Anda di halaman 1dari 4

SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER

MATA KULIAH : MANAJEMEN KOPERASI DAN UMKM

KASUS 1

PROFIL : KUD SUMBER REJEKI SURABAYA

Koperasi Unit Desa Sumber Rejeki Kota Surabaya menggeluti usaha memutus
dan menyambung aliran listrik. Jenis usaha yang tidak biasa itu melibatkan 15 tenaga
lapangan yang bertugas memutus arus listrik bagi pelanggan PT PLN Area Surabaya
bagian Barat yang belum membayar tagihan rekening listrik pada waktunya. Petugas
akan menyambungnya kembali manakala pelanggan telah membayar tagihan rekening.
Selain bekerja sama dalam memutus dan menyambung aliran listrik dengan
PLN, KUD Sumber Rejeki juga bekerja sama dalam jasa layanan pembayaran rekening
PLN, serta loket pembayaran telepon. Namun penghasilan dari jenis usaha tersebut
akhir-akhir ini terancam menurun drastis. Pasalnya, persaingan pembayaran rekening
PLN secara online semakin ketat, termasuk yang ditangani usaha perorangan hingga
pelosok desa. “Tahun ini saja pelanggan yang membayar melalui KUD menurun hingga
50% dari total pelanggan sekitar 400 rekening” kata Bendahara KUD Sumber Rejeki,
Supriyadi. KUD yang mempunyai wilayah kerja di kota Surabaya bagian barat ini
mempunyai lima spesifikasi produk layanan, selain pembayaran rekening listrik dan
pemutusan serta penyambungan aliran listrik yang bekerja sama dengan PLN cabang
Surabaya Selatan, juga membuka unit usaha pertokoan, unit usaha simpan pinjam, dan
distribusi produk.
Untuk jenis pertokoan, KUD yang kini mempunyai sekitar 1075 anggota tetap
dan 100 calon anggota tidak tetap ini menjual barang-barang keperluan rumah tangga,
selain sembilan bahan pokok (Sembako). “Kami menghentikan sementara penjualan
bahan-bahan pokok karena akhir-akhir ini harga naik turun secara drastis sehingga kami
kerepotan menentukan harganya kepada pembeli” ujar Supriyadi. Sementara untuk unit
penyaluran pupuk, mulanya merupakan unit program. Namun seiring dengan tuntutan
zaman dan pasar bebas, akhirnya tata niaga pupuk selanjutnya diatur sesuai mekanisme
pasar. Hingga saat ini terdaftar sejumlah kelompok tani yang menjadi pelanggan pupuk
dari sejumlah kelurahan, diantaranya kelurahan Bangkingan, Kelurahan Sumur Welut,
dan Kelurahan Lakarsantri. “Kami upayakan penyaluran pupuk bisa merata di semua
kelompok tani, karena datangnya pupuk ke KUD jumlahnya juga tidak stabil”, katanya.
Unit Usaha simpan pinjam memberikan plafon maksimal pinjaman Rp 2 juta, sementara
bunga bagi anggota dan calon anggota dibedakan. Anggota sebesar 2,5% dan calon
anggota 3% per bulan.
KUD Sumber Rejeki awal mula dirintis oleh Rachmad pada tanggal 8 Februari
1979. Saat itu koperasi masih bernama KUD Karang Pilang, karena berada di Desa
Wiyung, Kecamatan Karangpilang, Surabaya. Pada tanggal 15 Februari 1993 rapat
anggota khusus KUD memutuskan untuk merubah anggaran dasar yang lama dan
mengganti nama menjadi KUD Sumber Rejeki berkantor di Jln. Bangkingan Barat 1
Surabaya.
Total Asset KUD Sumber Rejeki pada tahun 2008 mencapai Rp 1,49 miliar,
sementara omsetnya mencapai lebih dari Rp 300 juta/bulan. Unit simpan pinjam
merupakan unit usaha yang paling mempunyai kontribusi banyak pada pendapatan
koperasi, yakni rata-rata lebih dari 30% per tahunnya.

PERTANYAAN :
1. Menurut Saudara, apakah KUD Sumber Rejeki tersebut bergerak di pasar
eksternal dalam memasarkan produknya? Jelaskan alasan pendapat Saudara!
2. Coba Saudara gambar dan jelaskan mekanisme pemasaran pupuk yang melalui
KUD Sumber Rejeki!
3. Menurut Saudara, apa keunggulan KUD Sumber Rejeki tersebut? Bagaimana
cara KUD Sumber Rejeki mempertahankan keunggulan tersebut?
4. Menurut Saudara, apa kelemahan KUD Sumber Rejeki tersebut? Apa saran
Saudara untuk memperbaiki kelemahan tersebut?
5. Menurut Saudara, betulkah KUD Sumber Rejeki menetapkan tingkat bunga
yang berbeda untuk anggota dengan yang bukan anggota? Mengapa?
6. Menurut Saudara, adakah peluang bagi KUD Sumber Rejeki untuk
meningkatkan usahanya menjadi lebih besar? Jelaskan alasan pendapat Saudara!
KASUS II

Sebanyak 47 persen usaha mikro. kecil, dan menengah (UMKM) harus gulung
tikar karena terdampak pendemi virus corona Covid-19. UMKM (Usaha Mikro
Kecil Menengah) merupakan salah satu dari banyak pihak yang merasakan
dampak negatif dari wabah COVID -19.
Sektor UMKM Indonesia kian resah karena semakin lama omzet yang
dihasilkan semakin menurun. Di masa pandemi ini, aktivitas masyarakat di
luar ruangan cenderung berkurang. Ini membuat pendapatan para pelaku
UMKM jadi ikut merosot.
Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mengatakan berdasarkan hasil
survei yang dilakukan sejumlah lembaga dan Kementerian UMKM, wabah virus
Corona memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan UMKM. Dia menjelaskan
bahwa, pelaku UMKM pada saat ini harus menghadapi masalah yang cukup besar.
"Diramalkan survei 47 persen UMKM berhenti berusaha, kami juga mencatat hal yang
sama," katanya dalam diskusi virtual yang digelar Himpuni pada Rabu, 20 Mei 2020.

PERTANYAAN :
1. Berkaitan dengan pandemi Covid 19 tersebut di atas, jelaskan faktor intern dan
ekstern yang menjadi penyebab menurunnya pendapatan UMKM!
2. Dampak apa yang terjadi berkaitan dengan masalah Covid 19 terhadap UMKM :
a. Dampak terhadap SDM
b. Dampak terhadap keberhasilan produk atau jasa
c. Dampak terhadap pendapatan UMKM
3. Usaha apa yang Anda lakukan untuk menumbuhkembangkan kembali UMKM
setelah pandemi Covid 19 berakhir?
4. Bagaimana pandangan Saudara sebagai mahasiswa FE dalam menyikapi
masalah UMKM di masa pandemi Covid 19