Anda di halaman 1dari 1

DILEMA ETIS

NAMA : SITI ANIS ARISAH


N I M : 1616 2200 67
TUGAS MANAJEMEN OPERASIONAL

TANGGAPAN:

1 Menurut saya keputusan untuk mempekerjakan anak berusia 10 tahun tersebut


adalah tindakan yang tidak etis karena seharusnya anak yang berusia 10 tahun harus
menempuh pendidikan terlebih dahulu yang seharusnya masih Sekolah Dasar dan tidak
bekerja walaupun dengan alasan-alasan tertentu seperti anak tersebut menjadi tulang
punggung kelurga. Dari segi kesehatan juga untuk anak tersebut tidak baik dari fisik
maupun rohaninya jika dalam perusahaan tersebut mengunakan bahan kimia, hal ini
dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tubuh anak tersebut. Jika dalam
perusahaan tersebut memperkerjakan anak baik yang pekerjaan ringan maupun
pekerjaan yang berat, hal ini dapat mengganggu rohani anak tersebut karena anak bisa
jadi mengalami stress, dan lain sebagainya. Anak yang berusia 10 tahun seharusnya
banyak menghabiskan waktunya di Sekolah maupun tempat bermain anak-anak serta
mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua nya. Hal ini jika kita lihat dari segi
manajemen operasinya memperkerjakan anak dibawah umur kurang baik dalam
menghasilkan output dan juga jika perusahaan lebih memperkerjakan orang dewasa,
pekerjaannya lebih efektif dan efisien serta akan menghasilkan output yang lebih baik.

2 Keputusan untuk memberhentikan anak berusia 10 tahun merupakan tindakan


yang etis. Anak yang bekerja seharusnya diberhentikan karena berkerja bukanlah tugas
ataupun kewajiban anak. Anak seharusnya belajar untuk mempersiapkan diri mereka
dan mencapai cita-cita mereka untuk kehidupan yang lebih layak dengan
pendidikannya. Perusahaan juga dapat memilih tenaga kerja orang dewasa karena
masih banyak juga orang-orang dewasa yang menganggur dan sangat membutuhkan
pekerjaan. Misalnya di Indonesia memperkerjakan anak melanggar hukum yang datur
dalam Undang-Undang Perlindungan Anak, pasal 1 ayat 1 No.23 tahun 2002 bahwa
anak yang belum berusia 18 tahun termasuk dalam perlindungan. Dalam hal ini tidak
boleh menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Hal ini terjadi karena kemiskinan dan
orang tua yang tidak mampu menyekolahkan anaknya. Padahal jika kita lihat dari segi
kerugiannya bahwa orang tua telah mengorbankan hak-hak anaknya seperti sekolah
dan kebebasan bermain. Masyarakat yang umumnya mampu dalam segi ekonominya
seharusnya membantu keluarga tersebut misalnya dalam memberikan dana untuk
menyekolahkan anaknya atau modal usaha untuk keluarganya agar tidak
memperkerjakan anak tersebut.