Anda di halaman 1dari 14

TUGAS TERSTRUKTUR

Mata Kuliah Promosi Kesehatan (Bd. 5.018)

Etik Dalam Promosi Kesehatan, Prinsip Perubahan Prilaku, Dan Perencanaan


Dalam Program Promosi Kesehatan

Dosen Pengajar : Rohuna,B.Sc, SKM, M.Pd

Disusun oleh : Amalia ( 191081004 )

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN PONTIANAK

JURUSAN KEBIDANAN

PRODI D-III

TAHUN AJARAN 2019/2020


Etik dalam Promosi Kesehatan

Etika dalam promosi kesehatan diperlukan sebagai dasar dalam menentukan


langkah mencapai, tujuan yang berorientasi pada masyarakat, mengetahui masing-
masing peran baik sebagai petugas kesehatan atau masyarakat agar program
promosi kesehatan yang akan dijalankan dapat terkoordinasi dengan baik dan
sinergis.

A. Cara Menganalisis Masalah Kesehatan dan Perilaku


1. Identifikasi masalah
Ada 4 hal dalam melakukan identifikasi masalah di masyarakat :
a. Latar belakang masyarakat
1) Letak geograf antara lain iklim, keadaan tanah, ( bukti, laut, gunung ), lokasi (
urban, ural).
2) Mata pencaharian (petani, nelayan, buruh, pekerja).
3) Karakteristik demografi antara lain pendidikan, sosial budaya, sosial
ekonomi, agama.
4) Perilaku kesehatan masyarakat (kebiasaan buang air besar, kebiasaan
merokok, dll). (Hikmawati, isna. 2011)
b. Status kesehatan masyarakat dapat dilihat dari vital statistic seperti angka
kematian, angka kelahiran, fertilitas dan angka kesakitan/morbidity baik
penyakit infeksi dan non infeksi. (Hikmawati, isna. 2011).
c. Sistem layanan kesehatan masyarakat, meliputi ketersediaan sumber daya
manusia kesehatan, dan sarana prasarana (rumah sakit, puskesmas, balai
pengobatan baik negeri maupun swasta), serta keterjangkauan dari segi jarak
tempuh. (Hikmawati, isna. 2011).
d. Sistem sosial masyarakat yang ada meliputi pola partisipasi masyarakat dan
organisasi sosial maupun keagamaan yang ada. (Hikmawati, isna. 2011)
2. Menetapkan masalah dan prioritas masyarakat
a. Langkah-langkah
1) Tentukan status kesehatan
2) Tentukan pola pelayanan kesehatan
3) Tentukan hubungan antar status dan pelayanan kesehatan
4) Tentukan determinan kesehatan
b. Hal yang perlu dipertimbangkan
1) Beratnya masalah
2) Akibat yang ditimbulkan
3) Besarnya masalah
4) Aspek politis
5) Sumber daya yang ada di masyarakat
c. Sumber data
1) Dokumen
2) Langsung dari masyarakat
3) Petugas lapangan
4) Tokoh masyarakat formal dan informal
d. Cara pengumpulan data
1) Key informant approach: FGD, indepth interview
2) Community form approach: forum diskusi
3) Sample survey approach: wawancara dan observasi. (Hikmawati, isna. 2011)
B. Cara Menetapkan Sasaran Promosi Kesehatan
Sasaran perlu ditetapkan agar promosi kesehatan dapat tercapai sesuai dengan
yang diinginkan. Missal sasaran pada ibu hamil, balita, lansia, penyakit khusus
dengan resiko tinggi. Juga menyangkut strategi individu, kelompok, dan masyarakat.
Kelompok sasaran: jelas,realistis,dan bisa diukur. Telah di sebutkan di atas bahwa
tujuan akhir atau visi promosi kesehatan adalah kemampuan masyarakat untuk
memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri. Dari visi ini jelas bahwa
yang menjadi sasaran utama promosi kesehatan adalah masyarakat, khususnya lagi
perilaku masyarakat. Namun demikian, karena terbatasnya sumber daya, akan tidak
efektif apabila upaya atau kegiatan promosi kesehatan, baik yang di selenggarakan
oleh pemerintah maupun swasta itu, langsung di alamatkan kepada masyarakat.
Oleh sebab itu perlu di lakukan pentahapan sasaran promosi kesehatan Berdasarkan
pentahapan upaya promosi kesehatan ini, maka sasaran di bagi dalam 3 kelompok
sasaran yaitu sasaran primer, sekunder dan tersier.
1. Sasaran primer
Masyarakat pada umumnya menjadi sasaran langsung segala upaya
pendidikan atau promosi kesehatan. Sesuai dengan permasalahan kesehatan,
maka sasaran ini dapat dikelompokkan menjadi kepala keluarga untuk masalah
kesehatan umum, ibu hamil dan menyusui untuk masalah KIA (kesehatan ibu dan
anak), anak sekolah untuk kesehatan remaja, dan sebagainya. Upaya promosi
yang dilakukan terhadap sasaran primer ini sejalan dengan strategi
pemberdayaan masyarakat (empow-erment).
2. Sasaran sekunder
Para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan sebagainya. Disebut
sasaran sekunder karena dengan memberikan pendidikan kesehatan pada
kelompok ini diharapkan untuk selanjutnya kelompok ini akan memberikan
pendidikan kesehatan pada masyarakat disekitarnya. Disamping itu dengan
perilaku sehat para tokoh masyarakat sebagai hasil pendidikan kesehatan yang
diterima, maka para tokoh masyarakat ini akan memberikan contoh atau acuan
perilaku sehat bagi masyarakat sekitarnya. Upaya promosi kesehatan yang
ditujukan kepada sasaran sekunder ini adalah sejalan dengan strategi dukungan
sosial (social support).
3. Sasaran tersier
Para pembuat keputusan atau penentuan kebijakan baik ditingkat pusat,
maupun daerah adalah sasaran tersier pendidikan kesehatan dengan kebijakan –
kebijakan atau keputusan yang dikeluarkan oleh kelompok ini akan mempunyai
dampak terhadap perilaku para tokoh masyarakat (sasaran sekunder), dan juga
kepada masyarakat umum (sasaran primer). Upaya promosi kesehatan yang
ditujukan kepada sasaran tersier ini sejalan dengan strategi advokasi.
C. Cara Menetapkan Tujuan
Begitu juga tujuan yang diharapkan harus dirumuskan pula secara jelas. Apa
akan dicapai dalam jangka pendek,menengah atau jangka panjang. Tujuan utama
promosi kesehatan adalah menetapkan masalah dan kebutuhan mereka
sendiri,memahami apa yang dapat mereka lakukan terhadap masalahnya dengan
sumber daya yang ada pada mereka ditambah dengan dukungan dari luar, serta
memutuskan kegiatan yang paling tepat guna meningkatkan taraf hidup sehat dan
kesejahtaraan masyarakat. Sedangkan tujuan pembangunan kesehatan adalah
meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang
agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya
masyarakat ,bangsa,dan Negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya yang
hidup dengan perilaku dan dalam lingkungan sehat memiliki kemampuan untuk
menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu,adil,dan merata serta memiliki
derajat kesehatan yang optimal di seluruh wilayah Indonesia. Tujuan biasanya
merupakan hal yang paling penting dalam proses dan produk. “Proses” promosi
kesehatan mencakup cara individu mendapatkan informasi dan wawasannya, serta
bagaimana kemampuan pengambilan keputusan mengalami kemajuan sejak
menggunakan atau membuang informasi yang ia anggap tepat. “Produk” promosi
kesehatan atau hasil akhir, seringkali tidak dapat dihitung sehingga sulit untuk di
ukur, tanpa memerhatikan secara signifikan jumlah sampel, dan jutaan faktor lain
yang dapat menyebabkan efek yang tidak diperhitungkan (Crafter, 1997).
D. Cara Menetapkan Pesan Pokok
1. Pesan dibuat sederhana mungkin sehingga mudah dipahami oleh sasaran
2. Pesan sebaiknya dibuat menggunakan gambar dan bahasa setempat, sehingga
sasaran mudah memahaminya. (Hikmawati, isna. 2011)
E. Cara Menetapkan Metode dan Saluran Komunikasi
Metode dan teknik promosi kesehatan adalah suatu kombinasi antara cara –
cara atai metode alat – alat bantu atau media yang di gunakan dalam setiap
pelaksanaan promosi kesehatan. Dengan perkataan lain, metode dan teknik promosi
kesehatan, adalah dengan cara dan alat apa yang di gunakan oleh pelaku promosi
kesehatan untuk menyampaikan pesan – pesan kesehatan atau mentransformasikan
perilaku kesehatan kepada sasaran atau masyarakat. Berdasarkan sasarannya,
metode dan teknik promosi kesehatan di bagi menjadi 3 yaitu :
1. Metode promosi kesehatan individual
Metode ini di gunakan apabila promoter kesehatan dan sasaran atau kliennya
dapat berkomunikasi langsung, baik bertatap muka (face to face) maupun melalui
sasaran komunikasi lainnya, misalnya telepon. Cara ini paling efektif, karena
antara petugas kesehatan dengan klien dapat saling dialog, saling merespons
dalam waktu yang bersamaan. Dalam menjelaskan masalah kesehatan bagi
kliennya petugas kesehatan dapat menggunakan alat bantu peraga yang relevan
dengan masalahnya. Metode dan teknik promosi kesehatan, antara lain:
a. Bimbingan dan penyuluhan (Guidance and Councelling)
Dengan cara ini kontak antara klien dan petugas lebih intensif. Setiap masalah
yang dihadapi oleh klien dapat diteliti dan dibantu penyelesaiannya. Akhirnya
klien tersebut dengan sukarela, berdasarkan kesadaran, dan penuh pengertian
akan menerima perilaku tersebut (mengubah perilaku).
b. Wawancara (interview)
Wawancara antara petugas kesehatan dengan klien untuk menggali informasi
mengapa ia tidak atau belum menerima perubahan, apakah ia tertarik atau
tidak terhadap perubahan, untuk mengetahui apakah perilaku yang sudah atau
yang akan diadopsi itu mempunyai dasar pengertian dan kesadaran yang kuat.
Apabila belum maka perlu penyuluhan yang lebih mendalam lagi.
2. Metode promosi kesehatan kelompok
Teknik dan metode promosi kesehatan kelompok ini di gunakan untuk sasara
kelompok. Sasaran kelompok di bedakan menjadi dua, yakni kelompok kecil dan
kelompok besar. Disebut kelompok kecil kalau kelompok sasaram terdiri antara 6
– 15 orang, sedang kelompok besar bila sasaran di atas 15 sampai dengan 50
orang. Oleh sebab itu, metode promosi kesehatan kelompok juga di bedakan
menjadi 2 yaitu :
a. Metode dan teknik promosi kesehatan untuk kelompok kecil, misalnya : diskusi
kelompok, metode curah pendapat (brain storming), bola salju (snow ball),
bermain peran (role play), kelompok kecil (buzz group) metode permainan
simulasi (simulation game), dan sebagainya. Untuk mengefektifkan metode ini
perlu di bantu dengan alat bantu atau media, misalnya : lembar balik (flip chart),
alat peraga, slide, dan sebagainya.
b. Metode dan teknik promosi kesehatan untuk kelompok besar, misalnya :
metode ceramah yang di ikuti atau tanpa di ikuti dengan Tanya jawab, seminar,
loka karya, dan sebagainya. Untuk memperkuat metode ini perlu di bantu pula
dengan alat bantu misalnya, overhead projector, slide projector, film, sound
system, dan sebagainya.
3. Metode promosi kesehatan massa
Apabila sasaran promosi kesehatan adalah massal atau publik, maka metode –
metode dan teknik promosi kesehatan tersebut tidak akan efektif, karena itu harus
di gunakan metode promosi kesehatan massa. Merancang metode promosi
kesehatan massal memang paling sulit, sebab sasaran publik sangat hiterogen,
baik di lihat dari kelompok umur, tingkat pendidikan, tingkat sosial ekonomi, sosio
– budaya dan sebagainya. Kita memahami masing – masing kelompok sasaran
sangat variatif tersebut berpengaruh terhadap cara merespons, cara
mempersepsikan dan pemahaman terhadap pesan – pesan kesehatan. Padahal
kita harus merancang dan meluncurkan pesan – pesan kesehatan tersebut
kepada massa tersebut dengan metode, teknik, dan isi yang sama. Metode dan
teknik promosi kesehatan untuk massa yang sering di gunakan adalah :
a. Ceramah umum (public speaking), misalnya di lapangan terbuka dan tempat –
tempat umum (public place).
b. Penggunaan media massa elektronik, seperti radio dan televise. Penyampaian
pesan melalui radio dan TV ini dapat di rancang dengan berbagai bentuk,
misalnya : sandiwara (drama), talk show, dialog interaktif, simulasi, spot dan
sebagainya.
c. Penggunaan media cetak, seperti Koran, majalah, buku, leaflet, selebaran,
poster, dan sebagainya. Bentuk sajian dalam media cetak ini juga bermacam –
macam, antara lain : artikel, Tanya jawab, komik, dan sebagainya.
d. Penggunaan media di luar ruangan, misalnya : billboard, spanduk, umbul –
umbul dan sebagainya.
Selanjutnya Saluran Komunikasi atau Media promosi kesehatan adalah semua sarana
atau upaya untuk menampilkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh
komunikator, baik itu melalui media cetak, elektronik, dan media luar ruang sehingga
sasaran dapat meningkat pengetahuannya yang akhirnya diharapkan dapat berubah
perilakunya kearah positif terhadap kesehatan.
1. Tujuan media promosi kesehatan
Adapun beberapa tujuan atau alasan mengapa media sangat diperlukan di dalam
pelaksanaan Promosi Kesehatan antara lain:
a. Media dapat mempermudah penyampaian informasi
b. Dia dapat menghindari kesalahan persepsi
c. Dapat memperjelas informasi
d. Media dapat mempermudah pengertian
e. Mengurangi komunikasi yang verbalistik
f. Dapat menampilkan objek yang tidak bisa ditangkap dengan mata
g. Memperlancar komunikasi
2. Penggolongan media promosi kesehatan berdasarkan cara produksinya, yaitu:
a. Media cetak, yaitu media yang mengutamakan pesan-pesan visual umumnya
terdiri dari gambaran sejumlah kata, gambar atau foto dalam tata warna. Macam-
macam dari media cetak antara lain: poster, leaflet, brosur, majalah, surat kabar,
lembar balik, sticker, dan pamflet.
b. Media elektronika, yaitu suatu media bergerak dan dinamis, dapat dilihat dan
didengar dalam menyampaikan pesannya melalui alat bantu elektonika. Adapun
macamnya antara lain televise, radio, video, slide, flim, cassette, CD dan VCD.
c. Media luar ruang yaitu media yang menyampaikan pesannya diluar ruang secara
umum, misalnya papan reklame, spanduk, banner dan TV layar lebar.

F. Cara Menetapkan Kegiatan Operasional


Dalam menentukan kegiatan operasional,pertanyaan di bawah ini harus dapat
dijawab:
1. Apa yg akan dikerjakan
2. Siapa penanggung jawab kegiatan
3. Siapa yg terlibat
4. Dimana kegiatan akan dilakukan
5. Kapan kegiatan akan dilaksanakan
6. Siapa sasarannya (primer,sekunder,tersier)
7. Bagaimana cara pelaksanaannya
8. Bagaimana pemantauannya/monitoring dan evaluasinya

Daftar Pustaka

Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasinya.Jakarta :


Rineka Cipta
Hikmawati, Isna. 2011. Promosi Kesehatan untuk Kebidanan.Bantul : Nuha Medika
Prinsip Perubahan Perilaku

Perubahan perilaku adalah merupakan suatu paradigm bahwa manusia akan


berubah sesuai dengan apa yangmereka pelajari baik dari keluarga, teman, sahabat
ataupun ataupun belajar dari diri mereka sendiri, prosespembelajaran diri inilah yang
nantinya akan membentuk seseorang tersebut.

A. Perubahan Perilaku Karena Terpaksa (compliance)


Perubahan perilaku dengan cara perilaku cenderung tidak baik dan perubahan
perilaku cenderung bersifat tidak tahan lama. Pemberontakan pikiran bahkan sering
terjadi pada individu tersebut. Hal yang perlu diketahui, tidak semua individu bisa
menerima informasi-informasi yang mereka butuhkan, apalagi suatu pemaksaan
dalam perubahan perilaku. Individu yang demikian cenderung memberontak dan
bahkan mungkin cenderung berfikir negatif terhadap pemaksaan perubahan perilaku
yang diharapkan, meskipun perubahan perilaku yang diharapkan adalah positif. Oleh
karena itu cara perubahan perilaku ini cenderung tidak efektif.
Contoh : Orang tua yang menyuruh anaknya melakukan aborsi,dan meminta bantuan
kepada bidan. awalnya si bidan tidak mau melakukan aborsi, tapi karena diberi
imbalan yang begitu besar dan si bidan dipaksa untuk mau melakukannya dan
akhirnya ia mau melakukan aborsi.
B. Perubahan Perilaku Karena Ingin Meniru (identification)
Perubahan perilaku dengan cara meniru merupakan suatu cara perubahan
perilaku yang paling banyak terjadi. Seseorang cenderung meniru tindakan orang
lain atau bahkan meniru apa yang dia lihat tanpa mencerna apa yang dia lihat.
Contoh : Seorang remaja yang awalnya tidak memperhatikan kebersihan pada
dirinya/personal hyginenya,tapi setelah dberikan penyuluhan dan apa manfaat dari
menjaga kebersihan diri.dan akhirnya remaja tersebut meniru bagaimana cara
menjaga kebersihan.
C. Perubahan Perilaku Karena Menghayati Manfaatnya (internalization)
Manusia adalah makhluk yang sempurna di antara makhluk ciptaan Tuhan yang
lain, karena hanya manusia yang mampu berpikir tentang hidup, pandai memahami
rahasia hidup, menghayati kehidupan dengan arif, dan mempertajam pengalaman-
pengalaman baru. Biasanya perubahan perilaku karena penghayatan ini cenderung
dari pengalaman pribadi individu tersebut atau bahkan mengadopsi dari pengalaman
orang lain. Seseorang yang merasa perilaku tersebut pantas dan harus ada pada
dirinya, maka dengan terbuka dia akan melakukan perubahan perilaku dalam dirinya.
Contoh : Seorang ibu rumah tangga yang kurang peduli akan kebersihan rumahnya.
Suatu ketika anaknya menderita demam berdarah dan ini memmbuat ibu tersebut
menyadari bahwa perilakunya yang tidak mau peduli dengan kebersihan
rumahnyalah yang membuat anaknya menderita demam berdarah. Dan inilah yang
membuat ibu tersebut sadar betapa pentingnya menjaga kebersihan rumahnya agar
kesehatan keluarga tetap terjaga.

Daftar Pustaka

https://www.slideshare.net/liendhutoutstanding/promkes-midwifery-prinsip-perubahan-
perilaku
Perencanaan dalam Program Promosi Kesehatan
A. Pengertian Perencanaan dalam Program Pendidikan Kesehatan
Perencanaan adalah adalah salah satu unsur atau kegiatan tidak terpisahkan dari
siklus (daur) manajemen, disamping implementasi dan evaluasi. Perencanan dalam
Program Pendidikan Kesehatan merupakan pedoman yang dipakai sebagi petunjuk
pada waktu pelaksanaan prose belajar mengajar.
B. Tahapan Membuat Perencanaan/Merancang Satuan Acara Penyuluhan (SAP)
SAP adalah program belajar mengajar dalam satuan kecil. Tahapannya yaitu:
1. Identifikasi Sasaran
Di dalam promosi kesehatan yang dimaksud dengan sasaran adalah kelompok
sasaran, yaitu individu, kelompok maupun keduanya
2. Menyusun Jadwal Rencana Pelaksanaan
Merupakan penjabaran dari waktu,tempat & pelaksanaan yang biasanya disajikan
dalam bentuk gan chart
3. Menentukan Topik Bahasan/Isi
Isi promosi kesehatan harus dibuat sesederhana mungkin sehingga mudah
dipahami oleh sasaran. Bila perlu buat menggunakan gambar dan bahasa
setempat sehingga sasaran mau melaksanakan isi pesan tersebut.
4. Menetapkan Tujuan Pembelajaran
Pada dasarnya tujuan utama promosi kesehatan adalah untuk mencapai 3 hal,
yaitu :
a. Peningkatan pengetahuan atau sikap masyarakat
b. Peningkatan perilaku masyarakat.
c. Peningkatan status kesehatan masyarakat.

Menurut Green (1990) tujuan promosi kesehatan terdiri dari 3 tingkatan, yaitu :

a. Tujuan Program Merupakan pernyataan tentang apa yang akan dicapai dalam
periode waktu tertentu yang berhubungan dengan status kesehatan
b. Tujuan Pendidikan Merupakan deskripsi perilaku yang akan dicapai dapat
mengatasi masalah kesehatan yang ada.
c. Tujuan Perilaku Merupakan pendidikan atau pembelajaran yang harus tercapai
(perilaku yang diinginkan). Oleh sebab itu, tujuan perilaku berhubungan dengan
pengetahuan dan sikap.

5. Memilih Alat Bantu Mengajar/ Media Promosi Kesehatan


a. Pengetahuan : penyuluhan langsung, pemasangan poster, spanduk,
penyebaran leaflet, dll.
b. Sikap : memberikan contoh konkrit yang dapat menggugah emosi, perasaan
dan sikap sasaran, misalnya dengan memperlihatkan foto, slide atau melalui
pemutaran film/video.
c. Keterampilan : sasaran harus diberi kesempatan untuk mencoba keterampilan
tersebut.
d. Pertimbangkan sumber dana & sumber daya.

Media Promosi Kesehatan

a. Teori pendidikan : belajar yang paling mudah adalah dengan menggunakan


media.
b. Media yang dipilih harus bergantung pada jenis sasaran, tk pendidikan, aspek
yang ingin dicapai, metode yang digunakan dan sumber daya yang ada.
6. Merancang Rencana Kegitan Pelaksanaan
Buatlah uraian rencana yang menggambarkan aktivitas ana dan sasaran saat
akan program pendidikan kesehatan.
7. Menusun Rencana Evaluasi
Harus dijabarkan tentang kapan evaluasi akan dilaksanakan, dimana akan
dilaksanakan, kelompok sasaran yang mana akan dievaluasi dan siapa yang akan
melaksanakan evaluasi tersebut

Daftar Pustaka

https://www.slideshare.net/pjj_kemenkes/perencanaan-program-promosi-kesehatan
http://staffnew.uny.ac.id/upload/198303132010121005/pendidikan/
(4)+PERENCANAAN+PROMKES.pdf