Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di Indonesia hipertensi menempati peringkat ke-2 dari


10 penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan di rumah
sakit pada tahun 2006 dengan prevalensi sebesar 4,6%. Data
riset (2007) juga menyebutkan bahwa prevalensi hipertensi
di Indonesia berkisar 30% dengan insiden komplikasi
penyakit kardiovaskuler lebih banyak pada perempuan (52%)
dibandingkan dengan laki-laki. Jumlah penderita hipertensi
di Indonesia pada tahun 1995 baru sekitar 5 persen dari
populasi. Survei tahun 2008 yang dilakukan WHO menjadi 32
persen (Widiani, 2013).
Hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah keadaan ketika
seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas
normal atau tekanan sistolik lebih tinggi dari 140 mmHg
dan diastolik di atas 90 mmHg. Tekanan berlebihan ini
mengakibatkan volume darah meningkat dan saluran darah
menyempit sehingga jantung memompa lebih keras untuk
menyuplai oksigen dan nutrisi ke setiap sel dalam tubuh
(Wijoyo P.M., 2011).The Third Nacional Health and Nutrition
Examination Survey mengungkapkan bahwa hipertensi mampu
meningkatkan risiko penyakit jantung koroner sebesar 12%
dan meningkatkan risiko stroke sebesar 24%.
Menurut Friedman (2010) salah satu fungsi keluarga
adalah fungsi perawatan atau pemeliharaan kesehatan yaitu
keluarga berfungsi untuk mempertahankan keadaan kesehatan
anggota keluarga. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu
yang terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan
terhadap suatu objek tertentu (Notoatmodjo, 2003).
Kurangnya pengetahuan akan mempengaruhi pasien hipertensi
untuk dapat mengatasi kekambuhan atau melakukan pencegahan
agar tidak terjadi komplikasi melalui perawatan hipertensi.
Upaya pencegahan terhadap pasien hipertensi bisa dilakukan
melalui mempertahankan berat badan, menurunkan kadar
kolesterol, mengurangi konsumsi garam, diet tinggi serat,
mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran serta menjalankan
hidup secara sehat. (Ridwan, 2009).
Keluarga Tn. S yang beralamatkan di Karang baru,
menjadi study kasus dalam asuhan keperawatan keluarga saat
ini karena ada beberapa alasan yang mendukung dijadikannya
keluarga Tn. S sebagai sasaran dalam Asuhan Keperawatan
Keluarga diantaranya yaitu: Diantara keluarga Tn. S ada
salah satu anggota keluarga yang menderita Hipertensi yaitu
(Tn. S).

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Keluarga Tn. S mau dan mampu meningkatkan derajat
kesehatannya melalui pemberian asuhan keperawatan
keluarga.
2. Tujuan Khusus
a. Mengidentifikasi masalah kesehatan yang terjadi di
dalam keluarga Tn.S
b. Menganalisa dan merumuskan masalah keperawatan yang
terjadi pada keluarga Tn.S, kemudian menentukan
prioritas masalah melalui skoring dengan keluarga.
c. Menyusun rencana tindakan keperawatan keluarga.
d. Memberikan implementasi pendidikan kesehatan dan
memberikan fasilitas perawatan kesehatan.
e. Mengevaluasi terhadap asuhan keperawatan keluarga yang
diberikan kepada keluarga Tn. S

C. Manfaat
1. Mahasiswa
a. Untuk melatih dan membiasakan mahasiswa dalam
menyelesaikan masalah kesehatan keluarga melalui
Asuhan Keperawatan Keluarga.
b. Untuk meningkatkan keterampilan berfikir kritis dalam
menyelesaikan masalah kesehatan keluarga dengan
melalui Asuhan Keperawatan Keluarga.
2. Keluarga
Meningkatkan kemampuan keluarga dalam menyelesaikan
masalah kesehatan sendiri. Sehingga tercipta peningkatan
status dan derajat kesehatan dan keluarga yang optimal.