Anda di halaman 1dari 2

NAMA : LALU ANDRIADI

NIM : 019013636

PRODI : KEPERAWATAN

SEEMESTER 2 / TUGAS IDK II

1. Jelaskan patofisiologi hipertensi


Patofisiologi hipertensi
Mekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin II dari angiotensin
I oleh angiotensin I converting enzyme(ACE). ACE memegang peran fisiologis penting
dalam mengatur tekanan darah. Darah mengandung angiotensinogen yang diproduksi dihati.
Selanjutnya oleh hormon, renin (diproduksi oleh ginjal) akan diubah menjadi angiotensin I.
Oleh ACE yang terdapat di paru-paru, angiotensin I diubah menjadi angiotensin II.
Angiotensin II inilah yang memiliki peranan kunci dalam menaikkan tekanan darah melalui
dua
aksi utama. Aksi pertama adalah meningkatkan sekresi hormon antidiuretik (ADH) dan rasa
haus. ADH diproduksi di hipotalamus (kelenjar pituitari) dan bekerja pada ginjal untuk
mengatur osmolalitas dan volume urin. Dengan meningkatnya ADH, sangat sedikit urin yang
diekskresikan ke luar tubuh (antidiuresis), sehingga menjadi pekat dan tinggi osmolalitasnya.
Untuk mengencerkannya, volume cairan ekstraseluler akan ditingkatkan dengan cara menarik
cairan dari bagian intraseluler. Akibatnya, volume darah meningkat yang pada akhirnya akan
meningkatkan tekanan darah.12 Aksi kedua adalah menstimulasi sekresi aldosteron dari
korteks adrenal. Aldosteron merupakan hormon steroid yang memiliki peranan penting pada
ginjal. Untuk mengatur volume cairan ekstraseluler, aldosteron akan mengurangi ekskresi
NaCl (garam) dengan cara mereabsorpsinya dari tubulus ginjal. Naiknya konsentrasi NaCl
akan diencerkan kembali dengan cara meningkatkan volume cairan ekstraseluler yang pada
gilirannya akan meningkatkan volume dan tekanan darah
2. Mekanisme inflamasi
Peradangan atau inflamasi menggunakan mekanisme sistem humoral yang dilakukan
oleh antibodi. Inflamasi atau peradangan merupakan mekanisme tubuh dalam
melindungi diri dari infeksi mikroorganisme asing, seperti virus, bakteri, dan jamur.
Pada saat mekanisme alami ini berlangsung, sel-sel darah putih dan zat yang
dihasilkannya sedang melakukan perlawanan dalam rangka membentuk
perlindunganJadi, tahapnya yaitu
1) Antigen menyerang
2) Sel T helper kemudian mengaktivasi sel B untuk mengeluarkan antibodi
3) Sel B kemudian membelah diri menjadi beberpaa klon penghasil antibodi
4) Antibodi dengan protein komplemen kemudian menyebabkan peradangan sehingga
antibodi lainnya terangsang untuk datang ke area inflamasi
5) Makrofag kemudian mencerna antigen tersebut
6) Racun yang berasal dari inflamasi segera dibuang oleh eosonofil.
3. Ini adaalah contoh dari penjelasan dimana faktor infeksi termasuk salah satu faktor
yang mempengaruhi kelainan konginetal
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi frekuensi responden pada kelompok
kasus dengan menderita infeksi saat hamil sejumlah 27(48%) dan pada kelompok
kontrol sejumlah 10 responden (18%). Menurut Sofian (2012) infeksi terutama
diderita ibu dalam proses organogenesis (triwulan pertama kehamilan) dapat
menimbulkan kelainan kongenital. Infeksi rubella yang dapat menyebabkan kelainan
jantung, mata, dan susunan syaraf pusat janin. Infeksi virus lain juga dapat
menimbulkan kelainan bawaan. Seperti virus sitomegalovirus dapat mengakibatkan
hidrosefalus, mikrosefalus dan mikroftalmia (Sofian, 2012). Adanya infeksi tertentu
dalam periode organogenesis ini dapat menimbulkan gangguan dalam pertumbuhan
suatu organ tubuh. Infeksi pada trimester pertama di samping dapat menimbulkan
kelainan kongenital dapat pula meningkatkan kemungkinan terjadinya abortus.
Sebagai contoh infeksi virus pada trimester pertama ialah infeksi oleh virus Rubella.
Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita infeksi Rubella pada trimester pertama
dapat menderita kelainan kongenital pada mata sebagai katarak, tuli dan kelainan
jantung bawaan (Manuaba, 2012).”
4.  Proses terjadinya infeksi virus corona virus menyebar melalui tetesan air liur
yang muncrat dari mulut orang akibat batuk batuk atau bersin, yang kemudian masuk
ke jalur pernapasan dan membran mukus dibagian belakang tenggorokan, menempel
pada sebuah reseptor di dalam sel, dan mulai berkembang disana.
 Virus ini mempunyai protein dengan ujung tajam yang membuat virus bisa
menempel ke membran sel, dan dari situ, materi genetis tersebut kemudian membajak
metabolisme sel dan membuat sel tidak lagi berkembang untuk kesehatan tubuh
melainkan untuk memperbanyak virusnya.