Anda di halaman 1dari 9

BAB 7

PENGGOLONGAN DAN ANALISIS SIMPLISIA

A. PENGERTIAN

Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum

mengalami pengolahan apapun juga dengan kata lain berupa bahan yang telah

dikeringkan (Siagian, 2019).

Simplisia atau herbal adalah bahan alam yang telah dikeringkan yang digunakan

untuk pengobatan dan belum mengalami pengolahan, kecuali dinyatakan lain suhu

pengeringan simplisia tidak lebih dari 600C (Ditjen POM, 2008).

Simplisia merupakan bahan awal pembuatan sediaan herbal. Mutu sediaan herbal

sangat dipengaruhi oleh mutu simplisia yang digunakan. Oleh karena itu, sumber

simplisia, cara pengolahan, dan penyimpanan harus dapat dilakukan dengan cara yang

baik. Simplisia adalah bahan alam yang digunakan sebagai bahan sediaan herbal yang

belum mengalami pengolahan apapun dan kecuali dinyatakan lain simplisia merupakan

bahan yang telah dikeringkan (Ditjen POM, 2005).

B. PENGGOLONGAN SIMPLISIA

Simplisia dibedakan menjadi :

1. Simplisia nabati adalah simpplisia yang berupa tanaman utuh, atau dari bagian

tumbuhan. Simplisia nabati sering berasal dan berupa seluruh bagian tummbuhan,

tetapi sering berupa bagian atau organ tumbuhan seperti akar, kulit akar, batang, kulit

batang, kayu, bagian bunga dan sebagainya. Disamping itu, terdapat eksudat seperti

gom, lateks, tragakanta, oleoresin, dan sebagainya (Siagian, 2019).


Eksudat tanaman adalah isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman atau

dengan cara tertentu sengaja dikeluarkan dari selnya atau senyawa nabati lainnya

yang dengan cara tertentu dipisahkan dari tumbuhannya dan belum berupa senyawa

kimia murni ( Depkes RI, 2000 ).

Adapun jenis simplisia nabati menurut Dalimartha 2008 :

a. Herba merupakan seluruh bagian tanman obat mulai dari akar, batang , daun,

bunga dan buah yang berasal dari tanaman jernis terna yang bersifat herbaceous

contohnya pegagan

b. Daun ( folium ) merupakan jenis simplisia yang paling banyak digunakan dalam

pembuatan ramuan herbal

c. Bunga ( flos ) merupakan bunga yang digunakan sebagai simplisia dapat berupa

bunga tunggal atau majemuk

d. Buah ( fructus ) merupakan buah yang dikumpulkan setelah masak

e. Kulit buah ( pericarpium ) merupakan kulit buah yang dikumpulkan dari buah

masak seperti kulit jeruk

f. Biji ( semen ) merupakan biji yang dikumpulkan dari buah yang sudah masak

g. Kulit kayu ( cortex |) merupakan bagian terluar dari batang pada taaman tingkat

tinggi

h. Kayu ( lignum ) merupakan kayu tanpa kulit. Pemotongan kayu biasanya

dilakukan mmiring sehingga permukaan menjadi lebar. Kadangkala berupa

serutan kayu

i. Akar ( radix ) merupakan tumbuhan yang biasanya terdapat didalam tanah .

contoh akar yang sering digunakan yaitu akar kompri


j. Umbi ( tuber ) merupakaan penjelmaan dari akar sehingga dibedakan menjadi

umbi batang dan umbi akar. Contoh umbi batang adalah kentnag , umbi akar

adalah singkong

k. Umbi lapis merupakan perubahan bentuk dari batang beserta daunnya menjadi

umbi yang berlapis – lapis . contoh dari umbi lapis yaitu bawang Bombay

l. Rimpang ( rhizome ) merupakan batanga dan daunyang terdapat didalam tanah,

bercabang- cabang dan tumbuh mendatar. Contoh rimpang yaitu kunyit

2. Simplisia hewani adalah simplisia yang dapat berupa hewan utuh atau zat-

zat berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa bahan kimia murni,

misalnyaminyak ikan (Oleum iecoris asselli) dan madu (Mel depuratum) .

Simplisia hewani merupakan simplisia atau bahan yang berasal dari hewan meliputi

kulit, daging ataupun tulang. Contoh pemanfaatan simplisia dari hewan adalah

pembuatan kapsul yang berasal dari tulang ikan lele ( Azizah, 2019 )

3. Simplisia pelikan ( mineral ) adalah simplisia yang belum diolah atau telah diolah

dengan cara sederhana dan belum berupa bahan kimia murni, contoh serbuk seng dan

serbuk tembaga ( Azizah, 2019 ).

C. ANALISIS SIMPLISIA

Proses preparasi simplisia merupakan proses yang dapat menentukan mutu

simplisia dalam berbagai artian , yaitu komposisi senyawa kandungan, kontaminasi, dan

stabilitas bahan. Namun demikian, dapat diperkecil dan di atur. Dalam hal ini simplisia

sebagai bahan baku awal dan produk siap konsumsi langsung dapat dipertimbangkan 3

konsep untuk menyusun parameter standar umum (Siagian, 2019)


1. Simplisia sebagai bahan kefarmasian seharusnya memenuhi 3 parameter mutu umum

suatu bahan ( material ), yaitu kebenaran jenis ( idenitifkasi , kemurnian ( bebas dari

kontaminasi kimia dan bilogis ) serta aturan penstabilan ( wadah, penyimpanan, dan

transportasi )

2. Simplisia sebagai bahan produk konsumsi manusia sebagai obat tetap diupayakan

memenuhi 3 paradigma seperti produk kefarmasian lainnya, yaitu quality-

safeetyeffiacccy ( mutu – aman – manfaat )

3. Simplisia sebagai bahan dengan kandungan kimia yang bertanggung jawab teerhadap

respon biologis harus mempunyai spesifikasi kimia, yaitu informasi komposisi ( jenis

dan kadar ) senyawa kandungan (Siagian, 2019)

Beberapa pengujian dilakukan pada analisis simplisia antara lain:

1. Mikroskopik, kecuali dinyatakan lain, uraian mikroskopik mencakup pengamatan

terhadap penampang melintang simplisia atau bagian simplisia dan terhadap fragmen

pengenal serbuk simplisia.

2. Organoleptis, meliputi uji tentang wujud, rupa, warna, bau, rasa

3. Penetapan kadar dalam pengujiannya jumlah dosis yang digunakan tidak boleh

lebih kecil dari yang ditetapkan. Secara sebanding, jumlah yang lebih besar atau

lebih kecil dari bobot atau volume yang ditetapkan dari bahan yang ditetapkan

kadarnya, asal pengukuran dilakukan dengan ketelitian yang ekivalen.

4. Uji identifikasi, suatu cara untuk membuktikan bahwa bahan yang diperiksa
mempunyai identitas yang sesuai dengan yang tertera pada etiket.

5. Kimiawai, meliputi reaksi warna, pengendapan, penggaraman, logam, dan kompleks.


6. Biologi, meliputi pemeriksaan mikrobiologi seperti penetapan angka kuman,
pencemaran, dan percobaan terhadap hewan.

Analisis Simplia menurut Farmakope edisi 4

1. Bahan Organik Asing

2. Penetapan Kadar Abu

3. Penetapan Kadar Abu yang Tidak larut dalam Asam

4.Penetapan Serat Kasar, Penetapan Kadar Minyak Atsiri, Penetapan Kadar Air.

Analisis Simplisia menurut Materia Medika

1. Penetapan Kadar Minyak Atsiri

2.Penetapan Kadar Abu

3. Penetapan Kadar Abu yang Tidak Larut dalam Asam

4. Penetapan Kadar Abu yang Larut dalam Air

5. Penetapan Kadar Air

6. Penetapan Susut Pengeringan

7. Penetapan Kadar Sari yang Larut dalam Air

8. Penetapan Kadar Sari yang Larut dalam Etanol

9. Penetapan Bahan Organik Asing


NO Nama Simplisia Keterangan

1. Kunyit Kunyit mempunyai peranan sebagai


(Curcuma domestica Anti Radang, Analgesik, Antipiretik.
rhozoma)

2. Daun Jambu Biji Daun jambu biji mempunyai peranan


(Psidium guajava L.) sebagai anti kanker, pencahar dan
antioksidan.

3. Batang Siwak Batang siwak mempunyai peranan


(Salvadora persica) sebagai aromatic dan pembersih email
gigi.

4. Daun Ketepeng Cina Daun ketepeng cina mempunyai


(Cassia alata L.) peranan sebagai antihelminthes
(cacingan), penyakit kulit.
DAFTAR PUSTAKA

Azizah Nur, Eko Widaryanto, 2018 Tanaman Obat Berkhasiat Malang, UB Press

Dalimartha Setiawan, 2008, 1001 Resep Herbal Jakarta, Penebar Swadaya

Departemen Kesehatan Republik Indonesia 1995, Farmakkope Indonesia, Edisi IV, Departemen

Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta

Departemen Kesehatan Republik Indonesia 2000, Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan

Obat, Ditjen POM, Direktorat Pengawasan Obat Tradisional

Ditjen POM.2008 Farmakope Herbal Indonesia . Jakarta.

Ditjen POM.2005. Penyiapan Simplisia Untuk Sediaan Herbal. Jakarta.

Depkes RI, 1989, Materia Medika Indonesia , Jilid V , Jakarta

Siagian, Hartikaa Samgryee , Roby Pahala J. G , 2019 . Potensial Farmakologis Tanaman

Gnyura Yogyakarta, Deepublish Publisher.


PERTANYAAN

1. Perbedaan simplisia nabati, hewani dan pelican (mineral)

Jawab :

a. Simplisia nabati adalah simplisia yang berupa tanaman utuh, bagian tanaman atau

eksudat tanaman. Yang dimaksud dengan esksudat adalah isi sel yang secara spontan

keluar dari tanaman atau dengan cara tertentu dipisahkan dari tanamannya.

b. Simplisia hewani adalah semplisia yang berupa hewan utuh, bagian hewan atau zat-

zat berguna yang dihasilkan oleh hewan dan berupa zat kimia murni.

c. Simplisia pelican (mineral) adalah semplisia merupakan bahan pelikan atau muineral

yang belum diolah atau ditelah oeleh dengan cara sederhana dan belum berupa zat

kimia murni.

2. Sebutkan 3 faktor persyaratan simplisia

Jawab :

a. Bahan baku simplisia

b. Proses pembuatan simplisia termaksud cara penyimpanan bahan baku simplisia.

c. Cara pengepakan dan penyimpanan simplisia

3. Sebutkan pengujian analisis simlisia

Jawab :

a. Mikroskopik,

b. Organoleptis

c. Uji identifikasi

d. Kimiawai

e. Biologi