Anda di halaman 1dari 3

Nama kelompok : Syima Nisyam

Maya Aulianti

Fransisikus Lumban Gaol

Manajemen Strategik, Lembaga Profit ,dan Non-profit

Perbedaan Lembaga Profit dan Non-profit

Lembaga profit adalah suatu proses kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk
mencapai tujuan bersama untuk menghasilkan laba. Lembaga profit merupakan satu kesatuan
usaha (single entity) yang utuh pada organisasi-organisasi yang berorientasi laba.

Lembaga non-profit adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu
isu atau perihal di dalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersial,
tanpa ada perhatian hal-hal yang bersifat laba (moneter).

Perbedaan Lembaga profit Lembaga non-profit


Tujuan Laba (moneter) Non-laba (kepercayaan publik)
Kepemilikan Kepemilikan jelas (PT, CV, Tidak ada kepemilikan
perseroan, atau perorangan)
Tanggung jawab Dewan Komisaris, yang kemudian Masyarakat/publik
memilih seorang Direktur Pelaksana
Sumber dana Modal sendiri/saham Bantuan/kontribusi masyarakat

Contoh lembaga profit:

 Sekolah swasta
 Rumah sakit swasta
 Perusahaan jasa, perusahaan dagang, dan perusahaan manufaktur contoh: PT Indofood
Sukses Makmur Tbk

Contoh lembaga non-profit:

 Dinas Pendidikan dan kebudayaan


 Yayasan panti asuhan
 Asosiasi Kerja Indonesia Mahasiswa dan Asosiasi Guru Matematika Indonesia
RPJP, RPJMD, RKPD, dan Renstra Pada Pemerintahan

 RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) adalah dokumen perencanaan pembangunan


yang dibuat oleh pemerintah sebagai pedoman sistem pembagunan untuk beberapa tahun
kedepan. ditetapkan dengan maksud memberikan arah sekaligus menjadi acuan bagi seluruh
komponen bangsa (pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha) di dalam mewujudkan cita-cita dan
tujuan nasional sesuai dengan visi, misi, dan arah pembangunan yang disepakati bersama
sehingga seluruh upaya yang dilakukan oleh pelaku pembangunan bersifat sinergis, koordinatif,
dan saling melengkapi satu dengan lainnya di dalam satu pola sikap dan pola tindak.
 RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) adalah penjabaran dari visi,
misi, dan program Kepala Daerah yang penyusunannya berpedoman pada RPJPD serta
memperhatikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
 RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) adalah rencana program/kegiatan yang
merupakan hasil persandingan usulan dari masyarakat dengan usulan dari tingkat Satuan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mengacu kepada RPJMD melalui forum
Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang).
Sebagai suatu dokumen resmi Pemerintah Daerah, RKPD mempunyai kedudukan yang
strategis, proses penyusunan RKPD dilakukan secara sistematis, terarah, terpadu dan
tanggap terhadap perubahan yang penyusunannya dilaksanakan untuk mewujudkan
sinergitas antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan
pembangunan, serta mewujudkan efisiensi dan alokasi sumberdaya dalam pembangunan
daerah.
 Renstra (Rencana Strategis) pada pemerintah pada hakekatnya merupakan dokumen
perencanaan pemerintahan yang menentukan strategi atau arahan, dan digunakan sebagai
dasar dalam mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber daya termasuk modal
dan sumber daya manusia dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
Rencana strategi (Renstra) adalah suatu dokumen perencanaan yang berorientasi pada
hasil yang ingin dicapi dalam kurun waktu beberapa tahun kedepan sehubungan dengan
tugas dan fungsi renstra dengan memperhitungkan perkembangan lingkungan strategis
yang digunakan untuk melakukan proyeksi kondisi pada masa depan. Di dalam Renstra
digambarkan tujuan, sasaran, kebijakan, program dan kegiatan yang merupakan proses
berkelanjutan dari pembuatan keputusan. Keputusan itu diambil melalui proses
pemanfaatan sebanyak mungkin pengetahuan antisipatif dan mengorganisasikannya
secara sistematis untuk dilaksanakan dan mengukur hasilnya melalui feedback yang
sistematis.
Fungsi Manajemen Strategis Pada Pemerintahan

Manajemen Strategi yang dilakukan pada sektor pemerintah merupakan upaya pemilihan strategi
yang dilakukan pemerintah untuk mencapai tujuan di masa depan dengan menganalisis situasi
dan kondisi negara di masa sekarang dan masa depan. Dalam penyelenggaraan pemerintah,
terdapat perbedaan pengelolaan dengan sektor privat. Perbedaan ini terutama disebabkan adanya
perbedaan karakteristik. Menurut Antoni dan Young (2003) karakteristik organisasi nonprofit
adalah ketiadaan ukuran laba, adanya pertimbangan pajak dan hukum,kecenderungan menjadi
organisasi jasa, kendala yang lebih besar pada tujuan dan sasaran,kurang tergantung pada klien
untuk dukungan keuangan, dominasi profesional, perbedaan dalam tata kelola, pentingnya
pengaruh politik, dan tradisi pengendalian manajemen yang kurang. Dari karakteristik tersebut,
ketiadaan motif laba merupakan ciri yang utama padaorganisasi sektor publik. Adanya perbedaan
karakteristik tersebut menyebabkan konsep dan praktik manajemen sektor privat tidak dapat
diterapkan sepenuhnya pada sektor publik.

Untuk institusi pemerintahan Indonesiaada beberapa definisi yang digunakan mengenai


perencanaan strategik yang tertera dalam undang-undang. Berdasarkan modul 2 SAKIP tahun
2000 disebutkan bahwa perencanaan strategik adalah proses berkelanjutan yang  sistematis dari
pembuatan keputusan yang berisiko dengan memaksimalkan penggunaan pengetahuan yang
antisipatif, mengorganisasi pelaksanaan keputusan, dan mengukur hasilnya melalui mekanisme
umpan balik yang terorganisir dan sistematis.

Manfaat yang diperoleh dengan penerapan manajemen/perencanaan strategis pada organisasi


sektor publik diantaranya adalah: 1. Membantu organisasi pemerintah berpikir secara strategis 2.
Mengklarifikasi arah mendatang 3. Meningkatkan kinerja 4. Membangun tim kerja dan keahlian
5. Memudahkan interface administrasi politik dengan membangun hubungan kerjasama antara
pejabat terpilih dan manajer publik

Contoh Rencana Strategis Lembaga Non-profit:

Manajemen Strategis Sektor Pemerintah di Indonesia Berdasarkan Pasal 4 Undang-Undang


Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Rencana
Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional disusun sebagai penjabaran dari tujuan
dibentuknya pemerintahan Negara Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam bentuk visi, misi dan arah pembangunan
nasional. Dengan demikian, dokumen ini lebih bersifat visioner dan hanya memuat hal-hal yang
mendasar, sehingga memberi keleluasaan yang cukup bagi penyusunan rencana jangka
menengah dan tahunannya