Anda di halaman 1dari 13

TUGAS RESUME AGRIBISNIS

Pemasaran Produk Agribisnis

OLEH:

RAFANURI BAYU RAMDHANI

A1A017105

ILMU EKONOMI STUDI PEMBANGUNAN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MATARAM 2020


A. Pengertian Pemasaran Agribisnis
 Pemasaran dan Distribusi Produk Agribisnis

Pengertian pasar menurut para ahli ekonomi adalah sekumpulan pembeli


dan penjualan yang melakukan transaksi atas sejumlah produk atau kelas
produk tertentu.Pasar dapat diartikan sebagai tempat terjadinya penawaran,
permintaan, transaksi, tawar menawar, dan terjadinya pemindahan
kepemilikan melalui suatu kesepakatan antara penjual dan pembeli.Bentuk-
bentuk kesepakatan dapat berupa kesepakatan harga, cara pembayaran,
pengiriman, pengambilan atau penerimaan produk, jumlah produk, dan
spesifikasi serta mutu produk.Pasar pertanian adalah tempat dimana
terjadinya interaksi antara kekuatan permintaan dan penawaran produk
pertanian, terjadi tawar menawar nilai produk, terjadinya pemindahan
kepemilikan, dan kesepakatan.

 Pemasar pertanian

Adalah seseorang atau sekelompok orang yang mencari sumber daya dari
orang lain dan bersedia untuk menawarkan sesuatu sebagai imbalannya.
Pemasar pertanian dapat diartikan sebagai seseorang yang mencari barang
input dan output serta jasa di bidang pertanian dengan menawarkan sesuatu
sebagai imbalannya.Pemasaran pertanian merupakan sejumlah aktivitas bisnis
yang bertujuan untuk memberikan kepuasan dari barang dan jasa yang
dipertukarkan kepada konsumen atau pemakai. Jenis barang dan jasa yang
dipertukarkan dapat berupa barang input maupun produk pertanian.Pasar
agribisnis adalah tempat dimana terjadinya interaksi antara permintaan dan
penawaran produk di bidang agribisnis, terjadi transaksi dan kesepakatan
nilai, jumlah dan spesifikasi produk, cara pengiriman, pembayaran, serta
terjadi pemindahan kepemilikan barang atau jasa di bidang agribisnis.
 Pemasaran agribisnis

Sebagai suatu ilmu yang memberikan kerangka analisis mengenai proses


perpindahan barang atau jasa dari produsen ke konsumen akhir serta fungsi-
fungsi dan strategi pendukungnya.Pemasaran agribisnis sebagai suatu ilmu
merupakan kumpulan pengetahuan dan pengalaman praktis di bidang
pemasaran agribisnis yang disusun secara sistematis dan dapat diterima
sebagai kebenaran yang sifatnya universal.Pemasaran agribisnis juga
merupakan sebagai suatu seni yang mendorong aplikasi praktis dari teori dan
konsep-konsep pengembangan pemasaran agribisnis, serta timbulnya
dorongan untuk melakukan penyesuaian berdasarkan hasil intuisi, keyakinan,
dan kreativitas dalam seluruh rangkaian kegiatan dalam pemasaran agribisnis.

B. Peranan Pemasaran Agribisnis


 Fungsi-fungsi Pemasaran
1. Fungsi Pertukaran
Fungsi Pertukaran terdiri dari 2 bagian :
A. Penjualan
Sasaran Penjualan adalah menngalihkan barang-barang kepada pihak
pembeli dengan harga yang memuaskan.
Pada dasarnya kegiatan penjualan dapat dilaksanakan sebagai berikut :
 Penjualan melalui inspeksi ( pengawasan, pemeriksaan )
Penjualan melalui pengawasan atau pemeriksaan dimaksudkan adanya
pemberian izin oleh para penjual kepada pembeli untuk memeriksa
adan meneliti semua persediaan dari pejual sebelum pembeli memilih
apa yang kan dibelinya atau untuk memeriksa semua barang-barang
yang dipergunakan di dalam ruangan penjualan tertentu.
Penjualan dengan cara ini terjadi karena adanya sifat-sifat tertentu dari
barang tadi situasi tataniaganya, di mana :
 Tidak adanya standarisasi terhadap barang
 Adanya sifat cepat rusak yang tinggi dari barang
 Tingkat pembelian yang sangat cepat sehingga lalu-lintas
langganan dan tingkat penjualan akan terganggu
 Suatu cara memamerkan barang-barang yang akan
mendorong sejumlah pembelian yang terjadi saat
bersamaan
 Adanya tekana kepada tingkat pelayanan sendiri yang
tinggi oleh pembeli-pembelinya atau wakil-wakilnya.

 Penjualan melalui sampel ( selling by sample )
Penjualan melalui sampel berdasarkan kepada prinsip-prinsip
standarisasi , sehingga sampel dari barang yang diperdagangkan
akan merupakan wakil untuk semua unit barang yang akan dijual.

 Penjualan melalui penggambaran ( description )


Penjualan dengan penggambaran terjadi karena ada anggapan
bahwa barang-barang akan bisa digunakan sedemikaian rupa di
daalm katalog-katalog, sehingga dengan demikian tidak satu unit
barang pun perlu ada pada waktu penjualan diselesaikan.
Contoh : Penjualan barang yang dilakukan melalui pos dan
penjualan yang dilakukan untuk masa yang akan datang.

 Penjualan melalui kombinasi


Penjualan kombinasi antara selling by sample, selling by
inspection dan selling by description telah menjadi biasa di dalam
perdagangan yang modern.
B. Pembelian

Pembelian terdiri dari sejumlah kegiatan, antara lain :

Penentuan macam, jumlah dan kualitas dari barang-barang yang


akan dibeli.

1. Mencari sumber pebawaran dan pengumpulan barang.

2. Penentuan tempat daripada sumber-sumber penawaran.

3. Mengetahui keadaan pasar baik menginai persedian barang, harga,


macam barang serta barang subsitusinya.

4. Merundingakan syarat-syarat pembelian mencakup keterangan


mengenai macam, jumlah dan kualitas barang yang dikehendaki
dan tanggal penyerahan.

5. Pemindahan hak milik, para pembeli menerima barang dari pihak


penual dan memelikinya

Menurut tujuannya, pembelian yang umum terjadi dapat


dibedakan :

1. Pembelian untuk konsumsi, adalah pembelian oleh lembaga


pemerintah, swasta dan nyonya rumah tangga untuk keperluan
konsumsinya.

2. Pembelian untuk bahan dasar adalah pembelian oleh pabrik untuk


dikadikan barang jadi.

3. Pembelian untuk dijual lagi, adalah pembelian oleh pedagang


untuk dijual lagi.
2. Fungsi Pengadaan secara fisik
Fungsi Pengadaan secara fisik terdiri atas 2 bagian :
 Pengangkutan
Pengangkutan ( transport ) berarti bergeraknya atau perpindahan
barang-baramng dari tempat produksi atau rtempat penualan ke
tempat-tempat di mana barang-barang tersebut akan dipakai.
Dengan demikian fungsi pengangkutan menciptakan kegunaan
tempat. Apabila fungsi pengangkutan dilakukan tepat waktunya
maka fungsi ini akan menciptakan kegunaan waktu atas barang
dagangan.
 Penyimpanan berarti menahan barang-barang selama jangka waktu
antara dihasilkan atau diterima sampai dengan dijual. Dengan
demikian penyimpanan menciptakan kegunaan waktu, disamping
bertendensi meratakan harga

3. Peranan Pemasaran Agribisnis


Memaksimumkan tingkat konsumsi; tujuan sistem pemasaran
adalah untuk memaksimumkan tingkat konsumsi masyarakat terhadap
berbagai jenis produk yang dipasarkan. Memaksimumkan tingkat
konsumsi akan berpengaruh terhadap peningkatan produksi,
kesempatan kerja, berusaha, kesejahteraan dan mutu hidup
masyarakat.Memaksimumkan kepuasan konsumen; kepuasan
konsumen tercapai apabila seseorang mengkonsumsi atau
menggunakan barang dengan tingkat kepuasan marjinal yang lebih
tinggi atau sama dengan biaya marjinal yang dikeluarkan untuk
memperoleh barang tersebut.Memaksimumkan pilihan; memberikan
alternatif pilihan dari produk yang beraneka ragam dan terkait dengan
biaya yang besar, baik dari sisi konsumen, produsen, maupun lembaga
pemasarannya.Memaksimumkan mutu hidup; meliputi mutu,
kuantitas, tingkat ketersediaan produk, dan jumlah biaya yang
dikeluarkan oleh konsumen untuk mendapatkan produk tersebut.
C. Kegunaan saluran pemasaran
Saluran pemasaran adalah serangkaian organisasi yang
saling tergantung yang terlibat dalam proses untuk menjadikan
produk atau jasa siap untuk digunakan atau dikonsumsi.
Pedagang meliputi beberapa perantara seperti pedagang besar dan
pengecer membeli, mengambil alih hak, dan menjual kembali
barang dagangan itu.
Agen meliputi pialang, perwakilan manufaktur, dan agen
penjualan -- mencari pelanggan dan dapat bernegosiasi atas nama
produsen tetapi tidak memilii hak atas barang itu
Fasilitator meliputi perusahaan transportasi, gudang
independen, bank, dan agen periklanan -- membantu proses
distribusi namun tidak memiliki hak atas barang, tidak
mengosiasikan pembelian atau pun penjualan.
Fungsi utama saluran pemasaran :
1. Mengumpulkan informasi mengenai pelanggan, pesaing, serta
pelaku, dan kekuatan lain yang ada saat ini maupun yang
potensial dalam lingkungan pemasaran
2. Mengembangkan dan menyebarkan komunikasi persuasif
untuk merangsang pembelian
3. Mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan syarat lain
sehingga transfer kepemilikan dapat dilakukan
4. Melakukan pemesanan ke perusahaan manufaktur
5. Memperoleh dana untuk membiayai persediaan pada berbagai
level saluran pemasaran
6. Menanggung resiko yang berhubungan dengan pelaksanaan
fungsi saluran pemasaran tersebut
7. Mengatur kesinambungan penyimpanan dan pergerakan produk
fisik dari bahan mentah sampai ke pelanggan akhir.
8. Mengatur pelunasan tagihan pembeli melalui bank dan institusi
keuangan lainnya
9. Mengawasi transfer kepemilikan aktual dari suatu organisasi
atau orang kepada organisasi atau orang yang lain.

D. Fungsi Pendekatan Pemasaran


o Pengertian

Marketing approaches atau pendekatan pemasaran adalah cara


sebuah perusahaan berurusan dengan pemasaran. Ini dapat terkait
dengan  tujuan, metodologi, strategi, taktik, atau teknik yang lebih
lanjut mungkin melibatkan penekanan pada jenis atau bentuk
penawaran karakteristik tertentu, pengaturan organisasi, teknologi
informasi, pendekatan dan teknik komunikasi, [[saluran pemasaran]],
penekanan pasar, atau hubungan pasar.

Misalnya, dalam pendekatan pemasaran tradisional, kegiatan


pemasaran tradisional biasanya melibatkan periklanan, publisitas,
penjualan, penjualan dan distribusi. Sementara pendekatan non
tradisional dapat melibatkan saluran online. Sementara itu,
berdasarkan pembeli dan penjual, pendekatan pemasaran dapat
mengambil bentuk business to business, business to consumer,
consumer to consumer, business to government, dan lain sebagainya.

Pada dasarnya, perusahaan memiliki beragam pendekatan


pemasaran, metode, teknik, dan alat yang mereka miliki dalam upaya
mereka untuk memenuhi tujuan yang dimaksudkan dan mencapai
tujuan pemasaran. Memahami manfaat dan biaya yang terkait dengan
banyak pendekatan pemasaran, serta menilai sejauh mana peluang atau
ancaman pemasaran strategis yang terkait dengan masing-masing, pada
akhirnya dapat menguntungkan perusahaan dan individu yang
berupaya memanfaatkan usaha pemasaran mereka sebaik-baiknya.
o Pendekatan Pemasaran Agribisnis

Aktivitas pemasaran merupakan hal yang paling penting dalam


sistem agribisnis mulai dari penyediaan sarana produksi pertanian
(subsistem input), usahatani (on farm), pemasaran dan pengolahan
hasil pertanian, serta subsistem penunjang (penelitian, penyuluhan,
pembiayaan/kredit, intelijen pemasaran atau informasi pemasaran,
kebijakan pemasaran). Tujuan dari pemasaran yaitu menjembatani apa
yang diinginkan produsen dan konsumen dalam melengkapi proses
produksi. Hampir semua aktivitas pemasaran membantu produsen
dalam memahami keinginan konsumen.

Pengertian pemasaran atau tataniaga (marketing) dapat didekati


melalui dua pendekatan yaitu pendekatan ekonomi dan manajerial.
Pendekatan ekonomi merupakan pendekatan keseluruhan pemasaran
(pendekatan makro) dari petani atau aliran komoditi setelah di tingkat
usahatani sampai komoditi/produk diterima/konsumsi oleh konsumen
akhir. Dengan demikian, pendekatan ekonomi melibatkan banyak
perusahaan (pendekatan kelembagaan), kegiatan produktif dan nilai
tambah (pendekatan fungsi), dan pendekatan sistem (input-output
sistem). Pendekatan yang dapat dilakukan pada analisis pemasaran
perspektif makro antara lain pendekatan fungsi, kelembagaan, sistem,
dan struktur-perilaku-kinerja pasar (structure, conduct, performance
market-SCP).

Pendekatan fungsi merupakan pendekatan studi pemasaran dari


aktivitas-aktivitas bisnis yang terjadi atau perlakuan yang ada pada
proses dalam sistem pemasaran yang akan meningkatkan dan
menciptakan nilai guna untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Pendekatan kelembagaan merupakan berbagai organisasi bisnis,
kelompok bisnis yang melaksanakan atau mengembangkan aktivitas
bisnis (fungsifungsi pemasaran). Pendekatan sistem menekankan pada
keseluruhan sistem yang kontinyu dan efisien dari seluruh sub-sub
sistem yang ada didalam aliran produk/jasa mulai dari petani produsen
primer sampai ke konsumen akhir.

Pendekatan struktur-perilaku-kinerja pasar (SCP, pendekatan


industri) merupakan keseluruhan kajian yang menganalisis
keseluruhan sistem dari aspek makro mulai dari pendekatan fungsi,
kelembagaan, pengolah/pabrikan, dan organisasi fasilitas yang terlibat
dari sistem pemasaran. Levens (2010), pemasaran merupakan sebuah
fungsi organisasi dan kumpulan sebuah proses yang dirancang dalam
rangka untuk merencanakan, menciptakan, mengkomunikasikan, dan
mengantarkan nilai-nilai (values) kepada pelanggan.

Struktur pasar yang tercipta dalam suatu pasar akan menentukan


bagaimana pelaku industri berperilaku. Akibat dari terbentuknya suatu
struktur dan perilaku pasar yaitu adanya penilaian terhadap suatu
sistem pemasaran yang disebut sebagai kinerja pasar. Jika struktur
pasar yang terjadi adalah pasar persaingan sempurna yang dicirikan
dengan banyaknya jumlah pedagang, barang relatif homogen, mudah
untuk keluar masuk pasar, dan konsentrasi pasar tidak terletak pada
satu orang, maka perilaku pasar yang terjadi adalah akan
mencerminkan struktur pasar yang berlaku.
Artinya, penetapan harga yang berlaku yaitu berdasarkan
mekanisme pasar. Adanya perbedaan harga di tingkat produsen dan
konsumen akan menentukan seberapa besar margin pemasaran, farmer
share, dan integrasi pasar yang merupakan indikator dari kinerja pasar.
Adapun hubungan antara struktur, perilaku, dan kinerja pasar

Purcell (1979) mengemukakan bahwa pemasaran produk pertanian


bertujuan menganalisis berbagai aktivitas bisnis yang terjadi dalam
komoditas pertanian setelah produsen primer hingga sampai ke konsumen
akhir. Pada kondisi ekonomi global saat ini, produk-produk pertanian yang
dipasarkan tidak hanya merupakan produk primer pertanian, tetapi juga
produk setengah jadi atau produk jadi dari pertanian. Berdasarkan hal
tersebut, konsep dan pengertian pemasaran pertanian (marketing of
agricultural) menjadi lebih luas yaitu pemasaran produk-produk agribisnis
(marketing of agribusiness products) atau agrimarketing. Agrimarketing is
the sum of the processes, functions, and services performed in connection
with food and fiber from the farms on which they are produced until their
delivery into the hands of the consumer (Ricketts, C dan Omri Rawlins
2001).

Pemasaran dilihat dari aspek ilmu ekonomi menurut Asmarantaka


(2012) merupakan suatu proses dari satu pergerakan, serangkaian atau
tahapan aktivitas dan peristiwa dari fungsi-fungsi yang juga akan
melibatkan beberapa tempat. Selain itu, pemasaran merupakan. bentuk
koordinasi yang diperlukan dari serangkaian (tahapan) aktivitas atau dalam
pergerakan mengalirnya produk dan jasa dari tangan produsen primer
hingga ke tangan konsumen akhir. Pengertian lain pemasaran dari aspek
ilmu ekonomi yaitu serangkaian fungsi yang diperlukan dalam
menggerakkan input atau produk dari tingkat produksi primer hingga
konsumen akhir. Marketing channel merupakan aliran atau saluran
pemasaran mulai dari farm input processing, wholesalers, retailers, dan
consumers yang menciptakan nilai.

Dengan demikian, pemasaran pertanian merupakan suatu


sistem yang terdiri dari sub-sub sistem dari fungsi-fungsi
pemasaran (fungsi pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi fasilitas).
merupakan kegiatan produktif yang pelaksana fungsi tersebut
dilakukan oleh lembagalembaga pemasaran (Hammond dan Dahl
1977). Rangkaian fungsi-fungsi tersebut merupakan aliran
produk/jasa pertanian dalam saluran pemasaran (marketing
channel) yang juga merupakan aktivitas bisnis dan kegiatan
produktif karena proses meningkatkan atau menciptakan nilai
(value-added process). Nilai tersebut yaitu nilai guna bentuk (form
utility), tempat (place utility), waktu (time utility) dan kepemilikan
(possession utility) yang dilakukan oleh lembaga-lembaga
pemasaran atau perusahaan-perusahaan. Dari pendekatan sistem
agribisnis, pemasaran agribisnis merupakan salah satu sub-sistem
dari sistem tersebut. Sistem agribisnis terdiri dari sub-sistem:
sarana produksi pertanian (sub-sistem input), usahatani (on farm),
pemasaran dan pengolahan hasil pertanian, serta sub-sistem
penunjang (penelitian, penyuluhan, pembiayaan/kredit, intelijen
pemasaran atau informasi pemasaran, kebijakan pemasaran).
DAFTAR PUSTAKA

PEMASARAN & DISTRIBUSI PRODUK AGRIBISNIS oleh Dicka Rahmadi


https://slideplayer.info/slide/3944877/

Pemasaran dan Distribusi Produk Agribisnis oleh Dira Fadilla


https://slideplayer.info/slide/2807307/

Mengelola Saluran Pemasaran oleh Endang Ruhiyat SE. M.M


http://artikelbaden.blogspot.com/2012/06/mengelola-saluran-pemasaran.html

KONSEP PEMASARAN AGRIBISNIS : PENDEKATAN EKONOMI DAN


MANAJEMEN oleh Ratna Winandi Asmarantaka, Juniar Atmakusuma, Yanti N
Muflikh, dan Nia Rosiana osen Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan
Manajemen Institut Pertanian Bogor
https://media.neliti.com/media/publications/228157-konsep-pemasaran-agribisnis-
pendekatan-e-931e3c26.pdf

Pendekatan pemasaran https://cerdasco.com/pendekatan-pemasaran/

FUNGSI – FUNGSI PEMASARAN


http://agrimaniax.blogspot.com/2010/05/fungsi-fungsi-pemasaran.html