Anda di halaman 1dari 9

Nama : Fayza Fadhillatunnizar

Kelas : XI Mipa 3
No Absen : 10

LAPORAN KEGIATAN MEMBACA

Judul buku : Pulang


Pengarang : Tere Liye
Penerbit, tahun terbit : Republik Penerbit, 2015
Jenis buku : Fiksi
Tebal buku : 400 halaman

No Hari, Halaman/ Pertanyaan/


Tangga Bab yang Informasi Penting Tanggapan
l Dibaca
1. Bab 1-2 1. Perkenalan antara Bujang dan Tauke Hal apa yang
(kilas Besar yang merupakan teman lama membuat Bujang
balik) sekaligus saudara angkat ayahnya. kehilangan rasa
2. Kejadian yang membuat Bujang takutnya?
kehilangan rasa takut menjadikannya
tidak takut pada apapun
3. Keberangkan Bujang menuju kota Disini Ibu Bujang
meninggalkan tanah kelahirannya, memberi tahu,
orangtua, semuanya. bahwa sejauh
4. Mamaknya mengatakan ia boleh apapun
melupakan ajaran agama dan melupakan melangkah
semuanya tetapi berjanji ia tidak akan jangan pernah
memakan dan meminum yang haram, mencoba hal
karna ia pasti akan pulang pada hakekat yang haram
sejati yang ada di dalam dirinya, yaitu dalam agama.
pulang.

2. Bab 3 Bujang menjalankan shadow economy Terlihat


sebagai tangan kanan Tauke Besar. Shadow menakutkan,
economy bergerak semakin besar bahwa hal itu
menyelinap di setiap bisnis legal, mengusai bisa saja ada
aspek ekonomi di seluruh dunia dengan didunia yang
menaruh orang-orang yg bekerja didepan seperti sekarang
publik, tapi yang menggerakkannya justru ini.
berdiri di balik bayangan.

3. Bab 4-7 1. Perkenalan Bujang dengan Basyir yang Mengapa Bujang


(campuran) merupan keturunan dari suku Bedouin begitu
penghuni gurun-gurun Arab menginginkan
2. Bujang menjadi anggota Keluarga Tong, menjadi tukang
jika anggota yang lainnya bekerja sebagai pukul?
tukang pukul, berbeda dengannya yang
justru malah disuruh untuk belajar.
3. Bujang menolak untuk bersekolah dan
ingin menjadi tukang pukul saja sehingga
Tauke Besar marah.
4. Kembali ke waktu sekarang, Bujang
menemui Tauke Besar yang belakangan
ini sakit, Tauke mengatakan bahwa
dalam waktu dekat mungkin ia akan
meninggal, jadi Tauke ingin
mengumumkan bahwa penerus Keluarga
Tong adalah Bujang.
5. Bujang berangkat menuju Hongkong
untuk menghadiri ulang tahun Master
Dragon. Ia memanfaatkan Master Dragon
yang memiliki kekuasaan, untuk
meminjam acaranya, agar ia bisa
berbicara mengenai Keluarga Lin yang
telah mencuri barang hasil riset Keluarga
Tong. Berkat Master Dragon akhirnya ia
bisa bertemu dengan kepala Keluarga
Lin, untuk mengambil kembali
barangnya.
6. Bujang menjalani Amok untuk bisa
menjadi tukang pukul Keluarga Tong,
namun ia gagal sehingga ia harus
bersekolah.
7. Dengan bujukan Kopong, akhirnya Tauke
mengiizinkan Bujang menjadi tukang
pukul, dilatih secara khusu oleh Kopong
pada malam hari, karena paginya ia harus
sekolah
8. Kopong telah dikalahkan oleh Bujang
sehingga pembelajaran tinjupun berakhir,
namun Kopong memanggil guru lain
yaitu Guru Bushi, yang merupakan
master samurai yang pernah menjadi
seorang ninja.

4. Bab 8-9 1. Bujang menyiapkan tim terbaik untuk Bagaimana


melawan Keluarga Lin, terdiri dari Yuki Kepala Keluarga
dan Kiko cucu dari Guru Bushi dan Lin bisa kalah
White yang merupakan anak dari Frans semudah itu?
juga mantan dari Komandan Marinir. Bukankah
2. Pertempurann Bujang dan timnya seharusnya ada
melawan Keluarga Lin, berhasil perlindungan jika
mengambil kembali barang berharga ia adalah orang
Keluarga Tong, dengan mudah Bujang berkuasa.
berhasil membunuh kepala Keluaga Lin
menggunakan teknik melempar kartu
nama, yang aslinya merupakan teknik
shuriken.

5. Bab 10-12 1. Ditengah kesibukan pindahnya Keluarga Mengapa para


(kilas Tong menuju ibukota, Bujang berhasil penyerbu begitu
balik) diterima di universitas ternama ibukota. yakin jika semua
2. Sehari sebelum kepindahan, terjadi tukang pukul
penyerbuan pelabuhan oleh kelompok akan pergi ke
Arab. Bujang dapat kesempatan pertama pelabuhan?
menjadi tukang pukul untuk melawan Seakan sudah
kelompok Arab yang berhasil masuk ke diberitahu oleh
kediaman Keluaga Tong, disaat ratusan orang dalam,
tukang pukul sedang berada di pelabuhan. bahwa markas
3. Acara inisiasi untuk pengangkatana memang kosong.
Bujang, menjadi anggota resmi Keluarga
Tong dan mendapat julukan “si Babi
Hutan” karena kealhiannya dalam
bertarung.
4. Keluarga Tong pindah ke ibukota dan
Bujangpun berkuliah.
5. Bujang belajar menembak, dilatih secara
langsung oleh Salonga yang merupakan
pembunuh bayaran nomor satu di Manila.
6. Saat pelajaran dengan Salonga berakhir
Bujang berada di tahun terakhir
kuliahnya, dengan cepat ia mengerjakan
skripsinya mengakat tema tentang
Shadow economy.
7. Pukul 4 pagi Tauke mendatanginya,
menyampaikan surat dari Bapaknya yang
memberitahukan bahwa Mamaknya telah
meninggal dunia, suara adzan subuh
terdengar, ia menangis tergugu karena
ingat ajaran agama Mamaknya.
6. Bab 13-15 1. Parwez menelepon bahwa ada hal ganjil Disini Bujang
(campuran) yang terjadi di kantor pusat Keluarga seakan diberi
Tong tempatnya bekerja. teguran, setiap
2. Bujang menitipkan barang berharga kali ia merasa
Keluarga Tong yang baru saja direbut sesak kehilangan
kembali dari Keluarga Lin kepada seseorang suara
Salonga di Tondo yang sekarang sudah adzan
pensiun dan mendirikan klub menembak. berkumandang,
3. Tauke Besar menghibur Bujang yang Allah memberi
sedih karena kematian Mamaknya, teguran agar ia
dengan mengirimnya ke Jepang untuk kembali ke jalan
belajar teknik ninja dari Guru yang benar.
Bushi,selama 6 bulan. Karena seharusnya
ia sudah kembali melanjutkan berkuliah
di Amerika. Begitu juga dengan Basyir
yang pergi belajar ke Timur Tengah
untuk hidup bersama suku Bedouin.
4. Setelah belajar selama 6 bulan, Bujang
melanjutkan program studi Master
Ekonomi di kampus Massachusetts.
5. Ditahun ketiga tinggal di luar negeri,
Bujang berhasil memperoleh 2 gelar
master sekaligus.
6. Baru 2 hari Bujang pulang ke ibukota, ia
kembali dibangunkan oleh Tauke yang
membawa surat bahwa ayahnya
meninggal dunia, ia menangis untuk
keduakalinya ia kehilangan orang tuanya
di waktu yang sama saat adzan subuh
berkumandang.
7. Bab 16-19 1. Sekembalinya dari Salonga, Bujang Hal apa yang
(campuran) langsung menuju kantor pusat untuk menyebabkan
memastikan bahwa Parwez, namun tidak Tauke menyerang
menemukan petujuk, akhirnya ia kelompok Arab?
mengajak Parwez dan Joni kembali Sehingga Basyir
menuju kediaman Tauke Besar agar lebih melakukan
aman, markas nyaris kosong menyisakan pengkhianatan.
5 Briigadir Tong, sisanya disebar oleh
Basyir sebagai ketua pengganti Kopong.
Akhirnya ia menyadari siapa dalang dari
pengkhianaan ini, dari perbedaan ucapan
Basyir dan Tauke Besar, Basyir lah
pengkhinatnya sengaja mengumpulkan
orang-orang berkuasa di Keluarga Tong
di satu tempat agar lebih mudah
melumpuhkannya.
2. Sama seperti saat kepergian Mamaknya,
Bujang kehilangan semangatnya. Untuk
menghiburnya Kopong menceritakan
masa lalu Bapaknya yang ternyata pernah
menjadi tukang pukul Keluarga Tong,
yang jasanya sangat besar bagi keluarga
ini.
3. Setelah 2 minggu terbaring sakit, Bujang
kembali beraktivitas lalu Tauke
mengajaknya menuju Hongkong,
tepatnya bertemu Master Dragon
penguasa Shadow economy China.
Untuk menyelesaikan masalah yang
dibuat oleh anak Master Dragon.
4. Basyir melakukan pengkhianatan karena
menyimpan dendam kedapa Tauke Besar
yang telah membuatnya menjadi yatim
piatu, saat menyerang kelompok Arab
yang mengurus pabrik tekstil, atas ambisi
mengusai seluruh provinsi.
5. Bujang, Tauke Besar, Joni dan Parwez
berusaha melawan Basyir dan
pasukannya, namun mereka mengalami
kekalahan dalam jumlah anggota.
6. Di saat perlawanan terakhir dari Bujang,
Tauke Besar menyuruh mereka naik
keatas ranjangnya, membawa mereka
turun menyusuri lorong tersembunyi,
merupakan jalan darurat menuju tempat
yang aman, hal ini juga hanya di ketahui
oleh Tauke dan Kopong,
7. Di saat terakhir hidunya, Kopong
menceritakan kisah cinta Bapak dan
Mamaknya yang tragis, Bapaknya ditolak
mentah-mentah oleh keluarga mamaknya,
karena latar belakang keluarga Bapaknya
yang merupakan perewa (tukang pukul).
Karena keluarga Mamaknya adalah
pemuka agama di desa tersebut, namun di
saat kedua kalinya Bapaknya melamar ia
di terima oleh Tuanku Imam yang
merupakan kakak dari Mamak, tetapi
tidak dengan penduduk disana. Mereka
dimaki dan diludahi, akhirnya orang
tuanya pindah menuju desa lain yang
jauh. Hal itu menyebabkan Bapaknya
membenci hal-hal yang berkaitan dengan
agama.
8. “Agam, kau sudah siuman, Nak?”
tersdengar suara asing saat aku membuka
mata, luka-lukanya telah dibalut,
dibersihkan. “Dimana aku?” “kau ada
ditempat yang aman, Agam” orang
dengan sorban putih itu menatapku,
tersenyum lembut. “Siapa kau?
Bagaimana kau tahu namaku” ia bertanya
“Orang-orang memanggilku Tuanku
Imam, aku kakak tertua dari Mamak kau”
jawaban yang membuatku mematung.
8. Bab 20-25 1. Nyawa Tauke Besar tak tertolong, Bujang Memang dari
tidak memiliki rasa takut kecuali yang dikatakan
kematian 3 orang terdekatnya, kini Tuanku Imam
semuanya telah tiada, kemana lagi ia benar, jika ingin
harus pualang? Ia tidak punya lagi tempat menemukan arti
pulang. dari kehidupan,
2. Berada di sana, ia mengetahui semua dengan
kejadian yang tak ia ketahui,ternyata mengikhlaskan
Kopong sesalu mengirim surat mengenai semua yang
keadaannya kepada orang tuanya. Tuanku terjadi dan
Imam juga berteman dekat dengan menjadikan
Kopong dan Tauke Besar karena ia harus semua hal itu
menjalankan wasiat adiknya untuk bagian dari
menjaga anaknya, walaupun tidak pernah kehidupan, tidak
bertemu Tuanku Imam sangat mengenali perlu dilupakan
Bujang yang bernama asli Agam. namun jadikan
3. Bujang tergugu menutup kupingnya, saat pelajaran.
mendengar adzan memantul-mantul,
seolah ia sendiri yang
mengumandangkannya.
4. Dibawanya Bujang menuju menara masjid
oleh Tuanku Imam, ia tahu Bujang benci
adzan, lalu ia berkata “jangan dilawan
semua hari-hari menyakitkan itu, Nak.
Peluklah erat-erat, dekap seluruh
kebencian itu, hanya itu cara agar hatimu
damai, Nak. Kembalilah, pulanglah
kepada Tuhanmu, aku tahu Mamakmu
menjagamu agar tetap dekat saat
panggilan untuk pulang telah tiba”
mendengar hal itu Bujang kembali
semangat untuk kembali meebut
Keluarga Tong dan membawanya kejalan
yang terang.
5. Bujang berkata hanya kesetiaan pada
prinsiplah yang akan memanggil
kesetiaan terbaik. Ia memanggil White
beserta mantan pasukannya, Yuki, Kiko,
Togar letnan yang direkrut oleh Kopong
beserta tukang pukul yang lain.
6. Rencana Bujang ternyata gagal total,
dikarenakan ia kekurangan pasukan.
Disaat terdesak, Bujang mencerna kebali
nasehat-nasehar dari Tuanku Imam dan
Guru Bushi,ia tersadar, jawaban atas
semua ini. Berkat pemahamannya, ia
dapat melakukan jurus tingkat tinggi
samurai, yaitu berpindah tempat secara
cepat. Dengan ini Bujang bisa
mengalahkan Basyir. Keadaan yang
lainpun kembali membaik karena
datangnya Salonga dan murid-muridnya.
Inilah kartu terakhir yang ia tunggu,
akhirnya mereka memenangkan perang
dan merebut kembali Keluarga Tong.
7. Setelah 20 tahun lamanya, Bujang
kembali ke Talang, menjenguk pusara
Mamak dan Bapaknya. Di pusara
Mamaknya ia berkata “Bujang pulang
hari ini, tidak hanya pulang bersimpuh di
pusaramu, tapi juga telah pulang kepada
panggilan Tuhan. Sungguh, sejauh
apapun kehidupan menyesatkan, segelap
apapun hitamnya jalan yang kutempuh,
Tuhan selalu memanggil kami untuk
pulang. Anakmu telah pulang.”

Komentar terhadap isi Isi dari novel ini sangat menyentuh, berisi nasihat-nasihat
buku kehidupan yang menyadarkan diri, tentang arti pulang yang
sesungguhnya kepada Sang Pencipta.

Tasikmalaya, 01 Juni 2020


Mengetahui
Orang Tua/Wali Guru Bahasa Indonesia

( Siti Sarah ) ( Risnawati Tarabubun S.Pd. )

Judul buku : Apa Yang Harus Dilakukan Masyarakat Untuk Cegah Penularan
Covid-19?
Pengarang : Kementerian Kesehatan RI
Penerbit, tahun terbit : Kementerian Kesehatan RI, 2020
Jenis buku : Nonfiksi
Tebal buku : 20 halaman

No. Hari, Halaman/ Pertanyaa/


Tangga Bab yang Informasi Penting Tanggapan
l Dibaca
1. 1-5 1. Coronavirus Disease-2019 (covid-19) Apakah ada
adalah penyakit yang disebabkan oleh orang yang
Coronavirus jenis baru. memilki gejala
2. Gejala klinis berupa demam, batuk pilek, selain yang
letih lesu, sakit tenggorokan, gangguan disebutkan
(sesak) pernapasan. disamping namun
3. Penularannya dapat dari tetesan cairan positif?
yang berasal mulut, kontak pribadi,
menyentuh benda lalu menyentuh muka
sebelum cuci muka.
4. Kelompok berisiko yang perlu dipantau
yaitu OTG (orang tanpa gejala), ODP
(orang dalam pemantauan) yang memiliki
gejala klinis, PDP (pasien dalam
pemantauan) yang memiliki gejala klinis
serta penyakit bawaan, Konfirmasi
(pasien positif hasil PCR), Komordibitas
(yang memiliki penyakit bawaan lain).
2, 6-10 1. Jaga diri dengan lebih sering mencuci Apakah ada orang
tangan, konsumsi makanan bergizi, yang telah
berolahraga, tetap di rumah dan jaga melakukan
jarak, istirahat cukup, konsumsi vitamin, perilaku hidup
tidak merokok, tutup mulut saat bersin bersih dan sehat
dan batuk, bersihkan benda yang seing namun tetap
disentuh, segera mandi setelah sampai di tertular?
rumah.
2. Hal penting cegah Covid-19 dengan sering
cuci tangan, jaga jarak dan hindari
kerumunan, pakai masker, tidak berjabat
tangan, dan lakukan kegiatan dari rumah.
3. Menerapkan etika batuk dan bersin.
4. Pembatasan interaksi fisik dan menjaga
jarak.
3. 11-15 1. Jika anda ODP harus mengisolasi mandiri Mengapa orang
dan tetap di rumah selama 14 hari. yang dicurigai
2. Hindari stres dan tetap optimis dengan tertular virus
melakukan aktifitas sehari-hari dan tetap corona harus
menjaga jarak. diisolasi 14 hari?
3. Pencegahan Covid-19 Transportasi publik,
ukur suhu sebelum dan sesudah
mengemudi, menggunakan masker, dan
terapksn perilaku hidup bersih dan sehat
(PHBS).
4. Pencegahan Covid-19 di Institusi
Pendidikan, dengan kegiatan belajar
online.
5. Pencegahan Covid-19 dalam kegiatan
Keagamaan, dengan kegiatan agama
online, jaga jarak,bersihkan tempat
ibadah.
4. 16-20 1. Pencegahan Covid-19 di pusat Butuh berapa
perbelanjaan dengan pemeriksaan lama untuk
pengunjung, menjaga jarak, menggunakan mengetahui hasil
masker. Rapid Test?
2. Peran Rt-Rw dalam mencegah Covid-19
dengan berkoordinasi dengan dias
kesehatan, memantau untuk jaga jarak,
menggalang donasi, mengajak giat bersih.
3. Peran Ormas dalam mencegah Covid-19
dengan menyediakan informasi, gerakan
aksi bersih lingkungan, menggalang
donasi.
4. Peran relawan dalam mencegah Covid-19
dengan dukungan pasa relawan medis,
menyalurkan kebutuhan masyarakat,
menyebarkan informasi isolasi diri,
memberikan dukungan psikologi.
5. Rapid test adalah pemerikaan antibodi
sebagai deteksi awal untuk mengetahui
keadaan saat ini dalam mencegah
penularan Covid-19.
6. Orang yang melakukan tes cepat ialah
OTG, ODP, PDP.
Komentar terhadap isi buku Isi dalam buku ini sangat bermanfaat dalam pencegahan dan
pemeliharaan kesehatan.
Tasikamalaya, 01 Juni 2020
Mengetahui
Orang Tua/Wali Guru Bahasa Indonesia

( Siti Sarah ) ( Risnawati Tarabubun S.Pd. )