Anda di halaman 1dari 2

27.

SYEKH NUR MUHAMMAD AL BADAWAN

Nur Muhammad Al Badawani Qs lahir pada tahun 1075 H / 1664 M dan dibesarkan
dalam sebuah rumah yang penuh berkah. Beliau amat sholeh, menghabiskan sebagian besar
waktunya untuk membaca dan mempelajari adab (etika dan karakter) Nabi Muhammad saw,
karakter dan tingkah laku baik dari para wali.
Suatu hari beliau masuk ke dalam kamar mandi dengan kaki kanan yang tentu saja
tidak sesuai dengan kewajiabn yang dianjurkan nabi saw. Hasilnya adalah beliau menderita
sembelit selama 3 hari karena telah menyimpang dari sopan santun dalam sunnah ketika
melangkah masuk kamar mandi. Beliau memohon pengampunan kepada Allah dan Allah
membebaskan beliau dari tekanan ini.
Beliau memulai hidupnya dalam tingkat penyangkalan diri dan berada dalam tingkatan
tersebut selama 15 tahun. Selama periode ini, beliau selalu dalam tingkat penyangkalan diri
dan tidak pernah keluar dari tingkat tersebut kecuali selama melakukan ritual ibadah. Saat
beribadah beliau kembali ke tingkatan penyadaran diri dan melakukan ibadah. Kemudian
setelah selesai akan kembali ke tingkatan sebelumnya. Beliau bersikap berhati-hati terhadap
makanan dan hanya makan dari penghasilan yang didapat dari keringat yang mengalir dari
alisnya. Beliau hanya makan roti yang beliau bakar sendiri dan hanya memakan bagian roti
yang amat kecil. Beliau menghabiskan waktunya dalam tawajuh dan perenungan.
Jika meminjam sebuah buku, beliau akan membacanya dalam 3 hari karena dia pernah
berkata “pantulan dari kegelapan dan ketidak perdulian dari pemilik buku akan terpantul
kepadaku”. Beliau sangat berhati-hati akan berbagai hal. Khalifah beliau adalah Sayyidina
Habibullah Qs. Beliau biasa menangis ketika beliau mengingat Habibullah dan akan berkata
kepada pengikutnya “kalian tidak melihat orang suci ini. Jika kalian berada dalam masanya
maka itu akan memperbaharui keyakinan kalian terhadap kekuatan Allah yang telah
menciptakan manusia sepertinya”.
Sayyidina Habibullah juga biasa berkata “penglihatan syekh Nur Muhammad Al
Badawani Qs sangat detil dan luar biasa benarnya. Beliau biasa melihat dengan hati yang
lebih baik daripada melihat menggunakan mata fisiknya. Beliau pernah berkata padaku suatu
kali ketika aku berada dalam kehadirannya “wahai putraku, aku melihat engkau menanjak ke
kedewasaan. Apakah yang telah kau lakukan hari ini?” aku menjawab “wahai Syekhku,
ketika aku datang kepadamu, aku melihat seorang wanita di jalan”. Beliau berkata “lain kali
waspadalah untuk menjaga kedua matamu”.
Syekh Habibullah pernah berkata “satu hari aku dalam perjalanan menuju kekediaman
Syekhku ketika dijalan melihat seorang pemabuk. Saat aku menghadap Syekh, beliau
memberitahuku “aku melihat engkau mengikuti jejak alcohol”. Aku menyadari dari perkataan
beliau bahwa semua yang ada dalam kehidupan ini terpantul dari satu orang ke orang lainnya,
dan dari karakter satu orang terpantul kepada orang lainnya. Itulah mengapa kita harus
menjaga diri kita agar selalu amat bersih setiap waktu dan selalu bergaul dengan orang-orang
shaleh yang mencintai Allah.
Syekh Habibullah Qs pernah berkata “suatu hari seorang wanita datang kepada Syekh
dan bertanya “wahai Syekhku, makhluk jin menculik anak perempuanku dan aku telah
mencoba berbagai cara untuk mengambil dia kembali tapi sia-sia”. Syekh bertawajuh selama
kurang lebih satu jam. Kemudian beliau berkata “anak perempuanmu akan datang esok hari
sekitar Shalat Dhuhur, sekarang pulang dan istrrahatlah.
Si wanita berkata “aku sangat ingin waktu yang dimaksud segera tiba dan anak
perempuanku akan muncul karenanya aku tidak bisa beristirahat. Tepat waktu yang dikatakan
syekh, aku mendengar ketuka pintu dan masuklah anak perempuanku. Aku bertanya
kepadanya “apa yang terjadi” anakku menjawab “aku telah diculik dan dibawa ke gurun pasir
oleh jin. Aku sedang di gurun pasir dan baru saja seorang syekh datang dan mengambilku
dari tangan jin dan membawaku pulang.
Beliau meninggal pada tahun 1135 H / 1722-23 M. beliau meneruskan rahasia Thariqah
kepada penerusnya, yaitu As Syekh Shamsuddin Habibullah Jan Janan Al MAzhar Qs.