Anda di halaman 1dari 6

“Laporan Tugas Devais Mikroelektronika ”

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah

Dosen Pengampu :

Prof.Dr.H.Chunaeni Latief.Ir.,M,Sc.

Disusun Oleh :

Nama : Faisal Alif Danurta

NPM : 41155045190045

Kelas : C

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS LANGLANGBUANA BANDUNG

2020
DEPOSISI PADA KACA

I. Pendahuluan
Deposisi (fisika) atau Desublimasi adalah proses pengkristalan di mana hal
ini terjadi karena proses mengerasnya/membekunya suatu benda yang
memiliki zat zat tertentu dan memiliki unsur unsur zat yang dapat
memberikan warna saat mengeras dan jika dilihat seperti warna kristal. Hal ini
adalah lawan dari Sublimasi.

https://id.wikipedia.org/wiki/Deposisi_(fisika)
Dalam praktek ini adalah untuk membuat suatu lapisan tipis dalam satu
bidang solid yang datar atau rata. Lapisan tipis adalah suatu lapisan yang
sangat tipis terbuat dari bahan organik,inorganik,logam maupun campuran
metal organic dan memiliki sifat-sifat konduktor, semikonduktor maupun
isolator. Untuk membuat lapisan tipis suatu reagen direaksikan dengan cara
dideposisikan di atas suatu bahan yang disebut substrat yang pada umumnya
berbentuk kep
ing,sehingga sifat bahan awalnya akan berbeda dengan hasil pengendapan
yang diperoleh atau terbentuknya unsur baru (Ezema and
Okeke,2003).Lapisan tipis pada umumnya mempunyai ketebalan yang
berkisar antara10-6-10-9 meter(Ezema, 2004).Lapisan tipis merupakan salah
satu aspek yang mendapat perhatian sangat besar,terutama dalam bidang
material karena lapisan tipis merupakan material yang menarik yang memiliki
sifat optic yang sangat tergantung pada konstanta dielektrik indeks bias,dan
energi gap. Lapisan tipis juga sangat tergantung pada sifat-sifat bahan lapisan
tipis yang akan diendapkan (Ugwu,2006).Dengan teknologi lapisan tipis
diharapkan dapat diperoleh suatu bahan yang berkualitas baik,sehingga dapat
diaplikasikan kedalam suatu bahan Dewasa ini perkembangan penelitian
tentang penumbuhan lapisan tipis semakin maju yang dapat di aplikasikan
untuk bidang komunikasi,ilmu teknik dan teknologi lainnya 2 termasuk
aplikasi dalam fisika yang digunakan dalam industry elektronika,
mikroelektronika untuk perangkat bahan semikonduktor (Yahaya, 2007).
Beberapa metode yang dipakai dalam penumbuhan lapisan tipis antara lain:
physical vapor deposition (PVD) seperti penguapan dan
pengembunan,chemical vapor deposition (CVD),dan chemical bath deposition
(CBD) (Purnomo, 2000). Pemakaian metode- metode tersebut mempunyai
tujuan yang sama yaitu untuk menghasilkan lapisan tipis yang mempunyai
kualitas yang baik dengan biaya produksi rendah (Syamsu dkk, 2005).
http://digilib.unila.ac.id/15985/4/0517041052-pendahuluan.pdf
II. Bahan dan Metode
Bahan yang digunakan :
a) Kaca bening
b) Kawat
c) Tungku pembakaran
d) Korek api
e) Kayu bakar

Metode yang dipakai adalah Penguapan benda padat dengan cara dibakar
sehingga terjadi perubahan wujud zat berupa uap atau asap yang akan
mengotori kaca dengan proses selama ± 1 jam.

III. Proses Praktek


1. Bersihkan dulu kaca sebelum digunakan.
2. Tempatkan kaca dengan posisi 1 kaca diatas tungku dengan jarak
sekitar 20 cm,1 kaca diposisikan horizontal terhadap tungku dan 1
kaca diposisikan vertical di bawah kaca hozontal.
3. Kaca diikat menggunakan kawat dengan posisi diatas ,horizontal dan
vertical.
4. Melakukan pembakaran dengan menggunakan kayu bakar.
5. Durasi pembakaran selama 1 jam.
IV. Hasil Praktek
1. Gambar dibawah merupakan kaca sebelum dilakukan proses deposisi

2. Gambar dibawah merupakan kaca setelah dilakukan proses deposisi


*Note : Kaca A (20 cm diatas bara),kaca B (Hoizontal),kaca C
(vertical disamping bara).

3. Gambar dibawah ini merupakan proses deposisi


V. Kesimpulan

Deposisi suatu materi akan bagus tergantung pada metode juga kualitas bahan
yang di gunakan harus benar.seperti pada percobaan praktek kali ini bayak
terjadi masalah seperti hasil penguapan yang tidak stabil dikarenakan ruang
pembakaran yang tidak tertutup ,asap yang dihasilkan tidak bisa konstan
dalam pengotoran materi.Dikarenakan pengaruh udara dalam ruang yang
beubah –ubah sehingga deposisi tidak merata pada semua kaca.akan lebih
bagus jika dilakukan dalam ruang vakum dengan udara yang bisa
dikontol.semakin banyak asap mengotori kaca maka pengkristalan lapisan
akan merata ,juga terjadi perbedaan warna yang dihasilkan pada kaca.kaca A
yang terletak 20 cm diatas bara menghasilkan lapisan yang merata dengan
warna yang sama.sedangkan kaca B terletak horizontal dan kaca C yang
berada dekat dengan bara memeiliki warna yang tidak rata ,agak sedikit
kecoklatan .itu disebabkan karna selain asap yang menghasilkan warna
lapisan hitam.karena terkadang kaca B dan C terkena api yang tiba-tiba
membesar ,sehinnga lapisan yang dihasilkan sebagian berwarna cokelat.
Kesimpulannya : metoda bahan juga factor lain harus diperhatikan sehingga
deposisi materi bisa menghasilkan lapisan yang sempurna dan baik.