Anda di halaman 1dari 18

TUGAS INDUVIDU

MAKALAH MIKOLOGI

"JAMUR TIRAM"

OLEH

NAMA : AGUNG KUSUMA WARDANA

NIM : D1F118043

KELAS : PTP.A

PROGRAM STUDI PROTEKSI TANAMAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS HALU OLEO

KENDARI

2020
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL /COVER...............................................................................i

KATA PENGANTAR ...........................................................................................ii

DAFTAR ISI ..........................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang ...................................................................................................4


1.2 Tujuan ...............................................................................................................4
1.3 Rumusan Masalah .............................................................................................4

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian ..........................................................................................................5


2.2 Morfologi Jamur.................................................................................................8
2.3 Jenis-Jenis Jamur Pleuurotus .............................................................................9
2.4 Reproduksi Jamur ............................................................................................11
2.5 Peranan Jamur Pleurotus .................................................................................13

BAB III PENUTUP                             

3.1 Kesimpulan .....................................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................16

Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan
makalah tentang “Jamur Pleurotus ”. Dan juga saya berterima kasih pada dosen
Mata Kuliah Mikologi yang telah memberikan tugas ini.
Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai Jamur Pleurotus. Saya juga menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, Saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi
perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat
tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
       Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan saya memohon kritik dan
saran yang membangun dari Bunda demi perbaikan makalah ini di waktu yang
akan datang.

Kendari, 29 Mei 2017

Agung kusuma wardana

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki sumberdaya alam yang kaya
akan keanekaragaman hayati. Salah satu keanekaragaman hayati tersebut adalah
jamur. Jamur umumnya menempati berbagai tipe habitat yaitu tanah, kayu, serasah,
kotoran hewan dan sebagainya. Tipe ekosistem yang dapat ditumbuhi jamur adalah
hutan, karena hutan memiliki tingkat kelembapan yang tinggi sehingga jamur
mudah beradaptasi. Beberapa jenis jamur telah banyak dimanfaatkan oleh manusia
sebagai bahan makanan dan sumber bahan obat- obatan tradisional maupun modern
(Wahyudi, 2012). Jamur yang dapat dikonsumsi oleh manusia antara lain jamur
kuping, jamur tiram, dan berbagai jenis yang telah dikembangkan. Terdapat dua
jenis jamur yaitu jamur pangan (Edibel) dan jamur berbahaya (Non Edibel). Salah
satu jamur pangan adalah jamur tiram. Jamur tiram adalah jenis jamur kayu yang
mempunyai kandungan nutrisi lebih tinggi dibandingkan dengan jenis jamur kayu
lainnya. Kandungan nutrisi setiap 100 gram jamur tiram kering adalah kalori (367
kkal), protein (10,5 -30,4%), karbohidrat (56,6%), lemak (1,7- 2,2%), tiamin (0,20
mg), riboflavin (4,7-4,9 mg), niasin (77,2 mg) dan kalsium (314,0 mg). Selain
kandungan protein jamur tiram juga mengandung Fe yang merupakan mineral mikro
yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia dan hewan, yaitu sebanyak 3-5
gram di dalam tubuh manusia dewasa (Almasier 2004). Walaupun banyak terdapat
di dalam makanan,banyak penduduk di dunia mengalami kekurangan besi termasuk
di Indonesia. Kekurangan zat besi sejak 30 tahun terakhir, diakui berpengaruh
terhadap produktivitas kerja dan sistem kekebalan.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa yang dimaksud dengan jamur pleurotus ?
2. Bagaimana cara reproduksi jamur pleurotus ?
3. Apa saja peranan pada jamur pleurotus ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui apa itu jamur pleurotus
2. Untuk mengetahui bagaimana reproduksi jamur pleurotus
3. Untuk mengetahui apa saja peranan pada jamur pleurotus
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN
A. Basidiomycota
Basidiomycota adalah salah satu anggota kingdom fungi yang ciri utamanya
menghasilkan spora berbentuk kotak. Spora dari basidiomycota disebut
basidium.Anggotanya bervariasi, ada yang uniseluler, adapula yang multiseluler.
Mereka dapat bereproduksi secara seksual dan aseksual. Habitatnya bisa
ditemukan di perairan ataupun daratan. Karena variasi tersebut, maka sangat
sulit untuk mengidentifikasikan karakteristik morfologi kelompok ini secara
umum. Pada umumnya organisme ini hidup sebagai aproba (pengurai) tetapi

adajuga yang hidup di tanah, tempat sampah dan batang kayu.

Siklus Hidup Basidiomycota

Basidiomycota yang telah dibudidayakan karena manfaatnya sebagai


bahan makanan antara lain jamur tiram (Pleurotus ostreatus), jamur
Shiitake/payung (Lentinus edodes), jamur merang (Volvariella volvacea), jamur
kuping (Auricularia auricula).

B. JAMUR PLEUROTUS (JAMUR TIRAM)


Jamur tiram merupakan salah satu jamur yang sangat berpotensi untuk
dikembangkan menjadi komoditas ekspor yang bernilai ekonomi tinggi.
Hal ini sudah disampaikan pada pembahasan sebelumnya. Nama ilmiah
jamur tiram adalah Pleurotus sp. Jamur tiram merupakan salah satu jamur
pangan yang memiliki nutrisi yang cukup tinggi dan telah banyak dikonsumsi
masyarakat Indonesia. Upaya pemenuhan konsumsi tersebut terkendala dengan
sifat jamur tiram yang daya tahan pascapanennya rendah atau mudah rusak
(perishable). Suhu lingkungan yang tinggi saat transportasi akan meningkatkan
laju respirasi dan penurunan mutu jamur. Salah satu cara untuk mengatasi
masalah tersebut adalah dengan menurunkan suhu jamur. Suhu yang cukup
rendah dibutuhkan untuk mempertahankan suhu selama transportasi. Menurut
Camelo (2004), suhu yang biasa digunakan untuk menyimpan sayur dan buah
berkisar 15oC. Jamur tiram (Oyster mushrom) yang khas dan gampang budidaya
nya karena jamur ini termasuk atau tergolong sebagai jenis jamur yang dapat
dikonsumsi karena rasanya yang sangat enak bergizi dan berkhasiat untuk obat,
serta dapat digunakan untuk pemulihan kualitas lingkungan
Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur kayu yang biasa dikonsumsi
oleh masyarakat Indonesia, memiliki tubuh buah yang tumbuh mekar
membentuk corong dangkal seperti kulit kerang (tiram). Tubuh buah jamur ini
memiliki tudung (pileus) dan tangkai (stipe atau stalk). Pileus berbentuk mirip
cangkang tiram berukuran 5 cm -15 cm dan permukaan bagian bawah berlapis-
lapis seperti insang berwarna putih dan lunak. Tangkainya dapat pendek atau
panjang (2cm-6cm). Kandungan nutrisi yang dimiliki jamur tiram putih setiap
100 gram berat kering adalah 128 kalori, dan protein 16 gram, lemak 0,9 gram,
karbohidrat 64,6 mg, kalsium 51 mg, zat besi 6,7 mg, vitamin B 0,1 mg. Nutrisi
lengkap yang diperlukan oleh jamur tiram antara lain karbohidrat (selulosa,
hemiselulosa dan lignin), protein (urea), lemak, mineral (CaCO3 dan CaSO4)
dan vitamin. Sedangkan kayu sengon yang pada umumnya digunakan sebagai
media jamur tiram mengandung selulosa (49,40%), hemiselulosa (24,59%),
lignin (26,8%), abu (0,60%), silika (0,20).
Penyebaran tanaman jamur ini paling banyak terdapat di negara-negara yang
banyak menanam padi yang menghasilkan merang, dimana bahan ini merupakan
bahan media untuk budidaya jamur ini, misalnya di Asia Tenggaraterutama
kawasan Malaysia, kepulauan Filipina, Indonesia dan di daratan China. Jenis
jamur lain yang sudah umum dikonsumsi di Indonesia adalah jamur Tiram putih
(Pleurotus ostreatus var Florida) yang dibudidayakan di daerah Jawa Barat
(Bandung, Cianjur, Sukabumi, Bogor, Tasikmalaya, Ciamis , Garut dan
Kuningan). Sedangkan jamur Shiitake (Lentinula edodes) dibudidayakan di
Kabupaten Bandung, Cianjur, Sukabumi, Solo dan Bali.
2.2 CIRI-CIRI JAMUR PLEUROTUS
Sebagau anggota dari genus pleurotus, jamur tiram (Pleurotus ostreatus)
mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Tubuh buah berwarna putih hingga krem
2. Tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan
bagian tengah agak cekung.
3.  Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal
dengan sebutan King Oyster Mushroom..
4. Habitat umumnya di darat sebagai saprofit, pada berbagai macam
subtractorganik, termasuk buah, batang, sayuran, feses, sirup, jeli, roti ,
kacang, kulit,dan tembakau.
5. Hifanya bersekat, mengandung inti haploid.
6. Mempunyai tubuh buah yang bentuknya seperti payung yang terdiri dari
bagian batang dan tudung. Pada bagian bawah tudung tampak adanya
lembaran-lembaran (bilah) yang merupakan tempat terbentuknya basidium.
Tubuh buah disebut basidiokarp.
7. Ada yang brsifat parasit, saprofit, dan ada yang bersimbiosis dengan
ganggang hijau dan ganggang biru membentuk lumut kerak.
Gambar. Morfologi Tubuh Buah Pleurotus Sp
Jamur Tiram Memiliki Struktur Bagian Luar Diantaranya :

1. Terdapat Rhizoid yang merupakan struktur yang mirip dengan akar, tetapi
bukan akar,yang berfungsi sebagai penyerapan air dan makanan demi
keberlangsungan hidupnya.
2. Terdapat Lamela yaitu merupakan organ yang menyerupai payung yang
berlapis-lapis,yang berfungsi untuk menahan serangan dari luar, seperti air
hujan, angin dll.
3. Stele, yaitu organ yang menyerupai batang, yang berfungsi untuk tumpuan
bagian atas.

Jamur Tiram Memiliki Struktur Anatomi Diantaranya :


1. Sel, yang merupakan unit terkecil, yang berfungsi untuk mengatur segala
aktifitas reaksi kimiayang terjadi pada jamuee.
2. Floem dan xilem, yaitu zat pengakut air dari Rhizoid ke Lamela.
3. Zat tepung, untuk menyimpan zat makanan

2.3 JENIS-JENIS JAMUR PLEUROTUS


1. Jamur Tiram Merah (P. Flabellatus)

2. Jamur Tiram Putih (P. Ostreatus)

3. Jamur Tiram Kuning (Pleurotus Sp.)

4. Jamur Tiram Biru Keabu-abuan (P. populinus)

5. Jamur Tiram Biru Tua (Pleurotus sp.)


6. Jamur Tiram Cokelat (P. cystidiosus)

7. Jamur Tiram Kelabu (P. sajor-caju)

8. King Oyster (P. eryngii)

9. P. cornucopiae

10. P. sapidus
11. P. pulmonarius

12. P. florida

Jamur tiram yang paling sering dibudidayakan di Indonesia adalah jamur tiram
putih. Demikianlah jenis-jenis jamur tiram berdasarkan warna badan buahnya.

2.4 REPRODUKSI
1. Vegetatif (Aseksual) : Dengan Askospora
2. Generatif (Seksual): Dengan konjugasi hifa (+) dengan hlifa (-) akan
tumbuh menjadi primodia dewasa (basidiospora) yang terletak pada
kantung basidium (Membentuk konidia)
 Keterangan Jamur Tiram :
1. Hifa(+) dan hifa(–) saling Setelah bergabung diujung
memanjangkan filamennya dengan membentuk septum(satu
septum satu nukleus).
2. Hifa monokarion akan mengumpul membentuk jaringan sambung
menyambung berwarna putih yang disebut miselium
3. Awal dan akhirnya tumbuh menjadi miselium dewasa (kumpulan
hifa dikarion).
4. Dalam tingkatan ini, hifa-hifa mengalami tahapan
plasmogami, kariogami, dan meiosis hingga membentuk bakal
jamur. Persatuan gametangium + (n) dengan gametangium – (n)
membentuk zigospora diploid (2n).
5. Terbentuk zigospora warna hitam dan inti diploid yang hidup.
6. Zigospora tumbuh jadi tumbuhan jamur yang dilengkapi
sporangiofor
(tangkai kotak spora) dan kotak spora (sporangium).
7. Jika sporangium masak akan pecah keluarlah spora + dan spora –
keluar.

Berdasarkan ciri-ciri, miselium dibagi menjadi 3 macam, yaitu

1. Miselium primer, yang dihasilkan oleh basidiospora yang jatuh ditempat


yang sesuai dan berhasil berkecambah menjadi miselium. Awalnya miselium
ini berinti banyak, kemudian terjadi persekatan sehingga miselium menjadi
berinti satu yang haploid.
2. Miselium skunder, terjadi sebagai hasil plasmogami antara dua hifa yang
kompatibel. Miselium skunder berkembang biak secara khusus dimana tiap
inti membelah diri, dan belahan tersebut berkumpul lagi tanpa mengadakan
kariogami dalam sel baru, sehingga miselium skunder selalu berinti dua.
3. Miselium tersier, terdiri dari miselium skunder yang terhimpun menjadi
jaringan teratur yang kemudian membentu basidiokarp (Dwijoseputro,1978).

Gambar.Fase Perkembangan Misellium Jamur Tiram

2.5 PERANAN JAMUR PLEUROTUS


1. Jamur Tiram sebagai Bahan Pangan Bergizi
Nilai gizi jamur Tiram hampir sama dengan nilai gizi telur ayam apabila
dilihat dari segi kandungan jumlah total asam aminonya, namun demikian
hasil uji coba Stamets (2005) mengatakan bahwa disamping protein,
kandungan serat jamur tiram yang kaya chitin cukup baik untuk
memperbaiki kinerja metabolisme pencernaan, dan disamping itu dengan
kandungan lemak yang rendah jamur Tiram sangat disukai oleh masyarakat
karena sangat membantu untuk mengurangi kadar lemak dalam darah
sehingga akan mampu mencegah penyakit jantung koroner dan gula dalam
darah, sehingga nilai gizi jamur tiram sangat cocok bagi orang yang
sedangkan menjalan diet dan terkena penyakit kolesterol dan darah tinggi.
Disamping itu, ternyata bahwa hasil analisa kandungan nutrisi jamur Tiram
(putih, abu-abu, dan coklat) menyatakan jamur ini sangat berpotensi untuk
menjadi makanan bernutrisi untuk orang diet karena kandungan proteinnya
cukup tinggi, demikian pula kandungan seratnya, tetapi rendah lemak dan
karbohidrat. Namun yang sangat mengejutkan adalah bahwa jamur tiram
mengandung asam glutamat (Glutamic acid) yang dapat menimbulkan rasa
sedap, gurih dan lezat, sehingga cukup berpotensi sebagai bahan penyedap
rasa makanan.
2. Jamur Tiram Untuk Kesehatan

1. Menyehatkan janin
Khasiat jamur tiram yang pertama adalah menyehatkan janin. Bagi ibu
hamil, mengonsumsi makanan yang sehat itu perlu. Salah satu makanan
yang patut dikonsumsi ibu hamil yaitu jamur sehat ini. Kandungan alami
dalam jamur ini akan membantu tumbuh kembang janin sehingga dapat
mencegah kelahiran yang cacat.
2. Mencegah tumor
Khasiat jamur tiram yang juga tidak kalah pentingnya yaitu mencegah
munculnya tumor dalam tubuh. Tumor adalah salah satu penyakit yang
membahayakan dengan ciri-ciri yang cukup sulit untuk dikenali sebelum
dilakukan pemeriksaan yang detail. Untuk mencegahnya dari sekarang,
konsumsilah jamur ini.
3. Anti oksidan alami
Khasiat jamur tiram juga bagus untuk untuk mencegah efek radikal bebas
yang sering mengganggu kesehatan tubuh. Jamur sehat ini mengandung
banyak sifat anti oksidan alami yang ampuh dalam melindungi tubuh
Anda. Beberapa penyakit yang muncul karena radikal bebas bisa Anda
usir serangannya.
4. Menurunkan kolesterol
Khasiat jamur tiram juga dapat menjadi sumber makanan yang
membantu tubuh dalam menurunkan tingkat kolesterol berlebih. Jika
Anda mengidap kolesterol jahat yang lumayan banyak di dalam tubuh,
Anda perlu mengurangi mengonsumsi daging merah dan mulai memakan
jamur ini dengan rutin setiap harinya.
5. Mencegah penyakit hipertensi
Salah satu penyakit yang dapat dicegah dengan jamur tiram adalah
hipertensi. Jamur sehat ini akan dengan alami menurunkan tekanan darah
di dalam tubuh Anda sehingga gejala hipertensi dapat di atasi. Ada
baiknya Anda memakan jamur ini mulai dari sekarang, jangan menunggu
sampai hipertensi muncul.
6. Anti kanker payudara
Manfaat jamur tiram untuk para wanita akan sangat berkhasiat, terutama
dalam menjaga kesehatan payudara. Jamur ini dipercaya dapat mencegah
penyakit kanker yang menyerang payudara karena gabungan nutrisinya
ampuh untuk melindungi payudara dari kerusakan sel yang dapat
memicu kanker.
7. Mencegah kuman dan bakteri
Fungsi lainnya dari jamur tiram yaitu sebagai sumber makanan yang
dapat mencegah kuman dan juga bakteri. Bakteri, kuman, maupun virus
merupakan sumber segala penyakit yang sering menimbulkan penyakit
kronis dan serius. Sebisa mungkin Anda perlu memberikan perlindungan
yang baik ke tubuh dengan cara yang alami.
8. Anti kanker prostat
Selain kanker payudara, khasiat jamur tiram juga bermanfaat untuk kaum
adam. Jamur lezat ini dapat mencegah berbagai jenis kanker, salah
satunya kanker prostat yang sering menyerang banyak pria. Dengan
mengonsumsi jamur ini, kesehatan pria akan meningkat terutama dalam
hubungan intim dan juga vitalitas.
9. Menyehatkan organ hati
Salah satu organ tubuh yang akan diberi kesehatan dengan baik oleh
jamur tiram adalah hati. Jika Anda rajin memakan jamur sehat ini, maka
hati Anda akan terhindar dari penyakit dan juga racun yang
mengendap.Jamur ini bersifat anti racun yang dapat menetralisir racun
pada organ hati Anda

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Jamur tiram merupakan salah satu jamur yang sangat berpotensi untuk
dikembangkan menjadi komoditas ekspor yang bernilai ekonomi tinggi.
Hal ini sudah disampaikan pada pembahasan sebelumnya.Nama ilmiah jamur tiram
adalah Pleurotus sp. Jamur tiram merupakan salah satu jamur pangan yang
memiliki nutrisi yang cukup tinggi dan telah banyak dikonsumsi masyarakat
Indonesia. Upaya pemenuhan konsumsi tersebut terkendala dengan sifat jamur
tiram yang daya tahan pascapanennya rendah atau mudah rusak (perishable).

DAFTAR PUSTAKA

http://ojs.unud.ac.id/index.php/metamorfosa
http://journal.ipb.ac.id/index.php/jtep
http://eprints.ums.ac.id
http://jurnal.um-tapsel.ac.id
http://aprilaplil.blogspot.com/2016/01/makalah-biologi-jamur-tiram.html