Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH KEPERAWATAN KELUARGA

“GAKY”
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah keperawatan keluarga
Dosen Pembimbing: Teguh Akbar SKM., M.Gizi

Disusun oleh:

 Citra Mutiara 213219011


 Alicia Safanah Afifah 213219013
 Dimas Tanu Wijaya 213219028
 Nanda Putri Pertiwi 213219033

ILMU KEPERAWATAN S1 LINTAS JALUR A


STIKES JENDRAL AHMAD YADI CIMAHI
2020
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.


Puji syukur kehadirat Allah  SWT karena atas berkat rahmat dan hidayah-
Nyalah sehingga, tugas ini dapat diselesaikan tanpa suatu halangan yang amat
berarti. Tanpa pertolongannya mungkin penyusun tidak akan sanggup
menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik.

Tugas ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang “GAKY”,
yang disajikan berdasarkan referensi dari berbagai sumber.

Penyusun mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah yang telah
membimbing dan memberikan kesempatan kepada penyusun sehingga penyusun
dapat menyelesaikan makalah ini. Tak lupa juga penyusun ucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungannya dalam
pembuatan makalah ini.

Penyusun menyadari bahwa makalah ini kurang dari sempurna, untuk itu
penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran, baik dari dosen pembimbing
maupun teman-teman atau pembaca agar makalah ini dapat lebih sempurna.

Semoga  makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada
pembaca, dan semoga dengan adanya tugas ini Allah SWT senantiasa
meridhoinya dan akhirnya membawa hikmah untuk semuanya.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Purwakarta, Mei 2020

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................i
DAFTAR ISI.....................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................1
A. Latar Belakang.......................................................................................................1
B. Rumusan Masalah..................................................................................................2
C. Tujuan....................................................................................................................3
D. Manfaat..................................................................................................................3
BAB II Tinjauan Teori.......................................................................................................4
A. Pengertian GAKY..................................................................................................4
B. Faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya GAKY...........................................4
C. Klasifikasi GAKY..................................................................................................5
D. Gejala Gangguan Akibat GAKY............................................................................5
E. Dampak yang ditimbulkan dari GAKY..................................................................5
F. Cara penanggulangan GAKY.................................................................................7
BAB III PENUTUP...........................................................................................................9
A. Kesimpulan............................................................................................................9
B. Saran......................................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA

ii
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) merupakan salah satu
masalah kesehatan yang memiliki dampak yang sangat besar terhadap
kelangsungan hidup dan kualitas sumber daya manusia. Dampak kekurangan
yodium yang tampak secara klinis adalah pembesaran kelenjar tiroid
(gondok). Dampak kekurangan yodium lainnya yang perlu diwaspadai adalah
terjadinya gangguan perkembangan fisik, gangguan mental dan kecerdasan
yang akan mempengaruhi keseluruhan produktivitas dan potensi
pembangunan negara (BPS, 2002). Kekurangan yodium dapat mempengaruhi
semua kelompok usia, mulai dari fetus hingga usia dewasa, dengan tingkat
keparahan yang bervariasi, mulai dari penurunan IQ ringan hingga
menyebabkan kretin endemik tipe neurologic (Djokomoeljanto, 2009;
UNICEF, 2002).
Kekurangan yodium merupakan masalah kesehatan global yang
mempengaruhi lebih dari 50 negara di dunia (Aburto, dkk, 2014). Sepertiga
penduduk dunia mengalami kekurangan yodium, termasuk diantaranya 260
juta anak usia sekolah, dan 80% kasus merupakan kekurangan yodium ringan
hingga sedang (WHO, 2008). Penduduk yang tinggal di daerah pegunungan,
seperti daerah Pegunungan Alpen, Himalaya, Andes, Bukit Barisan, memiliki
risiko lebih tinggi untuk mengalami kekurangan yodium karena diperkirakan
daerah pegunungan memiliki tanah dengan kadar yodium yang lebih rendah.
Kejadian gondok juga dapat ditemukan di daerah dataran rendah seperti
Finlandia, Belanda, dan bahkan di daerah tepi pantai seperti Yunani, Jepang,
pantai Kebumen di Jawa Tengah dan Kepulauan Maluku (Djokomoeljanto,
2009). Masalah kekurangan yodium ini tidak hanya terjadi pada negara
dengan pendapatan rendah-menengah, tapi akhir-akhir ini juga mulai muncul
di Australia, Selandia Baru, dan Inggris berupa kekurangan yodium ringan
(WHO, 2014). WHO, United Nations Children’s Fund (UNICEF) dan The
International Council for the Control of Iodine Deficiency Disorders

1
2

menyarankan penggunaan garam yang difortifikasi yodium sebagai


upaya penanggulangan kejadian GAKY yang efektif, dengan pertimbangan
bahwa garam digunakan oleh seluruh populasi masyarakat dunia, tersedianya
teknologi memadai, murah dan mudah digunakan, serta tidak terpengaruhinya
sifat asli dari garam yang difortifikasi. Saat ini, lebih dari 120 negara yang
berisiko GAKY telah menerapkan penggunaan garam beryodium (Aburto,
dkk, 2014). Indonesia telah menerapkan penggunaan garam beryodium sesuai
dengan SNI 3556:2010 dengan cara menambahkan kalium iodat sekitar 30-80
ppm ke dalam garam dapur sebagai salah satu upaya untuk mengatasi
masalah kekurangan asupan yodium dalam makanan (BPOM RI, 2006).
Gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) merupakan salah satu
masalah gizi yang ada di Indonesia. Data Riskesdas 2013 menunjukan
proporsi nilai ekskresi yodium urin (EYU) defisit ( <100 g / L ) tertinggi
dialami oleh ibu hamil dengan proporsi 24,3 diatas ibu menyusui, wanita usia
subur (WUS) dan anak umur 6-12 tahun. Ibu hamil mempunyai resiko GAKY
yang lebih serius karena GAKY bukan hanya berdampak pada sang ibu tapi
juga pada janin yang dikandungnya. Berat badan lahir bayi merupakan hasil
interaksi dari banyak faktor melalui suatu proses yang terjadi selama bayi
berada di dalam kandungan (Suparyanto, 2012). Faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi berat badan lahir bayi adalah faktor eksternal dan internal.
Faktor eksternal antara lain kebersihan dan kesehatan lingkungan serta sosial
ekonomi, sedangkan faktor internal antara lain usia ibu hamil, jarak kelahiran,
paritas, kadar hemoglobin (Hb), status gizi ibu hamil dan penyakit saat
kehamilan (Suparyanto, 2012). Berdasarkan penjelasan di atas, kami akan
membahas mengenai “GAKY”.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan GAKY?
2. Apa saja Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya GAKY?
3. Apa saja klasifikasi GAKY?
4. Apa saja gejala akibat GAKY?
5. Apa saja gejala gangguan akibat GAKY?
3

6. Apa saja dampak yang ditimbulkan dari GAKY?


7. Bagaimana cara penanggulangan GAKY?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan GAKY.
2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya GAKY.
3. Untuk mengetahui klasifikasi GAKY.
4. Untuk mengetahui gejala akibat GAKY.
5. Untuk mengetahui gejala gangguan akibat GAKY.
6. Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari GAKY.
7. Untuk mengetahui cara penanggulangan GAKY.

D. Manfaat
1. Manfaat Teoritis
a. Memberikan sumbangan pengetahuan tentang GAKY.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Tenaga Kesehatan
Dapat digunakan sebagai pengetahuan tentang masalah yang di
akibatkan dari gaky.
b. Bagi Mahasiswa Keperawatan
Menambah pengetahuan dan wawasan mengenai masalah yang di
akibatkan dari gaky, serta dapat mengetahui cara penanggulangan
dari gaky.
BAB II
Tinjauan Teori
A. Pengertian GAKY
Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) disebut juga Iodine
Deficiency Disorder (IDD). GAKY terjadi akibat defisiensi yodium dalam
makanan yang berakibat atas menurunnya kapasitas intelektual dan fisik pada
mereka yang kurang yodium serta dapat bermanifestasi sebagai gondok,
retardasai mental, defek mental serta fisik dan kretin endemik sehingga
menciptakan suatu spektrum gangguan yang luas. Gangguan-gangguan pada
populasi tersebut akan dapat dicegah dengan cara meningkatkan masukan
yodium kepada pada penduduknya (Maharani, 2009)
B. Faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya GAKY
Asupan yodium dalam tubuh Menurut Michael J. Gibney dalam bukunya
Public Health Nutrition asupan yodium dari makanan dikatogorikan dalam 4
kelompok umur. Asupan Yodium Dalam Tubuh Kategori Kebutuhan Asupan
(µg/hr) Bayi, 0 – 59 bulan 90 Anak sekolah, 6 – 12 tahun 120 Anak – anak
>12 tahun dan orang dewasa 150 Ibu hamil dan menyusui 200.
1. Faktor lingkungan
Permasalahan utama yang timbul biasanya adalah lingkungan yang
kumuh dan miskin akan yodium baik karena lahannya atau gangguan lain
mengenai zat goitrogenik
2. Faktor sosial budaya
Faktor sosial budaya yang berkaitan dengan GAKY diantaranya adalah
pengetahuan mengenai penyakit gondok dan manfaat dari garam
beryodium dalam keluarga, adanya presepsi individu yang dipengaruhi
oleh faktor – faktor pengalaman, proses belajar, wawasan, pemikiran dan
pengetahuan serta adanya pantangan terhadap makanan yang dipengaruhi
pola konsumsi pangan yang berhubungan dengan adat istiadat, tradisional
atau kepercayaan. ( Balai Penelitian dan Pengembangan, Kemenkes RI,
2012)

4
5

3. Faktor genetik.
Studi terhadap kembar monosigot menunjukkan bahwa pembesaran
kelenjar gondok pada mereka yang terkena kekurangan iodium
mempunyai hubungan dengan faktor – faktor genetik. Studi tersebut
melaporkan bahwa seseorang yang didalam sebuah keluarga memeliki
satu penderita gondok mempunyai resiko mendapat keturunan gondok 2x
lebih besar daripada mereka yang berasal dari keluarga non gondok.
Resiko ini meningkat menjadi 4x pada mereka yang memiliki dua atau
lebih anggota keluarga yang menderita gondok. (Dachroni, 2007)
C. Klasifikasi GAKY
1. Derajat 0 Kelenjar tiroid tidak teraba atau tidak terlihat.
2. Derajat 1 Ada masa pada bagian leher yang konsisten dengan kelenjar
tiroid yang membesar dan massa tersebut dapat dipalpasi kendati tidak
dapat dilihat ketika leher dalam posisi normal serta bergerak ketika orang
yang diperiksa melakukan gerakan menelan, perubahan noduler dapat
terjadi sekalipun kelenjar tiroid tidak terlihat membesar.
3. Derajat 2 Pembesaran pada bagian leher ysng terlihat ketika leher berada
dalam posisi normal dan konsisten dengsn kelenjar tiroid yang membesar
ketika dipalpasi
4. Derajat 3 Kelenjar gondok cukup besar yang terlihat pada jarak > 6cm.

D. Gejala Gangguan Akibat GAKY


Gejala yang sering tampak sesuai dengan dampak yang ditimbulkan seperti:
1. Reterdasi mental
2. Gangguan pendengaran
3. Gangguan bicara
4. Hipertiroid (pembesaran kelenjar tiroid/ gondok)
5. Kretinisme biasanya pada anak-anak.

E. Dampak yang ditimbulkan dari GAKY


GAKY tidak hanya menyebabkan pembesaran kelenjar gondok tetapi
juga berbagai macam gangguan lain. Kekurangan yodium pada ibu yang
6

sedang hamil dapat menyebabkan abortus, lahir mati, kelainan bawaan pada
bayi, meningkatkan angka kematian prenatal, melahirkan bayi keratin.
Kekurangan yodium yang diderita anak-anak menyebabkan pembesaran
kelenjar gondok, gangguan fungsi mental, dan perkembangan fisik. Pada
orang dewasa berakibat pada pembesaran kelenjar gondok, hipotiroid, dan
gangguan mental. Kekurangan yodium pada tingkat berat dapat
mengakibatkan cacat fisk dan mental, seperti tuli, bisu tuli, pertumbuhan
badan terganggu, badan lemah, kecerdasan dan perkembangan mental
terganggu. Akibat yang sangat merugikan adalah lahirnya anak kretin. Kretin
adalah keadaan seseorang yang lahir di daerah endemic dan memiliki dua
atau lebih kelainan-kelainan berikut :
1. Perkembangan mental terhambat.
2. Pendengaran terganggu dan dapat menjadi tuli.
3. Perkembangan saraf penggerak terhambat, bila berjalan langkahnya khas,
mata juling, gangguan bicara sampai bisu dan reflek fisiologi yang
meninggi.

GAKY merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius,


karena dampaknya mempengaruhi kelangsungan hidup dan kualitas sumber
daya manusia, yang meliputi 3 aspek :

1. Aspek perkembangan kecerdasan.


2. Aspek perkembangan sosial.
3. Aspek perkembangan ekonomi.

Pembesaran kelenjar gondok struma simplex ini adalah suatu pembesaran


kelenjar tirois yang timbul sebagai akibat rendahnya konsumsi yodium.
Semakin berat tingkat kekurangan yodiumnya, semakin besar ukuran
kelenjarnya serta semakin berat komplikasi yang ditimbulkannya.
Kekurangan yodium padaibu hamil akan menyebabkan kretin pada bayi
yang akan dilahirkannya. Slain itu juga akan disertai dengan kerusakan
susunan syaraf pusat dan hipotirodisme. Secara klinis kerusakan susunan
syaraf pusat akan berupa retardasi, gangguan pendengaran sampai bisu tuli,
7

gangguan neuromotor seperti gangguan bicara, dll.


Masalah besar lain yang diakibatkan oleh GAKY adalah gangguan
pertumbuhan dan perkembangan intelektualitas. Pada ibu hamil dengan
GAKY berat akan melahirkan anak cebol dengan intelektualitas yang rendah.
Dampak sosial lain yang lebih besar yaitu sulitnya penderita untuk dididik san
dimotivasi karena rendahnya perkembangan mentalsehingga apabila berada
dalam lingkungan yang buruk akan lebih cepat terpengaruh atau terlibat
kriminalitas. Berikut adalah table dari dampak Gangguan akibat kekurangan
yodium (GAKY) :
KELOMPOK RENTAN DAMPAK
Ibu Hamil Keguguran
Janin Lahir mati, Meningkatkan
kematian janin,Kematian bayi,
Kretin ( Keterbelakangan mental,
Tuli, Mata juling, Lumpuh spatis ),
Cebo;, Kelainan fungsi psikomotor
Neonatus Gondok dan Hipotiroid
Anak dan Remaja Gondok, Gangguan pertumbuhan
fisik dan mental, Hipotiroid
juvenile
Dewasa Gondok dan Hipotiroid

F. Cara penanggulangan GAKY


Menurut beberapa literatur, termasuk diantaranya modul Peningkatan
Konsumsi Garam Beryodium Direktorat Bina Gizi Masyarakat Depkes RI
2004, di Indonesia terdapat beberapa strategi untuk menanggulangi (baik
jangka pendek maupun jangka panjang) sebagai upaya penanggulangan
dampak gangguan akibat Kekurangan Yodium (GAKY) sebagai berikut:
1. Strategi Jangka Panjang
a. Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), merupakan sebuah
strategi pemberdayakan masyarakat dan komponen terkait agar
mempunyai visi dan misi yang sama untuk menanggulangi GAKY
melalui kegiatan pemasyarakatan informasi, advokasi,
8

pendidikan/penyuluhan tentang ancaman GAKY bagi kualitas


sumber daya manusia. Juga terkait pentingnya mengkonsumsi garam
beryodium, law enforcement dan social enforcement, hak
memperoleh kapsul beryodium bagi daerah endemik dan
penganekaragaman konsumsi pangan.
b. Surveillans,merupakan kegiatan pemantauan yang dilakukan secara
berkesinambungan terhadap beberapa indikator untuk dapat
melakukan deteksi dini adanya masalah yang mungkin timbul agar
dapat dilakukan tindakan/intervensi sehingga keadaan lebih buruk
dapat dicegah. Kegunaan surveillans yaitu mengetahui luas dan
beratnya masalah pada situasi terakhir, mengetahui daerah yang
harus mendapat prioritas, memperkirakan kebutuhan sumber daya
yang diperlukan untuk intervensi, mengetahui sasaran yang paling
tepat dan mengevaluasi keberhasilan program.
c. Iodisasi garam, merupakan kegiatan fortifikasi garam dengan
Kalium Iodat (KOI3). Tujuan kegiatan ini agar semua garam yodium
yang dikonsumsi masyarakat mengandung yodium minimal 30 ppm.
Target program ini 90% masyarakat mengkonsumsi garam
beryodium yang cukup (30 ppm).
2. Strategi Jangka Pendek
Sedangkan strategi jangka pendek sebagai upaya penanggulangan GAKY
yaitu dengan melakukan kegiatan distribusi kapsul minyak beryodium.
Program yang sudah mulai dilaksanakan sejak tahun 1992 ini dilakukan
untuk mempercepat perbaikan status yodium masyarakat bagi daerah
endemik sedang dan berat pada kelompok rawan. Kapsul minyak
beryodium 200mg diberikan pada Wanita Usia Subur (WUS) sebanya 2
kapsul/tahun, sedangkan untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak SD
kelas 1-6 sebanyak 1 kapsul/tahun.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
GAKY merupakan masalah gizi yang sangat serius, karena dapat
menyebabkan berbagai penyakit gangguan seperti Gondok, kreatinisme dan
keterlambatan pertumbuhan dan kecerdasan. Sehingga untuk menghindari
gangguan-gangguan tersebut kita harus mengkonsumsi makanan yang
mengandung iodium, karena Iodium merupakan salah satu unsur mineral
mikro yang sangat dibutuhkan oleh tubuh walaupun dalam jumlah yang
relative kecil.
B. Saran
1. Selau mengkonsumsi garam yang mengandung iodium.
2. Sosialisasi kesehatan mengenai pentingnya mengkonsumsi garam
beriodium.
3. Selalu melakukan pengawasan mutu garam oleh pemerintah.
4. Penyuntikan lipiodol dan distribusi garam dapur harus ditunjukkan pada
daerah-daerah endemik dan ditopang oleh Peraturan Daerah yang hanya
mengizinkan perdagangannya garam beriodium di daerah-daerah
endemik tersebut.
5. Pada bahan-bahan yang dapat menghambat penyerapan iodium harus
mendapatkan perhatian dan sebaiknya diteliti lebih jauh, terutam bagi
wilayah yang menggunakan singkong sebagai konsusmsi utama.

9
DAFTAR PUSTAKA

Almatsier. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Arikunto, S. 2010. Prosedur penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:
Rineka Cipta. Arisman. 2010.
Sari, D. M. 2011. Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Garam
Beryodium di Rumah Tangga di Kelurahan Ulak Karang Selatan Kota
Padang Tahun 2011. Padang: Universitas Andalas.
Soetrisnanto, D. 2006. Garam beryodium dan Minyak beryodium. Jurnal GAKY
Indonesia, vol 3. No 1. Hal: 69-75.
Sugiyono. 2007. Metodelogi Penelitian Kesehatan. Bandung: ALFABETA.
West, Clive E. 2009. Iodium dan Gangguan Akibat Kekurangan Iodium. Dalam
B. M. Michael J Gibney, Gizi Kesehatan Masyarakat (hal. 263-275).
Jakarta: EGC.