Anda di halaman 1dari 69

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK


NOMOR PER- 52 /PJ/2010

TENTANG

TATA CARA PENGAJUAN DAN PENYELESAIAN KEBERATAN PAJAK PENGHASILAN,


PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DAN/ATAU PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 12 Peraturan


Menteri Keuangan Nomor 194/PMK.03/2007 tentang Tata Cara
Pengajuan dan Penyelesaian Keberatan;
b. bahwa dalam rangka lebih memberikan kepastian hukum bagi Wajib
Pajak dan tertib administrasi perpajakan, perlu menetapkan pengganti
Peraturan Direktur Jenderal Pajak tentang Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai
dan/atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan
Tata Cara Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1983 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 3262) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2009 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4999);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2007 tentang Tata Cara
Pelaksanaan Hak dan Kewajiban Perpajakan Berdasarkan
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan
Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 169, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4797);
3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 194/PMK.03/2007 tentang Tata
Cara Pengajuan dan Penyelesaian Keberatan;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG TATA CARA


PENGAJUAN DAN PENYELESAIAN KEBERATAN PAJAK PENGHASILAN,
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI DAN/ATAU PAJAK PENJUALAN ATAS
BARANG MEWAH.

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini yang dimaksud dengan:


1. Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang
selanjutnya disebut UU KUP adalah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983
tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun
2009.
2. Wajib Pajak adalah orang atau badan yang menurut ketentuan peraturan
perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan kewajiban
perpajakan.

/3. Kantor…

1
3. Kantor Pelayanan Pajak selanjutnya disebut KPP adalah:
a. Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar dan/atau tempat
Pengusaha Kena Pajak dikukuhkan; atau
b. Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan dalam
wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak sebagaimana pada huruf a.
4. Kepala Kantor Pelayanan Pajak selanjutnya disebut Kepala KPP adalah
Kepala Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar dan/atau
tempat Pengusaha Kena Pajak dikukuhkan.
5. Unit Pelaksana Penelitian Keberatan adalah Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Pajak atau Direktorat Keberatan dan Banding.

BAB II
PROSEDUR PENGAJUAN

Pasal 2

Wajib Pajak dapat mengajukan keberatan atas suatu:


a. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar, kecuali Surat Ketetapan Pajak
Kurang Bayar berdasarkan Pasal 13A Undang-Undang Nomor 6 Tahun
1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana
telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16
Tahun 2009;
b. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan;
c. Surat Ketetapan Pajak Nihil;
d. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar; atau
e. Pemotongan atau pemungutan pajak oleh pihak ketiga berdasarkan
ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Pasal 3

Keberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 diajukan kepada Direktur


Jenderal Pajak melalui Kepala KPP dengan surat keberatan.

Pasal 4

(1) Surat keberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 wajib memenuhi


syarat:
a. diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia;
b. mengemukakan jumlah pajak yang terutang atau jumlah pajak yang
dipotong atau dipungut atau jumlah rugi menurut penghitungan Wajib
Pajak dengan disertai alasan-alasan yang menjadi dasar penghitungan
dan dilampirkan dengan fotokopi surat ketetapan pajak, bukti
pemungutan, atau bukti pemotongan;
c. 1 (satu) surat keberatan diajukan hanya untuk 1 (satu) Surat
Ketetapan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a, huruf
b, huruf c, dan huruf d, atau untuk 1 (satu) pemotongan atau
pemungutan pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf e;
d. melunasi pajak yang masih harus dibayar paling sedikit sejumlah yang
telah disetujui Wajib Pajak dalam pembahasan akhir hasil
pemeriksaan dan disertai fotokopi bukti pelunasannya;
e. diajukan paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal dikirim surat
ketetapan pajak atau sejak tanggal pemotongan atau pemungutan
pajak oleh pihak ketiga, kecuali Wajib Pajak dapat menunjukkan
bahwa jangka waktu tersebut tidak dapat dipenuhi karena keadaan di
luar kekuasaan Wajib Pajak (force majeur); dan
f. ditandatangani oleh Wajib Pajak, dan dalam hal surat keberatan
ditandatangani oleh bukan Wajib Pajak, surat keberatan tersebut wajib
dilampiri dengan Surat Kuasa Khusus sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 32 UU KUP.
/(2) Persyaratan...

2
(2) Persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d hanya berlaku
untuk pengajuan keberatan atas suatu Surat Ketetapan Pajak Kurang
Bayar atau Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan yang
berkaitan dengan Surat Pemberitahuan untuk Masa Pajak, Bagian Tahun
Pajak, atau Tahun Pajak 2008 dan seterusnya.

Pasal 5

Surat Keberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dapat dibuat


sebagaimana contoh pada Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini,
yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur
Jenderal Pajak ini.

Pasal 6

(1) Surat keberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 disampaikan ke


KPP :
a. secara langsung;
b. melalui pos dengan bukti pengiriman surat; atau
c. dengan cara lain.
(2) Penyampaian surat keberatan dengan cara lain sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf c meliputi:
a. melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir dengan bukti
pengiriman surat; atau
b. e-Filing melalui Penyedia Jasa Aplikasi (Application Service Provider)
atau fasilitas e-Filing yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak.
(3) Bukti penerimaan surat keberatan, dalam hal disampaikan:
a. secara langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a
adalah Bukti Penerimaan Surat;
b. melalui pos sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b adalah
bukti pengiriman surat;
c. melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir sebagaimana pada
ayat (2) huruf a adalah bukti pengiriman surat;
d. melalui e-Filing melalui Penyedia Jasa Aplikasi (Application Service
Provider) atau fasilitas e-Filing yang disediakan oleh Direktorat
Jenderal Pajak sebagaimana ayat (2) huruf b adalah bukti
penerimaan elektronik.
(4) Surat keberatan yang tidak disampaikan ke KPP merupakan surat yang
tidak disampaikan pada tempatnya dan tidak dipertimbangkan, sehingga
Direktur Jenderal Pajak tidak menerbitkan Surat Keputusan Keberatan.
(5) Unit kantor Direktorat Jenderal Pajak yang menerima surat keberatan
sebagaimana dimaksud pada ayat (4) mengembalikan surat keberatan
kepada Wajib Pajak dan memberitahukan secara tertulis KPP tempat
penyampaian surat keberatan yang seharusnya, paling lama 5 (lima) hari
kerja sejak diterimanya surat keberatan dengan menggunakan formulir
pada Lampiran II.1 Peraturan Direktur Jenderal ini.

Pasal 7

Saat diterimanya surat keberatan, dalam hal surat keberatan disampaikan:


a. secara langsung sebagaimana pada Pasal 6 ayat (1) huruf a adalah
sesuai tanggal terima yang tercantum pada bukti penerimaan surat yang
diberikan oleh KPP;
b. melalui pos sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (1) huruf b, adalah
sesuai tanggal stempel pos yang tercantum pada bukti pengiriman surat;
c. melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir sebagaimana dimaksud
pada Pasal 6 ayat (2) huruf a, adalah sesuai tanggal pengiriman yang
tercantum pada bukti pengiriman surat; atau
d. dengan e-Filing melalui Penyedia Jasa Aplikasi atau Application Service
Provider (ASP) sebagaimana dimaksud pada Pasal 6 ayat (2) huruf b,
adalah sesuai tanggal yang tercantum pada bukti penerimaan elektronik.

/Pasal ...

3
Pasal 8

(1) Kepala KPP atas nama Direktur Jenderal Pajak wajib memberitahukan
secara tertulis kepada Wajib Pajak bahwa surat keberatannya memenuhi
persyaratan sebagaimana dimaksud pada Pasal 4 dengan formulir
sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran II.2 Peraturan Direktur Jenderal
Pajak ini yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan
Direktur Jenderal Pajak ini.
(2) Surat keberatan yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 4 bukan merupakan surat keberatan dan tidak
dipertimbangkan, sehingga Direktur Jenderal Pajak tidak menerbitkan
Surat Keputusan Keberatan.
(3) Kepala KPP atas nama Direktur Jenderal Pajak wajib memberitahukan
secara tertulis kepada Wajib Pajak bahwa surat keberatannya tidak
memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dengan
menggunakan formulir sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran II.3 atau
Lampiran II.4 Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini, yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini.

Pasal 9

(1) Sebelum mengajukan keberatan, Wajib Pajak dapat meminta keterangan


secara tertulis hal-hal yang menjadi dasar pengenaan pajak atau
penghitungan rugi kepada Direktur Jenderal Pajak melalui KPP paling
lama 2 (dua) bulan setelah tanggal pengiriman surat ketetapan pajak.
(2) Kepala KPP atas nama Direktur Jenderal Pajak wajib memberi
keterangan yang diminta oleh Wajib Pajak secara tertulis sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) kepada Wajib Pajak paling lama 15 (lima belas)
hari kerja sejak surat permintaan Wajib Pajak diterima.
(3) Jangka waktu pemberian keterangan sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) tidak menunda jangka waktu pengajuan keberatan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) huruf e.
(4) Meskipun jangka waktu 2 (dua) bulan sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1) telah terlampaui, Wajib Pajak masih dapat meminta keterangan
secara tertulis hal-hal yang menjadi dasar pengenaan pajak atau
penghitungan rugi kepada Direktur Jenderal Pajak melalui KPP.
(5) Atas permintaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (4), Kepala KPP
atas nama Direktur Jenderal Pajak dapat memberi keterangan yang
diminta oleh Wajib Pajak secara tertulis.

BAB III
PROSES PENYELESAIAN KEBERATAN

Pasal 10

(1) Dalam proses penyelesaian keberatan, Kepala Unit Pelaksana Penelitian


Keberatan atas nama Direktur Jenderal Pajak dapat:
a. meminjam buku, catatan, data, dan informasi dalam bentuk hardcopy
dan/atau softcopy kepada Wajib Pajak dengan menggunakan formulir
sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran III Peraturan Direktur
Jenderal Pajak ini, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini;
b. meminta Wajib Pajak untuk memberikan keterangan, dengan
menggunakan formulir sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran IV
Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini, yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini;
c. meminta pihak lain diluar Direktorat Jenderal Pajak untuk memberikan
data dan atau keterangan dengan menggunakan formulir
sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran V Peraturan Direktur
Jenderal Pajak ini, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini; dan atau
d. meninjau ke tempat Wajib Pajak jika diperlukan.
/(2) Dalam...

4
(2) Dalam hal Wajib Pajak mengajukan keberatan atas suatu pemotongan
atau pemungutan pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf e,
Wajib Pajak wajib menyerahkan asli bukti pemotongan atau pemungutan
pajak dan surat pernyataan yang menyatakan bahwa pemotongan atau
pemungutan pajak belum atau tidak akan dikreditkan.
(3) Wajib Pajak wajib memenuhi peminjaman dan atau permintaan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan b paling lama 15 (lima
belas) hari kerja sejak tanggal dikirimnya surat peminjaman dan/atau
permintaan.
(4) Apabila sampai dengan jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat
(3) berakhir, Wajib Pajak belum meminjamkan sebagian atau seluruh
buku, catatan, data dan informasi dan/atau belum memberikan
keterangan yang diminta, Kepala Unit Pelaksana Penelitian Keberatan
atas nama Direktur Jenderal Pajak menerbitkan peminjaman dan/atau
permintaan yang kedua dalam jangka waktu 5 (lima) hari kerja sejak
batas waktu tersebut diatas berakhir.
(5) Wajib Pajak wajib memenuhi peminjaman dan/atau permintaan yang
kedua sebagaimana dimaksud pada ayat (4) paling lama 10 (sepuluh)
hari kerja sejak tanggal dikirimnya surat peminjaman dan/atau
permintaan yang kedua.
(6) Dalam hal masih diperlukan, Wajib Pajak wajib meminjamkan bukti
tambahan dan/atau memberikan penjelasan, dalam jangka waktu
sebagaimana disebut dalam surat peminjaman dan/atau permintaan
tambahan.
(7) Dalam hal Wajib Pajak tidak memenuhi sebagian atau seluruhnya
peminjaman dan/atau permintaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3),
ayat (5), dan ayat (6) serta tidak menyerahkan asli bukti pemotongan
atau pemungutan pajak dan surat pernyataan yang menyatakan bahwa
pemotongan atau pemungutan pajak belum atau tidak akan dikreditkan
sebagaimana dimaksud pada ayat (2), keberatan tetap diproses sesuai
dengan data yang ada atau diterima dan Kepala Unit Pelaksana
Penelitian Keberatan atas nama Direktur Jenderal Pajak membuat Berita
Acara dengan menggunakan formulir pada Lampiran VI Peraturan
Direktur Jenderal Pajak ini yang merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini.
(8) Dalam hal diperlukan, untuk mendapatkan data dan/atau informasi yang
objektif yang dapat dijadikan dasar dalam mempertimbangkan keputusan
keberatan, Direktur Jenderal Pajak dapat melakukan pemeriksaan untuk
tujuan lain dalam rangka keberatan.
(9) Pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (8) dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan yang berlaku di bidang pemeriksaan.

Pasal 11

(1) Dalam proses penyelesaian keberatan, Kepala Unit Pelaksana Penelitian


Keberatan atas nama Direktur Jenderal Pajak dapat melakukan
pembahasan sengketa perpajakan yang diajukan keberatan dengan
Wajib Pajak dan/atau pihak lain yang terkait.
(2) Dalam pembahasan sengketa perpajakan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1), Kepala Unit Pelaksana Penelitian Keberatan atas nama Direktur
Jenderal Pajak dapat memanggil Wajib Pajak dan/atau pihak lain yang
terkait untuk melakukan pembahasan sengketa perpajakan yang diajukan
keberatan dengan menggunakan formulir pada Lampiran VII.1/Lampiran
VII.2 Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini, yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini.
(3) Dalam hal Kepala Unit Pelaksana Penelitian Keberatan atas nama
Direktur Jenderal Pajak memanggil Wajib Pajak dan/atau pihak lain untuk
melakukan pembahasan sengketa perpajakan yang diajukan keberatan
sebagaimana dimaksud pada ayat (2), surat pemanggilan dikirimkan
paling lama 10 (sepuluh) hari kerja sebelum tanggal pembahasan
sengketa perpajakan.

/(4) Pembahasan...

5
(4) Pembahasan sengketa perpajakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dituangkan dalam Berita Acara Pembahasan Sengketa Perpajakan
dengan menggunakan formulir pada Lampiran VIII Peraturan Direktur
Jenderal Pajak ini, yang merupakan bagian tidak tepisahkan dari
Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini.

Pasal 12

(1) Pembukuan, catatan, data, informasi, atau keterangan lain yang tidak
diberikan pada saat pemeriksaan, tidak dipertimbangkan dalam
penyelesaian keberatan, kecuali pembukuan, catatan, data, informasi,
atau keterangan lain tersebut berada di pihak ketiga dan belum diperoleh
Wajib Pajak pada saat pemeriksaan.
(2) Dalam hal terdapat pembukuan, catatan, data, informasi, atau keterangan
lain yang belum diminta pada saat proses pemeriksaan tetapi diperlukan
dan diminta oleh Direktur Jenderal Pajak serta diserahkan oleh Wajib
Pajak dalam proses keberatan, pembukuan, catatan, data, informasi,
atau keterangan lain yang diserahkan oleh Wajib Pajak tersebut dapat
dipertimbangkan dalam penyelesaian keberatan, sepanjang memiliki
kaitan dengan koreksi yang disengketakan.
(3) Dalam hal terdapat pembukuan, catatan, data, informasi, atau keterangan
lain yang belum diminta pada saat proses pemeriksaan dan keberatan
tetapi diserahkan oleh Wajib Pajak dalam proses keberatan, pembukuan,
catatan, data, informasi, atau keterangan lain yang diserahkan oleh Wajib
Pajak tersebut dapat dipertimbangkan dalam penyelesaian keberatan,
sepanjang memiliki kaitan dengan koreksi yang disengketakan.

Pasal 13

(1) Sebelum menerbitkan Surat Keputusan Keberatan, Direktur Jenderal


Pajak wajib meminta Wajib Pajak untuk hadir guna memberikan
keterangan atau memperoleh penjelasan mengenai keberatan Wajib
Pajak dengan menggunakan formulir Surat Pemberitahuan Untuk Hadir
sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran IX Peraturan Direktur Jenderal
Pajak ini, yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan
Direktur Jenderal Pajak ini.
(2) Surat Pemberitahuan Untuk Hadir sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
harus dilampiri dengan Pemberitahuan Hasil Penelitian Keberatan
sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran X.1 dan Formulir Surat
Tanggapan Hasil Penelitian Keberatan sebagaimana ditetapkan dalam
Lampiran X.2 Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini, yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini.
(3) Pemberian keterangan dan penjelasan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dan ayat (2) dituangkan dalam Berita Acara dengan menggunakan
formulir sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran XI.1 atau Lampiran
XI.2 Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini, yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini.
(4) Apabila Wajib Pajak tidak memanfaatkan kesempatan untuk hadir
sebagaimana dimaksud pada ayat (1):
a. dibuat Berita Acara dengan menggunakan formulir sebagaimana
ditetapkan dalam Lampiran XII.1 atau Lampiran XII.2 Peraturan
Direktur Jenderal Pajak ini, yang merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini; dan
b. proses keberatan tetap dapat diselesaikan.

Pasal 14

(1) Wajib Pajak dapat mencabut pengajuan keberatan sepanjang Surat


Pemberitahuan Untuk Hadir belum disampaikan kepada Wajib Pajak.
(2) Pencabutan pengajuan keberatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diajukan kepada Direktur Jenderal Pajak melalui Kepala Unit Pelaksana
Penelitian Keberatan secara tertulis.

/(3) Yang...

6
(3) Yang dimaksud dengan disampaikan kepada Wajib Pajak sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) adalah tanggal dikirimnya Surat Pemberitahuan
Untuk Hadir oleh Direktorat Jenderal Pajak.
(4) Wajib Pajak yang mencabut pengajuan keberatan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) tidak dapat mengajukan permohonan
pengurangan atau pembatalan surat ketetapan pajak yang tidak benar
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1) huruf b Undang-Undang
KUP.
(5) Kepala Unit Pelaksana Penelitian Keberatan wajib memberikan jawaban
atas pencabutan pengajuan keberatan dengan menggunakan formulir
XIII.1 atau formulir XIII.2 Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini, yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Direktur
Jenderal Pajak ini, paling lama 5 (lima) hari kerja sejak surat pencabutan
pengajuan keberatan diterima.
(6) Dalam hal pencabutan pengajuan keberatan tidak memenuhi syarat
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) maka proses keberatan tetap
diselesaikan dengan penerbitan Surat Keputusan Keberatan.

Pasal 15

Dalam hal Wajib Pajak menunjuk seorang kuasa dalam rangka proses
penyelesaian keberatan, kuasa Wajib Pajak harus menyerahkan Surat Kuasa
Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 UU KUP.

Pasal 16

(1) Direktur Jenderal Pajak harus memberikan keputusan atas keberatan


yang diajukan Wajib Pajak paling lama 12 (dua belas) bulan sejak saat
diterimanya surat keberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7.
(2) Keputusan atas keberatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
berupa mengabulkan seluruhnya atau sebagian, menolak, atau
menambah besarnya jumlah pajak yang masih harus dibayar.
(3) Apabila jangka waktu 12 (dua belas) bulan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) telah terlampaui dan Direktur Jenderal Pajak tidak memberikan
suatu keputusan, keberatan yang diajukan tersebut dianggap dikabulkan
dan Direktur Jenderal Pajak harus menerbitkan Keputusan Keberatan
paling lama 1 (satu) bulan sejak jangka waktu tersebut berakhir.
(4) Keputusan atas keberatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan
ayat (3) diberikan dengan menerbitkan Surat Keputusan Keberatan dan
melampirkan Pemberitahuan tertulis mengenai hak dan kewajiban Wajib
Pajak dengan menggunakan formulir sebagaimana ditetapkan dalam
Lampiran XIV.1/Lampiran XIV.2/Lampiran XIV.3/Lampiran XIV.4 dan
Lampiran XV Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan direktur Jenderal Pajak ini.
(5) Keputusan Keberatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3)
harus disampaikan kepada Wajib Pajak melalui pos atau perusahaan
jasa ekspedisi atau jasa kurir, dengan tanda bukti pengiriman surat.

Pasal 17

(1) Sebelum mengajukan banding, Wajib Pajak dapat meminta keterangan


secara tertulis kepada Direktur Jenderal Pajak melalui Kepala KPP
mengenai alasan yang menjadi dasar untuk mengabulkan sebagian atau
menolak, atau menambah besarnya pajak yang terutang dalam surat
keberatan Wajib Pajak.
(2) Atas permintaan Wajib Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1),
Direktur Jenderal Pajak harus memberikan keterangan secara tertulis
kepada Wajib Pajak paling lama 15 (lima belas) hari kerja sejak surat
permintaan Wajib Pajak diterima.
(3) Jangka waktu pemberian keterangan sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) tidak menunda jangka waktu pengajuan banding.

/BAB IV...

7
BAB IV

KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 18

Pada saat Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini berlaku:


(1) Keberatan yang telah disampaikan sebelum peraturan Direktur Jenderal
Pajak ini berlaku namun belum diterbitkan Keputusan Keberatan, tata
cara penyelesaian keberatan mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal
Pajak Nomor PER-49/PJ./2009 tentang Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan.

(2) Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-49/PJ./2009 tentang Tata


Cara Pengajuan dan Penyelesaian Keberatan dinyatakan tidak berlaku,
kecuali untuk penyelesaian keberatan sebagaimana dimaksud pada
angka 1.

BAB V
KETENTUAN PENUTUP

Peraturan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan


Direktur Jenderal Pajak ini dengan penempatannya dalam Berita Negara
Republik Indonesia.

8
Lampiran I
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER- 52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
1) 2)
Nomor : ...................................................... ......................................................
3)
Lampiran : ......................................................
Hal : Pengajuan Keberatan

Yth. Direktur Jenderal Pajak


4)
Ub. Kepala KPP/KP2KP*) ....................................
............................................................
............................................................
Yang bertanda tangan di bawah ini :
5)
Nama : ......................................................
6)
NPWP : ......................................................
7)
Alamat : ......................................................
Bertindak selaku :
Wajib Pajak

Pengurus Kuasa dari Wajib Pajak


8)
Nama : ......................................................
9)
NPWP : ......................................................
10)
Alamat : ......................................................
bersama ini mengajukan keberatan atas Surat Ketetapan Pajak (SKP)/pemotongan atau pemungutan
oleh pihak ketiga *):
11)
Jenis surat : ......................................................
12)
Nomor dan tanggal : ......................................................
13)
Jenis Pajak : ......................................................
14)
Masa/Tahun Pajak : ......................................................
15)
Alasan keberatan :
1. Sengketa............................................................................................................................................
Alasan keberatan dan jumlah menurut Wajib Pajak.............................................................................
2. Sengketa..................................................................................................................................................
Alasan keberatan dan jumlah menurut Wajib Pajak ................................................................................
3. dst

Berdasarkan hal tersebut di atas maka:


16)
a. Jumlah pajak yang terutang menurut surat ketetapan pajak sebesar :..............................................
17)
b. Jumlah pajak yang terutang menurut perhitungan Wajib Pajak sebesar : ..................................
c. Jumlah pajak yang terutang yang disetujui dalam pembahasan akhir pemeriksaan sebesar :
18)
..................................
19) 20)
d. Jumlah yang telah dilunasi sebesar .................... tanggal ........................ pada bank
21) 22)
..................... dengan NTPP .........................
23)
Lampiran :
No. Jenis Dokumen set/lembar

Demikian surat keberatan kami sampaikan untuk dapat dipertimbangkan.

Wajib Pajak/Pengurus/Kuasa*)

24)
.................................
Keterangan:
Beri tanda X pada yang sesuai
*) Diisi salah satu yang sesuai
Lampiran I
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER- 52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
Petunjuk Pengisian Lampiran I :
Angka 1 : Diisi dengan nomor Surat Keberatan sesuai dengan administrasi Wajib Pajak
Angka 2 : Diisi dengan kota dan tanggal surat dibuat
Angka 3 : Diisi dengan jumlah lampiran yang disertakan dalam Surat Keberatan
Angka 4 : Diisi dengan nama dan alamat Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar.
Angka 5 : Diisi dengan nama Wajib Pajak/pengurus/kuasa yang menandatangani Surat Keberatan
Angka 6 : Diisi dengan NPWP Wajib Pajak/pengurus/kuasa yang menandatangani Surat Keberatan
Angka 7 : Diisi dengan alamat Wajib Pajak/pengurus/kuasa yang menandatangani Surat Keberatan
Angka 8 : Diisi dengan nama Wajib Pajak apabila yang menandatangani Surat Keberatan adalah
pengurus atau kuasa dari Wajib Pajak.
Angka 9 : Diisi dengan NPWP Wajib Pajak apabila yang menandatangani Surat Keberatan adalah
pengurus atau kuasa dari Wajib Pajak.
Angka 10 : Diisi dengan alamat Wajib Pajak apabila yang menandatangani Surat Keberatan adalah
pengurus atau kuasa dari Wajib Pajak.
Angka 11 : Diisi dengan jenis surat ketetapan pajak atau jenis bukti bukti potong yang diajukan
keberatan.
Angka 12 : Diisi dengan nomor dan tanggal surat ketetapan pajak atau bukti potong yang diajukan
keberatan
Angka 13 : Diisi jenis pajak.
Angka 14 : Diisi Masa Pajak/Tahun Pajak.
Angka 15 : Diisi dengan jelas alasan keberatan untuk masing-masing koreksi yang diajukan
keberatan.
Angka 16 : Diisi dengan jumlah pajak yang terutang menurut surat ketetapan pajak
Angka 17 : Diisi dengan jumlah pajak yang terutang menurut perhitungan Wajib Pajak pada saat
pengajuan keberatan
Angka 18 : Diisi dengan jumlah pajak yang terutang menurut perhitungan Wajib Pajak yang disetujui
pada waktu pembahasan akhir pemeriksaan.
Angka 19 : Diisi dengan jumlah pelunasan ketetapan pajak oleh Wajib Pajak (sebutkan masing -
masing pelunasan apabila dibayar lebih dari satu kali).
Angka 20 : Diisi dengan tangal pelunasan ketetapan pajak oleh Wajib Pajak (sebutkan masing -
masing tanggal apabila dibayar lebih dari satu kali).
Angka 21 : Diisi dengan nama bank tempat pelunasan ketetapan pajak oleh Wajib Pajak (sebutkan
masing - masing tempat pelunasan apabila dibayar lebih dari satu kali).
Angka 22 : Diisi dengan Nomor Tanda Pembayaran Pajak (NTPP) sesuai dalam SSP pelunasan
ketetapan pajak oleh Wajib Pajak (sebutkan masing - masing NTPP apabila dibayar lebih
dari satu kali).
Angka 23 : Diisi dengan jenis dokumen dan jumlah lembar masing-masing jenis dokumen.
Angka 24 : Diisi dengan nama dan tanda tangan pemohon sebagaimana tercantum pada angka 5.
Lampiran II.1
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
......................................... 1)

2)
Nomor : S- ....................................
Sifat : ...................................... 4) . 3)
Hal : Pemberitahuan Surat Keberatan diajukan tidak
pada tempatnya

Yth................................. 5)
......................................

Sehubungan dengan surat Saudara nomor ............................ 6) tanggal ................... 7) yang


diterima tanggal ..................... 8) hal Pengajuan Keberatan atas ............................... 9) nomor
.................... 10) tanggal ....................... 11), dengan ini disampaikan bahwa :

1. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER- ……/PJ/2010 tentang Tata Cara Pengajuan
dan Penyelesaian Keberatan Pasal 6, menyebutkan :

(1) Surat keberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 disampaikan ke KPP:


a. secara langsung;
b. melalui pos dengan bukti pengiriman surat; atau
c. dengan cara lain.
(2) Penyampaian surat keberatan dengan cara lain sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) huruf c meliputi:
a. melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir dengan bukti pengiriman
surat; atau
b. e-Filing melalui Penyedia Jasa Aplikasi (Application Service Provider) atau
fasilitas e-Filing yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak.
(3) Bukti penerimaan surat keberatan, dalam hal disampaikan:
a. secara langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a adalah Bukti
Penerimaan Surat;
b. melalui pos sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b adalah bukti
pengiriman surat;
c. melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir sebagaimana pada ayat
(2) huruf a adalah bukti pengiriman surat;
d. melalui e-Filing melalui Penyedia Jasa Aplikasi (Application Service
Provider) atau fasilitas e-Filing yang disediakan oleh Direktorat Jenderal
Pajak sebagaimana ayat (2) huruf b adalah bukti penerimaan elektronik.

(4) Surat keberatan yang tidak disampaikan ke KPP merupakan surat yang tidak
disampaikan pada tempatnya dan tidak dipertimbangkan, sehingga Direktur
Jenderal Pajak tidak menerbitkan Surat Keputusan Keberatan.

/(5) Unit...
Lampiran II.1
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah

(5) Unit kantor Direktorat Jenderal Pajak yang menerima surat keberatan
sebagaimana dimaksud pada ayat (4) mengembalikan surat keberatan kepada
Wajib Pajak dan memberitahukan secara tertulis KPP tempat penyampaian
surat keberatan yang seharusnya, paling lama 5 (lima) hari kerja sejak
diterimanya surat keberatan dengan menggunakan formulir pada Lampiran II.1
Peraturan Direktur Jenderal ini.

2. Berdasarkan hal tersebut, bersama ini kami kirimkan kembali surat Saudara sesuai dengan
ketentuan Pasal 6 ayat (5) karena tidak memenuhi ketentuan Pasal 6 ayat (4) Peraturan
Direktur Jenderal Pajak tersebut di atas.
3. Saudara masih dapat mengajukan keberatan kembali melalui Kantor Pelayanan Pajak
tempat Wajib Pajak terdaftar dan/atau tempat Pengusaha Kena Pajak dikukuhkan atau ke
Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan dalam wilayah Kantor Pelayanan
Pajak tersebut sepanjang masih dalam batas waktu 3 (tiga) bulan sejak tanggal diterimanya
surat ketetapan pajak atau sejak tanggal pemotongan atau pemungutan pajak yang
Saudara ajukan keberatan.

Atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terima kasih.

A.n. Direktur Jenderal Pajak


Kepala Kantor,

.............................................. 12)
NIP ........................................
Lampiran II.1
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah

Petunjuk Pengisian Lampiran II.1 :

Angka 1 : diisi dengan nama unit kantor yang bersangkutan/ gunakan KOP surat unit kantor
yang bersangkutan
Angka 2 : Diisi dengan nomor surat
Angka 3 : Diisi dengan tanggal surat
Angka 4 : Diisi dengan sifat surat
Angka 5 : Diisi dengan nama dan alamat Wajib Pajak
Angka 6 : Diisi dengan nomor Surat Keberatan Wajib Pajak
Angka 7 : Diisi dengan tanggal Surat Keberatan Wajib Pajak
Angka 8 : Diisi dengan tangal diterimanya Surat Keberatan Wajib Pajak
Angka 9 : Diisi jenis dan masa/tahun ketetapan atau pemotongan /pemungutan pajak
(contoh : SKPKB PPN Masa Januari 2008, SKPKBT PPh Badan Tahun 2008,
dll.).
Angka 10 : Diisi dengan nomor surat ketetapan pajak/bukti pemotongan atau bukti
pemungutan
Angka 11 : Diisi dengan tanggal surat ketetapan pajak/bukti pemotongan atau bukti
pemungutan
Angka 12 : Diisi dengan nama, NIP dan tanda tangan pejabat yang menandatangani surat
Lampiran II.2
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan Penyelesaian
Keberatan Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau Pajak
Penjualan atas Barang Mewah

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
1)
.........................................
2)
Nomor : S- ....................................3)
Lamp :-
Hal : Pemberitahuan Surat Keberatan
Memenuhi Persyaratan

Yth. ..................................4)

Sehubungan dengan Surat Saudara nomor .................... 5) tanggal ................ 6) yang diterima
tanggal ............ 7) hal keberatan atas .............. 8) nomor ................. 9) tanggal ............... 10) , dengan ini
disampaikan bahwa :

1. Sesuai dengan ketentuan Pasal 25 ayat (1), (2), (3), dan (4) Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983
tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan
Undang-undang Nomor 16 Tahun 2009 (UU KUP) disebutkan bahwa :
(1) Wajib Pajak dapat mengajukan keberatan hanya kepada Direktur Jenderal Pajak atas suatu :
 Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar;
 Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan;
 Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar;
 Surat Ketetapan Pajak Nihil;
 Pemotongan atau pemungutan oleh pihak ketiga berdasarkan ketentuan peraturan
perundang-undangan perpajakan.
(2) Keberatan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan mengemukakan jumlah
pajak yang terutang atau jumlah pajak yang dipotong atau dipungut atau jumlah rugi menurut
penghitungan Wajib Pajak dengan disertai alasan-alasan yang jelas;
(3) Keberatan harus diajukan dalam Jangka waktu 3 (tiga) bulan sejak tanggal dikirim surat
ketetapan pajak atau sejak tanggal pemotongan atau pemungutan pajak sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) kecuali apabila Wajib Pajak dapat menunjukkan bahwa jangka waktu
tersebut tidak dapat dipenuhi karena keadaan di luar kekuasaannya.
(3a) Dalam hal Wajib Pajak mengajukan keberatan atas surat ketetapan pajak, Wajib Pajak wajib
melunasi pajak yang masih harus dibayar paling sedikit sejumlah yang telah disetujui Wajib
Pajak dalam pembahasan akhir hasil pemeriksaan, sebelum surat keberatan disampaikan.
(4) Keberatan yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2),
ayat (3), atau ayat (3a) bukan merupakan surat keberatan sehingga tidak dipertimbangkan.

2. Sesuai dengan ketentuan Pasal 32 UU KUP, surat keberatan harus ditandatangani oleh Wajib
Pajak/pengurus. Apabila surat keberatan tidak ditandatangani oleh Wajib Pajak/pengurus, maka
surat keberatan harus dilampiri dengan surat kuasa khusus.

3. Berdasarkan penelitian kami, surat Saudara memenuhi ketentuan Pasal 25 dan Pasal 32 UU KUP
sehingga sesuai ketentuan Pasal 25 ayat (4) UU KUP surat Saudara dapat dipertimbangkan.

/4. Untuk...
Lampiran II.2
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan Penyelesaian
Keberatan Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau Pajak
Penjualan atas Barang Mewah

4. Untuk mempercepat proses penyelesaian surat keberatan Saudara, diminta untuk segera
menyiapkan data dokumen/bukti dan buku-buku pendukung permohonan Saudara dalam bentuk
hardcopy maupun softcopy dan segera menyampaikannya sesuai surat permintaan yang
dikirimkan ke alamat Saudara.

5. Surat keberatan Saudara sudah kami teruskan ke ....... 11)untuk diproses lebih lanjut.

Atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terimakasih.

a.n. Direktur Jenderal Pajak


Kepala Kantor,

12)
___________________
13)
NIP.
Lampiran II.2
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan Penyelesaian
Keberatan Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau Pajak
Penjualan atas Barang Mewah

Petunjuk Pengisian Lampiran II.2 :

Angka 1 : diisi dengan nama unit kantor yang bersangkutan/ gunakan KOP surat unit
kantor yang bersangkutan
Angka 2 : diisi nomor surat
Angka 3 : diisi tanggal surat
Angka 4 : diisi nama dan alamat Wajib Pajak
Angka 5 : diisi nomor surat Wajib Pajak
Angka 6 : diisi tanggal surat Wajib Pajak
Angka 7 : diisi tanggal terima surat permohonan Wajib Pajak
Angka 8 : diisi jenis dan masa/tahun ketetapan pajak (contoh : SKPKB PPN Masa
Januari – Desember 2003, SKPKBT PPh Badan Tahun 2004, dll.)
Angka 9 : diisi nomor ketetapan pajak
Angka 10 : diisi tanggal ketetapan pajak
Angka 11 : diisi nama unit kerja yang memproses keberatan.(Kanwil... atau Direktorat
Keberatan dan Banding).
Angka 12 : diisi Nama Kepala KPP yang menandatangani surat

Angka 13 : diisi NIP Kepala KPP yang menandatangani surat

Keterangan : Surat dibuat dalam 4 (empat) rangkap


Asli : Untuk Wajib Pajak
Salinan ke- 1: Untuk Kantor Wilayah JP/Dit. Keberatan dan Banding
Salinan ke-2 : Untuk Seksi Penagihan KPP
Salinan ke-3 : Arsip
Lampiran II.3
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
......................................... 1)

Nomor :S- 2)
...................................................... 3)
4)
Sifat : ......................................
Hal : Pemberitahuan Surat Keberatan
Melewati Jangka Waktu Pengajuan Keberatan
Yth................................. 5)
......................................

Sehubungan dengan surat Saudara nomor ............................ 6) tanggal ................... 7) yang


diterima tanggal ..................... 8) hal Pengajuan Keberatan atas ............................... 9) nomor
.................... 10) tanggal ....................... 11), dengan ini disampaikan bahwa :

1. Sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 25 ayat (1), ayat (2), ayat (3), ayat (3a), dan ayat
(4) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang
Nomor 16 Tahun 2009 (UU KUP), menyebutkan :
(1) Wajib Pajak dapat mengajukan keberatan hanya kepada Direktur Jenderal Pajak
atas suatu :
a. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar;
b. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan;
c. Surat Ketetapan Pajak Nihil;
d. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar; atau
e. Pemotongan atau pemungutan pajak oleh pihak ketiga berdasarkan
ketentuan peraturan Perundang-undangan perpajakan
(2) Keberatan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan
mengemukakan jumlah pajak yang terutang, jumlah pajak yang dipotong atau
dipungut, atau jumlah rugi menurut penghitungan Wajib Pajak dengan disertai
alasan yang menjadi dasar penghitungan.
(3) Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan sejak tanggal dikirim
surat ketetapan pajak atau sejak tanggal pemotongan atau pemungutan pajak
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kecuali apabila Wajib Pajak dapat
menunjukkan bahwa jangka waktu tersebut tidak dapat dipenuhi karena keadaan
di luar kekuasaannya.
(3a) Dalam hal Wajib Pajak mengajukan keberatan atas surat ketetapan pajak, Wajib
Pajak wajib melunasi pajak yang masih harus dibayar paling sedikit sejumlah
yang telah disetujui Wajib Pajak dalam pembahasan akhir hasil pemeriksaan,
sebelum surat keberatan disampaikan.
(4) Keberatan yang tidak memenuhi persayaratan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (3a) bukan merupakan surat keberatan sehingga
tidak dipertimbangkan
2. Berdasarkan penelitian kami, surat Saudara tidak memenuhi ketentuan Pasal 25 ayat
(3) Undang-Undang KUP, sehingga sesuai ketentuan Pasal 25 ayat (4) Undang-Undang
KUP, surat Saudara bukan merupakan surat keberatan sehingga tidak dapat
dipertimbangkan.
3. Pasal 36 ayat (1) huruf b UU KUP mengatur bahwa Direktur Jenderal Pajak dapat
mengurangkan atau membatalkan surat ketetapan pajak yang tidak benar.
/4.Saudara...
Lampiran II.3
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah

4. Saudara masih dapat mengajukan permohonan pengurangan atau pembatalan


ketetapan pajak yang tidak benar sesuai ketentuan Pasal 36 ayat (1) huruf b UU KUP.
Atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terima kasih.

A.n. Direktur Jenderal Pajak


Kepala Kantor,

........................................ 12)
NIP .................................
Lampiran II.3
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
Petunjuk Pengisian Lampiran II.3 :

Angka 1 : diisi dengan nama unit kantor yang bersangkutan/ gunakan KOP surat unit kantor
yang bersangkutan
Angka 2 : Diisi dengan nomor surat
Angka 3 : Diisi dengan tanggal surat
Angka 4 : Diisi dengan sifat surat
Angka 5 : Diisi dengan nama dan alamat Wajib Pajak
Angka 6 : Diisi dengan nomor Surat Keberatan Wajib Pajak
Angka 7 : Diisi dengan tanggal Surat Keberatan Wajib Pajak
Angka 8 : Diisi dengan tangal diterimanya Surat Keberatan Wajib Pajak
Angka 9 : Diisi jenis dan masa/tahun ketetapan atau pemotongan /pemungutan pajak
(contoh : SKPKB PPN Masa Januari 2008, SKPKBT PPh Badan Tahun 2008,
dll.).
Angka 10 : Diisi dengan nomor surat ketetapan pajak/bukti pemotongan atau bukti
pemungutan
Angka 11 : Diisi dengan tanggal surat ketetapan pajak/bukti pemotongan atau bukti
pemungutan
Angka 12 : Diisi dengan nama, NIP dan tanda tangan pejabat yang menandatangani surat

Keterangan : Surat dibuat dalam 2 (dua) rangkap


Asli : Untuk Wajib Pajak
Salinan ke- 1: Arsip
Lampiran II.4
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
......................................... 1)

Nomor :S- 2)
...................................................... 3)
4)
Sifat : ......................................
Hal : Pemberitahuan Surat Keberatan
Tidak Memenuhi Persyaratan
Yth................................. 5)
......................................
Sehubungan dengan surat Saudara nomor ............................ 6) tanggal ................... 7) yang
diterima tanggal ..................... 8) hal Pengajuan Keberatan atas ............................... 9) nomor
.................... 10) tanggal ....................... 11), dengan ini disampaikan bahwa :

1. Sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 25 ayat (1), ayat (2), ayat (3), ayat (3a), dan ayat (4)
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun
2009 (Undang-Undang KUP), menyebutkan :

(1) Wajib Pajak dapat mengajukan keberatan hanya kepada Direktur Jenderal Pajak
atas suatu :
a. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar;
b. Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan;
c. Surat Ketetapan Pajak Nihil;
d. Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar; atau
e. Pemotongan atau pemungutan pajak oleh pihak ketiga berdasarkan ketentuan
peraturan Perundang-undangan perpajakan
(2) Keberatan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan
mengemukakan jumlah pajak yang terutang, jumlah pajak yang dipotong atau
dipungut, atau jumlah rugi menurut penghitungan Wajib Pajak dengan disertai
alasan yang menjadi dasar penghitungan.
(3) Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan sejak tanggal dikirim
surat ketetapan pajak atau sejak tanggal pemotongan atau pemungutan pajak
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kecuali apabila Wajib Pajak dapat
menunjukkan bahwa jangka waktu tersebut tidak dapat dipenuhi karena keadaan
di luar kekuasaannya.
(3a) Dalam hal Wajib Pajak mengajukan keberatan atas surat ketetapan pajak, Wajib
Pajak wajib melunasi pajak yang masih harus dibayar paling sedikit sejumlah
yang telah disetujui Wajib Pajak dalam pembahasan akhir hasil pemeriksaan,
sebelum surat keberatan disampaikan.
(4) Keberatan yang tidak memenuhi persayaratan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (3a) bukan merupakan surat keberatan sehingga
tidak dipertimbangkan

2. Pasal 19 Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan
Hak dan Kewajiban Perpajakan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983
tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali
diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 menyebutkan :

/(1) Wajib...
Lampiran II.4
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
(1) Wajib Pajak yang karena kealpaannya tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan
atau menyampaikan Surat Pemberitahuan, tetapi isinya tidak benar atau tidak
lengkap, atau melampirkan keterangan yang isinya tidak benar sehingga dapat
menimbulkan kerugian pada pendapatan negara, tidak dikenai sanksi pidana
apabila kealpaan tersebut pertama kali dilakukan oleh Wajib Pajak.
(2) Wajib Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib melunasi kekurangan
pembayaran jumlah pajak yang terutang beserta sanksi administrasi berupa
kenaikan sebesar 200% (dua ratus persen) dari jumlah pajak yang kurang dibayar
yang ditetapkan melalui penerbitan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar.
(3) Terhadap Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar sebagaimana dimaksud pada ayat
(2), Wajib Pajak tidak dapat mengajukan :
a. keberatan;
b. pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi; dan
c. pengurangan atau pembatalan surat ketetapan pajak yang tidak benar.

3. Sesuai dengan ketentuan Pasal 32 Undang-Undang KUP, surat keberatan harus


ditandatangani oleh Wajib Pajak/pengurus. Dalam hal surat keberatan tidak
ditandatangani oleh Wajib Pajak/pengurus. Dalam hal surat keberatan tidak
ditandatangani oleh Wajib Pajak/pengurus, surat keberatan harus dilampiri dengan
surat kuasa khusus.
4. Berdasarkan penelitian kami, surat Saudara tidak memenuhi ketentuan Pasal 25 ayat ....
dan/atau Pasal 32 Undang-Undang KUP, dan/atau Pasal 19 Peraturan Pemerintah
Nomor 80 Tahun 2007 12) sehingga sesuai ketentuan Pasal 25 ayat 4 Undang-Undang
KUP, surat Saudara bukan merupakan surat keberatan sehingga tidak dapat
dipertimbangkan.
5. Saudara masih dapat mengajukan keberatan kembali sepanjang masih dalam batas
waktu 3 (tiga) bulan sejak tanggal diterimanya surat ketetapan pajak atau sejak tanggal
pemotongan atau pemungutan pajak yang Saudara ajukan keberatan.

Atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terima kasih.

A.n. Direktur Jenderal Pajak


Kepala Kantor,

13)
..............................................
NIP ........................................

Keterangan :
*) coret yang tidak perlu
Lampiran II.4
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah

Petunjuk Pengisian Lampiran II.4 :

Angka 1 : diisi dengan nama unit kantor yang bersangkutan/ gunakan KOP surat unit kantor
yang bersangkutan
Angka 2 : Diisi dengan nomor surat
Angka 3 : Diisi dengan tanggal surat
Angka 4 : Diisi dengan sifat surat
Angka 5 : Diisi dengan nama dan alamat Wajib Pajak
Angka 6 : Diisi dengan nomor Surat Keberatan Wajib Pajak
Angka 7 : Diisi dengan tanggal Surat Keberatan Wajib Pajak
Angka 8 : Diisi dengan tangal diterimanya Surat Keberatan Wajib Pajak
Angka 9 : Diisi jenis dan masa/tahun ketetapan atau pemotongan /pemungutan pajak
(contoh : SKPKB PPN Masa Januari 2008, SKPKBT PPh Badan Tahun 2008,
dll.).
Angka 10 : Diisi dengan nomor surat ketetapan pajak/bukti pemotongan atau bukti
pemungutan
Angka 11 : Diisi dengan tanggal surat ketetapan pajak/bukti pemotongan atau bukti
pemungutan
Angka 12 : Diisi sesuai dengan syarat yang tidak dipenuhi yaitu ayat dalam Pasal 25
dan/atau Pasal 32 Undang-Undang KUP dan/atau Pasal 19 Peraturan
Pemerintah Nomor 80 tahun 2007.
Angka 13 : Diisi dengan nama, NIP dan tanda tangan pejabat yang menandatangani surat

Keterangan : Surat dibuat dalam 2 (dua) rangkap


Asli : Untuk Wajib Pajak
Salinan ke- 1: Arsip
Lampiran III
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
......................................... 1)

................................................ 3)
Nomor :................................2)
Sifat :Segera
Hal :Permintaan buku, catatan, data, dan informasi.....4)

Yth................................. 5)
......................................
6)
Sehubungan dengan surat Saudara Nomor ........................ tanggal
................................. 7) hal Pengajuan Keberatan atas ......................... 8), Nomor .................. 9)
tanggal ............................... 10), dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:
I. Saudara mengajukan keberatan atas koreksi .................................... 11) sebesar Rp
............................... 12)
Berkaitan dengan keberatan tersebut, diminta kepada Saudara untuk meminjamkan
buku, catatan, data dan informasi, dalam bentuk hardcopy dan/atau softcopy yang
meliputi:
1. .............................................................................
2. .............................................................................
13)
3. ............................................................................. dst
II. Saudara mengajukan keberatan atas koreksi ............. 11) sebesar Rp ......................... 12)
Berkaitan dengan keberatan tersebut, diminta kepada Saudara untuk meminjamkan buku,
catatan, data dan informasi, dalam bentuk hardcopy dan/atau softcopy yang meliputi:
1. .............................................................................
2. .............................................................................
13)
3. ............................................................................. dst
III. dst. (sesuai pos yang perlu dilakukan penjelasan dan atau pembuktian)
Buku, catatan, data dan informasi, dalam bentuk hardcopy dan/atau softcopy agar
disampaikan selambat-lambatnya 15 (lima belas)/10 (sepuluh) *) hari kerja sejak tanggal
diterimanya surat ini kepada:
14)
Nama : .............................................................................

Jabatan : .............................................................................
Tempat : .............................................................................
Apabila dalam jangka waktu tersebut Saudara tidak meminjamkan buku, catatan, data
dan informasi, dalam bentuk hardcopy dan/atau softcopy, surat keberatan Saudara tetap
diproses sesuai dengan data yang ada atau diterima dalam proses penyelesaian keberatan.
Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.
A.n. Direktur Jenderal Pajak
Kepala Kantor,

15)
..............................................
NIP ........................................

*) Coret yang tidak sesuai


Lampiran III
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
Petunjuk Pengisian Lampiran III :
Angka 1 : isi dengan nama unit kantor yang bersangkutan/ gunakan KOP surat unit kantor
yang bersangkutan.
Angka 2 : Diisi dengan nomor surat.
Angka 3 : Diisi dengan tanggal surat.
Angka 4 : Diisi dengan permintaan data yang dilakukan, misalnya: ke-1, ke-2 atau tambahan.
Angka 6 : Diisi dengan nomor Surat Keberatan Wajib Pajak.
Angka 5 : Diisi dengan nama dan alamat Wajib Pajak.
Angka 7 : Diisi dengan tanggal Surat Keberatan Wajib Pajak.
Angka 8 : Diisi jenis dan masa/tahun ketetapan atau pemotongan/pemungutan pajak (contoh
: SKPKB PPN Masa Januari 2008, SKPKBT PPh Badan Tahun 2008, dll.).
Angka 9 : Diisi dengan nomor surat ketetapan pajak/bukti pemotongan atau bukti
pemungutan.
Angka 10 : Diisi dengan tanggal surat ketetapan pajak/bukti pemotongan atau bukti
pemungutan.
Angka 11 : Diisi dengan pos yang koreksi (contoh : penjualan, biaya pemasaran, dll).
Angka 12 : Diisi dengan jumlah koreksi pos tersebut oleh pemeriksa.
Angka 13 : Diisi jenis buku, data, catatan dan informasi yang dimintakan kepada Wajib Pajak.
Angka 14 : Diisi dengan nama tim peneliti.
Angka 15 : Diisi dengan nama, NIP dan tanda tangan pejabat yang menandatangani surat.
Lampiran IV
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
......................................... 1)

2) ................................................ 3)
Nomor :................................
Sifat :Segera
Hal :Permintaan keterangan .....4)

Yth................................. 5)
......................................
6)
Sehubungan dengan surat Saudara Nomor ........................ tanggal
................................. hal Pengajuan Keberatan atas ......................... , Nomor .................. 9)
7) 8)

tanggal ............................... 10), dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut:


I. Saudara mengajukan keberatan atas koreksi .................................... 11) sebesar Rp
............................... 12)
Berkaitan dengan keberatan tersebut, diminta kepada Saudara memberikan keterangan
sehubungan dengan koreksi tersebut yang meliputi:
1. .............................................................................
2. .............................................................................
3. ............................................................................. dst 13)
II. Saudara mengajukan keberatan atas koreksi ........................................... 11) sebesar Rp
............................. 12)
Berkaitan dengan keberatan tersebut, diminta kepada Saudara memberikan keterangan
sehubungan dengan koreksi tersebut yang meliputi:
1. .............................................................................
2. .............................................................................
3. ............................................................................. dst 13)
III. dst. (sesuai pos yang perlu dilakukan penjelasan dan atau pembuktian)
Keterangan tersebut di atas agar disampaikan selambat-lambatnya 15 (lima belas)/10
(sepuluh) *) hari kerja sejak tanggal diterimanya surat ini kepada:
14)
Nama : .............................................................................
Jabatan : .............................................................................
Tempat : .............................................................................

Apabila dalam jangka waktu tersebut Saudara tidak memberikan keterangan dimaksud,
surat keberatan Saudara akan diproses berdasarkan data yang ada yang diperoleh dalam
proses penyelesaian keberatan.
Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

A.n. Direktur Jenderal Pajak


Kepala Kantor,

15)
..............................................
NIP ........................................

*) Coret yang tidak sesuai


Lampiran IV
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
Petunjuk Pengisian Lampiran IV :
Angka 1 : diisi dengan nama unit kantor yang bersangkutan/ gunakan KOP surat unit kantor
yang bersangkutan
Angka 2 : Diisi dengan nomor surat.
Angka 3 : Diisi dengan tanggal surat.
Angka 4 : Diisi dengan permintaan data yang dilakukan, misalnya: ke-1atau ke-2
Angka 6 : Diisi dengan nomor Surat Keberatan Wajib Pajak.
Angka 5 : Diisi dengan nama dan alamat Wajib Pajak.
Angka 7 : Diisi dengan tanggal Surat Keberatan Wajib Pajak.
Angka 8 : Diisi jenis dan masa/tahun ketetapan atau pemotongan/pemungutan pajak (contoh
: SKPKB PPN Masa Januari 2008, SKPKBT PPh Badan Tahun 2008, dll.).
Angka 9 : Diisi dengan nomor surat ketetapan pajak/bukti pemotongan atau bukti
pemungutan.
Angka 10 : Diisi dengan tanggal surat ketetapan pajak/bukti pemotongan atau bukti
pemungutan.
Angka 11 : Diisi dengan pos yang koreksi (contoh : penjualan, biaya pemasaran, dll).
Angka 12 : Diisi dengan jumlah koreksi pos tersebut oleh pemeriksa.
Angka 13 : Diisi jenis buku, data, catatan dan informasi yang dimintakan kepada Wajib Pajak.
Angka 14 : Diisi dengan nama tim peneliti.
Angka 15 : Diisi dengan nama, NIP dan tanda tangan pejabat yang menandatangani surat.
Lampiran V
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
1)
.........................................

3)
2) ................................................
Nomor :................................
Sifat :Segera
4)
Hal :Permintaan data dan keterangan .....

5)
Yth.................................
......................................

6)
Sehubungan dengan surat keberatan Wajib Pajak Nomor ........................ atas.........................
7) 8) 9)
, Nomor .................. tanggal ............................... , dengan ini diminta kepada Saudara untuk
memberikan data-data/keterangan-keterangan mengenai hal-hal sebagai berikut :
1. ......
2. ......
3. .....
Data-data dan keterangan-keterangan tersebut di atas agar disampaikan selambat-lambatnya 15
*)
(lima belas)/10 (sepuluh) hari kerja sejak tanggal dikirimnya surat ini, kepada:
10)
Nama : .............................................................................
Jabatan : .............................................................................
Tempat : .............................................................................

Perlu kami sampaikan bahwa kewajiban Saudara memberikan data dan informasi yang berkaitan
sesuai dengan Pasal 35A Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata
Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 28
tahun 2007.

Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

A.n. Direktur Jenderal Pajak


Kepala Kantor,

11)
..............................................
NIP ........................................

*) Coret yang tidak sesuai


Lampiran V
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
Petunjuk Pengisian Lampiran V :
Angka 1 : diisi dengan nama unit kantor yang bersangkutan/ gunakan KOP surat unit kantor yang
bersangkutan
Angka 2 : Diisi dengan nomor surat.
Angka 3 : Diisi dengan tanggal surat.
Angka 4 : Diisi dengan permintaan keterangan yang dilakukan, misalnya: ke-1atau ke-2
Angka 5 : Diisi dengan nama dan alamat Wajib Pajak
Angka 6 : Diisi dengan nomor Surat Keberatan Wajib Pajak.
Angka 7 : Diisi jenis dan masa/tahun ketetapan atau pemotongan/pemungutan pajak (contoh :
SKPKB PPN Masa Januari 2008, SKPKBT PPh Badan Tahun 2008, dll.).
Angka 8 : Diisi dengan nomor surat ketetapan pajak/bukti pemotongan atau bukti pemungutan.
Angka 9 : Diisi dengan tanggal surat ketetapan pajak/bukti pemotongan atau bukti pemungutan.
Angka 10 : Diisi dengan nama tim peneliti
Angka 11 : Diisi dengan nama, NIP dan tanda tangan pejabat yang menandatangani surat.
Lampiran VI
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
......................................... 1)

BERITA ACARA TIDAK MEMENUHI SEBAGIAN/SELURUHNNYA PEMINJAMAN


DAN/ATAU PERMINTAAN

NOMOR BA- ............................2)

Pada hari ini …………. 3) tanggal ………………..4), kami : 5)

Nama/NIP Pangkat/Golongan Jabatan

berdasarkan Surat Tugas nomor …………………6) tanggal …………………..7) telah melakukan


penelitian terhadap surat keberatan :
Nama WP : ……………………………8)
NPWP : ……………………………9)
Ketetapan :
10) 11) 12) 13)
No. Jenis Ketetapan Nomor Ketetapan Tanggal Ketetapan Tahun/Masa Pajak

(keterangan : bentuk matrik dibuat dalam hal Surat Tugas diterbitkan untuk lebih dari 1 (satu)
ketetapan)
Bahwa berdasarkan surat permintaan penjelasan dan pembuktian secara tertulis: 14)
No Nomor Surat Tanggal

Dokumen/Keterangan/Data yang dipenuhi oleh Wajib Pajak:


No Dokumen/Keterangan/Data Yang Diminta Dokumen yang dipenuhi*)

Wajib Pajak yang bersangkutan tidak memenuhi sebagian/seluruhnnya**) atas permintaan


keterangan atau penjelasan atau pembuktian tersebut sehingga permohonan Wajib Pajak
diproses menggunakan data yang ada.
15)
................................................
17) 16)
Mengetahui Tim Peneliti
Direktur/Kakanwil

........................................ ........................................
NIP NIP

. ........................................
NIP

........................................
NIP

*) Beri tanda centang jika dokumen dipenuhi, dan tanda silang (X) jika tidak dipenuhi
**) Diisi dengan yang sesuai
Lampiran VI
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
Petunjuk Pengisian Lampiran VI :

Angka 1 : diisi dengan nama unit kantor yang bersangkutan/ gunakan KOP surat unit
kantor yang bersangkutan
Angka 2 : diisi nomor Berita Acara
Angka 3 : diisi hari pembuatan Berita Acara
Angka 4 : diisi tanggal pembuatan Berita Acara
Angka 5 : diisi identitas tim peneliti
Angka 6 : diisi nomor Surat Tugas
Angka 7 : diisi tanggal Surat Tugas
Angka 8 : diisi Nama Wajib Pajak
Angka 9 : diisi Nomor Pokok Wajib Pajak
Angka 10 : diisi jenis ketetapan pajak (contoh : SKPKB PPh Pasal 21)
Angka 11 : diisi nomor ketetapan pajak
Angka 12 : diisi tanggal ketetapan pajak
Angka 13 : diisi Tahun/Masa Pajak
Angka 14 : diisi nomor dan tanggal permintaan peminjaman buku/catatan/ dokumen
pendukung
Angka 15 : diisi kota dan tanggal pembuatan Berita Acara
Angka 16 : diisi Nama, NIP dan ditandatangani oleh Tim Peneliti
Angka 17 : diisi Nama, NIP dan ditandatangani oleh pimpinan unit kantor
Lampiran VII.1
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
………………………………………….1)

Nomor : ..................................2) ……....………......3)


Sifat : Sangat segera
Lampiran : ........ 4) lembar
Hal : Undangan Pembahasan Sengketa Perpajakan

Yth. . ……………...................…5)
.................................................

Sehubungan dengan surat Keberatan Saudara ketetapan :


No. Jenis Ketetapan6) Nomor Ketetapan7) Tanggal Tahun/Masa Pajak
Ketetapan8) 9)

(Keterangan : bentuk matrik dibuat dalam hal diterbitkan untuk lebih dari 1 (satu) ketetapan)

Dengan ini diharapkan kehadiran Saudara dalam pembahasan Sengketa perpajakan


yang akan dilaksanakan pada :

10)
Hari/Tanggal : ………………..….......................................
11)
Waktu : ………………..….......................................
12)
Tempat : ………………..….......................................

Mengingat pentingnya acara tersebut dalam memproses sengketa perpajakan yang


terjadi diharapkan kehadiran Saudara tepat waktu dengan membawa dokumen-dokumen yang
diperlukan 13)
1. ………………..….......................................
2. ………………..….......................................
3. ………………..….......................................dst
Atas perhatian dan kerjasama Saudara, diucapkan terima kasih.

A.n. Direktur Jenderal Pajak


Kepala Kantor,

14)
.....……................…………..
15)
NIP ....................................
Lampiran VII.1
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah

Petunjuk Pengisian Lampiran VII.1:

Angka 1 : diisi dengan nama unit kantor yang bersangkutan/ gunakan KOP surat unit
kantor yang bersangkutan
Angka 2 : Diisi dengan nomor surat.
Angka 3 : Diisi dengan tanggal surat.
Angka 4 : Diisi sesuai dengan jumlah lampiran.
Angka 5 : Diisi dengan nama dan alamat Wajib Pajak.
Angka 6 : Diisi jenis ketetapan pajak (contoh : SKPKB PPh Pasal 21).
Angka 7 : Diisi nomor ketetapan pajak
Angka 8 : Diisi tanggal ketetapan pajak
Angka 9 : Diisi Tahun/Masa Pajak
Angka 10 : Diisi hari/tanggal pembahasan akan dilaksanakan
Angka 11 : Diisi waktu pembahasan akan dilaksanakan
Angka 12 : Diisi tempat pembahasan akan dilaksanakan
Angka 13 : Diisi dokumen yang diperlukan untuk pembahasan
Angka 14 : Diisi Nama pimpinan unit kantor
Angka 15 : Diisi dengan NIP pimpinan unit kantor
Lampiran VII.2
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER- /PJ./2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah Dan Prosedur
Penanganan Keberatan
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
………………………………………….1)

Nomor : ..................................2) ……....………......3)


Sifat : Sangat segera
Lampiran : ........ 4) lembar
Hal : Undangan Pembahasan Sengketa Perpajakan

Yth. . ……………...................…5)
.................................................

Sehubungan dengan surat Keberatan atas nama :

Nama WP : .........................................................6)
NPWP : .........................................................7)
Ketetapan :
8) 9) 10) 11)
No. Jenis Ketetapan Nomor Ketetapan Tanggal Ketetapan Tahun/Masa Pajak

(Keterangan : bentuk matrik dibuat dalam hal diterbitkan untuk lebih dari 1 (satu) ketetapan)

Dengan ini diharapkan kehadiran Saudara dalam pembahasan Sengketa perpajakan


yang akan dilaksanakan pada :

12)
Hari/Tanggal : ………………..….......................................
13)
Waktu : ………………..….......................................
14)
Tempat : ………………..….......................................

Mengingat pentingnya acara tersebut dalam memproses sengketa perpajakan yang


terjadi diharapkan kehadiran Saudara tepat waktu dengan membawa dokumen-dokumen yang
diperlukan 15)
1. ………………..….......................................
2. ………………..….......................................
3. ………………..….......................................dst
Atas perhatian dan kerjasama Saudara, diucapkan terima kasih.

A.n. Direktur Jenderal Pajak


Kepala Kantor,

16)
.....……................…………..
17)
NIP ....................................
Lampiran VII.2
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER- /PJ./2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah Dan Prosedur
Penanganan Keberatan

Petunjuk Pengisian Lampiran VII.2:


Angka 1 : diisi dengan nama unit kantor yang bersangkutan/ gunakan KOP surat unit
kantor yang bersangkutan
Angka 2 : Diisi dengan nomor surat.
Angka 3 : Diisi dengan tanggal surat.
Angka 4 : Diisi sesuai dengan jumlah lampiran.
Angka 5 : Diisi dengan nama dan alamat Pihak lain.
Angka 6 : Diisi dengan nama Wajib Pajak
Angka 7 : Diisi dengan NPWP Wajib Pajak
Angka 8 : Diisi jenis ketetapan pajak (contoh : SKPKB PPh Pasal 21).
Angka 9 : Diisi nomor ketetapan pajak
Angka 10 : Diisi tanggal ketetapan pajak
Angka 11 : Diisi Tahun/Masa Pajak
Angka 12 : Diisi hari/tanggal pembahasan akan dilaksanakan
Angka 13 : Diisi waktu pembahasan akan dilaksanakan
Angka 14 : Diisi tempat pembahasan akan dilaksanakan
Angka 15 : Diisi dokumen yang diperlukan untuk pembahasan
Angka 16 : Diisi Nama pimpinan unit kantor
Angka 17 : Diisi dengan NIP pimpinan unit kantor
Lampiran VII.2
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
1)
………………………………………….
2)
Nomor : ............................... ......................................3)
Sifat :
Lamp :
Hal : Undangan pembahasan sengketa perpajakan

Yth ……………….... 4)

Sehubungan dengan surat keberatan atas nama :

Nama WP : ………………… 5)
NPWP : …………………..6)
Ketetapan :

No. Jenis Ketetapan Nomor Ketetapan Tanggal Tahun/Masa


7) 8)
ketetapan9) Pajak10)

(keterangan : bentuk matrik dibuat dalam hal diterbitkan untuk lebih dari 1 (satu) ketetapan)

diminta agar Saudara menugaskan pegawai tersebut di bawah ini : 11)

No Nama / NIP Pangkat Jabatan

untuk menghadiri pembahasan sengketa perpajakan yang akan dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal : ………………………12)
Waktu : ………………………13)
Tempat : ………………………14)

Mengingat pentingnya acara tersebut, pegawai dimaksud agar hadir tepat waktu dengan
membawa dokumen-dokumen yang diperlukan 15) :
1. …………………………………...…………………
2. ……………………………………………………..
3. ………………………………………………....dst

Atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terimakasih.

A.n. Direktur Jenderal Pajak


Kepala Kantor,

_____________________16)
17)
NIP
*)
Diisi dengan yang sesuai
Lampiran VII.2
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER- /PJ./2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah Dan Prosedur
Penanganan Keberatan

Petunjuk Pengisian Lampiran VII.2 :

Angka 1 : diisi dengan nama unit kantor yang bersangkutan/ gunakan KOP surat unit kantor
yang bersangkutan
Angka 2 : diisi nomor surat
Angka 3 : diisi tanggal surat
Angka 4 : diisi nama dan alamat unit pemeriksa (untuk lampiran 17)
diisi nama dan alamat Wajib Pajak (untuk lampiran 18)
Angka 5 : diisi Nama Wajib Pajak
Angka 6 : diisi Nomor Pokok Wajib Pajak
Angka 7 : diisi jenis ketetapan pajak (contoh : SKPKB PPh Pasal 21)
Angka 8 : diisi nomor ketetapan pajak
Angka 9 : diisi tanggal ketetapan pajak
Angka 10 : diisi Tahun/Masa Pajak
Angka 11 : diisi identitas pemeriksa
Angka 12 : diisi hari / tanggal pembahasan akan dilaksanakan
Angka 13 : diisi waktu pembahasan akan dilaksanakan
Angka 14 : diisi tempat pembahasan akan dilaksanakan
Angka 15 : diisi dokumen yang diperlukan untuk pembahasan
Angka 16 : diisi Nama pimpinan unit kantor
Angka 17 : diisi NIP pimpinan unit kantor
Lampiran VIII
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
......................................... 1)

BERITA ACARA PEMBAHASAN SENGKETA PERPAJAKAN


2)
NOMOR : BA- ...........................................
3) 4) 5)
Pada hari ini .................... tanggal ...................... , kami :

No NAMA /NIP Pangkat/Golongan Jabatan


1.

2.

6) 7)
Sesuai dengan Surat Tugas nomor : …….. tanggal : ………. dan surat undangan pembahasan
8) 9)
sengketa perpajakan nomor .................. tanggal ................ , telah melakukan pembahasan sengketa
perpajakan atas keberatan atas nama Wajib Pajak :
10)
Nama : ...................................
11)
NPWP : ...................................
12)
Masa/Tahun Pajak : ..................................
13)
Yang dihadiri oleh :

1. ................................................
2. ...............................................
3. ...............................................
4. ...............................................
Dengan pembahasan sebagai berikut :

1. Pertanyaan :...................................................................................................

1. Jawaban/penjelasan :.............................................................................

2. Pertanyaan : ............................................................................................................

2. Jawaban/penjelasan : ...................................................................................

3. Pertanyaan :.............................................................................................................

3. Jawaban/penjelasan : ...................................................................................

4. dst

Berita Acara Pembahasan Sengketa Perpajakan dalam rangka keberatan ini dibuat dengan
sesungguhnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
14)
..................................................
15) 16) 17)
Wajib Pajak/ Wakil/Kuasa *) Pemeriksa Tim Peneliti

....................................... .................................... ............................................


NIP NIP

..................................... ..............................................
NIP NIP
Lampiran VIII
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
*)
Pilih yang sesuai
Petunjuk Pengisian Lampiran VIII:

Angka 1 : diisi nama unit kantor yang bersangkutan


Angka 2 : diisi nomor Berita Acara Pembahasan Sengketa Perpajakan
Angka 3 : diisi nama hari pembahasan
Angka 4 : diisi tanggal pembahasan
Angka 5 : diisi nama anggota Tim Peneliti
Angka 6 : diisi nomor Surat Tugas untuk melakukan penelitian
Angka 7 : diisi tanggal Surat Tugas untuk melakukan penelitian
Angka 8 : diisi nomor surat undangan pembahasan
Angka 9 : diisi tanggal surat undangan pembahasan
Angka 10 : diisi nama Wajib Pajak
Angka 11 : diisi NPWP Wajib Pajak
Angka 12 : diisi nama jenis ketetapan dan jenis pajak (contoh : SKPKB PPh Badan)
Angka 13 : Diisi nama-nama para pihak yang membahas (Misal : Pemeriksa, Wajib
Pajak/Wakil/Kuasa, Saksi Ahli)
Angka 14 : diisi nama kota dan tanggal pembahasan
Angka 15 : diisi nama dan ditandatangani Wajib Pajak/Wakil/Kuasa
Angka 16 : diisi nama, NIP dan ditandatangani Tim Pemeriksa
Angka 17 : diisi nama, NIP dan ditandatangani Tim Peneliti
*) : Diisi sesuai permohonan Wajib Pajak

Catatan :
Lampiran ini dibuat setiap kali Peneliti melakukan pembahasan baik dengan Pemeriksa maupun Wajib
Pajak sesuai dengan banyaknya pembahasan yang dilakukan
Lampiran IX
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
………………………………………….1)

Nomor : ..................................2) ……....………......3)


Sifat : Sangat segera
Lampiran : ........ 4) lembar
Hal : Surat Pemberitahuan Untuk Hadir

Yth. . ……………...................…5)
.................................................

Sehubungan dengan telah dilakukan penelitian berdasarkan Surat Perintah Penelitian


Keberatan nomor : ……...………6) tanggal .......................... 7), bersama ini disampaikan
pemberitahuan daftar hasil penelitian keberatan sebagaimana terlampir.
Mengingat hasil penelitian keberatan tersebut berkaitan dengan kewajiban pajak yang
harus dilaksanakan, Saudara diberi kesempatan untuk menanggapi secara tertulis sesuai
formulir terlampir disertai data, bukti, dan dokumen yang mendukung uraian dalam tanggapan
tertulis tersebut dalam jangka waktu paling lama 10 (sepuluh) hari kerja sejak tanggal surat ini,
dan diharapkan kehadiran Saudara guna memberikan keterangan atau memperoleh penjelasan
pada:
8)
Hari/Tanggal : ………………..….......................................
9)
Waktu : ..........…………...........….........................
10)
Tempat : ...........................................................
11)
Keperluan : menemui ...........................................

Perlu kami ingatkan, apabila Saudara tidak hadir pada waktu yang telah ditentukan,
keberatan Saudara akan diselesaikan sesuai dengan data yang telah ada pada kami, tanpa
menunggu kehadiran Saudara.

Atas perhatian dan kerjasama Saudara, diucapkan terima kasih.

A.n. Direktur Jenderal Pajak


Kepala Kantor,

12)
.....……................…………..
13)
NIP ....................................
Lampiran IX
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
Petunjuk Pengisian Lampiran IX :

Angka 1 : diisi dengan nama unit kantor yang bersangkutan/ gunakan KOP surat unit
kantor yang bersangkutan
Angka 2 : Diisi dengan nomor surat.
Angka 3 : Diisi dengan tanggal surat.
Angka 4 : Diisi sesuai dengan jumlah lampiran.
Angka 5 : Diisi dengan nama dan alamat Wajib Pajak.
Angka 6 : Diisi dengan nomor Surat Tugas Penelitian Keberatan.
Angka 7 : Diisi dengan tanggal Surat Tugas Penelitian Keberatan.
Angka 8 : Diisi dengan hari dan tanggal pemberian penjelasan dan/atau keterangan.
Angka 9 : Diisi dengan waktu pemberian penjelasan dan/atau keterangan.
Angka 10 : Diisi dengan tempat pemberian penjelasan dan/atau keterangan.
Angka 11 : Diisi dengan nama pegawai DJP yang akan memberian penjelasan dan/atau
diberikan keterangan.
Angka 12 : Diisi Nama pimpinan unit kantor
Angka 13 Diisi dengan NIP pimpinan unit kantor
Lampiran X.1
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
1)
…………………………………………………

PEMBERITAHUAN DAFTAR HASIL PENELITIAN KEBERATAN


Nomor dan Tanggal …………..……………….. 2)
3)

MENURUT
POS-POS YANG DASAR DILAKUKAN KOREKSI DALAM
NO DIKOREKSI WP PEMERIKSA PENELITI KEBERATAN
(Rp) (Rp) (Rp)
1 2 3 4 5 6

4)
……………………….., ………………….
Kabid Pengurangan, Keberatan, dan
6) 5)
Mengetahui, Banding
…………………….. /Kasubdit Pengurangan dan Keberatan

…………………………. ………………………….
NIP NIP

Kasi Pengurangan, Keberatan, dan


Banding …
/Kasi Pengurangan dan Keberatan

………………………..
NIP

Penelaah Keberatan

………………………..
NIP
*) Diisi dengan yang sesuai
Lampiran X.1
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah

Petunjuk Pengisian Lampiran X.1:


Angka 1 : diisi dengan nama unit kantor yang bersangkutan/ gunakan KOP surat unit kantor
yang bersangkutan
Angka 2 : diisi dengan nomor dan tanggal SKP/STP/SK Keberatan yang diajukan
permohonan oleh Wajib Pajak
Angka 3 : diisi dengan pos-pos koreksi Cfm Pemeriksa, Wajib Pajak, Peneliti dan dasar
koreksi
Angka 4 : diisi dengan nama tempat dan tanggal pembuatan daftar pemberitahuan
Angka 5 : diisi dengan nama dan NIP Peneliti sesuai Surat Tugas dan ditandatangani
Angka 6 : diisi nama, NIP dan ditandatangani oleh pimpinan unit kantor
Lampiran X.2
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan Pajak
Penghasilan, Pajak Pertambahan
Nilai dan/atau Pajak Penjualan atas
Barang Mewah

SURAT TANGGAPAN HASIL PENELITIAN KEBERATAN

Yth. .................................. 1)

Sehubungan dengan Surat Pemberitahuan Untuk Hadir nomor ....................... 2) tanggal


............................3) dengan ini saya :

Nama : ...........................................4)
Jabatan : ...........................................5)
Alamat : ...........................................6)

dalam hal ini bertindak selaku : 7)

Diri sendiri wakil kuasa**)

dari Wajib Pajak :

Nama : ............................................... 8)
NPWP : ............................................... 9)
Alamat : ...............................................10)

dengan ini memberikan tanggapan atas hasil penelitian keberatan kami dengan uraian sebagai
berikut:
................................................................................................................................................................
....................................................................................................................................
.....................................................................................................11)

...................................................12)
Hormat kami,

..................................... 13)

Catatan :
*)
Diisi dengan yang sesuai
**)
Dalam hal diwakili kuasa harus dilampiri Surat Kuasa Khusus
Lampiran X.2
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan Pajak
Penghasilan, Pajak Pertambahan
Nilai dan/atau Pajak Penjualan atas
Barang Mewah

Petunjuk Pengisian Lampiran X.2 :

Angka 1 : diisi nama dan alamat unit peneliti


Angka 2 : diisi nomor Surat Pemberitahuan Hasil Penelitian
Angka 3 : diisi tanggal Surat Pemberitahuan Hasil Penelitian
Angka 4 : diisi nama pembuat surat
Angka 5 : diisi jabatan pembuat surat
Angka 6 : diisi alamat pembuat surat
Angka 7 : diisi salah satu sesuai kedudukan pembuat surat
Angka 8 : diisi nama Wajib Pajak
Angka 9 : diisi NPWP
Angka 10 : diisi alamat Wajib Pajak
Angka 11 : diisi tanggapan Wajib Pajak terhadap hasil penelitian untuk masing-
masing koreksi
Angka 12 : diisi kota dan tanggal surat
Angka 13 : diisi nama dan tanda tangan pembuat surat
Lampiran XI.1
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
......................................... 1)

BERITA ACARA KEHADIRAN WAJIB PAJAK


DAN MEMBERIKAN KETERANGAN TERTULIS
NOMOR : BA- ................................ 2)
3) 4) 5)
Pada hari ini ................................................... tanggal ....................................................... , kami :
No NAMA/NIP Pangkat/Golongan Jabatan

6) 7)
berdasarkan Surat Tugas Penelitian Keberatan nomor ....................... tanggal .................... , telah
melakukan penelitian keberatan terhadap Wajib Pajak:
8)
Nama : ...................................................................
9)
NPWP : ...................................................................
10)
Alamat : ...................................................................
11)
Jenis Pajak : ...................................................................
12)
Masa/Tahun Pajak : ...................................................................
serta memberitahukan dan menjelaskan hasil penelitian kepada:

Wajib Pajak Wakil Wajib Pajak Kuasa Wajib Pajak


13)
Nama : ...................................................................
14)
NPWP : ...................................................................
15)
Jabatan : ...................................................................
16)
Alamat : ...................................................................
17)
yang telah hadir memenuhi undangan sesuai Surat Pemberitahuan Untuk Hadir nomor ................
18)
tanggal ........................ , dan Wajib Pajak memberikan keterangan tertulis dalam suratnya Nomor :
19)
......................................

21) 20)
Wajib Pajak/Wakil/Kuasa ......................., ....................
22)
Tim Peneliti
Kepala Bidang/Keberatan dan Banding/ Pengurangan,
Keberatan, dan Banding/Kasubdit Pengurangan dan
............................ Keberatan *)

..........................
Mengetahui, NIP
23)
............................
Kasi Keberatan dan Banding/ Pengurangan, Keberatan,
dan Banding .../Kasi Pengurangan dan Keberatan ... *)

...........................
NIP ............................
NIP

Penelaah Keberatan

.............................
NIP
Lampiran XI.1
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah

Petunjuk Pengisian Lampiran XI.1 :

Angka 1 : diisi dengan nama unit kantor yang bersangkutan/ gunakan KOP surat unit kantor
yang bersangkutan
Angka 2 : Diisi dengan nomor Berita Acara Kehadiran Wajib Pajak.
Angka 3 : Diisi dengan hari kehadiran Wajib Pajak.
Angka 4 : Diisi dengan tanggal kehadiran Wajib Pajak.
Angka 5 : Diisi dengan identitas tim peneliti.
Angka 6 : Diisi dengan nomor Surat Tugas.
Angka 7 : Diisi dengan tanggal Surat Tugas.
Angka 8 : Diisi dengan nama Wajib Pajak.
Angka 9 : Diisi dengan NPWP Wajib Pajak.
Angka 10 : Diisi dengan alamat Wajib Pajak.
Angka 11 : Diisi jenis pajak.
Angka 12 : Diisi Masa Pajak/Tahun Pajak.
Angka 13 : Diisi dengan nama penandatanganan dari Wajib Pajak.
Angka 14 : Diisi dengan NPWP penandatanganan dari Wajib Pajak.
Angka 15 : Diisi dengan jabatan penandatanganan dari Wajib Pajak.
Angka 16 : Diisi dengan alamat penandatanganan dari Wajib Pajak.
Angka 17 : Diisi dengan nomor Surat Pemberitahuan Untuk Hadir.
Angka 18 : Diisi dengan tanggal Surat Pemberitahuan Untuk Hadir.
Angka 19 : Diisi dengan keterangan Wajib Pajak apabila Wajib Pajak memberikan
keterangan secara lisan.
Angka 20 : Diisi dengan nama tenpat dan tanggal.
Angka 21 : Diisi dengan nama dan tanda tangan Wajib Pajak/wakil/kuasa.
Angka 22 : Diisi dengan nama, NIP dan tanda tangan pegawai sesuai dengan Surat Tugas
Penelitian Keberatan.
Angka 23 : Diisi nama, NIP dan ditandatangani oleh pimpinan unit kantor.
*) : Diisi salah satu.
Lampiran XI.2
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
......................................... 1)

BERITA ACARA KEHADIRAN WAJIB PAJAK


TETAPI TIDAK MEMBERIKAN KETERANGAN TERTULIS
2)
NOMOR : BA- ................................
3) 4) 5)
Pada hari ini ................................................... tanggal ....................................................... , kami :
No NAMA/NIP Pangkat/Golongan Jabatan

6) 7)
berdasarkan Surat Tugas Penelitian Keberatan nomor ....................... tanggal .................... , telah
melakukan penelitian keberatan terhadap Wajib Pajak:
8)
Nama : ...................................................................
9)
NPWP : ...................................................................
10)
Alamat : ...................................................................
11)
Jenis Pajak : ...................................................................
12)
Masa/Tahun Pajak : ...................................................................

serta memberitahukan dan menjelaskan hasil penelitian kepada:

Wajib Pajak Wakil Wajib Pajak Kuasa Wajib Pajak


13)
Nama : ...................................................................
14)
NPWP : ...................................................................
15)
Jabatan : ...................................................................
16)
Alamat : ...................................................................
17)
yang telah hadir memenuhi undangan sesuai Surat Pemberitahuan Untuk Hadir nomor ................
18)
tanggal ........................ , namun Wajib Pajak tidak memberikan keterangan tertulis. Wajib Pajak
19)
memberikan keterangan secara lisan sebagai berikut :
........................................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................................

21) 20)
Wajib Pajak/Wakil/Kuasa ......................., ....................
22)
Tim Peneliti
Kepala Bidang Pengurangan, Keberatan, dan
Banding/Kasubdit Pengurangan dan Keberatan *)
............................

..........................
NIP
Mengetahui,
23)
............................ Kasi Pengurangan, Keberatan, dan Banding .../Kasi
Pengurangan dan Keberatan ... *)

............................
........................... NIP
NIP Penelaah Keberatan

.............................
NIP
Lampiran XI.2
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah

Petunjuk Pengisian Lampiran XI.2 :

Angka 1 : Diisi dengan nama unit kantor yang bersangkutan.


Angka 2 : Diisi dengan nomor Berita Acara Kehadiran Wajib Pajak.
Angka 3 : Diisi dengan hari kehadiran Wajib Pajak.
Angka 4 : Diisi dengan tanggal kehadiran Wajib Pajak.
Angka 5 : Diisi dengan identitas tim peneliti.
Angka 6 : Diisi dengan nomor Surat Tugas.
Angka 7 : Diisi dengan tanggal Surat Tugas.
Angka 8 : Diisi dengan nama Wajib Pajak.
Angka 9 : Diisi dengan NPWP Wajib Pajak.
Angka 10 : Diisi dengan alamat Wajib Pajak.
Angka 11 : Diisi jenis pajak.
Angka 12 : Diisi Masa Pajak/Tahun Pajak.
Angka 13 : Diisi dengan nama penandatanganan dari Wajib Pajak.
Angka 14 : Diisi dengan NPWP penandatanganan dari Wajib Pajak.
Angka 15 : Diisi dengan jabatan penandatanganan dari Wajib Pajak.
Angka 16 : Diisi dengan alamat penandatanganan dari Wajib Pajak.
Angka 17 : Diisi dengan nomor Surat Pemberitahuan Untuk Hadir.
Angka 18 : Diisi dengan tanggal Surat Pemberitahuan Untuk Hadir.
Angka 19 : Diisi dengan keterangan Wajib Pajak apabila Wajib Pajak memberikan
keterangan secara lisan.
Angka 20 : Diisi dengan nama tenpat dan tanggal.
Angka 21 : Diisi dengan nama dan tanda tangan Wajib Pajak/wakil/kuasa.
Angka 22 : Diisi dengan nama, NIP dan tanda tangan pegawai sesuai dengan Surat Tugas
Penelitian Keberatan.
Angka 23 : Diisi nama, NIP dan ditandatangani oleh pimpinan unit kantor.
*) : Diisi salah satu.
Lampiran XII.1
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
......................................... 1)

BERITA ACARA KETIDAKHADIRAN WAJIB PAJAK


DAN TIDAK MEMBERIKAN KETERANGAN TERTULIS
NOMOR : BA- ................................ 2)

Pada hari ini ................................. 3) tanggal ..................................... 4), kami : 5)


No NAMA/NIP Pangkat/Golongan Jabatan

6)
berdasarkan Surat Tugas Penelitian Keberatan nomor ......................... tanggal .....................
7)
, ditugaskan melakukan penelitian keberatan terhadap Wajib Pajak:
8)
Nama : ...................................................................
9)
NPWP : ...................................................................
10)
Alamat : ...................................................................
11)
Jenis Pajak : ...................................................................
12)
Masa/Tahun Pajak : ...................................................................
telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Untuk Hadir nomor ............................ 13) tanggal
..................... 14) terhadap Wajib Pajak untuk memberikan keterangan atau memperoleh
penjelasan mengenai keberatannya, namun Wajib Pajak yang bersangkutan tidak hadir
memenuhi undangan sebagaimana tercantum dalam Surat Pemberitahuan Untuk Hadir
tersebut dan tidak memberikan keterangan tertulis.

Berita Acara Ketidakhadiran Wajib Pajak ini dibuat dengan sebenarnya.

15)
Mengetahui, ......................., ....................
16) 17)
............................ Tim Peneliti
Kabid Keberatan dan Banding/ Pengurangan,
Keberatan, dan Banding/ Kasubdit Pengurangan
dan Keberatan

...........................
NIP ..........................
NIP

Kasi Pengurangan, Keberatan, dan Banding ...


/Kasi Pengurangan dan Keberatan ...

............................
NIP

Penelaah Keberatan

.............................
NIP
Lampiran XII.1
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
Petunjuk Pengisian Lampiran XII.1 :

Angka 1 : diisi dengan nama unit kantor yang bersangkutan/ gunakan KOP surat unit kantor
yang bersangkutan
Angka 2 : Diisi dengan nomor Berita Acara Ketidakhadiran Wajib Pajak.
Angka 3 : Diisi dengan hari kehadiran Wajib Pajak.
Angka 4 : Diisi dengan tanggal kehadiran Wajib Pajak.
Angka 5 : Diisi dengan identitas tim peneliti.
Angka 6 : Diisi dengan nomor Surat Tugas.
Angka 7 : Diisi dengan tanggal Surat Tugas.
Angka 8 : Diisi dengan nama Wajib Pajak.
Angka 9 : Diisi dengan NPWP Wajib Pajak.
Angka 10: Diisi dengan alamat Wajib Pajak.
Angka 11: Diisi jenis pajak.
Angka 12: Diisi Masa Pajak/Tahun Pajak.
Angka 13: Diisi dengan nomor Surat Pemberitahuan Untuk Hadir.
Angka 14: Diisi dengan tanggal Surat Pemberitahuan Untuk Hadir.
Angka 15: Diisi dengan nama tempat dan tanggal.
Angka 16: Diisi nama, NIP dan ditandatangani oleh pimpinan unit kantor.
Angka 17: Diisi dengan nama, NIP dan tanda tangan pegawai sesuai dengan Surat Tugas
Penelitian Keberatan.
Lampiran XII.2
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
......................................... 1)

BERITA ACARA KETIDAKHADIRAN WAJIB PAJAK


DAN MEMBERIKAN KETERANGAN TERTULIS
NOMOR : BA- ................................ 2)

Pada hari ini ................................. 3) tanggal ..................................... 4), kami : 5)

No NAMA/NIP Pangkat/Golongan Jabatan

6)
berdasarkan Surat Tugas Penelitian Keberatan nomor ......................... tanggal .....................
7)
, ditugaskan melakukan penelitian keberatan terhadap Wajib Pajak:
8)
Nama : ...................................................................
9)
NPWP : ...................................................................
10)
Alamat : ...................................................................
11)
Jenis Pajak : ...................................................................
12)
Masa/Tahun Pajak : ...................................................................
telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Untuk Hadir nomor ............................ 13) tanggal
..................... 14) terhadap Wajib Pajak untuk memberikan keterangan atau memperoleh
penjelasan mengenai keberatannya, namun Wajib Pajak yang bersangkutan tidak hadir
memenuhi undangan sebagaimana tercantum dalam Surat Pemberitahuan Untuk Hadir
tersebut dan memberikan keterangan tertulis dalam surat nomor ........................ 15) tanggal
........................ 16)

Berita Acara Ketidakhadiran Wajib Pajak ini dibuat dengan sebenarnya.

17)
Mengetahui, ......................., ....................
18) 19)
............................ Tim Peneliti
Kabid Keberatan dan Banding/ Pengurangan,
Keberatan, dan Banding/ Kasubdit Pengurangan
dan Keberatan

...........................
NIP ..........................
NIP

Kasi Keberatan dan Banding Pengurangan,


Keberatan, dan Banding ... /Kasi Pengurangan
dan Keberatan ...

...........................
NIP

Penelaah Keberatan

.............................
NIP
Lampiran XII.2
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
Petunjuk Pengisian Lampiran XII.2 :

Angka 1 : diisi dengan nama unit kantor yang bersangkutan/ gunakan KOP surat unit kantor
yang bersangkutan
Angka 2 : Diisi dengan nomor Berita Acara Ketidakhadiran Wajib Pajak.
Angka 3 : Diisi dengan hari kehadiran Wajib Pajak.
Angka 4 : Diisi dengan tanggal kehadiran Wajib Pajak.
Angka 5 : Diisi dengan identitas tim peneliti.
Angka 6 : Diisi dengan nomor Surat Tugas.
Angka 7 : Diisi dengan tanggal Surat Tugas.
Angka 8 : Diisi dengan nama Wajib Pajak.
Angka 9 : Diisi dengan NPWP Wajib Pajak.
Angka 10: Diisi dengan alamat Wajib Pajak.
Angka 11: Diisi jenis pajak.
Angka 12: Diisi Masa Pajak/Tahun Pajak.
Angka 13: Diisi dengan nomor Surat Pemberitahuan Untuk Hadir.
Angka 14: Diisi dengan tanggal Surat Pemberitahuan Untuk Hadir.
Angka 15: Diisi dengan nomor surat keterangan Wajib Pajak.
Angka 16: Diisi dengan tanggal surat keterangan Wajib Pajak.
Angka 17: Diisi dengan nama tempat dan tanggal.
Angka 18: Diisi nama, NIP dan ditandatangani oleh pimpinan unit kantor.
Angka 19: Diisi dengan nama, NIP dan tanda tangan pegawai sesuai dengan Surat Tugas
Penelitian Keberatan.
Lampiran XII.3
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
......................................... 1)

BERITA ACARA KEHADIRAN WAJIB PAJAK


DAN MEMBERIKAN KETERANGAN TERTULIS
2)
NOMOR : BA- ................................
3) 4) 5)
Pada hari ini ............................................... tanggal ....................................................... , kami :
No NAMA/NIP Pangkat/Golongan Jabatan

6) 7)
berdasarkan Surat Tugas Penelitian Keberatan nomor ....................... tanggal .................... , telah
melakukan penelitian keberatan terhadap Wajib Pajak:
8)
Nama : ...................................................................
9)
NPWP : ...................................................................
10)
Alamat : ...................................................................
11)
Jenis Pajak : ...................................................................
12)
Masa/Tahun Pajak : ...................................................................

serta memberitahukan dan menjelaskan hasil penelitian kepada:

Wajib Pajak Wakil Wajib Pajak Kuasa Wajib Pajak


13)
Nama : ...................................................................
14)
NPWP : ...................................................................
15)
Jabatan : ...................................................................
16)
Alamat : ...................................................................
17)
yang telah hadir memenuhi undangan sesuai Surat Pemberitahuan Untuk Hadir nomor ................
18) 19)
tanggal ........................ , dan Wajib Pajak memberikan keterangan sebagai berikut:
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
Namun Wajib Pajak tidak bersedia menandatangani Berita Acara Kehadiran.

20)
......................., ....................
21)
Mengetahui, Tim Peneliti
22)
............................ Kabid/Kasubdit

........................... ..........................
NIP NIP

Kepala Seksi

............................
NIP

Penelaah Keberatan

.............................
NIP
Lampiran XII.3
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah

Petunjuk Pengisian Lampiran XII.3 :

Angka 1 : diisi dengan nama unit kantor yang bersangkutan/ gunakan KOP surat unit kantor yang
bersangkutan
Angka 2 : Diisi dengan nomor Berita Acara Kehadiran Wajib Pajak.
Angka 3 : Diisi dengan hari kehadiran Wajib Pajak.
Angka 4 : Diisi dengan tanggal kehadiran Wajib Pajak.
Angka 5 : Diisi dengan identitas tim peneliti.
Angka 6 : Diisi dengan nomor Surat Tugas.
Angka 7 : Diisi dengan tanggal Surat Tugas.
Angka 8 : Diisi dengan nama Wajib Pajak.
Angka 9 : Diisi dengan NPWP Wajib Pajak.
Angka 10 : Diisi dengan alamat Wajib Pajak.
Angka 11 : Diisi jenis pajak.
Angka 12 : Diisi Masa Pajak/Tahun Pajak.
Angka 13 : Diisi dengan nama penandatanganan dari Wajib Pajak.
Angka 14 : Diisi dengan NPWP penandatanganan dari Wajib Pajak.
Angka 15 : Diisi dengan jabatan penandatanganan dari Wajib Pajak.
Angka 16 : Diisi dengan alamat penandatanganan dari Wajib Pajak.
Angka 17 : Diisi dengan nomor Surat Pemberitahuan Untuk Hadir.
Angka 18 : Diisi dengan tanggal Surat Pemberitahuan Untuk Hadir.
Angka 19 : Diisi dengan keterangan dari Wajib Pajak.
Angka 20 : Diisi dengan nama tenpat dan tanggal.
Angka 21 : Diisi dengan nama, NIP dan tanda tangan pegawai sesuai dengan Surat Perintah Penelitian
Keberatan.
Angka 22 : Diisi nama, NIP dan ditandatangani oleh pimpinan unit kantor.
Lampiran XIII.1
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
......................................... 1)

2) ...................................................... 3)
Nomor :S-
Sifat : ...................................... 4)
Hal : Pencabutan Surat Keberatan

Yth................................. 5)
......................................

Sehubungan dengan surat Saudara nomor ............................ 6) tanggal ................... 7) yang


diterima tanggal ..................... 8) hal Pengajuan Pencabutan Keberatan atas Surat Keberatan
nomor .................... 9) tanggal ....................... 10), dengan ini disampaikan bahwa :

1. Pasal 7 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 194/PMK.03/2007 tentang Tata Cara


Pengajuan dan Penyelesaian Keberatan, menyebutkan :

(1) Wajib Pajak dapat mencabut pengajuan keberatan yang telah disampaikan kepada
Direktur Jenderal Pajak sepanjang Surat Pemberitahuan Untuk Hadir belum
disampaikan kepada Wajib Pajak.
(2) Dalam hal Wajib Pajak mencabut pengajuan keberatan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Wajib Pajak tidak dapat mengajukan permohonan pengurangan atau
pembatalan surat ketetapan pajak yang tidak benar sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 36 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan
Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007.
2. Berdasarkan penelitian kami, sampai dengan saat ini atas surat keberatan Saudara
belum diterbitkan Surat Pemberitahuan Untuk Hadir (SPUH).
3. Berdasarkan uraian pada angka 1 dan angka 2, Saudara dapat mencabut pengajuan
keberatan. Dalam hal ini, Wajib Pajak tidak dapat mengajukan permohonan
pengurangan atau pembatalan surat ketetapan pajak yang tidak benar sebagaimana
dimaksud pada angka 1.
Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terima kasih.

A.n. Direktur Jenderal Pajak


Kepala Kantor,

........................................ 11)
NIP ................................. 12)
Lampiran XIII.1
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah

Petunjuk Pengisian Lampiran XIII.1 :

Angka 1 : diisi dengan nama unit kantor yang bersangkutan/ gunakan KOP surat unit kantor
yang bersangkutan
Angka 2 : Diisi dengan nomor surat
Angka 3 : Diisi dengan tanggal surat
Angka 4 : Diisi dengan sifat surat
Angka 5 : Diisi dengan nama dan alamat Wajib Pajak
Angka 6 : Diisi dengan nomor Surat Pencabutan Pengajuan Keberatan
Angka 7 : Diisi dengan tanggal Surat Pencabutan Pengajuan Keberatan
Angka 8 : Diisi dengan tangal diterimanya Surat Pencabutan Pengajuan Keberatan
Angka 9 : Diisi dengan nomor Surat Keberatan Wajib Pajak
Angka 10 : Diisi dengan tanggal Surat Keberatan Wajib Pajak
Angka 11 : Diisi dengan nama dan tanda tangan pejabat yang menandatangani surat
Angka 12 : Diisi dengan NIP pejabat yang menandatangani surat
Lampiran XIII.2
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA


DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
......................................... 1)

Nomor :S- 2)
...................................................... 3)
4)
Sifat : ......................................
Hal : Pencabutan Keberatan dalam hal
setelah pengiriman SPUH

Yth................................. 5)
......................................

Sehubungan dengan surat Saudara nomor ............................ 6) tanggal ................... 7) yang


diterima tanggal ..................... 8) hal Pengajuan Pencabutan Keberatan atas Surat Keberatan
nomor .................... 9) tanggal ....................... 10), dengan ini disampaikan bahwa :

1. Pasal 7 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 194/PMK.03/2007 tentang Tata Cara


Pengajuan dan Penyelesaian Keberatan, menyebutkan :

(1) Wajib Pajak dapat mencabut pengajuan keberatan yang telah disampaikan kepada
Direktur Jenderal Pajak sepanjang Surat Pemberitahuan Untuk Hadir belum
disampaikan kepada Wajib Pajak.
(2) Dalam hal Wajib Pajak mencabut pengajuan keberatan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Wajib Pajak tidak dapat mengajukan permohonan pengurangan atau
pembatalan surat ketetapan pajak yang tidak benar sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 36 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan
Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007
2. Berdasarkan penelitian kami, sampai dengan saat ini atas surat keberatan Saudara
telah diterbitkan Surat Pemberitahuan Untuk Hadir (SPUH) nomor ......... 11) tanggal........
12)

3. Berdasarkan bukti pengiriman yang ada pada kami, SPUH sebagaimana pada angka 2
telah dikirimkan kepada Saudara pada tanggal ................ 13).
4. Berdasarkan Pasal 7 ayat (2) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 194/PMK.03/2007
tentang Tata Cara Pengajuan dan Penyelesaian Keberatan, Saudara tidak dapat
mencabut pengajuan keberatan.
5. Berdasarkan uraian pada angka 1 s.d. angka 4 tersebut di atas, keberatan Saudara
tetap diselesaikan dengan penerbitan Surat Keputusan Keberatan.
Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terima kasih.

A.n. Direktur Jenderal Pajak


Kepala Kantor,

........................................ 14)
NIP ................................. 15)
Lampiran XIII.2
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah

Petunjuk Pengisian Lampiran XIII.2 :

Angka 1 : diisi dengan nama unit kantor yang bersangkutan/ gunakan KOP surat unit kantor
yang bersangkutan
Angka 2 : Diisi dengan nomor surat
Angka 3 : Diisi dengan tanggal surat
Angka 4 : Diisi dengan sifat surat
Angka 5 : Diisi dengan nama dan alamat Wajib Pajak
Angka 6 : Diisi dengan nomor Surat Pencabutan Pengajuan Keberatan
Angka 7 : Diisi dengan tanggal Surat Pencabutan Pengajuan Keberatan
Angka 8 : Diisi dengan tangal diterimanya Surat Pencabutan Pengajuan Keberatan
Angka 9 : Diisi dengan nomor Surat Keberatan Wajib Pajak
Angka 10 : Diisi dengan tanggal Surat Keberatan Wajib Pajak
Angka 11 : Diisi dengan nomor Surat Pemberitahuan Untuk Hadir
Angka 12 : Diisi dengan tanggal Surat Pemberitahuan Untuk Hadir
Angka 13 : Diisi dengan tanggal pengiriman Surat Pemberitahuan Untuk Hadir
Angka 14 : Diisi dengan nama dan tanda tangan pejabat yang menandatangani surat
Angka 15 : Diisi dengan NIP pejabat yang menandatangani surat
Lampiran XIII.2
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah
Lampiran XIV.1
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan Penyelesaian
Keberatan Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau Pajak Penjualan
atas Barang Mewah
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
..................................................... 1)

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK


NOMOR KEP- ......................... 2)
TENTANG
KEBERATAN WAJIB PAJAK ATAS .................... 3)

DIREKTUR JENDERAL PAJAK


4) 5) 6)
Menimbang : 1. Surat keberatan Wajib Pajak atas nama ............... Nomor : ……… tanggal ……
7) 8) 9)
yang diterima....... tanggal......... berdasarkan LPAD Nomor :.......... tanggal
10) 11) 12) 13) 14)
......... tentang……. atas.......... Nomor : ……… Tanggal ……… Tahun
15)
Pajak ………… ;
16) 17)
2. Laporan Penelitian Keberatan Nomor :…………….. Tanggal……………
3. Bahwa terdapat cukup alasan untuk menerima seluruhnya/menerima sebagian/tidak
*)
terdapat cukup alasan untuk menerima keberatan Wajib Pajak;
Mengingat : 1. Pasal 26 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 Tentang Ketentuan Umum Dan
Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009;
2. Undang-Undang Nomor 7 tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan sebagaimana
telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008;
3. Pasal 36 ayat (2) huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2007 tentang Tata
Cara Pelaksanaan Hak dan Kewajiban Perpajakan Berdasarkan Undang-Undang
Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor
16 Tahun 2009;
4. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-297/PJ./2002 sebagaimana telah
diubah terakhir dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-
183/PJ/2010;
MEMUTUSKAN
18)
Menetapkan : 1. Mengabulkan seluruhnya/Mengabulkan sebagian/Menolak keberatan Wajib
19) 20)
Pajak dalam suratnya Nomor :…… tanggal ………
21)
2. Mengurangkan/Mempertahankan/Menambah jumlah pajak yang masih harus
22) 23)
dibayar/jumlah pajak yang lebih dibayar dalam ………. Nomor : ………
24) 25)
Tanggal …………… Tahun Pajak …………
:
26)
Atas Nama WP : ……… ……………
27)
NPWP : ………………………
:
28)
Alamat : ………………………
:
Dengan perincian sebagai berikut :
29)

Uraian Semula Ditambah/ Menjadi


(Rp.) (Dikurangi) (Rp)
(Rp.)
Penghasilan Netto
Kompensasi Kerugian
Penghasilan Kena Pajak
Pajak Penghasilan (PPh) Terutang
Kredit Pajak
PPh Kurang/(Lebih) Bayar
Sanksi Administrasi
Jumlah PPh yang masih
harus/(lebih) dibayar
30) 31)
. .................... ,.....................
A.n. Direktur Jenderal Pajak
32)
Kepala ...............................

33)
….......................................
34)
NIP .....................................
Tembusan :
1. Wajib Pajak ….............35)
Lampiran XIV.1
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan Penyelesaian
Keberatan Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau Pajak Penjualan
atas Barang Mewah
2. Kepala KPP.................36)

Petunjuk Pengisian Lampiran XIV.1 :

Angka 1 : diisi nama unit kantor yang menerbitkan keputusan


Angka 2 : diisi nomor Keputusan
Angka 3 : diisi jenis ketetapan pajak yang diajukan keberatan
Angka 4 : diisi Nama Wajib Pajak
Angka 5 : diisi nomor surat keberatan Wajib Pajak
Angka 6 : diisi tanggal surat keberatan Wajib Pajak
Angka 7 : diisi nama Kantor Pelayanan Pajak yang menerima surat keberatan Wajib
Pajak
Angka 8 : diisi tanggal surat Wajib Pajak diterima di Kantor Pelayanan Pajak
Angka 9 : diisi dengan Nomor LPAD
Angka 10 : diisi dengan tanggal LPAD
Angka 11 : diisi dengan keberatan Wajib Pajak
Angka 12 : diisi jenis ketetapan pajak yang diajukan keberatan
Angka 13 : diisi nomor ketetapan pajak yang diajukan keberatan
Angka 14 : diisi tanggal ketetapan pajak yang diajukan keberatan
Angka 15 : diisi tahun pajak yang diajukan keberatan
Angka 16 : diisi Nomor Laporan Penelitian Keberatan
Angka 17 : diisi tanggal Laporan Penelitian Keberatan
Angka 18 : diisi salah satu
Angka 19 : diisi nomor surat keberatan Wajib Pajak
Angka 20 : diisi tanggal surat keberatan Wajib Pajak
Angka 21 : diisi salah satu
Angka 22 : diisi jenis ketetapan pajak
Angka 23 : diisi nomor ketetapan pajak
Angka 24 : diisi tanggal ketetapan pajak
Angka 25 : diisi tahun pajak
Angka 26 : diisi nama Wajib Pajak
Angka 27 : diisi NPWP
Angka 28 : diisi alamat Wajib Pajak
Angka 29 : diisi dengan perhitungan sesuai dengan Laporan Penelitian
Angka 30 : diisi kota tempat penerbitan
Angka 31 : diisi tanggal Surat Keputusan diterbitkan
Angka 32 : diisi salah satu.
- Direktur Jenderal Pajak jika Surat Keputusan merupakan wewenang
Kantor Pusat Direktur Jenderal Pajak
- A.n. Direktur Jenderal Pajak (dan diikuti dengan nama jabatan) dalam hal
Surat Keputusan merupakan wewenang Kepala Kantor Wilayah/Kepala
Kantor Pelayanan Pajak
Angka 33 : diisi Nama pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan
Angka 34 : diisi NIP pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan
Angka 35 : diisi nama Wajib Pajak yang bersangkutan
Angka 36 : diisi nama KPP dimana Wajib Pajak terdaftar
*) : Diisi salah satu yang sesuai

Catatan :
 SK ini digunakan untuk jenis pajak PPh Badan/PPh Orang Pribadi

Surat Keputusan tersebut dibuat rangkap 3 (tiga), yang peruntukannya sebagai berikut:
- Asli untuk Wajib Pajak;
- Salinan ke-1 untuk KPP penerbit surat ketetapan pajak;
- Salinan ke-2 untuk Unit Kantor pembuat Surat Keputusan
Lampiran XIV.2
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan Penyelesaian
Keberatan Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau Pajak Penjualan
atas Barang Mewah

KEMENTERIAN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
1)
.....................................................
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
2)
NOMOR KEP- .........................
TENTANG
3)
KEBERATAN WAJIB PAJAK ATAS ....................

DIREKTUR JENDERAL PAJAK


4) 5) 6)
Menimbang : 1. Surat keberatan Wajib Pajak atas nama ............... Nomor : ……… tanggal ……
7) 8) 9)
yang diterima....... tanggal......... berdasarkan LPAD Nomor :.......... tanggal
10) 11) 12) 13) 14)
......... tentang……. atas.......... Nomor : ……… Tanggal ……… Tahun
15)
Pajak ………… ;
16) 17)
2. Laporan Penelitian Keberatan Nomor :…………….. Tanggal……………
3. Bahwa terdapat cukup alasan untuk menerima seluruhnya/menerima sebagian/tidak
*)
terdapat cukup alasan untuk menerima keberatan Wajib Pajak;
Mengingat : 1. Pasal 26 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 Tentang Ketentuan Umum Dan
Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009;
2. Undang-Undang Nomor 7 tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan sebagaimana
telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008;
3. Pasal 36 ayat (2) huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2007 tentang Tata
Cara Pelaksanaan Hak dan Kewajiban Perpajakan Berdasarkan Undang-Undang
Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor
16 Tahun 2009;
4. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-297/PJ./2002 sebagaimana telah
diubah terakhir dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-
183/PJ/2010;
MEMUTUSKAN
18)
Menetapkan : 1. Mengabulkan seluruhnya/Mengabulkan sebagian/Menolak keberatan Wajib
19) 20)
Pajak dalam suratnya Nomor :…… tanggal ………
21)
2. Mengurangkan/Mempertahankan/Menambah jumlah pajak yang masih harus
22) 23)
dibayar/jumlah pajak yang lebih dibayar dalam ………. Nomor : ………
24) 25)
Tanggal …………… Tahun Pajak …………

Atas Nama : ………………………26)


NPWP : ………………………27)
Alamat : ………………………28)
dengan perincian sebagai berikut :
29)

Uraian Semula Ditambah/( Menjadi


(Rp) Dikurangi) (Rp)
(Rp)
Dasar Pengenaan Pajak
Pajak Penghasilan (PPh) Terutang
Kredit Pajak
Kompensasi Tahun Pajak/Masa Pajak
sebelumnya
PPh Kurang/(Lebih) Bayar
Sanksi Administrasi
Jumlah PPh yang masih harus/(lebih)
dibayar
30) 31)
. .................... ,.....................
A.n. Direktur Jenderal Pajak
32)
Kepala ...............................

33)
….......................................
34)
NIP .....................................
Tembusan :
1. Wajib Pajak ….............35)
2. Kepala KPP.................36)
Lampiran XIV.2
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan Penyelesaian
Keberatan Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau Pajak Penjualan
atas Barang Mewah

Petunjuk Pengisian Lampiran XIV.2 :

Angka 1 : diisi nama unit kantor yang menerbitkan keputusan


Angka 2 : diisi nomor Keputusan
Angka 3 : diisi jenis ketetapan pajak yang diajukan keberatan
Angka 4 : diisi Nama Wajib Pajak
Angka 5 : diisi nomor surat keberatan Wajib Pajak
Angka 6 : diisi tanggal surat keberatan Wajib Pajak
Angka 7 : diisi nama Kantor Pelayanan Pajak yang menerima surat keberatan Wajib Pajak
Angka 8 : diisi tanggal surat Wajib Pajak diterima di Kantor Pelayanan Pajak
Angka 9 : diisi dengan Nomor LPAD
Angka 10 : diisi dengan tanggal LPAD
Angka 11 : diisi dengan keberatan Wajib Pajak
Angka 12 : diisi jenis ketetapan pajak yang diajukan keberatan
Angka 13 : diisi nomor ketetapan pajak yang diajukan keberatan
Angka 14 : diisi tanggal ketetapan pajak yang diajukan keberatan
Angka 15 : diisi tahun pajak yang diajukan keberatan
Angka 16 : diisi Nomor Laporan Penelitian Keberatan
Angka 17 : diisi tanggal Laporan Penelitian Keberatan
Angka 18 : diisi salah satu
Angka 19 : diisi nomor surat keberatan Wajib Pajak
Angka 20 : diisi tanggal surat keberatan Wajib Pajak
Angka 21 : diisi salah satu
Angka 22 : diisi jenis ketetapan pajak
Angka 23 : diisi nomor ketetapan pajak
Angka 24 : diisi tanggal ketetapan pajak
Angka 25 : diisi tahun pajak
Angka 26 : diisi nama Wajib Pajak
Angka 27 : diisi NPWP
Angka 28 : diisi alamat Wajib Pajak
Angka 29 : diisi dengan perhitungan sesuai dengan Laporan Penelitian
Angka 30 : diisi kota tempat penerbitan
Angka 31 : diisi tanggal Surat Keputusan diterbitkan
Angka 32 : diisi salah satu.
- Direktur Jenderal Pajak jika Surat Keputusan merupakan wewenang Kantor Pusat
Direktur Jenderal Pajak
- A.n. Direktur Jenderal Pajak (dan diikuti dengan nama jabatan) dalam hal Surat
Keputusan merupakan wewenang Kepala Kantor Wilayah/Kepala Kantor
Pelayanan Pajak
Angka 33 : diisi Nama pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan
Angka 34 : diisi NIP pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan
Angka 35 : diisi nama Wajib Pajak yang bersangkutan
Angka 36 : diisi nama KPP dimana Wajib Pajak terdaftar
*) : Diisi salah satu yang sesuai

Catatan :
 SK ini digunakan untuk jenis pajak PPh Pemotongan dan Pemungutan

Surat Keputusan tersebut dibuat rangkap 3 (tiga), yang peruntukannya sebagai berikut:
- Asli untuk Wajib Pajak;
- Salinan ke-1 untuk KPP penerbit surat ketetapan pajak;
- Salinan ke-2 untuk Unit Kantor pembuat Surat Keputusan
Lampiran XIV.3
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan Penyelesaian
Keberatan Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau Pajak Penjualan
atas Barang Mewah
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
..................................................... 1)

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK


NOMOR KEP- ......................... 2)
TENTANG
KEBERATAN WAJIB PAJAK ATAS .................... 3)

DIREKTUR JENDERAL PAJAK


4) 5) 6)
Menimbang : 1. Surat keberatan Wajib Pajak atas nama ............... Nomor : ……… tanggal ……
7) 8) 9)
yang diterima....... tanggal......... berdasarkan LPAD Nomor :.......... tanggal
10) 11) 12) 13) 14)
......... tentang……. atas.......... Nomor : ……… Tanggal ……… Masa
15)
Pajak ………… ;
16) 17)
2. Laporan Penelitian Keberatan Nomor :…………….. Tanggal……………
3. Bahwa terdapat cukup alasan untuk menerima seluruhnya/menerima sebagian/tidak
*)
terdapat cukup alasan untuk menerima keberatan Wajib Pajak;
Mengingat : 1. Pasal 26 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 Tentang Ketentuan Umum Dan
Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009;
2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 Tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang
dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah sebagaimana telah diubah
terakhir dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2000;
3. Pasal 36 ayat (2) huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2007 tentang Tata
Cara Pelaksanaan Hak dan Kewajiban Perpajakan Berdasarkan Undang-Undang
Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor
16 Tahun 2009;
4. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-297/PJ./2002 sebagaimana telah
diubah terakhir dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-
183/PJ/2010;
MEMUTUSKAN
18)
Menetapkan : 1. Mengabulkan seluruhnya/Mengabulkan sebagian/Menolak keberatan Wajib
19) 20)
Pajak dalam suratnya Nomor :…… tanggal ………
21)
2. Mengurangkan/Mempertahankan/Menambah jumlah pajak yang masih harus
22) 23)
dibayar/jumlah pajak yang lebih dibayar dalam ………. Nomor : ………
24) 25)
Tanggal …………… Tahun Pajak …………
:
26)
Atas Nama WP : ……… ……………
27)
NPWP : ………………………
:
28)
Alamat : ………………………
:
Dengan perincian sebagai berikut :
29)

Uraian Semula Ditambah/(Dik Menjadi


(Rp) urangi) (Rp)
(Rp)
PPN Kurang/(Lebih) Bayar
Sanksi Bunga
Sanksi Kenaikan
Jumlah Pajak yang masih
harus/(lebih) dibayar
30) 31)
. .................... ,.....................
A.n. Direktur Jenderal Pajak
32)
Kepala ...............................

33)
….......................................
34)
NIP .....................................

Tembusan :
35)
1. Wajib Pajak ….............
36)
2. Kepala KPP.................
Lampiran XIV.3
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan Penyelesaian
Keberatan Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau Pajak Penjualan
atas Barang Mewah

Petunjuk Pengisian Lampiran XIV.3 :

Angka 1 : diisi nama unit kantor yang menerbitkan keputusan


Angka 2 : diisi nomor Keputusan
Angka 3 : diisi jenis ketetapan pajak yang diajukan keberatan
Angka 4 : diisi Nama Wajib Pajak
Angka 5 : diisi nomor surat keberatan Wajib Pajak
Angka 6 : diisi tanggal surat keberatan Wajib Pajak
Angka 7 : diisi nama Kantor Pelayanan Pajak yang menerima surat keberatan Wajib
Pajak
Angka 8 : diisi tanggal surat Wajib Pajak diterima di Kantor Pelayanan Pajak
Angka 9 : diisi dengan Nomor LPAD
Angka 10 : diisi dengan tanggal LPAD
Angka 11 : diisi dengan keberatan Wajib Pajak
Angka 12 : diisi jenis ketetapan pajak yang diajukan keberatan
Angka 13 : diisi nomor ketetapan pajak yang diajukan keberatan
Angka 14 : diisi tanggal ketetapan pajak yang diajukan keberatan
Angka 15 : diisi masa pajak yang diajukan keberatan
Angka 16 : diisi Nomor Laporan Penelitian Keberatan
Angka 17 : diisi tanggal Laporan Penelitian Keberatan
Angka 18 : diisi salah satu
Angka 19 : diisi nomor surat keberatan Wajib Pajak
Angka 20 : diisi tanggal surat keberatan Wajib Pajak
Angka 21 : diisi salah satu
Angka 22 : diisi jenis ketetapan pajak
Angka 23 : diisi nomor ketetapan pajak
Angka 24 : diisi tanggal ketetapan pajak
Angka 25 : diisi tahun pajak
Angka 26 : diisi nama Wajib Pajak
Angka 27 : diisi NPWP
Angka 28 : diisi alamat Wajib Pajak
Angka 29 : diisi dengan perhitungan sesuai dengan Laporan Penelitian
Angka 30 : diisi kota tempat penerbitan
Angka 31 : diisi tanggal Surat Keputusan diterbitkan
Angka 32 : diisi salah satu.
- Direktur Jenderal Pajak jika Surat Keputusan merupakan wewenang
Kantor Pusat Direktur Jenderal Pajak
- A.n. Direktur Jenderal Pajak (dan diikuti dengan nama jabatan) dalam hal
Surat Keputusan merupakan wewenang Kepala Kantor Wilayah/Kepala
Kantor Pelayanan Pajak
Angka 33 : diisi Nama pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan
Angka 34 : diisi NIP pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan
Angka 35 : diisi nama Wajib Pajak yang bersangkutan
Angka 36 : diisi nama KPP dimana Wajib Pajak terdaftar
*) : Diisi salah satu yang sesuai

Catatan :
 SK ini digunakan untuk jenis pajak PPN dan PTLL Masa Pajak Maret 2010 dan sebelumnya
Lampiran XIV.4
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan Penyelesaian
Keberatan Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau Pajak Penjualan
atas Barang Mewah
KEMENTERIAN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
..................................................... 1)

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK


NOMOR : KEP- ......................... 2)
TENTANG
KEBERATAN WAJIB PAJAK ATAS .................... 3)

DIREKTUR JENDERAL PAJAK

4) 5) 6)
Menimbang : 1. Surat keberatan Wajib Pajak atas nama ............... Nomor : ……… tanggal ……
7) 8) 9)
yang diterima....... tanggal......... berdasarkan LPAD Nomor :.......... tanggal
10) 11) 12) 13) 14)
......... tentang……. atas.......... Nomor : ……… Tanggal ……… Masa
15)
Pajak ………… ;
16) 17)
2. Laporan Penelitian Keberatan Nomor :…………….. Tanggal……………
3. Bahwa terdapat cukup alasan untuk menerima seluruhnya/menerima sebagian/tidak
*)
terdapat cukup alasan untuk menerima keberatan Wajib Pajak;
Mengingat : 1. Pasal 26 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 Tentang Ketentuan Umum Dan
Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan
Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009;
2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 Tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang
dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah sebagaimana telah diubah
terakhir dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009;
3. Pasal 36 ayat (2) huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2007 tentang Tata
Cara Pelaksanaan Hak dan Kewajiban Perpajakan Berdasarkan Undang-Undang
Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor
16 Tahun 2009;
4. Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-297/PJ./2002 sebagaimana telah
diubah terakhir dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-
183/PJ/2010;
MEMUTUSKAN
18)
Menetapkan : 1. Mengabulkan seluruhnya/Mengabulkan sebagian/Menolak keberatan Wajib
19) 20)
Pajak dalam suratnya Nomor :…… tanggal ………
21)
2. Mengurangkan/Mempertahankan/Menambah jumlah pajak yang masih harus
22) 23)
dibayar/jumlah pajak yang lebih dibayar dalam ………. Nomor : ………
24) 25)
Tanggal …………… Tahun Pajak …………
:
26)
Atas Nama WP : ……… ……………
27)
NPWP : ………………………
:
28)
Alamat : ………………………
:
Dengan perincian sebagai berikut :
29)

Uraian Semula Ditambah/(Dikurangi) Menjadi


(Rp) (Rp) (Rp)
PPN Kurang/(Lebih) Bayar
Sanksi Bunga
Sanksi Kenaikan
Jumlah Pajak yang masih
harus/(lebih) dibayar
30) 31)
. .................... ,.....................
A.n. Direktur Jenderal Pajak
32)
Kepala ...............................

33)
….......................................
34)
NIP .....................................

Tembusan :
35)
1. Wajib Pajak ….............
36)
2. Kepala KPP.................
Lampiran XIV.4
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan Penyelesaian
Keberatan Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau Pajak Penjualan
atas Barang Mewah

Petunjuk Pengisian Lampiran XIV.4 :

Angka 1 : diisi nama unit kantor yang menerbitkan keputusan


Angka 2 : diisi nomor Keputusan
Angka 3 : diisi jenis ketetapan pajak yang diajukan keberatan
Angka 4 : diisi Nama Wajib Pajak
Angka 5 : diisi nomor surat keberatan Wajib Pajak
Angka 6 : diisi tanggal surat keberatan Wajib Pajak
Angka 7 : diisi nama Kantor Pelayanan Pajak yang menerima surat keberatan Wajib
Pajak
Angka 8 : diisi tanggal surat Wajib Pajak diterima di Kantor Pelayanan Pajak
Angka 9 : diisi dengan Nomor LPAD
Angka 10 : diisi dengan tanggal LPAD
Angka 11 : diisi dengan keberatan Wajib Pajak
Angka 12 : diisi jenis ketetapan pajak yang diajukan keberatan
Angka 13 : diisi nomor ketetapan pajak yang diajukan keberatan
Angka 14 : diisi tanggal ketetapan pajak yang diajukan keberatan
Angka 15 : diisi masa pajak yang diajukan keberatan
Angka 16 : diisi Nomor Laporan Penelitian Keberatan
Angka 17 : diisi tanggal Laporan Penelitian Keberatan
Angka 18 : diisi salah satu
Angka 19 : diisi nomor surat keberatan Wajib Pajak
Angka 20 : diisi tanggal surat keberatan Wajib Pajak
Angka 21 : diisi salah satu
Angka 22 : diisi jenis ketetapan pajak
Angka 23 : diisi nomor ketetapan pajak
Angka 24 : diisi tanggal ketetapan pajak
Angka 25 : diisi tahun pajak
Angka 26 : diisi nama Wajib Pajak
Angka 27 : diisi NPWP
Angka 28 : diisi alamat Wajib Pajak
Angka 29 : diisi dengan perhitungan sesuai dengan Laporan Penelitian
Angka 30 : diisi kota tempat penerbitan
Angka 31 : diisi tanggal Surat Keputusan diterbitkan
Angka 32 : diisi salah satu.
- Direktur Jenderal Pajak jika Surat Keputusan merupakan wewenang
Kantor Pusat Direktur Jenderal Pajak
- A.n. Direktur Jenderal Pajak (dan diikuti dengan nama jabatan) dalam hal
Surat Keputusan merupakan wewenang Kepala Kantor Wilayah/Kepala
Kantor Pelayanan Pajak
Angka 33 : diisi Nama pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan
Angka 34 : diisi NIP pejabat yang berwenang menandatangani Surat Keputusan
Angka 35 : diisi nama Wajib Pajak yang bersangkutan
Angka 36 : diisi nama KPP dimana Wajib Pajak terdaftar
*) : Diisi salah satu yang sesuai

Catatan :
 SK ini digunakan untuk jenis pajak PPN dan PTLL Masa Pajak April 2010 dan setelahnya

Surat Keputusan tersebut dibuat rangkap 3 (tiga), yang peruntukannya sebagai berikut:
- Asli untuk Wajib Pajak;
- Salinan ke-1 untuk KPP penerbit surat ketetapan pajak;
- Salinan ke-2 untuk Unit Kantor pembuat Surat Keputusan
Lampiran XV
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah

KEMENTERIAN KEUANGAN RI
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
………………………………………..1)
Nomor :...............................2) ....................................3)
Sifat :
Lamp :
Hal : Pemberitahuan tentang hak dan kewajiban Wajib Pajak

Yth ………….........…… 4)

Sehubungan dengan selesainya penelitian terhadap surat keberatan yang Saudara


ajukan terhadap 5) :
a. ..........................................
b. ..........................................
c. ...........................................
d. ...........................................dst

dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut :

1. Apabila Saudara bermaksud mengajukan upaya hukum selanjutnya berdasarkan ketentuan


Pasal 27 Undang-undang Nomor 6 tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dengan
Undang-undang 16 tahun 2009, Saudara dapat mengajukan permohonan banding atau
gugatan kepada badan peradilan pajak dengan persyaratan formal sebagaimana diatur
dalam Undang-undang Nomor 14 tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak.

2. Sebelum mengajukan banding, Saudara dapat meminta keterangan secara tertulis kepada
Direktur Jenderal Pajak melalui Kantor Pelayanan Pajak tempat Saudara terdaftar dan/atau
tempat Pengusaha Kena Pajak Saudara dikukuhkan, alasan yang menjadi dasar
dikeluarkannya keputusan keberatan.

3. Surat permintaan tersebut akan kami jawab paling lama 10 (sepuluh) hari kerja sejak surat
Saudara, kami terima.

4. Apabila Saudara masih memiliki utang pajak, baik yang berasal dari ketetapan pajak yang
diajukan keberatan atau ketetapan pajak lainnya, Saudara wajib melakukan pelunasan atas
utang pajak tersebut. Hal ini untuk menghindari dilakukannya tindakan penagihan aktif
kepada Saudara.

5. Kami mengucapkan terima kasih atas komitmen Saudara untuk tidak memberikan imbalan
dalam bentuk apapun kepada kami.

Atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terima kasih.

A.n. Direktur Jenderal Pajak


Kepala Kantor,

____________________6)
7)
NIP
Lampiran XV
Peraturan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : PER-52 /PJ./2010
Tanggal : 26 November 2010
Tentang : Tata Cara Pengajuan dan
Penyelesaian Keberatan
Pajak Penghasilan, Pajak
Pertambahan Nilai dan/atau
Pajak Penjualan atas Barang
Mewah

*)
Diisi dengan yang sesuai

Petunjuk Pengisian Lampiran XV :

Angka 1 : diisi dengan nama unit kantor yang bersangkutan/ gunakan KOP surat unit
kantor yang bersangkutan
Angka 2 : Diisi nomor surat
Angka 3 : diisi tanggal
Angka 4 : diisi nama dan alamat Wajib Pajak
Angka 5 : diisi jenis dan nomor surat ketetapan pajak yang diajukan dalam surat
permohonan
Angka 6 : diisi Nama pimpinan unit kantor
Angka 7 : diisi NIP pimpinan unit kantor