Anda di halaman 1dari 3

?.

F
t

MENTERT KESEHATAN
REPUBLIK INDONES1A

Yth.
1. Gubernur
2. BupatiMalikota
3. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi
4. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
5. Kepala Puskesmas
di seluruh lndonesia

SURAT EDARAN
NOMOR H K.02.01 /MENKES1 21 ) t2020
TENTANG
PEMANFAATAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG KESEHATAN UNTUK
PENC EGAHAN DAN/ATAU PENANGANAN CO RO N AV I RUS D/SEASE 20 1 9
(covtD-19) TAHUN ANGGARAN 2020

Dalam rangka pencegahan dan/atau penanganan Coronavirus Disease 201g


(covlD-19), diperlukan dukungan pendanaan melalui pemanfaatan Dana Alokasi
Khusus Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2020 dengan penambahan dan/atau
perluasan menu kegiatan baik pada Dana Alokasi Khusus Fisik maupun pada
Dana Alokasi Khusus Nonfisik (Bantuan operasional Kesehatan). Berdasarkan hal
tersebut telah ditetapkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
HK.01.O7/Menkesl215l2o20 tentang pemanfaatan Dana Alokasi Khusus Bidang
Kesehatan Untuk Pencegahan dan/atau penanganan covlD-19 rahun Anggaran
2020. untuk mengimplementasikan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK)
Bidang Kesehatan dimaksud, diperlukan penjelasan terhadap beberapa
penggunaan menu/rincian kegiatan, baik pada DAK Nonfisik maupun DAK Fisik.

Surat Edaran ini dimaksudkan untuk memberikan penjelasan kepada


Pemerintah Daerah dalam pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan Tahun Anggaran
2020 untuk pencegahan dan/atau penanganan covlD-19 berdasarkan Keputusan
Menteri Kesehatan Nomor H K. 0 1 .07 lMenkesl2l s12020 dan peraturan perundang-
undangan lainnya.
Mengingat ketentuan:
1. Undang-Undang Nomor 4 Tahun "r9g4 tentang wabah penyakit Menurar
(Lembaran Negara Repubrik rndonesia Tahun 1994 Nomor 20, Tambahan
Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 3237);
2. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 200g Nomor 144, Tambahan Lembaran
Negara Republik lndonesia Nomor 5063);
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
(Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan
Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4246);
4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan
antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara
Republik lndonesia Nomor 4438);
5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan
Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 5587) sebagaimana telah
diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015
tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun
2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor
5679);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana perimbangan
(Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan
Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4575);
7. Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Dana
Alokasi Khusus Fisik Tahun Anggaran 2020 (Lembaran Negara Republik
lndonesia Tahun 2019 Nomor 257);
8. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 85 Tahun 2019 tentang petunjuk
Operasional Penggunaan Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Kesehatan
Tahun Anggaran 2020 (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2019
Nomor 1782);
9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 86 Tahun 2019 tentang petunjuk Teknis
Penggunaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik Bidang Kesehatan Tahun
Anggaran 2020 (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 201g Nomor
1783);
1 0. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 6/KM.712020 lentang penyaluran Dana
Alokasi Khusus Fisik Bidang Kesehatan dan Dana Bantuan Operasional
Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan dan/atau Penanganan Corona Virus
Disease 2019;
11. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/21512020 tentang
Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan Untuk pencegahan
dan/atau Penanganan COVI D-1 I Tahun Anggaran 2020.
Sehubungan hal tersebut, dengan ini disampaikan kepada pemerintah
Daerah terkait pemanfaatan DAK Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2020 untuk
pencegahan dan/atau penanganan COVID- 19 sebagai berikut:
1. Dalam pemanfaatan DAK Nonfisik melalui penggunaan Dana Bantuan
operasional Kesehatan (BoK) untuk kegiatan surveilans dan intervensi faktor
risiko kesehatan lingkungan dapat dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan:
a. Alat Pelindung Diri (APD);
b. Masker;
c. Hand Sanitizen
d. Sarung Tangan;
e. Bahan Desinfektan; dan

2
f. Formulir Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan pemantauan Kontak
2. Dalam pemanfaatan DAK Nonflsik melalui penggunaan Dana BOK provinsi,
Kabupaten/Kota, dan Puskesmas untuk lingkup kegiatan program kesehatan
masyarakat, berupa Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat,
Penyehatan Lingkungan, dan Gizi Masyarakat sebagaimana telah diatur
dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 86 Tahun 2019 tentang petunjuk
Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Nonfisik Bidang Kesehatan Tahun
Anggaran 2020, termasuk untuk menu kegiatan yang ditujukan untuk
pencegahan dan/atau penanganan COVID- 19.

3. Penyediaan SuplemenA/itamin bagi petugas kesehatan/lainnya yang terlibat


dalam penanganan COVID-19 dapat menggunakan DAK Fisik Reguler
Subbidang Kefarmasian, dengan melakukan pengajuan Rencana Kebutuhan
Obat (RKO) secara berjenjang.
Demikian Surat Edaran ini untuk dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung
jawab dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 27 Marel 2020

MENTERI N
REPUBLIK A,
4:

i \\

TE TRANTO

Anda mungkin juga menyukai