Anda di halaman 1dari 3

1.

ada 3 komponen :
1) Lingkungan biologis
Komponen lingkungan yang pertama adalah lingkungan biologis yang juga
disebut dengan istilah lingkungan biotik. Lingkungan biologis merupakan semua
makhluk hidup yang berada di sekeliling manusia. Menurut ukuran tubuhnya,
makhluk hidup bisa dikelompokkan menjadi 2 yakni makroorganisme &
mikroorganisme. Makroorganisme terdiri dari hewan, tumbuhan dan manusia itu
sendiri.
2) Lingkungan fisik
Komponen lingkungan yang kedua adalah lingkungan fisik yang juga disebut
dengan istilah lingkungan abiotik. Lingkungan fisik merupakan semua benda mati
yang berada di sekeliling makhluk hidup. Komponen lingkungan yang satu ini
menjadi pelengkap bagi lingkungan biologis. Unsur dari lingkungan fisik adalah
matahari, air, udara, tanah, iklim dan lingkungan fisik lainnya. Berikut adalah peran
penting dari masing- masing unsur lingkungan fisik.
3) Lingkungan sosial
Komponen lingkungan yang ketiga yakni lingkungan sosial. Lingkungan sosial
ini merupakan suatu lingkungan yang mana menjadi tempat bagi manusia untuk
bersosialisasi. Kegiatan sosialisasi yang dilakukan manusia dapat berwujud aktivitas
antar sesama manusia maupun aktivitas yang berhubungan dengan alam

2. 4 hal yang tercakup dalam studi AMDAL


Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL)
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)
Penjelasan:
AMDAL adalah singkatan dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan yang merupakan
suatu DOKUMEN KAJIAN STUDI KELAYAKAN untuk memastikan dampak
lingkungan dari suatu tahapan pengembangan proyek sebagai bahan pertimbangan untuk
pembuat keputusan dalam penerbitan suatu Izin Usaha.
4 Hal yang tercakup dalam AMDAL yaitu :
1) Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL)
KA-ANDAL adalah dokumen tentang ruang lingkup serta kedalaman kajian
AMDAL meliputi dampak-dampak penting yang akan dikaji dan batas studi AMDAL.
Sedangkan kedalaman studi dan penentuan metodologi akan digunakan untuk
mengkaji dampak. Penentuan ruang lingkup dan kedalaman kajian berasal dari
kesepakatan antara penyelenggara proyek dan Komisi Penilai AMDAL melalui proses
pelingkupan. Contoh isi dari KA-ANDAL antara lain izin tata ruang, izin prinsip
lokasi, peta-peta terkait, dan lain-lain. Selain itu juga harus ada sosialisasi dengan
masyarakat sekitar berupa pengumuman.
2) Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)
ANDAL adalah dokumen yang berisi analisis secara cermat terhadap dampak
penting dari suatu rencana proyek. Dampak-dampak penting yang telah diidentifikasi
di dalam dokumen KA-ANDAL dianalisis lebih cermat dengan menggunakan
metodologi yang telah disepakat dengan tujuan untuk mengetahui besaran dampak.
Selanjutnya dilakukan penentuan sifat penting dampak dengan cara membandingkan
besaran dampak terhadap kriteria dampak penting yang telah ditetapkan dari pihak
berwenang.
Tahap berikutnya adalah evaluasi terhadap keterkaitan antara dampak yang satu
dengan yang lainnya. Evaluasi dampak ini bertujuan menetapkan dasar-dasar
pengelolaan dampak yang akan dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif dan
memaksimalkan dampak positif.
3) Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)
RKL adalah dokumen yang memuat upaya-upaya untuk mencegah,
mengendalikan dan menanggulangi dampak negatif dan memaksimalkan dampak
positif suatu proyek. Upaya-upaya tersebut dirumuskan berdasarkan kajian ANDAL.
4) Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)
RPL adalah dokumen yang memuat upaya pemantauan untuk melihat perubahan
lingkungan yang disebabkan oleh dampak-dampak dari rencana proyek. Hasil
pemantauan ini digunakan untuk mengevaluasi efektivitas upaya pengelolaan proyek
yang telah dilakukan, ketaatan penyelenggara proyek terhadap peraturan lingkungan
hidup dan dapat digunakan untuk mengevaluasi analisis dampak  digunakan dalam
kajian ANDAL.
3. Pikukuh Baduy adalah sebuah larangan adat yang menjadi pedoman bagi aktivitas
masyarakat Baduy yang berlandaskan pada ajaran Sunda. Masyarakat Baduy tidak boleh
mengubah dan tidak boleh melanggar segala yang ada dalam kehidupan ini yang sudah
ditentukan.
Segala aktivitas masyarakat Baduy harus berlandaskan rukun agama Sunda
Wiwitan (rukun Baduy) yang merupakan ajaran agama Sunda Wiwitan yaitu ngukus,
ngawalu, muja ngalaksa, ngalanjak, ngapundayan dan ngareksakeun sasaka pusaka.
Ajaran tersebut harus ditaati melalui pemimpin adat yaitu Pu’un. Pu’un harus dihormati
dan diikuti segalan aturannya karena Pu’un adalah keturunan Batara.
Pikukuh Baduy mengatur juga mengenai kelembagaan yang ada di dalam
masyarakat Baduy yakni lembaga adat Baduy dipimpin oleh tiga orang Pu'un. Ketiga
pimpinan tertinggi ini berasal dari tiga kampung keramat di Baduy Dalam, yaitu Cibeo,
Cikeusik dan Cikartawana. Pu'un adalah orang suci keturunan karuhun (leluhur) yang
berkewajiban menjaga kelestarian pancer bumi dan sanggup menuntun warganya
berpedoman pada pikukuh atau ketentuan adat mutlak sebagai panduan perilaku.
Selain itu juga, ketentuan adat dalam masyarakat Baduy yaitu larangan adat yang
merupakan pedoman dan pandangan hidup yang harus dijalankan secara benar. Isi
larangan adat masyarakat Baduy tersebut yaitu:
 dilarang mengubah jalan air seperti membuat kolam ikan atau drainase;
 dilarang mengubah bentuk tanah seperti membuat sumur atau meratakan tanah;
 dilarang masuk ke hutan titipan untuk menebang pohon;
 dilarang menggunakan teknologi kimia;
 dilarang menanam budidaya perkebunan;
 dilarang memelihara binatang berkaki empat semisal kambing dan kerbau;
 dilarang berladang sembarangan;
 dilarang berpakaian sembarangan.
Penyampaian buyut karuhun dan pikukuh karuhun kepada seluruh masyarakat
Baduy dilakukan secara lisan dalam bentuk ujuran-ujaran di setiapa upacara-upacara
adat. Ujaran tersebut adalah prinsip masyarakat Baduy.