Anda di halaman 1dari 16

TEKNIK KORELASI TATA JENJANG (RANK ORDER)

Modul

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah StatistikEkonomi

Kelompok 4

GurfatilAmin (90400118057)

FadliAlifRekiawan (90400118058)

FitrianiNingsih (90400118064)

SyamsulRijal(90400118067)

Jumirawanti (90400118082)

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
2020
TEKNIK KORELASI TATA JENJANG (RANK ORDER)

A. Pengertian
Teknik korelasi tatajenjang dalam dunia statistic dikenal sebagai teknik
analisis korelasional yang paling sederhana jika dibandingkan dengan teknik
analisis korelasional lainnya. Dalam bagian ini akan dibicarakan korelasi antara
dua variabel. Korelasi ini dikenal dengan nama  korelasi pangkat.  Derajat
hubungan yang mengukur korelasi pangkat dinamakan koefisien korelasi pangkat
atau koefisien korelasi spearman.

Misalkan pasangan data hasil pengamatan (X1, Y1),(X2,Y 2), . . . . . .,(Xn, Yn)


kita susun menurut urutan besar nilainya dalam tiap variabel. Nilai Xi disusun
menurut urutan besarnya, yang terbesar diberi nomor urut atau peringkat 1 ,
terbesar kedua diberi peringkat 2 , terbesar  ketiga diberi peringkat 3 dan
seterusnya sampai kepada nilai Xi terkecil diberi peringkat n. Demikian pula
untuk variabel Yi. Sekarang kita bentuk selisih atau beda peringkat Xi dan
peringkat Yi yang data aslinya berpasangan. Sebutlah beda ini bi.

Pada teknik korelasi tata jenjang ini, besar- kecil atau kuat-lemahnya
korelasi antara variabel yang sedang kita selidiki korelasionalnya, kita ukur
berdasarkan perbedaan urutan kedudukan skornya (rank of difference). Jadi bukan
didasarkan pada skor hasil pengukuran yang sebenarnya. Dengan kata lain,
datanya adalah data ordinal atau data berjenjang atau data urutan. Misalnya:
siswa yang IQ- nya menempati jenjang (ranking) paling tinggi, juga menempati
jenjang paling tinggi dalam hal prestasi belajar Matematika; siswa yang IQ-nya
paling rendah, prestasi belajar Matematikanya juga menempati jenjang yang
paling rendah.
Tabel 1.

Siswa Jenjang IQ Jenjang Studi Matematika

A 5 5

B 1 1

C 3 3

D 2 2

E 4 4

B. Penggunaannya
Teknik analisis korelasional tatajenjang ini dapat efektif digunakan apabila
subjek yang dijadikan sampel dalam penelitian lebih dari 9 tetapi kurang dari 30.
Dengan kata lain N antara 10-29. Karena itu apabila N sama dengan atau lebih
dari 30, sebaiknya jangan digunakan teknik korelasi ini.
C. Lambangnya
Pada teknik kolerasi tata jenjang ini angka indeks korelasinya dilambangkan
dengan huruf ρ  (baca: Rho). Seperti halnya rxy maka angka indeks prestasi  ini
besarnya berkisar antara 0,00 sampai dengan 1,00.
D. Rumusnya
Untukmencari (menghitung)  dipergunakanrumussebagaiberikut.

Keterangan:

ρ = index korelasi tata jenjang.

6 & 1 = Bilangan konstan (tidak


boleh diubah-ubah)
D = Difference, yaitu perbedaan antara urutan skor pada variabel pertama (R 1) dan
urutan skor pada variabel kedua (R2);

jadi D = R1 – R2

N = Number of cases, dalam hal ini adalah banyaknya pasangan yang sedang
dicari kolerasinya.

E. Cara Memberikan  Interpretasi terhadap Angka Indeks Korelasi Tata


Jenjang
Untuk memberikan interpretasi terhadap angka indeks korelasi tata
jenjang, terlebih dahulu kita rumuskan hipotesisal ternatif dan hipotesisnol-nya :

Hₐ : ada korelasi positif yang signifikan antara variabel I dan variabel II

Hₒ : tidak ada korelasi positif yang signifikan antara variabel I dan variabel II

Setelah diperoleh angka indeks korelasi tata jenjangnya (yaitu:rho), lalu


kita berikan interpretasi dengn menggunakan tabel  nilai  dengn df = N, baik ada
taraf signifikansi 5% maupun pada taraf signifikansi 1%. Jika  kita peroleh dalam
perhitungan (yaitu: ₒ) sama dengan atau lebi besar dari pada harga  yang
tercantum dalam Tabel (yaitu: t , maka hipotesis nol ditola;sebaliknya hipotesis
alternatif disetujui apabila ₒ lebih kecil dari pada t, maka hipotesis nol disetujui;
sebaliknya hipotesis alternatif ditolak.

F. Contoh Cara Mencari (Menghitung) dan Memberikan Interpretasi


terhadap Angka Indeks Korelasi Tata Jenjang
Ada tiga macam cara mencari  (menghitung) Rho yaiu:
a. Dalam keadaan tidak terdapat urutan yang kembar
b. Dalam keadaan terdapat urutan yang kembar dua, dan
c. Dalam keadaan terdapat urutan yang kembartiga buah ataulebih.
Pada pembicaraan berikut akan dikemukakan contohnya satu persatu:
a. Cara mencari (menghitung) dan memberikan interpretasi terhadap angka
indeks korelasi tatajenjang yang tidak terdapat urutan yang kembar.
Misalkan sejumlah 10 orang mahasiswa yang dikena lsebagai
tokoh penting organisasi ekstrauvirsiter di sebuah perguruan tinggi
ditetapkan sebagai sampel dan penelitian yang antaralain bertujuan untuk
menguetahui apakah memang secara signifikan terhadap korelasi positif
antara: keaktifan mereka dalam berorganisasi ekstrauvirsiter (variabel I)
dan prestasi studi mereka di fakultas (viariabel II). Dari kegiatan penelitian
tersebut, berhasil diperoleh data berupa skor yang menunjukan tingkat
keaktifan para mehasiswa tersebut dalam organisasi ekstrauvisiter, dan
skor yang menunjukan mean prestasi studi mereka di fakultas, sebagai
mana terlihat ditabel 2.
Langkah yang perlu ditempuh untuk mencari angka indeks korelasi
Rho adalah sebagai berikut :
Langkah1 :menyiapkan table kerja atau table perhitungannya. (lihat tabel
3. berikutini.)

Langkah 2 : menetapan urutan kedudukan skor yang terdapat pada variabel


1 (yaitu: R )

Tabel 2.

Skor tentang Keaktifan dalam Organisasi Ekstrauniversiter dan Skor


tentang Prestasi Studi dari Sejumlah 10 Orang Mahasiswa pada sebuah
Fakultas.

NOMO NAMA SKOR


R Keaktifan dalam Mean
URUT: Organ.Ekstra(I) PrestasiStudi(II)

1. A 37 63

2. B 41 45

3. C 38 60

4. D 44 50

5. E 35 65
6. F 43 52

7. G 40 55

8. H 42 47

9. I 36 64

10. J 39 59

Langkah 3 : Menetapkan urutan kedudukan skor yang terdapat pada variabel


II (yaitu: R2).

Langkah 4 : Menghitung perbedaan ururtan kedudukan untuk masing-masing


pasangan yang dikorelasikan (D=R1 – R2).

Langkah 5 : Menguadratkan D (yaitu: D2); setelah selesai lalu dijumlahkan,


sehingga diperoleh =321.

Langkah 6 : Menghitung Rho dengan rumusdi atas.

Telah diketahui: ; sedangkan N = 10.

ρ = 1 – {(6 x 312) / (10 (10² – 1))}


= 1 – {1872 / 990 }
= 1 – 1,891
= -0,891

Langkah 7 : Memberikan interpretasi terhadap Rho.

Dari perhitungan diatas ternyata Rho kita peroleh sebesar: -0,891.

Dengan melihat data yang terdapat didepan angka indeks korelasi tersebut
(yaitu: tanda “minus”), maka hal ini mengandung arti bahwa antara keaktifan
berorganisasi ekstra-univeraiter dan prestasi studi di fakultas terdapat korelasi
yang berlawanan arah (korelasi negatif), dalam arti: makin aktif seorang
mahasiswa dalam kegiatan organisasi tersebut, diikuti dengan makin
menurunya prestasi belajar di fakultas.

Tabel 3.

Tabel Kerja/Tabel Perhitungan untuk Mencari Angka Indeks Kolerasi Rho

NOMO NAM SKOR RANK D=R1 – R2 D2


R A I II I=R1 I=R2
URUT:

1. A 37 63 3 8 -5 25

2. B 41 45 7 1 6 36

3. C 38 60 4 7 -3 9

4. D 44 50 10 3 7 49

5. E 35 65 1 10 -9 81

6. F 43 52 9 4 5 25

7. G 40 55 6 5 1 1

8. H 42 47 8 2 6 36

9. I 36 64 2 9 -7 49

10. J 39 59 5 6 -1 1

TOTAL 10 = N 0= 312 =

Selanjutnya, terhadap Rho sebesar 0,891itu kita berdasarkan interpretasi


dengan berkonsultasi pada tabel nilai Rho. Df = N = 10.

Dengan df sesebesar 10, diperoleh Rho tabel pada taraf signifikansi 5%


sebesar 0,648; sedangkan pada taraf signifikan 1% Rho diperoleh sebesar
0,794. Dengan demikian Rho yang kita peroleh dalam perhitungan (yaitu
sebesar 0,891) adalah jauh lebih besar dari pada Rho tabel. Karena itu Hₒ
ditolak.
Kesimpulan kita: memang secara signifikan keaktifan dalam organisasi
ekstrauversiter berkorelasi negatif dengan prestasi studi para mahasiswa
tersebut difakultas.

b. Cara mencari (menghitung) dan memberikan interpretasi terhadap angka


indeks tata jenjang, dimana terdapat urutan kedudukan yang kembar dua.

Apabila dalam mencari (menghitung) angka indeks korelasi tata jenjang


didapati skor yang kembar dua yang baru pula bahwa disini terdapat dua
urutan kedudukan yang sama-maka urutan yang kembar itu harus
dijumlahkan, kemudian dibagi dua,

Misalkan sejumlah 10 orang mahasiswa ditetapkan sebagai sampel dalam


penelitian yang antara lain bertujuan untuk mengetahui apakah secara
signifikan terdapat korelasi positif antara keaktifan berkunjung ke
perpustakaan Universitas dan Prestasi Belajar mereka difakultas.

Dan yang berhasil dikumpulkan menunjukkan angka sebagai berikut:

Pada table 4. kita lihat bahwa baik pada variabel I maupun variabel II,
masing-masing terdapat dua buah skor yang kembar (untuk variabel I skor
yang kembar adalah 30, sedangkan untuk variabel II skor yang
kembar  adalah 60). Karena ada skor yang kembar sudah tentu urutan
kedudukannya pun akan kembar pula dalam keadaan demikian maka untuk
memperoleh angka indeks korelasi tata lenjang disini proses perhitungannya
adalah seperti dapat diperiksa pada table 5.

Tabel 4.

Skor tentang Keaktifan 10 Orang Mahasiswa Berkunjung ke Perpustakaan


Universitas, dan Skor yang Menunjukkan Mean Hasil Belajar Mereka di
Fakultas.

NOMO NAMA SKOR YANG MENUNJUKKAN


R
URUT: Keaktifan Berkunjung Mean Nilai Hasil
Ke Perpustakaan Belajar Di Fakultas
Universitas

1. A 28 (60)

2. B 35 72

3. C 16 54

4. D 41 64

5. E (30) 68

6. F 44 78

7. G 11 45

8. H 23 (60)

9. I (30) 70

10. J 19 57

Tabel 5.

Tabel Perhitungan untuk Mencari Angka Indeks Kolerasi Tata Jenjang yang
Terdapat Skor Kembar Dua.

NAMA SKOR RANK D=R1 – R2 D2

I II I II

A 28 (60) 5 0,5 0,25

B 35 72 8 9 -1 1

C 16 54 2 2 0 0

D 41 64 9 6 3 9

E (30) 68 7 -0,5 0,25

F 44 78 10 10 0 0
G 11 45 1 1 0 0

H 23 (60) 4 -0,5 0,25

I (30) 70 8 -1,5 2,25

J 19 57 3 3 0 0

10 = N 0= 13,00 =

Dua buah skor 30 pada variabel I mestinya menempati urutan kedudukan ke-6
dan 7; tetapi karena kembar maka keduaurutan kedudukan itu kita jumlahkan
(6+7)=13 lalu kita bagi dua =6,50. Demikian juga skor 60 dan 60 pada variabel
II mestinya menempati urutan keddukan ke-4 dak 5; karena kembar maka
kedudukannya = (4+5) : 2=4,5.

Dari perhitungan pada tabel 5. telah kita peroleh  sedangkan N=10. Dengan


demikian dapat kita cari angka indeks korelasi Rho:

Interpretasi:

Kita merumuskan terlebih dahulu Hₐ dan Hₒ nya:

Hₐ =    ada korelasi positif yang signifikan antara keaktifan para mahasiswa


berkunjung keperpustakaan universitas dan prestasi studi mereka difakultas.

Hₒ =    tidak ada korelasi positif yang signifikan antara keaktifan para


mahasiswa berkunjung keperpustakaan universitas dan prestasi studi mereka
difakultas.

df =     N = 10. (konsultasi tabel nilai Rho)

Dengan df sebesar 10, diperoleh Rhotabel  pada taraf signifikansi   5% sebesar


0,648; sedangkan paada signifikansi 1% Rhotabel diperoleh sebesar 0,794.
Dengan demikian Rho yang kita peroleh dalam perhitungan (yaitu 0,921)
adalah  jauh lebih besar  daripada Rhotable (yaitu 0,648 dan 0,794). Dengan
demikian Hipotesis nol ditolak.  Berarti ada korelasi positif yang signifikan
antara Variabel I dan Variabel II.

Kesimpulan kita, tinggi-rendahnya prestasi studi para mahasiswa di fakultas


erat sekali hubungannya dengan keaktifan mereka dalam mengunjungi
(memanfaatkan fasilitas) Perpustakaan Universitas; dalam arti: Pemanfaatan
fasilitas studi para mahasiswa di fakultas.

c. Cara mencari (menghitung dan memberikan interprestasi terhadap angkaindeks


korelasitata jenjang, dimana terdapat urutan kedudukan yang kembar tigaa
taulebih daritiga).
Teknik menghitung rata-rata kedudukan skor yang kembar dua seperti barusaja
dikemukakan diatas tadi, dikembangkan oleh Du Bois, akan tetapi perhitungan
rata-rata dari jumlah urutan yang kembar itu dipandang cukup tepat apabila
urutan yang kembar itu hanya dua buah. Jika urutan kedudukan yang kembar
itu tiga buah atau lebih, maka perlu dilakukan perhitungan yang lebih teliti,
yaitu dengan mencari “urutan kedudukan yang kita harapkan” (=Re),  dengan
menggunakan rumus sebagai berikut:

Re = Rank (urutan kedudukan) yang kita cari (kita harapkan) sehubungan


dengan terjadinya kekembaran.
MR = Mean (nilai rata-rata Hitung) dari Rank (urutan kedudukan) skor kembar.
n = Banyaknya  skor yang kembar.
1 dan 12 = Bilangan konstan (tidakboleh diubah-ubah).
Misalkan kitamemiliki data seperti terteraTabel 6.
PadaTabel 6. Dapat kita saksikan bahwa untuk variabel I terdapat empat buahs
kor 30 (skor 30 kembar empat), sedangkan untuk variabel II  terjadi
kekembaran skor 60 sejumlah lima buah.
Tabel 6.
Skor tentang Keaktifan 10 Orang Mahasiswa Berkunjungke Perpustakaan
Universitasdan Skor Yang Menunjukkan Mean Hasil Belajar Mereka di
Fakultas

NOMO NAMA SKOR YANG MENUNJUKKAN


R Keaktifan Berkunjung Ke Mean Nilai Hasil
URUT: Perpustakaan Universitas Belajar Di Fakultas

1. A 28 (60)

2. B (30) 72

3. C 16 (60)

4. D 41 (60)

5. E (30) 54

6. F 44 64

7. G (30) 78

8. H 33 (60)

9. I (30) 45

10. J 19 (60)

Proses perhitungan untuk mencari Rho dalam keadaan seperti ini adalah
sebagai berikut:

Pertama-tama kita cari lebih dahulu urutan kedudukan dari masing-masing skor
pada Variabel I dan Variabel II:
Dengan demikian dapat kita cari Re untuk variabel I:

= √42,25 + (42 -1)/12


= √42,25 + 1,25
= √43,50
= 6,595 = 6,6 (dibulatkan ke atas)

Sekarang kta cari urutan kedudukan skor variabel II:

Dengan demikian dapat kita cari Re untuk variabel II :


= √25 + (52 -1)/12
= √25 + 2
= √27
= 5,196 = 5,2 (dibulatkan ke atas)

Marilah kita hitung angka indeks korelasi Rho melalui tabel kerja/tabel
perhitungan .

Tabel 7.

Perhitungan Mencari Angka Indeks Korelasi Rho yang Urutan Kedudukannya


Kembar Tiga Atau Lebih dari Tiga.

NAMA SKOR RANK D=R1 – D2

I II I II R2

A 28 (60) 4 5,2 -1,2 1,44

B (30) 72 6,6 9 -2,4 5,76

C 16 (60) 1 5,2 -4,2 17,64

D 41 (60) 9 5,2 3,8 14,44

E (30) 54 6,6 2 4,6 21,16

F 44 64 10 8 2 4,00
G (30) 78 6,6 10 -3,4 11,56

H 33 (60) 3 5,2 -2,2 4,84

I (30) 45 6,6 1 5,6 31,36

J 19 (60) 2 5,2 -3,2 10,24

10 = N 0= 122,44 =

Dari perhitungan diatas, kita peroleh  = 122,44. Dengan demoikian dapat kita
peroleh Rho :

ρ = 1 – {(6 x 122,44)/10(100-1)}

= 1 – {74,64/990}

= 1 – 0,742 = 0,258

Kita rumuskan Hipotesis alternatif dan hipotesis nolnya:

Hₐ =    ada korelasi positif yang signifikan antara keaktifan para mahasiswa


berkunjung keperpustakaan universitas dan prestasi studi mereka difakultas.

Hₒ =    tidak ada korelasi positif yang signifikan antara keaktifan para


mahasiswa berkunjung keperpustakaan universitas dan prestasi studi mereka
difakultas.
df =     N = 10. (konsultasi tabel nilai Rho).

Dengan df sebesar 10 diperoleh Rhotabel  pada taraf signifikansi 5% = 0,648


dan apada taraf signifikansi  1% = 0,794. Ternyata Rho yang kita peroleh dari
perhitungan ( ) adalah lebih kecil dari pada  (0,648> 0,258 <0,794). Denga
demikian Hₐ ditolak; berarti : tidak ada korelasi positif yang signifikan antara
keaktifan para mahasiswa mengunjungi perpustakaan universitas dan nilai hasil
belajar mereka difakultas; sebaliknya Hₒ disetujui karena terbukti kebenaranya.

DAFTAR PUSTAKA

Hadi, S. (2015). Statistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sudijono, A. (2011). Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.

Sudjana. (2005). Metoda Statistika. Bandung: Tarsito