Anda di halaman 1dari 30

RENCANA KESELAMATAN

KERJA ( RKK )

A. KEBIJAKAN RENCANA KESELAMATAN KERJA


Atau yang disingkat dengan RKK adalah dokumen lengkap rencana penerapan Sistem
Manajemen Keselamatan Konstruksi ( SMKK ) dan merupakan satu kesatuab dengan
dokumen kontrak suatu pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh Penyedia Jasa dan disetujui
oleh Pengguna Jasa untuk selanjutnya dijadikan sebagai sarana interaksi antara Penyedia
Jasam dengan Pengguna Jasa dalam penerapan SMKK.

PT. PUTRA NANGGROE ACEH yang bergerak dibidang jasa kontruksi jalan raya dan
jembatan, didalam aktifitas kegiatannya senantiasa memperhatikan aspek kesehatan dan
keselamatan tenaga Kerja. Untuk itu maka jajaran manajemen perusahaan beserta seluruh
karyawan berkomitmen untuk :

1. Menaati dan mematuhi peraturan perundangan dan standard yang berlaku yang berkaitan
dengan kesehatan dan keselamatan kerja.
2. Melakukan pembinaan kepada seluruh karyawan agar kompeten dan bermotivasi tinggi dalam
melaksanakan tugasnya melalui program yang terarah dan berkesenambungan sehingga dalam
pelaksanaanya terhindar dari kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja.
3. Melakukan pembianaan kepada mitra kerja yang berhubungan dengan kesehatan dan
keselamatan kerja.
4. Membinaan hubungan kerja yang harmonis diantaranya karyawan, mitra kerja, dan pengguna
jasa / pelanggan.

Kebijakan ini dikomunikasikan dan disosialisasikan kepada karyawan dan para pihak yang
berkepentingan dengan perusahaan, serta tersedia bagi pihak-pihak yang memerlukannya.

RENCANA
KESELAMATAN
P a g e 1 | 30
KONSTRUKSI ( RKK )

DAFTAR ISI

A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi

A.1. Kepedulian pimpinan terhadap Isu eksternal dan internal

A.2. Komitmen Keselamatan Konstruksi

B. Perencanaan keselamatan konstruksi

B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.

B.2. Rencana tindakan (sasaran & program)

B.3. Standar dan peraturan perundangan

C. Dukungan Keselamatan Konstruksi

C.1. Sumber Daya

C.2. Kompetensi

C.3. Kepedulian

C.4. Komunikasi

C.5. Informasi Terdokumentasi

D. Operasi Keselamatan Konstruksi

D.1. Perencanaan Operasi

E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi

E.1. Pemantauan dan evaluasi

E.2. Tinjauan manajemen

E.3. Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi

A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi


A.1. Kepedulian pimpinan terhadap Isu ekternal dan internal

PT. PUTRA NANGGROE ACEH yang bergerak di bidang Jasa Konstruksi berkomitmen dan
peduli terhadap Keselamatan Konstruksi khusus dalam pencapaian penanganan isu keselamatan
konstruksi dengan langkah-langkah sebagai berikut:
P a g e 2 | 30
1. Peduli dalam mempromosikan pemahaman akan kebutuhan keselamatan konstruksi dan
membudayakan keselamatan konstruksi dalam seluruh kegiatan pelaksanaan konstruksi

2. Peduli dalam melakukan sosialisasi tentang keselamatan konstruksi terhadap seluruh tenaga kerja
maupun masyarakat didalam lingkungan kerja konstruksi

3. Peduli dalam melaksanakan implementasi sesuai rencana keselamatan konstruksi bedasarkan


perundang-undangan yang berlaku dalam keselamatan konstruksi nasional

4. Mencegah kecelakaan, kebakaran, sakit akibat kerja, keamanan dan pencemaran lingkungan

5. Memantau dan mengevaluasi terhadap kinerja keselamatan konstruksi serta melakukan perbaikan
secara berkelanjutan

Pontianak, 16 Desember 2019


PT. PUTRA NANGGROE ACEH

HENDRA KURNIAWAN

Direktur Cabang

A.2. Komitmen Keselamatan Konstruksi

P a g e 3 | 30
FAKTA KOMITMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : HENDRA KURNIAWAN

Jabatan : Direktur Cabang

Bertindak untuk

Dan atas nama : PT. PUTRA NANGGROE ACEH

Dalam rangka pengadaan Preservasi Jalan Ruas Anjungan – Sp. Tiga – Bengkayang – Sanggau Ledo –
Seluas – Bts. Serawak pada Kelompok Kerja Pemilihan 08 BP2JK Kalimantan Barat TAHUN
ANGGARAN 2020 berkomitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi terciptanya Zero
Accident, dengan memastikan bahwa seluruh pelaksanaan konstruksi.
1. Memenuhi ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ) Konstruksi
2. Menggunakan tenaga kerja kompeten bersetifikat
3. Menggunakan peralatan yang memenuhi standard kelaikan
4. Menggunakan mateial yang memenuhi standar mutu
5. Menggunakan teknologi yang memenuhi standard kelaikan dan
6. Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur ( SOP )

Demikian Surat Fakta Komitmen Keselamatan Konstruksi ini kami perbuat untuk dapat dipergunakan
dengan sebaik – baiknya.

Pontianak, 16 Desember 2019


PT. PUTRA NANGGROE ACEH

HENDRA KURNIAWAN

Direktur Cabang
B. Perencanaan Keselamatan Konstruksi

P a g e 4 | 30
PT. PUTRA NANGGROE ACEH sebagai Penyedia Jasa pada Preservasi Jalan Ruas
Anjungan – Sp. Tiga – Bengkayang – Sanggau Ledo – Seluas Bts. Serawak membuat
Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas, Pengendalian Risiko, Penanggung
Jawab untuk diserahkan, dibahas, dan disetujui PPK pada saat Rapat Persiapan
Pelaksanaan Kontrak sesuai lingkup pekerjaan yang dilaksanakan.

Penyusunan Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko K3, Skala Prioritas K3,


Pengedalian Resiko K3, dan Penanggung Jawab K3 terdapat pada tabel berikut ini :

P a g e 5 | 30
B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.

TABEL 1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, PENETAPAN PENGENDALIAN RISIKO K3

Nama Perusahaan : PT. PUTRA NANGGROE ACEH

Kegiatan : Preservasi Jalan Ruas Anjungan – Sp. Tiga – Bengkayang – Sanggau Ledo – Seluas Bts. Serawak

Lokasi : Ruas Anjungan – Sp. Tiga – Bengkayang – Sanggau Ledo – Seluas Bts. Serawak Tanggal dibuat : .................. halaman : ….. / …..

NO. JENIS/TIPE PEKERJAAN IDENTIFIKASI BAHAYA DAMPAK PENILAIAN RESIKO SKALA PENETAPAN
PRIORITA PENGENDALIAN RESIKO
KEKERAPAN KEPARAHA TINGKAT S K3
N RESIKO
(1) (2) (3) (4) (4) (5) (6) (8) (9)

 Gangguan  Pekerja 2 4 8 1  Memasang rambu


Mobilisasi
kesehatan akibat mengalami peringatan
Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas kondisi kerja kecelakaan  Pengaturan lalu lintas
secara umum kerja  Penggunaan APD
Pengujian pH
 Kecelakanaa akibat  Alat berat  Penggunaan rompi
Pengujian Oksigen Terlarut (DO) pengaturan lalu mengalami Reflektor khususnya
lintas yang kurang kerusakan pada malam hari.
Pengujian Zat Padat Terlarut (TDS)
1. baik  Kegiataan
Pengujian Zat Padat Tersuspensi (TSS)  Kecelakaan akibat Pekerjaan jadi
jenis dan cara terganggu dan
Pengujian Temperatur ( Suhu )
penggunaan tertunda
Pengujian Parameter Kualitas Air lainnya : peralatan
Pengujian Vibrasi Lingkungan untuk Kenyamanan dan  Tertimpa material
Kesehatan
 Terkena debu dam
Pengujian Parameter Kebisingan dan / atau getaran lainnya iritasi kulit

P a g e 6 | 30
Pengujian Total Partikulat (TSP) - Debu

Pengujian Parameter Udara Emisi da Ambien lainnya

Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Manajemen Mutu
 Longsor/tertimbun  Pekerja 3 2 6 1  Memasang rambu
pekerja terkena
mengalami peringatan
longsoran/timbunan
Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air tanah atau batu kecelakaan  Pengaturan lalu lintas
 Terkena swing kerja  Penggunaan APD
Excavator, alat berat  Alat berat  Penggunaan rompi
Pasangan Batu dengan Mortar terguling atau alat berat
2. bertabrakan dengan alat
mengalami Reflektor khususnya
lain. kerusakan pada malam hari.
 Galian/ manuver alat  Kegiataan
berat mengenai kabel, Pekerjaan jadi
pipa air, bahan bakar
dan material lainnya.
terganggu dan
 Terjatuh tertunda
 Iritasi Kulit

 Luka akibat tertimpa  Pekerja 2 2 4 1  Memasang rambu


Galian Biasa material batu
mengalami peringatan
 Cairan beton dapat
Galian Struktur dengan kedalaman 0 - 2 meter mengakibatkan iritasi kecelakaan  Pengaturan lalu lintas
 Longsor/tertimbun kerja  Penggunaan APD
Galian Perkerasan berbutir pekerja terkena  Kegiataan  Penggunaan rompi
longsoran/timbunan
Galian Perkerasan Beton tanah atau batu
Pekerjaan jadi Reflektor khususnya
 Terkena swing terganggu dan pada malam hari.
Timbunan Biasa dari sumber galian
3. Excavator, alat berat tertunda
Timbunan Pilihan dari sumber galian terguling atau alat berat
bertabrakan dengan alat
lain.
 Galian/ manuver alat
berat mengenai kabel,
pipa air, bahan bakar
dan material lainnya.
 Terjatuh
 Iritasi Kulit

 Tertabrak alat berat  Pekerja 3 2 6 1  Memasang rambu


 Terbakar, mengenai mata bias
4. mengalami peringatan
berakbat fatal
Lapis Fondasi Agregat Kelas A
 Terkena aspal kecelakaan  Pengaturan lalu lintas

P a g e 7 | 30
kerja  Penggunaan APD
 Alat berat  Penggunaan rompi
Lapis Fondasi Agregat Kelas S mengalami Reflektor khususnya
kerusakan pada malam hari.
 Kegiataan
Pekerjaan jadi
terganggu dan
tertunda
 Tertabrak alat berat  Pekerja 3 2 6 1  Memasang rambu
Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/ Emulsi  Terbakar, mengenai mata bias
mengalami peringatan
berakbat fatal
Lapis Perekat - Aspal Cair / Emulsi  Terkena aspal kecelakaan  Pengaturan lalu lintas
kerja  Penggunaan APD
Laston Lapis Aus (AC-WC)  Alat berat  Penggunaan rompi
5. Laston Lapis Antara (AC-BC)
mengalami Reflektor khususnya
kerusakan pada malam hari.
Laston Lapis Fondasi (AC-Base)  Kegiataan
Pekerjaan jadi
Bahan anti pengelupasan
terganggu dan
tertunda
 Tertimpa beton  Pekerja 3 2 6 1  Memasang rambu
Beton struktur fc’30 MPa  Cairan beton dapat
mengalami peringatan
mengakibatkan iritasi, kulit
Beton struktur fc’20 MPa terbakar, mengenai mata bisa kecelakaan  Pengaturan lalu lintas
berakibat fatal. kerja  Penggunaan APD
Beton fc’10 Mpa  Tertimpa alat berat/sedang  Alat berat  Penggunaan rompi
6.  Terjatuh/tergelincir mengalami Reflektor khususnya
Baja Tulangan Sirip BjTS 420A  Terkena tusuk besi atau kerusakan pada malam hari.
cerucuk  Kegiataan
Fondasi Cerucuk, Penyediaan dan Pemancangan
 Terkena batu Pekerjaan jadi
Pasangan Batu terganggu dan
tertunda
 Terkena cairan marka  Pekerja 3 2 6 1  Memasang rambu
Marka Jalan Termoplastik  Terkena/ tertimpa/
mengalami peringatan
tertusuk material
Rel Pengaman  Tertabrak, terlindas kecelakaan  Pengaturan lalu lintas
7. kerja  Penggunaan APD
Kerb Pracetak Jenis 1 (Peninggi/Mountable)
 Alat berat  Penggunaan rompi
mengalami Reflektor khususnya
kerusakan pada malam hari.
 Kegiataan

P a g e 8 | 30
Pekerjaan jadi
terganggu dan
tertunda
 Tertabrak/terlindas  Pekerja 3 2 6 1  Memasang rambu
Galian Tanah untuk saluran air dan lereng  Tertabrak, terbakar,
mengalami peringatan
terkena aspal
Perbaikan Lapis Fondasi Agregat Klas A  Terkena alat kecelakaan  Pengaturan lalu lintas
kerja  Penggunaan APD
Perbaikan Lapis Fondasi Agregat Klas S
 Alat berat  Penggunaan rompi
8. Perbaikan Campuran Aspal Panas mengalami Reflektor khususnya
kerusakan pada malam hari.
Perkerasan Beton semen
 Kegiataan
Pembersihan Drainase Pekerjaan jadi
Pengendalian Tanaman terganggu dan
Pemeliharaan Kinerja Jembatan
tertunda

P a g e 9 | 30
TABEL B.2. RENCANA TINDAKAN ( SASARAN DAN PROGRAM )

Nama Perusahaan : PT. PUTRA NANGGROE ACEH

Kegiatan : Preservasi Jalan Ruas Anjungan – Sp. Tiga – Bengkayang – Sanggau Ledo – Seluas Bts. Serawak

Lokasi : Ruas Anjungan – Sp. Tiga – Bengkayang – Sanggau Ledo – Seluas Bts. Serawak Tanggal dibuat : .................. halaman : ….. / …..

NO. JENIS/TIPE PEKERJAAN PENGEND SASARAN KHUSUS PROGRAM


ALIAN
RESIKO K3 URAIAN TOLAK UKUR SUMBER DAYA JANGKA INDIKATOR MONITORI PENANGGUNG
WAKTU PENCAPAIAN NG JAWAB

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) 9) (10)

Memakai Memastikan APD terpakai Sepatu safety Harian Daftar Check Logistik
Mobilisasi kesiapan APD Rambu Sarung tangan
APD Absensi list dan Safety Officer
Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas Menaati Memahami terpasang Masker Evaluasi
peraturan lalu Pengoperasian Kaca mata kerja
Peraturan kerja
Pengujian pH lintas sesuai SOP
lalu lintas Memastikan
Pengujian Oksigen Terlarut (DO) Mengikuti kompetensi
SOP operator
Pengujian Zat Padat Terlarut (TDS)
1.
Pengujian Zat Padat Tersuspensi (TSS)

Pengujian Temperatur ( Suhu )

Pengujian Parameter Kualitas Air lainnya :


Pengujian Vibrasi Lingkungan untuk Kenyamanan dan
Kesehatan

Pengujian Parameter Kebisingan dan / atau getaran lainnya

P a g e 10 | 30
Pengujian Total Partikulat (TSP) - Debu

Pengujian Parameter Udara Emisi da Ambien lainnya

Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Manajemen Mutu
Memakai Memastikan APD terpakai Sepatu safety Harian Daftar Check Logistik
APD kesiapan APD Rambu Sarung tangan Absensi list dan Safety Officer
Galian untuk Selokan Drainase dan Saluran Air Menaati Memahami terpasang Masker Evaluasi
peraturan lalu Pengoperasian Kaca mata kerja
Peraturan kerja
lintas sesuai SOP
lalu lintas Memastikan
2. Pasangan Batu dengan Mortar Mengikuti kompetensi
SOP operator
Memakai Memastikan APD terpakai Sepatu safety Harian Daftar Check Logistik
Galian Biasa kesiapan APD Rambu Sarung tangan
APD Absensi list dan Safety Officer
Galian Struktur dengan kedalaman 0 - 2 meter Menaati Memahami terpasang Masker Evaluasi
peraturan lalu Pengoperasian Kaca mata kerja
Peraturan kerja
Galian Perkerasan berbutir lintas sesuai SOP
lalu lintas Memastikan
Galian Perkerasan Beton Mengikuti kompetensi
SOP operator
Timbunan Biasa dari sumber galian
3.
Timbunan Pilihan dari sumber galian
Memakai Memastikan APD terpakai Sepatu safety Harian Daftar Check Logistik
4. APD kesiapan APD Rambu Sarung tangan Absensi list dan Safety Officer
Lapis Fondasi Agregat Kelas A Menaati Memahami terpasang Masker Evaluasi
peraturan lalu Pengoperasian Kaca mata kerja
Peraturan kerja
lintas sesuai SOP
lalu lintas Memastikan
Lapis Fondasi Agregat Kelas S Mengikuti kompetensi
SOP operator
Memakai Memastikan APD terpakai Sepatu safety Harian Daftar Check Logistik
Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/ Emulsi kesiapan APD Rambu Sarung tangan
APD Absensi list dan Safety Officer
Menaati Memahami terpasang Masker Evaluasi
Lapis Perekat - Aspal Cair / Emulsi
peraturan lalu Pengoperasian Kaca mata kerja
Peraturan kerja
Laston Lapis Aus (AC-WC) lintas sesuai SOP
lalu lintas Memastikan
5. Laston Lapis Antara (AC-BC)
Mengikuti kompetensi
SOP operator
Laston Lapis Fondasi (AC-Base)

P a g e 11 | 30
Bahan anti pengelupasan
Memakai Memastikan APD terpakai Sepatu safety Harian Daftar Check Logistik
Beton struktur fc’30 MPa APD kesiapan APD Rambu Sarung tangan Absensi list dan Safety Officer
Menaati Memahami terpasang Masker Evaluasi
Beton struktur fc’20 MPa peraturan lalu Pengoperasian Kaca mata kerja
Peraturan kerja
lintas sesuai SOP
Beton fc’10 Mpa lalu lintas Memastikan
6. Mengikuti kompetensi
Baja Tulangan Sirip BjTS 420A
SOP operator
Fondasi Cerucuk, Penyediaan dan Pemancangan

Pasangan Batu
Memakai Memastikan APD terpakai Sepatu safety Harian Daftar Check Logistik
Marka Jalan Termoplastik kesiapan APD Rambu Sarung tangan
APD Absensi list dan Safety Officer
Rel Pengaman Menaati Memahami terpasang Masker Evaluasi
peraturan lalu Pengoperasian Kaca mata kerja
7. Peraturan kerja
Kerb Pracetak Jenis 1 (Peninggi/Mountable) lintas sesuai SOP
lalu lintas Memastikan
Mengikuti kompetensi
SOP operator
Memakai Memastikan APD terpakai Sepatu safety Harian Daftar Check Logistik
Galian Tanah untuk saluran air dan lereng kesiapan APD Rambu Sarung tangan
APD Absensi list dan Safety Officer
Perbaikan Lapis Fondasi Agregat Klas A Menaati Memahami terpasang Masker Evaluasi
peraturan lalu Pengoperasian Kaca mata kerja
Peraturan kerja
Perbaikan Lapis Fondasi Agregat Klas S lintas sesuai SOP
lalu lintas Memastikan
8. Perbaikan Campuran Aspal Panas Mengikuti kompetensi
SOP operator
Perkerasan Beton semen

Pembersihan Drainase
Pengendalian Tanaman
Pemeliharaan Kinerja Jembatan

P a g e 12 | 30
B.3. Standar dan peraturan perundangan

Tabel 3. Standar Peraturan Perundang – Undangan

Nomor Peraturan Perundang – Undangan

1 Undang-Undang Dasar 1 945


2 UU No. 1/1970 Tentang Keselamatan Kerja
3 UU No. 23/1992 Tentang Kesehatan
4 UU No. 3/1992 Tentang Jaminan Sosisal Tenaga Kerja
5 Undang-Undang No. 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi
6 Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012 tentang Penerapan SMK3
Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
7
Instruksi Menteri Tenaga Kerja No. : Ins/11/M/BW/1997 Tentang

8 Pengawasan Khusus K3PenanggulanPenanggulangan gan


Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I No. : Kep-186/Men/1999 : Kep-

9 186/Men/1999 Tentang Unit PenanggulangTentang Unit


Instruksi Menteri Tenaga Kerja No. : Ins/11/M/BW/1997 Tentang
10

P a g e 13 | 30
B.3. Standar dan peraturan perundangan

Tabel 4. Standar Peraturan Perundang – Undangan

PERATURAN / KETENTUAN PERATURAN / KETENTUAN


Peraturan Menteri Tenaga Kerja K 3 Pada Konstruksi Bangunan

Peraturan Menteri Tenaga Kerja Kualifikasi Juru Las

Peraturan Menteri Tenaga Kerja Tata Cara Pelaporan Dan

Peraturan Menteri Tenaga Kerja Syarat-Syarat Pemasangan Dan

Peraturan Menteri Tenaga Kerja Panitia Pembina Keselamatan Dan

No.Per 04/Men/1987 Kesehatan Kerja Serta Tata Cara


Peraturan Menteri Tenaga Kerja Pesawat Angkat Dan Angkut

Keputusan Menteri Tenaga Kerja Unit Penanggulangan Kebakaran

Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja

Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Kualifikasi Dan Syarat-Syarat

Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja

Transmigrasi No. Per.O2/Men/L980 Dalam


Peraturan Menteri Syarat Kesehatan, Kebersihan Serta
Perburuhan
Kep.Menaker No. Kep. 51/Men/1999 Nilai Ambang Batas Faktor Fisika

Surat Edaran No. Seso1/Men/1997 Nilai Ambang Batas Faktor Kimika

Surat Edaran Dirjen Binawas Penggunaan Alat Pelindung Diri

P a g e 14 | 30
C. Dukungan Keselamatan Konstruksi

C.1. Sumber Daya

PENANGGUNG JAWAB K3

SEPTIYANI

EMERGENCY

/KEDARURAT P3K KEBAKARAN

P a g e 15 | 30
C. Dukungan Keselamatan Konstruksi

C.1. Sumber Daya

PENANGGUNG JAWAB K3

EMERGENCY

/KEDARURAT P3K KEBAKARAN

P a g e 16 | 30
Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang Tenaga Keselamatan Konstruksi:

1. N a m a :-
Jabatan : Penanggung Jawab K3
Tugas dan Tanggung Jawa :
1.1. Menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

1.2. Menerapkan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang dan terkait K3

Konstruksi

1.3. Mengkaji dokumen kontrak dan metode kerja pelaksanaan konstruksi

1.4. Merencanakan dan menyusun program K3

1.5. Membuat prosedur kerja dan instruksi kerja penerapan ketentuan K3

1.6. Melakukan sosialisasi, penerapan dan pengawasan pelaksanaan


program, prosedur kerja dan instruksi kerja K3

1.7. Melakukan evaluasi dan membuat laporan penerapan SMK3 dan pedoman teknis

K3 konstruksi

1.8. Mengusulkan perbaikan metode kerja pelaksanaan konstruksi berbasis K3, jika
diperlukan

1.9. Melakukan penanganan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja


serta keadaan darurat

P a g e 17 | 30
C.2. Kompetensi

PT. PUTRA NANGGROE ACEH berkomitmen dalam penerapan pelaksanaan


keselamatan kontruksi di lingkungan kerja dengan mentaati ketentuan dan
perundangan K3 termasuk memberikan program pelatihan dan peningkatan kinerja
karyawan melalui uji kompetensi terhadap seluruh tenaga kerja sesuai dengan
keahlian bidang masing- masing.

STANDARD OF OPERATING
PROCEDURE (SOP)

PENINGKATAN KOMPETENSI KARYAWAN

1. T UJ UA N

Memberikan panduan dalam kegiatan peningkatan kompetensi pegawai pada PT.


PUTRA NANGGROE ACEH

2. RUANG LINGKUP

Prosedur ini dilaksanakan dalam lingkup kegiatan kompetensi pegawai pada PT.
PUTRA NANGGROE ACEH, meliputi : Usulan program peningkatan kompetensi
pegawai, Pembentukan tim, Penentuan peserta, Pelaksanaan kegiatan peningkatan
Komptensi Karyawan.

3. REFERENSI

a. Pedoma n Mutu

b. Prosedur Penerimaan Karyawan

4. ISTILAH DAN DEFINISI

Istilah dan definisi yang dipakai dalam penulisan Pedoman Mutu, SOP, Instruksi Kerja
serta dokumen lainnya diuraikan secara rinci sesuai SMM ISO 9001:2008, diurutkan
berdasarkan abjad dituangkan pada Lampiran Istilah dan Definisi.

5. DIAGRAM ALIR, DOKUMEN DAN KETERANGAN KEGIATAN (Tercantum pada halaman 2/2
prosedur ini)

P a g e 18 | 30
C.3. Kepedulian

Kepedulian merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan membuat


rencana dan program kerja sebagai tindakan pencegahan terhadap risiko kecelakaan
kerja, sakit akibat pekerjaan dan pemulihan lingkungan yang tercemar akibat pekerjaan
konstruksi.

Program kepedulian keselamatan konstruksi sebagai

berikut:

N Bln Bln Bln Bln Bln Bln Bln Bln

1 Seluruh pekerjaan terukur


d an
NP NP NP NP NP NP NP NP
terpantau dalam
2 pelaksanaan
Program pemeriksaan dan

pengawasan secara
periodik dalam NP NP NP NP NP NP NP NP
3 mengindetifikasi
M el asna ka n s osbahaya
ia li sas i

t er ha da p lingkungan
masyarakat sekitar area
NP NP NP NP NP NP NP NP
pekerjaan yang
4 berpeluang
Melakukan terhadap
rapat rutin

manajemen proyek
sebagai bahan evaluasi NP NP NP NP NP NP NP NP
5 dalam setiap risiko
Memfasilitasi terhadap
kebutuhan bahan utilitas
dan tenaga kerja serta
peralatan pendukung NP NP NP NP NP NP NP NP
sesuai rencana

Catatan NP : belum dalam program

P a g e 19 | 30
C.4. Komunikasi dan Informasi Telekomunikasi
1. TUJUAN

Memberikan pedoman untuk penyebarluasan atau mengkomunikasikan


informasi- infomasi lingkungan hidup, keselamatan dan kesehatan kerja kepada
pihak internal dan eksternal perusahaan secara efektif.

2. RUANG LINGKUP

Prosedur ini berlaku untuk seluruh fasilitas operasi PT. PUTRA NANGGROE
ACEH dan semua pihak yang bekerja di area tersebut. Hal-hal yang diatur
dalam prosedur ini adalah cara untuk menyebarluaskan informasi-informasi
terkait dengan lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan
kepada pihak internal maupun eksternal Perusahaan.

3. DEFINISI

 Informasi K3, yaitu informasi tentang lingkungan, keselamatan dan


kesehatan kerja yang meliputi:
• Peraturan perundangan K3 Indonesia dan Internasional
• Standar Nasional Indonesia dan Internasional
• Kebijakan terpadu dan EHS Management System Manual
• Kondisi bahaya, laporan inspeksi dan laporan & hasil investigasi
kecelakaan kerja
• Laporan internal / eksternal audit dan hasil rapat tinjauan
ulang manajemen
• Prosedur dan instruksi kerja K3
• Risalah rapat bulanan / khusus P2K3, pelatihan-pelatihan K3
• Tanda-tanda, peringatan bahaya dan tanda / peringatan K3 lainnya
• Dan informasi-informasi lainnya yang terkait dengan K3

P a g e 20 | 30
 Internal Perusahaan, yaitu semua karyawan (karyawan bulanan,
harian tetap, harian borongan maupun harian musiman) yang terkait
dengan kegiatan operasi PT. PUTRA NANGGROE ACEH

 Eksternal Per usahaan, yaitu semua pihak-pihak yang terkait baik


langsung maupun tidak langsung dengan operasi PT. PUTRA
NANGGROE ACEH, seperti dalam penyediaan pasokan barang/
material maupun jasa ( supplier / pemasok barang, kontraktor / sub
kontraktor, dll.), termasuk tamu-tamu yang akan berkunjung ke
lingkungan operasi PT. PUTRA NANGGROE ACEH maupun
penyediaan informasi K3 kepada-kepada instansi-instansi
pemerintah yang terkait dan berwenang.

 Konsultasi K3, adalah usaha atau kegiatan untuk mendapatkan solusi


dari masalah yang dihadapai dan peluang untuk perbaikan
penerapan,

pengembangan dan pemeliharaan sistem manajemen K3

4. REFERENSI

• Permenaker No.05/MEN/1996, SMK3, elemen 3.1.4. dan 3.2.1.


• ISO 14001:2004, Environmental Management System, klausul 4.4.3
• OHSAS 18001:1999, OHS Management System, klausul 4.4.3
• EHS Management System Manual PT. PUTRA NANGGROE ACEH

5. PROSEDUR

5.1.Tanggung Jawab

• EHS Department bertanggung jawab untuk senantiasa


berkoordinasi baik secara internal maupun eksternal perusahaan
(Kementerian Lingkungan Hidup, Depnaker Propinsi / Kab. / Kodya.,
Bapedalda Propinsi / Kabupaten / Kotamadya, Depkes, Pemda dan
instansi / institusi lain terkait berkaitan dengan aspek K3) yang
bertujuan untuk

P a g e 21 | 30
memastikan bahwa peraturan dan perundangan, standar, dan
informasi K3 lainnya senantiasa up to date / terbaru dan
dikomunikasikan / diinformasikan pada departemen terkait di dalam
lingkungan operasi PT. PUTRA NANGGROE ACEH

• Procurement Department bertanggung jawab untuk


menginformasikan ketentuan- ketentuan PT. PUTRA NANGGROE
ACEH kepada supplier / pemasok dan kontraktor / sub
kontraktor yang akan memasok barang atau jasa / bekerja
dilingkungan operasi PT. PUTRA NANGGROE ACEH

• Kepala Departemen / Safety Management Representatif /


Environment Management Representatif Dept. bertanggung jawab
untuk menyediakaan sarana-sarana dan penyebarluasan informasi-
informasi K3 kepada seluruh karyawan yang ada di Departemennya.

5.2. Komunikasi

5.2.1. Komunikasi Internal

• Karyawan PT. PUTRA NANGGROE ACEH diberikan atau


mendapat informasi mengenai pedoman dan prosedur Sistem
Manajemen Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(SMK3) serta pelaksanaannya di lingkungan PT. PUTRA
NANGGROE ACEH, melalui kegiatan pelatihan dan pelaksanaannya
dikoordinir oleh Technical Training Department.

• Karyawan PT. PUTRA NANGGROE ACEH mendapatkan


informasi mengenai kebijakan terpadu (kualitas, lingkungan,
keselamatan dan kesehatan kerja), manual SMK3, hasil rapat-rapat
P2K3, artikel-artikel K3, perubahan- perubahan pada prosedur /
instruksi kerja, penyelesaian masalah / keluhan K3, program-program
dan kinerja K3 PT. PUTRA NANGGROE ACEH. Informasi ini
diberikan melalui pelatihan, penjelasan / briefing K3 harian /
mingguan atau melalui papan pengumuman dan bulletin K3
(melalui media cetak atau elektronik internal perusahaan).

• Informasi mengenai peraturan perundangan K3 akan disediakan


oleh EHS Manager kepada tiap Kepala Departemen / SMR-Safety
Management Representatif / EMR-Environment Management
Representatif / SR-Safety Representatif / ER-Environment
Representatif Departemen.

• Laporan hasil kegiatan inspeksi K3, pemantauan lingkungan dan


lingkungan kerja dan penyelidikan kecelakaan disiapkan oleh EHS
Department sebagai salah satu bahan yang akan dibahas dalam
rapat bulanan / rapat khusus P2K3, dan dibuatkan risalah rapat
P2K3 dan disebarluaskan kepada tiap Kepala Departemen / Safety
P a g e 22 | 30
Management Representatif / Environment Management Representatif
dan Safety / Environment Representatif serta seluruh anggota P2K3.

• Hasil laporan audit internal / eksternal SMK3 disiapkan oleh personil


EHS Department berdasarkan laporan tim auditor internal / eksternal
dan didistribusikan kepada pihak internal ( Dewan Direksi, Ketua
P2K3, Kepala Divisi, Kepala Departemen / Safety Management
Representatif / Environment Management Representatif, Safety
Representatif, Environment Representatif ) dan pihak eksternal jika
diperlukan ( misal Auditor Eksternal ).

• Tanda-tanda peringatan K3 (poster, sign, label, dll) disediakan


oleh EHS Department dengan terlebih dahulu masing-masing Kepala
Departemen melampirkan hasil identifikasi bahaya dan penilaian
resiko di departemennya disertai dengan formulir pengajuan
permintaan tanda-tanda peringatan K3.

• Untuk memudahkan penyebaran informasi yang berkaitan dengan


K3 dalam lingkup PT. PUTRA NANGGROE ACEH, maka dibuat
daftar penyebarluasan informasi K3 (contoh dapat dilihat pada
lampiran ).

P a g e 23 | 30
5.2.2. Komunikasi Eksternal

• Personil EHS Department menghubungi instansi-instansi terkait


(misal: Kanwil Depnaker / Dinas Depnaker Kabupaten / Kotamadya,
Bapedal, Depkes dan sebagainya) untuk mendapatkan
informasi terkini mengenai peraturan perundangan berkaitan dengan
K3 di Indonesia.

• Setiap 3 bulan sekali PT. PUTRA NANGGROE ACEH,


melaporkan hasil kegiatan P2K3 kepada Dinas Tenaga Kerja
Setempat, dimana laporannya disiapkan oleh sekretaris P2K3 dan
ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris P2K3.

• Laporan kecelakaan kerja dan hasil penyelidikannya disiapkan


oleh EHS Manager dan disampaikan kepada Kepala Operasi, Ketua
P2K3 tembusannya kepada pihak Kanwil Depnaker setempat.

• Pihak pemasok dan kontraktor / sub kontraktor yang terikat


kontrak dengan PT. PUTRA NANGGROE ACEH, untuk
menyediakan barang atau jasa diinformasikan tentang kebijakan dan
ketentuan K3 PT. PUTRA NANGGROE ACEH. Informasi diberikan
oleh Procurement Manager dan bila diperlukan PT. PUTRA
NANGGROE ACEH dapat memberikan pelatihan awal atau
penjelasan / briefing K3 kepada kontraktor yang akan bekerja di
lingkungan PT. PUTRA NANGGROE ACEH

• Pihak Satuan Pengaman / Security di Pos Komando Keamanan


perusahaan berkewajiban memberikan informasi kepada setiap tamu
yang akan memasuki area pabrik / plant di lingkungan operasi PT.
PUTRA NANGGROE ACEH tentang Kebijakan Terpadu
(Kualitas, Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja), peraturan-
peraturan umum K3 dan prosedur menghadapi keadaan darurat.

P a g e 24 | 30
• Pihak Satuan Pengaman / Security yang ada di Pos Ronda setiap
Gedung / Area Produksi atau Kepala Departemen / Personil
Departemen yang ditunjuk berkewajiban memberikan
informasi- informasi K3 dan prosedur tanggap darurat yang
berlaku di area tersebut kepada setiap tamu yang akan masuk ke
gedung / area departemen / plant tersebut.

• Informasi-informasi yang berkaitan dengan kondisi darurat /


emergency yang terjadi di perusahaan diatur dan mengikuti
prosedur komunikasi tanggap gawat darurat.

Untuk menjamin kerahasiaan semua informasi yang berkaitan dengan K3,


diatur dan mengikuti peraturan perusahaan mengenai “Non
-Disclosure Agreement” (Perjanjian/Kesepakatan Tidak Membocorkan
Rahasia Perusahaan) yang telah ditanda tangani oleh setiap karyawan
PT. PUTRA NANGGROE ACEH

5.2.3. Alat dan Media Komunikasi

Alat dan Media komunikasi yang digunakan dapat berupa dan tidak
terbatas hanya pada alat dan media sebagai berikut :

• Electronic mail ( e-mail )

• Meeting ( townhall, P2K3, dsb.)

• Briefing

• One to one personal


contact

• Papan
pengumuman

• Pelatihan atau
kursus

• Banner, poster
(Promosi)

• Distribusi dokumen ( Manual, standard procedure, supporting


doc, record )

P a g e 25 | 30
• Telepon, facsimile,
internet

• TV Media

P a g e 26 | 30
5.3. Konsultasi K3

• Konsultasi ini bisa dilakukan di internal PT. PUTRA NANGGROE


ACEH untuk melibatkan karyawan maupun dengan pihak eksternal,
seperti Perguruan Tinggi, Instansi Pemerintah terkait, Lembaga Swadaya
masyarakat ( NGO – Non Government Organization ), perusahaan
asuransi, konsultan K3, dsb.

• Beberapa contoh konsultasi K3 adalah :

 Konsultasi dengan wakil karyawan dalam pembuatan kebijakan K3

 Konsultasi dengan karyawan yang ahli maupun dengan pihak


eksternal untuk pemenuhan terhadap peraturan perundangan dan
persyaratan lainnya

 Konsultasi dengan Perguruan Tinggi atau lembaga penelitian


dalam usaha pencegahan pencemaran lingkungan dan pemanfaatan
limbah

 Konsultasi dengan pihak konsultan eksternal untuk usaha-usaha


peningkatan perilaku dan kinerja karyawan terkait dengan K3

5.4. Motivasi dan Kesadaran

Komunikasi dan konsultasi K3 tersebut akan meningkatkan motivasi


dan kesadaran semua orang baik karyawan maupun pihak ketiga yang
berada di area operasi PT. PUTRA NANGGROE ACEH untuk
menerapkan, mengembangkan dan memelihara sistem manajemen K3
untuk memperbaiki kinerja K3 secara menyeluruh.

P a g e 27 | 30
D. Operasi Keselamatan Konstruksi

D.1. Perencanaan Operasi

Perencanaan operasional berupa prosedur kerja / petunjuk kerja, yang


harus mencakup seluruh upaya pengendalian, diantaranya :

1. Upaya pengendalian berdasarkan lingkup pekerjaan

2. Rencana penunjukan personil yang akan ditugaskan menjadi Penganggung

Jawab Kegiatan SMK3

3. Prediksi dan rencana penanganan kondisi keadaan darurat tempat kerja

4. Rencana prosedur / petunjuk kerja yang perlu di siapkan

5. Rencana program pelatihan / soisalisasi sesuai pengendalian resiko

6. Sistem pertolongan pertama pada kecelakaan

7. Persyaratan Operator Alat Angkat

a. Operator Alat Angkat harus memenuhi kompetensi

b. Setiap Operator alat angkat harus memiliki SIO (Surat Izin Operasi)

atau bersertifikat yang di keluarkan oleh Badan yang


berwenang

8. Rambu Peringatan / Larangan / Anjuran

a. Penempatan Rambu-rambu peringatan/larangan/anjuran harus


dipasang sesuai dengan kondisi di tempat kerja

b. Rambu peringatan/larangan/anjuran harus mudah dilihat dan


dapat dibaca

9. Alat Pelindung Diri

a. Alat pelindung diri diidentifikasi berdasarkan hasil penilaian risiko

b. Alat pelindung diri (APD) diberikan kepada pekerja sesuai dengan jenis
pekerjaan

10. Tamu/pengunjung dan pihak luar

a. Pengendalian dan pembatasan akses masuk dan akses keluar


tempat kerja

b. Persyaratan APD (Alat Pelindung Diri


c. Induksi K3

d. Prosedur dan Persyaratan tanggap darurat

P a g e 28 | 30
E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi

E.1. Pemantauan dan evaluasi

Pengendalian pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 dilakukan mengacu pada


kegiatan yang dilaksanakan pada bagian D (Operasi keselamatan konstruksi)
berdasarkan upaya pengendalian pada bagian B (Perencanaan keselamatan
konstruksi) dan C (Dukungan keselamatan konstuksi).

Hal-hal yang harus dilaporkan dalam laporan evaluasi dan kinerja K3 adalah :

 Rekapitulasi kecelakaan kerja dengan mengacu pada pelaporan


dan penyelidikan kecelakaan yang sudah dibuat.

• Occupational Injury/Illness (Cidera/Sakit Akibat Kerja)

• Fatality (Meninggal Dunia)

• Loss Work Day / Loss Time Injury (Hilang Hari Kerja)

• Restricted Work Day (Kerja Terbatas)

• Medical Treatment (Perawatan Kesehatan)

• First Aid (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)

 Fire Accident (Kebakaran)

 Traffic Accident (Kecelakaan lalu lintas)

 Environmental Accident (Kecelakaan Lingkungan)

 Property Damage Accident (Kecelakaan peralatan atau


mesin)

 Near miss (Hampir celaka)

 Man Hour (Jam kerja)

 Km Driven (Kilometer mengemudi – untuk kendaraan


perusahaan)

P a g e 29 | 30
E.2. Tinjauan manajemen

Hasil pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 pada bagian E. Diklasifikasikan dengan


kategori sesuai dan tidak sesuai tolok ukur sebagaimana dalam Perencananaan
Keselamatan Konstruksi

Hal-hal yang tidak sesuai, termasuk bilamana terjadi kecelakaan kerja dilakukan
peningjauan ulang untuk di ambil tindakan perbaikan.

E.3. Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi

Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi dilakukan dengan


melakukan pemantauan, pengawasan, pelatihan dan pembahasan rapat
SMK3 secara periodik serta dengan melaksanakan audit secara menyeluruh dimulai
pada tahap pelaksanaan serta penyelesaian proyek.

Demikian Penyusunan Rencana Keselamatan Konstruksi PT. PUTRA


NANGGROE ACEH, disusun sebagai petunjuk dalam pelaksanaan Paket
Preservasi Jalan Dalam Kota Pontianak, Nanga Semangut - Putussibau - Tanjung Kerja
dan Putussibau - Nanga Era.

Manajemen Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) akan terus diperbarui


demi efektivitas pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi secara
berkesinambungan.

Pontianak, 16 Desember 2019


PT. PUTRA NANGGROE ACEH

P a g e 30 | 30

Anda mungkin juga menyukai