Anda di halaman 1dari 3

Kelompok 7

Dwi Anggraeni : 018.06.0025

Putu Rivan Rahanata : 018.06.0037

Ni Kadek Cyntia Devi : 018.06.0081

Jurnal : Gagal ginjal akut (AKI)

Gangguan ginjal akut (AKI) atau dikenal gagal ginjal akut adalah suatu sindrom yang
ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang berlangsung cepat (berjam-jam hingga
hari). Dampak dan prognosis AKI sangat bervariasi tergantung pada tingkat
keparahan, pengaturan klinis, faktor komorbiditas, dan juga lokasi geografis. Semakin
banyak bukti yang mengatakan bahwa AKI dikaitkan dengan komplikasi jangka
pendek dan jangka panjang yang serius, khususnya peningkatan mortalitas dan
morbiditas, perkembangan penyakit ginjal kronis (CKD), dan biaya perawatan
kesehatan yang tinggi. Diagnosis cepat dan pemeriksaan diagnostik yang tepat sangat
penting untuk mengidentifikasi jenis-jenis AKI dan terapi yang tepat untuk
membalikkan proses cedera dalam ginjal.

Terdapat beberapa diagnostik work-up untuk AKI

a. Dipstick urin

Tes dipstick urin adalah tes sederhana untuk mengetahui keadaan darah,
protein, leukosit, nitrit, dan glukosa pada semua pasien yang dicurigai atau terdeteksi
AKI agar tidak berpotensi kehilangan glomerulus atau tubular patologis. Seperti:

 Glomerulonefritis (dengan hematuria dan proteinuria)


 Pielonefritis akut (dengan piuria / leucocyturia dan nitrit dalam urin)
 Nefritis interstitial (terkadang dengan eosinophiluria).
b. Mikroskopi urin (sedimen urin)
Mikroskopi urin dapat memberikan informasi yang sangat berharga ketika dilakukan
oleh operator yang terampil menggunakan sampel urin yang masih baru dan tidak
diketerisasi. Tetapi ini jarang dilakukan pada ICU karena memerlukan pengalaman
dan pelatihan.
c. Elektrolit urin

Pengukuran elektrolit urin dan ekskresi fraksional natrium (FENa), urea, atau asam
urat belum secara konsisten terbukti memiliki korelasi yang jelas dengan temuan
klinis dan histopatologis.

d. Profil autoimun
Tergantung pada konteks klinis, tanda-tanda klinis, dan hasil dipstick urin, pasien
mungkin memerlukan tes imunologi spesifik, termasuk antibodi sitoplasma anti-
neutrofil (ANCA), antibodi anti-nuklir (ANA), antibodi membran basal
antiglomerular (anti-GBM).

e. Biopsi ginjal
Biopsi ginjal jarang dilakukan pada pasien yang sakit kritis, terutama karena risiko
komplikasi perdarahan dan kurangnya konsekuensi terapeutik.

AKI adalah suatu sindrom klinis sehingga etiologinya bersifat multifaktor. Pada teori
lama mengatakan biomarker pada AKI ada 2 yaitu kreatinin serum dan output urine.
Namun seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang begitu pesat,
teori ini dibantahkan karena memiliki beberapa keterbatasan dalam diagnosanya,
sehingga terdapat beberapa biomarker baru yang dapat menggantikan keduanya. AKI
merupakan penyakit yang umum terjadi dan dihubungkan deengan komplikasi jangka
pendek dan jangka panjang yang serius. Diagnosa cepat dan identifikasi hal yang
menjadi etiologi penting untuk mengarahkan manejmen yang tepat .