Anda di halaman 1dari 80

51

BAB IV

HASIL STUDI KASUS DAN PEMBAHASAN

4.1 Profil Institusi Tempat Pengambilan Kasus

4.1.1 Sejarah Singkat Rumah Sakit Dr Noesmir Baturaja.

Pada tahun 1957 diwilayah Ogan Komering Ulu tepatnya dijalan

RE.martadinata didirikan satu satuan kecil kesehatan tentara yang

disebut TPA (Tempat perawatan ABRI) yang dikepalai oleh Peltu

Samidjo merupakan sarana untuk istirahat orang sakit atau perawatan

sementara sebelum dirawat dirumah saki –satuan militer yang berada

diwilayah Ogan Komering Ulu seperti Kodim 0403 OKU beserta

jajaranya,Batylon infarntri 145 dan obyek Militer Baturaja

(OMIBA).TPA inilah yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya

rumah sakit Tk.IV dr.Noesmir Baturaja. Dalam sejarah

perkembangannya Rumah Sakit Tk.IV dr.Noesmir Baturaja tidak

terbentuk secara sekaligus ,melainkan melalui proses yang panjang

dan tahap demi tahap yang disesuaikan dengan situasi,kondisi dan

jumlah populasi Militer PNS dan keluarganya yang dilayani pada saat

itu.

Tahun 1960 TPA tersebut berubah status menjadi Detasemen

Kesehatan Militer Kodim 0403 BS(Denkesdim 0403) secara

administratif dibawah Kodim 0403 OKU.yang kemudian lebih dikenal


52

dengan sebutan DKT (Djawatan Kesehatan Tentara) Berdasarkan

surat keputusan Kasad,nomor:S.kep /76/x/1985 tanggal 28 oktober

1985 tentang perubahan status Denkesdim 0403 BS menjadi

Poliklinik Induk 02.08.01 Baturaja.Namun masyarakat umum sudah

lebih akrab dengan Rumah Sakit DKT, Rumah Sakit Tk.IV

dr.Noesmir Baturaja berubah status dari Poliklinik Induk menjadi

Rumah Sakit Tk.IV 02.07.05 Baturaja berdasarkan surat keputusan

kasad nomor : Skep/5/I/1996 tanggal 8 januari 1996 dan Sprin

Pangdam II sriwijaya nomor: Sprin/657/III/1996 tanggal 30 maret

1996,serta diresmikan oleh Pangdam II sriwijaya pada tanggal 21 Mei

1996.(Sumber)

4.1.1 Perkembangan Rumah Sakit Tentara Dr Noesmir

A. Kondisi fisik bangunan

Secara umum saat ini bangunan Rumah Sakit Tk.IV dr

Noesmir Baturaja terdiri dari dua kelompok yaitu bangunan lama

dan bangunan baru dengan luas bangunan keseluruhan kurang

lebih 2725 m2 dengan menempati areal seluas 4098,5 m2.

Peningkatan sarana fisik bangunana terus diupayakan secara

bertahap dan berkelanjutan seiring dengan perubahan

status,rencana induk pengembangan dan penngkatan jumlah

populasi satuan-satuan yang dilayani baik militer, PNS maupun


53

keluarganya. Pembangunan dilaksanakan baik dengan dan bantuan

dari pusat maupun swadaya dari pengelolaan dana hasil pelayanan

kesehatan masyarakat umum,diantaranya:

1. Dana Bantuan dari Pusat ;

a. Tahun 1989 pengembangan Zal laki-laki seluas ±320 m 2

dengan sumber dana bantuan penuh dari Mabes TNI-AD

b. Tahun 1996 pembangunan Gedung Induk dua lantai seluas

±907.5 m2 debngan sumber dana sepenuhnya bantuan dari

Mabes TNI-AD dikelola oleh Zidam II Sriwijaya Mabes

2. Swadaya (dari hasik pengelolaan dana hasil Yankesmasum):

a. Tahun 1995 pembangunan dapur umum Rumah Sakit seluas

80,5 m2 dengan sumber dana dari pengelolaan dana hasil

Yankesmasum (Swadaya Penuh)

b. Tahun 1995 Pembangunan Ruang Rongent dan Mushola

seluas 49 m2 dengan sumber dana dari pengelolaan dana

hasil Yankesmasum (Swadaya Penuh)

c. Tahun 1996 Pembaguna Zaal Kebidanan seluas ±1665,35

m2 dengan sumber dana dari pengelolaan dana hasil

Yankesmasum (Swadaya Penuh)

d. Tahun 1996/1997 pemasangan keramik lantai seluruh

ruangan dan renovasi Poliklinik lama


54

e. Tahun April 1998 s/d Sekarang pembangunan dan renovasi

seluruh bangunan lama dana swadaya penuh.

3. Bangunan Fisik dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar:

A. Unit rawat jalan

a. Ruang informasi dan pendaftaran pasien

b. Unit Gawat darurat

c. Poliklinik umum

d. Poliklinik Gigi

e. Poliklinik KIA

f. Poliklinik speasialis

B. Unit Rawat Inap dengan Kapsitas 69 tempat tidur :

a. Ruang VIP :1 TT

b. Ruang pviliun :4 TT

c. Ruang kelas I dan II :14 TT

d. Ruang Perawatan wanita :12 TT

e. Ruang perawatan laki-laki :18 TT

f. Ruang perawatan anak :10 TT

g. Ruang Post Partum :7 TT

h. Ruang bersalin : 3 TT

C. Fasilitas penunjang

a. kamar Operasi

b. Kamar bedah Minor


55

c. Laboratorium

d. Apotek Dians dan yankesmasum

e. Unit Radiologi

f. Ruang bersalin

g. Ruang perkantoran

h. Ruang pembayaran Yankesmas

i. Ruang persit dan Medical record

j. Aula

k. Gudang Obat dan matkes

l. Dapur dan ruang linen

4. Satuan yang dilayani

Tugas dan tanggung jawab Rumah Sakit Tk.IV 02.07.05

dr. Noesmir Baturaja dalam membina, menelenggarakan dan

melaksanaan fungsi kesehatan meliputi bidang bantuan dan

dukungan kesehatan preventif, kuratif ,rahabilitatif, kesehatan

gigi dan mulut serat kesehatan militer pada umumnya

diwilayah Kodim 0403 OKU.

Rumah Sakit Tk.IV 02.07.05 dr.Noesmir Baturaja

merupakan sandaran dukungan kesehatan pelayanan kesehatan

bagi 10 satuan TNI –AD dengan lebih dari 3.729 jiwa

meliputi:

1. Kodim 0403 OKU dengan jajaran Koramilnya: 1244 jiwa


56

2. Batalyon Artileri Medan 15/76 Tarik Martapura : 944 jiwa

3. Puslatpur Kodiklat TNI-AD martapura : 743 jiwa

4. Dodiklat Rindam II Sriwijaya : 265 jiwa

5. Rumkit Tk.V.02.07.05 Baturaja : 184 jiwa

6. Tepbek II-14-04 A Martapura : 111 jiwa

7. Bemglap “B” 0204403/Pangdam II sriwijaya : 110 jiwa

8. Sub Denzibang 02/II baturaja : 26 jiwa

9. Sub Denpom II/4 RDU Baturaja : 15 jiwa

10. Minvetcad II/!& Baturaja : 86 jiwa

Jumlah : 3729 jiwa

5. Indikator penilaian Pelayanan

Tak dapat dipungkiri sebagai sarana sosial Rumah Sakit

TK.IV dr.Noesmir Baturaja ditutut juga untuk memberikan

pelayanan pada masyarakat umum

yng ada diwilayah kerajanya, sehingga memerlukan

perencanaan, pelaksanan, dan pengelolaan serta manajemen

Rumah Sakit secara Baik. Untuk mengetahui tingkat

pemanfaatan mutu dan efisiensi rumah sakit,diperlukan

berbagai indikator.selain itu gara informasi yang ada dapat

bermakna harus ada nilai parameter yang akan dipakai sebagi

nilai banding antara fakta dengan standar yang diinginkan.


57

Berdasarkan sumber data dari Medical Record Rumkit TK.IV

dr. Noesmir Baturaja 1998/1999 mak dapat kami sampaikan

beberapa data indikator untuk penilain tingkat keberhasilan

pelayanan uyang telah dicapai oleh Rumkit Tk.IV Baturaja dr.

Noesmir sebagai berikut :

a. Bed Occupancy Rate (BOR) :59,56%(nilai ideal 60-85%)

b. Average length of stay(Av Los) : 4,48 hari (Nilai ideal 6-9

hari)

c. Bed Turn over (BTO) : 48.48 kali (Nilai ideal 40-50

kali)

d. Turn Over interval (TOI) : 3,04 hari (Nilai Ideal 1-3 hri)

4.1.2 Visi Dan Misi Rumah Sakit Tk.IV Dr.Noesmir Baturaja

a. Filosofi

Dengan sikap profesionalisme memberikan pelayanan pada pasien

sehingga tercipta kepuasan semua pihak.

b. Visi

Menjadi kebanggaan prajurit, PNS TNI dan keluarga serta

masyarakat penggunanya dalam bidang pelayanan kesehatan.

c. Misi

Memberikan pelayanan kesehatan yang prima, kepada prajurit,

PNS TNI dan keluarga serta masnyarakat penggunanya dalam

rangka meningkatkan derajat kesehatan.


58

d. Moto

Ramah, cepat, cermat.

e. Tujuan

1 Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan

2 Peningkatan sumber daya manusia

3 Peningkatan sumber kesejahteraan personil

f. Fungsi

1 Administrasi

Mengelola manajemen rumah sakit.

2 Pelayanan

Memberikan pelayanan prima kepada prajurit dan masyarakat

penggunanya.

3 Diklat

Mendidik dan melatih personil dalam rangka peningkatan

sumber daya manusia.

4 Penyuluhan

Memberikan informasi kesehatan kepada prajurit dan

masyarakat penggunanya.

(Sumber)
59

4.2 Hasil studi kasus

Dalam bab ini, penulis akan menguraikan hasil studi kasus yang

membahasa tentang penerapan manajemen hipertermi pada pasien

Thypoid Fever pada An” ” dan An” ”.

4.2.1 Pengkajian Keperawatan Kasus I

I. BIODATA

A. Identitas Klien

Nama / nama panggilan : An.

Tempat tgl lahir / usia :

Jemis kelamin :

Agama :

Pendidikan :

Alamat :

Tanggal masuk :

Tanggal pengkajian :

Ruangan :

Diagnosa medik :

B. Identitas Orang Tua

1. Ayah

a. Nama : Tn.

b. Usia :
60

c. Pendidikan :

d. Pekerjaan/sumber penghasilan :

e. Agama :

f. Alamat :

2. Ibu

a. Nama : Ny.

b. Usia :

c. Pendidikan :

d. Pekerjaan/sumber penghasilan :

e. Agama :

f. Alamat :

Tabel 4. 1 Identitas Saudara Kandung

No Nama Usia Hubungan Status kesehatan


1

II. Riwayat Kesehatan

A. Riwayat Kesehatan Sekarang

1. Riwayat perjalanan penyakit : Kurang lebih 7 hari yang lalu klien

mengalami demam, demamnya saat malam hari demam klien tidak


61

turun kemudian keluarga klien langsung membawa klien kerumah sakit

untuk mendapatkan tindakan keperawatan

2. Keluhan utama : Klien mengatakan demam, badan terasa panas,

lesu, tidak nafsu makan, dan kepala pusing, temperatur : 38oC.

3. Riwayat penyakit sekarang :

Klien mengalami demam tinggi yang diakibatkan oleh virus

salmonella typhosa dengan qualitas demam tinggi di akibatkan

penyebaran ke seluruh tubuh pada suhu 38.00C demam

dirasakan pada malam hari

4. Riwayat Keluhan Utama :

Klien mengatakan demam, badan terasa panas, kepala pusing,

Temperatur : 38oC.

5. Keluhan Pada Saat Pengkajian :

Klien mengatakan masih mengalami kepalanya pusing, mual,

muntah, lidah terasa pahit saat makan, demam pada malam hari,

demam ± 7 hari yang lalu temperatur : 38oC.

6. Riwayat kesehatan lalu

Penyakit masa lalu :

Klien mengatakan pernah mengalami kejang 5x saat umur 10

bulan, 2 tahun, 4 tahun, 5 tahun, 7 tahun.

Alergi : Klien tidak mempunyai riwayat alergi.

7. Riwayat keluarga : Tidak ada keluarga yang menderita penyakit


62

yang sama dengan klien.

B. Riwayat Kesehatan Lalu (khusus untuk anak usia 0 – 5 tahun )

1. Prenatal care

a. Ibu memeriksa kehamilannya setiap minggu di bidan desa,

dan selama hamil tidak ada keluhan.

b. Riwayat terkena radiasi : Tidak ada.

c. Riwayat berat badan selama hamil : 60 kg.

d. Riwayat imunisasi TT : Imunisasi Lengkap.

e. Golongan darah ibu B golongan darah ayah AB.

2. Natal

a. Tempat melahirkan : Dirumah

b. Jenis persalinan : Normal

c. Penolong persalinan : Bidan

d. Komplikasi yang dialami oleh ibu pada saat melahirkan dan

setelah melahirkan : Tidak mengalami komplikasi.

3. Post Natal

a. Kondisi bayi : Kemerahan APGAR : 10

b. Anak pada saat lahir tidak mengalami : Asfeksia (untuk

semua usia)
63

1. Klien pernah mengalami penyakit : Klien pernah

mengalami kejang di usia 10 bulan, 2 tahun, 4 tahun, 5

tahun, 7 tahun.

2. Riwayat kecelakaan : Tidak ada.

3. Riwayat mengkonsumsi obat – obatan berbahaya tanpa

anjuran dokter dan menggunakan zat / subtansi kimia yang

berbahaya : Klien mengatakan tidak pernah mengkonsumsi

obat-obatan yang terlarang, merokok, maupun alkohol.

4. Perkembangan anak di banding saudara – saudaranya :

Lebih aktif di bandingkan dari saudara-saudaranya.

C. Riwayat Kesehatan Keluarga

Keluarga klien mengatakan tidak ada riwayat penyakit yang

dialami seperti klien tersebut.

a. Genogram :

b. Keterangan :

: Laki-Laki
64

: Perempuan

: Pasien

: Tinggal Serumah

Bahwa Tn.B Dan Ny.R beserta 3 orang anak yang

bernama Nn.P, An.D, An.B tinggal serumah.

III. Riwayat Imunisasi (imunisasi lengkap) Tabel 4.2

No Jenis Waktu Frekuensi Reaksi Setelah

Immunisasi Pemberian Pemberian


1 BCG Umur 2-3 Bulan 1 kali Demam

2 DPT (I,II,III) Umur 18 Bulan 3 kali Demam

3 Polio Umur 1Bulan 4 kali Demam

(I,II,III,IV)
4 Campak Umur 9 Bulan 1 kali Demam

5 Hepatitis Umur 2 Tahun 2 kali Demam

IV.Riwayat Tumbuh Kembang

A. Pertumbuhan Fisik

1. Berat badan : kg

2. Tingggi badan : cm

3. Waktu tumbuh gigi : Pertama kali tumbuh gigi usia 8 bulan,

jumlah gigi saat tumbuh 2 gigi.

B. Perkembangan Tiap Tahap


65

Usia anak saat

1. Berguling : 3 bulan

2. Duduk : 7 bulan

3. Merangkak : 6 bulan

4. Berdiri : 10 bulan

5. Berjalan : 12 bulan

6. Bicara pertama kali : 9 bulan dengan menyebutkan Aa, Papa.

7. Senyum Kepada Orang Lain Pertama Kali : - Tahun

8. Berpakaian Tanpa Bantuan : Dari umur 5 tahun

sudah mandiri

memakai baju

sendiri.

V. Riwayat Nutrisi

A. Pemberian ASI

Dari bayi lahir sampai sekarang klien masih diberi ASI

B. Pemberian susu formula

1. Alasan pemberian : Di biasakan untuk minum susu formula

2. Jumlah pemberian : ± 80 ml/hari

3. Cara pemberian : Botol susu (dot)

Pola perubahan nutrisi tiap tahap usia sampai nutrisi saat ini
Tabel 4.3
66

Usia Jenis Nutrisi Lama Pemberian


0-5 Bulan ASI 5 Bulan
6-8 Bulan ASI dan Cerelac 3 Bulan
9-10 Bulan ASI dan Bubur nasi 2 Bulan
11-21 Bulan ASI dan Nasi biasa 11 Bulan

VI. Riwayat Psikososial

1. Anak tinggal bersama : Orang Tua

2. Lingkungan berada di : Dekat pusat keramaian

3. Rumah dekat dengan :

4. Rumah ada tangga : Ada

5. Hubungan antar anggota keluarga : Baik

6. Pengasuh anak : Tidak ada

VII. Riwayat Spiritual

1. Support sistem dalam keluarga : Keluarganya sangat

mensuport semua kegiatan

apa yang dia lakukan

dan mengajari anaknya

agar bisa mandiri

tanpa bantu orang lain

2. Kegiatan keagamaan :

VIII. Reaksi Hospitalisasi

A. Pengalaman keluarga tentang sakit dan rawat inap

1. Ibu membawa anaknya ke RS karena : Anak nya mengalami


67

panas tinggi, pusing, tidak napsu makan.

2. Apakah dokter menceritakan tentang kondisi anak : Iya, dokter

menceritakan kondisi anaknya bahwa penyakit yang diderita

anak tersebut adalah thypus abdominalis.

3. Perasaan orang tua saat ini : Merasa sedih, cemas melihat

kondisi anaknya sekarang ini.

4. Orang tua selalu berkunjung ke RS : Iya selalu berkunjung

setiap hari untuk melihat keadaan anaknya tapi secara

bergantian.

5. Yang akan tinggal dengan anak : Orang tua

B. Pemahaman anak tentang sakit dan rawat inap : Anak belum

mengerti tentang penyakit yang di derita klien tersebut.

IX. Aktifitas Sehari – Hari

A. Nutrisi
Tabel 4.4
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit

1. Selera Makan Meningkat, Menurun, dengan porsi

dengan porsi 1 3-4 sendok/ porsi tidak

piring nasi biasa dihabiskan bubur biasa

dalam sehari 3x. dalam sehari 3x.

B. Cairan
68

Tabel 4.5
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Jenis Air putih Air Putih

Minuman

2. Frekuensi 7-8x sehari 7-8 gelas/ hari

Minuman

3. Kebutuhan 2000 ml/ 2 liter 2000 ml/ 2 liter

Cairan

4. Cara Diminum Diminum

Pemenuhan

C. Eliminasi (BAB & BAK)


Tabel 4.6
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Tempat Pembuangan WC WC

2. Frekuensi (Waktu) ± 2x sehari 2x sehari

3. Konsistensi Padat Padat

4. Warna Kuning Kuning

5. Kesulitan Tidak ada Tidak ada

6. Obat Pencahar Tidak ada Tidak ada

D. Istirahat Tidur
Tabel 4.7
69

Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit


1. Jam tidur

- Siang 30 menit – 1 jam 2 jam

- Malam 7-8 jam 4-5 jam

2. Pola tidur Teratur Tidak teratur

3. Kebiasaan Membaca do’a Membaca do’a

sebelum tidur

4. Kesulitan tidur Tidak ada Ada

E. Olah Raga
Tabel 4.8
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1.Program Olah Raga Ada Tidak ada

2.Jenis Dan Frekuensi Main bola kaki Tidak ada

± 1 jam

3.Kondisi Setelah Tubuh menjadi Tidak ada

Olahraga sehat dan

bugar

F. Personal Hygiene
Tabel 4.9
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Mandi

- Cara Mandi sendiri Hanya di lap

- Frekuensi 2x sehari 1x sehari

- Alat mandi Sabun, sikat gigi, Menggunakan


70

pepsoden handuk kecil

2. Cuci rambut

 Frekuensi 2x sehari Tidak pernah

 Cara Cuci rambut sendiri Di bantu orang

dengan menggunakan tua

shampo

3. Gunting kuku

 Frekuensi 1x/ minggu Tidak pernah

 Cara Dibantu orang tua -

4. Gosok gigi

 Frekuensi 2x sehari Tidak

menggosok

gigi

 Cara Gosok gigi sendiri -

G. Aktifitas / Mobilitas Fisik


Tabel 4.10
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit

1. Kegaiatan sehari– Sekolah, Bermain Tidak ada

hari dg keluarga dan

teman sebaya,

Mengaji.

2. Pengaturan jadwal Tidak ada Tidak ada

harian
71

3. Pengguan alat Tidak ada Dengan bantuan

bantu aktifitas keluarga

4. Kesulitan Tidak ada kesulitan Ada kesulitan

pergerakan tubuh

H. Rekreasi
Tabel 4.11
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Perasaan saat Senang Sedih

sekolah

2. Waktu luang Bermain dengan Istirahat

orang tua dan Senang

teman sebaya

3. Perasaan setelah Senang Tidak ada

rekreasi

4. Waktu senggang Nonton tv, kumpul Tidak ada

keluarga keluarga bersama

5. Kegiatan fisik Membantu orang Tidak ada

tua

X. Pemeriksaan Fisik

1. Keadaan umum : Lemah

2. Kesadaran : Compos mentis E : 4 V : 5 M :6

3. Tanda – tanda vital


72

a. Denyut nadi : 90 x/menit

b. Suhu :
Tabel 4.12
Hasil Pengukuran suhu tubuh

NO Hari/Tanggal Jam Hasil

1 Selasa, 24 14.00 38OC

Juli 2018
2 Rabu, 25 Juli 10.00 37,5OC

2018
3 Kamis, 26 11.00 36.0oC

Juli 2018

c. Pernafasan : 24 x/menit

4. Berat badan : kg

5. Tinggi badan : cm

6. Kepala

Inspeksi

Keadaan rambut & hygiene kepala :

a. Warna rambut : Hitam

b. Penyebaran : Merata

c. Mudah rontok : Tidak

d. Kebersihan rambut : Bersih

Palpasi

Benjolan : Tidak ada

Nyeri tekan : Tidak ada


73

Tekstur rambut : Halus

7. Muka

Inspeksi

a. Simetris / tidak : Simetris

b. Bentuk wajah : Bulat

c. Gerakan abnormal : Tidak ada

d. Ekspresi wajah : Takut

Palpasi

Nyeri tekan / tidak : Tidak ada

8. Mata

Inspeksi

a. Sklera : An ikterik

b. Konjungtiva : An anemis

c. Pupil : Isokor

d. Posisi mata : Simetris

e. Gerakan bola mata : Normal

f. Keadaan bola mata : Normal

g. Penglihatan : Normal

9. Hidung & Sinus

Inspeksi :

a. Posisi hidung : Normal

b. Bentuk hidung : Normal


74

c. Keadaan septum : Normal

d. Secret / cairan : Normal

10.Telinga

Inspeksi

a. Posisi telinga : Nomral

b. Ukuran/bentuk telinga : Simetris

c. Aurikel : Normal

d. Lubang telinga : Simetris

e. Pemakaian alat bantu : Tidak ada

Palpasi

Nyeri tekan : Tidak ada

11.Mulut

Inspeksi

a. Gigi

- Keadaan gigi : Baik

- Karang gigi/karies : Cukup baik

- Pemakaian gigi palsu : Tidak ada

b. Gusi

Merah / radang / tidak : Merah muda

c. Lidah

Kotor / tidak : Kotor


75

d. Bibir

- Cianosis / pucat / tidak : Tidak pucat

- Basah / kering / pecah : Kering

- Mulut berbau : Berbau

- Kemampuan bicara : Normal

- Skret/cairan : Tidak

12.Tenggorokan

a. Nyeri tekan : Tidak ada

b. Nyeri menelan : Tidak ada

13.Leher

Inspeksi

Kelenjar Getah bening : Tidak ada.

Palpasi

a. Kelenjar getah bening : Teraba

b. Kaku kuduk / tidak : Tidak kaku

c. Kesimetrisan : Simetriss

14.Thorax dan pernapasan

Bentuk dada : Simetris

Palpasi

Nyeri tekan : Tidak ada

Auskultasi

Suara nafas : Normal / Vasikuler


76

Suara tambahan : Tidak ada

15. Abdomen

Inspeksi

Membuncit : Tidak membuncit

Luka : Tidak ada luka

Palpasi

Nyeri tekan : Tidak ada nyeri tekan

Keluhan : Tidak ada keluhan

Auskultasi

Peristaltik : 14x/ menit

16.Genetalia dan Anus

Kebersihan : Cukup bersih

17.Ekstremitas

 Ekstremitas

 Gerakan : Optimal

 Kebersihan : Cukup

tremor : tidak tremor tremor : tidak tremor

skala kekuatan otot : 5 skala kekuatan otot : 5

lain-lain : terpasang infus lain : tidak ada


77

tremor : tidak tremor tremor : tidak tremor

skala kekuatan otot : 5 skala kekuatan otot : 5

lain-lain :tidak ada lain-lain :tidak ada

Keterangan skala kekuatan otot :

- Skala 5 (Normal) : Mampu menggerakan persendian dalam

lingkup gerak penuh, mampu melawan gaya gravitasi, dan

mampu melawan dengan tahap penuh (kekuatan utuh)

XI. Test Diagnostik

Laboraturiom
Tabel 4.13
No Tanggal Pemeriksaan Hasil Nilai normal
1 24 Juni 2018 Hemoglobin 9,6 g / dl Lk: 12-14

Pr: 12-13 gr/dl

2 Trombosit 310.000/ mm3 150.000 –

400.000 /mm3

3 Leukosit 4300 4000 – 10.000 /

mm3

4 Hematokrit 45% Lk: 40 – 48 /

Pr: 37 – 43 %

5 Ureum 30 10 – 50 mg/dl

6 SGOT 38 Lk: <35

Pr: <31 u/l


78

7 SGPT 41 Lk: <41

Pr: <31 u/l

Uji widal Kasus 1 Batasan

Thypi O 1/190 Neg

Parathypi AO 1/80 Neg

Parathypi BO 1/320 Neg

Parathypi CO 1/80 Neg

Thypi H 1/160 Neg

Parathypi AH 1/80 Neg

Parathypi BC 1/160 Neg

Parathypi CH 1/80 Neg

XI. Terapi saat ini (ditulis dengan rinci)


Tabel 4.14

No Tanggal Jenis obat Dosis Cara pemberian


1 24 Juni IVFD 1B KAEN gtt gtt XIII tts/mnt IVFD

2018 XII tts/mnt


2 Ampicilin 3x1gr IV
3 Ranitidine 2x50 mg IV
4 Gentamicin 2x60 mg IV
5 Paracetamol 4x500 mg Oral
1 25 Juni IVFD 1B KAEN gtt gtt XIII tts/mnt IVFD

2018 XII tts/mnt


2 Ampicilin 3x1gr IV
79

3 Ranitidine 2x50 mg IV
4 Gentamicin 2x60 mg IV
5 Paracetamol 4x500 mg Oral

1 26 Juni IVFD 1B KAEN gtt gtt XII tts/mnt IVFD

2018 XII tts/mnt

2 Ampicilin 3x1gr IV
3 Ranitidine 2x50 mg IV
4 Gentamicin 2x60 mg IV
5 Paracetamol 4x500 mg Oral

XII.ANALISA DATA
Tabel 4.15
No Data Kemungkinan Masalah

penyebab
1 DS : Klien mengatakan Salmonella Typhosa Hipertermi

demam, badan
Masuk ke dalam
anaknya terasa panas, lesu,
saluran pencernaan
80

tidak nafsu makan (usus halus)

DO:Klien tampak lemas, tampak


Menginvasi jaringan
gelisah, badan teraba panas.
limfoid
TTV :

Temp : 38OC
Masuk peredaran darah
Nadi : 90x/menit

Pernafasan : 24x/menit
Mempengaruhi pusat

termoregulator

Infeksi

Hipertermi

XIII. DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Hipertermia berhubungan dengan proses penyakit [ CITATION

Tim17 \l 1057 ]
81
Nama : An “” Tgl MRS :

Umur : Tahun No cm :

Jenis kelamin : Laki-Laki Diagnosa : Thypoid Fever

Tabel 4.16

No Diagnosa Perencanaan Implementasi Evaluasi


Tujuan Intervensi Rasional
Keperawatan
1 Hipertermia Tujuan Panjang : S:

berhubungan Setelah dilakukan Ibu klien

dengan proses tindakan mengatakan

penyakit keperawatan anaknya

[ CITATION Tim17 \l selama 3x24 jam demam, badan

1057 ] dengan terasa panas,

DS : Klien berkolaborasi lesu, dan

mengatakan dengan tim dokter lemas


81

sering haus dalam pemberian O:

DO:Klien therapy Suhu tubuh

Terliat antyperetik klien 36,0ºC

lemas, diharapkan suhu ditandai

tampak tubuh kembali dengan

gelisah, normal mukosa bibir

badan teraba Tujuan Pendek : kering

panas. Setelah dilakukan Temp: 36,0 ºC

tindakan Nadi: 90x /

Tanda-Tanda keperawatan 1x24 menit

Vital : jam dengan Pernapasan:

Temp : 38OC memberikan 24x / menit

Nadi: 85x/menit kompres hangat A: Hipertermi

Pernafasan: diharapkan suhu belum


82

24x/menit tubuh mengalami teratasi

Leukosit: 4300 penurunan dengan

Uji widal : kriteria hasil : P: Intervensi

-Thypi O: 1/190 - Klien tampak dilanjutkan

-Parathypi BO : membaik 1. Observasi

1/320 - Klien tidak tanda-tanda

tampak gelisah vital

- Mengalami 2. Kompres

penurunan dari hangat pada

380 normal daerah axila,

menjadi lipatan paha

37.50C dan temporal

- Nadi klien 3. Anjurkan klien

mengalami memakai
83

perubahan dari pakaian yang

85x/menit menyerap

menjadi keringat dan

90x/menit: tipis

- Temp : 36.0oC 4. Kolaborasi

dengan tim

medis dalam

pemberian

obat obatan

(Paracetamol

4x500 mg)
CATATAN PERKEMBANGAN
Tabel 4.17
NO Tanggal/H Diagnosa Catatan Paraf

ari Keperawatan Perkembangan


1 Selasa/ 24 Hipertermia S: Ibu klien

Juli 2018 berhubungan mengatakan

dengan anaknya demam,

proses badan panas, lesu

penyakit dan lemas

[ CITATION O: Suhu tubuh klien

Tim17 \l 38,0ºC ditandai

1057 ] dengan mukosa

bibir kering

Temp: 38,0 ºC

Nadi: 90x / menit

Pernapasan 24x

menit

A: Hipertermi belum

teratasi

P: Intervensi di

Lanjutkan

1.Observasi Tanda-

Tanda Vital

2.Kompres hangat
85

pada daerah

axila, lipatan paha

dan temporal

3.Anjurkan klien

memakai pakaian

yang menyerap

keringat dan tipis

4.Kolaborasi

dengan dokter

dalam pemberian

therapy dan obat

antiperetik
2 Rabu/ 25 Hipertermia S: Ibu klien

Juli 2018 berhubungan mengatakan badan

dengan anaknya

proses terasa panas

penyakit berkurang, lesu dan

[ CITATION lemas

Tim17 \l O:Suhu tubuh klien

1057 ] menurun 37,5ºC,

mukosa bibir

kering

Tenp : 37,5 ºC
86

Nadi : 90 x / menit

Pernapasan: 24x /

menit

A: Masalah hipertermi

teratasi sebagian

P: Intervensi

dilanjutkan

1. Observasi Tanda-

Tanda Vital

2. Kompres hangat

pada daerah axila,

lipatan paha dan

temporal.

3. Anjurkan klien

memakai pakaian

yang menyerap

keringat dan tipis.

4. Kolaborasi

dengan dokter

dalam pemberian

therapy dan obat

antiperetik
3 Kamis/26 Hipertermia S: Ibu klien
87

Juli 2018 berhubungan mengatakan

dengan badannya tidak

proses terasa panas lagi,

penyakit O: Klien tampak segar

[ CITATION suhu tubuh klien

Tim17 \l kembali normal

1057 ] 36,0ºC, mukosa

bibir lembab

Temp: 36,0 ºC

Nadi: 90x / menit

Pernapasan: 24x/

menit

A: Masalah teratasi

P:Intervensi

dihentikan

pasien pulang

4.2.2 Pengkajian kasus II

I. Biodata

A. Identitas Klien
88

Nama/Nama Panggilan : An” ”

Tempat / Tanggal lahir :

Jenis Kelamin :

Agama : Islam

Pendidikan : SD

Alamat :

Tanggal Masuk :

Tanggal pengkajian :

Diagnosa Medik : Thypoid Fever

B. Identitas Penanggung Jawab

1. Ayah

Nama : Tn.

Usia :

Pendidikan :

Pekerjaan/sumber penghasilan :

Agama :

Alamat :

2. Ibu

Nama : Ny.

Usia : Tahun
89

Pendidikan :

Pekerjaan/sumber penghasilan :

Agama :

Alamat :

C. Identitas Saudara Kandung


Tabel 4.18
No NAMA USIA HUBUNGAN STATUS

KESEHATAN
1

II. Riwayat Kesehatan

A. Riwayat Kesehatan Sekarang

1. Riwayat perjalanan penyakit : Kurang lebih 7 hari yang lalu klien

mengalami demam, demamnya saat malam hari demam klien tidak

turun kemudian orang klien langsung membawa klien kerumah sakit

untuk mendapatkan tindakan keperawatan

2. Keluhan Utama : .Ibu klien mengatakan demam, badan terasa

panas, lesu, tidak nafsu makan dan kepala pusing.

3. Riwayat penyakit sekarang :

Klien mengalami demam tinggi yang diakibatkan oleh virus

salmonella typhosa dengan qualitas demam tinggi di akibatkan


90

penyebaran ke seluruh tubuh pada suhu 38.00C demam

dirasakan pada malam hari

4. Riwayat Keluhan Utama :

Klien mengatakan demam, badan terasa panas, kepala pusing,

Temperatur : 38oC.

5. Keluhan Pada Saat Pengkajian :

Klien mengatakan masih mengalami kepalanya pusing, mual,

muntah, lidah terasa pahit saat makan, demam pada malam hari,

demam ± 7 hari yang lalu temperatur : 38oC.

6. Riwayat Keluhan Utama :

Ibu klien mengatakan demam, badan terasa panas, kepala

pusing, temperature : 39oC.

7. Keluhan Pada Saat Pengkajian :

Ibu klien mengatakan kepalanya terasa pusing, mual, muntah,

lidah terasa pahit saat makan, demam pada malam hari, demam

±14 hari yang lalu.

8. Penyakit pada masa lalu :

Kilen mengatakan tidak memiliki riwayat penyakit terdahulu.

Alergi : Klien tidak mempunyai riwayat alergi.

9. Riwayat keluarga :
91

Tidak ada keluarga yang menderita penyakit yang sama dengan

klien

B. Riwayat Kesehatan Lalu (khusus untuk anak usia 0 – 5 tahun )

1. Prenatal care

a. Ibu memeriksa kehamilannya setiap minggu di rumah sakit,

dan selama hamil tidak ada keluhan.

b. Riwayat terkena radiasi : Tidak ada.

c. Riwayat berat badan selama hamil : 52 kg.

d. Riwayat imunisasi TT : Imunisasi Lengkap.

e. Golongan darah ibu A golongan darah ayah O.

2. Natal

a. Tempat melahirkan : Dirumah

b. Jenis persalinan : Normal

c. Penolong persalinan : Bidan

d. Komplikasi yang dialami oleh ibu pada saat melahirkan dan

setelah melahirkan : Tidak mengalami komplikasi.

3. Post Natal

a. Kondisi bayi : Kemerahan APGAR : 10

b. Anak pada saat lahir tidak mengalami : Asfeksia

(untuk semua usia)


92

1. Klien pernah mengalami penyakit : Klien mengatakan tidak

memiliki riwayat penyakit terdahulu.

2. Riwayat kecelakaan : Tidak ada.

3. Riwayat mengkonsumsi obat – obatan berbahaya tanpa

anjuran dokter dan menggunakan zat / subtansi kimia yang

berbahaya : Klien mengatakan tidak pernah mengkonsumsi

obat-obatan yang terlarang, merokok, maupun alkohol.

4. Perkembangan anak di banding saudara – saudaranya : Lebih

aktif di bandingkan dari saudara-saudaranya.

C. Riwayat Kesehatan Keluarga

Riwayat kesehatan keluarga tidak mengalami penyakit yang seperti

klien alami

1.Genogram
93

2.Keterangan :

: Meninggal

: Laki – Laki

: Perempuan

: Klien

: Garis Perkawinan

: Garis Keturunan

III. Riwayat Imunisasi (imunisasi lengkap)


Tabel 4.19
No Jenis Waktu Frekuensi Reaksi Setelah

Immunisasi Pemberian Pemberian


1 BCG Umur 2-3 Bulan 1 kali Demam

2 DPT (I,II,III) Umur 18 Bulan 3 kali Demam

3 Polio Umur 1Bulan 4 kali Demam


94

(I,II,III,IV)
4 Campak Umur 9 Bulan 1 kali Demam

5 Hepatitis Umur 2 Tahun 2 kali Demam

IV. Riwayat Tumbuh Kembang

A. Pertumbuhan Fisik

1. Berat Badan : kg

2. Tinggi Badan : cm

3. Waktu Tumbuh Gigi : Pertama kali tumbuh

gigi usia 9 bulan, jumlah gigi saat tumbuh 1 gigi.

B. Perkembangan Tiap Tahap

Usia Anak Saat

1. Berguling : 4 Bulan

2. Duduk : 8 Bulan

3. Merangkak : 10 Bulan

4. Berdiri : 12 Bulan

5. Berjalan :13 Bulan

6. Senyum Kepada Orang Lain Pertama Kali :6 Bulan

7. Bicara Pertama Kali : 12 Bulan

Dengan Menyebutkan : Papa, Mama

8. Berpakaian Tanpa Bantuan : Dari umur 6 tahun

sudah mandiri

memakai baju
95

sendiri.

V. Riwayat Nutrisi

A. Pemberian ASI : Diberi asi selama 2 tahun

B. Pemberian Susu Formula :

1. Alasan pemberian : Dibiasaka untuk minum susu formula

2. Jumlah pemberian : ± 90 ml/hari

3. Cara pemberian : Botol susu (dot)

Pola perubahan nutrisi tiap tahap usia sampai nutrisi saat ini
Tabel 4.20
Usia Jenis Nutrisi Lama Pemberian
0-5 Bulan ASI 5 Bulan
6-8 Bulan ASI dan Cerelac 3 Bulan
9-10 Bulan ASI dan Bubur nasi 2 Bulan
11-21 Bulan ASI dan Nasi biasa 11 Bulan

VI. Riwayat Psikososial

1. Anak Tinggal Bersama : Keluarga.

2. Lingkungan Berada Di : Keramaian jalan raya.

3. Rumah Dekat Dengan : Keramaian jalan raya.

Tempat Bermain : Di taman dekat rumah.

Kamar Klien : Ada sendirian.

4. Rumah Ada Tangga : Tidak mempunyai tangga.

5. Hubungan Antar Anggota Keluarga : Dekat dengan keluarga.

6. Pengasuh Anak : Tidak ada pengasuh.


96

VII.Riwayat Spiritual

1. Support Sistem Dalam Keluarga : Selalu mendukung semua

kegiatan yang dilakukan

anaknya.

2. Kegiatan Keagamaan : Anak nya rajin

melaksanakan mengaji

dan shalat 5 waktu.

VIII. Reaksi Hospitalasi

A. Pengalaman Keluarga Tentang Sakit Dan Rawat Inap

1. Ibu Membawa Anaknya Ke RS Karena : Anak nya mengalami

panas tinggi, pusing, tidak napsu makan.

2. Apakah Dokter Menceritakan Tentang Kondisi Anak : Iya,

dokter menceritakan kondisi anaknya bahwa penyakit yang

diderita oleh anak tersebut adalah thypus abdominalis.

3. Perasaan Orang Tua Saat Ini : Merasa sedih melihat kondisi

anaknya sekarang ini.

4. Orang Tua Yang Selalu Berkunjung Ke RS : Ia selalu


97

berkunjung karena orang tuanya menjaga anaknya tapi secara

bergantian.

5. Yang Akan Tinggal Dengan Anak : Yang menjaga anaknya

saat dirumah sakit kedua orang tuanya.

B. Pemahaman Anak Tentang Sakit Dan Rawat Inap : Anak belum

mengerti tentang sakit yang di alaminya saat sekarang.

IX. Aktivitas Sehari-Hari

A. Nutrisi
Tabel 4.21
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1.Selera Makan Meningkat, Menurun, dengan

dengan porsi 1 porsi 3-4 sendok/

piring nasi biasa porsi tidak dihabiskan

dalam sehari 3x. bubur biasa dalam

sehari 3x.

B. Cairan
Tabel 4.22
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
98

1.Jenis Makanan Air Putih Air Putih

2.Frekuensi Minum 7-8 gelas/ hari 7-8 gelas/ hari

3.Kebutuhan Cairan 2000 ml/ 2 liter 2000 ml/ 2 liter

4.Cara Pemenuhan Diminum Diminum

C. Eliminasi (BAB&BAK)
Tabel 4.23
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1.Tempat WC WC

Pembangunan

2.Frekuensi (Waktu) 1x sehari 2x sehari

3.Konsitensi Padat Padat

4.Warna Kuning Kuning

5.Kesulitan Tidak ada Tidak ada

kesulitan kesulitan

6.Obat Pencahar Tidak ada Tidak ada

D. Istirahat Tidur
Tabel 4.24
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1.Jam Tidur

- Siang 30 menit- 1 jam 1 jam

- Malam 7-8 jam 4-5 jam

2.Pola Tidur Teratur Tidak teratur

3.Kebiasaan Membaca do’a Membaca do’a

Sebelum Tidur
99

4.Kesulitan Tidur Tidak ada Ada

E. Olah Raga
Tbel 4.25
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1.Program Olah Raga Ada Tidak ada

2.Jenis Dan Frekuensi Main ± 1 jam Tidak ada

Tubuh menjadi

3.Kondisi Setelah sehat dan Tidak ada

Olahraga bugar

F.Personal Hygiene
Tabel 4.26
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit

1. Mandi

- Cara Mandi sendiri Hanya di lap

- Frekuensi 2x sehari 1x sehari

- Alat mandi Sabun, sikat gigi, Menggunakan

pepsoden handuk kecil


100

2. Cuci rambut

 Frekuensi 2x sehari Tidak pernah

 Cara Cuci rambut Di bantu orang

sendiri dengan tua

menggunakan

shampo

3. Gunting kuku

 Frekuensi 1x/ minggu Tidak pernah

 Cara Dibantu orang tua -

4. Gosok gigi

 Frekuensi 2x sehari Tidak

menggosok gigi

 Cara Gosok gigi sendiri -

G. Aktifitas/Mobilitas Fisik
Tabel 4.27
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1.Kegiatan Sehari- Sekolah, Tidak ada

Hari Bermain,

Mengaji

2.Pengaturan Jadwal

Harian Tidak ada Tidak ada

3.Penggunaan Alat

Bantu Aktifitas
101

4.Kesulitan Tidak ada Dengan bantuan

Pergerakan Tubuh keluarga

Tidak ada Ada

H. Reaksi
Tabel 4.28
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Perasaan saat Senang Sedih

sekolah

2. Waktu luang Bermain dengan Istirahat

orang tua dan Senang

teman sebaya

3. Perasaan setelah Senang Tidak ada

rekreasi

4. Waktu senggang Nonton tv, kumpul Tidak ada

keluarga keluarga bersama

5. Kegiatan fisik Membantu orang Tidak ada

tua
102

X. Pemeriksaan Fisik

1. Keadaan umum : Lemah

2. Kesadaran :Compos mentis E:4 V:5 M:6

3. Tanda – tanda vital

a. Tekanan darah :-

b. Denyut nadi : 95x/menit

c. Suhu
Tabel 4.29 :
Hasil Pengukuran suhu tubuh

NO Hari/Tanggal Jam Hasil

1 Senin, 06 14.00 39OC

Agustus 2018
2 Selasa, 07 10.00 37,5OC

Agustus 2018
3 Rabu, 08 11.00 36.5oC

Agustus 2018

d. Pernafasan : 26x/menit

4. Berat badan : 22 kg

5. Tinggi badan : 132 cm

6. Kepala

a. Keadaan kepala : Bersih

b. Warna rambut : Hitam


103

c. Penyebaran : Merata

d. Mudah rontok : Tidak mudah rontok

e. Kebersihan rambut : Cukup Bersih

Palpasi

Benjolan : Tidak ada benjolan

Nyeri tekan : Tidak ada nyeri tekan

Tekstur rambut : Halus

7. Muka

Inspeksi

a. Simetris / tidak : Simetris

b. Bentuk wajah : Oval

c. Gerakan abnormal : Tidak ada

Palpasi

d. Nyeri tekan : Tidak ada

8. Mata

Inspeksi

a. Sklera : An ikterik

b. Konjungtiva : An anemis

c. Pupil : Isokor

d. Posisi mata : Simetris

e. Gerakan bola mata : Normal

f. Keadaan bola mata : Normal


104

g. Penglihatan : Normal

9. Hidung & Sinus

Inspeksi :

a. Posisi hidung : Normal

b. Bentuk hidung : Normal

c. Keadaan septum : Normal

d. Secret / cairan : Normal

10.Telinga

Inspeksi

a. Posisi telinga : Nomral

b. Ukuran/bentuk telinga : Simetris

c. Aurikel : Normal

d. Lubang telinga : Simetris

e. Pemakaian alat bantu : Tidak ada

Palpasi

Nyeri tekan : Tidak ada

11.Mulut

Inspeksi

a. Gigi

- Keadaan gigi : Baik

- Karang gigi/karies : Cukup baik

- Pemakaian gigi palsu : Tidak ada


105

b. Gusi

Merah / radang / tidak : Merah muda

c. Lidah

Kotor / tidak : Kotor

d. Bibir

- Cianosis / pucat / tidak : Tidak pucat

- Basah / kering / pecah : Kering

- Mulut berbau : Berbau

- Kemampuan bicara : Normal

- Skret/cairan : Tidak

12.Tenggorokan

a. Nyeri tekan : Tidak ada

b. Nyeri menelan : Tidak ada

13.Leher

Inspeksi

Kelenjar Getah bening : Tidak ada pembesaran kelenjar

bening.

Palpasi

a. Kelenjar getah bening : Teraba

b. Kaku kuduk / tidak : Tidak kaku

c. Kesimetrisan : Simetris
106

14.Thorax dan pernapasan

a. Bentuk dada : Simetris

Palpasi

Nyeri tekan : Tidak ada

Auskultasi

a. Suara nafas : Normal / Vasikuler

b. Suara tambahan : Tidak ada

15. Abdomen

Inspeksi

a. Membuncit : Tidak membuncit

b. Luka : Tidak ada luka

Palpasi

a. Nyeri tekan : Tidak ada nyeri tekan

b. Keluhan : Tidak ada keluhan

Auskultasi

a. Peristaltik : 14x/ menit

16.Genetalia dan Anus

Kebersihan : Cukup bersih


107

17.Ekstremitas

 Ekstremitas

 Gerakan : Optimal

 Kebersihan : Cukup

tremor : tidak tremor tremor : tidak tremor

skala kekuatan otot : 5 skala kekuatan otot : 5

lain-lain :tidak ada lain- lain : terpasang infus

tremor : tidak tremor tremor : tidak tremor

skala kekuatan otot : 5 skala kekuatan otot : 5

lain-lain :tidak ada lain-lain :tidak ada

Keterangan skala kekuatan otot :

- Skala 5 (Normal) : Mampu menggerakan persendian dalam

lingkup gerak penuh, mampu melawan gaya gravitasi, dan

mampu melawan dengan tahap penuh (kekuatan utuh)

XI. Test Diagnostik


108

Laboratorium
Tabel 4.30
No Tanggal Pemeriksaan Hasil Nilai normal
1 06 Agustus Hemoglobin 10,3 g / dl Lk: 12-14

2018 Pr: 12-13 gr/dl

2 Trombosit 221.000 /mm3 150.000–

400.000 /mm3

3 Leukosit 4100 / mm3 4000 – 10.000 /

mm3

4 Hematokrit 31 % Lk: 40 – 48 /

Pr: 37 – 43 %

5 Ureum 28 10 – 50 mg/dl

6 SGOT 42 Lk: <35

Pr: <31 u/l

7 SGPT 36 Lk: <41

Pr: <31 u/l

Uji widal Kasus 2 Batasan


Thypi O 1/320 Neg
109

Parathypi AO 1/160 Neg

Parathypi BO 1/320 Neg

Parathypi CO 1/80 Neg

Thypi H 1/320 Neg

Parathypi AH 1/80 Neg

Parathypi BC 1/80 Neg

Parathypi CH 1/80 Neg

XII.Terapi saat ini


Tabel 4.31
No Tanggal Jenis obat Dosis Cara pemberian

1 06 IVFD 1B KAEN gtt XIII tts/mnt IVFD

Agustus gtt XII tts/mnt

2 2018 Ampicilin 3x1gr IV


110

3 Ranitidine 2x50 mg IV

4 Gentamicin 2x60 mg IV

5 Paracetamol 4x500 mg Oral

1 07 IVFD 1B KAEN gtt XIII tts/mnt IVFD

Agustus gtt XII tts/mnt

2 2018 Ampicilin 3x1gr IV

3 Ranitidine 2x50 mg IV

4 Gentamicin 2x60 mg IV

5 Paracetamol 4x500 mg Oral

1 08 IVFD 1B KAEN gtt XII tts/mnt IVFD

Agustus gtt XII tts/mnt

2018
2 Ampicilin 3x1gr IV

3 Ranitidine 2x50 mg IV

4 Gentamicin 2x60 mg IV

5 Paracetamol 4x500 mg Oral

XIII. ANALISA DATA


Tabel 4.32
No Data Kemungkinan penyebab Masalah

1 DS : Ibu klien mengatakan Salmonella Typhosa Hipertermi

anaknya demam, badan


111

anaknya terasa panas, Masuk ke dalam saluran

lesu, tidak nafsu makan pencernaan (usus halus)

DO:Klien tampak lemas,

tampak gelisah, badan Menginvasi jaringan

teraba panas. limfoid

-Mukosa bibir kering

-Kulit kering Masuk peredaran darah

TTV :

Temp : 39OC Mempengaruhi pusat

Nadi : 95x/menit termoregulator

Pernafasan : 26x/menit

Infeksi

Hipertermi

XIV. DIAGNOSA KEPERAWATAN

Hipertermia berhubungan dengan proses penyakit [ CITATION

Tim17 \l 1057 ]
114

Nama : An “ ” Tgl MRS :

Umur : Tahun No cm :

Jenis kelamin : Diagnosa : Thypoid Fever


Tabel 4.33

No Diagnosa Perencanaan Implementasi Evaluasi

Keperawatan Tujuan Intervensi Rasional

1 Hipertermia Tujuan Panjang : S:Ibu klien

berhubungan Setelah dilakukan mengatakan

dengan proses tindakan anaknya

penyakit keperawatan demam, badan

[ CITATION Tim17 selama 3x24 jam terasa panas,

\l 1057 ] dengan lesu, dan

berkolaborasi lemas
115

DS : Klien dengan tim dokter O: Suhu

mengatakan dalam pemberian tubuh

sering haus therapy antyperetik klien 36,5ºC

DO:Klien diharapkan suhu ditandai

Terliat tubuh kembali dengan

lemas, normal mukosa bibir

tampak Tujuan Pendek : kering

gelisah, Setelah dilakukan Temp: 36,5 ºC

badan teraba tindakan Nadi: 95x /

panas. keperawatan 1x24 Menit

Tanda-Tanda jam dengan Pernapasan:

Vital : memberikan 24x / menit

Temp : 39OC kompres hangat A: Hipertermi


116

Nadi: diharapkan suhu belum

80x/menit tubuh mengalami teratasi

Pernafasan: penurunan dengan P: Intervensi

26x/menit kriteria hasil : dilanjutkan

Leukosit: 4100 - Klien tampak 1.Observasi

Uji widal : membaik tanda-tanda

-Thypi O: - Mengalami vital

1/320 penurunan dari 2.Kompres

390 normal hangat pada

menjadi 36.50C daerah

- Nadi klien axila,lipatan

mengalami paha dan

perubahan dari temporal


117

90x/menit 1. Anjurkan klien

menjadi memakai

95x/menit: pakaian yang

menyerap

keringat dan

tipis

2. Kolaborasi

dengan tim

medis dalam

pemberian

obat obatan

(Paracetamol

4x500 mg)
118

CATATAN PERKEMBANGAN
Tabel 4.34
NO Tanggal/H Diagnosa Catatan Paraf

ari Keperawatan Perkembangan


1 Senin/ 06 Hipertermia S:Ibu klien

Agustus berhubungan mengatakan

2018 dengan proses anaknya demam,

penyakit badan

[ CITATION panas, lesu dan

Tim17 \l 1057 ] lemas

O: Suhu tubuh klien

38,0ºC ditandai

dengan mukosa

bibir kering

Temp: 39,0 ºC

Nadi: 95x / menit

Pernafasan: 24x /

menit

A: Hipertermi belum

teratasi

P: Intervensi di

lanjutkan

1. Observasi Tanda-

tanda Vital

2.Kompres hangat
119

pada daerah

axila, lipatan paha

dan temporal

3.Anjurkan klien

memakai pakaian

yang menyerap

keringat

4.Kolaborasi

dengan dokter

dalam pemberian

therapy dan

obat antiperetik
2 Selasa/ 07 Hipertermia S: Ibu klien

Agustus berhubungan mengatakan badan

2018 dengan proses anaknya

penyakit terasa panas

[ CITATION berkurang, lesu

Tim17 \l 1057 ] dan lemas

O:Suhu tubuh klien

menurun 37,5ºC,

mukosa bibir

kering

Temp: 37,5 ºC

Nadi: 95x / menit


120

Pernafasan: 26x/

menit

A: Masalah

hipertermi

teratasi sebagian

P: Intervensi

dilanjutkan

1. Observasi Tanda-

Tanda Vital

2. Kompres hangat

pada daerah

axila, lipatan

paha dan

temporal.

3. Anjurkan klien

memakai pakaian

yang menyerap

keringat

4. Kolaborasi

dengan dokter

dalam pemberian

therapy dan obat

antiperetik
3 Rabu/08 S: Ibu klien
121

Agustus mengatakan

2018 badannya tidak

terasa panas lagi,

O: Klien tampak

segar suhu tubuh

klien kembali

normal

36,5ºC, mukosa

bibir lembab

Temp: 36,5 ºC

Nadi: 95 x / menit

Pernafasan: 26x /

menit

A: Hipertermi

masalah teratasi

P:Intervensi

dihentikan

pasien pulang

4.3 Hasil

Pada hasil studi kasus ini penulis mendapatkan hasil kasus klien

dengan asuhan keperawatan pada anak thypus abdominalis dengan

penerapan manajemen hipertermi di RS.TK.IV.02.07.05. dr Noesmir


122

Baturaja. Dalam kasus ini, penulis akan menguraikan 2 kasus dalam

Penerapan manajemen hipertermi yang dilakukan terhadap thypoid

fever Mulai juli 2018 sampai dengan Agustus 2018 dengan

melalui pendekatan proses keperawatan.

4.4 Pembahasan

Pada pelaksanaannya dilapangan yang telah dilakukan

langsung kepada klien An “ ” dan An “ ”di RS.TK.IV.02.07.05. dr

Noesmir Baturaja, penulis telah melakukan tahapan yang mendapat

sebagai berikut:

4.4.1 Pengkajian

Perbandingan hasil pengkajian pada An “ ” dan An “ ”

Tabel 4.35

Pengkajian pada An “ ” Pengkajian pada An “ ”


1. Setelah dilakukan kompres 1. Setelah dilakukan kompres hangat
123

hangat ke klien mengalami ke klien mengalami penurunan

penurunan suhu tubuh dari suhu tubuh klien dari 39.0oC ke

38.0oC ke 36.00C 36.5oC

2. Observasi tanda-tanda vital 2. Observasi tanda-tanda vital

Pernafasan : 24x/menit Pernafasan : 26x/menit

Nadi : 85x/menit Nadi : 80x/menit

Temp : 38.0oC Temp : 39.0oC

3. Terpasang infus sebelah kanan 3. Terpasang infuse sebelah kiri

4. Klien mengatakan demam, 4.Ibu klien mengatakan demam,

badan terasa panas, lesu, tidak kepala pusing, muaal muntah,

nafsu makan dan kepala temperature 39oC

pusing.

5. Klien mengatakan kepala 5. Ibu klien mengatakan kepala

pusing, mual, muntah, lidah anaknya pusing, mual, muntah,

terasa pahit saat makan, demam lidah terasa pahit saat makan,

pada malam hari, demam ± 7 demam pada malam hari, demam ±

hari yang lalu. 14 hari yang lalu.

6. Klien pernah mengalami kejang 6. Klien mengatakan tidak

di usia 10 bulan, 2 tahun, 4 memiliki riwayat

tahun, 5 tahun, 7 tahun. penyakit terdahulu.

7. Bibir kemerahan dan mukosa 7. Bibir kemerahan dan mukosa

kering kering
124

Diliht dari hasil Sebelum Penerapan Kompres Hangat

dilakukan Kasus I An” ” Suhu : 38.0oC, dan setelah dilakukan

penerapan manajemen hipertermi mengalami penurunan sampai hari

ke 3 Suhu : 36.0oC. Untuk kasus II An “ ” Sebelum dilakukannya

penerapan manajemen hipertermi Suhu : 39OC, dan setelah dilakukan

penerapan manajemen hipertermi mengalami penurunan hari ke 3

Suhu : 36.5oC. Sedangkan menurut Teori Muhammad zen, Suhu

normalnya 36.0oC (Marni, 2016).

2.4.2 Diagnosa Keperawatan

Hipertermia berhubungan dengan proses penyakit [ CITATION

Tim17 \l 1057 ]

Diagnosis keperawatan yang ditemukan pada Kasus Thypoid

Fever di RS.TK.IV.02.07.05. dr Noesmir Baturaja adalah :


125

Tabel 4.36
Pengkajian pada An “ ” Pengkajian pada An “ ”
1. Hipertermia berhubungan 1. Hipertermia berhubungan

dengan proses penyakit dengan proses penyakit

[ CITATION Tim17 \l 1057 ] [ CITATION Tim17 \l 1057 ]

Jadi pada kenyataan yang ada dilapangan masalah

keperawatan yang muncul pada An “ ” ada 1 masalah dari 4

masalah dan pada An “ ”ada 1 masalah dari 4 masalah yang

disebutkan menurut [ CITATION Mar16 \l 1033 ].

2.4.3 Perencanaan

Perencanaan keperawatan pada Kasus Thypoid Fever

berdasarkan diagnosis keperawatan adalah sebagai berikut :

1. Hipertermia berhubungan dengan proses penyakit

[ CITATION Tim17 \l 1057 ]

Manajemen Hipertermi :

1. Observasi

a. Identifkasi penyebab hipertermi (mis. dehidrasi

terpapar lingkungan panas penggunaan

incubator)

b. Monitor suhu tubuh

c. Monitor kadar elektrolit


126

d. Monitor haluaran urine

2. Terapeutik

a. Sediakan lingkungan yang dingin

b. Longgarkan atau lepaskan pakaian

c. Basahi dan kipasi permukaan tubuh

d. Berikan cairan oral

e. Ganti linen setiap hari atau lebih sering jika

mengalami hiperhidrosis (keringat berlebih)

f. Lakukan pendinginan eksternal (mis. selimut

hipotermia atau kompres dingin pada dahi,

leher, dada, abdomen,aksila)

g. Hindari pemberian antipiretik atau aspirin

h. Batasi oksigen, jika perlu

3. Edukasi

a. Anjurkan tirah baring

4. Kolaborasi

a. Kolaborasi cairan dan elektrolit intravena, jika

perlu.[ CITATION Tim18 \l 1057 ]

1.4.4 Implementasi

Tindakan yang diberikan pada pasien Kasus Thypoid

Fever di RS.TK.IV.02.07.05. dr Noesmir Baturaja sebagai

berikut :

Tabel 4.37
127

Diagnosis Implementasi An“ ” Implementasi An “ ”


Hipertermia

berhubungan

dengan proses

penyakit [ CITATION

Tim17 \l 1057 ]

Pelaksanaan merupakan realisasi dari rencana yang telah

dibuat. Penerapan manajemen hipertermi adalah merupakan

pemberian asuhan keperawatan yang nyata serta merupakan

penyelesaian dari tindakan keperawatan untuk mencapai

sasaran yang telah dirumuskan dalam perencanaan yaitu

dengan terpenuhinya kebutuhan klien secara optimal. Pada

teori yang ada, sudah diterapkan semuanya kepada klien,

dalam proses Penyembuhan klien yaitu An “ ” dan An” ”

menunjukan hasil yang baik.

1. Hipertermia berhubungan dengan proses penyakit

[ CITATION Tim17 \l 1057 ]

1.4.5 Evaluasi
Tabel 4.38
No Diagnosa Evaluasi An” ” Evaluasi An” ”

Keperawatan
1 Hipertermia S: S:Ibu klien

berhubungan Ibu klien mengatakan

dengan proses mengatakan anaknya


128

penyakit anaknya demam,

[ CITATION Tim17 demam, badan badan

\l 1057 ] terasa panas, terasa panas,

lesu, dan lesu, dan

lemas lemas

O: O: Suhu tubuh

Suhu tubuh klien 36,5ºC

klien 36,0ºC ditandai

ditandai dengan

dengan mukosa bibir

mukosa bibir kering

kering Temp: 36,5ºC

Temp: 36,0 ºC Nadi: 95x /

Nadi: 90x / menit

menit Pernapasan:

Pernapasan: 24x / menit

24x / menit A: Hipertermi

A: Hipertermi belum

belum teratasi

teratasi P: Intervensi

P: Intervensi dilanjutkan

dilanjutkan 1.Observasi

1. Observasi tanda-tanda
129

tanda-tanda vital

vital 2.Kompres

1. Kompres hangat pada

hangat pada daerah

daerah axila, axila,lipatan

lipatan paha paha dan

dan temporal temporal

2. Anjurkan 3.Anjurkan

klien klien

memakai memakai

pakaian yang pakaian yang

menyerap menyerap

keringat dan keringat dan

tipis tipis

3. Kolaborasi 4. Kolaborasi

dengan tim dengan tim

medis dalam medis dalam

pemberian pemberian

obat obatan obat obatan

(Paracetamol (Paracetamol

4x500 mg) 4x500 mg)


130

4.5 Keterbatasan

Pada saat melakukan implementasi dan evaluasi pada pasien

keterbatasan yang di alami peneliti yaitu dalam penerapan manajemen

hipertermi harus membujuk pasien terlebih dahulu karena pasien itu

masih anak-anak.

Anda mungkin juga menyukai