Anda di halaman 1dari 3

Pengetahuan (Knowledge) adalah merupakan hasil “tahu”, dan ini terjadi

setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan

terjadi melalui pancaindera manusia, yakni: indera penglihatan, pendengaran,

penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui

mata dan telinga (Notoatmodjo, S, 2007).

Dalam Kamus Bahasa Indonesia dijelaskan pengetahuan atau tahu adalah

mengerti sesudah melihat atau menyaksikan mengalami atau diajar (Departemen

Pendidikan Nasional, 2011).

Menurut cara terjadinya maka pengetahuan dibagi menjadi dua bagian

(Notoatmodjo 2007) yaitu:

1. Pengetahuan a proiri adalah pengetahuan yang terjadi tanpa melalui pengalaman,

akan tetapi pengetahuan ini diperoleh melalui cara berfikir analitik yaitu dengan

jalan pikiran pengetahuan yang berlaku umum ke khusus.

2. Pengetahuan a postriori adalah pengetahuan yang terjadi karena adanya

pengalaman. Pengetahuan ini diperoleh melalui cara berpikir yang berlandaskan

pada pengetahuan yang khusus ke umum.

Ada beberapa syarat yang harus dimiliki oleh sebuah pengetahuan sehingga

sesuatu tersebut disebut pengetahuan yaitu : (Ngatimin, R. 2007)

a) Objektif, artinya pengetahuan itu sesuai dengan objeknya. Objek ilmu

pengetahuan terdiri dari dua yaitu objek material dan objek formal atau sudut

penyelidikan. Objek material adalah manusia dan alam, sementara objek

formalnya adalah objek material yang disoroti suatu ilmu tertentu yaitu masalah

khusus yang timbul dari objek material tadi.

b) Metodik, artinya pengetahuan ilmiah diperoleh dengan menggunakan cara-cara

tertentu. Cara-cara atau metode ilmu pengetahuan antara lain: metode observasi,

metode induksi, metode deduksi, metode perkembangan, metode studi kasus,

metode instropeksi, metode kuesioner, metode biografi, metode klinis, metode

testing dan metode statistik.


c) Sistematik, artinya pengetahuan ilmiah tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri

sendiri, saling berkaitan satu dengan yang lainnya, saling menjelaskan sehingga

merupakan satu kesatuan yang utuh.

d) Universal, artinya pengetahuan yang harus diterima secara umum.

a. Tingkatan pengetahuan

Untuk mengetahui tingkatan pengetahuan dalam (Notoatmodjo, S. 2007)

menyatakan pengetahuan yang dicakup didalam domain kognitif mempunyai 6 tingkat

yakni:

1. Tahu (Know)

Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari

sebelumnya. Termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat

kembali (recall) terhadap, suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari

atau rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab itu, "tahu" ini adalah merupakan

tingkat pengetahuan yang paling rendah. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang

tabu tentang apa yang dipelajari antara lain: menyebutkan, menguraikan,

mendefinisikan, menyatakan dan sebagainya.

2. Memahami (Comprehension)

Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar

tentang obyek yang diketahui, dan dapat menginterprestasikan materi tersebut

secara benar. Orang yang telah paham terhadap obyek atau materi harus dapat

menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan dan sebagainya

terhadap obyek yang dipelajari.

3. Aplikasi (Application)

Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang

telah dipelajari pada situasi atau kondisi sebenarnya. Aplikasi disini dapat

diartikan penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip dan sebagainya

dalam konteks atau situasi lain.

4. Analisis (Analysis)
Analisis adalah sebagai kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu

obyek kedalam komponen-komponen, tetapi masih didalam suatu struktur

organisasi. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata-kata kaidah

seperti menggambarkan, membedakan, memisahkan, mengelompokkan dan

sebagainya.

5. Sintesis (Synthesis)

Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau

menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.

Sintesis yaitu suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi

yang ada.

6. Evaluasi (Evaluation)

Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi

atau penilaian terhadap suatu materi atau obyek. Penilaian berdasarkan kriteria

yang ditentukan sendiri, atau menggunakan kriteria yang ada (Notoatmodjo, S.

2007).