Anda di halaman 1dari 11

Kelompok 1

Ayu Novita Anggelina

Erna Erviana

M. Syahril Fikri

Ramba

1. Pertanyaan dari kelompok 4 (Aditya Maulana Putra)


Keperawatan berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif itu
bagaimana?
Jawaban;
Bio : Manusia sebagai makhluk biologis, yaitu makhluk hidup yang lahir, tumbuh da
berkembang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan
Psiko : Manusia sebagai makhluk psikologis, yaitu mempunyai struktur kepribadian,
dipengaruhi perasaan dan kata hati, serta memiliki daya piker dan kecerdasan.
Sosio : Manusia sebagai makhluk social, yaitu manusia mambutuhkan manusia lain
didalam menjalani kehidupannya.
Spiritual : Manusia sebagai makhluk spiritual, manusia diciptakan oleh Allah SWT dalam
bentuk yang sebaik-baiknya, memiliki jiwa yang sempurna, serta untuk menjadi khalifah
dibumi.
Contoh dalam pelayanan keperawatan, hampir semua manusia memiliki kepercayaan dan
keyakinannya masing-masing, misalnya ada seorang pasien yang akan dirawat oleh
seorang perawat, terlebih dahulu perawat tersebut mengutamakan aspek spiritual seperti
berdoa sebelum dilakukan tindakan yang akan diberikan.
2. Pertanyaan dari kelompok 3 (Tedie Setiyo)
Bagaimana contoh sehat menurut Depkes?
Sehat adalah suatu keadaan yang memungkinkan seseorang produktif. Klien yang
sehat adalah yang sejahtera dan seimbang secara berlanjut dan produktif. Produktif
bermakna dapat menumbuhkan dan mengembangkan kualitas hidup seoptomal mungkin.
Klien memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memfungsikan diri sebaik mungkin di
tempat ia berada. Jadi contohnya adalah bagaimana seseorang dapat memfungsikan
anggota tubuhnya dengan baik dengan tidak merasa sakit seperti halnya kita dapat
mengggerakan anggota tubuh misalnya tangan dapat digerakkan kearah depan, ke
belakang, dan kesamping dan sebaliknya jika anggota tubuh tidak berfungsi dengan baik
maka tidak dikatakan sehat.
3. Pertanyaan dari kelompok 3 (Bernantius Panca)
Kesehatan menjadi focus dalam interaksi anatara perawat dan pasien, itu seperti apa?
Jawaban:
Contohnya saja kesehatan masyarakat yang lebih fokus pada pencegahan penyakit atau
tenaga medis seperti dokter, perawat, dan bidan yang berperan dalam pengobatan
perawatan. Selama ini paradigma yang melekat pada perawat terkesan mencoreng citra
perawat sebagai tenaga medis. Banyak keluhan masyarakat seusai mendapatkan perawatan
dirumah sakit. Ada yang mengeluhkan keprofesionalan perawat maupun sikap yang
kurang menyenangkan, terlebih pada pasien rujukan puskesmas atau pemegang kartu
jamkesmas. Padahal setiap institusi yang memberikan pendidikan keperawatan, termasuk
School of Nursing di salah satu perguruan tinggi negeri, selalu membekali peserta
didiknya untuk bertindak professional dengan memberikan pelayanan terbaik.
Disisi lain, seorang perawat juga berkeinginan pasien yang Ia tangani agar segera sembuh,
maka dari itu interaksi seorang perawat dan pasien terfokus, jadi seorang perawat fokus
pada tindakan keperawatan agar pasien tersebut segara sembuh.

Dari Kelompok 2

1. Sebutkan 4 komponen pendekatan paradigma keperawatan teranskultural?


Jawaban:
1) Manusia
2) Sehat dan Kesehatan
3) Masyarakat dan Lingkungan
4) Keperawatan

2. Sebutkan 3 kriteria untuk menentukan definisi sakit menurut Bauman (1965)?

Jawaban:

1) Adanya gejala: naiknya temperatur, nyeri.


2) Persepsi tentang bagaimana mereka merasakan: baik, buruk, sakit.
3) Kemampuan untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari: bekerja, sekolah.
Dari Kelompok 3

1. Sebutkan 3 karakteristik definisi sehat menurut WHO?


Jawaban:
 Merefleksikan perhatian pada individu sebagai manusia .
 Memandang sehat dalam konteks lingkungan internal dan eksternal.
 Sehat diartikan sebagai hidup yang kreatif dan produktif.

2. Tahapan sakit menurut Suchman terbagi menjadi 5 tahap, yaitu?

Jawaban:

 Tteoriahap transisi
 Tahap asumsi terhadap peran sakit(sick rok)
 Tahap kontak dengan pelayanan kesehatan
 Tahap ketergantungan
 Tahap penyembuhan

Dari Kelompok 4

1. Sebutkan 3 bentuk lingkungan menurut Andrew dan Bolye (1995)?


Jawaban:
 Lingkungan fisik
 Lingkungan social
 Lingkungan simbolik

2. Sebutkan teori konsep manusia dalam perspektif transcultural menurut Leininger (1984)?
Jawaban: Manusia adalah individu atau kelompok yang memiliki nilai-nilai dan norma-norma
yang diyakini berguna untuk menetapkan pilihan dan melakukan tindakan.
Kelompok 4

Anggota :

Bernatius Panca

Sri Wahyuni

Tedie Setiyo

1. Bagaimana cara perawat mengamondasikan budaya klien yang menentang


kepercayaan klien tanpa mengubah budaya klien?
2. Bagaimana cara perawat mengaplikasikan tindakan keperawatan transcultural?
3. Bagaimana penyesuaiankan diri dengan kebudayaan pesan?

Soal dari Kelompok 3

1. Apa contoh dari berpikir kritis dalam transkultural keperawatan?


Jawaban: Seperti contoh misalnya seorang perawat dihadapkan dengan seorang klien atau
pasien yang berbeda budaya, maka perawat yang profesional tetap harus mampu memberikan
pelayanan yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan dasar pasien tersebut. Berpikir kritis
diperlukan untuk menangani hal ini agar terdapat kenyamanan dalam memberi pelayanan
dan bagi pasien tersendiri merasa nyaman ketika diberi pelayanan. Inilah pentingnya
transkultural keperawatan yang mana para perawat diharapkan memahami budaya-budaya di
negara ini maupun negara lain agar siap ketika menghadapi persoalan kebudayaan.

2. Apa faktor agama yang harus di kaji oleh perawat, yaitu?


Jawaban: Agama yang dianut, status pernikahan, cara pandang klien terhadap
penyebab penyakit, cara pengobatan dan kebiasaan agama yang berdampak positif
terhadap kesehatan.

Soal dari kelompok 2

1. Sebutkan model yang dikembangkan oleh Leinger dalam menjelaskan asuhan


keperawatan dalam kontek budaya ?
Jawaban : Matahari terbit atau Sunrise Model
2. Apa peran perawat pada teori transkutural?
Jawaban:

Soal kelompok 1

1. Apa yang dimaksud dengan berpikir kritis dalam transcultural?


Jawaban: Merupakan suatu kegiatan penyelidikan, pemecahan masalah, proses berpikir, yang
mana terdapat tujuan yang jelas, abstrak, sesuai dengan teori, realistis, dapat diyakini, dan
semuanya ini berhubungan langsung dengan kebudayaan-kebudayaan masyarakat seperti
menghargai kebudayaan mereka, melakukan tindakan keperawatan yang tepat sesuai dengan
teori dan kepercayaan serta nilai budaya dan tentunya tidak melenceng dari dunia
keperawatan, bagaimana perawat profesional dapat memecahkan suatu masalah dalam
persoalan keperawatan terhadap klien-klien yang berbeda budaya, kemudian bagaimana
perawat dapat beradaptasi dengan baik terhadap klien agar dalam pelayanan keperawatan
maupun kesehatan tidak terjadi ketidaknyamanan dari diri klien maupun perawat.

2. Sebutkan berapa komponen utama dalam berpikir kritis?


Jawaban: Komponen utama dalam berpikir kritis, yaitu:
1. Mengajukan sebuah pertanyaan untuk menentukan alasan dan penyebab
2. Mengumpulkan data
3. Memvalidasi informasi yang tersedia
4. Menganalisa informasi
5. Menggunakan pengalaman dan pengetahuan klinis yang lalu
6. Mempertahankan suatu sikap fleksibel
7. Mempertimbangkan pilihan yang tersedia dan menilai tiap pilihan menurut keuntungan
dan kerugian
8. Merumuskan suatu keputusan.
Kelompok 2 :

Anggota : Hengky Kurniawan

Rahmatul Jannah

Rina

Pertanyaan perorangan untuk presentasi kelompok 2 :

1. Bernantius Panca dari kelompok 4 :


Kenapa teori sunrise model secara spesifik tidak menjabarkan evaluasi sebagai suatu
bagian khusus ?
Jawaban : karena evaluasi dalam teori sunrise model adalah tindakan dari perawat
langsung yang melakukan rancangan khusus dari teori sunrise model. Jadi,
evaluasi tidak dibahas secara spesifik dalam teori ini dikarenakan tindakan
bukan rancangan.
2. Nadya Liher Silay dari kelompok 3 :
Jelaskan IPTEK sebagai astronomi ?
Jawaban : Selama ini sebagian masyarakat hanya mengetahui matahari terbit dari timur
dan tenggelam di barat, tetapi tidak mengetahui ada apa sebenarnya di dalam
matahari atau bagaimana terbentuknya matahari. Padahal, sejak zaman
dahulu tata surya dan matahari merupakan sesuatu yang vital. Masih ada
sebagian masyarakat yang memanfaatkan siklus matahari sebagai patokan
untuk bercocok tanam, penunjuk arah, atau patokan waktu. Bahkan di tengah
pesatnya perkembangan teknologi, ilmu falak merupakan dasar yang
diajarkan untuk kepentingan navigasi. Astronomi adalah ilmu perbintangan.
Kita pernah mendengar astronomi (ahli perbintangan) berkebangsaan
Polandia yang bernama Nicolaus Copernicus.
3. M.Syahril Fikri dari Kelompok 1 :
Apakah yang dimaksud dengan level dalam teori sunrise model ?
Jawaban : level dari teori sunrise model ada 4 level yakni tahapan-tahapan yang
dilakukan perawat guna memberikan asuhan yang profesional.
Pertanyaan dari masing masing kelompok :

Kelompok 1 :

1) Sebutkan jenis-jenis kecenderungan dilema IPTEK adalah ?


Jawaban:
 Kesehatan

 Astronomi

 Teknologi

 Arsitektur

2) Berikan salah satu contoh gambaran masyarakat dengan kasus nutrisi yang
berhubungan dengan budaya ?
Jawaban: Penganut adat Jawa kental, melarang ibu hamil makan telur karena nanti
membuat janin di dalam perut terus gelisah dan terus bergerak sehingga membuat ibu
hamil tidak bisa tidur.

Kelompok 3 :

1) Jelaskan salah satu contoh efek radiasi yang berpotensi menghasilkan penyakit baru ?

Jawaban: adalah penyakit kanker yang kita ketahui bersama bahwa hingga saat ini
penyakit tersebut belum memilikiobat yang bisa mendeteksi hingga tercapainya suatu
kesembuhan yang sempurna bagi para penderitanya.

2) Eksistensi peran perawat digambarkan oleh leiningers seperti ?


1. Sisem generik atau transkultural
2. Asuhan keperawatan
3. Sistem profesional

Kelompok 4 :

1) Apa saja penyebab atau dampak dilema IPTEK ?


Jawaban:
1. Efek Radiasi
2. Efek Ketergantungan
3. Kesalahan Persepsi
4. Proses Publikasi Perangkat Kesehatan yang Tidak Tepat
5. Kerahasiaan Seseorang Tidak Terjamin
6. Terganggunya Syaraf
7. Repetitive Strain Injury (RSI)
2) Sebutkan macam-macam makanan yang bergizi namun dipertimbangkan karena
pengaruh budaya ?
Jawaban:
1. Kalkun
2. Kolostrum
3. Kedelai
4. Nanas dan Pisang
5. Telor
6. Jeruk
7. Makanan laut
8. Daging kambing
9. Yogurt
Kelompok 3 : Aditya maulana

Ardiansyah

Nadya liher silay

Uci pitria anggraini

1. Kel 1 (ayu novita anggelina)

Apa perbedaan diagnose keperawatan dengan diagnosa transkultural ?

Jawaban :

Di sini hampir ada kesamaan antara diagnosa keperawatan dan diagnosa


keperawatan transkultural. Tetapi terdapat perbedaannya pada etiologi karena
pada diagnosa keperawatan transkultural melihat dari sisi lain, yaitu budaya
nya.

2. Kel 2 (rahmatul jannah)

Contoh dari culturecare preservation ?

Jawaban :

Agar dapat mengetahui setiap data pengkajian masyarakat dalam diagnosa


masyarakat. Agar dapat mempromosikan hidup dan kesehatan.

3. Kel 4 (sriwahyuni)
Bagaimana cara perawat mengembangkan surverillance ?
Jawaban :
Dengan mendapatkan data dari masyarakat dalam bentuk pengkajian untuk
meningkatkan kesehatan masyarakat tersebut.
Pertanyaan kelompok 1

1) Sebutkan 3 diagnosa keperawatan yang sering ditegakkan dalam asuhan keperawatan


stranscultural, yaitu ?
Jawaban:
1. Gangguan komunikasi verbal berhubungan dengan perbedaan kultur.
2. Gangguan interaksi sosial berhubungan disorientasi sosiokultural.
3. Ke tidak patuhan dalam pengobatan berhubungan dengan sistem nilai yang
diyakini.
2) Sebutkan peran perawat dalam transkultural nursing yaitu?
Jawaban: Adalah menjembatani antara sistem perawatan yang dilakukan masyarakat
awan dengan sistem perawatan profesional melalui asuhan keperawatan.

Pertanyaan kelompok 2

1) Faktor sosial dan keterikatan keluarga mengkaji faktor-faktor apa saja?

Jawaban: nama lengkap, nama panggilan, umur dan tempat tanggal lahir, jenis
kelamin, status, tipe keluarga, pengambilan keputusan dalam keluarga, dan hubungan
klien dengan kepala keluarga.

2) Berikan salah satu contoh persepsi atau gambaran masyarakat tentang salah satu
penyakit?

Pertanyaan kelompok 4

1) peran perawat menurut konsirsium ilmu kesehatan tahun 1989, terdiri dari 7 peran,
sebutkan minimal 3 peran ?
Jawaban:
- Peran perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan.
- Peran perawat sebagai advokat klien.
- Peran perawat sebagai edukator.
- Peran perawat sebagai koordinator.
- Peran perawat sebagai kolaborator.
- Peran perawat sebagai konsultan.
- Peran perawat sebagai pembaruan.

2) komponen diagnosa dan pengkajian dalam keperawatan transcultural dirancang


berdasar 7 komponen yang ada pada sunrise model, sebutkan minimal 3 komponen ?
Jawaban:
1. Faktor teknologi (tecnological factors)
2. Faktor agama dan falsafah hidup (religious and philosophical factors)
3. Faktor sosial dan keterikatan keluarga (kinship and social factors)
4. Nilai-nilai budaya dan gaya hidup (cultural value and life ways)
5. Faktor kebijakan dan peraturan yang berlaku (political and legal factors)
6. Faktor ekonomi (economical factors)
7. Faktor pendidikan (educational factors)