Anda di halaman 1dari 24

Nama : Fayza Fadhillatunnizar

Kelas : XI Mipa 3
Absen : 10

LEMBAR KERJA SISWA (LKS)


PEMBELAJARAN VIRUS CORONA (COVID-19)

1. Terjemahkanlah, cermati dan pahami artikel berjudul INTERNATIONAL PROTOCOL


TO RESPONSE COVID-19 untuk memahami virus Corona.

MATERI :
PROTOKOL INTERNASIONAL UNTUK TANGGAPAN COVID-19
(Sumber : World Health Organization)
Respon Global & tahap berikutnya
1. Virus COVID-19 adalah sebuah patogen baru yang sangat menular, dapat menyebar
dengan cepat, dan harus dianggap mampu menyebabkan kesehatan yang sangat
besar, dampak ekonomi dan sosial dalam pengaturan apapun. Ini bukan flu dan ini
bukan influenza. Skenario dan strategi hanya atas dasar patogen terkenal yang gagal
mengeksploitasi semua tindakan yang mungkin untuk memperlambat penyebaran
virus COVID-19, mengurangi penyakit dan menyelamatkan nyawa.
COVID-19 bukan SARS dan itu bukan influenza. Ini adalah virus baru dengan
karakteristik sendiri. Misalnya, penularan COVID-19 pada anak-anak tampaknya
terbatas dibandingkan influenza, sementara gambar klinisnya berbeda dengan SARS.
Perbedaan-perbedaan ini, meski berdasarkan data terbatas, mungkin berperan dalam
efektivitas yang sudah jelas dari 19 produk produk non-farmasi yang diterapkan
secara seksama, yaitu langkah-langkah kesehatan masyarakat untuk mengintervensi
transmisi manusia dan manusia dalam berbagai situasi di cina. Virus COVID-19 unik
di antara coronaviruses manusia dalam kombinasi daralibilitas tinggi, substansial
fatal hasil dalam beberapa kelompok risiko tinggi, dan kemampuan untuk
menyebabkan besar gangguan sosial dan ekonomi. Untuk perencanaan tujuan, harus
diasumsikan bahwa populasi global adalah rentan terhadap virus ini. Sebagai asal
mula virus COVID-19 diketahui saat ini, risiko perkenalan kembali ke daerah yang
sebelumnya terinfeksi harus terus dipertimbangkan. Novel nature, dan pemahaman
kita yang terus menerus berkembang, dari coronavirus ini menuntut kelincahan yang
luar biasa dalam kapasitas kita untuk beradaptasi dengan cepat dan mengubah
perencanaan kesiapan dan respon kita seperti yang telah dilakukan terus-menerus di
cina. Ini merupakan prestasi luar biasa untuk negara berpenduduk 1,4 miliar orang.
2. Penggunaan keras dan tidak kompromi dari langkah-langkah non-farmasi cina untuk
mengandung penularan virus COVID-19 dalam beberapa pengaturan memberikan
pelajaran penting bagi respons global. Respon kesehatan masyarakat yang unik dan
belum pernah terjadi sebelumnya di cina membalikkan kasus yang semakin parah di
kedua Hubei, dimana telah ada penyebaran komunitas yang tersebar luas, dan di
propinsi imporasi, dimana kelompok keluarga tampaknya telah memicu wabah
tersebut.
Meskipun jumlah wabah di cina relatif serupa di seluruh negeri, rantai transmisi
ditetapkan dalam beragam pengaturan, dari kota-kota besar di utara dan selatan,
hingga komunitas terpencil. Namun, adaptasi yang cepat dan jahitan dari strategi
cina menunjukkan bahwa penahanan dapat diadaptasi dan operasi dengan sukses
dalam berbagai pengaturan. Pengalaman tiongkok sangat mendukung kemanjuran
dan efektivitas penjangdalam kesiapan COVID19 dan rencana respon cepat dalam
penilaian menyeluruh mengenai risiko lokal dan tentang penggunaan strategi
penahanan berbasis resiko yang berbeda untuk mengatasi wabah di daerah yang tidak
ada kasus vs kasus sporadis vs gugus kasus vs kelompok-kelompok transmisi tingkat
masyarakat. Strategi tersebut penting untuk menjamin pendekatan yang
berkelanjutan sekaligus mengurangi dampak sosial ekonomi.

3. Sebagian besar dari masyarakat dunia belum siap, menurut cara berpikir dan secara
materi, untuk menerapkan langkah-langkah yang telah digunakan untuk menampung
COVID-19 di cina. Ini adalah langkah-langkah yang terbukti untuk mengganggu
atau memperkecil rantai transmisi pada manusia. Fundamental untuk langkah-
langkah ini sangat proaktif pengawasan untuk segera mendeteksi kasus, sangat cepat
diagnosis dan isolasi kasus langsung, ketat pelacakan dan karantina kontak dekat,
dan yang sangat tinggi tingkat masyarakat pemahaman dan penerimaan langkah-
langkah ini.
Mencapai kualitas pelaksanaan yang tinggi dan harus berhasil dengan langkah-
langkah seperti itu membutuhkan kecepatan pengambilan keputusan yang tidak biasa
dan tidak pernah terjadi sebelumnya oleh para pemimpin atas, kecermatan
operasional oleh sistem kesehatan masyarakat, dan keterlibatan masyarakat. 20
mengingat kerusakan yang dapat disebabkan oleh penularan virus ini secara tidak
terkendali di tingkat masyarakat, pendekatan tersebut menjamin dapat
menyelamatkan nyawa dan mencapai waktu berminggu-minggu dan berbulan-bulan
yang dibutuhkan untuk menguji terapi dan pengembangan vaksin. Lebih jauh lagi,
ketika mayoritas kasus baru di luar cina saat ini sedang terjadi di negara-negara
berpendapatan tinggi dan menengah, sebuah komitmen ketat untuk memperlambat
proses penyebaran di lingkungan seperti itu dengan langkah-langkah non-farmasi
sangat penting untuk mencapai baris pertahanan kedua guna melindungi negara-
negara berpendapatan rendah yang memiliki sistem kesehatan yang lebih lemah dan
mengatasi kapasitas. Waktu yang dapat diperoleh melalui penerapan penuh langkah-
langkah ini bahkan jika hanya hari atau minggu
4. Waktu yang diperoleh dengan menerapkan ketat langkah-langkah penahanan
COVID-19 harus digunakan lebih efektif untuk segera meningkatkan kesiapan global
dan dengan cepat mengembangkan alat khusus yang diperlukan untuk akhirnya
menghentikan virus ini.
COVID-19 menyebar dengan kecepatan menakjubkan; Wabah COVID-19 di setiap
pengaturan memiliki konsekuensi yang sangat serius; Dan kini ada bukti kuat bahwa
intervensi non-farmasi dapat mengurangi dan bahkan mengganggu transmisi. Selain
itu, perencanaan kesiapan global dan nasional sering kali tidak dapat menentukan
tindakan semacam itu. Namun, untuk mengurangi penyakit COVID-19 (tb) dan
kematian, perencanaan kesiapan jangka pendek harus mulai menerapkan ukuran
kesehatan umum berskala besar yang berkualitas tinggi dan non-farmasi. Langkah-
langkah ini harus sepenuhnya memasukkan pendeteksian dan isolasi kasus,
menelusuri dan memantau secara ketat/karantina, dan keterlibatan
masyarakat/populasi langsung. Sejumlah besar studi COVID-19, proyek penelitian
ilmiah dan upaya litbang produk terus berlangsung di cina dan global. Hal ini sangat
penting dan dianjurkan serta didukung. Akan tetapi, proyek dan produk sebanyak itu
perlu dibuat prioritas. Tanpa memprioritaskan, risiko ini mengorbankan konsentrasi
perhatian dan sumber daya dan kerjasama yang diperlukan untuk memotong jadwal
dengan minggu dan bulan yang berharga. Sementara kemajuan telah dibuat, urgensi
situasi COVID-19 mendukung pemrioritasan riset yang lebih kejam lagi dalam
bidang-bidang diagnostik, terapi

Untuk negara-negara dengan kasus impor dan / atau wabah


COVID-19
1. Segera aktifkan tingkat tertinggi dari protokol manajemen respon nasional
untuk memastikan semua pemerintah dan semua masyarakat diperlukan untuk
memuat COVID-19 dengan langkah-langkah kesehatan umum non-farmasi;

2. Memprioritaskan yang aktif, kasus menyeluruh, menemukan dan langsung


menguji serta terisolasi, menelusuri kontak teliti dan saksama terhadap kontak
dekat;

3. Sepenuhnya mendidik masyarakat umum tentang keseriusan COVID-19 dan


peran mereka dalam mencegah penyebarannya;

4. Dengan segera memperluas pengawasan untuk mendeteksi rantai transmisi


COVID-19, dengan menguji semua pasien dengan pneumonia atypical,
melakukan pemeriksaan pada beberapa pasien dengan penyakit pernapasan
atas dan/atau pencahayaan COVID-19 baru-baru ini, dan menambah
pengujian virus COVID-19 pada sistem pengawasan yang ada (misalnya
sistem untuk influenza-illness dan SARI); Dan 22
5. Melakukan perencanaan dan simulasi skenario multi-sektor untuk penyebaran
langkah-langkah yang lebih ketat untuk mengganggu rantai transmisi bila
diperlukan (misalnya penangguhan pertemuan skala besar dan penutupan
sekolah dan tempat kerja).

Bagi negara yang tidak terinfeksi


1. Bersiap untuk segera mengaktifkan mekanisme respon darurat tingkat
tertinggi untuk memicu pendekatan semua pemerintah dan semua masyarakat
yang sangat penting untuk penahanan awal wabah COVID-19;

2. Dalam tes cepat persiapan rencana nasional, berdasarkan pengetahuan baru


tentang efektivitas langkah-langkah non-farmasi melawan COVID-19;
Menyertakan pendeteksi cepat di tas isolasi kasus largescale dan kapasitas
pendukung pernapasan, serta kontak ketat penelusuran dan manajemen dalam
national COVID-19 kesiapan dan perencanaan respon serta kapasitas;

3. Segera meningkatkan pengawasan untuk COVID-19 karena deteksi cepat


sangat penting untuk mencegah penyebaran; Pertimbangkan untuk menguji
semua pasien dengan pneumonia atipikal pada virus COVID-19, dan
menambah tes virus itu pada sistem surveilans influenza yang ada;

4. Mulai sekarang untuk menerapkan ketat penerapan pencegahan infeksi dan


kontrol langkah-langkah di semua fasilitas kesehatan, terutama di departemen
darurat dan klinik rawat jalan, karena ini adalah di mana COVID-19 akan
memasuki sistem kesehatan; dan

5. Menilai secara cepat pemahaman umum masyarakat tentang COVID-19,


menyesuaikan bahan promosi kesehatan nasional dan kegiatan yang sesuai,
dan melibatkan juara klinik untuk berkomunikasi dengan media.

Untuk masyarakat
1. Sadarilah bahwa COVID-19 adalah virus baru dan berkaitan dengan penyakit,
tetapi wabah itu dapat diatasi dengan respons yang tepat dan bahwa sebagian
besar orang yang terinfeksi akan sembuh;

2. Mulai sekarang untuk mengadopsi dan berlatih ketat langkah-langkah


pencegahan yang paling penting untuk COVID-19 oleh sering mencuci tangan
dan selalu menutupi mulut dan hidung ketika bersin atau batuk;
3. Terus update sendiri pada COVID-19 dan tanda-tanda dan gejala (yaitu
demam dan batuk kering), karena strategi dan aktivitas respon akan terus
meningkatkan sebagai informasi baru tentang penyakit ini mengumpulkan
setiap hari; dan

4. Persiapkan diri untuk secara aktif mendukung tanggapan terhadap COVID-19


dalam berbagai cara, termasuk adopsi praktik 'menjauhkan secara sosial' yang
lebih ketat dan membantu populasi lansia yang berisiko tinggi. 23

Bagi masyarakat internasional


1. Sadarilah bahwa solidaritas dan kolaborasi sejati sangat penting antara negara-
negara untuk mengatasi ancaman bersama yang COVID-19 mewakili dan
melaksanakan prinsip ini;

2. Informasi yang dibagikan dengan cepat sesuai persyaratan dari peraturan


kesehatan internasional (IHR) termasuk informasi terperinci mengenai kasus -
kasus impor yang memudahkan penelusuran dan pengaturan penahanan untuk
mengisi seluruh negara;

3. Kenali profil risiko yang berubah dengan cepat dari negara-negara yang
terkena dampak COVID-19 dan terus memantau tren wabah dan kontrol
kapasitas untuk mengakses kembali 'langkah kesehatan tambahan' apa pun
yang secara signifikan mengganggu perjalanan dan perdagangan internasional.

2. Carilah berbagai sumber belajar tentang Virus Corona, dapat bersumber dari guru atau
hasil browsing oleh siswa sendiri.
3. Virus memiliki beberapa jenis, secara umum memiliki karakteristik, klasifikasi dan
penyakit-penyakit yang dapat disebabkannya yang khas . Analisislah karakteristik virus
berdasarkan :
a. Ciri-ciri virus
a) Hanya memiliki satu jenis asam nukleat yang diselubungi oleh kapsid atau
selubung protein. Asam nukleat ini yaitu DNA atau RNA.
b) Ukurannya sangat kecil yaitu antara 25 – 300 nm. Untuk 1 nm sama dengan
10-9 m.
c) Tubuh virus tidak berbentuk sel. Sehingga virus tidak memiliki inti sel,
membran plasma, dan sitoplasma.
d) Virus hanya dapat hidup dan berkembang biak pada sel hidup atau dikenal juga
sebagai parasit intraseluler obligat.
e) Virus merupakan suatu makhluk metaorganisme. Makhluk metaorganisme
merupakan suatu bentuk peralihan antara benda mati atau memiliki sifat yang
dapat dikristalkan dan makhluk hidup atau dapat berkembang biak.
f) Virus memiliki beberapa bentuk tubuh. Bentuk tubuh virus yaitu bulat, batang,
bentuk T, dan silindris.

b. Bentuk virus
a) Berbentuk batang, contohnya TMV (Tobacco Mosaic Virus).
b) Berbentuk batang dan berujung oval seperti peluru, contohnya Rhabdovirus.
c) Berbentuk bulat, contohnya HIV (Human Immunodeficiency Virus)
dan Orthomyxovirus.
d) Berbentuk filamen atau benang, contohnya virus Ebola.
e) Berbentuk polihedral, contohnya Adenovirus.
f) Berbentuk seperti huruf T, contohnya bakteriofag, yaitu virus yang menyerang
bakteri Escherichia coli.

c. Struktur virus

Virus tidak digolongkan dalam organisme seluler karena tidak memiliki bagian-
bagian sel seperti, dinding sel, membran sel, sitoplasma, serta organel sel lainnya.
Adapun struktur tubuh virus bakteriofag adalah sebagai berikut.

1. Kepala bagian dalam mengandung asam nukleat, sedangkan bagian luarnya


diselubungi oleh kapsid. Untuk virus bakteriofag, kepalanya berbentuk
polihedral dengan jenis asam nukleatnya DNA.

2. Kapsid merupakan selubung luar virus yang mengandung banyak subunit protein
yang disebut kapsomer. Kapsid terdiri dari beberapa bentuk, sehingga
berpengaruh pada bentuk virusnya.

3. Asam nukleat yang dimiliki virus hanya satu, yaitu DNA atau RNA saja. Asam
nukleat inilah yang nantinya berfungsi sebagai informasi genetik untuk replikasi.

4. Leher merupakan penghubung antara kepala dan ekor. Leher berfungsi sebagai
saluran keluarnya asam nukleat menuju ekor.

5. Ekor virus terdiri dari serabut ekor dan lempeng dasar. Ekor ini berfungsi untuk
menempel pada inang.
Berikut ini merupakan struktur virus selain bakteriofag yang telah ditemukan.
d. Cara hidup virus
Virus tergolong dalam parasit intraseluler obligat karena hanya dapat hidup di
dalam sel yang hidup. Artinya, jika sel tersebut mati, virus tidak akan mati
melainkan mengristal. Sel hidup yang ditumpangi virus disebut sel inang.
Bagaimana cara virus mengenali inangnya? Yaitu menggunakan sistem lock
key atau kesesuaian. Berdasarkan jenisnya, sel inang dibagi menjadi dua, kisaran
inang luas dan kisaran inang sempit. 
Virus dengan kisaran inang luas bisa menginfeksi beberapa inang, contohnya virus
flu burung bisa menginfeksi unggas, babi, dan manusia. Sedangkan virus dengan
kisaran inang sempit hanya bisa menginfeksi inang tertentu saja, contohnya virus
flu hanya menginfeksi sel-sel di saluran pernapasan dan virus bakteriofag hanya
bisa menginfeksi bakteri Escherichia coli. Penularan virus dari satu inang ke inang
yang lain bisa melalui udara, lendir, air, darah, atau melalui perantara seperti
nyamuk.

e. Perkembangbiakan virus
Siklus reproduksi virus ada dua cara, yakni siklus litik dan siklus lisogenik.
1.   Siklus Litik (Lisis)
Siklus lisis adalah siklus reproduksi atau replikasi genom virus yang pada
akhirnya  menyebabkan kematian sel inang. Istilah lisis mengacu pada tahapan
akhir dari infeksi, yaitu saat sel inang bakteri lisis atau pecah dan melepaskan
fage yang dihasilkan di dalam sel inang tersebut. Virus yang hanya dapat
bereplikasi melalui siklus lisis disebut dengan virus virulen.
Tahapan siklus lisis :
a)    Adsorbsi (fase penempelan).
Pada tahap ini, ekor virus mulai menempel di dinding sel bakteri. Virus
hanya menempel pada dinding sel yang mengandung protein khusus 
yang dapat ditempeli protein virus. Menempelnya virus pada dinding sel
disebabkan oleh adanya reseptor pada ujung serabut ekor. Setelah
menempel, virus akan mengeluarkan enzim lisozim yang dapat
menghancurkan atau membuat lubang pada sel inang.
b)   Penetrasi/injeksi/Infeksi (fase memasukkan asam nukleat).
Proses injeksi DNA ke dalam sel inang ini terdiri atas penambatan
lempeng ujung, kontraksi sarung, dan penusukan pasak berongga
kedalam sel bakteri. Pada peristiwa ini, asam nukleat masuk ke dalam sel,
sedangkan selubung proteinnya tetap berada di luar sel bakteri. Jika
sudah kosong, selubung protein ini akan terlepas dan tidak berguna lagi.
c)    Sintesis (fase pembentukan), Eklifase, Replikasi.
Enzim penghancur yang dihasilkan oleh virus akan menghancurkan DNA
bakteri yang menyebabkan sintesis DNA bakteri terhenti. Posisi ini
digantikan oleh DNA virus yang kemudian mengendalikan
kehidupannya. Dengan fasilitas dari DNA bakteri yang sudah tidak
berdaya, DNA virus akan mereplikasi diri berulang kali. DNA virus ini
kemudian akan mengendalikan sintesis DNA dan protein yang akan
dijadikan kapsid virus.
d)    Perakitan.
Pada tahap ini, kapsid virus yang masih terpisah-pisah antara kepala,
ekor, dan serabut ekor akan mengalami proses perakitan menjadi kapsid
yang utuh. Kemudian, kepala yang sudah selesai terbentuk diisi dengan
DNA virus. Proses ini dapat menghasilkan virus sejumlah 100 – 200
buah.
e)    Lisis (fase pemecahan sel inang / Pembebasan).
Dinding sel bakteri yang sudah dilunakkan olen enzim lisozim akan
pecah dan diikuti oleh pembebasan virus-virus baru yang siap untuk
mencari sel-sel inang yang baru. Pemecahan sel-sel bakteri secara
eksplosif dapat diamati dengan mikroskop lapangan gelap. Jangka waktu
yang dilewati lima tahap ini dan jumlah virus yang dibebaskan sangat
bervariasi, tergantung dari jenis virus, bakteri, dan kondisi lingkungan.
2.   Siklus Lisogenik
Siklus lisogenik merupakan siklus replikasi genom virus tanpa menghancurkan
sel inang, setelah adsobsi dan injeksi DNA Virus (fage) berintegrasi ke dalam
kromosom bakteri, integrasi ini disebut profage (gen asing yang bergabung
dengan kromosom bakteri). Dalam hal ini DNA virus tidak langsung
mensintesis DNA Bakteri, karena bakteri memiliki imunitas. Setelah
imunitasnya hilang baru DNA Virus mengendalikan Dna bakteri, yang tahap
selanjutnya seperti pada siklus lisis.
Tahapan dalam siklus lisogenik :
1)    Fase adsorbsi.                                     5)    Fase sintesis.
2)    Fase injeksi.                                         6)    Fase perakitan.
3)    Fase penggabungan.                         7)    Fase litik.
4)    Fase pembelahan.

f. Klasifikasi Virus
Klasifikasi virus tergolong cukup banyak, yaitu berjumlah enam. Semuanya
didasarkan pada persamaan ciri yang dimiliki. Ingin tahu lebih lanjut?

1. Klasifikasi virus berdasarkan ada tidaknya selubung pada nukleokapsid

Terdapat dua kelompok virus dalam klasifikasi ini, yaitu sebagai berikut.

 Virus berselubung yaitu virus yang selubungnya terdiri dari lipoprotein dan
glikoprotein, contohnya Poxyvirus, Herpesvirus, Togavirus,
Rhabdovirus,  dan Paramyxovirus.
 Virus telanjang yaitu virus yang tidak memiliki selubung pada
nukleokapsidnya, contohnya Papovirus, Adenovirus, Picornavirus,
dan Reovirus.

2. Klasifikasi virus berdasarkan jumlah kapsomernya

Terdapat lima kelompok virus dalam klasifikasi ini, yaitu sebagai berikut.

1. Virus dengan 32 kapsomer, contohnya Parvovirus.


2. Virus dengan 60 kapsomer, contohnya Picornavirus.
3. Virus dengan 72 kapsomer, contohnya Papovirus.
4. Virus dengan 162 kapsomer, contohnya Herpesvirus.
5. Virus dengan 252 kapsomer, contohnya Adenovirus.

3. Klasifikasi virus berdasarkan jenis sel inangnya

Berdasarkan jenis sel inangnya, virus dikelompokkan menjadi empat, yaitu


sebagai berikut.

1. Virus penyerang bakteri, misalnya virus T.


2. Virus penyerang tanaman, misalnya TMV dan Tungro.
3. Virus penyerang hewan, misalnya virus rabies dan flu burung.
4. Virus penyerang manusia, misalnya polio, HIV, dan flu.

4. Klasifikasi virus berdasarkan tipe genom dan metode replikasinya

Berdasarkan tipe genom dan replikasinya, virus dibagi menjadi tujuh kelompok,
yaitu sebagai berikut.

1. Virus tipe I memiliki DNA utas ganda dan reproduksinya dengan cara
replikasi, contohnya Herpesvirus.
2. Virus tipe II memiliki DNA utas tunggal dan reproduksinya dengan cara
replikasi, contohnya virus MVM.
3. Virus tipe III memiliki RNA utas ganda dan reproduksinya secara replikasi,
contohnya Reovirus.
4. Virus tipe IV memiliki RNA utas tunggal (+) dan reproduksinya secara
replikasi, contohnya virus polio.
5. Virus tipe V memiliki RNA utas tunggal (-) dan reproduksinya secara
replikasi, contohnya virus rabies.
6. Virus tipe VI memiliki RNA utas tunggal (+) dengan DNA perantara dan
reproduksinya secara transkriptasi balik, contohnya virus AIDS.
7. Virus tipe VII memiliki RNA utas ganda dengan RNA perantara dan
reproduksinya secara transkriptasi balik, contohnya Heparnavirus.

5. Klasifikasi virus berdasarkan jenis asam nukleatnya

Berdasarkan asam nukleatnya, virus dikelompokkan menjadi dua, yaitu sebagai


berikut.

1. Virus DNA yaitu virus yang asam nukleatnya berupa DNA,


contoh Parvovirus.
2. Virus RNA yaitu virus yang asam nukleatnya berupa RNA,
contoh Picornavirus.

6. Klasifikasi virus berdasarkan bentuk dasarnya

Berdasarkan bentuk dasarnya, virus dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai
berikut.

1. Virus bentuk iksohedral memiliki sumbu rotasi


ganda dan tata ruangnya dibatasi oleh 20 segitiga sama sisi, contohnya virus
polio.
2. Virus helikal memiliki satu sumbu rotasi,
bentuknya menyerupai batang panjang, nukleokapsid tidak kaku, dan
berbentuk heliks, contohnya virus flu.
3. Virus kompleks memiliki struktur lebih
kompleks daripada jenis virus lainnya, contoh virus cacar.

g. Penyakit yang disebabkan virus

Adapun penyakit yang disebabkan oleh virus, baik pada manusia, hewan, dan
tumbuhan adalah sebagai berikut.

1. Cacar variola disebabkan oleh virus jenis Orthopoxvirus.


2. Campak disebabkan oleh Morbilivirus.
3. AIDS disebabkan oleh HIV, yaitu Human Immunodeficiency Virus.
4. Flu disebabkan oleh virus influenza atau parainfluenza.
5. Flu burung disebabkan oleh HPAIV yaitu High Pathogenic Avian Influenza
Virus.
6. Rabies disebabkan oleh Rhabdovirus.
7. Tetelo disebabkan oleh virus NCD.
8. Mosaik disebabkan oleh TMV atau Tobacco Mosaic Virus.

4. Virus Corona merupakan satu jenis virus yang dapat menyebabkan penyakit dan sedang
mewabah. Evaluasilah berdasarkan berbagai sumber belajar terkait dengan :
a. Latar Belakang mewabahnya virus corona,
Latar belakang virus Corona atau COVID-19, kasusnya dimulai dengan pneumonia
atau radang paru-paru misterius pada Desember 2019. Kasus ini diduga berkaitan
dengan pasar hewan Huanan di Wuhan yang menjual berbagai jenis daging
binatang, termasuk yang tidak biasa dikonsumsi, misal ular, kelelawar, dan
berbagai jenis tikus.

Kasus infeksi pneumonia misterius ini memang banyak ditemukan di pasar hewan
tersebut. Virus Corona atau COVID-19 diduga dibawa kelelawar dan hewan lain
yang dimakan manusia hingga terjadi penularan. Coronavirus sebetulnya tidak
asing dalam dunia kesehatan hewan, tapi hanya beberapa jenis yang mampu
menginfeksi manusia hingga menjadi penyakit radang paru.

Sebelum COVID-19 mewabah, dunia sempat heboh dengan SARS dan MERS,


yang juga berkaitan dengan virus Corona. Dengan latar belakang tersebut, virus
Corona bukan kali ini saja membuat warga dunia panik. Memiliki gejala yang
sama-sama mirip flu, virus Corona berkembang cepat hingga mengakibatkan
infeksi lebih parah dan gagal organ.

b. Gejala terinfeksi virus corona,

Masing-masing orang memiliki respons yang berbeda terhadap COVID-19. Sebagian


besar orang yang terpapar virus ini akan mengalami gejala ringan hingga sedang dan
akan pulih tanpa perlu dirawat di rumah sakit.
Gejala yang paling umum:
 demam
 batuk kering
 kelelahan
Gejala yang sedikit tidak umum:
 rasa tidak nyaman dan nyeri
 nyeri tenggorokan
 diare
 konjungtivitis (mata merah)
 sakit kepala
 hilangnya indera perasa atau penciuman
 ruam pada kulit, atau perubahan warna pada jari tangan atau jari kaki
Gejala serius:
 kesulitan bernapas atau sesak napas
 nyeri dada atau rasa tertekan pada dada
 hilangnya kemampuan berbicara atau bergerak
Segera cari bantuan medis jika Anda mengalami gejala serius. Selalu hubungi dokter
atau fasilitas kesehatan yang ingin Anda tuju sebelum mengunjunginya.
Orang dengan gejala ringan yang dinyatakan sehat harus melakukan perawatan
mandiri di rumah.
Rata-rata gejala akan muncul 5–6 hari setelah seseorang pertama kali terinfeksi virus
ini, tetapi bisa juga 14 hari setelah terinfeksi.

c. Cara penyebaran Virus Corona


Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan cara penyebaran virus corona dari
satu orang ke lainnya. Menurut WHO, ketika seseorang yang menderita COVID-19
batuk atau bernapas, mereka melepaskan seperti tetesan cairan yang juga terdapat
virus corona.
Kebanyakan tetesan atau cairan itu jatuh pada permukaan dan benda di dekatnya
-seperti meja, meja, atau telepon.
Orang bisa terpapar atau terinfeksi COVID-19 dengan menyentuh permukaan atau
benda yang terkontaminasi - dan kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.
Jika Anda berdiri pada jarak 1 atau 2 meter dari seseorang dengan COVID-19,
Anda dapat terjangkir melalui batuk termasuk saat mereka menghembuskan napas.
Dengan kata lain, COVID-19 menyebar serupa cara untuk flu. Sebagian besar orang
yang terinfeksi COVID-19 mengalami gejala ringan dan sembuh.
Namun, beberapa kasus virus corona berlanjut dengan mengalami penyakit yang
lebih serius dan mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit.
Risiko penyakit atau terinfeksi virus corona kian meninggkat meningkat bagi Anda
dengan usai 50 ke atas. Usia tersebut disebut lebih rentan daripada mereka yang di
bawah 50.
Orang dengan melemah sistem kekebalan tubuh dan orang-orang dengan kondisi
seperti diabetes, penyakit jantung dan paru-paru juga lebih banyak rentan terhadap
virus corona.
inkubasi virus MERS.

d. Pencegahan terhadap terjangkitnya Virus Corona

Virus corona menyebar saat orang terinfeksi batuk dan menyebarkan percikan atau
cipratan yang mengandung virus ke udara.

Ini bisa terhirup masuk atau menyebabkan infeksi jika anda menyentuh mata,
hidung atau mulut dengan tangan yang menyentuh permukaan tempat virus jatuh.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, hal yang paling penting mencegah
penularan adalah menjaga kebersihan.

 Sering cuci tangan dengan sabun dan air atau dengan gel pembersih. Langkah ini
dapat membunuh virus di tangan.

 Jangan menyentuh mata, hidung, mulut. Tangan yang menyentuh banyak


permukaan dapat membawa virus. Dari situ, virus masuk ke tubuh bila Anda
menyentuh wajah.

 Tutup mulut bila batuk dan bersin.

 Tidak menyentuh muka dengan tangan dan hindari kotak langsung dengan orang
yang terinfeksi.

 Buang tisu bekas bersin segera. Ini untuk menghindari air liur yang mengandung
virus menyebar ke orang lain

 Orang diminta menjaga jarak paling tidak dua meter, kira-kira dua kali
bentangan tangan satu sama lain.

 Bila kita di luar, WHO mengatakan penting untuk menghindari berjabat tangan
dan "menyapa dengan aman" seperti melambaikan tangan atau mengangguk.

e. Cara penanganan
Selain karena belum ditemukan obatnya, Covid-19 pun sangat mudah menular
sehingga semua prosesnya harus dilakukan secara hati-hati. Berikut merupakan cara
penanganan pasien infeksi Covid-19.

Pasien Akan Karantina

Pasien infeksi Covid-19 akan dikarantina di dalam ruangan khusus. Kebutuhan


karantina ini dilakukan untuk memudahkan petugas medis memantau kondisi
pasien, sekaligus mencegah penularan Covid-19 ke orang lain, termasuk petugas
medis yang bertugas merawat mereka.

Selama berada di ruang karantina, pasien positif Covid-19 akan menjalani


serangkaian pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatannya secara
menyeluruh. Pemeriksaan pun rutin dilakukan, seperti pengecekan sampel spesimen
setiap hari.

Dokter pun akan melihat kemungkinan adanya penyakit penyerta pada tubuh pasien
yang bisa meningkatkan status resiko dari pasien tersebut, seperti penyakit
hipertensi, diabetes, dan penyakit paru lainnya, seperti TBC, pneumonia dan
lainnya.
Sementara untuk kasus yang lebih parah (disertai dengan gejala penyakit lainnya),
dokter biasanya akan melakukan pemantauan intensif, termasuk memberi terapi
infus, dan oksigen tambahan. Jika pasien mengalami gagal nafas, petugas medis
akan melakukan intubasi atau memberikan alat bantu napas.

Perlu dicatat, hingga saat ini belum ada penelitian yang secara spesifik menjelaskan
langkah perawatan pasien infeksi Covid-19, jadi perawatan yang diberikan lebih
kepada usaha untuk meredakan gejala, dan upaya untuk meningkatkan sistem
kekebalan tubuh pasien.

Tidak Semua Pasien Harus Dirawat di Rumah Sakit

Catatan lainnya yang harus diperhatikan, tidak semua pasien positif Covid-19
harus dirawat di rumah sakit. Hal ini ditegaskan WHO dalam jurnal bertajuk ‘Home
care for patients with suspected novel coronavirus (COVID-19) infection
presenting with mild symptoms, and management of their contacts.

Di dalamnya sebutkan jika pasien Covid-19 dengan gejala ringan, seperti demam di
bawah 38 derajat celcius, tidak memiliki masalah pernafasan akut, dan masih bisa
melakukan aktivitas dengan normal, bisa melakukan karantina diri atau self
quarantine di rumah.

Berikut merupakan panduan self quarantine untuk pasien Covid-19 dengan gejala
ringan, yang melakukan perawatan di rumah, menurut WHO dan Kemenkes RI.

1. Tempatkan pasien dalam ruangan tersendiri. Pastikan ruangan tersebut punya


ventilasi yang baik.
2. Batasi pergerakan atau minimalnya berbagi di ruangan yang sama. Pastikan
ruangan bersama punya ventilasi yang baik.
3. Anggota keluarga yang lain sebaiknya tidur di kamar yang berbeda. JIka tidak
memungkinkan, jaga jarak minimal 1 meter dari pasien.
4. Sebaiknya pasien dirawat oleh satu orang yang benar-benar sehat, tidak punya
riwayat gangguan kesehatan yang berhubungan dengan masalah pernafasan
dan gangguan kekebalan tubuh.
5. Orang yang merawat atau melakukan kontak dengan pasien, wajib mencuci
tangan setiap melakukan kontak dengan pasien, atau benda yang digunakan
pasien.
6. Pasien dan orang yang merawatnya wajib mengenakan masker. Hal ini
dilakukan untuk mencegah penularan virus lewat cairan droplet.
7. Selama digunakan, masker tidak boleh dipegang. Jika sudah kotor atau lembab,
segera ganti dengan yang baru.
8. Perhatikan cara membuang masker bekas. Masker dibuka dari bagian belakang,
dan langsung buang ke tong sampah (jangan disentuh bagian depannya, tapi
boleh digunting). Setelah itu, wajib mencuci tangan dan gunting yang
digunakan.
9. Hindari melakukan kontak dengan cairan tubuh pasien, terutama cairan yang
keluar dari mulut, hidung dan tinja. Gunakan sarung tangan dan masker jika
akan melakukan kontak.
10. Masker dan sarung tangan hanya boleh digunakan satu kali, dan langsung
dibuang. Meski masker tersebut baru digunakan beberapa menit dan masih
terlihat baru.
11. Sediakan sprei, alat makan, dan perlengkapan mandi khusus untuk pasien
(termasuk sikat gigi). Anda wajib mencucinya dengan sabun setelah digunakan,
kemudian bilas di bawah air mengalir.
12. Pakaian, seprei, sarung bantal, handuk dan benda lainnya yang digunakan
pasien, sebaiknya dicuci dengan menggunakan sabun.

5. Setelah mencermati dan mempelajari materi “Protokol Penanganan Virus Corona” dari
materi alternative atau sumber lain,
a. Rancanglah media informasi sederhana tentang tahapan menerapkan protokol
penanganan virus Corona dalam media tertulis.
b. Bagaimana harus menanggapi secara bijak saat ada stigma di masyarakat tentang
virus corona?
Stigma dalam soal di atas lebih mengarah pada pandangan negatif masyarakat
tentang adanya virus Corona atau COVID-19. Pandangan atau pikiran negatif ini
yang seringkali menimbulkan sikap acuh, tidak percaya, tidak mengikuti arahan, dan
bahkan cenderung abai terhadap aturan.

Adanya stigma tentang COVID-19 dianggap sebagai bagian dari proses adaptasi
pemahaman masyarakat awam tentang wabah yang sedang menyebar. Hal ini wajar
dan sering terjadi pada fenomena yang 'tidak terbiasa' dialami oleh masyarakat.

Sebagai pihak-pihak yang sudah teredukasi, untuk mengurangi stigma tersebut


sebaiknya kita:

 Mengajak masyarakat khususnya anggota keluarga terdekat kita untuk selalu


mengikuti arahan perilaku pencegahan penyebaran virus, seperti mencuci
tangan dengan sabun; menjaga jarak (social distancing), dan mengurangi
aktivitas di luar rumah.
 Memberikan pemahaman yang mudah dimengerti tentang bahaya virus bagi
kesehatan.
 Menjelaskan gejala-gejala penyebaran virus.
 Melibatkan tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki peran dan status penting
agar arahan lebih ditanggapi.

Hal yang paling penting adalah memulai perilaku pencegahan dari diri sendiri,
karena edukasi yang terbaik bagi masyarakat adalah memberikan contoh oleh diri
kita sendiri.
Dengan semakin banyaknya orang yang memberi contoh, stigma dapat berkurang
dan berubah menjadi kewaspadaan.

6. Setelah mencermati dan mempelajari materi tentang Cara Hidup Sehat, rancanglah media
informasi sederhana tentang bagaimana mengimplementasikan cara hidup sehat.
(Dikerjakan dalam lembar terpisah). Materia media informasi memuat :
a. Menjaga kebersihan diri
b. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar
c. Cara menjaga kesehatan
d. Olahraga yang aman dan sehat
Pola hidup bersih dan sehat adalah kebiasaan yang penting untuk diterapkan. Perilaku
pola hidup bersih dan sehat termasuk dalam cara Anda merawat tubuh, menjaga
kebersihan lingkungan, kebiasaan mencuci tangan, dan lain-lain.
Pola hidup bersih dan sehat dapat diterapkan dengan cara-cara sederhana dan dimulai dari
lingkungan rumah Anda. Berikut ini adalah cara menerapkan perilaku hidup bersih dan
sehat di rumah, serta lingkungan sekitar yaitu:

1. Menerapkan Kebiasaan Cuci Tangan

Setiap hari Anda menyentuh kuman melalui tangan Anda tanpa disadari, karena itu
kebiasaan mencuci tangan adalah kebiasaan pola hidup sehat paling penting yang
harus diterapkan.

Anda harus mencuci tangan Anda saat melakukan aktivitas berikut ini:

 Anda ingin membuat makan.


 Sebelum dan sesudah makan.
 Sebelum dan sesudah melakukan aktivitas toilet.
 Setelah bersin.
 Setiap kali menyentuh makan.
 Setelah membersihkan sampah.
 Setelah mengganti popok bayi.
 Sebelum dan sesudah membersihkan luka.

Cuci tangan adalah kebiasaan kecil sederhana yang banyak manfaatnya untuk
kesehatan Anda dan orang-orang sekitar Anda.

2. Menjaga Kebersihan Toilet

Kebersihan toilet mengacu pada kebiasaan bersih sebelum dan sesudah Anda
melakukan aktivitas toilet. Anda diharuskan untuk mencuci tangan sebelum dan
setelah menggunakan kamar mandi.

Cuci tangan Anda dengan sabun dan gosok selama 30 detik. Pastikan Anda mencuci
bersih hingga ke sela jari-jari Anda, punggung tangan, dan bagian bawah kuku. Bilas
sampai bersih lalu keringkan. Bila perlu, Anda juga dianjurkan untuk mencuci tangan
dengan pembersih tangan yang memiliki bahan dasar alkohol 60%.

Selain itu, perhatikan kebersihan kamar mandi Anda dan alat-alat terkait aktivitas
kamar mandi. Buang dan siram kotoran dengan benar serta bersihkan kamar mandi
setidaknya satu minggu sekali.

3. Menjaga Kebersihan Mulut dan Gigi

Cara menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di rumah adalah dengan
memerhatikan kebersihan mulut dan gigi Anda. Sebaiknya gosok gigi Anda setidaknya
dua kali sehari. Menggosok gigi dengan benar setelah makan dan sebelum tidur sangat
dianjurkan untuk mencegah berbagai penyakit gigi.
Bila perlu, Anda juga disarankan untuk menggunakan obat kumur untuk mencegah
kuman dan bakteri tumbuh di sela-sela gigi. Selain itu, cek kesehatan gigi Anda secara
rutin setiap 6 bulan sekali di dokter gigi untuk mencegah kerusakan gigi.

4. Menjaga Kebersihan Tubuh

Pola hidup sehat dan bersih yang paling penting adalah untuk menjaga kebersihan
tubuh secara keseluruhan dengan mandi teratur setiap hari. Manfaat mandi adalah
untuk menghilangkan bakteri, minyak, kuman, serta sel-sel kulit mati di tubuh Anda.

Selain itu, mandi juga akan menghilangkan bau tidak sedap alami yang diproduksi
oleh tubuh, terutama setelah Anda melakukan aktivitas berat di luar ruangan.

5. Menjaga Kebersihkan Ruangan

Sebagian orang mungkin malas membersihkan rumah, padahal ini adalah salah satu
hal penting untuk menjaga kesehatan Anda dan keluarga. Ruangan yang kotor
menyimpan banyak debu, kuman, bakteri, dan kotoran lainnya yang meningkatkan
risiko berbagai penyakit.

Anda dianjurkan untuk membersihkan rumah setiap hari. Rumah yang bersih dan sehat
akan meningkatkan suasana hati dan kualitas hidup Anda.

6. Menjaga Kebersihan Saat Anda Sakit

Bila Anda sedang tidak enak badan atau terkena penyakit umum lainnya, Anda harus
peka untuk tidak menyebarkan bakteri atau virus terkait ke orang lain.

Cara menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di rumah, yaitu:

 Tutup mulut dan hidung Anda saat Anda bersin.


 Tidak berbagi makanan atau peralatan makan Anda saat Anda sedang batuk atau
pilek.
 Menggunakan masker.
 Tidak membuang ingus sembarangan saat sedang pilek.

Pola kebiasaan baik tersebut dapat membantu diri Anda dan orang sekitar agar tidak
tertular penyakit serupa.

7. Menjaga Kebersihan Kuku

Kebersihan kuku sering disepelekan oleh kebanyakan orang, padahal kuku dapat
menjadi media kuman-kuman yang kemudian terpapar ke benda atau makanan yang
Anda sentuh. Jangan lupa untuk potong kuku secara teratur dan menyikat kotoran dan
kuman yang biasanya tersangkut di sela-sela kuku.
Memerhatikan kebersihan kuku dapat membantu Anda untuk mencegah paparan dan
penyebaran kuman ke mulut dan bagian tubuh lainnya. Selain itu, hindari kebiasaan
buruk menggigiti kuku Anda.

8. Tidak Merokok di Dalam Rumah

Kebiasaan merokok tidak hanya membahayakan kesehatan perokok tersebut, namun


juga orang-orang di sekitarnya yang disebut juga dengan perokok pasif. Terlebih lagi
apabila Anda merokok di dalam rumah karena asap dan bahan kimia dari rokok akan
menempel di dalam ruangan dan terhirup oleh semua orang yang berada di sana.

Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), terdapat sekitar 890.000 kasus
kematian perokok pasif. Bila Anda perokok, sebaiknya segera mencari cara berhenti
merokok karena membahayakan diri dan orang lain.

9. Memberantas Jentik Nyamuk

Cara menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di rumah yang selanjutnya adalah
dengan memberantas jentik nyamuk serta membersihkan tempat-tempat yang mungkin
menjadi sarang nyamuk.

Berikut ini adalah cara memberantas nyamuk yang digalakkan oleh pemerintah dalam
gerakan 3M, yaitu:

 Menutup tempat penampungan air.


 Menguras tempat penampungan air.
 Mengubur atau mendaur ulang barang bekas.

Cara ini dinilai efektif untuk memberantas jentik nyamuk yang memaparkan berbagai
penyakit berbahaya seperti malaria dan aedes aegepty.

10. Menjaga Kebersihan Rambut

Pola hidup sehat juga mencakup kebersihan rambut Anda. Anda disarankan untuk
mencuci rambut Anda minimal dua kali dalam satu minggu. Manfaat keramas adalah
untuk membersihkan penumpukan kulit mata, bakteri, dan residu berminyak di kulit
kepala yang dapat mengiritasi. Kebersihan rambut juga mencerminkan kepribadian
Anda.

11. Menerapkan Pola Makan Sehat

Selain pola hidup sehat, Anda juga harus menerapkan pola makan sehat dengan
mengurangi makanan siap saji dan memperbanyak konsumsi makanan alami seperti
buah dan sayur.
Buah dan sayur memiliki segala nutrisi dan vitamin yang Anda butuhkan untuk
kekebalan tubuh dan kesehatan tubuh secara umum. Selain itu, pastikan juga Anda
menggunakan bahan makanan dan minuman yang bersih, serta mengolahnya dengan
cara yang benar.

12. Olahraga Teratur

Kurang olahraga meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit seperti stroke,


penyakit jantung, kanker, diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dll. Anda
disarankan untuk olahraga ringan setidaknya dua kali dalam seminggu karena banyak
sekali manfaat olahraga untuk kesehatan. Seperti yoga, jogging, aerobik, lompat tali.

13. Menjaga Kebersihan Lingkungan Sekitar

Kebersihan lingkungan merupakan keadaan bebas dari kotoran, termasuk di dalamnya,


debu, sampah, dan bau. Langkah-langkah untuk menciptakan lingkungan yang bersih :

1. Memberikan kesadaran tentang arti penting lingkungan yang bersih kepada


masyarakat, terutama pada anak-anak agar kesadaran tersebut bisa tumbuh sejak
usia dini. Membiasakan hidup bersih sejak usia anak-anak tentu lebih
membuahkan hasil yang luar biasa daripada pembiasaan diri pada usia setelahnya.
Alasannya tentu saja berkaitan dengan kesadaran yang berhasil muncul melalui
kebiasaan. Anak-anak tidak perlu diperintah ataupun dipaksa untuk senantiasa
menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Mereka diberi contoh dan
pemahaman akan pentingnya kebersihan, maka hal itu akan menancap dan
dilakukan dengan maksimal dan sebaik mungkin dalam kehidupannya. Mereka
akan terus mengingat dengan baik hal positif yang sering dilakukannya dengan
kesadaran tanpa adanya rasa takut, khawatir ataupun was-was jika belum berhasil
melakukan upaya menjaga kebersihan. Mereka akan terus belajar dan berlatih
karena lingkungan sekitarnya memberikan contoh dan pemahaman dengan benar.
2. Buatlah tempat sampah yang memisahkan antara sampah organik dan non
organik. Hal ini penting dilakukan agar memudahkan upaya untuk menanggulangi
timbunan sampah. .Jika sampah organik berhasil dipisahkan, maka akan mudah
untuk merencanakan langkah positif terhadap sampah. Sampah adalah komponen
yang begitu dekat dengan kehidupan manusia. Dan seringkali dalam
pembuangannya menimbulkan banyak permasalahan. Untuk itu, haruslah
dipikirkan cara yang paling tepat untuk dapat mengelola sampah ini termasuk
dalam pembuangan mulai dari tahap di rumah tangga sampai di tempat
pembuangan terkahir. Atau juga bagaimana cara untuk mendaur ulang sampah
agar masih dapat untuk dipergunakan kembali.
3. Buatlah jadwal rutin untuk melakuan aktivitas pembersihan lingkungan secara
terjadwal. Melalui jadwal, maka kita akan membiasakan diri disiplin menjaga
kebersihan lingkungan. Tidak masalah meski ada kendala di tengah
pelaksanaannya. Tapi hal penting adalah keseriusan dan keberlanjutan hidup
bersih serta sehat Kita tak akan mendapatkan atau merasakan manfaat dari
lingkungan yang bersih tanpa adanya kemauan dari diri kita sendiri untuk
melakukan pembersihan lingkungan. Dan hal ini seharusnya dijadikan sebagai
sebuah kebiasaan hidup. Bukan lagi sebagai hal yang hanya dilakukan sesekali
namun haruslah dijadwal atau diagendakan secara rutin.
4. Buatlah sebuah aktivitas kreatif untuk mengelola sampah non organik menjadi
sebuah benda yang bersifat produktif dan bisa menghasilkan uang. Hal ini dapat
diketahui beragam informasinya melalui beragam media, baik cetak maupun
online. Sejatinya saat ini telah banyak ditemukan ide kreatif untuk mengelola
kembali sampah menjadi barang yang lebih berguna. Kita dapat mencontoh ide
yang sudah ada atau memikirkan ide lain yang berbeda. Poin yang terpenting
adalah bahwa sampah tersebut dapat untuk kembali diolah tanpa memberikan
beban yang lebih bagi alam dan lingkungan.
5. Biasakan untuk membuang sampah pada tempatnya. Hal ini akan sangat
bermanfaatjika diberikan juga kepada anak-anak, sehingga akan menjadi sebuah
pola perilaku yang tercipta di bawah sadar. Seperti yang telah disebutkan bahwa
masalah sampah adalah masalah yang klasik. Namun dapat dipercahkan dengan
banyak hal yang sederhana. Dengan membiasakan untuk membuang sampah ke
tempat sampah yang benar adalah hal awal untuk menanggulangi masalah sampah
ini.

7. Setelah mencermati dan mempelajari tentang virus Corona dan merebaknya informasi di
berbagai media yang belum tentu kejelasannya atau kebenarannya. Jika menjadi Agen
Informasi Covid-19, Jelaskan bagaimana cara bersosialisasi yang bijak di masyarakat
agar tindakan dan informasi yang disampaikan saat bersosialisasi membantu pencegahan
menyebarnya wabah penyakit yang disebabkan virus Corona?
Memberitahukan masyarakat akan karakter dari virus corona ini, serta tips-tips akan tidak
tertular virus ini. Peran sosialisasi juga harus dalam komando pihak berwenang, namun untuk
operator lembaga-lembaga swadaya masyarakat dan institusi kemasyarakatan juga perlu untuk
ikut ambil bagian karena dirasa sangat penting untuk menekan kepanikan dan menumbuhkan
ketenangan di lingkungan tempat tinggal di tengah merebaknya pemberitaan akan virus corona
yang simpang siur. Dalam sosialisasi tentang virus corona ini dapat dibagi menjadi beberapa sesi,
yaitu sebagai berikut :

Sesi pertama dalam sosialisasi ini adalah penyampaian fakta tentang virus corona (Covid-19) dan
bagaimana perbedaannya dengan bakteri, sehingga para siswa dapat mengetahui perbedaannya
dan dapat melakukan penanggulanganya dengan baik.

Sesi kedua yaitu penyampaian bagaiamana cara mencuci tangan yang baik dan benar. Hal ini
bertujuan supaya sosialisasi ini dapat memiliki jangkauan yang luas.

Selanjutnya sesi tanya jawab dan diakhiri dengan penutupan, dan penyampaian kesimpulan.