Anda di halaman 1dari 11

TUGAS TERSTRUKTUR

Mata Kuliah Keterampilan Dasar Klinik Kebidanan (Bd.5.012)

Perawatan Luka

Dosen Pengampu :

Emy Yulianti, S. Kep, M. Kes

Dosen Pengajar :

Wahyu Astuti, SMIP, S.Pd, MM

Disusun oleh Kelompok 12 :

1. Amalia (191081004)
2. Nanda Trisnawati Siswanto (191081027)
3. Tri Febriyani (191081044)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN PONTIANAK

JURUSAN KEBIDANAN

PRODI D-III

2019/2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan
hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul
”Perawatan Luka” dengan tepat waktu guna memenuhi tugas mata kuliah
Keterampilan Dasar Klinik Kebidanan berharap semoga dengan makalah ini,
wawasan pembaca akan pentingnya perawatan luka bertambah.

Kami sebagai penulis makalah ini ingin mengucapkan rasa terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Ucapan
terima kasih itu kami sampaikan antara lain kepada berbagai pihak yang telah
membantu selama proses penyusunan makalah kami yang tidak dapat kami
sebutkan satu persatu.

Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.


Dalam penyusunan tidak sedikit masalah dan hambatan yang penulis
hadapi. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari pembaca untuk kemajuan penulisan makalah kami di masa yang
akan datang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca
sekalian.

Pontianak, 16 Maret 2020

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................i

DAFTAR ISI...........................................................................................................ii

BAB.I PENDAHULUAN

A. Latar belakang..................................................................................................1

B. Rumusan masalah............................................................................................2

C. Tujuan...............................................................................................................3

BAB.II PEMBAHASAN

A. Pengertian Luka..............................................................................................4
B. Jenis – Jenis Luka...........................................................................................5
C. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka
D. Penyembuhan Luka.........................................................................................6

BAB.III PENUTUP
A. Kesimpulan .....................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................9
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pada saat ini, perawatan luka telah mengalami perkembangan yang
sangat pesat terutama dalam dua dekade terakhir ini. Teknologi dalam bidang
kesehatan juga memberikan kontribusi yang sangat untuk menunjang praktek
perawatan luka ini. Disamping itu pula, isu terkini yang berkait dengan
manajemen perawatan luka ini berkaitan dengan perubahan profil pasien,
dimana pasien dengan kondisi penyakit degeneratif dan kelainan metabolic
semakin banyak ditemukan. Kondisi tersebut biasanya sering menyertai
kekompleksan suatu luka dimana perawatan yang tepat diperlukan agar
proses penyembuhan bisa tercapai dengan optimal.
Dengan demikian, perawat dituntut untuk mempunyai pengetahuan
dan keterampilan yang adekuat terkait dengan proses perawatan luka yang
dimulai dari pengkajian yang komprehensif, perencanaan intervensi yang
tepat, implementasi tindakan, evaluasi hasil yang ditemukan selama
perawatan serta dokumentasi hasil yang sistematis. Isu yang lain yang harus
dipahami oleh perawat adalah berkaitan dengan cost effectiveness.
Manajemen perawatan luka modern sangat mengedepankan isu tersebut. Hal
ini ditunjang dengan semakin banyaknya inovasi terbaru dalam
perkembangan produk-produk yang bisa dipakai dalam merawat luka
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari luka?
2. Apa saja jenis – jenis luka?
3. Apa saja faktor – faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka?
4. Bagaimana penyembuhan luka?
C. Tujuan Pembahasan
1. Untuk mengetahui pengertian luka
2. Untuk mengetahui apa saja jenis – jenis luka
3. Untuk mengetahui apa saja faktor – faktor yang mempengaruhi
penyembuhan luka
4. Untuk mengetahui bagaimana penyembuhan luka
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Luka
Luka adalah rusaknya struktur dan fungsi anatomis normal akibat
proses patologis yang berasal dari internal maupun eksternal dan mengenai
organ tertentu (Perry, 2005). Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian
jaringan atau tubuh.Keadaan ini dapat disebabkan oleh trauma benda tajam
atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan listrik, gigitan
hewan dan lain – lain. (De Jong, 2004).
B. Jenis – Jenis Luka
1. Vulnus Laceratum (Laserasi)
Vulnus Laceratum atau di singkat “VL” adalah luka yang mengakibatkan
robek pada kulit dengan identifikasinya memiliki dimensi panjang, lebar
dan dalam. Biasanya Vulnus Laceratum diakibatkan karena terjatuh,
terkena ranting pohon, terkena batu sehingga menimbulkan robekan pada
kulit.
2. Vulnus Excoriasi (Luka Lecet)
Vulnus Excoriasi atau di singkat “VE” adalah luka yang di akibatkan terjadi
gesekan dengan benda keras. Cara mengidentifikasikan Vulnus Excoriasi
adalah luka yang memiliki Panjang dan Lebar, Berbeda dengan “VL” yang
memiliki kedalaman luka. Sebagai contoh luka lecet akibat terjatuh dari
motor sehingga terjadi gesekan antara anggota tubuh dengan aspal.
3. Vulnus Punctum (Luka Tusuk)
Vulnus Punctum atau di singkat “VP” adalah luka akibat tusukan benda
tajam, yang mengakibatkan luka sempit dan dalam.
4. Vulnus Contussum (Luka Kontusiopin)
Vulnus Contussum atau di singkat “VC” adalah luka akibat pecahnya
pembuluh darah di bawah kulit, tidak terjadi robekan dan pendarahan
keluar. Vulnus Contussum terjadi akibat benturan keras sehingga
menimbulkan warna merah kehitaman atau kebiruan pada kulit.
5. Vulnus Insivum (Luka Sayat)
Vulnus Insivum atau di singkat “VI” adalah jenis luka kecil dan tipis yang
di sengaja dalam proses pengobatan.
6. Vulnus Schlopetorum
Vulnus Schlupetorum atau di singkat “VS” adalah jenis luka yang dalam
akibat terkena peluru atau tembakan senjata.
7. Vulnus Morsum (Luka Gigitan)
Vulnus Morsum atau di singkat “VM” adalah jenis luka yang disebabkan
oleh gigitan gigi, baik itu oleh manusia ataupun hewan.
8. Vulnus Perforatum
Vulnus Perforatum adalah luka tembus yang merobek dua sisi tubuh yang
disebabkan oleh senjata tajam seperti panah, tombak atau pun proses
infeksi yang sudah meluas sehingga melewati selaput serosa/epithel
organ jaringan tubuh.
9. Vulnus Amputatum
Vulnus Amputatum adalah luka yang di akibatkan terputusnya salah satu
bagian tubuh, biasa di kenal dengan amputasi. Luka yang di sebabkan
oleh amputasi di sebut Vulnus Amputatum.
10. Vulnus Combustion (Luka Bakar)
Bulnus Combustion adalah jenis luka bakar yang di akibatkan rusaknya
jaringan kulit akibat thermis, radiasi, elektrik ataupun kimia.
C. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka
1. Usia
Anak dan dewasa penyembuhannya lebih cepat daripada orang tua.
Orang tua lebih sering terkena penyakit kronis, penurunan fungsi hati
dapat mengganggu sintesis dari faktor pembekuan darah.
2. Nutrisi
Penyembuhan menempatkan penambahan pemakaian pada tubuh. Klien
memerlukan diit kaya protein, karbohidrat, lemak, vitamin C dan A, dan
mineral seperti Fe, Zn. Klien kurang nutrisi memerlukan waktu untuk
memperbaiki status nutrisi mereka setelah pembedahan jika mungkin.
Klien yang gemuk meningkatkan resiko infeksi luka dan penyembuhan
lama karena suplai darah jaringan adipose tidak adekuat.
3. Infeksi
Bakteri sumber penyebab infeksi. Infeksi menyebabkan peningkatan
inflamasi dan nekrosis yang menghambat penyembuhan luka.
4. Sirkulasi (Hipovolemia) dan Oksigenasi
Sejumlah kondisi fisik dapat mempengaruhi penyembuhan luka. Adanya
sejumlah besar lemak subkutan dan jaringan lemak (yang memiliki sedikit
pembuluh darah). Pada orang-orang yang gemuk penyembuhan luka
lambat karena jaringan lemak lebih sulit menyatu, lebih mudah infeksi,
dan lama untuk sembuh. Aliran darah dapat terganggu pada orang
dewasa dan pada orang yang menderita gangguan pembuluh darah
perifer, hipertensi atau diabetes millitus. Oksigenasi jaringan menurun
pada orang yang menderita anemia atau gangguan pernapasan kronik
pada perokok. Kurangnya volume darah akan mengakibatkan
vasokonstriksi dan menurunnya ketersediaan oksigen dan nutrisi untuk
penyembuhan luka.
5. Hematoma
Hematoma merupakan bekuan darah. Seringkali darah pada luka secara
bertahap diabsorbsi oleh tubuh masuk kedalam sirkulasi. Tetapi jika
terdapat bekuan yang besar hal tersebut memerlukan waktu untuk dapat
diabsorbsi tubuh, sehingga menghambat proses penyembuhan luka.
6. Benda asing
Benda asing seperti pasir atau mikroorganisme akan menyebabkan
terbentuknya suatu abses sebelum benda tersebut diangkat. Abses ini
timbul dari serum, fibrin, jaringan sel mati dan lekosit (sel darah putih),
yang membentuk suatu cairan yang kental yang disebut dengan nanah
(“Pus”).
7. Iskemia
Iskemia merupakan suatu keadaan dimana terdapat penurunan suplai
darah pada bagian tubuh akibat dari obstruksi dari aliran darah. Hal ini
dapat terjadi akibat dari balutan pada luka terlalu ketat. Dapat juga terjadi
akibat faktor internal yaitu adanya obstruksi pada pembuluh darah itu
sendiri.
8. Diabetes Mellitus
Hambatan terhadap sekresi insulin akan mengakibatkan peningkatan gula
darah, nutrisi tidak dapat masuk ke dalam sel. Akibat hal tersebut juga
akan terjadi penurunan protein-kalori tubuh.
9. Keadaan Luka
Keadaan khusus dari luka mempengaruhi kecepatan dan efektifitas
penyembuhan luka. Beberapa luka dapat gagal untuk menyatu.
10. Obat
Obat anti inflamasi (seperti steroid dan aspirin), heparin dan anti
neoplasmik mempengaruhi penyembuhan luka. Penggunaan antibiotik
yang lama dapat membuat seseorang rentan terhadap infeksi luka.
a. Steroid
Akan menurunkan mekanisme peradangan normal tubuh terhadap
cedera
b. Antikoagulan
Mengakibatkan perdarahan
c. Antibiotik
Efektif diberikan segera sebelum pembedahan untuk bakteri penyebab
kontaminasi yang spesifik. Jika diberikan setelah luka pembedahan
tertutup, tidak akan efektif akibat koagulasi intravaskular.
D. Penyembuhan Luka
Penyembuhan luka yang lama pada ibu nifas dan terjadi infeksi pada
luka perineum, kondisi perineum yang terkena lochea menjadi lembab, hal itu
menunjang pengembangbiakkan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi
pada luka perineum dan hal itu tentu saja akan menghambat penyembuhan
luka perineum. Kebanyakan robekan pada perineum terjadi sewaktu
melahirkan dan penanganannya merupakan masalah kebidanan. Robekan
perineum dibagi atas empat tingkatan atau derajat. Robekan terjadi bisa
karena robekan spontan atau karena tindakan episiotomi. Beberapa cidera
jaringan penyokong, baik cidera akut maupun nonakut, baik yang telah
diperbaiki atau belum diperbaiki, dapat menjadi masalah ginekologis
dikemudian hari. Kerusakan pada jalan lahir dapat segera diperbaiki setelah
proses persalinan Faktorfaktor yang mengakibatkan luka perinium adalah
kesalahan mengejan,gawat janin,kelainan letak dan bayi besar. Dampak yang
ditimbulkan sangat besar jika perawatan yang kurang maksimal diantaranya
penyembuhan luka yang lama dan terjadi infeksi pada luka perinium, kondisi
perineum yang terkena lochea menjadi lembab,hal itu menunjang
pengembangbiakan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada perineum
dan hal itu tentu saja akan menghambat penyembuhan luka perineum
Adanya lochea atau darah dan kotoran pada masa nifas inilah yang
mengharuskan ibu memebersihkan daerah vaginanya dengan seksama
setelah BAK (buang air kecil) atau BAB (buang air besar). Bila tidak,
dikhawatirkan vagina akan mengalami infeksi. Bidan sebagai salah satu
tenaga kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat dan sebagai salah
satu pusat pelayanan ibu nifas bertanggung jawab untuk memberikan
pelayanan dan informasi yang tepat mengenai masalah- masalah dalam
masa nifas terutama dalam hal perawatan luka perineum guna penyembuhan
luka perineum. Dengan memberikan konseling masalah- masalah ibu nifas
terutama dalam hal perawatan luka perineum guna membantu penyembuhan
luka perineum. Agar tidak terjadi infeksi tersebut maka diperlukan perawatan
luka perinium yang bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi sehubungan
dengan penyembuhan luka jaringan atau luka dari episiotomy. Pada hari
pertama adalah pendekatan secara terapeutik, pemeriksaan umum dan fisik,
perawatan pada payudara, cara meneteki yang benar, cara cebok yang
benar, merawat luka perineum, KIE tentang nutrisi, dan kolaborasi dengan
dokter terapi pasien, Kemudian pada hari kedua mengajarkan perawatan
payudara, mengevaluasi luka perineum dan merawat luka perineum, Kie
tentang nutrisi. Dan pada hari ke tiga menganjurkan ibu untuk makan putih
telur sehari empat butir telur,melakukan perawatan luka perineum dan
menganjurkan ibu untuk minum obat secara rutin, Pada hari ke empat
melakukan perawatan luka perineum, mengajarkan ibu cara cebok yang
benar dengan menggunakan cairan antiseptik, menganjurkan pasien untuk
mengganti softek setiap habis BAK dan BAB. Hari kelima mendampingi ibu
untuk melakukan perawatan luka perineum secara mandiri dan memberikan
KIE pada ibu untuk makanmakanan sayur dan buah agar bisa BAB. Hari
keenam mengevaluasi keadaan luka dan luka sudah kering sebagian benang
sudah terlepas dan hari ketujuh mengevaluasi keadaan luka dan keadaan
luka sudah kering.[ CITATION Sup10 \l 1033 ]
E.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Luka adalah rusaknya struktur dan fungsi anatomis normal akibat proses
patologis yang berasal dari internal maupun eksternal dan mengenai organ
tertentu. Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan atau
tubuh.Keadaan ini dapat disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul,
perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan listrik, gigitan hewan dan lain –
lain. Ada faktor tertentu yang mempengaruhi proses penyembuhan luka. Dan
dibutuhkan keahlian khusus dalam melakukan perawatan luka, agar luka
dapat segera disembuhkan.
B. Saran
Sebaiknya dalam perawatan luka dilakukan dengan cara yang benar sesuai
dengan prosedur. Peralatan yang steril dan kemampuan yang bisa
dipertanggungjawabkan. Agar luka tidak bertambah parah dan cepat
disembuhkan. Untuk pemerintah daerah sebaiknya mengadakan sosialisasi
kepada masyarakat awam tentang pentingnya merawat luka agar
meminimalisasi terjadinya penularan penyakit yang disebabkan oleh luka
yang tidak dirawat dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA

Bobak, K. Jensen. 2005. Perawatan Maternitas. Jakarta, EGC.

Dudley HAF, Eckersley JRT, Paterson-Brown S. 2000. Pedoman Tindakan


Medik dan Bedah. Jakarta, EGC.

Johnson, Ruth, Taylor. 1997. Buku Ajar Praktek Kebidanan. Jakarta, EGC.

Kusmiyati yuni.2008.Keterampilan Dasar Praktik Klinik


Kebidanan.Yogyakarta:Fitramaya
Uliyah Musrifatul,dkk.2008.Praktikum Keterampilan Dasar Praktik
Klinik.Jakarta:Salemba  Medika