Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keperawatan komunitas adalah pelayanan keperawatan professional yang
ditujukan pada masyarakat dengan penekanan kelompok risiko tinggi dalam upaya
pencapaian derajat kesehatan yang optimal melalui peningkatan kesehatan,
pencegahan penyakit, pemeliharaan rehabilitasi dengan menjamin keterjangkauan
pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan melibatkan klien sebagai mitra dalam
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelayanan keperawatan ( CHN,1977 cit R.
Fallen & R Budi Dwi K, 2010). Di Indonesia dikenal dengan sebutan perawatan
kesehatan masyarakat (PERKESMAS) yang dimulai sejak permulaan konsep
Puskesmas diperkenalkan sebagai institusi pelayanan kesehatan professional
terdepan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara
komprehensif.
Keperawatan sebagai bentuk komphrensif melakukan penekanan tujuan
untuk menekan stressor atau meningkatkan kemampuan komunitas mengatasi
stressor melalui pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Peningkatan kesehatan
berupa pencegahan penyakit ini bisa melalui pelayanan keperawatan langsung dan
perhatian langsung terhadap seluruh masyarakat dengan mempertimbangkan
bagaimana masalah kesehatan masyarakat mempengaruhi kesehatan individu,
keluarga dan kelompok. Peningkatan peran serta masyarakat dalam bidang
kesehatan merupakan suatu proses dalam upaya meningkatkan kesehatan.
Asuhan keperawatan komunitas dilakukan dengan pendekatan proses
keperawatan. Penerapan dari proses perawatan bervariasi pada setiap situasi,
tetapi prosesnya memiliki kesamaan. Dalam melaksanakan keperawatan
kesehatan masyarakat, seorang perawat kesehatan komunitas harus mampu
memberi perhatian terhadap elemen-elemen tersebut yang akan tampak pada
rangkaian kegiatan dalam proses keperawatan yang berjalan berkesinambungan
secara dinamis dalam suatu siklus melalui tahap pengkajian, analisa data,

1
diagnose keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. (R. Fallen & R
Budi Dwi K, 2010).
Masyarakat atau komunitas sebagai bagian dari subyek dan obyek
pelayanan kesehatan dan dalam seluruh proses perubahan hendaknya perlu
dilibatkan secara lebih aktif dalam usaha peningkatan status kesehatannya dan
mengikuti seluruh kegiatan keperawatan komunitas. Hal ini dimulai dari
pengenalan masalah keperawatan sampai penanggulangan masalah dengan
melibatkan individu, keluarga, dan kelompok dalam masyarakat.
Pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas yang dilakukan menggunakan
empat pendekatan yaitu pendekatan individu, pendekatan keluarga, kelompok dan
masyarakat. Pendekatan yang dilakukan oleh mahasiswa terkait empat pendekatan
yaitu pendekatan individu, keluarga,dan kelompok masyarakat dilakukan dengan
cara masing-masing mahasiswa mengelola satu keluarga dengan resiko penyakit
tertentu dan keluarga binaan. Pendekatan masyarakat dilakukan secara bersama-
sama oleh mahasiswa melalui pengkajian data kesehatan masyarakat dan
lingkuingan pedukuhan Patuk sampai kegiatan evaluasi terhadap program yang
dilakukan terkait masalah yang muncul.
Pembangunan kesehatan di Indonesia selama beberapa dekade yang lalu
harus diakui relatif berhasil, terutama pembangunan infra struktur pelayanan
kesehatan yang telah menyentuh sebagian besar wilayah kecamatan dan pedesaan.
Namun keberhasilan yang sudah dicapai belum dapat menuntaskan.problem
kesehatan masyarakat secara menyeluruh, bahkan sebaliknya tantangan sektor
kesehatan cenderung semakin meningkat.
Transisi epidemiologis, yang di tandai dengan semakin berkembangnya
penyakit degeneratif dan penyakit tertentu yang belum dapat diatasi sepenuhnya
(seperti TBC, DHF dan malaria); hal ini merupakan sebagian tantangan kesehatan
di masa depan. Tantangan lainnya yang harus ditanggulangi antara lain adalah
meningkatnya masalah kesehatan kerja, kesehatan lingkungan, masalah obat-
obatan; dan perubahan dalam bidang ekonomi, kependudukan, pendidikan, sosial
budaya; dan dampak globalisasi yang akan memberikan pergaruh terhadap
perkembangan keadaan kesehatan masyarakat.

2
Salah satu penyakit menular yang ada adalah penyakit yang disebabkan
oleh bakteri Mycrobacterium tuberculosis (TB), sebagian besar TB umumnya
menyerang paru-paru namun juga dapat menyerang organ lainnya. Bakteri ini
berbentuk batang dan bersifat tahan asam, sehingga dikenal dengan Basil Tahan
Asam (BTA). Penyakit ini dapat menyerang pada semua orang, baik anak-anak
maunpun orang dewasa. Penyakit ini sangat mudah ditularkan pada orang lain,
bakteri Microbacterium tuberculosis masuk ke dalam tubuh manusia melalui
udara pernapasan kedalam paru, kemudian bakteri tersebut dapat menyebar dari
paru-paru ke bagian tubuh lain melalui peredaran darah, sistem saluran limfe,
saluran napas (bronkus) atau menyerang langsung ke bagian tubuh lainnya.
TB Paru merupakan bentuk yang paling sering dijumpai yaitu sekitar 80%
dari semua penderita. TB yang menyerang jaringan paru ini merupakan satu-
satunya bentuk dari TB yang dapat menular. TB merupakan salah satu masalah
kesehatan penting di Indonesia. Selain itu, Indonesia menduduki peringkat ke-3
negara dengan jumlah penderita TB terbanyak di dunia setelah India dan China.
Jumlah pasien TB di Indonesia adalah sekitar 5,8 % dari total jumlah pasien TB
dunia.
Di Indonesia, diperkirakan setiap tahun terdapat 528.000 kasus TB baru
dengan kematian sekitar 91.000 orang. Angka prevalensi TB di Indonesia pada
tahun 2009 adalah 100 per 100.000 penduduk dan TB terjadi pada lebih dari 70%
usia produktif. Laporan WHO tentang angka kejadian TBC evaluasi selama 3
tahun dari 2008, 2009, 2010 menunjukkan bahwa kejadian TBC Indonesia
mencapai 189 per 100.000 penduduk. Secara global, angka kejadian kasus
kejadian TBC 128 per 100.000 penduduk. Data ini menunjukkan bahwa kasus
TBC berada di sekitar kita.
Daya penularan dari seorang penderita TB ditentukan oleh banyaknya
kuman yang terdapat dalam paru penderita. Persebaran dari kuman-kuman
tersebut dalam udara serta yang dikeluarkan bersama dahak berupa droplet dan
berada diudara disekitar penderita TB. Untuk membatasi terjadinya penyakit TB
paru pemerintah mengupayakan strategi untuk menanggulanginya seperti dengan
mencanangkan program DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) yang

3
mana fokus utama dari program ini adalah penemuan dan penyembuhan pasien,
dengan prioritas diberikan kepada pasien TB tipe menular.
Oleh karena itu, demi tercapainya program tersebut perlu adanya upaya
untuk menambahkan pengetahuan pada masyarakat mengenai pemahaman
anatomi sistem respirasi yang terkait erat dengan penyakit TB paru, pengertian
tentang, etiologi, manifestasi klinis, patofisiologi, pathway, pemeriksaan
penunjang, komplikasi, dan penatalaksanaan (medis, keperawatan, diet) serta
asuhan keperawatan bagi penderita TB paru

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KOMUNITAS DENGAN TB PARU

Asuhan keperawatan yang dilakukan di wilayah Bilalang 2 kelurahan


bilalang, Kecamatan kotamobagu utar menggunakan pendekatan proses
keperawatan community as partner yang meliputi pengkajian status kesehatan
masyarakat, perumusan diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi. Pemberian asuhan keperawatan melibatakan kader kesehatan, tokoh
masyarakat, tokoh agama, pimpinan wilayah tersebut.

A. PENGKAJIAN
Data inti komunitas meliputi :
1. Data Geografi
a. Lokasi
Propinsi daerah tingkat 1              : Sulawesi Utara

4
Kabupaten / kotamadya                : Kota kotamobagu
Kecamatan                                    : Kotamobagu Utara
Kelurahan                                      : Bilalang II
b. Luas Wilayah                                 : ±3000m2
c. Batas daerah/wilayah
Utara                                             : Pontodon
Selatan                                          : Bilalang 4
Barat                                             : Bilalang 3
Timur                                             : Pontodon
d. Keadaan tanah menurut pemanfaatannya
Semua tanah digunakan untuk pemukiman

2. Data Demografi
Jumlah Penduduk                    :  529 jiwa
a. Berdasarkan jenis kelamin
No Jenis Kelamin Bilalang 2 %
1 Laki-laki 258 49
2 Perempuan 271 51
Total 529 100

Berdasarkan tabel diatas distribusi jenis kelamin, menunjukan


bahwa sebagian besar penduduk berjenis kelamin perempuan dengan
jumlah 271 orang (51%), dan laki-laki 258 0rang ( 49%). Hal ini
dikarenakan banyak laki-laki yang bekerja diluar daerah.

b. Berdasarkan kelompok usia


No Umur/ tahun Bilalang 2 %
1 Bayi / balita (0-5) 19 4
2 Anak – anak                      60 11
3 Remaja 69 13
4 Dewasa    343 65
5 Lansia 38 7
Total 529 100

5
Berdasarkan tabel distribusi umur, menunjukkan bahwa kelompok
umur tertinggi yaitu dewasa berjumlah 343 orang (65%) , sedangkan
kelompok umur yang terendah adalah kelompok umur 0-5 tahun berjumlah
19 orang (4%).

3. Ethnicity
Distribusi keluarga berdasarkan ethnicity atau suku
No Suku Bilalang 2 %
1 Mongondow   450 85
2 Jawa   50 9
3 Bugis 29 6
Total 529 100
Berdasarkan hasil wawancara masyarakat Bilalang 2 menunjukkan bahwa
suku mongondow 450 orang (85%), Jawa 50 orang (9%), Bugis 29 orang (6%)

4. Berdasarkan agama
Distribusi penduduk berdasarkan agama
No Agama Bilalang 2 %
1 Islam 465 88
2 Kristen 35 7
3 Katolik 29 5
4 Hindu 0 0
5 Budha 0 0
Total 529 100

Berdasarkan hasil wawancara penduduk berdasarkan agama,


menunjukkan bahwa yang beragama islam yaitu 465 orang (88%)
sedangkan yang beragama katolik 29 orang (5%), Kristen 35 0rang (7%) ,
hindu, budha tidak ada.

5. Pendidikan
No Pendidikan Frekuensi Persen
%
1 Tidak tamat SD 80 15
2 SD 180 34

6
3 SMP 100 19
4 SMA 115 22
5 Tidak tamat D1,D2,D3 10 1,8
6 Tamat S1 24 4,5
7 >S1 1 0,1
8 Belum sekolah 19 3,5
Total 529 100

Berdasarkan table distribusi tingkat pendidikan terakhir diketahui bahwa


tingkat pendidikan terakhir tertinggi yaitu SD sebanyak 180 orang (32%),
sedangkan yang terendah yaitu >S1 sebanyak 1 orang (0,1%).
DS= dari hasil wawancara ternyata warga masyarakat belum pernah
mendapatkan informasi tentang penyakit TB paru baik dari tenaga kesehatan
maupun melalui leaflet. Pada daerah tersebut belum pernah diadakan penyuluhan
kesehatan tentang penyakit TB Paru.

6. Data status kesehatan


a. Kesehatan ibu dan anak
Jumlah ibu hamil : 3 orang
a. Pemeriksaan kehamilan
Teratur                         :3 orang           (100%)
Tidak teratur               : -  orang          (0%)
b. Kelengkapan imunisasi TT
Lengkap                      : 18 orang          ( 94,74%)
Belum lengkap            : 1 orang          (5,26 %)
Jumlah balita               :  19 orang
c. Pemeriksaan balita ke posyandu/puskesmas
Teratur                         :16 orang         (84,2 %)
Tidak teratur               : 3 orang          (15,8 %)
d. Kelengkapan imunisasi sesuai usia balita
Lengkap                      : 16 orang        (84,2%)
Belum lengkap            : 3 orang          (15,8 %)

7
DS: Hasil wawancara dengan orang tua balita menyatakan imunisasi
anaknya belum lengkap (pada usia yang seharusnya sudah lengkap)
dan tidak teratur karena takut dengan efek imunisasi yaitu demam dan
merasa rumit untuk mengurus semuanya
e. Status gizi balita berdasar KMS
Garis hijau                   : 10orang         (52,6  %)
Garis kuning                : 9 orang          (47,3  %)
Garis merah                 : -  orang          (0%)   
DS=Dari hasil wawancara dengan orang tua balita , mengatakan tidak
ada balita yang pernah berada di garis merah pada status gizinya

b. Keluarga berencana
2) Jumlah PUS                            : 69 orang
3) Keikutsertaan PUS pada program KB
Ikut program KB                    : 48 orang        (69,5%)
Belum ikut program KB         :  21  orang      (30,4%)
4) Jenis kontrasepsi yang diikuti
IUD                             : 1 orang          (1,4%)
PIL                              : 7 orang          (10,1%)
Kondom                      : 6 orang          (8,7%)
Suntik                          : 34 orang        (49,3%)
Tdak KB                     :  21 orang       (30,4%)
DS= dari hasil wawancara dengan warga, mayoritas dari PUS tidak
ikut KB karena takut dengn efek/dampak dari kontrasepsi itu sendiri.
Alasan lain karena ingin memiliki anak lagi, serta malas melakukn KB
karena merasa rumit
DO= Dari jumlah PUS tersebut 67 % kurang mengerti tentang KB dan
33 % cukup mengerti tentang KB
c. Kesehatan remaja
1) Jumlah penduduk remaja                    : 69 orang        (13  %)
2) Jenis kegiatan penduduk remaja mengisi waktu luang

8
Kumpul-kumpul                      : 34 orang        ( 49,3 %)
Kursus                                     :  2   orang       ( 2,9 %)
Olahraga                                  :  15 orang       ( 21,7%)
Remaja masjid/gereja              : 8  orang         (11,6 %)
Lain-lain { di rumah }             : 10 orang        ( 14,5 %)
d. Kesehatan lansia
1) Jumlah penduduk lansia           :38 orang         (2,07 %)
2) Keadaan kesehatan lansia
Ada masalah                           : 17orang         (44,7%)
HT,Gout Atritis,Jantung,
RPD : Strok,Paru-Paru
Tidak ada masalah                  :21orang          (55,26%)
e. Distribusi penyakit di masyarakat
1) TB Paru : 23 orang         (43,5%)
2) ISPA : 5 orang           (11,3%)
3) Hipertensi : 21 orang        (47,7%)
4) DM : 8 orang           (18,18%)
5) Asma : 2 orang           (4,5%)
6) Vertigo : 1 orang           (2,27%)
7) Gastritis : 2 orang           (4,5%)
8) Otot Dan Tulang : 11 orang         (25%)
9) Hipotensi : 1 Orang           (2,27%)
10) Faringitis : 1 Orang           (2,27%)
11) Batu Ginjal : 2 orang           (4,5%)
DS= Masyarakat yang menderita TB Paru tidak memeriksakan / mengontrol
kesehatannya ke puskesmas. Dan bahkan mereka tidak rutin mengambil obat
TB ke Puskesmas sehingga sebagian warga banyak yang mengalami putus
obat dan kambuh akibat pengobatan yang tidak tuntas atau juga karena bosan/
lupa tidak minum obat TB akibat kesibukan kerja. Mayoritas masyarakat tidak
tahu tentang perawatan TB Paru sehingga mereka kadang-kadang meludah/
berdahak di sembarang tempat (kadang di got, di jalan umum), Tidak ada

9
pengkhususan alat tenun dan alat makan antara penderita dengan orang yang
sehat.

D0= warga yang memiliki pengetahuan tentang TB paru sebanyak   23%


Warga yang tidak memilki cukup pengetahuan TB paru sebanyak   57%

Data Subsystem meliputi


1. Lingkungan Fisik
a. Sumber air dan air minum
a. Penyediaan air bersih
i. PAM                 : 136 KK(99,3%)                    
ii. Sumur             : 1 KK(0,7%)
b. Penyediaan air minum
i. PAM : 75 KK(54,7%)                     
ii. Aqua : 62 KK(45,3%)                     
c. Pemanfaatan air minum
i. PAM :75KK (54,7%)                      
ii. Air minum steril          :62 KK (45,3%)
d. Pengelolaan air minum
i. Selalu dimasak                        : 118 KK   (86,1%)
ii. Kadang dimasak dimasak       :14  KK     (10,2%)
iii. Tidak pernah dimasak             : 5 KK       (3,6%)
b. Saluran pembuangan air/ sampah
1) Kebiasaan membuang sampah
Diangkut petugas                    : 137 KK (100%)
2) Pembuangan air limbah
Got                                          :137  KK (100%)
3) Keadaan pembuangan air limbah
a) Meluber kemana – mana         : 1 KK   (0,73%)
b) Lancar                                      : 136 KK  (99,27%)
c. Kandang ternak

10
1) Kepemilikan kandang ternak
a) Ya                                  : 7 KK  (5,1%)
b) Tidak                              : 130 KK (94,9%)
2) Letak kandang ternak
Diluar rumah                  : 7 KK (100%)
d. Jamban
1) Kepemilikan jamban
Memiliki jamban                     : 137 KK (100%)                       
2) Macam jamban yang dimiliki
a) Septi tank                           :129 KK (94,2%)
b) Sumur cemplung                 :8 KK(5,9%)
3) Keadaan jamban
a) Bersih : 132  KK (96,4%)          
b) Kotor : 5 KK  (3,6%)
DS: sebagian warga membersihkan jambannya tiap seminggu sekali
4) Bila tidak mempunyai jamban berak di
a) WC umum : -KK               (%)
b) Jamban tetangga : -KK               (%)
c) Sungai : -KK               (%)
d) Sawah : -KK               (%)
e. Keadaan rumah
1) Type rumah
a) Type A (tembok)                    : 134 KK         (97,8%)          
b) Type B ( ½ tembok)               : 3 KK             (2,2%)            
2) Status rumah
a) MIlik Rumah sendiri              : 135 KK         (98,5%)          
b) Kontrak                                   : 2 KK             (1,5%)            
3) Lantai Rumah
Tegel / semen                               : 137 KK         (100%)
4) Ventilasi
a) Ada                                     : 90  KK           (65,69%)

11
b) Tidak ada                            : 47  KK           (34,31%)
DS=hasil wawancara menunjukan bahwa sebanyak 60 % dari warga 
yang memiliki ventilasi, tidak pernah membuka jendela nya
5) Luas kamar tidur
a) Memenuhi syarat              :115  KK         (83,9%)
b) Tidak memenuhi syarat     :22 KK           (16,1%)
6) Penerangan rumah oleh matahari
a) Baik                                  : 70 KK           (51,1%)
b) Cukup                               : 23 KK           (16,79%)
c) Kurang                              : 44 KK           (32,10%)
DO= hasil survey menunjukan bahwa sekitar 32% rumah warga
kurang pencahayaan sehingga tampak gelap dn ruangan di dalam
rumah tampak gelap
7) Halaman rumah
a) Kepemilikan pekarangan
1. Memiliki : 18 KK(13,1%)
2. Tidak memiliki      : 119 KK(86,9%)
b) Pemanfaatan pekarangan
Ya                 : 18 KK(100%)
c) Jenis pemanfaatan pekarangan rumah
Tanaman      : 18 KK(100%)
d) Keadaan pekarangan
Bersih        :18 KK (100%)

2. Fasilitas Umum Dan Kesehatan


a. Fasilitas umum
1) Sarana Pendidikan Formal
a) jumlah TK                    : 1 Buah
b) Jumlah SD/sederajat : 1 Buah
c) Jumlah SLTP/sederajat           : 1 Buah
d) Jumlah SMU/sederajat : - Buah

12
e) Jumlah PT/sederajat :- Buah
b. Fasilitas kegiatan kelompok
1) Karang taruna : 1 Kelompok
2) Pengajian : 1 Kelompok
3) Ceramah Agama : 2 X/Bulan
4) PKK : 2 X / Bulan
c. Sarana ibadah
1) Jumlah masjid :2 Buah
2) Mushola :1 Buah              
3) Gereja : 1 Buah
4) Pura/vihara : - Buah
d. Sarana olahraga
1) Lapangan sepak bola : 1 Buah
2) Lapangan bola voli : - Buah
3) Lapangan bulu tangkis : - Buah
4) Lain-lain : - Buah
e. Fasilitas kesehatan
Jenis fasilitas kesehatan
1) Puskesmas pembantu :1 buah
Jarak dari desa : 1 Km
Puskesmas : - Buah
Jarak dari desa : - Km
Rumah sakit : - buah
Jarak dari desa : - Km
Praktek Dokter Swasta : - Buah
Praktek Bidan : 1 Buah
Praktek Kesehtan Lain : - Buah
Tukang gigi : - Buah
2) Pemanfaatan fasilitas kesehatan
Puskesmas pembantu :1 Buah
Puskesmas :Buah

13
Rumah Sakit :Buah
Praktek Dokterwasta :Buah
Praktek Bidan :Buah
Praktek Kesehtan Lain :Buah
Tukang Gigi :Buah

3. Sosial ekonomi
a. Karakteristik pekerjaan
1) Jenis pekerjaan
a) PNS / ABRI : 9 jiwa (4,1%)
b) Pegawai swasta : 28  jiwa (12,8%)
c) Wiraswasta : 17 jiwa (7,8%)
d) Buruh tani/ pabrik : 162 jiwa (74,3%)
e) Pensiun : 2 jiwa (0,9%)
2) Status pekerjaan penduduk > 18 tahun < 65 tahun
a) Penduduk bekerja : 218 jiwa (52,9%)
b) Penduduk tidak bekerja : 194  jiwa (47,08%)
3) Pusat kegiatan ekonomi
a) pasar tradisional : -buah
b) Pasar swalayan : - buah
c) Pasar kelontong : - buah
4) Penghasilan rata – rata perbulan
a) < dari 450.000/bulan :7 KK(4,8%)              
b) Rp450.000-Rp 600.000 :28 KK(19,0%)          
c) Rp 600.000-Rp 800.000 :60 KK(40,8%)          
d) >Rp 800.000/bulan :52 KK(35,4%)
5) Pengeluaran rata – rata perbulan                       
a) Rp150.000-Rp 300.000 :6 KK(4,5%)              
b) 300.000-500.000 :23 KK(17,3%)          
c) >Rp 500.000/bulan :104 KK(78,2%)
b. Kepemilikian industry

14
Ada
c. Jenis industri kecil
Makanan

4. Keamanan dan transportrasi


a. Keamanan
1) Sarana keamanan
a) Poskamling :  1 Buah
b) Pemadam Kebakaran :  Buah
c) Instansi Polisi :  Buah
b. Transportasi
1) Fasilitas Tranportasi                                      
a) Jalan raya :500 m
b) Jalan tol :-m
c) Jalan setapak : 300 m
2) Alat transportasi yang dimiliki
a) Tidak Punya                                           :  13jiwa   (9%)
b) Sepeda Pancal                                        :  31 Jiwa   (21,7%)
c) Mobil                                                      :  10 Jiwa   (6,9%)
d) Sepeda Motor                                          :  85 Jiwa   (59,4 % )
e) Becak                                                      : 4 Jiwa     (2,8%)
3) Penggunaan sarana transportasi oleh masyarakat
a) Angkutan / kendaraan umum                  :  13 jiwa         (9,5%)
b) Kendaraan pribadi                                 :  124 jiwa       (90,5%)

5. Politik dan Pemerintahan


a. Stuktur organisasi pemerintahan
Ada
b. Kelompok pelayanan kepada masyarakat ( PKK, karang taruna, panti,
LKMD, posyandu)
Ada

15
c. Kebijakan pemerintah dalam pelayanan kesehatan
Ada
d. Peran serta partai politik dalam pelayanan kesehatan
Tidak ada
6. Komunikasi
a. Fasilitas komunikasi yang ada di masyarakat
1) Radio : 54 jiwa          (39,4%)
2) TV : 129 jiwa        (94,2%)
3) Telepon :137  jiwa        (100%)
4) Majalah / Koran : 31 jiwa          (22,6%)
b. Teknik penyampaian komunikasi kepada masyarakat
Papan pengumuman                                     (100%)

7. Rekreasi
a. Tempat Wisata Alam :- Buah
b. Kolam Renang :- Buah
c. Taman Kota :- Buah
d. Bioskop :- Buah

B. ANALISA DATA
No Data Etiologi Problem
1. DS: Kurang pengetahuan Resiko penularan
- Dari hasil wawancara dengan tentang perawatan penyakit TB paru di
warga bahwa Mayoritas penyakit TB paru Bilalang 2 Kelurahan
masyarakat tidak tahu tentang Bilalang kecamatan
perawatan TB Paru sehingga kotamobagu utara
mereka kadang-kadang meludah/
berdahak di sembarang tempat
(kadang di got, di jalan umum)
- Tidak ada pengkhususan alat
tenun dan alat makan antara

16
penderita dengan orang yang
sehat.

DO:
1. Warga yang memilki pengetahuan
tentang TB paru sebanyak   23%
2. Warga yang tidak memilki cukup
pengetahuan TB paru sebanyak  
57%
3. Penerangan rumah oleh matahari
yang kurang sebanyak 44 KK
(23,10 %)
Hasil survey menunjukan bahwa
sekitar 32% rumah warga kurang
pencahayaan sehingga tampak gelap
dn ruangan di dalam rumah tampak
gelap

1.
2. DS: Kurang pengetahuan Resiko terjadi
1. Dari hasil wawancara dengan tentang penyakit TB paru peningkatan
warga bahwa masyarakat yang prevalensi penyakit
menderita TB Paru tidak TB Paru di Bilalang 2
memeriksakan / mengontrol Kelurahan bilalang
kesehatannya ke puskesmas kecamatan
2. Dari hasil wawancara dengan Kotamobagu utara
warga bahwa mayoritas
masyarakat tidak rutin
mengambil obat TB ke
Puskesmas
3. Dari hasil wawancara dengan

17
warga bahwa sebagian
masyarakat banyak yang
mengalami putus obat dan
kambuh akibat pengobatan yang
tidak tuntas atau juga karena
bosan/ lupa tidak minum obat TB
akibat kesibukan kerja.
4. Hasil wawancara menunjukan
bahwa sebanyak 60 % dari
warga  yang memiliki ventilasi,
tidak pernah membuka jendela
nya
DO:
2. Jumlah penderita TB Paru TB
Paru sebanyak 23 orang (43,5%)
3. Warga yang belum memiliki
ventilasi sebanyak 47 KK (34,31
%)
4. Penerangan rumah oleh matahari
yang kurang sebanyak 44 KK
(23,10 %)
Hasil survey menunjukan bahwa
sekitar 32% rumah warga kurang
pencahayaan sehingga tampak
gelap dan ruangan di dalam
rumah tampak gelap
3. DS: Kurangnya peranan Kurang pengetahuan
1. Dari hasil wawancara ternyata fasilitas pelayanan tentang perawatan TB
warga masyarakat belum pernah kesehatan paru di Bilalang 2
mendapatkan informasi tentang Kelurahan Bilalang
penyakit TB paru baik dari tenaga kecamatan

18
kesehatan maupun melalui leaflet. kotamobagu utara
2. Dari hasil wawancara ternyata
Pada daerah tersebut belum
pernah diadakan penyuluhan
kesehatan tentang penyakit TB
Paru.
DO:
1. fasilitas pelayanan kesehatan di
daerah tersebut hanya terdapat 1
buah puskesmas pembantu
2. Pendidikan warga yang lulusan SD
sebanyak 180 KK (47,2 %)
3. Pendidikan warga yang lulusan SD
sebanyak 101 KK (26,5 %)
4. Warga yang tidak bersekolah
sebanyak 24 KK (6,3%)
5. Warga yang memilki pengetahuan
tentang TB paru sebanyak   23%
6. Warga yang tidak memilki cukup
pengetahuan TB paru sebanyak  
57%

C. Diagnosa Keperawatan
1. Resiko penularan penyakit TB paru di Bilalang 2 Kelurahan Bilalang
kecamatan kotamobagu utara berhubungan dengan Kurang pengetahuan
tentang perawatan penyakit TB paru
2. Resiko terjadi peningkatan prevalensi penyakit TB Paru di Bilalang 2
Kelurahan Bilalang kecamatan kotamobagu utara berhubungan dengan
Kurang pengetahuan tentang penyakit TB paru

19
3. Kurang pengetahuan tentang perawatan TB paru di Bilalang 2 Kelurahan
Bilalang kecamatan kotamobagu utara berhubungan dengan Kurangnya
peranan fasilitas pelayanan kesehatan

D. Penapisan Masalah
Perhatian Tingkat Kemungkinan
 Poin
Masalah Kesehatan masyarakat bahaya untuk dikelola Skor
prevalensi

Resiko penularan 4 3 4 3 14
penyakit TB paru
Bilalang 2 Kelurahan
Bilalang kecamatan
kotamobagu utara
Resiko terjadi 4 4 4 3 15
peningkatan prevalensi
penyakit TB Paru di
Bilalang 2 Kelurahan
Bilalang kecamatan
kotamobagu utara
Kurang pengetahuan 1 3 3 3 10
tentang perawatan TB
paru di Bilalang 2
Kelurahan Bilalang
kecamatan kotamobagu
utara

DIAGNOSA
N
KRITERIA KEPERAWATAN
O
1 2 3
1. Sesuai dengan peran perawat komunitas 5 5 5
2. Jumlah yang beresiko 4 5 4

20
3. Besarnya resiko 5 5 4
4. Kemungkinan untuk penkes 5 5 5
5. Minat masyarakat 2 4 4
6. Kemungkinan untuk diatasi 4 3 4
7. Sesuai dengan program pemerintah 5 5 5
8. Sumber daya tempat 4 4 3
9. Sumber daya waktu 3 4 3

10. Sumber daya dana 4 4 2

11. Sumber daya peralatan 3 4 2


12. Sumber daya orang 2 3 2
Jumlah skor 46 49 43

Keterangan:
1 : Sangat rendah
2 : Rendah
3 : Cukup
4 : Tinggi
5: Sangat Tinggi

E. Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Prioritas Utama


1. Resiko terjadi peningkatan prevalensi penyakit TB Paru di Bilalang 2
Kelurahan Bilalang kecamatan kotamobagu utara berhubungan dengan
Kurang pengetahuan tentang penyakit TB paru
2. Resiko penularan penyakit TB paru di Bilalang 2 Kelurahan Bilalang
kecamatan kotamobagu utara berhubungan dengan Kurang pengetahuan
tentang perawatan penyakit TB paru
3. Kurang pengetahuan tentang perawatan TB paru di Bilalang 2 Kelurahan
Bilalang kecamatan kotamobagu utara berhubungan dengan Kurangnya
peranan fasilitas pelayanan kesehatan

21
F. Perencanaan
No Tujuan jangka pendek Tujuan jangka panjang Intervensi
1 Setelah dilakukan tindakan Setalah dilakukan tindakan 1. Identifikasi factor
keperawatan selama 2 minggu keperawatan masyarakat internal dan eksternal
diharakan tidak terjadi dapat: yang dapat
peningkatan prevalensi 1. Semua penduduk yang meningkatkan atau
penyakit TB menderita TB Paru menurunkan motivasi
memeriksakan untuk memeriksakan
kesehatannya ke diri ke puskesmas
puskesmas 2. Identifikasi penyebab
2. Masyarakat rutin masyarakat tidak
mengambil obat TB di engambil obat di
puskesmas puskesmas
3. Masyarakat yang 3. Identifikasi penyebab
menderita TB Paru tidak masyarakat putus obat
mengalami putus obat dan 4. Beri penyuluhan
Rutin minum obat tentang tentang
4. Masyarakat membuka penyakit TB Paru dan
jendela kamarnya akibat bila tidak
5. Warga yang belum mengkonsumsi obat
memiliki ventilasi dapat dengan benar serta
membuat ventilasi penyebab putus obat
6. Pencahayaan yang cukup
2 Setelah dilakukan tindakan Setalah dilakukan tindakan 1. Berikan penyuluhan
keperawatan selama 2 minggu keperawatan masyarakat tentang perawatan
diharakan tidak terjadi dapat: penyakit TB pru
penyakit TB paru 1. Masyarakat tahu tentang 2. Jelaskan kepada
perawatan TB Paru masyarakat untuk
2. Masyarakat dapat mengkususkan alat

22
mengkhususan alat tenun tenun dan makan antara
dan alat makan antara penderita TB dan orang
penderita dengan orang sehat
yang sehat. 3. Jelaskan kepada
4. Warga yang memilki masyarakat pentingnya
pengetahuan tentang TB penerangan rumah oleh
paru matahari
5. Warga memilki cukup 4. Anjurkan masyarakat
pengetahuan TB paru untuk meiliki
6. Penerangan rumah oleh pencahayaan dalam
matahari cukup rumah yang terang
7. Pencahayaan dalam rumah
tampak terang
3 Setelah dilakukan tindakan Setalah dilakukan tindakan 1. Identifikasi
keperawatan selama 2 minggu keperawatan masyarakat pengetahuan
diharapkan pengetahuan dapat: masyarakat tentang
masyarkat meningkat tentang 1. Pengetahuan masyarakat TB Paru
TB Paru serta peranan fasilitas tentang TB Paru 2. Lakukan penyuluhan
pelayanan kesehatan meningkat (80%) kesehatan tentang TB
meningkat 2. Masyarakat mengetahui paru(pengertian,
tentang TB paru, penyebab, cara
penyebab, cara pencegahan pencegahan dan
dan penularan penularan)
3. Adanya penyuluhan dari 3. Anjurkan untuk
tenaga kesehatan tentang meningkatkan fasilitas
TB Paru pelayanan kesehatan
4. Fasilitas pelayanan
kesehatan di daerah
tersebut meningkat

23
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dengan menyimak pada permasalahan yang terjadi  di Desa Bilalang 2
dapat kita tarik kesimpulan bahwa Desa bilalang 2 masih memerlukan perhatian
yang serius dari pemerintah baik oleh pemerintah daerah maupun oleh pemerintah
provinsi terutama di bidang pendidikan dan bidang kesehatan yang perlu di
berikan perhatian lebih begitupun dengan bidang-bidang lainnya yang
memerlukan tindakan nyata dan perhatian juga dari semua pihak.

B. Saran
1. Untuk puskesmas
a. Lebih memaksimalkan program pelayanan kesehatan
b. Adanya pembinaan pola hidup bersih dan seha
2. Untuk masyarakat desa Bilalang 2
a. Masyarakat desa Inobonto hendaknya lebih menyadari akan pentingnya
kesehatan dan pendidikan bagi kelangsungan masa depan putra-putri desa
bilalang 2

24
b. Masyarakat desa lebih meningkatkan partisipasinya dalam kegiatan-
kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah desa, termasuk program yang
berhubungan dengan kesehatan dan pendidikan

DAFTAR PUSTAKA

Efendi Ferry, Makhfudli. (2009). Keperawatan Kesehatan Komunitas. Salemba


Medika : Jakarta

Fallen R., Dwi Budi R. (2010). Keperawatan Kommunitas. Nuha Medika :


Yogyakarta

Mubarak

Faisalado Candra widyanto (2014) Keperawatan komunitas dengan pendekatan


praktis Nuha medika : Yogyakarta

Brunner & Suddarth. 2002. Buku Ajar keperawtan medikal bedah, edisi 8 vol 3.
Jakarta: EGC

25
26