Anda di halaman 1dari 6

IV.

EPIDEMIOLOGI DALAM KEPERAWATAN

A. PENGERTIAN, TUJUAN DAN KEGUNAAN

Dalam ilmu keperawatan dikenal istilah community health nursing (CHN) atau
keperawatan kesehatan masyarakat, dimana ilmu pengetahuan epidemiologi digunakan CHN
sebagai alat meneliti dan mengobservasi pada pekerjaan dan sebagai dasar untuk intervensi
dan evaluasi literatur riset epidemiologi.

Metode epidemiologi sebagai standard kesehatan, disajikan sebagai alat untuk


memperkirakan kebutuhan masyarakat. Monitoring perubahan status kesehatan masyarakat
dan evaluasi pengaruh program pencegahan penyakit, dan peningkatan kesehatan. Riset/studi
epidemiologi memunculkan badan pengetahuan (body of knowledge) termasuk riwayat asal
penyakit, pola terjadinya penyakit, dan faktor-faktor resiko tinggi terjadinya penyakit,
sebagai informasi awal untuk CHN. Pengetahuan ini memberi kerangka acuan untuk
perencanaan dan evaluasi program intervensi masyarakat, mendeteksi segera dan pengobatan
penyakit, serta meminimalkan kecacatan.

Program utama pencegahan difokuskan pada menjaga jarak perantara penyakit dari
host/tuan rumah yang rentan, pengurangan kelangsungan hidup agent, penambahan resistensi
host dan mengubah kejadian hubungan host, agent, dan lingkungan. Kedua, program
mengurangi resiko dan screening, ketiga : strategi mencegah pada pribadi perawat dengan
body of knowlwdge yang berasal dari riset epidemiologi, sebagai dasar untuk pengkajian
individu dan kebutuhan kesehatan keluarga dan intervensi perencanaan perawatan.

Manfaat atau kegunaan Epidemiologi

Apabila Epidemiologi dapat dipahami dan diterapkan dengan baik, akan diperoleh
berbagai manfaat yang jika disederhanakan adalah sebagai berikut :
1. Membantu Pekerjaan AdministrasiKesehatan.
Yaitu membantu pekerjaan dalam Perencanaan ( Planning ) dari pelayanan kesehatan,
Pemantauan ( Monitoring ) dan Penilaian ( Evaluation ) suatu upaya kesehatan.
Data yang diperoleh dari pekerjaan epidemiologi akan dapat dimanfaatkan untuk melihat
apakah upaya yang dilakukan telahsesuai dengan rencana atau tidak (Pemantauan) dan
ataukah tujuan yang ditetapkan telah tercapai atau tidak (Penilaian).
2. Dapat Menerangkan Penyebab Suatu Masalah Kesehatan.
Dengan diketahuinya penyebab suatu masalah kesehatan, maka dapat disusun langkah –
langkah penaggulangan selanjutnya, baik yang bersifat pencegahan ataupun yang bersifat
pengobatan.
3. Dapat Menerangkan Perkembangan Alamiah Suatu Penyakit.
Salah satu masalah kesehatan yang sangat penting adalah tentang penyakit. Dengan
menggunakan metode Epidemiologi dapatlah diterangkan Riwayat Alamiah Perkembangan
Suatu Penyakit ( Natural History of Disease ). Pengetahuan tentang perkembangan alamiah
ini amat penting dalam menggambarkan perjalanan suatu penyakit. Dengan pengetahuan
tersebut dapat dilakukan berbagai upaya untuk menghentikan perjalanan penyakit sedemikian
rupa sehingga penyakit tidak sampai berkelanjutan. Manfaat/ peranan Epidemiologi dalam
menerangkan perkembangan alamiah suatu penyakit adalah melalui pemanfaatan keterangan
tentang frekwensi dan penyebaran penyakit terutama penyebaran penyakit menurut waktu.
Dengan diketahuinya waktu muncul dan berakhirnya suatu penyakit, maka dapatlah
diperkirakan perkembangan penyakit tersebut.
4. Dapat Menerangkan Keadaan Suatu Masalah Kesehatan.
Karena Epidemiologi mempelajari tentang frekwensi dan penyebaran masalah kesehatan,
maka akan diperoleh keterangan tentang keadaan masalah kesehatan tersebut.Keadaan yang
dimaksud di sini merupakan perpaduan dari keterangan menurut cirri – cirri Manusia, tempat
dan Waktu.
Perpaduan cirri ini pada akhirnya menghasilkan 4 ( empat ) Keadaan Masalah Kesehatan
yaitu :
a. EPIDEMI
Adalah : Keadaan dimana suatu masalah kesehatan ( umumnya penyakit ) yang ditemukan
pada suatu daerah tertentu dalam waktu yang singkat berada dalam frekuensi yang
meningkat.
b. PANDEMI
Adalah : Suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan ( umumnya penyakit ) yang
ditemukan pada suatu daerah tertentu dalam waktu yang singkat memperlihatkan peningkatan
yang amat tinggi serta penyebarannya telah mencakup suatu wilayah yang amat luas.
c. ENDEMI
Adalah : suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan ( umumnya penyakit ) yang
frekuensinya pada suatu wilayah tertentu menetap dalam waktu yang lama.
d. SPORADIK
Adalah : suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan ( umumnya penyakit ) yang ada di
suatu wilayah tertentu frekwensinya berubah – ubah menurut perubahan waktu.

B. TERJADINYA PENYAKIT

Terjadinya penyakit atau masalah kesehatan beberapa konsp epidemiologi tentang penularan
penyakit yang berhubungan atau mempengaruhi segitiga epidemiologi antara lain:
1. Benda tak hidup (fomite) adalah benda yang mempunyai peran dalam penularan penyakit.
Fomite dapat berupa pensil, pulpen, gelas, ganggang pintu, pakaian, dan benda mati lainnya
yang mengantarkan infeksi akibat terkontaminasi organisme penyebab penyakit ynag kemudia
disentuh orang lain.
2. Vector adalah serangga misalnya lalat, kutu, nyamuk, hewan kecil seperti mencit, tikus atau
hewan pengarat lainnya. Vector adalah setiap mahluk hidup selain manusia yang membawa
penyakit yang menyebarkan dan menjalani proses penularan penyakit.
3. Reservoir adalah manusia, hwan,tumbuhan, tanah, atau zat organic (seperti tinja dan makanan)
yang menjadi tempatnya tumbuh dan berkembang biak organisme infeksius.
4. Carier adalah tempat persinggahannya organisme penyebab infeksi.

D. FAKTOR RESIKO TERJADINYA MASALAH KESEHATAN

a. Dalam factor penjamu, perlu pengetahuan tentang tubuh manusia (fisik dan mental) dimana :
- Keadaan fisiologi berhubungan dengan ilmu fisiologi
- Keadaan organ tubuh dan kelainannya ----- anatomi / patologi
- Keaadaan fisik ----- biologi
b. Dalam factor agen perlu pengetahuan tentang sifat-sifat agen penyebab terjadinyaa penyakit :
- Sifat fisik ----- ilmu fisika
- Sifat biologic ----- mikrobiologi, parasitology
- Sifat kimiawi ----- ilmu kimia
c. Dalam factor lingkungan
- Lingkungan fisik----- geologi, geogafi, fisika
- Lingkungan social ---- ilmu sosial politik
- Lingkungan ekonomi -----ilmu ekonomi

A. Ukuran – Ukuran Epidemiologi


1. Rate
Adalah Perbandingan suatu kejadian dengan jumlah penduduk yang mempunyai resiko
kejadian tersebut. Rate digunakan untuk menyatakan dinamika dan kecepatan kejadian
tertentu dalam masyarakat. Rumusan rate adalah Ukuran yang membandingkankuantitas (A)
numeratordankuantitas (B) denominator.
Rumus : (A / B) x K
Keterangan :
A : numenator = kasus
B : denominator = populasi resiko
K : konstanta
Contoh kasus:
Diketahui di desa A jumlah penduduk sebanyak 1000 orang, Penduduk yang
menderita Demam Berdarah sebanyak 250 orang, maka rate kejadian Demam Berdarah di
desa tersebut adalah...
Jawab:
(250/1000) x 100 = 25%
Kesimpulan:
Terdapat 25% penduduk yang menderita demam berdarah

2. Proporsi
Adalah suatu perbandingan dimana pembilang (numerator = A) merupakan bagian dari
penyebut (denominator B) yang digunakan untuk melihat komposisi suatu variabl dalam
populasi
a
Rumus :
a+b
Keterangan :
a : numenator = kasus
b : denominator = populasi resiko
Contoh Kasus :
Diketahui di desa A jumlah penduduk sebanyak 1000 orang. Penduduk yang
menderita demam berdarah sebanyak 200 orang, populasi yang beresiko sebanyak 800 orang,
maka proporsi kejadian Demam Berdarah di desa tersebut adalah...
Jawab:
(200/1000) x 100% = 20%
Kesimpulan:
Proporsi penduduk yang menderita demam berdarah sebanyak 20%

3. Rasio
Adalah suatu perbandingan dimana a berbeda dengan b. Rasio ada yang mempunyai dimensi
dan ada yang tidak mempunyai dimensi yang digunakan untuk menyatakan besarnya kejadian
Rumus:
a:b
Contoh Kasus :
Diketahui dari 200 orang yang menderita demam berdarah, 50 penderita adalah laki –
laki sedangkan sisanya yaitu 150 orang adalah perempuan maka rasio penderita laki – laki
dan perempuan adalah ....
Jawab : a : b = 50 : 150 = 1: 3
Kesimpulan :
Rasio penderita demam berdarah pada laki – laki dan perempuan adalah 1 :3

4. Insiden Rate (IR)


Adalah suatu rate dimana kasus baru terjadi di suatu populasi dalam jangka waktu tertentu.
Biasanya penyakit yang bersifat akut
Jumlah kasus baru dalam waktu tertentu
Rumus : IR = x Konstanta
Total Populasi dalam waktu tertentu

Contoh Kasus :
Diketahui pada bulan Januari tahun 2015 di Kabupaten A ditemukan penderita demam
berdarah yang digambarkan sebagai berikut:
Orang orang – minggu
1 X 4
2 2
3 X 5
4 3
5 X 5
6 X 3
7 X 3

0 1 2 3 4 5 25

5
Jawab : IR = x100 = 20/ 100 orang – minggu
25
Kesimpulan : Insiden Rate (IR) kejadian demam berdarah di kabupaten A sebesar 20/100
penduduk – minggu dalam bulan Januari 2015.
5. Cumulative Insidence (CI)
Adalah proporsi dari populasi yang awalnya tidak sakit,
tetapikemudianmenjadisakitselamajangkawaktupengamatan.
Jumlah orang yang terkena penyakit dalam jangka waktu tertentu
Rumus CI =
Jumlah semua orang yang beresiko dalam jangka waktu tertentu

Contoh kasus :
Diketahui pada bulan Juni tahun 2014 di Kelurahan A ditemukan penderita demam
berdarah. Bagaimana CI dari populasi di bawah ini :

Orang orang – bulan


1 x 7
2 3
3 x 5
4 5
5 6
6 x 4

0 1 2 3 4 5 6 7 30
3
Jawab : CI = x 100% = 50%
6
Kesimpulan :
Cumulative Insiden (CI) kejadian demam berdarah di kelurahan A sebesar 50% .

6. Prevalensi rate : Jumlah seluruh kejadian penyakit atau jumlah kasus (baik kasus lama dan
baru) pada suatu populasi pada saat atau periode tertentu

Jumlah penyakit lama dan baru


Rumus CI = x K
Jumlah semua orang yang beresiko

7. Kasus kejadian penyakit Ca Paru

Kejadian Penyakit (Disease) Jumlah


Merokok + -
+ 110 90 200
(a) (b) (a+b)
- 30 70 100
(c) (d) (c+d)
Total 140 160 300
(a+c) (b+d) (a+b+c+d)

Catatan: Dari 140 orang yang sakit, 35 orang meninggal


1. Odds Ratio (OR ) : Ukuran asosiasi paparan (faktor resiko) dengan kejadian penyakit,
dihitung dari angka kejadian penyakit pada kelompok beresiko dibanding dengan angka
kejadian penyakit pada kelompok yang tidak beresiko
axd
Rumus : OR =
bxc
110 x 70 7700
= =
90 x 30 2700

= 2,85

2. Resiko Relatif (RR) : Digunakan untuk menjawab berapa kalikah kemungkinan orang –
orang yang terpapar faktor resiko untuk menderrita apabila dibandingkan dengan orang –
orang yang tidak terpapar faktor resiko?
Rumus : RR =(a/a+c) : (b/b+d)
= (110/140) : (90/160)
= 0,78 : 0,56
= 1,39

3. Attack Risk (AR) : Angka insiden komulatif dan dipakai dalam endemi, yaitu jumlah kasus
yang baru penyakit dalam waktu wabah yang berjangkit dalam masyarakat di suatu wilayah
pada waktu tertentu
Jumla h kasussekunder
Rumus : AR =
Populasiyangberesiko

4. Case Fatality Rate (CFR )


Jumlah yang meninggal
Rumus : CFR = x 100 %
Jumlah yang sakit
35
= x 100 %
140
= 25%

5. Infant Mortality Rate (MMR)


Jumlah bayi yang meninggal
Rumus : IMR = x 1000
Jumlah kelahiran hidup