Anda di halaman 1dari 1

11.

SYEKH ‘ARIF AR-RIWAKRI

Syekh Arif (q.s) dilahirkan di sebuah desa Riwakar yang berjarak sekitar 6 mil dari
Bukhara dan satu mil dari Ghujdawan. Beliau berdiri didepan pintu Syaikhnya yang bernama,
Abdul Khaliq, dan melayani guru sampai Syaikh memberi beliau ijin untuk irshad
(memberikan bimbingan). Beliau mengambil Rahasia Thariqah dari Syaikhnya yang menjadi
saksi pencapaian beliau ke maqam kesempurnaan. Beliau memenuhi negara-negara sekitar
Bukhara dengan wangi dari berkah-berkahnya. Beliau membuka banyak pikiran dan hati
masyarakat pada masanya ke rahasia-rahasia dari pengetahuan beliau.
Para murid beliau banyak merekam ucapan-ucapannya. Berikut beberapa ucapan dari
Arif (q.s):
• “Percaya kepada Tuhan sampai Dia menjadi Guru-mu. Jadikanlah Ingatan akan
Kematian menjadi sahabatmu.”
• “Terlalu banyak berharap tentang masa depan akan memberikan tabir pada dirimu
dari menemukan hal-hal baik di Jalan Allah.”
• “Barang siapa berkata 10 kali dalam satu hari, „Wahai Allah Bimbinglah Ummat
Muhammad. Wahai Allah Berkahilah Ummat Muhammad. Wahai Allah singkirkan
semua malapetaka dari Ummat Muhammad,‟ akan dituliskan diantara kelompok
para wali yang dikenal sebagai Abdal."
• “Barang siapa memohon Surga tanpa melakukan perbuatan baik akan dituliskan
baginya sebagai Dosa dari Pendosa. Barang siapa menunggu syafa‟at tanpa sebuah
sebab mempunyai sebuah bentuk kebanggaan.”
• “Mengejutkan melihat begitu banyak Orang-orang Shaleh (shalihiin), dan begitu
sedikit orang-orang Beriman Sejati (shadiqiin).”
• “Untuk mencapai pengobatan dari malapetaka apa pun, jagalah sebagai rahasia
malapetakamu dari orang-orang karena mereka tidak bisa memberikan keuntungan
bagimu. Mereka tidak dapat menolongmu dan tidak dapat menjaga malapetaka agar
tidak meraihmu.”
• “Ada 3 buah macam hati, yaitu: hati laksana sebuah gunung yang tidak dapat
digerakkannya; hati laksana pohon kurma, yang akarnya kuat namun cabang-
cabangnya bergerak; dan hati laksana sehelai bulu yang digerakkan oleh angin dari
kanan ke kiri.”
• “Siapa yang berharap untuk melindungi agamanya, harus menghindari persekutuan
dengan orang-orang.”
• “Wahai Allah, kapan pun Kau hendak menghukumku, lakukanlah, tapi tolong jangan
jauhkan aku dari Hadirat-Mu.”
Syekh Arif ar-Riwakri (q.s) wafat dikota kelahirannya, yaitu Riwakar 1 Syawal 616 H
(10 Disember 1219 M) dan dimakamkan dikota tersebut. Beliau meneruskan rahasia ke
Syaikh Khwaja Mahmud al-Anjir al-Faghnawi (q.s).