Anda di halaman 1dari 31

BAB III

TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA Tn. “S” DENGAN SALAH SATU KELUARGA
MENDERITA HIPERTENSI DI LINGKUNGAN SURADADI KELURAHAN KARANG BARU
MATARAM
TANGGAL 02 APRIL - 03 APRIL 2020
A.PENGKAJIAN
Tanggal pengkajian: 02 April
I. Identitas Umum Keluarga
a.Identitas Kepala Keluarga
Nama : Tn “S”
Umur : 51 Tahun
Agama : Islam
Suku : Sasak
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : pedagang
Alamat : KARANG BARU SURADADI
Nomor telepon : -
b.Komposisi Keluarga
No Nama L/P Umur Hub. Klg Pekerjaan Pendidikan
1. Tn. “S” L 51 Kepala Pedagang SMP
keluarga
2. Ny. “M” P 45 Istri IRT Tidak Sekolah
3. Tn. “T” P 21 Anak Tidak Bekerja SMA
4. An. “A” L 17 Anak Pelajar SMA
5. An. “R” L 9 Anak pelajar SD

c.Genogram
Keterangan:

: Laki-laki/Perempuan meninggal
: Laki-laki/Perempuan hidup
: Klien
: Hubungan perkawinan
: Keturunan
: Tinggal serumah

d.Type keluarga
a)Jenis type keluarga
Jenis type keluarga Tn. “S” adalah keluarga inti karena
terdiri dari ayah, ibu dan 3 orang anak
b)Masalah yang terjadi dengan type tersebut
Keluarga Tn “S” mengatakan tidak ada masalah yang terjadi
delam keluarganya.

e.Suku bangsa
a) Asal suku bangsa
Keluarga Tn. “S” mengatakan bersuku sasak, berbangsa
indonesia dan bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa
sasak.
b) Budaya yang brhubungan dengan kesehatan
Keluarga Tn. “S” mengatakan tidak percaya dengan budaya yang
berkaitan dengan kesehatan seperti berobat ke dukun.
f.Agama dan kepercayaan yang mempengaruhi kesehatan
Keluarga Tn. “S” mengatakan bahwa keluarganya menganut agama
islam dan keluarga percaya bahwa semua yang terjadi adalah
takdir Allah.
g.Status sosial ekonomi keluarga
a) Anggota keluarga yang mencari nafkah
Keluarga Tn.”S” (Ny. “M”) mengatakan yang mencari nafkah
adalah kepala keluarga yaitu Tn. “S” dan dibantu oleh
istrinya dan anaknya.
b) Penghasilan
Keluarga Tn. “S” mengatakan penghasilan tidak menentu, rata-
rata penghasilan perbulan 1.500.000
c) Upaya lain
Upaya lain yang dilakukan oleh Ny.”M” yaitu dengan bekerja
sebagai Penjahit
d) Harta benda yang dimiliki (perabot, transportasi, dll)
Harta benda yang dimiliki oleh keluarga Tn. “S” adalah 1 buah
sepeda motor, TV dan perabotan-perabotan kecil lainnya.
e) Kebutuhan yang dikeluarkan tiap bulan
Kebutuhan yang dikeluarkan oleh keluarga tiap bulan adalah
untuk biaya sekolah anak-anaknya, membeli sembako, membayar
listrik dan keperluan lainnya dan biayanya itu tidak menentu.

h.Aktivitas rekreasi keluarga


Keluarga Tn.”S” mengatakan jarang pergi bereakreasi,
keluarga hanya pergi rekreasi apabila ada acara besar seperti
disaat lebaran ketupat. Jika ada waktu luang menonton TV dan
mengobrol dengan tetangga sekitar.

II. RIWAYAT DAN TAHAP PRKEMBANGAN KELUARGA


a.Tahap perkembangan keluarga saat ini (ditentukan dengan anak
tertua)
Tahap perkembangan keluarga Tn “s” saat ini adalah tahap
perkembangan keluarga dengan anak usia dewasa, dengan tugas
perkembangan tahan dewasa, belajar hidup dengan suami atau
istri, memilih pasangan hidup, tanggung jawab sebagai warga
Negara.
b.Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi dan kendalanya
- Membimbing dan merawat anak
- Mengolah rumah tangga

c.Riwayat kesehatan keluarga inti


a) Riwayat kesehatan keluarga saat ini
Keluarga Tn. “s” mengatakan bahwa anggota keluarganya saat
ini ada yang menderita penyakit hipertensi yaitu Tn “s” sejak
kurang lebih 6 tahun yang lalu.
b) Riwayat penyakit keturunan
Keluarga Tn.“s” mengatakan ibunya memiliki riwayat
hipertensi.
c) Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga

No Nama Umur BB Keadaan Imunisasi Masalah Tindakan


kesehatan (BCG,Polio,DPT, kesehatan yang telah
HB, Campak) dilakukan
1. Tn.”s” 51 60 Hipertensi - Hipertensi Berobat ke
puskesmas
dan
membeli
obat di
warung
2. Ny.”M” 45 67 Sehat - - -

3. An.”T” 21 50 Sehat Lengkap - -

4. An.”A” 17 46 Lengkap - -
Sehat

An “R” 9 Lengkap - -
5. 40 Sehat
d) Sumber pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan
Keluarga Tn. “s” mengatakan apabila ada salah satu anggota
keluarga atau beliau yang sakit biasanya keluarga membeli
obat di warung atau memanfaatkan Pustu, Puskesmas.

d.Riwayat kesehatan keluarga sebelumnya


Menurut penuturan Tn.S, Tn.S sebelum diperiksakan ke
puskesmas. Tn.S menderita hipertensi, Tn.S sering merasakan
pusing, disertai nyeri kepala, nyeri pundak, kadang-kadang
apabila sedang merasakan pusing penglihatannya menjadi kunang-
kunang tidak jelas dan sering kesemutan di kakinya. Setelah itu
Tn.S pernah dibawa ke puskesmas oleh anaknya untuk diperiksakan
dan menurut perawat puskesmas tersebut mengatakan Tn.S menderita
masalah hipertensi (tekanan darah tinggi) dan pada saat ditensi
tekanan darah Tn.S 170/100 mmhg, dan Perawat mengatakan untuk
menjaga pola makan dan agar Tn.S tidak stress atau jangan banyak
pikiran.
Pada saat dikaji Tn.S mengatakan bahwa hipertensi itu
tekanan darah yang tinggi saja dan tidak mengetahui berapa nilai
normalnya untuk Tn.S dan Tn.S tidak mengetahui apa tanda dan
gejala mengalami tekanan darah tinggi tersebut. Serta tidak
mengetahui resiko dari mempunyai masalah tekanan darah tinggi
tersebut. Tn.S mengatakan sudah merasakan pusing sudah lama
kira-kira 2 tahun yang lalu dan akhir-akhir ini pusingnya
serinng disertai dengan penglihatan kunang-kunang dan susah
tidur pada malam hari skala nyeri dirasakan 3.

III. PENGKAJIAN LINGKUNGAN


a.Karakteristik Rumah
1) Luas rumah: 7x5 m2
2) Type rumah: permanen type 21
3) Kepemilikan: rumah sendiri
4) Jumlah dan ratio kamar/ruangan: 3 kamar tidur, 1 kamar tamu,
1 teras, dapur dan kamar mandi terletak di luar rumah.
5) Ventilasi/jendela: keluarga Tn ”s” memiliki ventilasi dan
jendela tetapi jendelanya jarang dibuka.
6) Pemanfaatan ruangan: teras rumah
7) Septik tank: Keluarga Tn. “s” mengatakan mereka memiliki
septik tank yang jaraknya dari sumber air kurang dari 10
meter.
8) Sumber air minum Keluarga Tn “s” selama ini minum dari air
yang dimasak sendiri, sedangkan untuk mencuci dan memasak
menggunakan sumber air sumur.
9) Kamar mandi/WC: keluarga Tn. “S” mempunyai kamar mandi dan
WC yang letaknya di luar rumah.
10) Sampah: Keluarga Tn “S” mempunyai tempat penampungan
sampah sementara yang terbuka apabila sudah penuah biasanya
dibuang ke TPA.
11) Kebersihan lingkungan: cukup bersih
12) Denah rumah

Dapur

Kamar 1
Kamar 3 wc

Kamar 2 Ruang keluarga

Teras
b.Karakteristik tetangga dan komunitas RW
1)Kebiasaan
Interaksi keluarga dengan tetangga terjalin dengan akrab,
saling tolong menolong masih menjadi kebiasaan di wilayah /
antar anggota.
2)Aturan/kesepakatan
Dilingkungan Tn “S” setiap warga sepakat untuk menjaga
keamanan dan kenyamanan lingkungan dan setiap hari Minggu
diadakan gotong royong.
3)Budaya
Keluarga Tn “S” mengatakan budaya yang ada di lingkungannya
adalah budaya dimana anak kecil tidak boleh tidur dan main
keluar rumah waktu magrib.
c.Mobilitas geografis keluarga
Keluarga Tn “S” mengatakan menempati rumah yang ditempatinya
sejak 15 tahun yang lalu, sebelumnya keluarga Tn. “S” mengatakan
tinggal di rumah mertuanya.
d.Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga termasuk anggota keluarga yang aktif dalam mengikuti
kegiatan masyarakat, dengan keluarga dilingkungannya tampak
saling berinteraksi dengan baik.
e.Sistem pendukung keluarga
Keluarga Tn “S” terdiri dari lima orang yaitu Tn “s”, istri,
dan 3 orang anak.
Adapun sistem yang mendukung kesehatan keluarga yaitu fasilitas
kesehatan bisa di akses dengan sepedah motor yaitu di puskesmas
selaparang jaraknya kurang lebih 3 kilometer dari rumah.

IV. STRUKTUR KELUARGA


a.Pola/cara komunikasi keluarga
Pola komunikasinya menggunakan komunikasi 2 arah, setiap ada
permasalahan selalu dibicarakan dan dipecahkan bersama-sama.
Keluarga Tn.S sehari-hari menggunakan bahasa Sasak dalam
berkomunikasi, dan yang dominan dalam berbicara adalah Tn.S dan
yang mengambil keputusan adalah Tn.S.
b.Struktur kekuatan keluarga
Struktur kekuatan keluarga berada di Tn.S segala aturan yang
berlaku dirumah tangga ditentukan oleh Tn.S dengan kesepakatan
bersama, selalu diselesaikan dengan cara bermusyawarah.
c.Struktur peran (peran masing-masing anggota keluarga)
1). Tn.”S” sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah (bekerja
sebagai penjaga Pedagang.
2). Ny ”M” sebagai istri sebagai ibu rumah tangga dan bekerja
sebagai Penjahit, ikut bertanggung jawab dalam mengatur
rumah tangganya
3). An ”T sebagai anak pertama berumur 21 tahun membantu Tn.S
berjualan
4). An ”A” sebagai anak kedua berumur 17 tahun kelas 2 SMA
5). An ”R” sebagai anak ketiga berumur 9 tahun kelas 3 SD
d.Nilai dan norma keluarga
Keluarga masih memegang adat istiadat Sasak, keluarga
menetapkan norma-norma dalam kehidupan sehari-hari misalnya bila
bertemu dengan orang yang lebih tua harus berdalaman. Penilaian
keluarga tentang kesehatan bahwa kesehatan sangatlah penting.
V. FUNGSI KELUARGA
a. Fungsi afektif
Keluarga memiliki fungsi afektif yang baik, dimana semua anggota
keluarga saling mendukung dan memiliki perasaan saling memiliki
dan dimiliki dan selalu memperhatikan anggota keluarganya
terutama yang sakit dan hidup rukun dalam membina rumah tangga.
b.Fungsi sosialisasi
a)Kerukunan hidup dalam keluarga
Keluarga hidup rukun dan saling menghormati. Tn “S” dan Ny “M”
senantiasa mengajarkan prilaku yang baik kepada anak-anaknya
dimana anak-anak harus hormat dan sopan kepada orang yang lebih
tua dan sayang kepada yang lebih muda.

b)Interaksi dan hubungan dalam keluarga


Keluarga mengatakan hubungan antara orang tua dan anak erat dan
saling menghargai satu sama lain.
c)Anggota keluarga yang dominan dalam pengambilan keputusan
Anggota keluarga yang dominan mengambil keputusan adalah Tn “S”
(kepala keluarga).
4)Kegiatan keluarga waktu sengggang
Keluarga Tn. “S” mengatakan biasanya memanfaatkan waktu
senggang untuk berkumpul bersama dengan semua anggota keluarga,
nonton TV atau berkumpul dengan tetangga
5)Partisipasi dalam kegiatan sosial
Keluarga mengatakan selalu ikut berpartisipasi apabila ada
kegiatan sosial di sekitar tempat tinggalnya.

c.Fungsi perawatan kesehatan


a)Pengetahuan dan persepsi keluarga tentang penyakit/masalah
kesehatan keluarganya:
Keluarga mengatakan bahwa sejak 6 tahun yang lalu Tn “S”
mengalami hipertensi. Keluarga mengatakan tidak begitu
mengetahui tentang penyakit yang diderita Tn “S” pada saat itu,
baik dari pengertian, penyebab tanda dan gejala serta cara yang
harus dilakukan ketika Tn “S” megalami hipertensi.
b)Kemampuan keluarga mengambil keputusan tindakan kesehatan yang
tepat.
Untuk mengatasi masalah kesehatan biasanya dibicarakan dengan
keluarga terlebih dahulu. Keluarga mengatakan apabila ada salah
satu anggota keluarga yang sakit, biasanya keluarga membawa dan
memeriksakan keluarga ke pelayanan kesehatan seperti Pustu dan
Puskesmas.
c)Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
Keluarga mengatakan kurang mengerti cara merawat anggota
keluarga yang sakit, serta jenis makanan yang dikonsumsi saat
suaminya sakit. keluarga hanya bisa menganjurkan untuk
istirahat.

d)Kemampuan keluarga memelihara lingkungan rumah yang sehat


Keluarga mengatakan selalu menciptakan suasana yang harmonis di
dalam rumah. Keluarga mengatakan selalu membersihkan rumah,
tampak lantai dalam keadaan bersih,
e)Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas kesehatan di
masyarakat
Keluarga mengatakan selama ini sarana kesehatan yang
dimanfaatkan adalah Pustu dan Puskesmas tetapi jika penyakit
yang di rasakan Tn.s tidak terlalu parah keluarga hanya membeli
obat di warung.
d.Fungsi reproduksi
a) Perencanaan jumlah anak: Ny. “M” tidak ingin punya anak lagi.
b) Akseptor: Ny “M” menggunakan KB IUD
c) Keterangan lain: -
e.Fungsi ekonomi
a) Upaya pemenuhan sandang pangan:
Keluarga Tn.“S” mengatakan dalam pemenuhan sandang dan pangan
upaya yang dilakukan oleh kepala keluarga yaitu bekerja
sebagai pedagang dan istrinya (Ny. M) ikut membantu sebagai
penjahit bias dan sekaligus ibu rumah tangga.
b) Pemanfaatan sumber di masyarakat:
Keluarga Tn. “S” mengatakan sumber yang ada dimasyarakat
dimanfaatkan dengan baik.

VI. STRESS DAN KOPING KELUARGA


a.Stressor jangka pendek
Keluarga khawatir apabila penyakit Tn.”S” kambuh. Keluarga
mengatakan ingin penyakit yang dideriita Tn.S tersebut dapat
sembuh dan keluarga ingin meminimalisir terjadinya tekanan darah
tinggi pada keluarganya.
b.Stressor jangka panjang
Keluarga mengatakan khawatir apabali penyakit Tn. ”S”
kambuh lagi dan Keluarga ingin merubah kebiasaan hidup dan pola
makannya. Dan ingin sehat kembali.

c.Respon keluarga terhadap stressor


Jika ada masalah, keluarga menghadapinya dengan tenang,
mencari alternatif penyelesaiannya, dan meyakini setiap masalah
ada jalan keluarnya.
d.Strategi koping
Koping yang digunakan adalah dengan memecahkan masalah
secara bersama-sama. Apabila tidak menemukan pemecahannya atau
mengalami kebuntuan, keluarga akan meminta pendapat orang yang
dianggap lebih bisa dan dipercaya.
e.Strategi adaptasi disfungsional
Dalam mengahadai suatu masalah, keluarga Tn. “s” dapat
menerima dengan ikhlas dan selalu berdo’a dalam menghadapi
masalahnya.

VII. KEADAAN GIZI KELUARGA


Pemenuhan gizi: keluarga Tn.”s” mengatakan dalam pemenuhan gizi
keluarganya cukup terpenuhi.
Upaya lain: Tidak ada

VIII. HARAPAN KELUARGA


a.Terhadap masalah kesehatannya
Keluarga Tn. “s” berharap supaya penyakitnya tidak kambuh lagi.
b.Terhadap petugas kesehatan yang ada
Keluarga berharap agar petugas kesehatan dapat lebih teliti
lagi dalam mengidentifikasi masalah kesehatan keluarga dan
masyarakat pada umumnya, serta mampu memberikan pendidikan
kesehatan sebagai ilmu pengetahuan bagi masyarakat awam

IX. PEMERIKSAAN FISIK


No Variabel Nama anggota keluarga
Tn “S” Ny “M” An. “T” An “A” An “R”
1. Riwayat hipertensi Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
penyakit
saat ini
2. Keluhan Pusing, Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
yang lemas dan
dirasakan sakit
tengkuk,
susah tidur
3. Tanda dan Pusing,lema Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
gejala s,mata
berkunang-
kunang,
susah tidur
4. Riwayat Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
penyakit
sebelumnya
5. Tanda- TD:160/100 TD:120/70 TD:100/80 TD:100/80 TD:90/80
tanda N :90 N : 70 N :85 N :90 N :80
vital R :19 R :20 R :22 R :24 R :24
S : 36,5ºC S :36,4ºC S :36,5ºC S :36,5ºC S :36,5ºC
6. Sistem Inspeksi: Inspeksi: Inspeksi: Inspeksi: Inspeksi:
kardiovask Dada Dada Dada Dada Dada
uler simetris, simetris, simetris, simetris, simetris,
tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada
lesi, tidak lesi, lesi, tidak lesi, lesi,
ada luka tidak ada ada luka tidak ada tidak ada
maupun luka maupun luka luka
pembengkaka maupun pembengkaka maupun maupun
n. pembengkak n. pembengkak pembengkak
Palpasi: an. Palpasi: an. an.
Tidak ada Palpasi: Tidak ada Palpasi: Palpasi:
nyeri Tidak ada nyeri Tidak ada Tidak ada
tekan. nyeri tekan. nyeri nyeri
Perkusi: tekan. Perkusi: tekan. tekan.
Pekak pada Perkusi: Pekak pada Perkusi: Perkusi:
area Pekak pada area Pekak pada Pekak pada
jantung, area jantung, area area
tidak ada jantung, tidak ada jantung, jantung,
pembesaran tidak ada pembesaran tidak ada tidak ada
jantung. pembesaran jantung. pembesaran pembesaran
Auskultasi: jantung. Auskultasi: jantung. jantung.
Suara Auskultasi Suara Auskultasi Auskultasi
jantung 1 & : jantung 1 & : :
2 normal, Suara 2 normal, Suara Suara
tidak jantung 1 tidak jantung 1 jantung 1
terdengar & 2 terdengar & 2 & 2
suara normal, suara normal, normal,
tambahan. tidak tambahan. tidak tidak
terdengar terdengar terdengar
suara suara suara
tambahan. tambahan. tambahan.

7. Sistem Inspeksi: Inspeksi: Inspeksi: Inspeksi: Inspeksi:


respirasi Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
tarikan tarikan tarikan tarikan tarikan
dinding dinding dinding dinding dinding
dada, dada dada, dada dada, dada dada, dada dada, dada
simetris simetris simetris simetris simetris
dekstra- dekstra- dekstra- dekstra- dekstra-
sinistra. sinistra. sinistra. sinistra. sinistra.
Palpasi: Palpasi: Palpasi: Palpasi: Palpasi:
Fokal Fokal Fokal Fokal Fokal
fremitus fremitus fremitus fremitus fremitus
simetris simetris simetris simetris simetris
dekstra- dekstra- dekstra- dekstra- dekstra-
sinstra, sinstra, sinstra, sinstra, sinstra,
tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada
pembesaran, pembesaran pembesaran, pembesaran pembesaran
dan tidak , dan dan tidak , dan , dan
ada nyeri tidak ada ada nyeri tidak ada tidak ada
tekan. nyeri tekan. nyeri nyeri
Perkusi: tekan. Perkusi: tekan. tekan.
Sonor pada Perkusi: Sonor pada Perkusi: Perkusi:
semua Sonor pada semua Sonor pada Sonor pada
lapang semua lapang semua semua
paru. lapang paru. lapang lapang
paru. paru. paru.
Auskultasi: Auskultasi:
Suara Auskultasi Suara Auskultasi Auskultasi
vesikuker : vesikuker : :
dan tidak Suara dan tidak Suara Suara
terdengar vesikuker terdengar vesikuker vesikuker
wheezing dan tidak wheezing dan tidak dan tidak
maupun terdengar maupun terdengar terdengar
ronchi. wheezing ronchi. wheezing wheezing
maupun maupun maupun
ronchi. ronchi. ronchi.
9. Sistem Refleks Refleks Refleks Refleks Refleks
persyarafa patela +, patela +, patela +, patela +, patela +,
n refleks refleks refleks refleks refleks
babinsky - babinsky - babinsky - babinsky - babinsky -
Pendengaran Pendengara Pendengaran Pendengara Pendengara
baik, n baik, baik, n baik, n baik,
penciuman penciuman penciuman penciuman penciuman
bisa bisa bisa bisa bisa
membedakan membedakan membedakan membedakan membedakan
bau kopi bau kopi bau kopi bau kopi bau kopi
dengan dengan dengan dengan dengan
balsem, balsem, balsem, balsem, balsem,
pengecapan pengecapan pengecapan pengecapan pengecapan
bisa bisa bisa bisa bisa
membedakan membedakan membedakan membedakan membedakan
rasa manis, rasa rasa manis, rasa rasa
pahit, dan manis, pahit, dan manis, manis,
pahit, dan pahit, dan pahit, dan
10 Sistem Inspeksi: Inspeksi: Inspeksi: Inspeksi: Inspeksi:
. muskuloske Ekstermitas Ekstermita Ekstermitas Ekstermita Ekstermita
letal atas dan s atas dan atas dan s atas dan s atas dan
bawah bawah bawah bawah bawah
simetris simetris simetris simetris simetris
dekstra- dekstra- dekstra- dekstra- dekstra-
sinstra. sinstra. sinstra. sinstra. sinstra.
Palpasi: Palpasi: Palpasi: Palpasi: Palpasi:
Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
nyeri nyeri nyeri nyeri nyeri
tekan. tekan. tekan. tekan. tekan.

11 System Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak


. genetalia terkaji terkaji terkaji terkaji terkaji

PENGKAJIAN DATA FOKUS

No. Kriteria Pengkajian


1. Mengenal Keluarga mengatakan tidak tahu banyak tentang
masalah penyakit yang dialami Tn. “S”. Keluarga
kesehatan mengatakan penyakit yang dialami Tn. “S”
adalah penyakit darah tinggi, namun ketika
ditanyakan, keluarga tidak dapat menyebutkan
pengertian darah tinggi, keluarga tidak dapat
menyebutkan tanda gejala darah tinggi dengan
benar, dan keluarga tidak dapat menyebutkan
penyebab serta makanan yang harus dimakan
untuk menghindari darah tinggi.
2. Mengambil Keluarga mengatakan apabila ada salah satu
keputusan anggota keluarga yang sakit, biasanya
keluarga membawa dan memeriksakan keluarga ke
pelayanan kesehatan seperti Pustu, Puskesmas
dan kadang kalau merasa keluarga tidak parah
hanya membeli obat di warung terdekat .
3. Merawat Keluarga mengatakan tidak terlalu mengerti
anggota bagaimana cara merawat Tn. ”S” Keluarga hanya
keluarga yang menganjurkan istirahat.
sakit
4. Memodifikasi Keluarga mengatakan selalu menciptakan
lingkungan suasana yang harmonis di dalam rumah. Dan
selalu membersihkan rumah.
5. Memanfaatkan Keluarga mengatakan selama ini sarana
sarana kesehatan yang dimanfaatkan adalah Pustu,
kesehatan Puskesmas.

TIPOLOGI MASALAH KESEHATAN


No Daftar masalah kesehatan
1. Ancaman  Ketidakmampuan keluarga merawat anggota
keluarga yang sakit
 Ancaman hipertensi yang sering berulang
2. Kurang/tidak Penyakit hipetensi pada Tn. “S”. Tn.”S”
sehat mengatakan suka susah tidur dan pusing dan
nyri pada tengkuk

3. Defisit Ketidakmampuan mengenal masalah kesehatan

ANALISA DATA
No Data Problem Etiologi
1. Ds:
- Tn.S mengatakan Gangguan rasa -Ketidakmampuan
sering merasa nyaman nyeri keluarga dalam
pusing yang akibat tekanan mengenal masalah
disertai dengan darah tinggi Gangguan rasa nyaman
penglihatan kabur nyeri akibat tekanan
(kunang-kunang) darah tinggi pada
apabila pusing Tn.S
tersebut semakin
parah dan nyeri -Ketidakmampuan
pada tengkuk, keluarga dalam
dengan skala nyeri merawat Tn.S yang
3, nyeri hilang Mengalami Gangguan
timbul pada bagian rasa nyaman nyeri
tengkuk akibat tekanan darah
- Tn S mengatakan tinggi
kurang tahu apabila
rasa sakit kepala
dan tegang pundak,
merupakan tanda dan
gejala hipertensi

Do:
TD : 160/100 mmHg
N : 90x/menit
S : 36,5 0C
R : 19x/menit
- Tn.S tampak
lema
- Tampak Tn.S
sesekali memegangi
kepala dan
tengkuknya sambil
meringis

2. Ds: Gangguan pemenuhan - Ketidakmampuan


- Tn.s mengatakan kebutuhan keluarga dalam
susah tidur apabila istirahat tidur mengenal masalah
sedang merasakan gangguan pemenuhan
pusing dan disertai kebutuhan istirahat
sakit kepala tidur
- Keluaraga dan - Ketidakmampuan
Tn.s mengatakan keluarga dalam
tidak mengetahui mengambil keputusan
cara mengatasi ketika adanya
apabila sedang gangguan pemenuhan
merasakan pusing kebutuhan istirahat
yang sangat berat tidur
disertai
penglihatan kabur - Ketidakmampuan
dan kunang-kunang keluarga dalam
dan sakit kepala merawat Tn.S yang
mengalami gangguan
Do: - Tn.s tampak pemenuhan kebutuhan
lemah istirahat tidur

3. DS:
- keluarga Kurangnya Ketidakmampuan
mengatakan pengetahuan mengenal masalah
tidak tahu kesehatan
penyebab, tanda
dan gejala,
cara perawatan
dari penyakit
yang dialami Tn
“S”
DO:
- keluarga Nampak
sering bertanya
- keluarga Nampak
bingung

B.RUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Gangguan rasa nyaman nyeri
akibat tekanan darah tinggi pada Tn.s berhubungan dengan
Ketidakmampuan keluarga dalam merawat Tn.s yang Mengalami
Gangguan rasa nyaman nyeri akibat tekanan darah tinggi.
2. Gangguan pemenuhan kebutuhan
istirahat tidur pada Tn.s sehubungan dengan Ketidakmampuan
keluarga dalam merawat Tn.s yang mengalami gangguan pemenuhan
kebutuhan istirahat tidur
3. Kurang pengetahuan berhubungan
dengan ketidakmampuan anggota keluarga mengenal masalah
kesehatan.

PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA


DIAGNOSA I:
Gangguan rasa nyaman nyeri akibat tekanan darah tinggi

No Kriteria Perhitungan Score Pembenaran


1 Sifat 3/3 x 1 1 Aktual karena Tn.S
masalah : sedang mengalami
kurang sehat pusing dan nyeri
2 Kemungkinan 2/2 x 2 2 Dengan mudah karena
masalah dapat klien dan keluarga
diubah : mudah ada kemauan untuk
perubahan dalam
mengatasi tekanan
darah tingi dan
mengubah pola
makannya
3 Potensi 2/3 x 1 2/3 cukup, karena ada
masalah dapat kebiasaan yang salah
dicegah : pada Tn. s dalam
sebagian mencegah masalah yang
dapat diubah
4 Menonjolnya 2/2 x 1 1 Masalah berat harus
masalah : di tangani terbukti
masalah berat, klien pernah
harus segera diperiksakan ke
ditangani puskesmas
Jumlah 4 2/3

DIAGNOSA II:
Gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur pada Tn.S

No Kriteria Perhitungan Score Pembenaran


1 Sifat 3/3 x 1 1 Aktual karena Tn.s
masalah : sedang mengalami
Kurang sehat gangguan pemenuhan
kebutuhan istirahat
tidur
2 Kemungkinan 2/2 x 2 2 Dengan mudah karena
masalah dapat klien dan keluarga
diubah : mudah ada kemauan untuk
mengatasi masalah
gangguan istirahat
tidur
3 Potensi 2/3 x 1 2/3 cukup, karena tempat
masalah dapat atau kamar Tn.s
dicegah : sesuai dengan klien
sebagian yang mengalami
hipertensi dengan
tempatnya yang nyaman
4 Menonjolnya 0/2 x 1 0 Masalah tidak
masalah : dirasakan karena Tn.s
Masalah tidak menganggap bahwa
dirasakan masalah tidurnya
hanya hal yang biasa.
Jumlah 3 2/3

DIAGNOSA III
Kurang pengetahuan mengenai penyakit berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga mengenal masalah kesehatan dalam keluarga

No Kriteria Perhitungan Score Pembenaran


1 Keluarga kurang mengerti
tentang penyakit hipertensi,
Sifat
dan jika tidak diberikan
masalah
(2/3) x 1 2/3 pengetahuan atau informasi
Skala :
tentang hipertensi dapat
Ancaman
menyebabkan penyakit kambuh /
berulang.
2 Didukung dengan latar belakang
Kemungkinan
pendidikan, Tn ”s” smp, istri
masalah
dengan latar belakang
dapat
diubah
(1/2) x 2 1 pendidikan SD, serta anak-
anaknya yang masih sekolah.
Skala :
Hal-hal ini dapat mempengaruhi
Sebagian
penyerapan informasi.
3 Potensial
masalah
untuk Keluarga mau diajak untuk
(2/3) x 1 2/3
dicegah bekerjasama
Skala :
cukup
4 Menonjolnya Keluarga harus segera diberikan
Masalah pendidikan kesehatan tentang
Skala : penyakit hipertensi supaya bisa
Masalah (2/2) x 1 1 mengenal masalah kesehatan
berat harus anggota keluarga sehingga dapat
segera terhindar dari kekambuhan
ditangani berulang
Jumlah 3 1/3

BERDASARKAN RUMUSAN PRIORITAS DI ATAS, MAKA DAPAT DIKETAHUI PRIORITAS


PERMASALAHAN PADA KELUARGA
Tn “s” ADALAH SEBAGAI BERIKUT:

No Diagnosa Total Skor Prioritas


1 Gangguan rasa nyaman 4 2/3 I
nyeri akibat tekanan
darah tinggi

2 Gangguan pemenuhan
kebutuhan istirahat 2/33 II
tidur akibat darah
tinggi pada Tn.s

Kurang pengetahuan
mengenai penyakit
3 hipertensi berhubungan 3 1/3 III
dengan ketidakmampuan
keluarga mengenal
masalah kesehatan dalam
keluarga.

Daftar Prioritas Masalah

1. Gangguan rasa nyaman nyeri akibat tekanan darah tinggi pada


Tn.s berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga dalam merawat
Tn.s yang Mengalami Gangguan rasa nyaman nyeri akibat tekanan
darah tinggi.
2. Gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur pada Tn.s
sehubungan dengan Ketidakmampuan keluarga dalam merawat Tn.s
yang mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur
3. Kurang pengetahuan berhubungan dengan ketidakmampuan anggota
keluarga mengenal masalah kesehatan.
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

No Hari/ Tujuan Kriteria Standar Intervensi


Umum Khusus
Dx Tgl
1 Kamis Setelah Setelah Respon 1. Keluarga 1. Monitor
, 02 dilakukan dilakukan verbal mampu skala
April tindakan kunjungan dan mengatur nyeri

2020 keperawat rumah tindakan aktivitas setiap


an selama selama untuk hari

2 hari di 1x60 penderita 2. Monitor

harapkan menit hipertens TTV

nyeri diharapka 2. Keluarga 3. Lihat

dapat n : mampu reaksi

berkurang. keluarga mengurangi nonverbal


mampu faktor klien
merawat penyebab 4. Ajarkan
anggota nyeri tehnik
keluarga muncul relaksasi
yang 3. Keluarga nafas
sakit mampu dalam
menerapkan 5. Anjurkan
teknik klien
nonfarmako untuk
logi mengompre
4. Keluarga s hangat
membawa didaerah
keluarga yang
yang sakit nyeri
ke 6. Anjurkan
fasilitas klien
Kesehatan minum
obat
sesuai
instruksi
dan
Kontrol
ke
pelayanan
kesehatan
2 Kamis Setelah Setelah Respon 1. Keluarga 1. Identifi
, 02 dilakukan dilakukan verbal dapat kasi pe
april tindakan kunjungan dan mengetahui nyebab
2020 keperawat rumah tindakan manfaat gangguan

an selama selama tidur bagi tidur


1x60 kesehatan 2. Monitor
2 hari di
menit 2. Keluarga kebutuha
harapkan
diharapka dapat n tidur
gangguan
n mengambil klien
pola tidur
keluarga keputusan setiap
dapat
mampu yang tepat hari
teratasi.
merawat 3. Keluarga 3. Anjurkan
anggota dapat klien
keluarga mengidenti untuk
yang fikasi memperta
sakit dan hal-hal hankan
mampu yang dapat aktivita
menjaga meningkatk s
pemelihar an tidur sebelum
aan rumah tidur
4. Anjurkan
klien
untuk
mencipta
kan
lingkung
an yang
nyaman
5. Anjurkan
uk
meminum
obat
nyeri
sesuai
indikasi

3 Kamis Setelah Setelah Respon 1. Keluarga 1. Identifi


, 02 dilakukan dilakukan verbal dapat kasi
april tindakan kunjungan mengenal tingkat
2020 keperawata rumah pengertia, pengetah
n selama selama tanda uan
2 hari di 1x60 gejala, klien

harapkan menit komplikasi 2. Berikan

pengetahua diharapka , dan cara pendidik

n klien n penanganan an

bertambah. keluarga di rumah kesehata


mampu penyakit n
mengetahu hipertensi tentang
i tentang 2. Keluarga penyakit
penyakit dapat hiperten
hipertens memutuskan si
i tindakan 3. Identifi
yang tepat kasi
untuk kemungki
dirinya nan
penyebab
yang
muncul
pada
klien
hiperten
si
4. Diskusik
an
pilihan
penangan
an yang
cocok
pada
klien

IMPLEMENTASI

No. Hari/Tgl Pukul Tindakan Keperawatan


Dx

1 Jumat 03 16:30 1. Memonitor skala nyeri


April wita 2. Memonitor TTV
2020 3. Melihat reaksi nonverbal klien
4. Mengajarkan teknik relaksasi
nafas dalam
5. Menganjutkan untuk melakukan
teknik relaksasi nafas dalam
6. menganjurkan klien untuk
mengompres hangat didaerah yang
nyeri
7. menganjurkan klien minum obat
sesuai instruksi dan Kontrol ke
pelayanan kesehatan
2 Jumat 03 16:50 1. mengidentifikasi penyebab
April gangguan tidur
2020
2. Momonitor kebutuhan tidur klien
setiap hari
3. Menganjurkan klien untuk
mempertahankan aktivitas sebelum
tidur
4. menganjurkan keluarga Tn. S
untuk menciptakan lingkungan yang
nyaman
5. Menganjurkanuk meminum obat nyeri
sesuai indikasi

3 Jumat 03 17:10 1. mengidentifikasi tingkat


April pengetahuan klien dan keluarga
2020
2. memberikan pendidikan kesehatan
tentang penyakit hipertensi
3. mengidentifikasi kemungkinan
penyebab yang muncul pada klien
hipertensi
4. mendiskusikan dengan keluarga
pilihan penanganan yang cocok
pada klien
EVALUASI

No. Hari/Tgl Pukul Evaluasi Paraf


Dx
1 Jumat, 03 17:40 S :
April WITA - klien mengatakan nyeri pada
2020 tengkuk hilang timbul dengan
skala 3
O :
1. Klien terlihat meringis
2. TTV: TD: 150/100 mmHg, N: 86
x/m, RR: 18 x/m, T: 36,5 x/m
A : - Masalah nyeri belum teratasi
P : - Lanjutkan intervensi
1. monitor skala nyeri
2. monitor TTV
3. lihat reaksi nonverbal
klien
4. Anjurkan klien dan
keluarga untuk mengompres
hangat didaerah yang nyeri
dan relaksasi nafas dalam

2 Jumat, 03 17:50 S :
April WITA - klien mengatakan sulit tidur
2020 karena nyeri
- klien mengatakan tidur hanya 5
jam pada malam hari Dan sering
terbangun
O :
- klien terlihat lesu
A :
- masalah gangguan pola tidur
belum teratasi
P :
- lanjutkan intervensi
1. monitor kebutuhan tidur klien
setiap hari
2. anjurkan klien untuk
mempertahankan aktivitas
sebelum tidur
3. anjurkan klien untuk
menciptakan lingkungan yang
nyaman
4. anjurkan untuk meminum obat
nyeri sesuai indikasi
3 Jumat, 03 16:00 S :
April WITA Klien dan keluarga mengatakan
2020 sudah paham dan mengerti
tentang apa yang telah di
jelaskan
O :
klien dan keluarga dapat
menjelaskan kembali pengertian,
tanda dan gejala dan hal-hal
yang harus di hindari untuk
mencegah kekambuhan hipertensi
A :
masalah kurangnya pengetahuan
teratasi sebagian
P :
lanjutkan intervensi
1. berikan pendidika kesehatan
2. motifasi klien dan keluarga
untuk pergi ke pelayanan
kesehatan
3. diskusikan pilihan penanganan
yang cocok pada klien