Anda di halaman 1dari 11

Nama : Robbany Aji Lintang Utomo (30)

Kelas : 4-31

SOAL LATIHAN/PENUGASAN
Akuntansi Belanja dan Beban

A. Essay
1. Apakah urgensi pengklasifikasi Belanja dan Beban?
Jawab :
Menurut Scavio dan Daniel di dalam buku “Managing Goverment Expenditure” (1991),
Disebutkan bahwa klasisifikasi belanja dan beban sangat penting dalam :
• Memformulasikan kebijakan dan mengidentifikasi alokasi sumber daya sektor-sektor;
• Mengidentifikasi tingkatan kegiatan pemerintah melalui penilaian kinerja pemerintah; dan
• Membangun akuntabilitas atas kertaatan pelaksanaan dengan otorisasi yang diberikan oleh
legislatif
Dengan demikian, sistem klasifikasi belanja dimaksudkan untuk memberikan kerangka dasar
baik untuk pengambilan keputusan maupun untuk tujuan akuntabilitas. Oleh karena itu, belanja
harus diklasifikasikan untuk berbagai tujuan yang berbeda, misalnya :
• Untuk penyajian laporan yang sesuai dengan kebutuhan para penggunanya;
• Untuk administrasi anggaran dan akuntansi anggaran; dan
• Untuk penyajian Laporan Realisasi Anggaran (LRA)

2. Jelaskan pengertian Belanja dan Beban?


Jawab :
Belanja adalah semua pengeluaran oleh Bendahara Umum Negara/Daerah yang mengurangi
Saldo Anggaran Lebih dalam periode tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh
pembayrannya kembali oleh pemerintah.
Beban adalah penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa dalam periode pelaporan yang
menurunkan ekuitas, yang dapat berupa pengeluaran atau konsumsi aset atau timbulnya kewajiban.

3. Sajikan dalam tabel klasifikasi Belanja menurut:


a. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003
b. Permendagri Nomor 13 Tahun 2006
Jawab :
a. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003
Organisasi Fungsi Jenis
Disusun dan disesuaikan 1) pelayanan umum, 1) belanja pegawai,
dengan susunan organisasi 2) pertahanan, 2) belanja barang,
pada masing-masing entitas 3) ketertiban dan keamanan, 3) belanja modal,
pelaporan. 4) ekonomi, 4) bunga, subsidi,
5) lingkungan hidup, 5) hibah,
perumahan dan fasilitas 6) bantuan sosial, dan
umum, 7) belanja lain-lain.
6) kesehatan,
7) pariwisata,
8) budaya,
9) agama,
10) pendidikan, dan
11) perlindungan sosial.

b. Permendagri Nomor 13 Tahun 2006


Menurut Urusan Pemerintah Urusan Wajib : Urusan Pilihan :
a. pendidikan; a. pertanian;
b. kesehatan; b. kehutanan;
c. pekerjaan umum; c. energi dan sumber daya
d. perumahan rakyat; mineral;
e. penataan ruang; d. pariwisata;
f. perencanaan e. kelautan dan perikanan;
pembangunan; f. perdagangan;
g. perhubungan; g. industri; dan
h. lingkungan hidup; h. ketransmigrasian.
i. pertanahan;
j. kependudukan dan catatan
sipil;
k. pemberdayaan perempuan
dan perlindungan anak;
l. keluarga berencana dan
keluarga sejahtera;
m. sosial;
n. ketenagakerjaan;
o. koperasi dan usaha kecil
dan menengah;
p. penanaman modal;
q. kebudayaan;
r. kepemudaan dan olah
raga;
s. kesatuan bangsa dan
politik dalam negeri;
t. otonomi daerah,
pemerintahan umum,
administrasi keuangan
daerah, perangkat daerah,
kepegawaian dan
persandian;
u. ketahanan pangan;
v. pemberdayaan
masyarakat dan desa;
w. statistik;
x. kearsipan;
y. komunikasi dan
informatika;dan
z. perpustakaan.
Menurut Fungsi a. pelayanan umum;
b. ketertiban dan ketentraman;
c. ekonomi;
d. lingkungan hidup;
e. perumahan dan fasilitas umum;
f. kesehatan;
g. pariwisata dan budaya;
h. pendidikan; dan
i. perlindungan sosial.
Menurut Organisasi disesuaikan dengan susunan organisasi pada masing-masing
pemerintah daerah.
Menurut program dan disesuaikan dengan urusan pemerintahan yang menjadi
kegiatan kewenangan daerah.
Menurut Kelompok belanja Belanja Tidak langsung Belanja Langsung
belanja yang dianggarkan belanja yang dianggarkan
tidak terkait secara langsung terkait secara langsung
dengan pelaksanaan dengan pelaksanaan
program dan kegiatan. program dan kegiatan.

4. Jelaskan Tujuan dan Manfaat Klasifikasi Belanja Menurut Fungsi?


Jawab :

Penyusunan belanja pemerintah pusat yang dirinci menurut fungsi dilakukan untuk melakukan
analisis, yaitu mengetahui fungsi mana yang menyerap alokasi anggaran paling banyak maupun
yang menyerap alokasi anggaran paling sedikit. Klasifikasi belanja menurut fungsi digunakan
untuk tujuan keselarasan dan keterpaduan pengelolaan keuangan negara yang mengacu pada
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.

5. Jelaskan yang dimaksud dengan:


a. Belanja Pegawai
b. Belanja Barang
c. Belanja Bunga
d. Belanja Subsidi
e. Belanja Hibah
f. Belanja Sosial
g. Belanja Modal
h. Belanja lain-lain/tak terduga
Jawab :

a. Belanja Pegawai : Kompensasi terhadap pegawai baik dalam bentuk uang maupun
dalam bentuk barang, yang harus dibayarkan kepada pegawai Pemerintah dalam dan luar
negeri, baik kepada Pejabat Negara, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan pegawai yang
dipekerjakan oleh Pemerintah yang belum berstatus PNS dan/ atau non-PNS sebagai
imbalan atas pekerj aan yang telah dilaksanakan dalam rangka mendukung tugas fungsi
unit organisasi Pemerintah.

b. Belanja Barang : Pengeluaran untuk menampung pembelian barang dan/ atau Jasa yang
habis pakai untuk memproduksi barang dan/atau Jasa yang dipasarkan maupun yang tidak
dipasarkan dan pengadaan barang yang dimaksudkan untuk diserahkan atau dijual kepada
masyarakat/ Pemerintah Daerah (Pemda) dan belanja perjalanan.

c. Belanja Bunga : Pengeluaran Pemerintah untuk pembayaran bunga yang dilakukan atas
kewajiban penggunaan pokok utang (principal outstanding), baik utang dalam negeri
maupun utang luar negeri yang dihitung berdasarkan posisi pinjaman jangka pendek atau
jangka panjang. Selain itu, belanja pembayaran kewajiban utang, juga digunakan untuk
pembayaran denda/ biaya lain terkait pinjaman dan/ atau hibah dalam maupun luar negeri,
serta imbalan bunga.

d. Belanja Subsidi : Alokasi anggaran yang diberikan Pemerintah kepada perusahaan


negara, lembaga Pemerintah atau pihak ketiga lainnya yang memproduksi, menjual,
mengekspor, atau mengimpor barang dan/atau jasa untuk memenuhi hajat hidup orang
banyak sedemikian rupa sehingga harga jualnya dapat dijangkau oleh masyarakat.

e. Belanja Hibah : Pengeluaran Pemerintah berupa transfer dalam bentuk uang/


barang/jasa, yang dapat diberikan kepada Pemerintah negara lain, organisasi
internasional, Pemda, atau kepada perusahaan negara/ daerah yang secara spesifik telah
ditetapkan peruntukannya, bersifat tidak wajib dan tidak mengikat yang dilakukan dengan
naskah perJanJian antara Pemerintah selaku pemberi hibah dan penerima hibah, serta
tidak terus menerus kecuali ditentukan lain dalam peraturan perundang-undangan.

f. Belanja Sosial : Pengeluaran berupa transfer uang, barang atau Jasa yang diberikan oleh
Pemerintah kepada masyarakat miskin atau tidak mampu guna melindungi masyarakat
dari kemungkinan terjadinya risiko sosial, meningkatkan kemampuan ekonomi dan/ atau
kesejahteraan masyarakat.

g. Belanja Modal : Pengeluaran Pengeluaran untuk pembayaran perolehan Aset Tetap


(AT) dan/atau aset lainnya atau menambah nilai AT dan/ atau aset lainnya yang memberi
manfaat lebih dari satu periode akuntansi dan melebihi batas minimal kapitalisasi AT/
aset lainnya yang ditetapkan Pemerintah.

h. Belanja lain-lain/tak terduga : Pengeluaran negara untuk pembayaran atas kewajiban


Pemerintah yang tidak masuk dalam kategori belanja pegawai, belanja barang, belanja
modal, belanja pembayaran kewajiban utang, subsidi, belanja hibah, dan belanja bantuan
sosial serta bersifat mendesak dan tidak dapat diprediksi sebelumnya.

6. Jelaskan pengakuan dan pengukuran untuk:


a. Akun Belanja
b. Akun Beban

Jawab :

a. Akun Belanja
Diakui saat terjadinya pengeluaran dari Rekening Kas Umum Negara atau pengesahan
dari BUN/Kuasa BUN. Belanja diukur berdasarkan azas bruto dan nilai nominal sesuai
dengan SPM / SP2D atau dokumen pengeluaran negara yang dipersamakan dan/atau
dokumen pengesahan belanja yang diterbitkan oleh BUN/Kuasa BUN.
b. Akun Beban
Beban diakui saat terjadinya penurunan manfaat ekonomis/jasa, terjadinya konsumsi
asset, dan timbulnya kewajiban. Beban diukur sebesar resume tagihan belanja pegawai
dan/atau tagihan kewajiban pembayaran belanja pegawai berdasarkan dokumen
kepegawaian, daftar gaji, peraturan perundang – undangan, serta dokumen lain yang
menjadi dasar pengeluaran negara kepada pegawaii dimaksud yang telah disetujui oleh
KPA/PPK.

7. Jelaskan belanja seperti apakah yang dapat dikategorikan sebagai Belanja Modal?
Jawab :
Kriteria belanja modal :

• Aset tetap mempunyai ciri-ciri / karakteristik sebagai berikut : berwujud, akan


menambah aset pemerintah, mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun, nilainya relatif
material. Sedangkan ciri-ciri / karakteristik Aset Lainnya adalah : tidak berwujud, akan
menambah aset pemerintah, mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun, nilainya relatif
material.
• Kriteria kapitalisasi aset tetap, diharapkan entitas dapat menetapkan kebijakan
akuntansi mengenai batasan minimal nilai kapitalisasi suatu aset tetap atau aset lainnya
(treshold capitalization), sehingga pejabat / aparat penyusun anggaran dan / atau
penyusun laporan keuangan pemerintah mempunyai pedoman dalam penetapan belanja
modal baik waktu penganggaran maupun pelaporan keuangan pemerintah.

8. Jelaskan komponen pengeluaran apa saja yang termasuk dalam bagian perolehan aset
tetap?
Jawab :
Biaya perolehan suatu aset tetap terdiri dari harga belinya atau konstruksinya, termasuk bea impor
dan setiap biaya yang dapat diatribusikan secara langsung dalam membawa aset tersebut
ke kondisi yang membuat aset tersebut dapat bekerja untuk penggunaan yang dimaksudkan.
Contoh biaya yang dapat diatribusikan secara langsung adalah:

1. Biaya persiapan tempat;


2. Biaya pengiriman awal (initial delivery) dan biaya simpan dan bongkar muat
(handling cost);
3. Biaya pemasangan (installation
cost);
4. Biaya profesional seperti arsitek dan insinyur;
dan
5. Biaya konstruksi.
9. Jelaskan Penyajian dan Pengungkapan Akun Belanja pada Laporan Keuangan?
Jawab :

Akun Belanja disajikan dan diungkapkan :


• Sesuai dengan Paragraf 18 PSAP 23 Nomor 02 yang menyebutkan bahwa entitas
pelaporan menyajikan klasifikasi belanja menurut jenis belanja dalam LRA;
• Klasifikasi belanja menurut organisasi disajikan dalam LRA atau di Catatan atas
Laporan Keuangan (CaLK);
• Klasifikasi belanja menurut fungsi disajikan dalam
CaLK;
• Kategori aktivitas operasi dalam Laporan Arus Kas
keluar;
• Kategori aktivitas investasi dalam Laporan Arus Kas
keluar.

10. Jelaskan apa yang dimaksud dengan:


a. Penyusutan
b. Metode yang digunakan dalam penyusutan
Jawab :
a. Penyusutan : Penyusutan adalah penyesuaian nilai sehubungan dengan penurunan
kapasitas dan manfaat dari suatu aset. Kapasitas atau manfaat suatu aset tetap semakin lama
semakin menurun karena digunakan dalam kegiatan operasi pemerintah dan sejalan dengan
itu maka nilai aset tetap tersebut juga semakin menurun.
b. Metode yang digunakan dalam penyusuta :
1) Metode garis lurus, Berdasarkan metode garis lurus, penyusutan nilai aset tetap
dilakukan dengan mengalokasikan penurunan nilai secara merata selama masa
manfaatnya. Prosentase penyusutan yang dipakai dalam metode ini dipergunakan
sebagai pengali nilai yang dapat disusutkan untuk mendapat nilai penyusutan per tahun.
2) Metode Saldo Menurun Ganda, Berdasarkan metode saldo menurun ganda, penyusutan
nilai aset tetap dilakukan dengan mengalokasikan penurunan nilai selama masa
manfaatnya sebagaimana halnya dalam metode garis lurus. Akan tetapi, persentase
besarnya penyusutan adalah dua kali dari persentase yang dipakai dalam metode garis
lurus. Persentase penyusutan ini kemudian dikalikan dengan nilai buku.
3) Metode Unit Produksi, Dengan menggunakan metode unit produksi penyusutan
dihitung berdasarkan perkiraan output (kapasitas produksi yang dihasilkan) aset tetap
yang bersangkutan. Tarif penyusutan dihitung dengan membandingkan antara nilai
yang dapat disusutkan dan perkiraan/estimasi output (kapasitas produksi yang
dihasilkan) dalam kapasitas normal.
B. Pilihan ganda
1. Kelompok Belanja manakah yang termasuk dalam Klasifikasi Belanja Operasi?
a. belanja pegawai, belanja barang, belanja bunga
b. belanja pegawai, belanja peralatan dan mesin, bantuan sosial,
c. belanja barang, belanja subsidi, belanja jalan, irigasi, dan jaringan
d. belanja barang, belanja aset tetap lainnya, bantuan sosial

2. Belanja manakah yang termasuk dalam belanja Barang?


a. belanja barang dan jasa, belanja perjalanan dinas, belanja bantuan sosial
b. belanja barang dan jasa, belanja pemeliharaan, belanja perjalanan dinas
c. belanja perjalanan dinas, belanja subsidi, belanja sosial
d. belanja pemeliharaan, belanja perjalanan dinas, belanja bunga

3. Pernyataan yang tepat tentang penyajian dan pengungkapan Akun Belanja adalah?
a. Belanja Modal disajikan dalam Laporan Arus Kas Aktivitas Pembiayaan
b. Belanja Operasional disajikan dalam Laporan Arus Kas Aktivitas Operasi
c. Belanja Modal disajikan dalam Laporan Operasional
d. Belanja Operasional disajikan Arus Kas Aktivitas Transitoris

4. Belanja yang tidak disajikan dalam Laporan Operasional adalah?


a. Belanja Pegawai
b. Belanja Bantuan Sosial
c. Belanja Modal
d. Belanja Bunga

5. Aset Tetap yang tidak disusutkan adalah:


a. Jalan, Irigasi dan Jaringan, dan Bangunan
b. Peralatan dan Mesin, Aset Tetap Lainnya
c. Tanah, Peralatan dan Mesin
d. Tanah dan Kontruksi Dalam Pengerjaan

6. Dokumen yang digunakan sebagai dasar realisasi transaksi pengeluran adalah?


a. SPP, SPM, dan SP2D, SP3B-BLU dan SP2B-BLU, SP2HL dan SPHL, SP4HL dan
SP3HL, MPHL-BJS, Surat Ketetapan Pajak, dan dokumen lain yang dipersamakan
b. DIPA, DIPA Revisi, dan/ atau dokumen lain yang dipersamakan dengan DIPA
c. SPP, SPM, dan SP2D, SP3B-BLU dan SP2B-BLU, SP2HL dan SPHL, SP4HL dan
SP3HL, MPHL-BJS, dan dokumen lain yang dipersamakan
d. SSBP, SSP, SSPCP, dan dokumen lain yang sah yang dipersamakan

7. Beban diakui pada saat?


a. Terjadinya kenaikan manfaat ekonomi atau potensi jasa, Terjadinya konsumsi aset,
Timbulnya kewajiban
b. Terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa, Terjadinya produksi aset,
Timbulnya kewajiban
c. Terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa, Terjadinya konsumsi aset,
Timbulnya Hak
d. Terjadinya penurunan manfaat ekonomi atau potensi jasa, Terjadinya konsumsi
aset, Timbulnya kewajiban

8. Pengakuan Beban karena terjadinya penurunan manfaat/potensi jasa terlihat pada aktivitas?
a. Penyusutan aset tetap, Pengeluaran kas untuk pembayaran gaji pegawai, dan
Penyisihan piutang
b. Penyusutan aset tetap, Amortisasi aset tidak berwujud, dan Penyisihan piutang
c. Diterimanya tagihan rekening listrik, Amortisasi aset tidak berwujud, dan Penyisihan
piutang
d. Diterimanya tagihan rekening listrik, Penyisihan piutang, dan pemakaian aset berupa
persediaan alat tulis kantor

9. Pernyataan berikut yang tidak tepat tentang Koreksi dan Pengembalian Beban adalah?
a. Koreksi beban yang terjadi pada periode yang sama terjadinya beban dimaksud
dibukukan sebagai pengurang beban pada periode yang sama.
b. Koreksi Beban apabila diterima pada periode berikutnya, koreksi beban dibukukan
dalam pendapatan lain-lain (LO).
c. Koreksi Beban apabila diterima pada periode yang sama terjadinya beban
dimaksud, koreksi beban dibukukan dalam pendapatan lain-lain (LO).
d. Koreksi Beban apabila mengakibatkan penambahan beban dilakukan dengan
pembetulan/ pengurangan pada akun ekuitas.

10. Pengukuran Belanja dan Beban menggunakan azas?


a. azas bruto dari nilai nominal sesuai dengan SPM/SP2D
b. azas bruto dari nilai nominal sesuai dengan SSBP, SSP
c. azas neto dari nilai nominal sesuai dengan SPM/SP2D
d. azas neto dari nilai nominal sesuai dengan SSBP, SSP

Anda mungkin juga menyukai