Anda di halaman 1dari 6

UJIAN TENGAH SEMESTER

PROMOSI KESEHATAN

DOSEN PENGAMPU : AFFI ZAKIYYA, S.ST., M.PH

NAMA MAHASISWA : AMALIA

NIM : 191081004

PRODI/TINGKAT : D3 KEBIDANAN/1

JAWABAN :

1. Menurut anda upaya tersebut apakah sudah mengikuti definisi promosi kesehatan menurut
Keputusan Menteri Kesehatan No 1114/Menkes/SK VIII/2005? Jelaskan pendapat anda!
Jawaban :
Iya sudah, karena definisi dari promosi kesehatan sendiri menurut Menteri
Kesehatan No 1114/Menkes/SK VIII/2005
“Upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengendalikan faktor-faktor
kesehatan melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat
menolong dirinya sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumberdaya masyarakat,
sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan
kesehatan.”
Sedangkan dari kasus tersebut pemerintah kuburaya Muda Mahendrawan sudah
memberitahukan kepada masyarakat untuk mengajak masyarakat makan ikan
agar dapat mencegah terjadinya stunting pada usia dini. Yang mana pemerintah
Muda Mahendrawan menolong masyarakat untuk meningkatkan kemampuan
masyarakat.

2. Menurut anda apa saja tujuan operasional promosi kesehatan pada kasus tersebut?
Deskripsikan pendapat anda!
Jawaban :
- Agar masyarakat dapat mengetahui tentang pencegegahan stunting pada usia dini
- Agar orang tua dapat memberikan makanan kepada anak-anaknya yang sehat, dan bergizi
seimbang untuk terjadinya stunting pada usia dini
- Agar masyarakat mempunyai rasa tanggung jawab terhadap kesehatan dirinya, lingkungan
dan masyarakat yang ada.

3. Menurut anda, upaya Muda (selaku bupati Kubu Raya) sudah memenuhi 7 prinsip strategi global
promosi kesehatan? Jelaskan!
Jawaban :
Seperti yang kita ketahui 7 prinsip strategi global promosi kesehatan adalah :
1. Perubahan perilaku (behavior change)
2. Perubahan sosial (social change)
3. Perubahan lingkungan fisik (environment change)
4. Pengembangan kebijakan (policy development)
5. Pemberdayaan (empowerment)
6. Partisipasi masyarakat (community participation)
7. Membangun kemitraan (building partnership)
Dari kasus pemerintah Muda sudah memenuhi kriteria 7 prinsip tersebut salahsatunya seperti
partisipasi masyarakat yang ikut serta hadir dalam pelaksanaan Kampanye Gemarikan. Dan
adanya perubahan perilaku masyarakat yang dapat mengetahui tentang pencegahan stunting
pada usia dini.

4. Menurut Level dan Clark, upaya pada kasus tersebut masuk dalam pencegahan apa?
Pencegahan primer, pencegahan sekunder atau tersier? Jelaskan pendapat anda.
Jawaban :
Pencegahan primer karena pencegahan primer dapat digunakan pada tahap sebelum terjadinya
suatu masyarakat. Pencegahan primer dapat dilakukan selama fase pre pathogenesis terjadinya
penyakit atau masalah kesehatan. pencegahan dalam arti sebenarnya yaitu, terjadinya sebelum
sakit atau ketidak fungsian dan di aplikasikan ke dalam populasi sehat pada umumnya.
Masyarakat pada umumnya menjadi sasaran langsung segala upaya pendidikan atau promosi
kesehatan dalam masalah gizi atau pencegahan stunting Sesuai dengan permasalahan
kesehatan, maka sasaran ini dapat dikelompokkan menjadi, kepala keluarga untuk masalah
kesehatan umum, ibu hamil dan menyusui untuk masalah KIA (kesehatan ibu dan anak), anak
sekolah untuk kesehatan remaja, dan sebagainya.

5. Menurut anda media apa yang bisa anda gunakan selaku bidan untuk turut serta
mengkampanyekan kegiatan tersebut? Dan siapakah sasarannya? Jelaskan alasannya!
Jawaban :
- Media yang dapat dilakukan bisa melalui sosial media seperti poster lalu di share ke public
karena dengan berkembangnya jaman sosial media orang lebih banyak tertarik untuk
membaca melalui sosial media, bisa juga melalui stiker, poster dan semacamnya.
- Sasarannya ditujukan kepada masyarakat luas, seperti ibu”, kakak, bapak dan adik-adik.

6. Banyaknya ODP di Kalimantan Barat, apa saja yang bisa dilakukan sebagai bentuk upaya promosi
kesehatan berdasarkan ruang lingkup pelayanan dasarnya? (Upaya promotif, upaya prevntif,
kuratif dan rehabilitative)
Jawaban :
Promosi Kesehatan juga berarti upaya yang bersifat promotif (peningkatan) sebagai perpaduan
dari upaya preventif (pencegahan), kuratif (pengobatan) dan rehabilitatif (pemulihan) dalam
rangkaian upaya kesehatan yang komprehensif
a.upaya promotif

Adalah upaya promosi kesehatan yang ditujukan untuk meningkatkan status/ derajad kesehatan
yang optimal. Sasarannya adalah kelompok orang sehat. Tujuan upaya promotif adalah agar
masyarakat mampu meningkatkan kesehatannya, kelompok orang sehat meningkat dan
kelompok orang sakit menurun. Bentuk kegiatannya adalah pendidikan kesehatan tentang cara
memelihara kesehatan.

Agar tidak terjangkit terhadap virus dan berupaya dalam hidup bersih dan cuci tangan.

b. Upaya preventif

upaya promosi kesehatan untuk mencegah terjadinya penyakit. Sasarannya adalah kelompok
orang resiko tinggi. Tujuannya untuk mencegah kelompok resiko tinggi agar tidak jatuh/ menjadi
sakit (primary prevention). Bentuk kegiatannya adalah imunisasi, pemeriksaan antenatal care,
postnatal care, perinatal dan neonatal.

c. Upaya kuratif

mencegah penyakit menjadi lebih parah melalui pengobatan. Sasarannya adalah kelompok
orang sakit (pasien) terutama penyakit kronis. Tujuannya kelompok ini mampu mencegah
penyakit tersebut tidak lebih parah (secondary prevention). Bentuk kegiatannya adalah
pengobatan.

d. Rehabilitatif

memelihara dan memulihkan kondisi/ mencegah kecacatan. Sasarannya adalah kelompok orang
yang baru sembuh dari penyakit. Tujuannya adalah pemulihan dan pencegahan kecacatan
(tertiary prevention).

Bentuk upaya karena maraknya odp di Kalimantan barat adalah: Sering-seringlah membersihkan
tangan dengan menggunakan gosok atau sabun dan air berbasis alkohol.

Ketika batuk dan bersin, tutup mulut dan hidung dengan siku tertekuk atau tisu - segera buang
tisu dan cuci tangan.

Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menderita demam dan batuk.

7. Berdasarkan upaya pendekatan dalam promosi kesehatan, berikan contoh bentuk upaya
pendekatan medis dan pendekatan edukasi pada kasus tersebut.
Jawaban :

a.upaya pendekatan medis pada kasus odp di Kalbar .Pendekatan medis dan pendekatan
kesehatan masyarakat harus berjalan bersama-sama, pendekatan yang satu tidak merasa lebih
dari pendekatan yang lainnya. Tidak bisa juga dikatakan pendekatan kuratif dan rehabilitaif
tampa mengabaikan pendekatan preventif dan promotif .Melebihkan pendekatan kuratif-
rehabilitatf dalam prakteknya dimasyarakat dapat ditunjukkan dari peran petugas medis
(dokter, perawat dan apoteker) dalam menangani penyakit masyarakat apalagi berstatus odp
dalam penyebaran virus covid-19 terlihat lebih menonjol bila dibandingkan dengan peran
petugas kesehatan masyarakat, bahkan peran-peran dari petugas kesehatan masyarakat diambil
alih oleh petugas medis, sehingga sangat menyedihkan peran petugas kesehatan masyarakat
hanya sebagai pelengkap untuk menolong pasien yang sakit.

b. Pendekatan edukatif/edukasi

digunakan karena penedkatan ini akan dapat memacu perkembangan potensi masyarakat yang
ada. Potensi masyarakat yang paling baik bertitik tolak dari masalah-masalah yang benar-benar
dirasakan oleh masyarakat sebagai suatu kebutuhan mereka melalui proses belajar.

8. Menurut anda media apa saja yang bisa anda gunakan selaku bidan dalam mengkampanyekan
kegiatan tersebut? Dan siapakah sasarannya? Jelaskan alasannya.
Jawaban :
Menggunakan media poster yang dikirim melalui media sosial, poster tersebut bisa dibuat
dengan tema tentang pencegahan covid-19, atau bisa cara mencuci tangan dengan baik dan
benar menggunakan 6 langkah .

9. Apa peran bidan yang dilakukan sebagai advocator,educator, fasilitator dan motivator dalam
kasus tersebut?
Jawaban :
Advokasi merupakan proses menciptakan dukungan, membangun konsensus, membantu
perkembangan suatu iklim yang menyenangkan dan suatu lingkungan yang suportif terhadap
suatu sebab atau issu tertentu melalui serangkaian tindakan yang direncanakan dengan baik
Bidan dapat melakukan advokasi untuk meningkatkan strategi dalam KIA / KB.

Target Advokasi :

Pembuat keputusan, pembuat kebijakanv Pemuka pendapat, pimpinan agamav LSM , Media
dan lain

- peran bidan sebagai edukator

Bidan memberi pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada klien (individu, keluarga,
kelompok, serta maryarakat) tentang penanggulangan masalah kesehatan, khususnya yang
berhubungan dengan kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana.

-peran bidan sebagai fasilitator

a. Melakukan penggalangan solidaritas masyarakat untuk berperan dalam pelaksanaan Dusun


Siap Antar Jaga.
b. Mendorong anggota masyarakat untuk mampu mengungkapkan pendapatnya dan berdialog
dengan sesama anggota masyarakat, tokoh/ pemuka masyarakat, petugas kesehatan, serta
unsur masyarakat lain yang terlibat dalam pelaksanaan Dusun Siap Antar Jaga.

c. Melakukan koordinasi pelaksanaan Dusun Siap Antar Jaga.

Upaya pemberdayaan masyarakat atau penggerakan peran aktif masyarakat melalui proses
pembelajaran yang terorganisasi dengan baik melalui proses fasilitasi dan pendampingan.

-peran bidan sebagai motivator

Memberikan semangat dan memberikan pelayanan kepada masyarakat luas dan memberikan
pendidikan tentang pentingnya hidup bersih dalam penanganan kasus virus covid-19.

10. Siapa saja sasaran lingkup promosi kesehatan dalam kegiatan posyandu? Sebutkan dan jelaskan.
Jawaban :

LINGKUP PROMOSI KESEHATAN TERHADAP ANAK BALITA

Lingkup promosi kesehatan terhadap anak balita meliputi ASI, gizi /nutrisi, pertumbuhan,
perkembangan, interaksi, imunisasi, sosialisasi dan keamanan. Anak balita (umur 0-5 tahun)
adalah salah satu sasaran pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh bidan dalam promosi
kesehatannya.

LINGKUP PROMOSI KESEHATAN TERHADAP IBU HAMIL

Lingkup promosi kesehatan terhadap ibu hamil meliputi lingkup fisik dan psikologis. Lingkup fisik
meliputi gizi, oksigen, personal hygiene, pakaian, eliminasi, sexual, mobilisasi, body mekanik,
exercise/senam hamil, istirahat, imunisasi, traveling, persiapan laktasi, ersiapan persalinan dan
kelahiran, kesejahteraan janin, ketidaknyamanan, pendidikan kesehatan dan pekerjaan.

LINGKUP PROMOSI KESEHATAN TERHADAP REMAJA

Lingkup promosi kesehatan terhadap remaja meliputi gizi/nutrisi, sosialisasi, pendidikan kesehatan,
pergaulan, sexualitas dan kemandirian.

Pembinaan remaja terutama wanitanya, tidak hanya ditujukan semata kepada masalah gangguan
kesehatan (penyakit sistem reproduksi). Faktor perkembangan psikologis dan sosial perlu diperhatikan
dalam membina kesehatan remaja.

LINGKUP PROMOSI KESEHATAN TERHADAP BAYI

Lingkup promosi kesehatan terhadap bayi meliputi Air Susu ibu (ASI), Gizi/Nutrisi, Pertumbuhan,
Perkembangan, Bounding, Imunisasi, Keamanan, Kebersihan

Memberikan promosi kesehatan mengenai tindakan-tindakan atau keadaan yang terkait dengan
kesehatan yang ditujukan kepada bayi bukan berarti bidan harus memberikan penyuluhan langsung
terhadap bayi. Tetapi bidan harus memberikan promosi kesehatan bayi kepada ibu, ayah atau keluarga
bayi. Banyak sekali lingkup promosi kebidanan terhadap bayi, salah satunya adalah pentingnya ASI.