Anda di halaman 1dari 8

TUGAS TUTOR ASKEP KASUS I

DISUSUN OLEH:

NAMA:PERAWATI SULASTRI

NPM:019.01.3649

SEMESTER:II

PRODI:S1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) MATARAM

TAHUN AKADEMIK 2019/2020


ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN “A”

DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT: DIARE

DI DESA SUKA MAKMUR

A. Pengkajian

1.Identitas klien

Nama: An “A”

Jenis kelamin: perempuan

Umur: 3 tahun

Agama: islam

Suku/bangsa:sasak/indonesia

Gol.darah:-

Alamat: suka makmur

Tgl.pengkajian: 7-april-2020

Diagnosa medis: Diare

2.Identitas penanggung jawab

Nama: Ny “M”

Jenis kelamin: Perempuan

Umur: 40 tahun

Agama: islam

Pekerjaan: ibu rumah tangga


Alamat: suka makmur

Hubungan dengan klien: Ibu

B. Keluhan utama:
Kelurga pasien mengatakan anaknya mencret dan muntah sejak tadi malam

C. Riwayat kesehatan sekarang:


Seorang anak perempuan berusia 3 tahun datang ke puskesmas suka makmur dengan
keadaan lemah. Ibu anak tersebut mengatakan bahwa anaknya mencret dan muntah sejak
tadi malam.

D. Keadaan umum
1.Tingkat kesadaran: composmentis
2.Tanda-tanda vital:
Suhu:39,3c, nadi:100 x/mnit, respirasi:25 x/mnit
3.Penampilan umum: klien tampak lemah

E. Pemeriksaan fisik
a.pemeriksaan umum

1. mata: bentuk simetris,tampak cowong

DS: DS:
- Keluarga klien mengatakan klien BAB -karna terjadi kehilangan cairan dan
mencret sejak tadi malam elektrolit
- kelurga klien mengatakan klien muntah
sejak tadi malam
DO: DO:
-klien tampak lemah -klien lemah karna klien kekurangan
-mata klien tampak cowong cairan dalam tubuh
-klien tampak rewel -mata cowong:diakibatkan karna
- turgor kulit klien lambat kekurangan cairan atau dehidrasi
-TTV: -klien rewel karna merasa tidak nyaman
S:39.3c -turgor kulit:karna klien mengalami
N:100 x/mnit dehidrasi dan klien membutuhkan
RR:25 x/mnit banyak cairan yaitu seperti cairan infuse
dan memperbanyak minum
TTV:
-nadi: nadi normal karna nadi pada anak
usia 3-4 tahun 80-120 x/mnit
-suhu: terjadi peningkatan suhu tubuh
sedangkan normal suhu tubuh 36,5-
37,5c
-RR: RR pada klien normal karna
normalnya RR pada anak usia 2-6 tahun
21-30 x/mnit

ANALISA DATA
DATA PENYEBAB MASALAH
KEPERAWATAN
DS: -inflamasi gastrointestinal Gangguan keseimbangan
-Keluarga klien -iritasi gastrointestinal cairan dan elektrolit
mengatakan klien BAB -proses infeksi
mencret sejak tadi malam -malabsorbsi
DO:
-klien tampak lemah
-mata klien tampak
cowong
-klien tampak rewel
-turgor kulit klien lambat

DS: -dehidrasi Hipertermi


-kelurga klien mengatakan -terpapar lingkungan panas
klien muntah sejak tadi -peningkatan laju
malam metabolism
DO: -ketik sesuian pakaian
-klien tampak rewel dengan suhu lingkungan
-TTV: -respon trauma
S:39.3c -aktivitas berlebihan
N:100 x/mnit -penggunaan inkubator
RR:25 x/mnit

RENCANA TINDAKAN
TUJUAN INTERVENSI
-keseimbangan cairan obsevasi:
dan elektrolit dapat -identifikasi penyebab diare
diperhatikan dalam batas -identifikasi riwayat pemberian makanan
normal -identifikasi gejala invagasi(misl.tangisan
-mencret dapat keras,kepucatan pada anak)
berkurang dalam jangka -monitor warna,volume,frekuensi,dan konsistensi
1X24 jam tinja
-turgor kulit baik -monitor tanda dan gejala
hypovolemia(mis.takikardi,nadi teraba lemah,tekanan
darah turun,turgor kulit turun,mukosa mulut
kering,CRT melambat,BB menurun)
-monitor iritasi dan ulserasi kulit di daerah parianal
-monitor jumlah pengeluaran diare
-monitor keamanan penyiapan makanan

Terapeutik:
-berikan asupan cairan oral (mis.larutan garam
gula,oralit,pedialyte,renalyte)
-Pasang jalur intravena
-berikan cairan intravena(mis.ringer asetat,ringer
laktat),jika perlu
-ambil sampel darah untuk pemeriksaan darah
lengkap dan elektrolit
-ambil sampel feses untuk kultur,jika perlu

Edukasi:
-anjurkan makanan porsi kecil dan sering secara
bertahap
-anjurkanmenghindari makanan pembentuk
gas,pedas dan mengandung laktosa
Kolaborasi:
-kolaborasi pemberian obat antimotilitas
(mis.loperamide,difenoksilat)
-kolaborasi pemberian obat
antispasmodic/spasmolitik (mis.papaverin,ekstak
belladonna,mebevarine)
-kolaborasi pemberian obat pengeras feses
(mis.antapulgit)

-setelah diberikan Observasi:


tindakan 3X24 jam -identifikasi penyebab hipertermi
diharapkan suhu tubuh (mis.dehidrasi,terpapar lingkungan
klien menurun dengan panas,penggunaan incubator)
kriteria hasil: -monitor suhu tubuh
-TTV dalam rentan -monitor kadar elektrolit
normal -monitor keluaran urin
-monitor komplikasi akibat hipertermia
-observasi TTV

Terapeutik:
-sediakan lingkungan yang dingin
-longgarkan atau lepaskan pakaian
-basahi dan kipas permukaan tubuh
-berikan cairan oral
-ganti linen setiap hari atau lebih sering jika
mengalami hiperhidrois(keringat berlebihan)
-lakukan pendinginan eksternal (mis.selimut
hipotermia atau kompres dingin pada
dahi,leher,dada,abdomen,aksila)
-Hindari pemberian antipiretik atau aspirin
-berikan oksigen,bila perlu

Edukasi:
-anjurkan tirah baring

Kolaborasi:
-kolaborasi pemberian cairan dan elektrolit
intravena,jika perlu