Anda di halaman 1dari 46

KARYA ILMIAH AKHIR

PENERAPAN DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION


(DSME) PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2
DENGAN MASALAH KEPERAWATAN KESIAPAN
PENINGKATAN MANAJEMEN KESEHATAN
DI RT 05 RW 04 DUSUN. TINARO
KEC. TIKUNG KAB. LAMONGAN

MALIHATUS SYARIFAH
1120019171

DOSEN PEMBIMBING:
NETY MAWARDA HATMANTI, S.Kep.Ns., M.Kep.

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
2020

i
KARYA ILMIAH AKHIR

PENERAPAN DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION


(DSME) PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2
DENGAN MASALAH KEPERAWATAN KESIAPAN
PENINGKATAN MANAJEMEN KESEHATAN
DI RT 05 RW 04 DUSUN. TINARO
KEC. TIKUNG KAB. LAMONGAN

Untuk Memperoleh Gelar Profesi Ners (Ns.)


Dalam Program Studi Profesi Ners

MALIHATUS SYARIFAH
1120019171

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA
2020

ii
LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS

Karya Ilmiah Akhir ini adalah hasil karya saya sendiri,

dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk telah saya nyatakan dengan

benar.

Nama : Malihatus Syarifah


NIM : 1120019171
Tanda Tangan :
Tanggal : 14 Agustus 2019

iii
LEMBAR PERSETUJUAN KARYA ILMIAH AKHIR

Judul : Penerapan Diabetes Self Management Education


(DSME) Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2
Dengan Masalah Keperawatan Kesiapan Peningkatan
Manajemen Kesehatan Di Rt 05 Rw 04 Dusun. Tinaro
Kec. Tikung Kab. Lamongan
Penyusun : Malihatus Syarifah
NIM : 1120019171
Pembimbing : Nety Mawarda Hatmanti,, S.Kep.Ns., M.Kep.
Tanggal Ujian : 21 Agustus 2019

Disetujui Oleh :

Pembimbing :

Nety Mawarda Hatmanti, S.Kep.Ns., M.Kep.


NPP. 99 04 627

Mengetahui,
Ka.Prodi Profesi Ners

Siti Nurjanah.,S.Kep.,Ns.,M.Kep
NPP. 02 06 713

iv
LEMBAR PENGESAHAN

PENERAPAN DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME)


PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN
MASALAH KEPERAWATAN KESIAPAN PENINGKATAN
MANAJEMEN KESEHATAN DI RT 05 RW 04
DUSUN. TINARO KEC. TIKUNG
KAB. LAMONGAN

KARYA ILMIAH AKHIR INI TELAH DISETUJUI

PADA TANGGAL, 16 AGUSTUS 2019

Oleh :
Pembimbing

Nety Mawarda Hatmanti, S.Kep.Ns., M.Kep.


NPP. 99 04 627

Mengetahui,
Ka.Prodi Profesi Ners

Siti Nurjanah.,S.Kep.Ns.,M.Kep.
NPP. 02 06 713

v
Karya Ilmiah Akhir ini telah diajukan oleh:
Nama : Malihatus Syarifah
NIM : 1120019171
Program Studi : Profesi Ners
Judul : Penerapan Diabetes Self Management Education
(DSME) Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2
Dengan Masalah Keperawatan Kesiapan Peningkatan
Manajemen Kesehatan Di Rt 05 Rw 04 Dusun. Tinaro
Kec. Tikung Kab. Lamongan

Karya Ilmiah Akhir ini telah diuji dan dinilai


Oleh tim penguji pada

Program Studi Profesi Ners


Pada tanggal 21 Agustus 2019

Tim penguji,
1. Penguji I : M. Khafid, S.Kep.Ns.,M.Si.
NPP. 91 04 350

2. Penguji II : Nur Ainiyah, S.Kep.Ns.,M.Kep


NPP. 16 02 1043

3. Penguji III : Farida Umamah, S.Kep.Ns.,M.Kep


NPP. 99 04 627

vi
Sebagai civitas akademik Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, saya yang
bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Malihatus Syarifah
NPM : 1120019171
Program Studi : Profesi Ners
Fakultas : Keperawatan dan Kebidanan
Jenis Karya : Karya Ilmiah Akhir
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Hak Bebas Royalti Non eksklusif (Non-
exclusive Royalty-Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul:

“Penerapan Diabetes Self Management Education (DSME) Pada


Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Masalah
Keperawatan Kesiapan Peningkatan Manajemen
Kesehatan Di Rt 05 Rw 04 Dusun. Tinaro
Kec. Tikung Kab. Lamongan”

Beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dengan Hak Bebas Loyalti Non
Eksklusif ini Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Universitas Nahdlatul Ulama
Surabaya berhak menyimpan, mengalih media/formatkan, mengelola dalam
bentuk pangkalan data (database), merawat dan mempublikasikan Tugas Akhir
saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis atau pencipta dan
sebagai pemilik Hak Cipta.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di: Surabaya


Pada tanggal: 14 Agustus 2019
Yang menyatakan,

(Malihatus Syarifah)
NIM: 1120019171

vii
ABSTRAK

Siklus menstruasi yang tidak teratur adalah suatu penyimpangan dari


siklus yang normal. Gangguan siklus menstruasi yang berkepanjangan dapat
mengakibatkan meningkatnya risiko penurunan fertilitas pada wanita usia subur.
Banyak remaja putri di Pondok Pesantren Qomaruddin yang mengalami
ketidakteraturan siklus menstruasi, baik itu polimenorea (siklus menstruasi
memendek), dan oligomenorea (siklus menstruasi memanjang). Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan keteraturan siklus
menstruasi pada remaja putri di Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah Gresik.
Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross
sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja putri SMA di
Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah Gresik yang sudah mengalami menstruasi
sebesar 131 responden. Besar sampel adalah 101 remaja putri di Pondok
Pesantren Qomaruddin Bungah Gresik yang telah memenuhi kriteria inklusi.
Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling dengan simple
random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah status gizi,
variabel dependen adalah siklus menstruasi. Instrument yang digunakan yaitu
lembar observasi. Analisa data menggunakan uji statistik Chi Square dengan
tingkat kemaknaan α ≤ 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah dari responden
(35,6%) memiliki status gizi malnutrisi, hampir setengahnya (47,5%) memiliki
status gizi normal, dan sebagian besar (73,3%) memiliki siklus menstruasi yang
tidak teratur. Hasil uji statistik menggunakan uji Chi Square pada tingkat
kemaknaan α ≤ 0,05, didapatkan nilai ρ = 0,000 yang artinya ada hubungan antara
status gizi dengan keteraturan siklus menstruasi pada remaja putri di Pondok
Pesantren Qomaruddin Bungah Gresik.
Simpulan dari penelitian ini adalah status gizi dapat mempengaruhi
keteraturan siklus menstruasi. Upaya yang dapat dilakukan perawat adalah dengan
memberikan health education kepada remaja untuk selalu memperhatikan asupan
gizi dengan cara mengubah pola makan menjadi lebih teratur untuk meminimalisir
ketidakteraturan siklus menstruasi.

Kata kunci: Status Gizi, Siklus Menstruasi, Remaja Putri.

viii
ABSTRACT

Irregular menstrual cycles are a deviation from the normal cycle.


Disruption of a prolonged menstrual cycle can result in an increased risk of
reduced fertility in women of childbearing age. Many young women at
Qomaruddin Islamic Boarding School experience menstrual cycle irregularities,
both polimenorea (shortened menstrual cycle), and oligomenorrhea (extended
menstrual cycles). This study aims to determine the relationship of nutritional
status with regular menstrual cycles in young women at Qomaruddin Bungah
Gresik Islamic Boarding School.
This research uses analytic design with cross sectional approach. The
population in this study were all high school young womans in Qomaruddin
Bungah Gresik Islamic Boarding School who had menstruated by 131
respondents. The sample size was 101 young women at Qomaruddin Bungah
Gresik Islamic Boarding School who had met the inclusion criteria. The sampling
technique used is probability sampling with simple random sampling. The
independent variable in this study is nutritional status, the dependent variable is
the menstrual cycle. The instrument used is the observation sheet. Data analysis
used Chi Square statistical test with significance level α≤ 0.05.
The results showed that almost half of the respondents (35.6%) had
malnutrition nutritional status, almost half (47.5%) had normal nutritional status,
and most (73.3%) had irregular menstrual cycles. Statistical test results using the
Chi Square test at the significance level α≤ 0.05, obtained a value of ρ = 0,000,
which means there is a relationship between nutritional status and regular
menstrual cycle among girls in the Qomaruddin Bungah Islamic Boarding School
Gresik.
The conclusion from this study is that nutritional status can affect the
regularity of the menstrual cycle. Efforts that can be done by nurses is to provide
health education to adolescents to always pay attention to nutritional intake by
changing eating patterns to be more organized to minimize menstrual cycle
irregularities.

Keywords: Nutrition Status, Menstrual Cycle, Young Women.

ix
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan


rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusunan Karya Ilmiah Akhir yang berjudul
“Penerapan Diabetes Self Management Education (DSME) Pada Penderita
Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Masalah Keperawatan Kesiapan
Peningkatan Manajemen Kesehatan Di Rt 05 Rw 04 Dusun. Tinaro Kec.
Tikung Kab. Lamongan” dapat selesai tepat pada waktunya Karya Ilmiah Akhir
ini diajukan sebagai syarat untuk menyelesaikan Program Studi Profesi Ners
Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.
Dalam penyusunan Karya Ilmiah Akhir ini penulis banyak mendapat
bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis
mengucapkan terimakasih kepada:
1. Nety Mawarda Hatmanti, S.Kep.Ns.,M.Kep, selaku dosen pembimbing yang
dengan penuh kesabaran dan ketekunan memberikan dorongan, perhatian,
bimbingan, pengarahan, serta saran dalam penyusunan Karya Ilmiah Akhir ini.
2. Siti Nurjanah, S.Kep.Ns.,M.Kep. Selaku Ketua Prodi Profesi Ners Fakultas
Keperawatan dan Kebidanan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.
3. M. Khafid, S.Kep.Ns.,M.Si dan Nur Ainiyah, S.Kep.Ns.,M.Kep selaku
penguji yang telah membimbing dengan cermat dan memberikan masukan-
masukan demi sempurnanya skripsi ini.
4. Yanis Kartini, SKM,.M.Kep. Selaku Dekan Fakultas Keperawatan dan
Kebidanan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.
5. Prof. Ir. Achmad Jazidie, M. Eng. Selaku Rektor Universitas Nahdlatul Ulama
Surabaya.
6. Seluruh Dosen dan Staf Pendidikan Keperawatan dan Kebidanan Universitas
Nahdlatul Ulama Surabaya yang telah memberikan ilmunya.
7. Kepala Dusun Tinaro yang telah mengizinkan penulis untuk melakukan
penelitian di Rt 05 Rw 04 Dusun Tinaro Kec. Tikung Kab. Lamongan.
8. Kedua respondenku Tn. K dan Tn. B yang telah meluangkan waktu untuk
berpartisipasi dalam penelitian ini.
9. Kedua orangtua dan semua keluarga atas cinta, dukungan, dan doa yang selalu
diberikan sampai terselesaikannya Karya Ilmiah Akhir ini.
10. Sahabat dan teman-teman yang selalu memberikan support dan membantu
dalam penyelesaian Karya Ilmiah Akhir ini.
Semoga Allah SWT memberikan balasan atas segala amal dan perbuatan
yang telah diberikan dan penulis menyadari bahwa Karya Ilmiah Akhir ini belum
sempurna dan memerlukan masukan, oleh karena itu saran yang membangun dari
pembaca sangat penulis harapkan demi perbaikan Karya Ilmiah Akhir ini.
Akhirnya penulis berharap semoga Karya Ilmiah Akhir ini dapat bermanfaat
baik bagi penulis dan pihak yang membutuhkan.
Surabaya, 14 Agustus 2019
Penulis,

Malihatus Syarifah
NIM: 1120019171

x
DAFTAR ISI

Sampul Depan ...................................................................................................... i


Sampul Dalam ...................................................................................................... ii
Lembar Penyataan Orisinalitas ............................................................................. iii
Lembar Persetujuan ............................................................................................. iv
Lembar Pengesahan ............................................................................................. v
Lembar Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah Akhir............................ vii
Abstrak ................................................................................................................. viii
Abstract ................................................................................................................. ix
Kata Pengantar .................................................................................................... x
Daftar Isi ............................................................................................................... xi
Daftar Gambar ..................................................................................................... xiii
Daftar Tabel ......................................................................................................... xiv
Daftar Lampiran .................................................................................................. xv
Daftar Singkatan dan Simbol................................................................................. xvi

BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................................ 1
B. Batasan Masalah ......................................................................................... 4
C. Rumusan Masalah ....................................................................................... 4
D. Tujuan Penelitian ........................................................................................ 5
E. Manfaat Penelitian....................................................................................... 6

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA


A. Konsep Dasar .............................................................................................. 7
1. Dewasa Sebagai Agregat Berisiko........................................................ 7
2. Faktor Penyebab Agregat Dewasa Berisiko ........................................ 7
3. Nutrisi Pada Agregat Dewasa............................................................... 8
B. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Lansia dengan Gout Arthritis ........... 10
C. Peran Perawat .............................................................................................. 19
D. Evidence Based in Nursing ......................................................................... 29

BAB 3 LAPORAN KASUS


A. Pengkajian ................................................................................................... 30
B. Analisis Data ............................................................................................... 31
C. Intervensi Keperawatan ............................................................................... 30
D. Implementasi Keperawatan ......................................................................... 31
E. Evaluasi ....................................................................................................... 31

BAB 4 ANALISIS SITUASI


A. Profil Lahan Praktik .................................................................................... 32
B. Analisis Masalah Keperawatan ................................................................... 32
C. Analisis Implementasi.................................................................................. 32
D. Keterbatasan Implementasi Keperawatan ................................................... 34
E. Alternatif Problem Solving yang Dapat Dilakukan .................................... 35

xi
BAB 5 PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................................. 51
B. Saran ............................................................................................................ 51

Daftar Pustaka .................................................................................................... 53


Lampiran ............................................................................................................. 55

xii
DAFTAR GAMBAR

Nomor Gambar Judul Gambar Halaman

Gambar 3.1 Kerangka Konseptual Penelitian Hubungan


Status Gizi dengan Keteraturan Siklus
Menstruasi pada Remaja Putri di Pondok
Pesantren Qomaruddin........................................... 30
Gambar 4.1 Kerangka Kerja Penelitian Hubungan Status Gizi
dengan Keteraturan Siklus Menstruasi pada
Remaja Putri di Pondok Pesantren Qomaruddin
Bungah Gresik....................................................... 35

xiii
DAFTAR TABEL

Nomor Tabel Judul Tabel Halaman

Tabel 2.1 Kategori IMT........................................................... 27


Tabel 4.1 Definisi Operasional : Hubungan Status Gizi
dengan Keteraturan Siklus Menstruasi pada
Remaja Putri di Pondok Pesantren Qomaruddin
Bungah Gresik......................................................... 36
Tabel 5.1 Jadwal Kegiatan di Pondok Pesantren Putri
Qomaruddin Bungah Gresik.................................... 43
Tabel 5.2 Distribusi Responden Berdasarkan Usia di Pondok
Pesantren Putri Qomaruddin Bungah Gresik Juli
2019.......................................................................... 44
Tabel 5.3 Distribusi Responden Berdasarkan Usia Menarche
di Pondok Pesantren Putri Qomaruddin Bungah
Gresik Juli 2019....................................................... 44
Tabel 5.4 Distribusi Responden Berdasarkan Status Gizi di
Pondok Pesantren Putri Qomaruddin Bungah
Gresik Juli 2019....................................................... 45
Tabel 5.5 Distribusi Responden Berdasarkan Siklus
Menstruasi di Pondok Pesantren Putri Qomaruddin
Bungah Gresik Juli 2019.......................................... 45
Tabel 5.6 Tabulasi silang dan hasil uji statistic Chi-Square
Status Gizi dengan Siklus Menstruasi pada Remaja
Putri di Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah
Gresik Juli 2019....................................................... 45

xiv
DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Lampiran Judul Lampiran Halaman

Lampiran 1 Surat Ijin Penelitian......................................... 55


Lampiran 2 Surat Balasan Ijin Penelitian............................ 56
Lampiran 3 Lembar Penjelasan Penelitian untuk Disetujui... 57
Lampiran 4 Lembar Persetujuan Menjadi Responden........ 58
Lampiran 5 Penilaian Pre Test............................................ 59
Lampiran 6 Penilaian Post Test........................................... 60
Lampiran 7 Jadwal Kunjungan.............................................. 61
Lampiran 8 Modul DSME (Diabetes Self Management
Lampiran 9 Education)........................................................... 62
Lampiran 10 Asuhan Keperawatan.......................................... 63
Lampiran 11 Lembar Berita Acara Konsultasi........................ 64
Lampiran 12 Dokumentasi....................................................... 69

xv
DAFTAR SINGKATAN DAN SIMBOL
Daftar Singkatan:
WHO : World Health Organization
No. : Nomor
NPP : Nomor Pokok Pegawai
NIM : Nomor Induk Mahasiswa
Prodi : Program Studi
S.Kep : Sarjana Keperawatan
M.Kep : Megister Keperawatan
M.Kes : Megister Kesehatan
M.Eng : Megister Enginering
Ns. : Ners
Prof. : Profesor
Ir. : Insinyur

Daftar Simbol:
√ : Tanda Centang
“” : Tanda Petik
X : Kali
, : Koma
. : Titik
+ : Positif
- : Negatif
= : Sama Dengan
: : Banding
% : Persen
° : Derajat
≥ : Lebih Dari
> : Lebih
< : Kurang
≤ : Kurang Dari
± : Lebih Dari
( : Buka Kurung
) : Tutup Kurung

xvi
BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit menahun yang akan diderita

seumur hidup oleh penderita dan keluarga. Salah satu masalah utama dalam

pelayanan kesehatan bagi penyandang DM di Indonesia adalah belum

optimalnya penanganan kasus DM dan belum adanya budaya memandirikan

pasien secara optimal (PERKENI, 2015). Fenomena ini membuat para

penyandang DM yang pulang kerumah masih memerlukan peningkatan

pengetahuan dalam mencegah komplikasi penyakit baik akut maupun kronis.

Sehingga kesiapan peningkatan manajemen kesehatan setiap keluarga harus

ditingkatkan (Indaryati, 2018). Kurangnya kesiapan dalam manajemen

kesehatan akan menyebabkan kondisi penderita dan keluarga jatuh pada kondisi

stres dan menyebabkan penurunan kualitas hidup penderita. Oleh karena itu

penyakit ini membutuhkan perawatan medis dan pendidikan pengelolaan mandiri

untuk mencegah komplikasi akut dan resiko komplikasi jangka panjang (ADA,

2010).

Penelitian yang telah dilakukan oleh Wiji, dkk (2018) di kecamatan Genuk

Kota Semarang menyatakan bahwa dari 4.097 orang yang ada di kecamatan ini

terdapat banyak diabetisi yang melakukan perawatan mandiri dirumah selama

bertahun-tahun. Banyak diantara keluarga dan diabetesi mengeluh stres dalam

melakukan perawatan pada anggota keluarganya yang terkena DM dan mengeluh

karena pengetahuan dan keterampilan yang terbatas untuk melakukan perawatan

dirumah secara optimal. Dari hasil survey The Diabetes Attitudes, Wishes, and

1
2

Needs (DAWN) study dalam Hafan (2014) menunjukkan 16,2% pasien DM tipe 2

sudah mampu mengelolah diabetes secara mandiri. Hal ini sangat tergantung pada

kemampuan pasien dalam mengelola gaya hidup sehari-hari (Hafan, 2014).

Berdasarkan hasil pengumpulan data yang dilakukan oleh Ridwan (2017)

di Babat Lamongan menunjukkan bahwa dari 5 orang penderita diabetes yang

mengikuti penyuluhan diabetes mellitus dan senam kaki diabetic sebelumnya

didapatkan bahwa mayoritas penderita sudah mengetahui terkait diabetes mellitus

dan mengetahui juga terkait latihan senam kaki yang pernah diajarkan saat

penyuluhan, namun terkait penerapannya mayoritas penderita diabetes melitus

mengatakan jarang melakukannya dikarenakan tidak adanya waktu khusus dan

persepsi mereka bahwa pergi ke sawah sudah lebih dari melakukan latihan senam

kaki tersebut.

Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu kondisi kronis meningkatnya

kadar glukosa dalam darah dimana tubuh tidak dapat memproduksi insulin atau

tidak dapat menggunakan insulin secara efektif (IDF, 2017). Penyakit Diabetes

Mellitus (DM) memiliki beberapa tipe, tipe yang terbanyak adalah Diabetes

Mellitus (DM) tipe 2 (85-95%) (Black & Hawks,2014). Penyakit DM tipe 2 tidak

dapat disembuhkan, melainkan dapat dikendalikan dengan pengontrolan glukosa

darah. Salah satu faktor yang turut mempengaruhi pengendalian kadar glukosa

darah pada penderita DM tipe 2 adalah pengetahuan. Penelitian yang dilakukan

oleh Utomo (2011) membuktikan bahwa pengetahuan tentang pengelolaan DM

berhubungan secara signifikan dengan keberhasilan pengelolaan DM tipe 2. Hal

ini menunjukkan bahwa orang yang mempunyai pengetahuan baik mempunyai


3

resiko 4 kali untuk berhasil dalam pengelolaan DM tipe 2 dibandingkan dengan

orang yang berpengetahuan kurang secara statistik bermakna.

Pendidikan dan pedoman dalam perawatan diri akan meningkatkan pola

hidup penderita DM sehingga dapat mengontrol gula darah dengan baik. Selain itu

pendidikan kesehatan yang diberikan akan berdampak positif terhadap kondisi

penyakit dan kepatuhan pasien dalam melakukan tatalaksana diabetes. Hail itu

akan berdampak pada kesiapan peningkatan manajemen kesehatan dalam

keluarga. SDKI (2017) menjelaskan masalah kesiapan peningkatan manajemen

kesehatan merupakan pola pengaturan dan pengintegrasian program kesehatan

kedalam kehudupan sehari-hari yang cukup untuk memenuhi tujuan kesehatan dan

dapat ditingkatkan. Banyaknya faktor yang berhubungan dengan pengendalian

kadar glukosa darah penderita DM tipe 2 tentunya membuat pengelolaan penyakit

hendaknya dilakukan dengan cermat, untuk mencegah maupun memperlambat

terjadinya berbagai komplikasi (Astuti, 2013).

Pilar penatalaksanaan DM tipe 2 menurut PERKENI (2011) salah satunya

adalah edukasi. Dijelaskan pula dalam Standart Intervensi Keperawatan Indonesia

(2018) bahwa salah satu intervensi yang bisa diterapkan untuk meningkatkan

masalah kesiapan peningkatan manajemen kesehatan yaitu dengan edukasi

kesehatan. Beberapa penelitian untuk mengatasi masalah keperawatan

kesiapan peningkatan manajemen kesehatan telah dilakukan dan

memberikan hasil yang berbeda. Penelitian yang dilakukan oleh Aini (2017)

mengenai penerapan senam kaki pada pasien diabetes mellitus dengan

masalah keperawatan kesiapan meningkatkan manajemen kesehatan

memberikan hasil bahwa tujuan dari penelitian tercapai. Penelitian lain


4

mengenai penerapan progresive muscle relaxation pada klien diabetes

mellitus dengan masalah keperawatan kesiapan meningkatkan manajemen

kesehatan juga dilakukan oleh Stetiowati (2017) yang menunjukkan

pengaruh yang signifikan terhadap pasien DM.

Selain dua cara diatas bentuk edukasi yang dapat memperbaiki hasil klinis

dan kualitas hidup pasien DM adalah Diabetes Self Management Education

(DSME) (McGowan, 2011). Diabetes Self Management Education (DSME)

merupakan suatu proses berkelanjutan untuk menfasilitasi pengetahuan,

keterampilan, dan kemampuan pasien diabetes mellitus untuk melakukan

perawatan diri. DSME adalah komponen penting yang dapat memberikan

kemampuan pada individu untuk melakukan tindakan menejemen diri dalam

mengelola penyakit diabetes mellitus dalam mengatasi masalah kesehatan

yang mengancam status kesehatan (Soegondo, 2013).

Berdasarkan uraian data dan latar belakang diatas, maka peneliti

tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Penerapan Diabetes Self

Management Education (DSME) Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2

Dengan Masalah Keperawatan Kesiapan Peningkatan Manajemen Kesehatan

Di RT 05 RW 04 Dusun. Tinaro Kec. Tikung Kab. Lamongan”.

B. Rumusan Masalah

Bagaimana Penerapan Diabetes Self Management Education (DSME)

Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Masalah Keperawatan

Kesiapan Peningkatan Manajemen Kesehatan Di RT 05 RW 04 Dusun.

Tinaro Kec. Tikung Kab. Lamongan?


5

C. Tujuan Penulisan

1. Tujuan Umum.

Mengetahui Penerapan Diabetes Self Management Education (DSME)

Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Masalah Keperawatan

Kesiapan Peningkatan Manajemen Kesehatan Di RT 05 RW 04 Dusun.

Tinaro Kec. Tikung Kab. Lamongan.

2. Tujuan Khusus.

a. Melaksanakan pengkajian pada penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan

Masalah Keperawatan Kesiapan Peningkatan Manajemen Kesehatan Di

RT 05 RW 04 Dusun. Tinaro Kec. Tikung Kab. Lamongan.

b. Menetapkan diagnosa pada penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan

Masalah Kesiapan Peningkatan Manajemen Kesehatan Di RT 05 RW 04

Dusun. Tinaro Kec. Tikung Kab. Lamongan.

c. Menyusun intervensi Diabetes Self Management Education (DSME) Pada

Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Masalah Keperawatan

Kesiapan Peningkatan Manajemen Kesehatan Di RT 05 RW 04 Dusun.

Tinaro Kec. Tikung Kab. Lamongan.

d. Melakukan implementasi Diabetes Self Management Education (DSME)

Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Masalah Keperawatan

Kesiapan Peningkatan Manajemen Kesehatan Di RT 05 RW 04 Dusun.

Tinaro Kec. Tikung Kab. Lamongan.

e. Melakukan evaluasi Diabetes Self Management Education (DSME) Pada

Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Masalah Keperawatan


6

Kesiapan Peningkatan Manajemen Kesehatan Di RT 05 RW 04 Dusun.

Tinaro Kec. Tikung Kab. Lamongan.

D. Manfaat Penulisan

1. Manfaat Teoritis.

a. Bagi Pendidikan.

Melalui hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi

dalam pengembangan kurikulum pembelajaran, khususnya dalam

mengembangkan intervensi keperawatan mandiri untuk meningkatkan asuhan

keperawatan pada pasien dengan gangguan endokrin berdasarkan evidence based

in nursing.

b. Bagi Perkembangan Ilmu Keperawatan.

Melalui hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah

keilmuan medikal bedah tentang aktualisasi peran perawat sebagai pemberi

layanan, manajer asuhan, pendidik, konselor, agen perubahan, penasehat, dan

peneliti, khususnya dalam bidang keperawatan endokrin.

2. Manfaat Praktis.

a. Bagi Pelayanan Asuhan Keperawatan.

Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pelayanan keperawatan

sebagai acuan dan pertimbangan dalam memberikan asuhan keperawatan yang

komprehensif dengan gangguan sistem endokrin khususnya Diabetes Mellitus

dengan pendekatan Diabetes Self Management Education (DSME).


BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Dasar

1. Dewasa Sebagai Agregat Beresiko

Usia dewasa merupakan usia yang berkisar antara 26-45 tahun (Depkes

RI, 2009). Menurut penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati (2016) kategori

usia mayoritas yang menderita DM adalah 36-45. Hasil penelitian ini dapat

menjelaskan bahwa dengan peningkatan usia maka resiko menderita diabetes akan

semakin meningkat. Penelitian ini didukung dengan teori dalam fisiologi

kedokteran yang menjelaskan bahwa dimulainya sakit DM tipe 2 terjadi pada usia

30 tahun, tetapi sering pada usia 50-60 tahun (Guyton & Hall, 2008 dalam

Indaryati, 2018). Sedangkan American Diabetes Association (2015) mengatakan

bahwa kelompok usia 40 tahun keatas merupakan kelompok usia yang berisiko

tinggi mengalami DM dan penyakit jantung.

2. Faktor Penyebab Agregat Dewasa Beresiko

Usia sangat erat kaitannya dengan DM tipe 2 dimana pada usia dewasa

terjadi kenaikan kadar gula darah akibat resistensi insulin yang disebabkan karena

menurunnya aktifitas, perubahan pola makan, penurunan fungsi neurohormonal,

diet yang buruk, peningkatan berat badan, dan kebiasaan merokok merupakan

faktor resiko DM yang banyak terjadi pada kelompok tersebut (Rahmawati,

2016). Berdasarkan teori didapatkan bahwa semakin meningkatnya usia seseorang

maka gangguan toleransi glukosa akan semakin meningkat. Proses menua akan

menyebabkan adanya perubahan fungsi sel beta pankreas sebagai hormon

penghasil insulin, sehingga insulin kurang mencukupi untuk metabolisme

8
9

karbohidrat ataupun dapat disebabkan karena adanya resistensi insulin sehingga

sel tidak dapat terbuka untuk pintu masuk insulin/tetap tertutup akibatnya glukosa

tidak dapat masuk sel untuk keperluan metabolisme, sehingga glukosa darah

meningkat (Suyono, 2011). Selain itu menurut Emma & Idris (2014) ia

menjelaskan bahwa DM tipe 2 pada orang dewasa bisa dikarenakan obesitas,

riwayat keturunan, pola hidup yang tidak sehat.

3. Nutrisi Pada Agregat Dewasa

Pada usia dewasa kebutuhan nutrien sangat diperlukan untuk energi,

pemeliharaan dan perbaikan tubuh. Perubahan fisiologi pada usia dewasa

berkaitan dengan kebutuhan gizi yang meliputi: pola pertumbuhan berhenti ke

tingkat homeostatis (contoh, keseimbangan metabolisme karbohidrat, lemak,

terutama protein) dan tingkat stabilitas metabolik tubuh hingga hasil

keseimbangan antara tingkat pemecahan protein tubuh dan sintesis jaringan

(contoh, komposisi tubuh, pematangan fisiologi/tingkat pemeliharaan). Gizi dan

faktor-faktor lain yang berperan dalam pertumbuhan seperti pengetahuan gizi

kesehatan dan pola pengasuhan gizi kesehatan yang dilakukan sangat berpengaruh

terhadap perkembangan tubuh. Pertumbuhan dan perkembangan merupakan

proses perubahan yang terjadi pada setiap makhluk hidup. Perubahan yang terjadi

tidak hanya yang kelihatan seperti perubahan fisik dengan bertambahnya berat

badan dan tinggi badan, tetapi juga perubahan dalam segi lain seperti berfikir,

emosi, dan berperilaku (Harwina, 2011).

Pengaturan makan pada penderita diabetes bertujuan untuk mengendalikan

gula darah, tekanan darah, kadar lemak darah, serta berat badan ideal. Dengan

demikian komplikasi diabetes dapat dihindari. Pada prinsipnya makanan perlu


10

dikonsumsi teratur dan disebarkan merata dalam sehari. Seperti halnya prinsip

sehat umum, makanan untuk penderita diabetes sebaiknya rendah lemak terutama

lemak jenuh, kaya akan karbohidrat kompleks yang berserat termasuk sayur dan

buah dalam porsi yang secukupnya, serta seimbang dengan kalori yang

dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari penderita (PERKENI, 2015).

B. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan

1. Pengkajian

Pengkajian dilakukan menggunakan format keperawatan keluarga menurut

friedman (2010) dengan memperoleh data umum (biodata keluarga), status sosial

keluarga, pelaksanaan fungsi keluarga dengan masalah Diabetes Mellitus Tipe 2,

serta menggali tugas keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan pengelolaan

penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2. Mengkaji keluarga dalam mengatasi masalah

kesehatan Diabetes Mellitus Tipe 2, bagaimana keluarga dalam mengambil

keputusan, cara keluarga merawat anggota keluarga yang sakit Diabetes Mellitus

Tipe 2, bagaimana keluarga memodifikasi lingkungan, serta bagaimana keluarga

memanfaatkan fasilitas layanan keluarga.

2. Diagnosa Keperawatan

Diagnosis keperawatan keluarga termasuk masalah kesehatan aktual dan

potensial dengan perawat keluarga yang memiliki kemampuan dalam

mendapatkan lisensi untuk menanganinya berdasarkan pendidikan dan

pengalaman (Friedman, 2010). Kemungkinan diagnosa keperawatan yang muncul

pada keluarga dalam pengelolaan Diabetes Mellitus Tipe 2 mengacu pada

problem (SDKI, 2017) adalah:


11

a. Kesiapan peningkatan manajemen kesehatan

Dalam pengendalian dan pengelolaan penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2

diperlukan pengaturan dan pengintegrasian program kesehatan kedalam

kehidupan sehari-hari yang cukup untuk memenuhi tujuan kesehatan dan dapat

ditingkatkan, keinginan untuk mengelola masalah kesehatan dan pencegahannya,

pemilihan hidup sehari-hari tepat untuk memenuhi tujuan, mengekspresikan tidak

adanya hambatan yang berarti dalam mengintegrasikan program yang ditetapkan

untuk mengatasi masalah, sehingga angka kejadian komplikasi Diabetes Mellitus

Tipe 2 dapat dihindari dan diturunkan dengan program pengendalian Diabetes

Mellitus Tipe 2.

b. Perilaku kesehatan cenderung berisiko

Agregat dewasa seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya memiliki

berbagai faktor yang menyebabkan terkena penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2.

Dalam hal ini biasanya keluarga mengalami hambatan kemampuan dalam

mengubah gaya hidup/perilaku untuk memperbaiki status kesehatannya.

3. Intervensi Keperawatan

Intervensi keperawatan keluarga dibuat berdasarkan pengkajian, diagnosa

keperawatan, pernyataan keluarga, perencanaan keluarga dengan merumuskan

tujuan, mengidentifikasi strategi intervensi alternatif dan sumber, serta

menentukan prioritas, intervensi tidak bersifat rutin, acak atau standart, tetapi

dirancang untuk keluarga tertentu dengan siapa perawat keluarga sedang bekerja

(Friedman, 2010). Intervensi yang diberikan kepada keluarga ialah mengenal

masalah kesehatan, kemampuan keluarga mengambil keputusan, kemampuan

keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit, kemampuan keluarga


12

memodifikasi lingkungan, dan kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas

kesehatan. Dalam perencanaan intervensi dengan masalah keperawatan kesiapan

peningkatan manajemen kesehatan berkaitan dengan 5 tugas keluarga yang akan

dilakukan dengan pemberian intervensi edukasi kesehatan, bimbingan antisipatif,

manajemen perilaku, penentuan tujuan bersama dan promosi dukungan keluarga

berkaitan dengan pengendalian Diabetes Mellitus Tipe 2 (SIKI, 2018).

4. Implementasi Keperawatan

Implementasi keperawatan merupakan tahap proses keperawatan dimana

perawat memberikan intervensi keperawatan langsung atau tidak langsung

terhadap klien (Potter & Perry, 2016). Beberapa tahapan dalam implementasi

keluaraga yaitu a. Tahapan tindakan meliputi persiapan alat, persiapan pasien,

persiapan tempat dan pelaksanaan tindakan; b. Tipe tindakan meliputi tindakan

diagnostik (wawancara dengan klien, observasi dan pemeriksaan fisik, laborat

sederhana seperti Hb), tindakan terapeutik, tindakan edukatif, tindakan merujuk.

c. Dokumentasi (Hadi Prasetyo, 2017).

5. Evaluasi

Evaluasi merupakan langka proses keperawatan yang memungkinkan

perawat untuk menentukan apakah intervensi keperawatan telah berhasil

meningkatkan kondisi klien (Potter & Perry, 2016). Evaluasi bertujuan untuk

melihat kemampuan keluarga dalam mencapai tujuan. Terdapat 2 jenis evaluasi

dalam melaksanakan asuhan keperawatan keluarga, yaitu: a. Evaluasi Formatif

(Evaluasi yang dilakukan sesaat setelah pelaksanaan tindakan keperawatan,

menggunakan format SOAP) b. Evaluasi Somatif (Evaluasi akhir apabila waktu

perencanaan sudah sesuai dengan perencanaan dengan metode observasi


13

langsung, wawancara, memeriksa laporan, latihan simulasi) (Hadi Prasetyo,

2017).

C. Peran Perawat

Perawatan kesehatan keluarga adalah pelayanan kesehatan yang ditujukan

pada keluarga sebagai inti pelayanan untuk mewujudkan keluarga sehat. Peran

perawat dalam melakukan keperawatan keluarga untuk mengatasi masalah

keperawatan kesiapan peningkatan manajemen kesehatan pada pasien DM tipe 2

dengan memberikan edukasi mengenai teknik non farmakologi yang bisa

dilakukan salah satunya dengan menerapkan Diabetes Self Management

Education (DSME) yang berfokus pada pengaturan pola makan dan diet.

D. Evidence Based in Nursing

Tabel 2.1 Evidence Based in Nursing


Evidence Based in Nursing 1
Nama Trina Kurniawati, Titih Huriah, Yanuar Primanda
Tahun Jurnal 2019
Judul Penelitian Pengaruh Diabetes Self Management Education (DSME)
terhadap Self Management pada Pasien Diabetes Mellitus
Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental
dengan control group pre test post test design
Jumlah Sampel 46 responden
Lama Pelaksanaan 1 bulan
Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa ρ dengan uji
wilcoxon sebesar 0,000 dan hasil uji mann whitney sebesar
0,000, yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai
secara signifikan
Evidence Based in Nursing 2
Nama Stetiowati
Tahun Jurnal 2017
Judul Penelitian Penerapan Progresive Muscle Relaxation Pada Klien
Diabetes Mellitus Dengan Masalah Keperawatan
Kesiapan Meningkatkan Manajemen Kesehatan
Metode Penelitian Desain penelitian ini deskriptif studi kasus dengan
meneliti masalah melalui satu kasus yang terdiri dari
unit tunggal
Jumlah Sampel 2 responden
14

Lama Pelaksanaan 7 hari


Hasil Penelitian Penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang
signifikan terhadap pasien DM
Evidence Based in Nursing 3
Nama Sri Indaryati
Tahun Jurnal 2018
Judul Penelitian Pengaruh Diabetes Self Management Education (DSME)
terhadap Self Care Pasien Diabetes Mellitus di Rumah
Sakit Kota Palembang
Metode Penelitian Desain penelitian ini kuantitatif dengan desain quasi
experiment post test
Jumlah Sampel 44 responden
Lama Pelaksanaan 3 bulan (Mei-Juli)
Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh
implementasi DSME terhadap self care pasien DM dengan
nilai ρ = 0,000
Evidence Based in Nursing 4
Nama Siti Damawiyah, Yurike Septianingrum
Tahun Jurnal 2019
Judul Penelitian Efektivitas Penerapan Diabetes Self Management
Education (DSME) terhadap Motivasi Penderita dalam
Mencegah Kekambuhan dan Komplikasi Penyakit
Diabetes Mellitus
Metode Penelitian Desain penelitian ini menggunakan quasy experimental,
control group pre test post test design
Jumlah Sampel 20 responden
Lama Pelaksanaan 3 bulan (April-Juni)
Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan
motivasi penderita setelah diberikan penerapan DSME dari
0% menjadi 60%
Evidence Based in Nursing 5
Nama Aini
Tahun Jurnal 2017
Judul Penelitian Penerapan Senam Kaki Pada Pasien Diabetes Mellitus
Dengan Masalah Keperawatan Kesiapan
Meningkatkan Manajemen Kesehatan
Metode Penelitian Penelitian menggunakan rancangan deskriptif studi
kasus dengan meneliti masalah melalui satu kasus
yang terdiri dari unit tunggal
Jumlah Sampel 2 responden
Lama Pelaksanaan 5 hari
Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan dari
penelitian tercapai
15

DAFTAR PUSTAKA

Aini, Masfufahtun. N. (2017). Penerapan Senam Kaki Pada Pasien Diabetes


Mellitus Dengan Masalah Keperawatan Keluarga Kesiapan
Meningkatkan Menejemen Kesehatan Di RW 01 RT 01 Kelurahan Jagir
Sidosermo Kecamatan Wonokromo Surabaya. Surabaya. UNUSA.

American Diabetes Association. (2010). Standards of Medical Care in Diabetes


2010. Vol 33. http://care.deabetesjournals.org/. Diakses pada 10 April
2020.

Astuti, Mei C & Asih, S. (2013). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan


Pengendalian Kadar glukosa Darah Pasien Diabetes mellitus Tipe 2
Rawat Jalan di Poliklinik Penyakit Dalam RSJ Prof. Soerojo Magelang
Tahun 2013. Magelang. Universitas Indonesia.

Black, J. M., & Hawks, J. H. (2014). Medical Surgical Nursing: Clinical


Management for Positive Outcomes. St. Louis, Missouri: Elsevier
Saunders.

Emma, Wilmot & Idris, Iskandar. (2014). Early Onset Tpe 2 Diabetes: Risk
Factor, Clinical Impact, and Management. Journal Therapeuthic
Adwance in Chronic Disease.

Friedman. (2010). Buku Ajar Keperawatan Keluarga Riset, Teori & Praktik (Vol
5). Jakarta: EGC.

Indaryati, Sri. (2018). Pengaruh Diabets Self Management Education (DSME)


Terhadap Self Care Pasien Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit Kota
Palembang. http://ojs.ukmc.ac.id/index.php/JOH. Diakses pada 12 April
2020.

International Diabetes Federation. (2017). Eighth Edition 2017 (8th ed).


https://www.idf.org/.

McGowan, P. (2011). The Efficacy of Diabetes Patient Education in Type 2


Diabetes. Canadian Journal of Diabetes Volume 35 (1): p. 46-53.

PERKENI. (2011). Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus


Tipe 2 di Indonesia. Jakarta: PERKENI.

PERKENI. (2015). Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di


Indonesia. Jakarta: PERKENI.

Potter & Perry. 2016. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, &
Praktik. Jakarta: EGC.
16

Prasetyo, Hadi. M. 2017. Asuhan Keperawatan Keluarga pada Anggota Keluarga


yang Mengalami Diabetes Mellitus dengan Masalah Keperawatan
Penurunan Koping Keluarga di desa Miagan dan Desa Jombok
Kecamatan Mojoagung Jombang. Stikes Insan Cendikia. Jombang.

Rahmawati, dkk. (2016). Pengaruh Program Diabetes Self Management


Education Terhadap Manajemen Diri Pada Penderita DM tipe 2.Banda
Aceh. Universitas Syiah Kuala.

Ridwan Arfiza, dkk. (2018). Efektivitas Diabetes Self Management Education


Melalui SMS Terhadap Pengetahuan Penderita Diabetes Mellitus.
Universitas Syiah Kuala. Indonesia

Soegondo Sidartawan & Soewondo Pradana (2013). Penatalaksanaan Diabetes


Mellitus Terpadu, Panduan Penatalaksanaan Diabetes Mellitus bagi
Dokter dan Edukator. Ed. 2. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia.

Stetiowati, Syundari. (2017). Penerapan Progressive Muscle Relaxation Pada


Klien Diabetes Mellitus Dengan Masalah Kesiapan Meningkatkan
Manajemen Kesehatan Di Kelurahan Jagir Kecamatan Wonokromo
Surabaya. Surabaya. UNUSA.

Tim Pokja SIKI DPP PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia
Definisi dan Tindakan Keperawatan. Jakarta: Dewan Pengurus PPNI.

Tim Pokja SLKI DPP PPNI. (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia
Definisi dan Kriteria hasil Kepreawatan. Jakarta: Dewan Pengurus
PPNI.

Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia
Definisi dan Indikator Diagnostik. Jakarta: Dewan Pengurus PPNI.

Utomo, A.Y.S. (2011). Hubungan Antara 4 Pilar Pengelolaan Diabetes Mellitus


Dengan Keberhasilan Pengelolaan Diabetes Mellitus Tipe 2.

Wiji, Dyah P, dkk. (2018). PKM Kelomok Pendamping Diabetes Self


Management Education (KP-DSME) Berbasis Keluarga di Kelurahan
Penggarong Lor Kecamatan Genuk Kota Semarang. Semarang.
Universitas Islam Sultan Agung.
17

Lampiran 1 Surat Ijin Penelitian


18

Lampiran 2 Surat Balasan Penelitian


19

Lampiran 3 Lembar Penjelasan Penelitian untuk Disetujui


PENJELASAN PENELITIAN UNTUK DISETUJUI
(Information for Consent)

Nama Peneliti : Malihatus Syarifah


Alamat : Tinaro, Tikung, Lamongan
Judul : Penerapan Diabetes Self Management Education
(DSME) Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2
Dengan Masalah Keperawatan Kesiapan Peningkatan
Manajemen Kesehatan Di Rt 05 Rw 04 Dusun. Tinaro
Kec. Tikung Kab. Lamongan

A. Tujuan penelitian dan penggunaan hasilnya


B. Manfaat bagi peserta penelitian
C. Metode dan prosedur kerja penelitian
D. Resiko yang mungkin timbul
E. Efek samping penelitian
F. Jaminan kerahasiaan
G. Hak untuk menolak menjadi subyek penelitian
H. Partisipasi berdasarkan kesukarelaan dan hak untuk mengundurkan diri
I. Subjek dapat dikeluarkan dari penelitian
J. Hal-hal lain yang perlu diketahui

Surabaya, .........................................
Peneliti Yang Menerima Penjelasan

(Malihatus Syarifah) (..............................................)

Saksi 1

(..............................................)
20

Lampiran 4 Lembar Persetujuan Menjadi Responden


PERSETUJUAN MENGIKUTI PENELITIAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama :
Umur / Jenis Kelamin :
Alamat :
Nomor Telepon/HP :

Menyatakan setelah memperoleh informasi lengkap dan diberikan kesempatan


untuk menanyakan segala sesuatu yang ingin saya ketahui, saya bersedia
mengikuti penelitian dengan judul : Penerapan Diabetes Self Management
Education (DSME) Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan
Masalah Keperawatan Kesiapan Peningkatan Manajemen Kesehatan Di Rt
05 Rw 04 Dusun. Tinaro Kec. Tikung Kab. Lamongan. Saya juga dapat
menolak menjawab pertanyaan yang diberikan ataupun menarik diri dari
persetujuan ini suatu saat, tanpa sanksi apapun. Demikian persetujuan ini dibuat
memahami sepenuhnya terhadap informasi yang telah diberikan kepada saya serta
tanpa adanya paksaan.

Surabaya, .............................................

Peneliti Yang Membuat Pernyataan

(Malihatus Syariah) (.........................................)

Saksi 1

(........................................)
21

Lampiran 5 Penilaian Pre Test


22

Lampiran 6 Penilaian Post Test


23

Lampiran 7 Jadwal Kunjungan


24

Lampiran 8 Modul DSME (Diabetes Self Management Education)


25
26
27
28
29

Lampiran 9 Asuhan Keperawatan


30

Lampiran 10 Lembar Berita Acara Konsultasi


31

Lampiran 11 Dokumentasi