Anda di halaman 1dari 2

NAMA : SARINI

KELAS : AKP-01
NIM : 201741027
MATA KULIAH : AKUNTANSI KEPERILAKUAN

TUGAS 8

ASPEK KEPERILAKUAN PADA AUDIT INTERNAL

1. Diskusikan bagaimana fakta-fakta nonteknis audit mempengaruhi pertimbangan auditor?


Jawaban:
Fakta-fakta non teknis merupakan kemampuan dari dalam diri seorang auditor yang banyak
dipengaruhi oleh faktor-faktor personal dan pengalaman. Faktor non teknis seperti aspek-aspek
perilaku individu yang dinilai dapat mempengaruhi audit judgment yaitu : gender, tekanan ketaatan,
kompleksitas tugas, pengalaman, pengetahuan.

 Gender merupakan salah satu faktor yang dinilai mempengaruhi audit judgment. Gender
dalam hal ini tidak hanya diartikan perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan, tetapi
lebih dilihat dari segi sosial dan cara mereka dalam menghadapi dan memproses informasi
yang diterima untuk melaksanakan pekerjaan dan membuat keputusan. Dalam hal
memberikan judgment, auditor selalu dihadapkan pada informasi yang nantinya akan
diproses dan melahirkan audit judgment.
 Tekanan ketaatan juga diduga memiliki andil dalam mempengaruhi judgment auditor. Auditor
akan merasa berada dalam tekanan ketaatan pada saat mendapat perintah dari atasan
ataupun permintaan klien untuk melakukan apa yang mereka inginkan yang mungkin
bertentangan dengan standar dan etika profesi auditor. Auditor yang merasa berada dibawah
tekanan akan menunjukkan perilaku dysfunctional dengan menyetujui melakukan kesalahan
ataupun pelanggaran etika, termasuk dalam pembuatan judgment.
 Kompleksitas tugas. Dengan kerumitan dan kompleksnya suatu pekerjaan dapat mendorong
seseorang untuk melakukan kesalahan-kesalahan dalam pekerjaannya. Dalam bidang audit,
kesalahan-kesalahan dapat terjadi pada saat mendapatkan, memproses dan mengevaluasi
informasi. Kesalahan-kesalahan tersebut akan mengakibatkan tidak tepatnya keputusan
maupun judgment auditor.
 Pengalaman dinilai memiliki manfaat atau pengaruh yang besar terhadap penilaian kinerja
auditor. Pengalaman sangat erat kaitannya dengan pengetahuan, karena pengalaman
seseorang yang bertambah akan meningkatkan pengetahuannya juga. Semakin
berpengalaman seorang auditor dalam bidangnya, maka auditor dinilai mempunyai
pengetahuan lebih dalam mengidentifikasi bukti atau informasi yang relevan dan tidak relevan
untuk mendukung penugasan auditnya termasuk dalam pembuatan audit judgment-nya.
2. Mengapa kedekatan dengan karyawan organisasi dapat membantu pelaksanaan audit?
Jawaban:
Hubungan yang akrab dengan karyawan dapat meyakinkan pihak manajemen bahwa auditor
berada di pihak mereka. Dengan begitu, auditor dapat meyakinkan manajemen bahwa tujuan audit
adalah untuk mengembangkan desain guna membantu memperbaiki operasi. Kedekatan ini juga
menghasilkan posisi evaluatif yang memungkinkan karyawan untuk menerima atau menolak
auditor, di mana hal tersebut akan berdampak pada tingkat kebebasan auditor.

3. Apa yang menjadi kunci dalam pelaksanaan audit?


Jawaban:
Kunci keberhasilan dari audit internal sehingga audit internal dapat memberikan dampak yang positif
bagi organisasi adalah perencanaan audit yang dibuat oleh auditor. Perencanaan audit internal yang
tepat pada sasarannya akan memberikan banyak kontribusi positif bagi organisasi.

4. Diskusikan mengenai hubungan antara aspek-aspek perilaku dan audit ?


Jawaban:
Audit pada saat ini telah menjadi bagian penting dalam dunia akuntansi, khususnya aspek-aspek
yang terkait dengan proses pengambilan keputusan dan aktivitas-aktivitas auditor dalam
mempertimbangkan sesuatu sebelum mengambil keputusan. Terdapat banyak hal yang dapat
dipertimbangkan sebagai data pendukung dalam pengambilan keputusan yang mengarah pada
aspek keperilakuan auditor. Audit internal mengevaluasi aktivitas yang dilakukan oleh orang-orang
sehingga terdapat hubungan pribadi antara orang yang dievaluasi dengan orang yang mengevaluasi
dengan para auditor. Hubungan antara kedua kelompok yang menjadi subjek konflik atau subjek
sinergi saling berkaitan. Audit internal seharusnya menguasai hubungan interpersonal dalam
menawarkan penilaian terhadap keduanya dalam usaha audit. Dengan mengetahui aktivitas
interpersonal, auditor dapat menilai hubungan positif dan diharapkan untuk berhasil dalam
praktiknya.
5. Mengapa gaya manajemen menjadi bagian dalam pembahasan mengenai perilaku auditor ?
Jawaban:
Gaya manajemen mencerminkan filosofi serta pendekatan manajemen terhadap para manajer.
Dengan mengetahui gaya manajemen yang diterapkan oleh suatu organisasi, maka auditor dapat
memilih pendekatan yang tepat yang membuatnya dapat bekerja sama dan berhubungan baik
dengan pihak yang diaudit.