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH

Manajemen Keuangan dalam Perusahaan Multinasional

Disusun oleh :

1. Siti Anis Arisah 1616220067


2. Ikma Mayrani 1816220096
3. Maria Paska Situmorang 1816220057
4. Dianti Ayuliani Ndruru 1816220092
5. Yuli Yanti 1816260117
6. Irpan 1816220030
7. Irfan Rivai 1816220083

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas


Mata Kuliah Manajemen Keuangan
Dosen Pembimbing :
Merida, M. Ak.

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


STIE PUTRA PERDANA INDONESIA
2020
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI..........................................................................................................................i

KATA PENGANTAR......................................................................................................ii

BAB I................................................................................................................................1

PENDAHULUAN.............................................................................................................1

A. Latar Belakang.........................................................................................1

B. Rumusan Masalah....................................................................................2

C. Tujuan.......................................................................................................2

BAB II...............................................................................................................................3

PEMBAHASAN...............................................................................................................3

A. DEFINISI PERUSAHAAN MULTINASIONAL...................................3

B. Faktor-Faktor yang Membedakan Manajemen Keuangan Domestik dan


Multinasional................................................................................................................4

C. Pencatatan Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah..............................................7

D. SISTEM KURS VALUTA ASING....................................................................9

E. INTEREST REST PARITY..................................................................10

F. PURCHASING POWER PARITY.......................................................13

G. Hubungan inflasi dan tingkat bunga terhadap kurs............................14

H. Obligasi dan Saham Internasional Pengertian Obligasi......................16

I. Penganggaran Modal Perusahaan MNC..........................................................21

BAB III...........................................................................................................................24

PENUTUP.......................................................................................................................24

A. Kesimpulan.............................................................................................24

DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................25

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-NYA sehingga
makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan terimakasih
atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi
maupun pikirannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun
menambah isi makalah ini agar menjadi lebih baik.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman yang kami miliki, tentunya
masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan
saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Tangerang, 02 Juni 2020

Penyusun

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Era globalisasi ditandai dengan semakin banyaknya perusahaan-perusahaan asing yang


beroperasi di pasar domestic. Demikian pula sebaliknya, perusahaan domestic akan berusaha
memasuki pasar asing untuk beroperasi. Jenis perusahaan yang di gunakan untuk melakukan
transaksi internasional tersebut adalah perusahaan multinasional (multinational corporation).
Perusahaan multinasional (MNC) termasuk faktor yang paling berpengaruh dalam kehidupan
ekonomi global. MNC memainkan peran pengambil keputusan dalam pengalokasian dan
penggunaan sumber daya dunia. Mereka menawarkan produk dan jasa baru, menciptakan dan
mendorong permintaan, dan mengembangkan model manufaktur dan distribusi baru. Operasi
sebuah perusahaan multinasional mencerminkan diversifikasi internasional.

Pasar valuta asing (valas) merupakan suatu jenis perdagangan atau transaksi yang
memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya (pasangan
mata uang/pair) yang melibatkan pasar-pasar uang utama di dunia selama 24 jam secara
berkesinambungan. Valas merupakan suatu mekanisme dimana orang dapat mentransfer daya
beli antarnegara, memperoleh atau menyediakan kredit untuk transaksi perdagangan
internasioanal, dan meminimalkan kemungkinan resiko kerugian akibat terjadinya fluktuasi
kurs
suatu mata uang, dikarenakan perbedaan nilai mata uang tiap Negara.

1
B. Rumusan Masalah

1. Apa itu perusahaan multinasional ?


2. Apa itu Kurs dan perhitungannya ?
3. Apa itu pasar uang dan modal internasioanal ?

C. Tujuan

1. Untuk mengetahuai apa itu perusahaan multinasional


2. Untuk mengetahui cara perhitungan Kurs dan Valas
3. Untuk mengetahui pasar uang dan perhitungannya

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. DEFINISI PERUSAHAAN MULTINASIONAL

Perusahaan multinasional merupakan suatu bentuk asosiasi bisnis yang paling banyak
dibicarakan dalam rangka globalisasi dunia dan ekonomi. Peran dari globalisasi sebagai
ideologi dan perkembangan kebijakan peraturan terkait dengan perusahaan multinasional.

Menurut Kamus Ekonomi, Multinasional Corporation (MNC) adalah sebuah perusahaan yang
wilayah operasionalnya meliputi sejumlah negara dan memiliki fasilitas produksi dan service
di luar negaranya sendiri. Perusahaan multinasional mengambil keputusan pokoknya dalam
suatu konteks global tadi dengan negara negara dimana perusahaan tersebut bekerja.
Pertumbuhan perusahaan-perusahaan multinasional yang cepat serta kemungkinan bahwa
dapat timbul adanya konflik konflik antara kepentingan perusahaan multinasional dengan
kepentingan negara individual tempat mereka beroperasi telah menimbulkan macam-macam
perdebatan antara para ahli ekonomi pada tahun-tahun belakangan ini, disebut “International
Enterprise”.

Istilah multinasional diperkenalkan pertama kali oleh David E. Lilienthal pada bulan April
tahun 1960 dalam makalahnya tentang manajemen dan perusahaan yang diperuntukkan untuk
acara pertemuan ilmiah yang diselenggarakan oleh Carnegie Institute of Technology on
‘Management and Corporations’. Makalah Lilienthal kemudian dipublikasikan dengan istilah
The Multinational Corporation (MNC).
Lilienthal memberikan pengertian perusahaan multinasional sebagai perusahaan yang
mempunyai kedudukan di satu negara tetapi beroperasi dan menjalankan perusahaannya
berdasarkan hukum-hukum dan kebiasaan-kebiasaan negara lain.

Menurut Robert L. Hulbroner,34 yang dimaksud dengan perusahaan multinasional adalah


perusahaan yang mempunyai cabang dan anak perusahaan yang terletak di berbagai negara.
Demikian J. Panglaykim,35 menyatakan bahwa perusahaan transnasional adalah suatu jenis

3
perusahaan yang terdiri dari bermacam macam kelompok perusahaan yang bekerja dan
didirikan di berbagai negara, tetapi semuanya diawasi oleh satu pusat perusahaan.

B. Faktor-Faktor yang Membedakan Manajemen Keuangan Domestik dan Multinasional

Pada prinsipnya manajemen keuangan domestik dengan manajemen keuangan


multinasional/internasional sama, yaitu memiliki prinsip dasar yang sama seperti : tujuan
normatifnya memaksimumkan kemakmuran pemegang saham atau meningkatkan nilai
perusahaan; keputusan keuangan yang diambil meliputi : keputusan investasi, keputusan
pendanaan dan kebijakan dividen. Perbedaannya terletak pada skup bisnis yang dilaksanakan,
manajemen keuangan domestik hanya pada satu negara sedangkan manajemen keuangan
multinasional pada beberapa negara.
Perbedaan tersebut menjadi inti munculnya kondisi-kondisi yang tidak terdapat dalam
manajemen keuangan domestik seperti :

1. Perbedaan denominasi mata uang, analisis nilai tukar (exchange rates)


danpengaruh perubahan nilai mata uang harus diperhatikan dalam analisis
keuangan.
2. Ramifikasi legal dan ekonomi, setiap negara dimana perusahaan
beroperasimempunyai institusi ekonomi dan politik yang unik, dan perbedaan
ini menimbulkanmasalah serius bagi holding companyyang ingin
mengkonsolidasikan operasi anakperusahaan di berbagai negara.
3. Perbedaan bahasa, kemampuan berkomunikasi dan berbahasa dengan
baikmemungkinkan untuk melakukan penetrasi pasar dengan mudah.
4. Perbedaan budaya, setiap negara memiliki budaya yang sangat
berpengaruhterhadap sistem nilai dan peranan bisnis dalam masyarakat.
Sehingga perusahaanmultinasional harus mempertimbangkan faktor budaya
terutama dalam penentuantujuan, risk taking, ketenagakerjaan, dan
kemampuannya memperoleh profit yang wajar.
5. Peranan pemerintah, pemerintah berperan dalam menciptakan aturan dasar
danpartisipasi yang minim. Kondisi ini mudah dijumpai di beberapa negara
maju, tetapidi banyak negara berkembang peran pemerintah begitu besar

4
dalam transaksiinternasional. Hal ini disebabkan karena pertimbangan
ekonomi maupun non ekonomi.
6. Risiko politik, adalah kemungkinan bahwa perusahaan multinasional diambil
aliholeh negara di mana perusahaan itu berada.

KURS VALUTA ASING

Pengertian Kurs Valuta Asing. Secara sederhana, kurs mata uang asing atau biasa disebut
kurs valuta asing adalah rasio nilai antara suatu mata uang dengan mata uang lainnya. Artinya
kurs menunjukkan perbandingan nilai antara dua mata uang yang berbeda.

Kurs adalah nilai suatu mata uang jika dipertukarkan dengan mata uang lain. Artinya nilai
suatu mata uang ditentukan oleh nilai tukar mata uang tersebut terhadap mata uang lainnya.
Kurs adalah harga mata uang suatu negara yang dinyatakan dengan mata uang negara lain.
Artinya kurs menyatakan harga suatu mata uang jika diperjualbelikan dengan mata uang lain.

Pengaruh Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Elemen Laporan Laba Rugi dan
Neraca

Sebelumnya kita harus mengetahui dan memahami terlebih dahulu laporan keuangan Rugi
Laba dan Neraca, karena kita harus menggunakan elemen-elemen dilaporan Rugi laba dan
Neraca untuk menganalis transaksi dan kemudian melakukan pencatatan jurnal akuntansinya.
Perhatian data-data berikut ini.

5
Menurut standar akuntansi keuangan (SAK) di Indonesia, transaksi yang terjadi dalam mata
uang asing harus dicatat dengan menggunakan kurs yang berlaku pada saat terjadinya
transaksi.

Aset dan kewajiban moneter yang tercantum dalam mata uang asing pada tanggal laporan
posisi keuangan (neraca), harus dikonversikan ke dalam rupiah dengan menggunakan kurs
tengah Bank Indonesia pada tanggal laporan posisi keuangan (neraca), selisih kurs yang
terjadi dibebankan atau dikreditkan pada laba rugi tahun berjalan.

Sedangkan yang dimaksud aset moneter adalah kas, bank, piutang, dan laibiltas moneter
adalah liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang.

Apa yang dimaksud dengan kurs tengah?


Kurs tengah adalah kurs beli ditambah kurs jual kemudian dibagi dua. Kalau dituliskan dalam
sebuah formula adalah sebagai berikut:

contoh nilai kursus kurs tengah Bank Indonesia tanggal 28 Agustus 2018 sebagai berikut :

Perhatikan grafik di atas, nilai kurs tengah Bank Indonesia per tanggal 28 Agustus 2018
adalah sebesar Rp 14.614.

6
Dari mana angka tersebut diperoleh?

Mari kita hitung…

Perhatikan elemen-elemen dalam rumus perhitungan kurs tengah di atas, yaitu ada kurs jual
dan kurs beli.

Sekarang kita lihat nilai kurs beli dan kurs jual pada tanggal 28 Agustus 2018 adalah sebagai
berikut:

Dari data di atas kita sudah mengetahui nilai tukar rupiah untuk 1 dollar Amerika sebesar Rp
14.541 untuk jual, sedangkan untuk kurs beli Rp 14.687

Sehingga kita bisa menghitung nilai kurs tengahnya dengan menggunakan rumus perhitungan
kurs tengah seperti berikut ini:

= ( Kurs Beli + Kurs Jual ) : 2

= ( Rp 14.541 + Rp 14.687 ) : 2 = Rp 14.614

C. Pencatatan Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah

Bagaimana cara melakukan pencatatan jurnal akuntansi dari fluktuasi nilai tukar Rupiah?

Perhatikan contoh berikut:


Pada tanggal 31 Juli 2018 PT XYZ mempunyai saldo piutang dari PT ABC sebesar US$
15.000 yang berasal dari penjualan produk tanggal 27 Juli 2018.

Pada tanggal 27 Juli 2018,  kurs 1 US$  adalah Rp 14.411 sehingga saldo per 31 Juli 2018
tercatat Rp 216.165.000

7
Berikut data kurs rupiah per tanggal 27 Juli 2018 yang diambil dari situs Bank Indonesia:

Sedangkan Kurs Bank Indonesia per 31 Juli 2018 adalah kurs beli 1 US$ = Rp 14.341 dan
kurs jual 1 US$ = Rp 14.485.

Dengan menggunakan rumus perhitungan kurs tengah, kita bisa mengetahui kurs tengah
Bank Indonesia pada tanggal 31 Juli 2018 sebagai berikut:

= ( Rp 14.341 +  Rp 14.485 ) : 2 = Rp 14.413


Jadi saldo piutang PT XYZ per 31 Juli 2018 adalah Rp 216.195.000. Terdapat selisih sebesar
Rp 30.000.

Pada tanggal 31 Juli 2018 harus dibuat jurnal koreksi untuk penyesuaian selisih nilai tukar
rupiah seperti berikut:

Di PT XYZ:
(Debit) Piutang Rp 30.000
(Kredit) Laba Rugi Selisih Kurs Rp 30.000

Di PT ABC:
(Debit) Laba Rugi Selisih Kurs Rp 30.000
(Kredit) Utang  Rp. 30.000  

8
Ini contoh sederhananya, cara perhitungan dan pencatatan seperti ini ini juga digunakan di
akhir periode satu tahun, yaitu di tanggal 31 Desember 2018.

D. SISTEM KURS VALUTA ASING

Ada beberapa jenis cara yang dilakukan pemerintah dalam menentukan nilai tukar mata uang
asing. Metode-metode ini meliputi:

1. Sistem Kurs Tetap (fixed exchange rate)

Ini adalah kondisi di mana nilai tukar mata uang domestik ditentukan oleh pemerintah. Dalam
jenis ini, pemerintah melakukan berbagai langkah dan kebijakan untuk mengatur nilai mata
uangnya pada harga tertentu. Fluktuasi pergerakan harga yang terjadi akan diredam oleh
pemerintah / intervensi. Jika ada kelebihan pasokan, pemerintah akan membelinya.
Sebaliknya, jika ada permintaan berlebih untuk mata uang asing tertentu, pemerintah akan
menjual persediaan mata uangnya. Sistem ini memang mampu memberikan kepastian tentang
nilai tukar mata uang, tetapi kelemahannya adalah bahwa pemerintah harus memiliki
cadangan devisa yang sangat besar untuk mempertahankan nilai mata uangnya.

2. Sistem Kurs Bebas/Mengambang (floating exchange rate)


Dalam sistem ini, besarnya nilai tukar diserahkan kepada mekanisme pasar tanpa campur
tangan pemerintah. Tinggi dan rendah dari mata uang ditentukan oleh tingkat permintaan dan
penawaran mata uang itu sendiri.

3. Sistem Tingkat Mengambang Terkendali (Managed Floating Rate)


Ini adalah kombinasi dari dua sistem di atas. Nilai tukar dapat bergerak bebas naik atau turun,
tetapi pemerintah akan melakukan intervensi untuk menghindari gejolak yang terlalu tajam.

Pemerintah melakukan intervensi untuk mengintervensi ketika harga mencapai batas tertentu,
misalnya 5% di atas atau di bawah tingkat keseimbangan.

Campur tangan atau intervensi yang dilakukan dapat berupa:

Dirty Floating (Mengambang kotor) – adalah kondisi di mana pemerintah melakukan


intervensi langsung dengan menjual atau membeli valuta asing.

9
Clean Floating (mengambang bersih) – adalah kondisi di mana intervensi pemerintah
dilakukan secara tidak langsung, misalnya dengan mengatur suku bunga.
Baca Juga : Pengertian Manajemen Kinerja
Jenis Kurs Valuta Asing

Ada tiga jenis nilai tukar mata uang asing :

Kurs Jual – adalah harga yang diberikan oleh bank kepada seseorang yang ingin membeli
mata uang asing
Kurs beli – adalah harga yang diberikan oleh bank kepada seseorang yang ingin menukar
mata uang asing.
Kurs tengah – adalah harga yang diberikan oleh bank antara kurs jual dan kurs beli (jumlah
kurs beli dan kurs jual dibagi dua)

E. INTEREST REST PARITY

Paritas Suku Bunga (Interest Rate Parity-IRP) adalah kondisi ekuilibrium dimana
selisih suku bunga antara dua valuta diimbangi oleh selisih kurs forward dengan kurs
spot ( Madura, 1997 : 192). Paritas suku bunga merupakan teori yang menyatakan bahwa
besaran premi (atau diskon) kurs forward seharusnya seimbang dengan perbedaan suku
bunga dari kedua negara terkait. Pada keseimbangan tersebut, kurs forward berbeda kurs spot
pada jumlah tertentu yang dapat mengompensasi perbedaan suku bunga antara dua mata
uang. Paritas tingkat bunga memainkan peran penting dalam pasar valuta asing,
menghubungkan suku bunga, nilai tukar spot dan kurs valuta asing. Paritas suku bunga
berkaitan erat dengan suku bunga. Suku bunga sendiri memiliki definisi adalah harga dari
penggunaan uang untuk jangka waktu tertentu (Boediono, 1999: 75).

Pengertian tingkat suku bunga sebagai harga dapat juga dinyatakan sebagai harga yang harus
dibayar apabila terjadi pertukaran antara satu Rupiah sekarang dengan satu Rupiah di
waktu mendatang. Suatu tingkat suku bunga akan meningkat, bilamana jumlah uang yang
beredar lebih kecil daripada permintaan terhadap uang. Sebaliknya tingkat suku bunga akan
menurun bilamana jumlah uang yang beredar lebih besar daripada permintaan terhadap uang.

1. Formula Paritas Suku Bunga

10
Hubungan antara premium (atau diskon) forward dengan selisih suku bunga menurut IRP
disederhanakan sebagai berikut:
P=F–S ihi f
Dimana : S

P = Premium (atau diskon) forward


F = Kurs forward dalam dolar
S = Kurs spot dalam dolar
ih = Suku bunga domestik
if = Suku bunga luar negeri

Bentuk sederhana ini memberikan estimasi yang layak pada saat selisih suku bunga
cukup kecil. Variabel-variabel yang terdapat dalam persamaan ini tidak diubah ke dalam
bentuk tahunan. Semakin besar selisih suku bunga luar negeri di atas suku bunga lokal,
semakin besar diskon forward yang dihasilkan oleh formula IRP.

2. Hubungan Paritas Suku Bunga Dengan Arbitrasi Internasional

Paritas suku bunga (interest rate parity-IRP) adalah ketika kekuatan pasar memaksa
perubahan suku bunga dan kurs nilai tukar sedemikian rupa sehingga arbitrase
perlindungan suku bunga (Covered Interest Arbitrage) tidak dapat dilakukan lagi dan
terjadi keseimbangan. Paritas suku bunga tidak menyatakan bahwa investor dari
Negara berbeda akan mendapatkan pengembalian yang sama. Jika IRP terjadi,
investor tidak dapat menggunakan arbitrase perlindungan suku bunga untuk memperoleh
pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil yang diperoleh dari Negara
asal mereka masing-masing. Arbitrase perlindungan suku bunga mungkin tidak
menguntungkan karena berbagai karakteristik investasi asing, termasuk biaya transaksi,
risiko politik dan perbedaan hukum pajak.
3. Paritas Suku Bunga

Eksis Untuk menentukan secara tepat apakah IRP eksis, perlu membandingkan
kuotasi kurs forward dan kuotasi suku bunga pada suatu waktu tertentu. Jika kuotasi
kurs forward dan suku bunga berasal dari waktu yang berbeda, hasilnya bisa mengalami

11
distorsi. Hubungan aktual antara premium (diskon) forward dengan perbedaan suku
bunga secara umum mendukung IRP Walaupun terdapat sejumlah deviasi, deviasi
tersebut tidak cukup besar untuk membuat covered interest arbitrage berharga untuk
dilakukan. Hubungan antara mata uang nilai tukar dari dua negara dan lokal tingkat
suku bunga, dan yang penting peran yang dimainkan di pasar valuta asing. Menurut
konsep, perbedaan antara tingkat bunga pasar di dua negara adalah sama dengan
perbedaan antara maju dan tempat pertukaran tukar mata uang masing-masing. Oleh
karena itu tidak ada arbitrasi kesempatan dalam reksa perdagangan mata uang mereka
dapat eksis kecuali ini paritas istirahat turun. Namun dalam praktek, karena
pemerintah campur tangan melalui kontrol mata uang, yang penuh kesadaran dari
paritas ini mungkin tidak terjadi. Perubahan tingkat suku bunga akan berdampak pada
perubahan jumlah investasi di suatu negara, baik yang berasal dari investor domestik
maupun dari investor asing, khususnya pada jenis invesatsi portfolio yang umunya
berjangka pendek. Perubahan tingkat suku bunga ini akan berpengaruh pada perubahan
jumlah permintaan dan penawaran di pasar uang domestik. Apabila dalam suatu
negara terjadi peningkatan aliran modal masuk (capital inflows) di luar negeri, hal ini
menyebabkan terjadinya perubahan nilai tukar mata uang negara tersebut terhadap mata
uang asing di pasar valuta asing.

4. Pertimbangan-Pertimbangan Pada Saat Menilai Paritas Suku Bunga

Jika IRP tidak eksis, belum tentu covered interest arbitrage cukup berharga untuk
dilakukan. Hal ini disebabkan adanya biaya-biaya potensial yang muncul jika berinvestasi
di dalam negeri. Biaya-biaya tersebut meliputi :
a) Biaya transaksi
Jika seorang investor ingin memperhitungkan biaya transaksi, titik aktual yang
mencerminkan selisih suku bunga dan premium kurs forward harus jauh dari garis
IRP agar covered interest arbitrage layak dilakukan.
b) Kebijakan restriksi valuta
Suatu krisis di negara asing bisa membuat pemerintahnya membatasi pertukaran
valuta lokal dengan valuta-valuta lain. Dalam hal ini, investor tidak bisa
menggunakan dana sampai pemerintah asing yang bersangkutan menghilangkan
restriksi atas arus modal.
c) Undang-undang pajak

12
Perusahaan-perusahaan dan para investor menyadari sepenuhnya dampak dari pajak
atas penghasilan. Covered interest arbitrage bisa saja layak dilakukan sebelum
aspek pajak diperhitungkan dan kemudian menjadi tidak layak setelah pajak
diperhitungkan. Hal ini muncul karena berbedanya undang¬undang pajak (atau
tarif pajak) antara satu negara dengan negara yang lain.

F. PURCHASING POWER PARITY

Purchasing power parity (PPP) atau paritas daya beli adalah sebuah teori yang mengukur
harga di berbagai lokasi berbeda dengan menggunakan sekumpulan barang untuk
membedakan daya beli riil antara mata uang yang berbeda. Singkatnya, konsep ini
memastikan bahwa sekumpulan barang yang identik memiliki harga yang sama di berbagai
negara.

Nilai tukar PPP bisa berbeda dari nilai tukar pasar karena adanya faktor lain selain nilai tukar.
Termasuk faktor-faktor tersebut adalah biaya transportasi, tarif, dan lain sebagainya.

Paritas daya beli dan produk domestik bruto

Konsep nilai tukar PPP banyak digunakan ketika membandingkan PDB antar negara. PDB
berdasarkan perhitungan PPP lebih dapat diperbandingkan karena menghilangkan efek
perbedaan nilai tukar antar negara.

Dalam metode ini, paritas ditentukan dengan membandingkan jumlah setiap mata uang yang
diperlukan untuk membeli satu bundel barang dan jasa di pasar domestik. Informasi ini
kemudian digunakan untuk mengkonversi PDB setiap negara ke unit moneter umum seperti
dolar AS. Konversi memungkinkan perbandingan menjadi lebih bermakna, sehingga dapat
digunakan untuk menangkap perbedaan biaya hidup di berbagai negara.

Rumus dan contoh perhitungan paritas daya beli secara sederhana

Paritas daya beli didasarkan pada hukum satu harga, yang menyatakan bahwa barang identik
harus diperdagangkan dengan harga yang persis sama di seluruh negara ketika dinilai dalam
mata uang bersama. Hukum satu harga menyatakan bahwa harga barang asing (Pf) harus

13
sama dengan harga yang disesuaikan dengan nilai tukar dari barang identik di negara
domestik (Pd):

Pf = Sf/d x Pd

Dalam hal ini, Sf/d adalah nilai tukar nominal. Jadi, secara ideal, barang yang sama di
Amerika Serikat dan Indonesia harus memiliki memiliki harga yang sama. Misalnya, jika
harga komputer adalah sebesar 1 dolar AS di Amerika Serikat dan harga komputer yang sama
14.000 rupiah di Indonesia, teori PPP mengatakan nilai tukar harus 14.000 rupiah untuk
setiap 1 dolar AS.

G. Hubungan inflasi dan tingkat bunga terhadap kurs

Salah satu faktor yang mempengaruhi nilai mata uang suatu Negara adalah perbedaan tingkat
bunga antar Negara. Kenaikan tingkat suku bunga di suatu Negara dapat mendorong
terjadinya pengalihan dana atau instrument keuangan dari mata uang dengan tingkat bunga
yang lebih tinggi. Para pelaku pasar valuta asing berusaha memanfaatkan tingkat bunga untuk
mendapatkan keuntungan.

Tingkat bunga adalah biaya yang harus dibayar oleh peminjam atas pinjaman yang diterima
dan merupakan imbalan bagi pemberi pinjaman atas dananya. Tingkat bunga cenderung
mempengaruhi keputusan individu terhadap pilihan untuk membelanjakan uang lebih banyak
atau menyimpan uang dalam bentuk tabungan di bank.

Tingkat bunga mempunyai hubungan sangat erat dengan tingkat inflasi. Dapat dikatakaan
bahwa perbedaan tingkat bunga yang terjadi antara beberapa Negara disebabkan oleh
perbedaan tingkat inflasi. Ketika tingkat inflasi naik, maka tingkat bunga rill yang diperoleh
nasabah tetap.

Pemerintah akan berusaha mengantisipasi pertumbuhan inflasi dengan mengeluarkan


kebijakan untuk menaikan tingkat bunga bank. Kebijakan menaikkan tingkat bunga ini
bertujuan untuk menekan pertumbuhan tingkat inflasi dan
untuk memperkuat kurs mata uang domestic.

14
Teori yang dapat menjelaskan pengaruh tingkat bunga terhadap perubahan kurs mata uang
asing adalah teori international fisher effect (IFE Theory).

Tingkat bunga yang dinyatakan dalam teori IFE adalah tingkat bunga nominal yang
merupakan penjumlahan antara tingkat bunga rill dengan tingkat inflasi. Tingkat bunga
nominal adalah tingkat bunga yang berlaku pada saat transakai
atau yang dinyatakan oleh bank.

Sedangkan tingkat bunga yang diharapkan oleh nasabah adalah


tingkat bunga rill. Hubungan tingkat bunga nominal dengan tingkat bunga rill dan tingkat
inflasi dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:

R=a+i…(1)

 R adalah tingkat bunga nominal


 A adalah tingkat bunga rill
 I adalah tingkat inflasi

Tingkat bunga dapat berubah karena perubahan pada tingkat bunga rill atau tingkat inflasi.
Dengan definisi ini dapat diketahui bahwa kenaikan perkiraan tingkat inflasi suatu negara
pada akhirnya dapat menyebabkan kenaikan tingkat bunga negara tersebut

Sebaliknya penurunan perkiraan tingkat inflasi pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan
tingkat bunga. Effect fisher menjelaskan bahwa tingkat inflasi akan menentukan tingkat
bunga sesuai dengan formula berikut:

rd = adalah tingkat bunga domestik

rf = adalah tingkat bunga negara asing

Dengan mensubtitusi persamaan dari purchasing power parity pada persamaan teori
internasional fisher effect, maka diperoleh persamaan yang menyatakan hubungan tingkat
bunga dengan perubahan kurs sebagai berikut :

Nilai mata uang dari negara yang memiliki tingkat bunga tinggi atau lebih tinggi dari negara
lain akan mengalami depresiasi. Jika tingkat bunga domestik lebih tinggi dari tingkat bunga
negara asing maka nilai mata uang domestik akan terdepresiasi, sedangkan mata uang asing
akan terapresiasi

15
H. Obligasi dan Saham Internasional Pengertian Obligasi

Obligasi adalah surat utang jangka menengah maupun jangka panjang yang dapat
diperjualbelikan. Obligasi berisi janji dari pihak yang menerbitkan Efek untuk membayar
imbalan berupa bunga (kupon) pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada akhir
waktu yang telah ditentukan, kepada pihak pembeli obligasi tersebut. Obligasi merupakan
salah satu investasi Efek berpendapatan tetap yang bertujuan untuk memberikan tingkat
pertumbuhan nilai investasi yang relatif stabil dengan risiko yang relatif lebih stabil juga,
dibandingkan dengan saham.

Jenis-jenis obligasi pada umumnya


1.     Obligasi Pemerintah, yaitu obligasi dalam bentuk Surat Utang Negara yang
diterbitkan oleh Pemerintah RI. Pemerintah menerbitkan obligasi dengan kupon tetap
(seri FR- Fixed Rate), obligasi dengan kupon variable (seri VR –Variable Rate) dan
obligasi dengan prinsip syariah/ Sukuk Negara.
2.     Obligasi Korporasi, yaitu obligasi berupa surat utang yang diterbitkan oleh
Korporasi Indonesia baik BUMN maupun korporasi lainnya. Sama seperti obligasi
pemerintah, obligasi korporasi terbagi atas obligasi dengan kupon tetap, obligasi
dengan kupon variabel dan obligasi dengan prinsip syariah. Ada Obligasi Korporasi
yang telah diperingkat atau ada yang tidak diperingkat.
3.     Obligasi Ritel, yang diterbitkan oleh Pemerintah yang dijual kepada individu
atau perseorangan melalui agen penjual yang ditunjuk oleh Pemerintah. Biasanya ada
beberapa jenis yaitu ORI atau Sukuk Ritel.
Perusahaan yang menerbitkan saham disebut sebagai Perusahaan Terbuka, dan biasanya
mencantumkan “Tbk.” pada nama perusahaan. Perusahaan wajib untuk membagikan deviden
ke semua pemegang sahamnya setiap durasi waktu yang ditentukan, misal setiap bulan.
Perusahaan menerbitkan saham dengan tujuan untuk mengumpulkan modal untuk
mendukung kelangsungan perusahaan tersebut. Perusahaan-perusahaan besar dan yang
memiliki laba tinggi tentunya memiliki saham yang harganya relatif tinggi.

Perusahaan dan pemerintah dapat mengeluarkan obligasi. Tujuannya sama dengan saham,
yaitu untuk menambah modal dalam jumlah besar. Kebanyakan perusahaan lebih tertarik

16
untuk menerbitkan saham daripada obligasi. Di sisi lain, pemerintah merupakan badan yang
lebih aktif dalam menerbitkan berbagai macam obligasi.

Contoh Penggunaan Obligasi

Pemerintah menerbitkan 100 lembar obligasi. Tertera pada dokumen obligasi tersebut sebagai
berikut:

 Harga pokok Rp 10.000.000


 Jangka waktu obligasi 5 tahun
 Kupon bunga sebesar 12%
 Periode pembayaran adalah triwulan

Mr Y membeli selembar obligasi ini. Dia membayar harga pokok obligasi sebesar Rp
10.000.000,-. Setelah memegang obligasi tersebut, Mr Y mendapatkan bunga sebesar 12%
per tahunnya, tetapi dibayarkan setiap 3 bulan. Bunga yang didapatkan Mr Y per tahunnya
adalah sebesar Rp 1.200.000,-, dibayarkan oleh pemerintah setiap 3 bulan sebesar Rp
300.000,-. Setelah 5 tahun, masa obligasi ini akan habis dan Mr Y akan mendapatkan
uangnya kembali, yaitu sebesar Rp 1.000.000,-.

Jika obligasi yang dikeluarkan terjual habis, maka pemerintah mendapatkan modal uang
sebesar 100 x Rp 10.000.000 = Rp 1.000.000.000,- (1 milyar rupiah)

Mengapa orang membeli saham dan obligasi?

Saham dan obligasi merupakan 2 aspek yang tidak asing bagi para investor. Orang-orang
yang memiliki uang berlebih dapat berinvestasi dengan cara membeli saham maupun
obligasi. Sebagian orang membeli saham dan obligasi untuk disimpan dengan harapan akan
mendapatkan keuntungan secara periodik, atau biasa disebut dengan istilah passive income.
Seringkali, keuntungan yang diperoleh dari pemegang saham maupun obligasi dapat
berjumlah jauh lebih besar daripada bunga bank.

Ada pula orang-orang yang mencari keuntungan dengan cara memperjualbelikan saham.
Orang-orang tersebut mendapatkan keuntungan dengan cara membeli ketika harga rendah

17
dan menjualnya kembali di saat harga saham naik. Untuk bisa memprediksi kenaikan atau
penurunan harga saham suatu perusahaan, diperlukan pemahaman prinsip dasar ekonomi,
yaitu tentang konsep supply and demand. Selain itu, pengetahuan tentang kinerja perusahaan
tersebut juga merupakan aspek penting yang menentukan harga saham perusahaan tersebut.
Dengan kedua cara ini, keuntungan yang didapat dari saham bisa jauh lebih besar daripada
bunga deposito bank maupun obligasi.

Pembeli obligasi akan diuntungkan karena mereka memperoleh sejumlah keuntungan tetap
setiap tahunnya. Obligasi adalah salah satu bentuk investasi yang aman dibandingkan saham,
karena bunga yang diterima tiap tahunnya sudah ditentukan jumlahnya. Lain dengan saham,
yang jumlah keuntungannya tidak pasti dan memiliki resiko perusahaan bangkrut.

Pengertian Saham

Saham adalah bentuk kepemilikan suatu perusahaan, biasanya dalam bentuk dokumen.
Pemilik saham berhak untuk mendapat sebagian dari keuntungan perusahaan (disebut
“deviden”).

Contoh Penggunaan Saham

Perusahaan A mengeluarkan 1000 lembar saham, dengan nilai Rp 50.000,- tiap lembar. Mr X
membeli 250 lembar saham seharga Rp 12.500.000,-. Sekarang Mr X telah “memiliki” 25
persen dari Perusahaan A, dan berhak mendapatkan 25% keuntungan bersih perusahaan A.
Perusahaan A juga memiliki tambahan modal sebesar Rp 12.500.000,- dari Mr X.

Jenis-jenis Saham

Jenis Saham dari Segi Kemampuan dalam Hak Tagih atau Klaim

1. Saham Biasa (Common Stocks)

Saham jenis ini mempunyai karakteristik yaitu bisa melakukan klaim kepemilikan pada
semua penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan. Namun demikian, pemilik atau
pemegang saham jenis ini hanya memiliki kewajiban yang terbatas. Keuntungannya adalah
jika terjadi resiko terburuk misalnya perusahaan bangkrut, kerugian maksimum yang
ditanggung oleh pemegang saham adalah sebesar investasi pada saham tersebut.

2. Saham Preferen (Preferred Stocks)

Jenis saham ini didesain sebagai gabungan antara obligasi dan saham biasa. Beberapa
investor menyukai jenis saham yang bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga

18
obligasi). Secara umum, karakteristik saham preferen sama halnya dengan saham biasa yang
bisa mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis di
atas lembaran saham tersebut, dan membayar dividen. Pemegang saham ini juga bisa
melakukan klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, dividennya tetap selama masa berlaku dari
saham, dan memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan (convertible) dengan saham biasa.
Hal ini yang membuat saham ini mirip dengan obligasi, dan banyak diminati investor.

Jenis Saham dari Segi Cara Peralihannya

1. Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)

Secara fisik, pada saham tersebut tidak tertulis nama pemiliknya. Hal ini bertujuan agar
mudah dipindahtangankan dari satu investor satu ke investor lainnya. Banyak investor yang
memiliki saham ini dengan tujuan memang untuk diperjualbelikan. Investor tidak perlu
khawatir karena secara hukum, siapa yang memegang saham tersebut, maka dialah diakui
sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS).

2. Saham Atas Nama (Registered Stocks)

Kebalikan dari saham atas unjuk, pada saham atas nama pemegang saham tertulis jelas
namanya di dalam kertas saham dan cara peralihannya pun juga harus melalui prosedur
tertentu.

Jenis Saham dari Segi Kinerja Perdagangan

1. Blue Chip Stocks

Jenis saham ini banyak diburu investor karena berasal dari perusahaan yang memiliki reputasi
tinggi, sebagai petinggi di industrinya, dan memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten
dalam membayar dividen.

2. Income Stocks

Jenis saham ini juga mempunyai keunggulan dalam hal kemampuan membayar dividen lebih
tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. Kemampuan
menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai
menjadi daya tarik tersediri bagi investor.

3. Growth Stocks (Well-Known)

19
Mirip dengan blue chip, saham jenis ini memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi,
sebagai petinggi di industri sejenis dan dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai reputasi
tinggi.

(Lesser-Known)

Walaupun bukan sebagai petinggi dalam industri, namun jenis saham ini tetap memiliki ciri
growth stock. Biasanya merupakan saham dari perusahaan daerah dan kurang populer di
kalangan emiten.

4. Speculative Stocks

Investor dengan profil resiko high risk, bisa mencoba jenis saham ini. Saham ini berpotensi
menghasilkan laba tinggi di masa depan, namun tidak bisa secara konsisten memperoleh
penghasilan dari tahun ke tahun.

5. Counter Cyclical Stocks

Jenis saham ini paling stabil saat kondisi ekonomi bergejolak karena tidak terpengaruh oleh
kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Ilustrasinya jika terjadi resesi
ekonomi, maka harga saham ini tetap tinggi, di mana emitennya mampu memberikan dividen
yang tinggi. Hal ini bisa terjadi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh
penghasilan yang tinggi pada masa resesi.

Manfaat Investasi Saham

Manfaat yang didapatkan dari investasi pada saham adalah

1) Dividen

Dividen adalah bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham.
Jumlah dividen yang akan dibagikan dan diusulkan oleh Dewan Direksi serta disetujui di
dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Jenis Dividen dibedakan menjadi:

a. Dividen Tunai, jika emiten membagikan dividen kepada para pemegang saham
dalam bentuk sejumlah uang untuk setiap saham yang dimiliki.

b. Dividen Saham, jika emiten membagikan dividen kepada para pemegang saham
dalam bentuk saham baru perusahaan tersebut, yaitu pada akhirnya akan
meningkatkan jumlah saham yang dimiliki pemegang saham.

20
2) Capitol Gain

Investor dapat menikmati capital gain, jika harga jual melebihi harga beli saham tersebut.

Contoh: Investor A membeli saham PT X yang listing di Bursa Efek Jakarta setahun yang
lalu dengan harga Rp.3.600,00. Saat ini harga saham PT X telah meningkat menjadi
Rp.3.750,00. Jika investor A menjual sahamnya pada harga tersebut, maka ia akan menikmati
capital gain atau keuntungan sebesar Rp.350,00 per saham dengan asumsi tanpa perhitungan
pajak dan komisi.

Resiko Investasi Saham

1) Tidak ada pembagian dividen

Jika emiten tidak dapat membukukan untung pada tahun berjalan atau Rapat Umum
Pemegang Saham memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham
karena lab yang diperoleh akan dipergunakan untuk ekspansi usaha.

2) Capital loss atau kehilangan modal

Investor akan mengalami kehilangan modal, jika harga beli saham lebih besar daripada harga
jual.

3) Resiko Likuidasi

Jika emiten bangkrut atau dilikuidasi, para pemegang saham memiliki hak klaim terakhir
terhadap aktiva perusahaan setelah seluruh kewajiban emiten dibayar. Kondisi yang terburuk
adalah jika tidak ada lagi aktiva yang tersisa, maka para pemegang saham tidak memperoleh
apa-apa.

4) Saham delisting dari bursa

Karena beberapa alasan tertentu, saham dapat dihapus pencatatannya di bursa, sehingga pada
akhirnya saham tersebut tidak dapat diperdagangkan.

I. Penganggaran Modal Perusahaan MNC

1. Analisis Penganggaran Modal adalah Alat analisis yang digunakan untuk


mengevaluasi penanaman modal asing.

21
2. Analisis Penganggaran Modal dipergunakan untuk mempertimbangkan apakah suatu
rencana penanaman modal layak atau tidak untuk dilaksanakan

Penganggaran Modal dari Sudut Pandang Perusahaan Anak dan Perusahaan Induk 

1. Perbedaan Pajak

Apabila tingkat pajak yang dikenakan pemerintah tempat beradanya perusahaan anak
sangat rendah, sedangkan pajak yang dikenakan oleh pemerintah negara asal sangat tinggi,
maka proyek lebih layak di analisis dari sudut pandang perusahaan anak.

2. Pembatasan Pemulangan Pendapatan

Kadangkala pemerintah host country membatasi jumlah pemulangan (repatriasi)


pendapatan proyek oleh perusahaan anak ke perusahaan induk pada tingkat persentasi
tertentu. Karena perusahaan induk tidak dapat menerima keseluruhan dana yang diperoleh
dari proyek, maka proyek tersebut menjadi tidak menguntungkan bagi perusahaan induk.

3. Biaya Administrasi yang Terlalu Mahal

Terkadang perusahaan induk mengenakan biaya administrasi yang tinggi kepada


perusahaan anak apabila manajemen yang diterapkan adalah sentralisasi. Bagi perusahaan
anak, biaya administrasi tersebut merupakan pendapatan. Dalam kasus ini, pendapatan dari
proyek akan terlihat kecil dari sudut pandang perusahaan anak dan tinggi dari sudut pandang
perusahaan induk. Karena itu, dari sudut pandang perusahaan induk proyek tersebut menjadi
lebih menguntungkan.

4. Perubahan Kurs Valuta Asing

Ketika pendapatan MNC dikirimkan ke perusahaan induk, maka pendapatan tersebut


akan dikonversikan ke mata uang negara asal. Karena itu jumlah dana yang akan diterima
perusahaan induk akan dipengaruhi oleh perubahan kurs. Apabila pembiayaan proyek
dilakukan dari sudut pandang perusahaan anak, maka aliran kas yang diperoleh perusahaan
anak tidak akan dipengaruhi oleh kurs karena tidak perlu dikonversikan ke mata uang negara
asal. 

22
Contoh Analisa Penganggaran Modal ( Buckeye Corp.)

  Tahun 0 Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4


Perspektif Anak  
Investasi awal P9.600.000  
Arus Kas periodic P5.000.000 P5.000.000 P5.000.000 P5.000.000
PV dari arus kas (dengan  
suku bunga diskonto) P4.237.288 P3.590.922 P3.043.154 P2.578.944
NPV Kumulatif -P5.362.712 -P1.771.790 P1.271.364 P3.850.308
   

Menggunakan Struktur Modal Target pada Basis Lokal dan Global

1. MNC mungkin diturunkan dari struktur modal target lokal seperti yang diharuskan oleh
kondisi lokal.

2. Namun, proporsi hutang dan pendanaan ekuitas pada satu anak perusahaan mungkin
disesuaikan untuk menutupi derajat abnormal financial leverage pada anak perusahaan
lainnya. 3. Maka, MNC mungkin masih dapat mencapai struktur modal target globalnya.

4. Perlu diingat, revisi struktur modal mungkin harus dilakukan sebagai akibat dari biaya
modal yang lebih tinggi.

5. Oleh karena itu, terlalu tinggi atau rendahnya financial leverage seharusnya hanya
diterapkan jika keuntungan melebih seluruh biaya.

6. Volume hutang dan ekuitas yang diterbitkan di pasar modal bervariasi antar negara,
mengindikasikan bahwa perusahaan di beberapa negara (seperti Jepang) secara rata-rata
memiliki tingkat financial leverage yang lebih tinggi.

23
7. Namun, kondisi mungkin berubah seiring waktu. Di Jerman contohnya, perusahaan
menggeser pinjaman dari bank lokal ke menggunakan sekuritas hutang dan pasar ekuitas.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Perusahaan multinasional mengambil keputusan pokoknya dalam suatu konteks global
tadi dengan negara negara dimana perusahaan tersebut bekerja. Pertumbuhan perusahaan-
perusahaan multinasional yang cepat serta kemungkinan bahwa dapat timbul adanya konflik
konflik antara kepentingan perusahaan multinasional dengan kepentingan negara individual
tempat mereka beroperasi telah menimbulkan macam-macam perdebatan antara para ahli
ekonomi pada tahun-tahun belakangan ini, disebut “International Enterprise”.

Menurut kamus ekonomi,perusahaan multinasional adalah sebuah perusahaanyang


wilayah oprasinya meliputi sejumlah negaradan memiliki fasilitas produksi dan pelayanan
diluar negaranya sendiri (rusmadi,2001) .perusahaan multinasional tersebutmengambil
keputusan pokoknya dalam sutu konteks global dalam Negara-negaradimana perusahaan
tersebut bekerja.Pertumbuhan perusahaan multinasional yang cepatserta memungkinkan
adanya konflik-konflik antara kepentingan perusahaanmultinasional dengan kepentingan
Negara individual tmpat mereka beroprasi telahmenimbulkan macam-macam perdebatan
antara para ahli ekonomi. perusahaan multinasional mempunyai alasan lain untuk berperan
serta dalamusaha patungan, yaitu :
a. Pemerintah tuan rumah dapat mengatur dan menekan perusahaan multi nasionaluntuk
menerima suatu mitra pribumi.
b. Perusahaan multinasional mungkin memerlukan suatu mitra supaya dapatmemeperoleh
pengetahuan tentang lingkungan Negara tuan rumah yang belum atautidak kenal.
c. Mitra local dapat memberikan kepada perusahaan multinasional akses pada
salurandistribusi atau dapat membantu membuka akses pada bahan baku atau sumber
dayalainya. Secara khusus memang demikian, apa bila mitra mempunyai jalurkomunikasi
yang baik dengan pemerintah tuan rumah

24
DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/36118139/PERUSAHAAN_MULTI_NASIONAL_MULTINATIONAL_
COMPANIES_MNC_DAN_MANAJEMEN_KEUANGAN_INTERNATIONAL
https://www.coursehero.com/file/p3bu88g/2-Perbedaan-Manajemen-Keuangan-Multinasional-
dengan-Manajemen-Keuangan-Domestik/
https://ukirama.com/blogs/cara-pencatatan-akuntansi-perusahaan-yang-menggunakan-mata-uang-
asing
https://www.maxmanroe.com/vid/finansial/pengertian-kurs.html
https://ardra.biz/ekonomi/ekonomi-internasional/teori-paritas-tingkat-bunga-interest-rate-parity/
https://www.ajarekonomi.com/2016/10/konsep-purchasing-power-parity-serta.html
https://ardra.biz/ekonomi/analisis-fundamental-ekonomi/pengaruh-tingkat-bunga-terhadap-
kurs/#:~:text=Tingkat%20bunga%20mempunyai%20hubungan%20sangat,rill%20yang%20diperoleh
%20nasabah%20tetap.
http://www.integrasi-edukasi.org/wp-content/uploads/2017/04/Mengenal-Pasar-Modal-Saham-dan-
Obligasi.pdf
https://mafiadoc.com/penganggaran-modal-dan-struktur-modal-
multinasional_5a32dd531723dd7f4bc0b9da.html

25

Anda mungkin juga menyukai