Anda di halaman 1dari 2

Fauzia Annisa Dwinanda/10

X MIPA 2

PENYAJIAN KRITIK SENI RUPA (ANALISIS FORMAL & INTERPRETASI)

“Kebun Cengkeh”
Oleh Affandi

Keberadaan garis dalam lukisan ini, pada dasarnya berfungsi sebagai


identitas bentuk, sehingga bentuknya dapat dikenali. Sebagian terdapat garis yang
bebas atau garis saling tumpang tindih. Bentuk (shape) pada lukisan ini terjadi
karena dibatasi oleh sebuah garis, juga dibatasi oleh warna yang berbeda atau oleh
gelap terang. Warna hijau menjadi warna yang mendominasi pada lukisan ini, warna
ini terdapat pada gunung dan dataran dengan sedikit sentuhan kuning. Kuning juga
terdapat pada matahari yang juga diisi oleh warna merah. Warna coklat dan hitam
ada pada tanah dan pohon, serta sebagai warna bayangan.

Melukiskan sebuah pemandangan alam perkebunan cengkeh, area


perkebunan berbukit yang masih alami nampak terlukis apa adanya dari alam. Untuk
menghidupkan suasana pada lukisan, dihadirkan figur manusia sebagai obyek
pendukung namun figur manusia ini adalah inti dari lukisan, yang menunjukan
adanya aktifitas kehidupan yang menyatu dengan alam.

Dalam lukisan, matahari tampaknya selain menunjukkan tanda ikonis sangat


mungkin diinterpretasikan secara metaforis. Tanda ini mengacu pada objek benda
langit yang memiliki sifat bercahaya. Matahari merupakan sumber segala kehidupan
dan energi dijagad raya. Gambar matahari dibentuk dari beberapa lingkaran dengan
garis-garis memancar sehingga visualisasinya membentuk radial. Penempatan
matahari pun unik, yaitu seperti mengambil persfektif posisi dibalik matahari.
Keunikan ini mungkin hanya dimiliki oleh Affandi, sebagai cara sudut pandang dia
dalam berekspresi, dimana kualitas imajinasinya sebagai seorang pelukis maestro
ternama.