Anda di halaman 1dari 8

PROPOSAL

USAHA DI BIDANG GIZI


BISNIS MP-ASI HAPPY FAMILY

Proposal ini disusun guna memenuhi nilai UTS


mata kuliah Kewirausahaan

Disusun oleh:
Amarul Ilma Takatsuri (18220007)

PROGRAM STUDI D3 GIZI


POLTEKKES TNI AU ADISUTJIPTO
YOGYAKARTA
2020
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan atau
minuman yang mengandung zat gizi yang diberikan pada bayi atau anak usia
6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain ASI (Departemen
Kesehatan RI, 2006). Pemberian MP-ASI penting untuk pertumbuhan fisik
dan perkembangan kecerdasan anak, tetapi sangat diperlukan hygienitas
dalam pemberian MP-ASI tersebut. Selain itu, produksi ASI yang menurun
setelah kurun waktu 6 bulan dan seterusnya menyebabkan pemberian MP-
ASI ini menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi tersebut
(Falicha dkk, 2016).
Dalam Profil Kesehatan Tahun 2019 Kota Yogyakarta (data tahun 2018),
ditunjukkan bahwa angka balita gizi kurang dan gizi buruk meningkat dari
tahun sebelumnya. Angka balita gizi kurang sebesar 7,6% (2017) naik
menjadi 7,62% (2018). Sedangkan angka balita gizi buruk sebesar 0,8%
(2017) naik menjadi 0,92% (2018). Diketahui bahwa status gizi balita
berkaitan cukup erat dengan asupan makanan yang diberikan oleh keluarga.
Berdasarkan hal tersebut, dikembangkan usaha MP-ASI Happy Family dalam
rangka untuk meningkatkan dan memperbaiki status gizi balita yang
mengalami gizi kurang dan gizi buruk, serta menjadi solusi alternatif bagi
keluarga dalam mendapatkan MP-ASI.

B. Tujuan
Mahasiswa mampu merencanakan, membuat, dan menganalisis usaha
dalam bidang gizi secara mandiri.

C. Manfaat
1. Untuk mengetahui contoh dari usaha di bidang gizi.
2. Untuk mengetahui analisis SWOT usaha di bidang gizi.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Bisnis MP-ASI Happy Family


1. Profil Usaha
MP-ASI Happy Family merupakan nama usaha yang akan dirintis.
Sesuai dengan namanya, produk yang ditawarkan atau dipasarkan
berupa MP-ASI yang berbentuk makanan halus (bubur) untuk balita dan
diharapkan dapat membuat keluarga menjadi bahagia karena kebutuhan
gizi anaknya tetap terpenuhi setelah masa ASI eksklusif. Untuk bahan
baku pembuatannya diusahakan menggunakan bahan pangan lokal yang
bergizi, berkualitas baik, harga wajar, serta mudah tersedia di daerah
tempat dipasarkannya produk.
Pemilihan nama usaha yaitu MP-ASI Happy Family dilakukan karena
nama mudah diingat dan terdengar familiar di telinga masyarakat. Usaha
ini merupakan usaha rumahan yang memproduksi langsung secara
banyak dan juga menerima pesanan MP-ASI khusus dengan komposisi
bahan pangan tertentu untuk peningkatan status gizi pada balita yang
mengalami kondisi kesehatan yaitu gizi kurang dan gizi buruk.
2. Aspek Manajemen
Bisnis atau dikelola secara bersama-sama yang terdiri dari 5 orang
ibu rumah tanggga dan 1 profesi gizi, tiap orang mempunyai tugas
masing-masing. 3 orang ibu rumah tangga bertugas sebagai pembuat
dan pengolah MP-ASI. 2 orang ibu rumah tangga lain bertugas sebagi
pencari bahan pangan yang digunakan dan distribusi (mengantar)
pesanan. 1 orang profesi gizi bertugas sebagai peracik resep atau menu
MP-ASI.
3. Aspek Pemasaran
a. Target pasar
Target pasar dari usaha ini yaitu seluruh keluarga yang memiliki
anak balita. Target pasarnya dapat lebih dirinci yaitu bagi keluarga
yang memiliki anak balita dengan status gizi termasuk gizi kurang dan
gizi buruk, keluarga dengan ibu balita yang mengalami penurunan
produksi ASI, dan keluarga yang semua anggotanya bekerja sehingga
tidak sempat membuat MP-ASI sendiri.
b. Penetapan harga
Penetapan harga dilakukan per produk atau paket MP-ASI yang
dipilih oleh konsumen. Harga ini ditetapkan sesuai dengan formulasi
dan bahan pangan yang digunakan untuk pembuatan MP-ASI yang
ditawarkan. Rentang harganya per produk berkisar antara Rp
7.000,00 - Rp 20.000,00 sedangkan rentang harganya per paket
berkisar antara Rp 50.000,00 - Rp 80.000,00.
c. Distribusi dan promosi
Pendistribusian produk MP-ASI dari usaha ini dilakukan dengan
pengantaran oleh ibu rumah tangga yang telah ditunjuk sebagai
tugasnya. Produk MP-ASI ini juga bisa dibeli langsung di tempat
produksinya. Untuk promosi, dilakukan dengan media sosial berupa
Facebook, Instagram, dan WhatsApp serta dengan mengadakan
promosi dengan media berupa leaflet dan komunikasi langsung pada
acara-acara seperti arisan, rapat PKK, bazar, pameran, dan
seterusnya.
4. Aspek Operasional
Setiap orang dalam usaha ini (profesi gizi dan ibu rumah tangga)
harus memiliki beberapa kemampuan dasar yang terkait pembagian
tugasnya. Misal untuk bagian pembuatan dan pengolahan MP-ASI
minimal bisa mengolah bahan pangan yang ada dengan baik supaya nilai
gizinya tidak terlalu berkurang. Kemudian untuk bagian pencari bahan
pangan dan distribusi pesanan minimal bisa mengenali bahan pangan
yang baik dan berkualitas serta dapat mengendarai sepeda motor.
Terakhir untuk profesi gizi, minimal lulusan D3 Gizi serta memiliki
pengalaman yang cukup dalam hal kewirausahaan.
Bila usaha sudah mulai stabil, dapat diterima oleh pasar, dan dirasa
baik untuk dikembangkan, bisa mulai dilakukan perekrutan untuk bagian
tugas yang dirasa perlu. Selain itu perlu dilakukan penjaminan mutu
produk MP-ASI yang dibuat dengan mendaftarkannya ke BPOM dan MUI
(bila dirasa sudah memungkinkan). Lokasi usaha juga perlu diperhatikan,
untuk usaha ini dilakukan di rumah salah satu anggota yang dirasa
strategis (terutama pinggir jalan raya) dan keluarganya berkenan supaya
rumahnya dijadikan sebagai tempat produksi.
5. Aspek Keuangan
Usaha ini direncanakan dengan modal awal yaitu dari iuran anggota
yang terdiri dari 6 orang, per orangnya mengeluarkan iuran sebesar Rp
1.000.000,00. Jadi Modal awal yang dimiliki sebesar Rp 6.000.000,00.
Untuk perincian kebutuhan biayanya dalam perbulannya kurang lebih
sebagai berikut:
No
Nama Kebutuhan Anggaran
.
1. Bahan pangan Rp 300.000,00
2. Plastik kontainer makanan x 100 pcs Rp 90.000,00
3. Gas LPG 9 kg Rp 100.000,00
4. Uang bensin Rp 110.000,00
5. Biaya tak terduga Rp 120.000,00
Total Perkiraan Biaya Perbulan Rp 720.000,00

B. Analisis SWOT
Telah diketahui perencanaan usaha MP-ASI Happy Family, selanjutnya
perlu dilakukan analisis usaha lebih lanjut dengan menggunakan SWOT
(Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats).
1. Strengths (kekuatan)
a. Memiliki SDM dengan kualitas yang cukup baik.
b. Harga produk termasuk wajar.
c. Terdapat pilihan yaitu dapat membeli per produk atau per paket.
d. Kandungan gizi produk sudah diperhitungkan.
e. Produk bebas dari bahan pengawet.
f. Memiliki akun sosial media yang cukup beragam.
2. Weaknesses (kelemahan)
a. Harga bahan pangan tidak stabil.
b. Belum tersertifikasi BPOM dan MUI.
c. Belum adanya kepercayaan masyarakat terhadap produk.
d. Permintaan pasar atau pesanan tidak menentu.
e. Produk tidak tahan dalam waktu lama karena berbentuk bubur.
3. Opportunities (peluang)
a. Kualitas produk dijamin sampai tangan konsumen.
b. Media sosial yang banyak sebagai alat promosi.
c. Sasarannya yang luas yaitu keluarga dengan anak balita.
d. Masyarakat yang cenderung tertarik dengan hal baru.
4. Threats (hambatan)
a. Perdapat pesanan yang jauh jaraknya dari tempat produksi.
b. Masih berskala rumahan.
c. Terdapat merk lain (produk instan) dengan harga yang bersaing.
d. Usaha masih baru dirintis jadi belum terlalu dikenal.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan sebelumnya, diketahui salah satu contoh dari
usaha di bidang gizi yaitu MP-ASI Happy Family. Usaha tersebut termasuk
usaha yang menjual atau menawarkan produk. Tahapan dari perencanaan
usaha tersebut yaitu dimulai dari pembuatan profil usaha, penentuan aspek
manajemen, aspek pemasaran, aspek opersaional, dan aspek keuangan.
Setelah itu baru dilakukan analisis SWOT yang terdiri dari strengths
(kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang), dan threats
(hambatan).
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI. (2006). Pedoman Umum Pemberian Makanan


Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Lokal Tahun 2006. Jakarta:
Departemen Kesehatan RI.

Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Yogyakarta. (2019). Profil Kesehatan Tahun


2019 Kota Yogyakarta (Data Tahun 2018). Yogyakarta: Dinas Kesehatan
Pemerintah Kota Yogyakarta.

Falicha, Tsani, Sri Hartini Ninuk, dan Syamsiatun Nurul Huda. (2016). Kecukupan
Energi Protein Dan Lemak Pada Makanan Pendamping Air Susu Ibu Dan
Status Gizi Balita Usia 6-23 Bulan Di Kecamatan Minggir Kabupaten
Sleman Yogyakarta. Tesis Skripsi. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.