Anda di halaman 1dari 16

BAB 8

PERUBAHAN AKUNTANSI DAN ANALISIS KESALAHAN

Kemampuan Akhir : Mahasiswa dapat mengaplikasikan konsep perubahan


akuntansi dan analisis kesalahan dengan benar sesuai
SAK yang berlaku.
Indikator : Mahasiswa diharapkan mampu
1. Menjelaskan kebijakan akuntansi dan perubahan kebijakan
akuntansi.
2. Menerapkan akuntansi perubahan kebijakan akuntansi.
3. Menjelaskan perubahan estimasi akuntansi.
4. Menganalisis pengaruh kesalahan.

PENDAHULUAN

Pembahasan pada bab ini difokuskan pada perubahan akuntansi dan analisis
kesalahan. Diharapkan setelah menyelesaikan bab ini, mahasiswa dapat menerapkan
konsep perubahan akuntansi dan analisis kesalahan pada laporan keuangan dengan
benar sesuai dengan SAK yang berlaku.

Elin Erlina Sasanti & Eni Indriani | 123


Bab 8 - Perubahan Akuntansi & analisis Kesalahan

8.1. Kebijakan Akuntansi

Kebijakan akuntansi dalam PSAK 25 (Revisi 2009) didefinisikan sebagai prinsip, dasar,
konvensi, peraturan dan praktik tertentu yang diterapkan entitas dalam penyusunan dan
penyajian laporan keuangan. Kebijakan akuntansi akan menentukan saat pengakuan,
cara pengukuran, penyajian, dan pengungkapan atas elemen seperti aset, liabilitas,
ekuitas, pendapatan, dan beban dalam laporan keuangan. Kebijakan akuntansi yang
signifikan digunakan dalam menyusun laporan keuangan diungkapkan dalam catatan
atas laporan keuangan. Entitas biasanya menyatakan dalam catatan atas laporan
keuangannya dengan kalimat “Laporan keuangan disusun sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia”, dan jika laporan keuangan disusun tidak sesuai
dengan standar akuntansi yang berlaku, maka entitas harus memgungkapkan informasi
ketidaksesuaian tersebut.
Kebijakan akuntansi yang dipilih oleh entitas harus dapat menjelaskan
1. Pengakuan : Kapan dan kondisi seperti apa diakui
2. Pengukuran : Berapa banyak yang diakui
3. Penyajian: Bagaimana disajikannya di Laporan Keuangan

8.2. Perubahan Kebijakan Akuntansi


Guna memenuhi kebutuhan daya banding laporan keuangan, kebijakan
akuntansi diterapkan secara konsisten. Perubahan kebijakan akuntansi dapat dilakukan
entitas dengan memenuhi ketentuan dalam standar PSAK 25 (Revisi 2009)
menjelaskan entitas mengubah suatu kebijakan akuntansi hanya jika perubahan
tersebut :
1. Dipersyaratkan oleh suatu PSAK; atau
2. Menghasilkan laporan keuangan yang memberikan informasi yang andal dan
lebih relevan tentang dampak transaksi, peristiwa atau kondisi lainnya
terhadap posisi keuangan, kinerja keuangan, atau arus kas entitas.
Perubahan kebijakan akuntansi terjadi jika entitas mengubah pilihan kebijakan
akuntansi untuk suatu transaksi atau peristiwa yang sama. Jika entitas menerapkan
kebijakan akuntansi baru untuk peristiwa dan transaksi yang baru dan berbeda dari
sebelumnya, maka hal itu tidak dianggap sebagai perubahan kebijakan akuntansi.
Berikut ini contoh kejadian yang merupakan perubahan kebijakn akuntansi:
1. Perubahan metode persediaan dari metode Average menjadi metode FIFO
2. Perubahan pengakuan pendapatan konstruksi dari metode biaya terpulihkan
(cost recovery) menjadi metode persentase penyelesaian (percentage of
completion)
3. Perubahan metode penilain aset tetap dan aset berwujud dari metode biaya ke
metode revaluasian.

Elin Erlina Sasanti & Eni Indriani | 124


Buku Ajar Akuntansi Keuangan 2

Sebagaimana telah dikemukakan, tujuan pokok penyajian laporan keuangan


adalah menyediakan informasi untuk membantu para pemakai laporan dalam
memprediksi, membandingkan, dan menilai kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba dan arus kas di masa mendatang.
Beberapa alternatif metode pelaporan efek perubahan akuntansi telah
disarankan untuk digunakan dalam praktik, masing-masing dengan argumentasi yang
berbeda satu sama lain.
1. Menyajikan kembali laporan keuangan tahun-tahun lalu agar mencerminkan
efek perubahan akuntansi, dengan efek kumulatifnya diperlakukan sebagai
penyesuaian terhadap saldo laba yang di tahan pada awal tahun berjalan.
2. Melaporkan efek kumulatif perubahan akuntansi hanya di dalam laporan
keuangan tahun berjalan, dengan dibebankan atau ditambahkan secara
langsung kepada saldo laba yang ditahan, tanpa melakukan penyesuaian
terhadap laporan keuangan tahun-tahun lalu.
3. Melaporkan efek kumulatif perubahan akuntansi sebagai elemen laba-rugi
tahun berjalan, tanpa melakukan penyesuaian terhadap laporan keuangan
tahun-tahun lalu.
4. Melaporkan efek kumulatif perubahan akuntansi sebagai elemen laba-rugi
tahun berjalan, tetapi disertai penyajian secara terbatas informasi proforma
untuk seluruh periode yang tercakup dalam pelaporan, dengan menyajikan
efeknya terhadap hasil usaha dan posisi keuangan perusahaan, seandainya
perubahan akuntansi sudah dilakukan tahun-tahun lalu.
5. Mengakui efek perubahan akuntansi hanya dalam laporan keuangan tahun
berjalan dan tahun - tahun berikutnya, tanpa melakukan penyesuaian atau
koreksi terhadap laporan keuangan tahun-tahun lalu.

Perlakuan Akuntansi
Menurut PSAK 25 (Revisi 2009) entitas mencatat perubahan kebijakan akuntansi
akibat dari penerapan awal suatu PSAK sesuai dengan ketentuan transisi dalam PSAK
tersebut. Jika tidak ada ketentuan transisi, entitas menerapkan perubahan tersebut
secara restrospektif. Ketentuan penerapan secara retrospektif juga dilakukan ketika
entitas mengubah kebijakan akuntansi secara sukarela. Penerapan retrospektifadalah
penerapan kebijkan akuntansi baru untuk transaksi, peristiwa dan kondisi lain seolah-
olah kebijkan tersebut telah diterapkan. Penyajian kembali retrospektifadalah
penyesuaian pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan jumlah unsure-
unsur laporan keuangan seolah-olah kebijakan akuntansi tersebut telah diterapkan.
Ketika perubahan kebijkan akuntansi diterapkan secara retrospektif, maka entitas
menyesuaikan:
1. Saldo awal setiap komponen ekuitas yang terpengaruh untuk periode sajian
paling awal, dan

Elin Erlina Sasanti & Eni Indriani | 125


Bab 8 - Perubahan Akuntansi & analisis Kesalahan

2. Jumlah komparatif lainnya diungkapkan untuk setiap periode sajian seolah-olah


kebijakan akuntansi baru tersebut sudah diterapkan sebelumnya.
Penerapan retrospekif harus dilakukan jika disyaratkan, kecuali sepanjang tidak
praktisuntuk menentukan dampak spesifik periode atau dampak kumulatif periode
tersebut. Ketika tidak praktis untuk menentukan dampak periode-spesifik akibat
perubahan kebijakan akuntansi baru pada awal periode paling awal di mana penerapan
retrospektif adalah praktis. Entitas menyesuaikan informasi komparatif dengan
menerapkan kebijkan akuntansi baru secara prospektif sejak tanggal praktis paling
awal.
Pengaruh kebijakan kauntansi dapat dibedakan menjadi dua yaitu pengaruh
langsung (direct effects) dan pengaruh tidak langsung (indirect effects). Pengaruh
langsung adalah pengaruh yang terkait dengan periode sebelumnya. Atas pengaruh
langsung ini harus diterapkan secara retropektif. Pengaruh tidak langsung adalah
pengaruh arus kas perusahaan periode skarang dan akan datang akibat perubahan
akuntansi yang diterapkan secara retrospektif. Standar hanya mensyaratkan
pengaturan tenang pengaruh langsung, sedangkan pengaruh langsung tidak perlu
diungkapkan dalam laporan keuangan.
Dampak setiap kebijakan dalam setiap item dalam laporan keuangan harus
diidentifikasi sehingga dapat menelusuri dampak perubahan tersebut pada item apa
saja dalam laporan keuangan. Prosedur akuntansi umum yamg dilakukan dapat
dijelaskan dengan langkah berikut.
1. Tentukan pos yang berubah akibat kebijakan akuntansi baru.
2. Hitung dampak perubahan atas pos tersebut, saldo laba dan dampak pajak jika
ada, baik pajak kini maupun tangguhan. Buat jurnal penyesuaian atas dampak
perubahan kebijakan akuntansi baru tersebut terhadap pos yang berubah dan
saldo laba.
3. Sajikan laporan keuangan komparatif dengan menggunakan metode baru. Untuk
laporan posisi keuangan, sajikan laporan keuangan awal periode komparatif
sehingga terdapat tiga laporan posisi keuangan.
4. Sajikan laporan perubahan ekuitas dengan mengoreksi saldo laba dari yang
dilaporkan sebelumnya dengan penyesuaian akibat dari perubahan kebijakan
akuntansi sehingga diperoleh saldo laba setelah penyesuaian.

Penyajian dan Pengungkapan


PSAK 25 (Revisi 2009) menjelaskan saat terjadi perubahan kebijakan akuntansi
laporan keuangan periode komparatif harus disajikan kembali menggunakan kebijakan
akuntansi yang baru. Khusus untuk laporan posisi keuangan, entitas harus menyajikan
laporan posisi keuangan awal periode komparatif, sehingga terdapat tiga laporan posisi
keuangan. Laporan perubahan ekuitas khususnya bagian saldo laba harus disajikan
kembali dengan melakukan penyesuaian atas dampak perubahan kebijakan akuntansi.

Elin Erlina Sasanti & Eni Indriani | 126


Buku Ajar Akuntansi Keuangan 2

Dampak retrospektif perubahan akuntansi akan disajikan dengan menyesuaikan


terhadap nilai saldo laba awal periode komparatif.
Khusus untuk perubahan kebijakan akuntansi karena penerapan standar baru,
entitas harus mengungkapkan judul PSAK, penjelasan bahwa perubahan dilakukan
sesuai dengan ketentuan transisi (jika menerapkan ketentuan transisi), penjelasan
ketentuan transisi dan dampak ketentuan transisi pada periode mendatang.
Khusus untuk PSAK yang baru yang sudah da nemun belum berlaku, entitas
juga harus mengungkapkan fakta tersebut da informasi relevan yang dapat diestimasi
atau diketahui untuk menilai dampak atas penerapan PSAK baru tersebut.

8.3. Perubahan Estimasi


Entitas perlu melakukan revisi jika terjadi perubahan keadaan yang menjadi
dasar estimasi atau munculnya estimasi baru atau karena tambahan pengalaman
perubahan estimasi akuntansi dihasilkan dari informasi baru atau perkembangan baru
dan, oleh karena itu, bukan dari koreksi kesalahan. Perubahan estimasi akuntansi
adalah penyesuaian jumlah tercatat aset atau liabilitas, atau jumlah pemakaian aset
periodik, yang berasal dari penilaian status kini, dan ekspektasi manfaat masa depan
dan kewajiban yang terkait dengan aset dan liabilitas.
Dampak perubahan estimasi akuntansi diakui secara prospektif dalam laporan laba
rugi pada :
1. Periode perubahan, jika dampak perubahan hanya pada periode itu; atau
2. Periode perubahan dan periode mendatang, jika perubahan berdampak pada
keduanya.
Perubahan estimasi yang mengakibatkan perubahan aset, liabilitas atau terkait pos
dalam ekuitas diakui dengan menyesuaikan jumlah item tersebut pada periode
perubahan. Perubahan estimasi menyebabkan perubahan nilai, sehingga akan
mempengaruhi daya banding laporan keuangan. Untuk itu pengungkapan dalam
catatan ata laporan keuangan diperlukan sehingga pemakai dapat mempertimbangkan
perubahan tersebut dalam melakukan analisis laporan keuangan. Dalam laporan
keuangan, dampak perubahan estimasi biasanya tidak material terhadap keseluruhan
laporan keuangan.
Penyusunan laporan keuangan memerlukan estimasi dampak dari kondisi-kondisi
dan peristiwa di masa datang. Berikut ini adalah contoh pos-pos yang memerlukan
estimasi:
1. Piutang tak tertagih
2. Keusangan Persediaan
3. Umur manfaat dan nilai sisa aktiva
4. Periode yang menerima manfaat dari biaya yang ditangguhkan
5. Kewajiban untuk biaya garansi dan pajak penghasilan
6. Cadangan mineral yang dapat dipulihkan kembali

Elin Erlina Sasanti & Eni Indriani | 127


Bab 8 - Perubahan Akuntansi & analisis Kesalahan

7. Perubahan metode penyusutan


Semua perubahan estimasi harus dicerminkan entah pada periode berjalan saja
atau pada periode berjalan dan periode – periode mendatang. Tidak ada penyesuaian
retroaktif (berlaku surut) atau laporan proforma yang harus dibuat akibat adanya
perubahan estimasi akuntansi. Perubahan estimasi dianggap sebagai bagian dari
proses akuntansi yang normal dan bukan merupakan koreksi atau perubahan dari
periode lalu.
Perubahan estimasi harus ditangani secara prospektif. Yaitu, tidak ada
perubahan yang harus dibuat dalam hasil yang dilaporkan sebelumnya. Jadi, pengaruh
dari semua perubahan estimasi diperhitungkan pada (1) periode perubahan jka
perubahan itu hanya mempengaruhi periode bersangkutan atau (2) perubahan periode
dan periode di masa datang jika perubahan tersebut mempengaruhi keduanya.
Akibatnya perubahan estimasi dipandang sebagai koreksi atau penyesuaian normal
yang berulang, hasil alami dari proses akuntansi dan perlakuan retrospektif dilarang.
Contoh terkait perubahan estimasi yang dipengaruhi oleh perubahan prinsip
akuntansi berupa perubahan metode penyusutan (berikut amortisasi dan deplesi).
Karena perusahaan mengubah metode penyusutan betrdasarkan perubahan estimasi
laba masa depan aktiva berumur panjang, tidaklah mungkin memisahkan pengaruh
perubahan prinsip akuntansi dari perubahan estimasi tersebut. Kesimpulannya
perusahaan memperhitungkan perubahan metode penyusutan sebagai perubahan
estimasi yang dipengaruhi oleh perubahan prinsip akuntasi.

Perlakuan Akuntansi
Dampak perubahan estimasi akuntansi, diakui secara prospektif dalam laporan laba
rugi pada:
1. Periode perubahan, jika dampak perubahan hanya pada periode itu; atau
2. Periode perubahan dan periode mendatang, jika perubahan berdampak pada
keduanya.
Perubahan estimasi yang menakibatkan perubahan aset, liabilitas, atau terkait pos
dalam ekuitas diakui engan menyesuaikan jumlah item tesebut pada periode
perubahan.
Penerapan prospektif artinya perubahan tersebut dilakukan pada tahun perubahan
dan tahun setelah perubahan terjadi.

Penyajian dan Pegungkapan


Perubahan estimasi menyebabkan perubahan nilai yang diakui dalam beban atau
pendapatan. Pos yang mengalami perubahan akan disajikan berdasarkan dasar
perhitungan estimasi baru. Ketika diajikan laporan komparatif, pos berubah juga tidak
perlu diterapkan utuk periode komparatifnya.

Elin Erlina Sasanti & Eni Indriani | 128


Buku Ajar Akuntansi Keuangan 2

Perubahan estimasi menyebabkan perubahan nilai, sehingga akan memengaruhi


daya banding laporan keuangan. Untuk itu pengungkapan dalam catatan laporan
keuangan diperlukan sehingga pemakai dapat mempertimbangkan perubahan tersebut
dalam melakukan analisis laporan keuangan.

8.4. Kesalahan
Menurut PSAK 25 (Revisi 2009) kesalahan periode lalu adalah kelalaian
mencantumkan dan kesalahan menacatat dalam laporan keuangan entitas untuk satu
atau lebih periode laluyang timbul dari kegagalan atau kesalahan untuk menggunakan
informasi andal yang :
1. Tersedia ketika penyelesaian laporan keuangan untuk periode tersebut;dan
2. Secara rasional diharapkan dapat diperoleh dan dipergunakan dalam
penyusunan dan penyajian laporan keuangan.
Kesalahan tersebut dapat berupa dampak kesalahan perhitungan matematis,
kesalahan penerapan kebijakan akuntansi, kekeliruan, atau kesalahan interpretasi fakta
dan kecurangan.
Entitas mengoreksi kesalahan material periode lalu secara retrospektif pada
laporan keuangan lengkap yang diterbitkan setelah ditemukannya dengan :
1. Menyajikan kembali jumlah komparatif periode lalu ketika dimana kesalahan
tersebut terjadi; atau
2. Jika kesalahan terjadi sebelum periode lalu sajian paling awal, maka entitas
menyajikan kemabli saldo awal aset, liabilitas, dan ekuitas untuk periode lalu
sajian paling awal.
Pada saat melakukan koreksi kesalahan, entitas harus mengungkapkan hal berikut
ini :
1. Sifat kesalahan periode lalu
2. Jumlah koreksi untuk setiap periode sajian, untuk setiap item terpengaruh dan
LPS dasar atau LPS delusian
3. Jumlah koreksi pada awal periode sajian paling awal
4. Jika penyajian kembali retrospektif tidak praktis, keadaan yang membuat
keberadaaan kondisi itu dan penjelasan bagaimana dan sejak kapan kesalahan
telah dikoreksi.

Perlakuan Akuntansi
Entitas mengoreksi kesalahan material periode lalu secara retrospektif pada laporan
keuangan lengkap yang diterbitkan setelah ditemukannya dengan:
1. Menyajikan kembali jumlah komparatif periode lalu ketika dimana kesalahan
tersebut terjadi; atau

Elin Erlina Sasanti & Eni Indriani | 129


Bab 8 - Perubahan Akuntansi & analisis Kesalahan

2. Jika kesalahan terjadi sebelum periode lalu sajian paling awal, maka entitas
menyajikan kembali saldo awal aset, liabilitas, dan ekuitas untuk periode lalu
sajian paling awal.
Jika penyajian secara retrospektif tidak praktis, maka entitas menyajikan aset, liabilitas,
dan ekuitas untuk periode paling awal ketika penyajian kembali retrospektif dalah
praktis. Jika dampak akumulasi retrospektif kesalahan periode lalu tidak paraktis, maka
entitas menayjikan informasi komparatif untuk mengoreksi kesalahan secara
perospektif dari tanggal praktis paling awal.

Penyajian dan Pengungkapan


Dampak dari koreksi terkait dengan saldo laba sebelumnya akan dikoreksi dan
disajikan dalam perubahan ekuitas. Pada bagian saldo laba di laporan perubahan
ekuitas, saldo laba awal periode yang telah dilaporakan, disesuaikan dengan dampak
koreksi kesalahan untuk mendapatkan saldo laba awal setelah disesuaikan. Pada saat
melakukan koreksi kesalahan, entitas harus mengungkapkan berikut ini.
1. Sifat kesalahan periode lalu.
2. Jumlah koreksi untuk setiap periode sajian, untuk setipa item yang terpengaruhi
LPS dasar atau LPS dilusian.
3. Jumlah koreksi pada wal periode sajian paling awal.
4. Jika penyajian-kembali retrospektif tidak praktis, keadaan yang membuat
keberadaan kondisi itu dan penjelasan bagaimana dan sejak kapan kesalhan
telah dikoreksi.
Pengungkapan hanya dilakukan pada saat terjadinya koreksi, laporan keuangan
membuat periode berikunya tidak perlu mengulang pengungkapan tersebut.

8.5. Analisis Kesalahan


Koreksi kesalahan tidak dipandang sebagai perubahan akuntansi, tetapi
perlakuannya diatur dalam Opini APB No. 16. Akibatnya, kesalahan akuntansi yang
terjadi pada tahun – tahun sebelumnya, yang belum dikoreksi atau disesuaikan
jumlahnya, dilaporkan sebagai penyesuaian tahun sebelumnya dan dicatat langsung
pada perkiraan laba yang ditahan.
Ada beberapa kesalahan yang berbeda. Beberapa kesalahan ditemukan di
periode ketika kesalahan dilakukan dan dengan mudah dikoreksi. Kesalahan yang lain
mungkin tidak ditemukan di periode berjalan dan tercermin dalam laporan keuangan
sampai ditemukan.
Kesalahan – kesalahan dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Kesalahan – kesalahan yang ditemukan dalam kondisi prosedur akuntansi yang
normal.
Contohnya adalah kesalahan klerikal, seperti kesalahan penambahan, posting ke
akun yang salah, salah saji suatu akun, atau tidak memasukkan suatu akun dari

Elin Erlina Sasanti & Eni Indriani | 130


Buku Ajar Akuntansi Keuangan 2

neraca saldo. Kesalahan ini biasanya dideteksi selama proses pengiktisaran


siklus akuntansi secara regular dan biasanya sudah dikoreksi.
2. Kesalahan – kesalahan yang terbatas pada akun – akun neraca.
Contohnya mencakup mendebit piutang usaha bukan wesel tagih, mengkredit
utang bunga dan bukan wesel bayar,atau mengkredit utang bunga dan bukan
utang gaji. Contoh kesalahan lain adalah tidak mencatat pertukaran obligasi
yang dapat dikonversi dengan saham. Kesalahan – kesalahan seperti ini sering
ditemukan dan dikoreksi pada periode dilakukannya kesalahan. Apabila
kesalahan – kesalahan seperti ini tidak ditemukan sampai periode berikutnya,
koreksi harus dilakukan pada saat itu dan data neraca kemudian dinyatakan
kembali untuk tujuan pelaporan perbandingan.
3. Kesalahan – kesalahan yang terbatas pada akun – akun laba rugi. Contoh
kesalahan ini adalah Beban gaji kantor mungkindidebit dan bukannya beban gaji
penjualan. Jenis kesalahan ini harus dikoreksi sesegera mungkin setelah
ditemukan. Walaupun kesalahan tersebut tidak mempengaruhi laba bersih, akun
– akun yang salah saji harus dinyatakan kembali untuk tujuan analisis dan
pelaporan komparatif.
4. Kesalahan – kesalahan yang mempengaruhi, baik akun – akun laba rugi maupun
akun – akun neraca. Kesalahn – kesalahan tertentu ketika tidak ditemukan pada
periode berjalan menghasilkan salah saji pada laba bersih, sehingga
memengaruhi laba di masa mendatang. Kesalahan – kesalahan seperti ini dapat
diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:
a. Kesalahan – kesalahan pada laba bersih yang ketika tidak ditemukan,
otomatis saling mengoreksi di periode fiskal berikutnya. Jumlah laba besih
pada laporan laba rugi untuk dua periode yang berturut – turut dinyatakan
tidak secara akurat, saldo – saldo akun tertentu pada neraca akhir periode
berikutnya akan dinyatakan secara akurat. Contoh kesalahan ini adalah salah
saji persediaan persediaan dan tidak dimasukkannya penyesuaian untuk pos
– pos dibayar di muka dan akrual pada akhir periode.
b. Kesalahan – kesalahan pada laba bersih yang , ketika tidak ditemukan, tidak
secara otomatis saling mengoreksi di periode fiskal berikutnya. Saldo – saldo
akun pada neraca berikutnya akan dinyatakan tidak secara akurat sampai satu
ayat jurnal dibuat untuk mengompensasi atau mengonreksi kesalahan
tersebut. Contoh kesalahan ini adalah pengakuan pengeluaran modal sebagai
beban dan tidak dimasukkannya beban penyusutan atau amortisasi.
Apabila kesalahan yang mempengaruhi rugi laba ditemukan, diperlukan analisis
yang cermat untuk menentukan tindakan yang tepat guna mengoreksi saldo perkiraan.
Kebanyakan kesalahan ini akan ditemukan dan dikoreksi sebelum tutup buku.

Elin Erlina Sasanti & Eni Indriani | 131


Bab 8 - Perubahan Akuntansi & analisis Kesalahan

Contoh Ilustratif Untuk Koreksi Kesalahan


Asumsikan Dexter Co. memulai operasi pada awal tahun 2000. Kantor akuntan
publik pertama kali ditugaskan pada tahun 2002. Sebelumnya perkiraan – perkiraan
disesuaikan dan ditutup, auditor meneliti pembukuan dan perkiraan – perkiraannya, dan
menemukan kesalahan – kesalahan yang diiktisarkan sebagai berikut ini. Dampak dari
kesalahan – kesalahan ini pada laporan keuangan, sebelum adanya ayat jurnal koreksi,
diindikasikan sebagai berikut: Tanda plus (+) mengindikasikan lebih saji dan tanda
minus (-) mengindikasikan kurang saji. Setiap koreksi kesalahan dibahas sebagai
berikut:

Kurang Saji Persediaan


Ditemukan persediaan pada tanggal 31 desember 2000 kurang saji sebesar $1000.
Dampak dari salah saji tersebut adalah sebagai berikut:
1. Dampak dalam Laporan Laba Rugi
a. Dampak dalam laporan laba rugi tahun 2000 adalah Harga pokok penjualan lebih
saji (persediaan akhir terlalu rendah) dan Laba bersih kurang saji
b. Dampak dalam laporan laba rugi tahun 2001 adalah Harga pokok penjualan
kurang saji (persediaan awal terlalu rendah) dan Laba bersih lebih saji

2. Dampak dalam Laporan Neraca


a. Dampak dalam neraca tahun 2000 Aset kurang saji (persediaan terlalu rendah)
dan laba bersih kurang saji
b. Tahun 2001 pos – pos neraca tidak terpengaruh, kurang saji saldo laba untuk
tahun 2006 dikoreksi oleh lebih saji laba bersih tahun 2001
Karena kesalahan ini saling mengoreksi setelah dua tahun, tidak ada ayat jurnal koreksi
yang dibutuhkan di tahun 2002. Jika kesalahan telah ditemukan tahun 2001 dan bukan
2002, satu ayat jurnal akan dibuat untuk mengoreksi saldo akun, sehingga operasi
tahun 2001 akan dilaporkan secara akurat. Saldo awal persediaan tahun 2001 akan
ditambah sebesar $1.000, jumlah kurang saji aset, dan saldo laba akan dikredit sebesar
jumlah ini, merupakan kurang saji laba tahun 2006. Ayat jurnal koreksi tahun 2001 akan
dibuat sebagai berikut:
Persediaan $1.000
Saldo Laba $1.000

Lupa Mencatat Pembelian Persediaan


Ditemukan bahwa faktur pembelian pada tanggal 28 Desember 2000 sebesar $850
belum dicatat sampai tahun 2001. Barang tersebut telah dimasukkan dalam persediaan
pada akhir tahun 2000. Dampak kesalahan ini adalah:
1. Dampak dalam laporan laba rugi

Elin Erlina Sasanti & Eni Indriani | 132


Buku Ajar Akuntansi Keuangan 2

a. Tahun 2000 Harga pokok penjualan kurang saji (pembelian terlalu rendah) dan
laba bersih lebih saji
b. Tahun 2001 Harga pokok penjualan lebih saji (pembelian terlalu tinggi) dan laba
bersih kurang saji
2. Dampak dalam Laporan Neraca
a. Tahun 2000 kewajiban kurang saji (utang dagang terlalu rendah) dan saldo laba
lebih saji
b. Tahun 2001 pos – pos neraca tidak berpengaruh, lebih saji saldo laba untuk
tahun 2000 dikoreksi oleh kurang saji laba bersih tahun 2001

Jika kesalahan tersebut telah ditemukan tahun 2001 dan bukan tahun 2002, ayat jurnal
koreksi diperlukan. Ayat jurnal koreksi untuk tahun 2007 dengan asumsi sistem
persediaan periodik adalah sebagai berikut:
Saldo Laba $850
Pembelian $850
Jika perusahaan menggunakan sistem persediaan perpetual, pembelian yang tidak
benar akan di debit langsung kepersediaan. Dengan demikian, ayat jurnal koreksi akan
dibuat tahun 2007 sebagai berikut:
Saldo Laba $850
Persediaan $850

Lupa Mencatat Penjualan Persediaan


Ditemukan bahwa penjualan secara kredit sebesar $1.800 untuk minggu terakhir
desember 2001 belum dicatat sampai tahun 2002. Barang yang dijual belum dicatat dan
dikurangkan dari persediaan akhir tahun 2001. Dampak kesalahan ini pada tahun 2007
adalah sebagai berikut:
1. Dampak dalam Laporan laba rugi adalah Pendapatan kurang saji (penjualan terlalu
rendah) dan Laba bersih kurang saji.
2. Dampak dalam Laporan Neraca adalah Aset kurang saji (piutang usaha terlalu
rendah) dan saldo laba kurang saji.
Ketika kesalahan ditemukan tahun 2002, Penjualan didebit $1.800 dan saldo laba
dikredit sebesar $1.800, merupakan kurang saji laba bersih tahun 2001. Ayat jurnal
koreksinya adalah:
Penjualan $1.800
Saldo Laba $1.800

Lupa Mencatat beban yang Masih Harus Dibayar


Beban gaji penjualan yang masih harus dibayar sebesar $450 pada tanggal 31
Desember 2000 terlewati pada saat menyesuaikan akun – akun. Dampak kesalahan ini
adalah sebagai berikut:

Elin Erlina Sasanti & Eni Indriani | 133


Bab 8 - Perubahan Akuntansi & analisis Kesalahan

1. Dampak dalam Laporan laba rugi


a. Tahun 2000 Beban – beban kurang saji (beban gaji penjualan terlalu rendah)
dan Laba bersih kurang saji
b. Tahun 2007 beban – beban lebih saji (beban gaji penjualan terlalu tinggi) dan
Laba bersih kurang saji
2. Dampak dalam Neraca
a. Tahun 2000 Kewajiban kurang saji (utang gaji tidak dilaporkan) dan saldo lebih
saji
b. Tahun 2001 Pos – pos neraca tidak terpengaruh, lebih saji saldo laba untuk
tahun 2000 dikoreksi oleh kurang saji laba bersih tahun 2001

Pengungkapan yang Diwajibkan untuk Koreksi Periode Sebelumnya


Jika suatu kesalahan (baik tidak sengaja maupun sengaja) ditemukan kemudian yang
memengaruhi periode sebelumnya, dampaknya atas laporan keuangan yang diterbitkan
sebelumnya, dan dampak koreksinya pada laba bersih periode berjalan harus
diungkapkan pada periode saat kesalahan dikoreksi.

Ikhtisar Perubahan Akuntansi dan Koreksi Kesalahan


Perkembangan pedoman untuk pelaporan perubahan akutansi dan koreksi
kesalahan telah membantu memecahkan beberapa masalah akuntansi yang signifikan
dan sudah lama.
Perubahan prinsip akuntansi akan dianggap tepat hanya apabila perusahaan
menunjukkan bahwa prinsip akuntansi alternative yang berlaku umum yang telah
diadopsi lebih disukai daripada prinsip sebelumnya. Dalam menerapkan pedoman
profesi akuntansi, preferensi di antara prinsip akuntansi harus ditentukan atas dasar
apakah prinsip yang baru dapat memperbaiki pelaporan keuangan bukan atas dasar
dampak pajak penghasilan semata. Namun tidaklah selalu mudah untuk menentukan
perbaikan apa dalam pelaporan keuangan. Bagaimana seseorang menentukan ukuran
atau perbaikan mana yang lebih disukai? Sebagai contoh, The Quaker Oats Company
beragumen bahwa perubahan prinsip akuntansi ke penilaian persediaan FIFO “akan
lebih baik menandingkan biaya periode berjalan dengan pendapatan periode berjalan”.
Sebaliknya, perusahaan lain mungkin beralih dari FIFO ke AVERAGE karena ingin
melaporkan persediaan akhir yang lebih realistis. Bagaimana anda menentukan mana
yang terbaik dari kedua argumen itu?
Auditor harus mempunyai beberapa “standar‟ atau “tujuan‟ sebagai dasar untuk
menentukan metode yang disukai. Karena tidak ada standar atau tujuan universal yang
diterima umum, maka masalah penentuan preferensi akan terus menjadi masalah yang
sulit. Pada awalnya SEC berpendapat bahwa auditor harus mengindikasikan apakah
perubahan prinsip akuntansi lebih disukai. SEC telah memodifikasi pendekatan ini,

Elin Erlina Sasanti & Eni Indriani | 134


Buku Ajar Akuntansi Keuangan 2

mengingat betapa besarnya ketergantungan pada pertimbangan manajemen dalam


menilai preferensi.
Meskipun kriteria dari preferensi sulit diaplikasikan namun pedoman umum yang
ditetapkan telah bertindak sebagai pencegah terhadap perubahan prinsip akuntansi
yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Jika standar FASB menciptakan prinsip baru
atau menunjukann preferensi atau penolakan atas prinsip akuntansi spesifik, maka
perubahan tersebut secara jelas diaanggap dapat diterima. Demikian juga, dokumen
otoritatif lainnya, seperti laporan posisi ACSEC dan pedoman audit industri dari AICPA,
dianggap sebagai akuntansi yang lebih disukai apabila perubahan prinsip akuntansi
dipertimbangkan.

Perubahan prinsip akuntansi


Aturan umum Perubahan prinsip akuntansi adalah menggunakan pendekatan periode
berjalan atau catch-up dengan:
a. Melaporkan hasil periode berjalan atas dasar yang baru.
b. Melaporkan pengaruh kumulatif dari penyesuaian dalam laporan keuangan
periode berjalan di antara judul “Pos pos luar biasa‟ dan “Laba bersih‟.
c. Menyajikan laporan keuangan periode sebelumnya seperti dilaporkan
sebelumnya.
d. Menyajikan data pro-forma tentang laba dan laba per saham untuk semua
periode sebelumnya yang disajikan.

Pengecualian
Menggunakan pendekatan retroaktif dengan:
a. Menyatakan kembali laporan keuangan dari semua periode sebelumnya yang
disajikan.
b. Mengungkapkan dalam tahun terjadinya perubahan pengaruh terhadap laba
bersih dan laba per saham dari semua periode sebelumnya yang disajikan.
c. Melaporkan penyesuaian atas saldo awal laba ditahan dalam laporan laba
ditahan.

Perubahan estimasi akuntansi Menggunakan pendekatan periode berjalan dari


prospektif dengan:
a. Melaporkan laporan keuangan periode berjalan dari masa datang atas dasar
baru.
b. Menyajikan laporan keuangan periode sebelumnya seperti dilaporkan
sebelumnya.
c. Tidak melakukan penyesuaian atau saldo awal periode berjalan untuk tujuan
catch-up, dan tidak melakukan penyajian pro-forma

Elin Erlina Sasanti & Eni Indriani | 135


Bab 8 - Perubahan Akuntansi & analisis Kesalahan

Perubahan dalam entitas pelaporan


Menggunakan pendekatan retroaktif dengan:
a. Menyatakan kembali laporan keuangan untuk semua periode sebelumnya yang
disajikan.
b. Mengungkapkan dalam tahun terjadinya perubahan pengaruh terhadap data laba
bersih dari laba per saham untuk semua periode sebelumnya yang disajikan.

 Perubahan karena kesalahan


Menggunakan pendekatan retroaktif dengan:
a. Memperbaiki semua laporan keuangan periode sebelumnya yang disajikan.
b. Menyatakan kembali saldo awal Laba ditahan untuk periode pertama yang
disajikan apabila pengaruh kesalahan terjadi dalam periode sebelumnya.

RANGKUMAN
Pembahasan pada bab ini difokuskan pada perubahan kebijakan akuntansi, perubahan
estimasi dan analisis kesalahan yang akan mempengaruhi perlakuan akuntansi dan
penyajian serta pengungkapan pada pelaporan keuangan.

Evaluasi Diri
Setelah mempelajari bab ini, saya dapat:
Menjelaskan kebijakan akuntansi dan perubahan kebijakan akuntansi.
Menerapkan akuntansi perubahan kebijakan akuntansi.
Menjelaskan perubahan estimasi akuntansi.
Menganalisis pengaruh kesalahan.
Beri tanda:
√ Bila anda dapat menjawab evaluasi ini.
? Bila ada belum dapat menjawab evaluasi ini, berarti anda diharapkan untuk
mempelajari kembali bagian tersebut dalam bab ini.

PENILAIAN
- Untuk bab ini penilaian akan dilakukan dengan tes pada saat Ujian Tengah
Semester
- Mahasiswa yang mengikuti perkuliahan ini diminta untuk melengkapi portofolio
yang ditugaskan yaitu:
o membuat rangkuman mengenai perubahan akuntansi dan analisis
kesalahan untuk dikumpulkan pada pertemuan terakhir sebelum Ujian
Tengah Semester.
o mengerjakan soal latihan LS22-9, LS22-10 di buku Kieso, Weygandt dan
Warfield (2018)

Elin Erlina Sasanti & Eni Indriani | 136


Buku Ajar Akuntansi Keuangan 2

Latihan Mandiri
Thurber Co. membeli peralatan seharga $ 710.000 yang diperkirakan memiliki masa
manfaat ekonomis 10 tahun dengan nilai residu sebesar $ 10.000 pada akhir periode
itu. Penyusutan telah dilakukan selama 7 tahun atas dasar garis lurus. Pada tahun
2011, ditentukan bahwa total estimasi masa manfaat akan menjadi 15 tahun dengan
nilai residu sebesar $ 4.000 pada akhir periode.
Diminta :
a. Buatlah jurnal (jika ada) untuk mengoreksi penyusutan tahun-tahun sebelumnya.
b. Buatlah jurnal untuk mencatat penyusutan tahun 2011.

Elin Erlina Sasanti & Eni Indriani | 137


Bab 8 - Perubahan Akuntansi & analisis Kesalahan

DAFTAR BACAAN
Kieso, Weygandt, and Warfield. 2018. Intermediate Accounting IFRS 3 rd edition. John
Wiley & Sonss, Inc. China.

Martani, Siregar, Wardhani, Farahmita, dan Tanujaya. 2014. Akuntansi Keuangan


berdasarkan SAK berbasis IFRS Jilid 2. Penerbit Salemba Empat. Jakarta.

PSAK 25. Perubahan Kebijakan Akuntansi

Elin Erlina Sasanti & Eni Indriani | 138