Anda di halaman 1dari 3

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN KOMUNIKASI

TERAPEUTIK PADA USIA SEKOLAH (MELAKUKAN PEMASANGAN INFUS)

A. PROSES KEPERAWATAN

1. Kondisi Klien

a. Data Subjektif (DS) : klien megatakan diare, nyeri perut,malas makan dan minum

b. Data Objektif (DO) : klien tampak lema

2. Diagnosa Keperawatan : Kekurangan volume cairan dan elekrolit

3. Tujuan Khusus

a. Untuk pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit


b. Untuk memasukkan obat intravena

4. Tindakan Keperawatan Melakukan Pemasangan infus

1.      Persiapan Alat dan Bahan


-          Handscoon
-          Kapas Alkohol
-          Plaster
-          Gunting Verban
-          Bengkok
-          Infus Set
-          Al-Bocah
-          Kossa Stril
-          Cairan RL/D5
-          Standar Infus
-          Torniguet
-          Kossa Kering

2.      Prosedur Kerja
-          Identifikasi Klien
-          Menjelaskan pada pasien tindakan dan tujuan yang akan dilakukan
-          Dekatkan alat dan bahan
-          Cuci tangan di air mengalir
-          Pakai Handscoon
-          Siapkan infus + cairan pada selang infus
-          Pasang torniguet 5-15 cm diatas tempat yang akan rusuk
-          Desinfektan kulit dengan kapas alkohol
-          Gunakan al-bocate 18G, tusuk al-bocate ke Vena  
-          Dorong al-bocate masuk secara pelahan mengikuti garis pena
-          Setelah terlihat darah keluar dari al-bocate, sambungkan ke IV line (Infus set)
-          Letakkan kasa stril diatas al-bocate
-          Atur tetesan infus secara aturan Dokter
-          Tutup dengan plaster
-          Pasang/tuliskan plaster dengan tinggal pemasangan
-          Rapikan alat
-          Cuci tangan
-          Dokumentasi

B. STRATEGI KOMUNIKASI DALAM PELAKSANAAN TINDAKAN


KEPERAWATAN SP 1

1.      Orientasi

a.       Salam teraupetik

R : Selamat siang Ade, Apa benar dengan ade putri?

Ibu : Ya benar ses, ini dengan adik putri

R: perkenalkan saya perawat Richela yang bertugas pada hari ini diruangan ini, saya bertugas
untuk memasang infus ade, karena saya membaca status ade dengan keluhan diare, nyeri perut,
malas makan dan minum, ade juga terlihat lemah saat ini.

Ibu : Ya benar ses, untuk apa dilakukan pemasangan infus?


R : Jadi bu, tindakan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya dehidrasi ditubuh ade. Apakah
keluarga bersedia untuk dilakukan tindakan pemasangan infus pada ade?

Ibu : oh iya boleh sus, silahkan dilakukan

R : Baik bu, saya akan lakukan tindakan pemasangan infus meskipun ade akan menangis dan
membrontak untuk dilakukannya, nanti bisakah ibu membantu untuk menahan ade?

Ibu: iya sus tidak apa-apa dia menangis asalkan untuk kesehatannya, saya akan membantu
menahannya.

R: Baik bu. Saya akan mulai.

b.      Evaluasi/Validasi

Pasien mengatakan bersedia, tindakan segera dilakukan

2.      Kerja

Ade putri, permisi ya kita pemulaian pemasangan Infusnya, ade tidak usah takut dan cemas, saat
tindakan berlangsung akan terasa sakit sedikit dan perih ya de …..

a.       Evaluasi Subjektif

Setelah dilakukan pemasangan infus Nutrisi pasien bisa terpenuhi 

b.      Evaluasi objektif

Pasien nampak tenang dan segar kembali

3.      Terminasi

Ibu dan ade, pemasangan infus sudah kita lakukan ya ….

Teriamh kasih atas kerja samanya bu ……

Kalau begitu saya pemisi dulu ya bu ….