Anda di halaman 1dari 41

MAKALAH PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN

PENGOLAHAN DAN KEWIRAUSAHAAN BAHAN NABATI DAN HEWANI

MENJADI MAKANAN INTERNASIONAL

Disusun Oleh :

Fayza Fadhillatunnizar (10)

XI-Mipa 3

SMA NEGERI 4 KOTA TASIKMALAYA

Jl. Letnan Kolonel Re Jaelani, Cilembang, Kec. Cihideung, Tasikmalaya, Jawa


Barat 46123
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat
dan karunia-Nya sehingga makalah Pengolahan dan Kewirausahaan Bahan Nabati
dan Hewani Menjadi Makanan Khas Internasional ini dapat diselesaikan dengan baik.
Tidak lupa shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Rasulullah Muhammad
SAW, keluarganya, sahabatnya, dan kepada kita selaku umatnya.
Makalah ini saya buat untuk melengkapi tugas mata pelajaran Prakarya dan
Kewirausahaan. Saya juga menyadari pentingnya akan sumber bacaan dan referensi
internet yang telah membantu dalam memberikan informasi yang akan menjadi bahan
makalah.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing yang telah
memberikan arahan serta bimbingannya selama ini sehingga penyusunan makalah
dapat dibuat dengan sebaik-baiknya. Saya menyadari masih banyak kekurangan
dalam penulisan makalah Pengolahan dan Kewirausahaan Bahan Nabati dan Hewani
Menjadi Makanan Khas Internasional ini sehingga kami mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan makalah ini.
Saya mohon maaf jika di dalam makalah ini terdapat banyak kesalahan dan
kekurangan, karena kesempurnaan hanya milik Yang Maha Kuasa yaitu Allah SWT,
dan kekurangan pasti milik kita sebagai manusia. Semoga makalah Pengolahan dan
Kewirausahaan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Makanan Khas Internasional ini
dapat bermanfaat bagi kita semuanya.

Tasikmalaya, April 2020

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………….
DAFTAR ISI………………………………………………………………………....
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………
A. Latar Belakang………………………………………………………………….
B. Rumusan Masalah………………………………………………………………
C. Tujuan…………………………………………………………………………...
BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………………......
1. Pengertian dan Karakteristik Makanan Internasional……………………………
2. Perbedaan Makanan Kontiental dan Oriental……………………………………
3. Jenis – jenis Makanan Khas Tiap Negara……………………………………….
4. Jenis – jenis Makanan Khas Negara Austria…………………………………….
5. Sejarah – sejarah Makanan Khas Negara Austria……………………………….
6. Bahan – bahan Yang Di butuhkan Dalam Pembuatan Wiener Schnitzel Dari
Negara Austria……………………………………………………………………
7. Cara Pembuatan Makanan Internasional Wiener Schnitzel Khas Negara
Austria……………………………………………………………………………
8. Pertimbangan Membuka Usaha Penjualan Makanan Khas Internasional……….
9. Faktor – factor Yang Di butuhkan Dalam Usaha Makanan Internasional………
10. Teknik Pengemasan Makanan………………………………………………….
11. Cara Promosi Penjualan……………………………………………………….
BAB III PENUTUP……………………………………………………………………
Kesimpulan………………………………………………………………………….
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Selama hidupnya, manusia selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan
pokoknya yaitu sandang, pangan, dan papan. Dalam upaya untuk memenuhi
kebutuhannya akan makanan, manusia mengerahkan kemampuannya untuk
memanfaatkan bahan makanan nabati dan hewani dari lingkungan sekitarnya
menjadi berbagai jenis masakan dengan cita rasa tinggi. Tuhan telah
menciptakan manusia dari berbagai bangsa sehingga muncullah berbagai jenis
masakan. Pada awalnya berbagai jenis masakan tersebut hanya bisa dinikmati
di negara asalnya. Namun, berkat kemajuan teknologi, manusia tidak lagi hanya
beraktivitas di satu tempat. Seringkali mereka harus melakukan aktivitas di luar
daerah asalnya sehingga timbullah interaksi antar daerah bahkan antar negara.
Demikian juga dengan masakan khas dari suatu negara. Para pelaku
perjalanan seringkali membawa masakan asal daerahnya ke tempatnya yang
baru. Sehingga saat ini kita bisa menikmati berbagai jenis masakan yang berasal
dari negara lain di lingkungan sekitar kita. Makanan khas internasional adalah
makanan yang biasa di konsumsi di suatu negara. Makanan yang dibuat
biasanya mencerminkan karakter masyarakatnya.
Banyaknya turis-turis yang datang dari mancanegara ke Indonesia. Bagi
yang suka memasak hal ini menciptakan peluang yang sangat besar untuk
membuat usaha makanan internasional. Banyak jenis makanan internasional
yang dapat kita jadikan peluang usaha. Indonesia kaya akan berbagai jenis
bahan pangan, baik nabati maupun hewani. Hal itu dapat dimanfaatkan untuk
membuat berbagai jenis makanan internasional baik yang asli maupun yang
sudah dimodifikasi supaya sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia atau
menjadi jenis masakan baru yang membuat penasaran bagi turis asal negara
lain.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan
dibahas di dalam makalah tentang Kewirausahaan Pengolahan dan
Kewirausahaan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Makanan Khas
Internasional ini adalah sebagai berikut:
1. Perbedaan makanan kontiental dan oriental?
2. Sebutkan makanan khas tiap negara!
3. Sebutkan makanan khas negara Austria!
4. Bagaimana sejarah dari makanan khas negara tersebut?
5. Bagaimana cara pengolahan makanan Wiener Schnitzel?
6. Bagaimana pertimbangan dalam membuka usaha penjualan makanan
internasional
7. Faktor apa yang dibutuhkan dalam usaha makanan internasional?
8. Bagaimana Teknik pengemasan makanannya?
9. Bagaimana promosi penjualannya?

C. Tujuan
Adapun tujuan dalam penulisan makalah tentang Pengolahan dan
Kewirausahaan Bahan Nabati dan Hewani Menjadi Makanan Khas
Internasional ini adalah sebagai berikut:
1. Menyatakan tentang keanekaragaman olahan makanan internasional.
2. Menyatakan tentang pengolah salah satu makanan khas Austria.
3. Menyatakan tentang pertimbangan dalam mambuka usaha penjualan
makanan internasional.
4. Menyatakan tentang teknik pengemasan makanan.
5. Menyatakan tentang proosi penjualan.
BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian dan Karakteristik Makanan Internasional


Makanan internasional dibagi menajadi 2, yaitu masakan kontinental
dan masakan oriental. Perbedaan kedua jenis makanan ini dapat kita temui
dalam beberapa hal, seperti perbedaan dalam susunan makanan utama, teknik
pengolahan, dan tata cara penyajiannya. 
a. Masakan kontinental adalah masakan yang asalnya dari negara yang
memiliki daratan yang luas, seperti Amerika, Australia, atau
Prancis. Makanan Kontinental merupakan makanan dari Benua Eropa
dengan dengan ciri – ciri sebagai berikut;

1. Eropa Barat.
Eropa barat dengan wilayah, Prancis, Jerman, Belanda, Swiss, dan
Belgia memiliki selera makan yang sama dengan bumbu yang sering
digunakan yaitu seperti merica dan garam.
2. Eropa Timur.
Eropa timur dengan wilayah, Rumania, Romawi, Yunani,
Yogoslavia, dan Chekoslovakia, memiliki selera makan yang
menggunakan bumbu yang tajam dari rempah seperti Lada.
3. Eropa Selatan.
Eropa Selatandengan wilayah, Spanyol, Italia dna Potrugal,
memiliki selera makan yang pada umumnya berbumbu tajam seperti
lada dan kayu manis.

Bumbu yang banyak digunakan orang eropa yaitu bumbu herb, dan garam
serta tidak menyukai vetsin. Teknik pengolahan makanannya pun sangat
mudah, singkat dan cepat. Penyajian makanan kontinental dalam suatu
hidangan dilakukan sesuai dengan susunan menu, yaitu susunan makanan
dan minuman untuk satu kali makan yang terdiri dari berbagia jenis
makanan dan dimakan secara bergiliran yang disebut dengan
kosis/courses dan memiliki urutan tertentu.Menu sederhananya hanya
dapat berupa satu atau dua giliran santapan saja namun dapat terdiri dari
bermacam masakan yang tersaji berturut–turut menurut urutan yang
sudah ditentukan.
Berikut ini contoh urutan masakan continental:
 Appetizer cold or hot hor’s deeuvre (Santapan awal dingin atau
panas),
 Sup (soup),
 Entrée
 Santapan Utama (maindish) yang bisa berupa ikan, daging, atau
ayam,
 Santapan penutup (dessert),
 Keju (cheese), 
 Buah (fruits),
 Kopi (coffee), dan
 Likeur (ligour).
Ketentuan – ketentuan yang perlu diperhatikan mengenai urutan
atau giliran dari santapan tersebut adalah sebagai berikut;

 Pada menu yang besar, dapat dihidangkan 2 macam sup agar para
tamu dapat memilih antara sup yang berwarna muda atau sup yang
berwarna tua yang biasanya lebih tajam rasanya.
 Masakan dengan aroma yang lebih tajam disajikan sesudah giliran 
pertama dalam menu,
 Hidangan yang dingin disajikan setelah hidangan panas dari bahan
yang sama, kecuali hors d’oeuvre yang selalu berada pada giliran
pertama dalam menu,
 Sajian sayuran diberikan antara 2 macam sajian daging atau sesudah
1 sajian daging,
 Sajian ikan atau daging yang dingin merupakan giliran terakhir
sebelum santapan.

Pada masa sekarang ini, susunan menu makanan kontinental


telah diperkecil menjadi 4 urutan giliran yaitu, 
a. Appetizer yaitu hidangan pemuka yang menjadi penghantar untuk
menikmati hidangan utama yang berfungsi untuk membangkitkan
selera atau rangsangan nafsu makan. Makan pembuka dapat berupa
makanan panas seperti canape, fritters, atau soup, atau makan
dingin seperti Salad, Chilled fruit, Cocktail dan juga terkadang yang
berasa pedas.,
b. Soup,
c. Main course adalah hidangan pokok dari suatu susunan menu
lengkap dengan porsi yang lebih besar dari menu pembuka. Makan
utama disajikan lengkap terdiri dari makanan yang berkarboidrat,
protein, lemak, vitamin dan mineral sebagai berikut :
- Karbohidrat seperti kentang, nasi, dan pasta,

- Protein dan lemak , seperti daging, unggas, ikan dan telur, dan

- Vitamin dan mineral, seperti sayuran


d. Dessert atau disebut juga pencuci mulut, berfungsi untuk
menghilangkan kesan dari hidangan sebelumnya yang umumnya
bersifat manis. Makanan penutup terdiri dari 3 jenis, yaitu sebagai
berikut :
- Hot dessert, seperti kue sus isi manis, cake, puding roti, puding
karamel, pancakes, dan lainnya,
- Cold dessert, seperti berbagia jenis puding, cocktail dan lainnya,
- Frozen dessert, seperti berbagai macam ice cream, sorbet,
punch, dan lainnya.

e. Makanan oriental adalah perpaduan dari beberapa resep masakan di


Asia yang mudah dikenali dari tampilan, aroma dan rasanya sebab
masakan oriental selalu menggunakan bumbu utama seperti bawang
putih, kecap ikan, asin, saus tiram, tomat, wijen dan lainnya.
Makanan oriental ini terdiri dari negara India, China, Jepang,
dan Korea serta Asia Tenggara termasuk Indonesia yang dikaitkan
denganBudaya dan Tradisi sejarah yang sangat menonjol.
Jenis bahan pangan yang membentuk makanan yang sangat
khas dari berbagai negara Asia ini termasuk cara pengolahan,
bagaimana menghidangkan dan kebiasaan makan sesuai dengan
tradisi dari masing-masing negara.

Umumnya makanan negara Asia adalah makanan yang


sehat, menu makanan jepang misalnya menjamin untuk
menghindari penyakit jantung, kelebihan berat badan dan
lainnya.Makanan negara China yang kebanyakan
menggunakan teknik mengukus dan tumis, bisa menjamin
mengurangi jumlah kalori dan kandungan kolestrol. Demikian
pula makanan yang berbumbu tajam dari negara India dan
Pakistan dan Asia Tenggara umumnya yang banyak
memakai bumbu bawang putih, jahe serta bumbu lain yang terbukti
untuk kesehatan.

Makanan oriental memiliki ciri-ciri sebagai berikut:


1. Susunan makanan utamanya merupakan penghidangan yang
berdiri sendiri yang terdiri dari:makanan pokok, lauk-pauk,
sayuran dan buah-buahan.
2. Makanan pokok terdiri makanan yang memiliki sumber
karbohidrat lebih banyak dibandingprotein hewani yaitu beras,
mie, jagung dan lain-lain.
3. Lauk pauk : Terdiri dari protein hewani dan nabati dan
jumlah porsinya lebih sedikit dibanding makanan pokok.
4. Sayuran Oriental : Susunannya berdiri sendiri, standarisasi
(porsi) berat belum ada.
5. Bumbu Oriental : Menggunakan bumbu segar yang langsung
diracik.
6. Teknik pengolahan Oriental : Kompleks dan lama.
7. Tata cara penyajian Oriental : makanan oriental lebih simple
karena dihidangkan bersamaan dengan alat makan yang sama
dan di gunakan untuk makanan yang berbeda-beda.

2. Perbedaan Makanan Kontiental dan Oriental


Perbedaan antara masakan kontinental dan oriental dapat dijumpai
dalam beberapa hal, seperti Perbedaan dalam Susunan makanan utama,
Teknik pengolahan dan Tata cara penyajian.

Perbedaan antara masakan kontinental dan oriental dalam Susunan


makanan utama
 Continental : Merupakan satu rangkaian terdiri : protein hewani,
makanan pokok, sayuran
 Oriental : Merupakan penghidangan yang berdiri sendiri terdiri dari :
makanan pokok, lauk-pauk, sayuran
Perbedaan antara masakan kontinental dan oriental dalam Makanan
pokok
 Continental : Kentang, porsi karbohidrat lebih sedikit dari pada protein
hewani
 Oriental : Beras, mie, jagung porsi sumber karbohidrat lebih banyak dari
protein hewani

Perbedaan antara masakan kontinental dan oriental dalam Lauk pauk


 Continental : Daging,  porsi protein hewani merupakan makanan utama
lebih banyak dari makanan pokok
 Oriental : Terdiri dari protein hewani dan nabati, jumlah porsi lebih sedikit
dari pada makanan pokok

Perbedaan antara masakan kontinental dan oriental dalam Sayuran


 Continental : Merupakan satu rangkaian dalam makanan utama dan
jumlah porsi sama dengan karbohidrat
 Oriental : Susunannya berdiri sendiri, standarisasi berat belum ada

Perbedaan antara masakan kontinental dan oriental dalam Bumbu


 Continental : Menggunakan bumbu instan, siap pakai berupa bumbu
kering
 Oriental : Menggunakan bumbu segar, langsung diracik

Perbedaan antara masakan kontinental dan oriental dalam Teknik


pengolahan
 Continental : Simple, singkat atau cepat
 Oriental : Kompleks dan lama

Perbedaan antara masakan kontinental dan oriental dalam Tata cara


penyajian
 Continental : Pelayanan bertahap, alat makan berbeda tiap jenis makanan
dan dihidangkan sesuai giliran
 Oriental : Lebih simple,  dihidangkan bersamaan dengan alat makan yang
sama untuk makanan berbeda dan dilaksanakan sekaligus

Perbedaan antara masakan kontinental dan oriental dalam


Struktur menu
 Continental : Menu klasik 13 giliran, Menu modern 3 – 5 giliran
 Oriental : Terdiri dari makanan pokok, lauk dan sayuran

3. Jenis - jenis Makanan Khas Tiap Negara


1. Republik Kuba
a. Mediance

Medianche adalah sebuah makanan yang sangat populer  karena


tampilannya yang sangat menggugah selera makan anda. Selain itu,
untuk rasa dari masakannya juga sangat enak sekali dan dijamin akan
memanjakan lidah anda. Medianche adalah makanan yang  terbuat dari
bahan utama daging babi yang dipanggang, ham, keju swiss dan
pickles. Makanan ini juga bisa disebut dengan Cuba Sandwich yang 
tidak jauh enaknya.

b. Fricas De Pollo
Makanan Fricas de Pollo adalah sebuah makanan yang berupa rebusan
ayam ala negara Kuba. Rebusan ayamnya tidak sembarangan loh.
Anda harus mencampur ayam rebus dengan bumbu alcaparado  carpers
dan kismis. Perpaduan berbagai makanan tersebut menciptakan
rasa makanan khas Kuba yang sangat  enak dan dijamin akan
menggoyang lidah.

c. Ropa Vieja

Ropa Vieja adalah makanan ya g berbahan dara nasi, minyak zaitun,


dan capers. Makanan. Ini mempunyai tampilan yang hampir mirip
dengan nasi goreng empal di Indonesia. Namun, bumbu yang
digunakan lebih pekat dan nampol terasa.

2. Austria
a. Goulash
Makanan berupa daging sapi rebus dengan potongan tomat, sayuran,
paprika, dan bawang bombay ini sebenarnya berasal dari Hongaria.
Namun, Hongaria pernah menjadi bagian dari kekaisaran Austro-
Hongaria yang merangkum Austria, Hongaria, dan sebanyak negara
lainnya, sehingga tak heran bila menu Goulash juga menjadi menu
favorit di Austria. Goulash di Austria biasanya disajikan bersama
dengan Semmelknödel, yaitu bola-bola pangsit yang biasanya terbuat
dari roti atau kentang.

b. Wiener Schnitzel

Potongan daging tipis yang dibalur dengan tepung roti dan digoreng
dengan kiat direndam dalam minyak panas ini merupakansalah satu
menu makanan favorit di Austria. Ada sekian banyak macam daging
yang ditawarkan, mulai dari daging ayam, babi, hingga daging
kalkun. Meski begitu, menu schnitzel yang klasik seringkali memakai
daging sapi muda yang dipotong sangat tipis, sehingga terasa empuk
saat dimakan
c. Kaiserschmarrn

Satu lagi makanan pencuci mulut yang harus kita coba saat ke
Austria, yaitu Kaiserschmarrn atau pancake Kaisar. Kenapa disebut
pancake Kaisar? Karena memang makanan yang satu ini merupakan
makanan favorit Kaisar Austria, Franz Joseph. Ketika membuat
pancake ini, potongan apel dan bahan-bahan lainnya dicampurkan,
seperti kismis dan kacang-kacangan. Saat dimasak, pancake ini
kemudian disobek-sobek menjadi sebanyak bagian. Setelah makan,
pancake pun disajikan dengan taburan gula halus dan selai buah.
Sangat lezat.

3. Rusia
a. Kholodest

Kholodets, atau yang biasa disebut studen di berbagai wilayah lain di


Rusia ini merupakan makanan khas Rusia yang berbentuk puding
namun berisian daging.
Kholodets juga biasa disebut dengan puding daging dari Rusia.
Berasal dari kata “kholod” yang berarti dingin, merupakan hidangan
yang terdapat pada musim dingin. Walaupun berbentuk puding, tapi
kholodets ini merupakan menu utama karena adanya daging di
dalamnya. Pembuatan dari kholodets ini tidak menggunakan gelatin
sebagai bahan baku pembuatan agar. Bahan utamanya ialah hanya
terdiri dari daging dan juga kaldu.

b. Beef Stroganoff

Makanan khas Rusia ini merupakan sajian dari daging sapi. Citarasa
yang didapat ketika menikmati stroganoff adalah citarasa yang gurih,
asin, pedas, dan sedikit asam. Yup, rasa asam didapatkan dari
penggunaan saus khas Rusia yaitu smetana yang bercitarasa asam.
Daging sapi yang telah disiapkan kemudian ditumis bersama saus
smetana, paprika, bawang bombay, dan bubuk oregano. Stroganoff
tidak hanya dapat dimasak dengan daging sapi, namun jika tidak ada
daging sapi, kita dapat juga menggunakan ayam dan jamur.
c. Honey Cake atau Medovik

Honey cake dari Rusia atau biasa disebut Medovik ini merupakan


hidangan penutup atau dessert. Tekstur dari medovik ini tentunya
sangat lembut dan berlapis. Medovik terbuat dari adonan kue yang
dicampur dengan madu. Dalam membuatnya, medovik ini biasanya
terdiri dari 5-10 lapisan kue yang lembut dan dicampur dengan krim
dan madu. Dalam penyajiannya, medovik ini diberi topping taburan
kacang yang sudah dihancurkan. Selain menambah kekayaan citarasa,
taburan kacang tersebut juga membuat paduan tekstur yang lembut dan
renyah.

4. Turki
a. Lahmacun

Satu lagi makanan khas Turki yang serupa dengan pizza. Lahmacun
juga terbuat dari adonan roti yang diberi aneka topping seperti daging
cincang serta sayuran seperti tomat, bawang bombay, serta peterseli,
lalu di panggang. Bedanya dengan Pide, bagian pinggir lahmacun tak
dilipat sehingga masih bulat seperti pizza. Untuk menikmati lahmacun,
tambahkan lagi bermacam topping segar pada bagian tengahnya seperti
sayuran, acar, tomat, paprika, bawang bombay, daun selada serta
terong bakar. Kemudian taburkan air perasan lemon, ayran, atau
salgam. Bila ingin pedas, Anda dapat juga menaburkan serpihan cabai
kering di atasnya. Kemudian baru digulung seperti kebab dan
lahmacun siap untuk dinikmati.

b. Dolma

Penampilannya sedikit menyerupai lemper khas Indonesia. Akan


tetapi, bila lemper dibungkus dengan daun pisang, maka daun sebagai
pembungkus makanan ini dapat di makan. Nama kuliner khas Turki
ini yaitu Dolma. Sayuran yang umum dipakai untuk membuat Dolma
ini yaitu terong, paprika, tomat, kol serta daun anggur. Isi dari dolma
ini yaitu nasi serta daging yang dicincang. Lalu, dolma akan di kukus
sampai matang sebelum dihidangkan.

c. Pide

Ternyata Anda dapat juga menjumpai pizza ketika sedang ada di


Turki lho. Pide adalah pizza khas Turki yang mempunyai bentuk
seperti daun yang sangat panjang. Sama dengan pizza biasanya,
topping Pide terdiri dari daging cincang, paprika, serta keju. Pide ini
sangat pas untuk di nikmati ketika sedang bersantai serta berbincang
bersama rekan maupun kerabat.

5. Korea Selatan
a. Bibimbap

Jika diartikan, maka bibimbap berarti nasi campur dan sesuai dengan
namanya itu memang makanan korea ini merupakan nasi yang
dicampur dan diaduk dengan berbagai macam lauk pauk yang ada di
atasnya. Biasanya pada saat penyajiannya, bibimbap belum dalam
keadaan teraduk, lauk pauk disusun dengan cantik di atasnya dan
pelanggan harus mengaduk sendiri nasi beserta lauk pauknya itu.
Disebutkan bahwa biasanya ada 7 macam jenis sayuran yang ada
dalam bibimbab yang kemudian dicampur dengan daging dan telur
atau tahu. Makanan ini harus langsung dilahap dalam keadaan hangat
sehingga rasanya lebih lezat.

b. Sundubu Jigge

Sundubu jjigae ini adalah makanan korea yang berupa sup.


Kebanyakan sup yang dibuat di Korea bercitarasa pedas, begitu juga
dengan sup yang satu ini. Sundubu jjigae memiliki isian di dalamnya
yaitu tahu yang bertekstur amat lembut sehingga di Korea disebut
dengan tahu sutera. Selain itu ada beberapa sayuran di dalamnya dan
kaldu supnya sendiri terbuat dari kaldu daging sapi yang sangat lezat
dan bercitarasa.

c. Bungoeppang

Bungoeppang adalah kue manis berbentuk ikan yang di dalamnya


terdapat selai kacang merah. Biasanya disajikan dalam keadaan panas
seperti bakpao. Pada saat musim dingin makanan ini sangat populer
dan banyak dijual oleh warung-warung di pinggir jalan.
Memakannya dalam keadaan panas di musim dingin tentunya bisa
membantu Anda agar tetap hangat. Karena bentuknya yang unik
inilah yang membuat banyak orang merasa penasaran dengan
makanan korea ini. Bungeo yang ada dalam nama kue inilah yang
berarti ikan sejenis ikan koki sesuai dengan bentuknya.

6. Swiss
a. Berner Platte

Berner Platte yang terbuat dari sosis dan daging. Daging sapi dan
daging babi adalah dua jenis daging yang biasanya digunakan untuk
membuat makanan khas ini. Berner Platte akan menjadi lebih nikmat
ketika dipadukan dengan kacang dan kentang. Oleh karena itu, anda
sebaiknya memanfaatkan masa-masa liburan anda di Swiss dengan
berburu makanan khas disana dan jangan lupa untuk mencoba Berner
Platte sebagai makanan favorit bagi para penggemar daging.

b. Risotto Saffron

Risotto Saffron, anda bisa datang ke Ticino sebagai wilayah yang


cukup terkenal dengan makanan khas ini. Saffron sendiri merupakan
sebuah nama tanaman yang menjadi makanan yang sangat penting
untuk kuliner tradisional di Negara ini dan biasanya disajikan
bersamaan dengan sosis mentah, sosis luganighe, anggur merah, serta
rempah rempah. Cara pembuatan Risotto Saffron juga tidak sulit dan
hanya terdiri dari bawang, keju, anggur, kunyit, dan bawang.

c. Zürcher Geschnetzeltes

Zürcher Geschnetzeltes makanan khas Swiss yang terbuat dari bahan


utama daging sapi muda. Kemudian daging sapi di potong tipis-tipis
dan dimasak dalam saus krim yang kadang-kadang dicampur dengan
jamur. Makanan ini biasa disajikan dengan keju dan roti.
7. Prancis
a. Bouillabaisse

Kuliner tersebut berasal dari Kota Marseille, Perancis. Diambil dari


kata “bouillir” yang berarti rebus dan “abaiser” yang artinya kuah
terbatas. Jadi, makanan ini disebut bouillabaisse (dibaca buyabes)
karena dimasak dengan cara direbus dengan kuah terbatas. Bila
belum tahu, bouillabaisse adalah semacam sup ikan. Dulu, nelayan di
Goudes, Marseille biasa memasak ikan hasil tangkapan mereka yang
tidak laku dijual di pasaran dengan kerang dan air secukupnya. Kini,
ia menjadi salah satu hidangan yang paling diincar oleh para
penggemar kuliner tradisional di Kota Mode. Ikan disajikan secara
terpisah dengan saus rouille serta roti panggang yang bisa
ditambahkan ke dalam sup.

b. Soupe a l’oignon

Hidangan ini terbuat dari rebusan kuah kaldu sapi kental yang
dicampur dengan potongan bawang putih. Tidak sampai disitu, soupe
a l’oignon juga dipresentasikan dengan suwiran daging ayam dan
keju parut sebagai penambah cita rasa. Bila dilihat dari kualitas dan
nilai gizi, makanan tersebut berhak menyandang gelar sebagai kuliner
terenak di dunia. Meski telah diciptakan sejak jaman Romawi, sajian
yang bernama lain sup bawang Perancis itu baru dikenal dunia
internasional pada tahun 1960-an. Bertepatan dengan hadirnya
sejumlah investor yang memutuskan untuk membuka restoran
Perancis di Amerika Serikat. Tidak membutuhkan waktu lama, soupe
a l’oignon berhasil menarik hati masyarakat dunia.

c. Confit De Canard

Bagi penyuka hidangan bebek, makanan khas Perancis ini sangat


direkomendasikan. Bahan utamanya adalah kaki bebek yang
dimatangkan selama 36 jam. Untuk memperkaya rasa, diberi
campuran bawang putih, garam dan thyme yang dimarinasi selama
24 jam lebih supaya aromanya bisa terserap. Kemudian, daging
bebek bisa digoreng atau dipanggang sebelum dihidangkan bersama
kentang dan bawang putih.

8. Vietnam
a. Goi Cuon

Sekilas makanan tradisional khas Vietnam selanjutnya ini terlihat


seperti lumpia namun tidak digoreng. Tapi, setelah mencicipinya
Toppers akan merasakan cita rasa yang sangat berbeda. Paduan irisan
daging udang atau daging dan sayur-sayuran dilapisi kulit lumpia
khas Vietnam membuat makanan tradisional asal Vietnam, Goi Cuon
memiliki sensasi rasa lezat serta menyegarkan.

b. Com Tam

Dikenal juga sebagai “Broken Rice”, kuliner tradisional khas


Vietnam selanjutnya adalah panganan nasi yang terbuat dari
olahan beras dengan butiran tidak utuh alias patah. Setelah dimasak
menjadi nasi putih yang pulen, Com Tam akan dihidangkan bersama
kuliner khas Vietnam lainnya seperti potongan daging, sayuran, dan
telur mata sapi.
c. Banh Mi

Banh Mi, Sandwich khas Vietnam yang sangat terpengaruh dari masa
penjajahan Perancis dahulu. Oleh karena itu Banh Mi menggunakan
roti baguettes yang kemudian diisi dengan berbagai macam daging,
baso ikan, acar wortel, dan lobak. Berhati-hatilah, karena Banh Mi
juga berisi potongan cabai yang membuat rasa pedas nan nikmat di
mulut anda.

9. Australia
a. The Lot

The Lot adalah sebutan untuk burger Australia. Burger memang


tidak berasal dari Australia namun negara Kangguru ini
memiliki resep burger tersendiri yang berbeda dari burger yang
berasal dari negara Amerika atau burger dari negara lain.
Kebanyakan isian dari The Lot ini juga sama dengan isian
kebanyakan burger pada umumnta yaitu terdiri dari selada,
tomat, daging serta keju. Akan tetapi bahan lain yang hanya ada
di burger Australia ini yaitu beetrot atau akar bit, telor setengah
matang serta irisan nanas.

b. Chiken Parmigiana

Chicken parmigiana merupakan modifikasi dari resep parmigiana


Italia. Resep parmigiana yang asli menggunakan terong, sedangkan
chicken parmigiana menggunakan ayam. Chicken parmigiana berupa
daging ayam yang dibalut tepung roti lalu disiram saus tomat dan
diberi lelehan keju parmesan. Kadang-kadang ada juga yang diberi
prosciutto (daging ham babi yang diiris tipis). Karena semua pub di
Australia menyajikan masakan ini, makanya chicken parmigiana
sering juga disebut sebagai Pub Parma.

c. Pie Floater

Banyak wisatawan asing yang ragu dengan rasa pie floater karena
dari segi penampilan pie floater ini sangat aneh dan terlihat seperti
dibuat asal-asalan. Pie floater ini berupa sup kacang polong yang
dibuat sangat kental lalu di atasnya ditambahkan pie daging dan saus
tomat. Pie daging ini biasanya ditaruh dengan agak sedikit ditekan
jadi sebagian pie ada di dalam sup, sisanya terlihat di permukaan.
Tapi ada juga yang merendam seluruh permukaan pie dalam sup. Pie
floater ini menjadi makanan favorit orang Australia untuk
menyembuhkan hangover setelah banyak minum alkohol malam
sebelumnya.

10. Thailand
a. Khanom Chin Nam Ya

Jika diperhatikan, khanom chin nam ya adalah nama makanan


Thailand yang terbilang cukup panjang. Saking panjangnya, tak
sedikit orang yang hanya menyebut makanan khas Thailand ini
dengan khanom dan biasanya orang Thailand akan merujuk pada
khanom chin nam ya. Mungkin tidak banyak yang mengetahui
makanan ini. Padahal, di Thailand sendiri, khanom chin nam ya
menjadi salah satu hidangan yang selalu diburu oleh para
pecinta kuliner khas.

b. Tod Man Pla


Tod man pla adalah makanan yang berasal dari Thailand.
Makanan ini menghidangkan daging ikan dan ayam. Biasanya,
masyarakat Thailand lebih memilih ikan untuk dijadikan tod
man pla. Ikan yang dipilih juga tidak sembarangan, melainkan
ikan yang mempunyai daging berwarna putih.

c. Tom Yum

Tom yum menjadi salah satu hidangan yang sangat terkenal dari
Negeri Gajah Putih hingga ke negara-negara lain. Tom yum
sendiri merupakan makanan tradisional yang sudah ada sejak
lama di Thailand. Jika kamu belum pernah mendengarnya, tom
yum adalah makanan khas Thailand berupa hidangan sup yang
terdiri dari ragam sajian seperti udang, ikan, dan masih banyak
lagi. Setiap bahan dasar sebagai sajian utama tom yum
memberikan karakteristik sendiri yang dibedakan dari nama
makanannya.

4. Jenis - jenis Makanan Khas Negara Austria


1) Goulash
2) Wiener Schnitzel.
3) Kaiserschmarrn
4) Apel Strudel
5) Martinigansl
5. Sejarah – sejarah Makanan Khas Negara Austria
1) Goulash

Goulash ( Hongaria : gulyás ) adalah sup daging dan sayuran
yang biasanya dibumbui dengan paprika dan rempah-rempah lainnya.
Berasal dari Hongaria abad pertengahan , gulai adalah makanan umum
yang umumnya dimakan di Eropa Tengah tetapi juga di bagian lain
Eropa. Ini adalah salah satu hidangan nasional Hongaria dan simbol
negara. 
Asalnya berasal dari abad ke-9 untuk semur yang dimakan oleh para
gembala Hongaria. Pada saat itu daging dimasak dan dibumbui dikeringkan
dengan bantuan matahari dan dikemas kedalam kantong yang dihasilkan
dari perut domba, hanya membutuhkan air untuk membuatnya menjadi
makanan. Versi sebelumnya dari goulash tidak termasuk paprika, karena
tidak diperkenalkan ke Dunia Lama hingga abad ke-16.
gulyás merujuk pada penggembala, dan sup. Dari Abad Pertengahan
hingga abad ke-19, Puszta adalah rumah dari banyak ternak. Mereka
didorong, dalam puluhan ribu, ke pasar ternak terbesar di Eropa di
Moravia, Wina, Nuremberg , dan Venesia.  Para gembala memastikan
bahwa selalu ada beberapa sapi yang harus disembelih di sepanjang jalan,
yang dagingnya memberi mereka gulyashus Di Wina, bekas
pusat Kekaisaran Austro-Hungaria , sejenis goulash khusus telah
dikembangkan. Wiener Saftgulasch atau Fiakergulasch pada menu di
restoran tradisional adalah sup yang kaya akan rasa seperti pörkölt; lebih
banyak bawang tetapi tidak ada tomat atau sayuran lain yang digunakan,
dan biasanya hanya disajikan dengan roti hitam. Variasi dari Wiener
Saftgulasch adalah Fiakergulasch, yang disajikan dengan telur goreng,
sosis goreng, dan pangsit bernama Semmelknodel.

2) Wiener Schnitzel

Penunjukan Wiener Schnitzel pertama kali muncul pada abad ke-19,


dengan penyebutan pertama yang diketahui dalam buku masak dari tahun
1831. Dalam buku masak jerman selatan yang popular oleh Katharina
Prato, disebut sebagai eingebroselte Kalbschnitzchen (kira-kira irisan
daging sapi).
Sajian ini berujung di dapur negeri Wina, saat Roman Apicus, pimpinan
tentara Romawi, menguasai Wina. Masyarakat Wina menyebutnya Wiener
schnitzel. Wiener berarti ‘orang Wina’ dan schnitzel berarti ‘irisan tipis
daging sapi muda’. Jika disatukan, sajian ini memiliki nama ‘irisan tipis
daging sapi muda milik orang Wina’.
Pada pertengahan tahun 1800, banyak imigran asal Jerman yang hijrah ke
Texas. Saat itu daging sapi muda sulit ditemukan karena harga yang
terlampau mahal. Mereka pun menggunakan daging sapi berumur yang
bertekstur keras. Untuk menyiasati agar daging menjadi empuk, daging
dimemarkan hingga melebar tipis. Bukan hanya pada daging sapi, ini juga
berlaku untuk daging babi atau ayam.
3) Kaiserschmarrn

Makanan pencuci mulut ini mempunyai sejarah yang unik. Dulunya kue ini
dipersiapkan untuk kaisar Austria Pertama bernama Franz Josef I dan
istrinya, Elizabeth yang terobsesi menjaga berat badannya. Ia memaksa
koki untuk membuat makanan pencuci mulut yang ringan. Saat
dihidangkan, Elizabeth merasa pencuci mulut ini terlalu kaya rasa dan
menolak memakannya. Kaisar Francis Joseph yang kesal akan perlakuan
istrinya menyindir “Saya mau mencoba hidangan ‘Schmarnn’ (tidak masuk
akal) yang sudah dibuat oleh koki.” Ternyata Kaisar sangat menyukai
dessert ini hingga terkenal di seluruh kerajaan..
Nama Kaiserschmarren adalah gabungan dari kata-kata Kaiser (kaisar)
dan Schmarren (hidangan acak-acakan). Schmarren juga merupakan
bahasa sehari-hari yang digunakan di Austria dan Bavaria untuk berarti
sepele, mishmash, berantakan, sampah, atau omong kosong. Kata
“Schmarren” terkait dengan Scharren (untuk mengikis) dan Schimeren
(untuk mengoleskan)

4) Apel Strudel
Apel Strudel, dalam bahasa Inggris adalah apple strudel, dalam bahasa
Jerman Austria disebut apfel strudel atau dalam bahasa Slovenia
disebut jabolčni zavitek dan dalam bahasa Hongaria disebut almásrétes,
adalah kue yang biasa menjadi sajian di istana Imperium Austro-Hongaria,
(kini Austria dan Hongaria menjadi negara  terpisah).
Resep tertua dari Apel Strudel ditemukan di Wienbibliothek im
Rathaus (Perpustaaan Wina di balai Kota) dibuat tahun 1696. Hal ini
menunjukkan bahwa pada asalnya kue ini adalah khas tradisonal Austria.
Kemudian makanan ini menjadi sajian favorit di istana Imperium Hapsburg
(1278–1780) yang sekarang menjadi bagian Jerman. Dari sini makanan ini
menjadi tersebar ke Slovenia, Bohemia Morovian (Cekhoslovakia),
Perancis, Italia, Rusia dan berbagai negara Eropa lainnya.

5) Martinigansi

Martinigansi memiliki nilai sejarah yang cukup penting. Makanan ini


biasanya hanya disajikan pada musim-musim tertentu seperti pada bulan
Oktober dan November. Martinigansl biasanya dibuat untuk merayakan
perjalanan St. Martin. St. Martin adalah seorang uskup yang kuilnya kerap
dijadikan tempat persinggahan.
6. Bahan - bahan Yang Di butuhkan Dalam Pembuatan Wiener Schnitzel
Makanan Khas Dari Negara Austria

 Bahan-bahan:
a. 500 gram daging sapi has dalam, potong melebar melawan serat tebal
1 cm , pukul-pukul sedikit melebar, tusuk-tusuk dengan garpu.
b. 1/2 sendok teh garam
c. 1/4 sendok teh merica bubuk
d. 50 gram tepung terigu protein sedang
e. 3 butir telur, kocok lepas untuk pencelup
f. 150 gram tepung panir halus
g. minyak untuk menggoreng

 Pelengkap:
a. 1 buah lemon, dipotong-potong
b. 400 gram potato wedges, goreng
c. 1 sendok teh parsley, cincang
d. 50 gram mentega tawar
7. Cara Membuat Makanan Internasional Wiener Schnitzel Khas Austria

 Cara memasak:
1. Potong daging jadi dua bagian seperti potongan steak. Pipihkan daging
dengan pemukul sehingga menjadi datar.
2. Taburi garam di atasnya. Diamkan beberapa saat.
3. Siapkan 3 wadah terpisah, wadah untuk tepung terigu, kocokan telur
ayam dan tepung roti.
4. Masukkan daging dalam tepung terigu dan baluri hingga seluruh
daging.
5. Daging di nomor 4 segera dimasukkan dalam kocokan telur seluruhnya
hingga menempel
6. Masukkan kembali daging dalam balutan tepung roti.
7. Panaskan minyak sayur dalam penggorengan. Goreng irisan daging
hingga berwarna kuning kecoklatan. Tambahkan perasan lemon di atas
daging yang sudah matang.
8. Sajikan Bersama pelengkapnya.

8. Petimbangan Apa Saja Jika Ingin Membuka Usaha Penjualana Makanan


Internasional
Bagi yang ingin memulai usaha makanan internasional, berikut ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1) Konsep Restoran
2) Lokasi
3) Target Konsumen
4) Tentukan Menu Yang Dibuat
5) Gunakan Variasi Menu
6) Cara Mengolah Makanan
7) Penggunaan Bumbu
8) Harga Jual
9) Teknik Pemasaran
10) Kekurangan Produk
11) Kelebihan Yang Dimiliki

9. Faktor – factor Yang Di butuhkan Dalam Usaha Makanan Internasional


Faktor yang dibutuhkan:
1) Faktor Sumber Daya Alam
Faktor produksi alam adalah segala sesuatu yang tersedia di alam yang
dapat dimanfaatkan manusia untuk melakukan produksi. Faktor produksi
alam yang digunakan untuk usaha makanan internasional diantaranya
adalah;
 Air untuk mencuci alat dan bahan makanan, memasak dan minum,
 Tanah untuk lokasi usaha,
 Iklim dan udara, memiliki pengaruh terhadap usaha makanan, seperti
pada daerah dingin makan buatlah makanan yang dapat
menghangatkan,
 Tumbuh – tumuhan dan hewan, merupakan faktor produksi utama
dalam usaha makanan internasional. Berbagai jenis tumbuhan dan
hewan dapat digunakan sebagai bahan makanan. Selain itu, hewan
juga dapat digunakan untuk mengangkut bahan makanan. 

2) Faktor Sumber Daya Manusia (Tenaga Kerja)


Faktor tenaga kerja adalah segala kemampuan yang dimiliki manusia,
baik jasmani maupun rohani yang dimanfaatkan dalam proses produksi.
Faktor produksi tenaga kerja yang digunakan pada usaha makanan
internasional adalah;
1. Tenaga kerja jasmani.
Tenaga kerja jasmani adalah tenaga kerja yang lebih banyak
menggunakan kekuatan fisik berupa keterampilan dan merupakan
tenaga kerja pelaksana. Tenaga kerja dapat dibagi berdasarkan
pendidikan dan latihan yang dimilikinya, yang dapat dibedakan
menjadi tiga (3) jenis, yaitu;

 Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang membutuhkan


pendidikan khusus sebelum memasuki dunia kerja misalnya chef
(ahli memasak).
 Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang memerlukan latihan
keterampilan sebelum memasuki dunia kerja misalnya tukang
masak.
 Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih adalah tenaga kerja
yang tidak memerlukan pendidikan dan latihan keterampilan
sebelum memasuki dunia kerja, contohnya tukang sapu dan
pesuruh.
2. Tenaga Kerja Rohani.
Tenaga kerja rohani adalah tenaga kerja yang lebih banyak
menggunakan kemampuan intelektualnya dalam melakukan
aktifitasnya, contohnya manager pemasaran.

3) Faktor Modal
Faktor produksi modal adalah setiap benda atau alat yang digunakan
untuk menghasilkan barang atau jasa ataupun dapat digunakan dalam
proses produksi. Faktor produksi mdal yang digunakan dalam usaha
makanan internasional adalah sebagai berikut;
1. Menurut wujudnya, modal dapat dibagi menjadi 2, yaitu;
a. Modal barang, yaitu modal wujud barang yang digunakan untuk
proses produksi, seperti bangunan untuk warung, rumah makan
atau restoran, alat masak, kursi dan meja untuk makan, bahan
mentah dan alat – alat kontor. 
b. Modal uang, yaitu daya beli modal yang berbentuk uang sebelum
diubah menjadi modal barang seperti uang tunai, simpanan bank
dan saham.
2. Menurut fungsinya, modal dibagi menjadi 2, yaitu;
a. Modal perorangan, yaitu modal yang menjadi sumber
pendapatan bagi pemiliknya, seperti tabungan di bank dan hasil
usaha dagang.
b. Modal masyarakat, yaitu modal yang digunakan dalam proses
produksi dan berguna bagi masyarakat umum, jalan masuk ke
lokasi usaha.
3. Menurut sifatnya, modal dibagi menjadi 2, yaitu;
a. Modal tetap, yaitu barang – barang modal yang dapat digunakan
beberapa kali proses produksi seperti warung, alat memasak, dan
kendaraan.
b. Modal Lancar, yaitu barang atau alat yang habis dipakai dalam
satu kali proses produksi, seperti bahan makanan, kuitansi, daftar
menu untuk pemesanan makanan.
4. Menurut bentuknya, modal dibedakan menjadi 2, yaitu;
a. Modal nyata, yaitu barang modal yang nyata atau berwujud yang
digunakan dalam proses produksi. Contoh; peralatan memasak
dan bahan baku.
b. Modal tidak nyata. Yaitu barang modal yang tidak dapat dilihat
tetapi dapat menunjang produksi. Contonya; keahlian dan
keperayaan diri seseorang.
5. Menurut sumber modal, modal dibagi menjadi 2, yaitu;
a. Modal sendiri, yaitu modal yang bersumber dari kekayaan
sendiri seperti saham, tabungan dan cadangan.
b. Modal pinjaman, yaitu modal yang bersumber dari  pinjaman
orang lain/lembaga lain yang harus dibayar dengan bunganya,
seperti bank, koperasi dan perusahaan lain.

4) Kewirausahaan
Faktor produksi kewirausahaan yaitu faktor produksi yang perlu dimiliki
oleh seorang wirausahawan dalam menentukan faktor – faktor produksi.
Faktor produksi ini sangat dibutuhkan dalam mengendalikan dan
mengelola usaha makanan internasional. Seorang wirausahawan harus
memiliki keahlian yang diantaranya adalah sebagai berikut.
a. Keahlian memimpin usaha makanan internasional,
b. Keahlian teknlogi yang bersifat teknis ekonomis,
c. Keahlian organisasi dalam mengatur berbagai usaha.
Hal – hal yang perlu dilakukan dalam untuk membina jiwa
kewirausahaan adlaah sebagai berikut ;
a. Membuat program kerja yang jelas dan tepat,
b. Mengadakan pengorganisasian dan pengawasan ketat terhadap faktor
– faktor produksi, dan 
c. Memberikan jaminan kesejahtaraan yang memadai terhadap para
karyawan agar mereka mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.

10. Teknik Pengemasan Makanan


Pengemasan merupakan sistem yang terkoordinasi untuk menyiapkan
barang menjadi siap untuk ditransportasikan,
didistribusikan,disimpan,dijual,dan dipakai. Kemasan produk makanan
merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat setiap
harinya. Hampir disetiap kegiatan berbelanja pasti menggunakan
kemasan. Agar kemasan produk khususnya makanan dapat berfungsi dengan
baik, maka bahan kemasan produk makanan harusnya memahami beberapa
kriteria berikut ini;

 Tidak beracun,

 Kedap udara,

 Kedap air,

 Mudah dibuka dan ditutup

 Anti mikroba,

 Mudah dibuang, 

 Mencegah kebocoran produk,

 Tidak merusak lingkungan,

 Cocok dengan produk yang dikemas,dan

 Memenuhi kebutuhan ukuran, berat dan juga bentuk.


Makanan internasional biasanya menggunakan kemasan yang sudah dibuat
secara modern. Fungsi kemasan pun lebih ditekankan pada kenyamanan dan
kemudahan untuk dibawa. Bahan yang digunakan biasanya ramah lingkungan
namun dapat tahan dalam jangka waktu lama seperti :
a. Kemasan Fleksibel
b. Teknologi Plasma
c. Kemasan Gelas
d. Kemasan Kaleng
Namun, di beberapa rumah makan bahan makanan tradisional asli dari
negaranya pun banyak digunakan. Bahkan kemasan ini memiliki arti tersendiri
sesuai dengan event pembuatannya. Teknik pengemasan secara tradisional :
a. Menggulung : daun pisang, daun bamboo, daun kelebot jagung
b. Melipat : daun pisang, daun jambu
c. Menganyam : daun kelapa

11. Cara Promosi Penjualan

1) Dari Mulut ke Mulut


Promosi ini merupakan promosi yang paling sederhana, serta tidak
memerlukan banyak biaya untuk melakukan promosi ini. Cukup dengan
bercerita dengan teman teman kita atau keluarga untuk mempromosikan
usaha kita, sehingga secara tidak langsung semua konsumen / masyarakat
akan mengetahui usaha kita. Dan apabila usaha kita sudah diketahui dan
disukai, maka konsumen tersebut akan memberitahukan kepada orang lain
untuk membeli pizza di tempat kita.
2) Dengan Media Internet
Selain promosi dari mulut ke mulut, maka promosi juga dapat dilakukan
dengan menggunakan media internet, seperti dapat melalui facebook,
twitter, blog, instagram, dan lain lain. Karena sebagian besar masyarakat
telah menggunakan media internet, sehingga masyarakat dapat mengetahui
usaha kita.

3) Melakukan Pendekatan Melalui Layanan Delivery Order


Layanan delivery order untuk memudahkan para konsumen untuk
memesan produk makanan melalui nomor telepon tanpa repot repot harus
keluar rumah. Layanan ini tentunya sangat membantu para konsumen dan
memberikan kenyamanan bagi mereka yang menikmati lezatnya makanan
tersebut setiap saat.

4) Pengembangan Pasar
Selain melakukan berbagi strategi pemasaran produk seperti di atas,
promosi dapat dengan cara menambah pasar baru untuk memperluas
jangkauan yang sudah dimiliki. Dalam hal ini, dapat demgan memperluas
usaha pizza ini ke daerah daerah lain, dengan harapan usaha ini akan lebih
dikenal oleh masyarakat dan juga dapat menambahkan pendapatan serta
dapat mengurangi tingkat pengangguran dengan memperkerjakan
karyawan yang baru.

5) Pengembang Produk
Pengembangan produk dapat dilakukan dengan menambahkan rasa yang
mungkin tidak ada di pesaing lain dengan harga yang terjangkau dan
memberi kan nilai lebih di mata para konsumen. Sehingga jangkauan pasar
semakin luas, dan tingkat loyalitas konsumen pun setiap harinya kian
meningkat.

6) Promo Menarik
Untuk menarik minat konsumen agar membeli produk yang ditawarkan
caranya adalah dengan memberikan potongan harga atau memberikan
promo seperti bonus pembelian.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Di era globalisasi ini interaksi manusia antar negara menjadi semakin tinggi.
Banyak warga negara asing yang keluar masuk ke suatu negara. Dalam kegiatannya
tersebut, tentu saja orang membutuhkan makan untuk hidup. Bagi warga negara asing
yang hidup di negara lain tentu saja merindukan masakan khas negaranya untuk bisa
menikmati di tempat tinggal mereka saat ini. Untuk memenuhi tersebut, membuka
warung makan atau restoran makanan internasional memiliki peluang usaha yang
potensial ditambah dengan pemanfaatan sumber daya alam (bahan nabati dan hewani)
yang melimpah di Indonesia dan jika seseorang memiliki keahlian memasak dengan
standar internasional yang bisa diterima semua orang, maka peluang usaha atau bisnis
yang sangat baik dan dapat menjadi bisnis yang abadi.