Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN

STUDI KELAYAKAN INVESTASI BISNIS


“KERIPIK PISANG”

Oleh :

Nama : Munawir
Nim : 4201607031

PROGRAM STUDI PENGEMBENGAN PRODUK AGROINDUSTRI

JURUSAN AGRIBISNIS

POLITEKNIK NEGERI SAMBAS

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena

dengan karunianya saya dapat menyelesaikan tugas ini. Tujuan dari penulisan

tugas Studi Kelayakan Investasi Bisnis. ini adalah untuk menambah pengetahuan

kepada pembaca tentang Studi Kelayakan Investasi Bisnis.

Saya mengambil tema perencanaan usaha Keripik Pisang ini karena pada

zaman sekarang ini, banyak beragam bentuk makanan yang di jual di pasar

maupun minimart, oleh sebab itu saya membuat usaha Keripik Pisang. ini untuk

bersaing di pasar agar dapat mendapatkan profit yang banyak.

Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena

itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya

harapkan demi kesempurnaan tugas Perencanaan Usaha ini.

Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah

berperan serta dalam penyusunan tugas ini dari awal sampai akhir. Semoga

Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhoi segala usaha kita.

Sambas, 3 Juli 2019

Munawir

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN COVER

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI ........................................................................................................... iii

IKHTISAR ...............................................................................................................1

BAB I LATAR BELAKANG BISNIS ...........................................................2

1.1 Alasan Dibangunnya Bisnis ............................................................2


1.2 Kondisi Industri ...............................................................................2
BAB II ANALISIS KELAYAKAN BISNIS ....................................................3

2.1 Aspek Hukum..................................................................................3


a. Analisis Kesesuaian Bisnis dengan Hukum ..............................3
b. Analisis Kemampuan Memenuhi Perizinan ..............................3
c. Analisis Badan Usaha ...............................................................4
d. Analisis Profil Pemilik ..............................................................4
e. Kesimpulan Analisis Aspek Hukum .........................................4
2.2 Aspek Lingkungan ..........................................................................5
a. Analisis Lingkungan Operasional ..............................................5
b. Analisis Lingkungan Dekat ........................................................5
c. Analisis Lingkungan Jauh ..........................................................7
d. Kesimpulan Analisis Aspek Lingkungan ...................................7
2.3 Aspek Pasar dan Pemasaran ............................................................8
a. Analisis Potensi Pasar ...............................................................8
b. Analisis Persaingan ...................................................................8
c. Analisis Market Share ...............................................................8
d. Analisis Strategi Pemasaran untuk Mencapai Market Share ....9
e. Kesimpulan Analisis Aspek Pasar dan Pemasaran ..................10
2.4 Aspek Teknis dan Teknologi .........................................................11
a. Analisis Lokasi Bisnis ..............................................................12

iii
b. Analisis Luas Pabrik ................................................................12
c. Analisis Layout Pabrik .............................................................12
d. Analisis Kesiapan Teknologi ...................................................13
e. Kesimpulan Analisis Aspek Teknis dan Teknologi .................13
2.5 Aspek Manajemen dan Sumber Daya Manusia .............................13
a. Analisis Penjadwalan Proyek ...................................................14
b. Analisis Kebutuhan Tenaga Kerja ...........................................14
c. Kemampuan Memenuhi Kebutuhan Tenaga Kerja ..................14
d. Analisis Rencana Struktur Organisasi ......................................14
e. Kesimpulan Kelayakan Aspek Manajemen dan SDM .............15
2.6 Aspek Keuangan ............................................................................15
a. Analisis Kebutuhan Investasi ...................................................15
b. Analisis Kebutuhan Modal Kerja .............................................15
c. Analisis Biaya Operasional ......................................................16
d. Analisis Struktur Permodalan ..................................................16
e. Analisis Rasio Kelayakan Keuangan .......................................17
1. Averange Rateof Return .....................................................17
2. Payback Period ..................................................................17
3. Net Present Value...............................................................18
4. Profitabilitas Indeks ...........................................................18
5. Avera Rate of Return ..........................................................18
f. Kesimpulan Analisis Aspek Keuangan ....................................18
2.7 Aspek Amdal..................................................................................18
BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI ..........................................20

3.1 Kesimpulan ....................................................................................20


3.2 Rekomendasi ..................................................................................21
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................22

iv
IKHTISAR

Keripik pisang merupakan salah satu produk makanan ringan yang


banyak digemari konsumen. Rasanya yang renyah dan murahnya harga yang
ditawarkan menjadikan produk tersebut sebagai alternatif meningkatnya
permintaan konsumen, kini keripik pisang mulai diinovasikan berbagai varian
rasa, seperti ada yang menggunakan tambahan coklat pada keripik pisang
tersebut dan ada juga rasa balado berbagai parian rasa. Meskipun keripik pisang
tersebut belum dikenal masyarakat luas, namun perkembangannya sudah sangat
pesat, sehingga banyak produsen yang beralih untuk menjual Keripik Pisang ini
sejatinya, produk keripik pisang bukan barang baru bagi masyarakat Indonesia.
Namun dengan menambahkan sedikit inovasi, kini keripik tersebut banyak dicari
konsumen dan menjadi salah satu peluang bisnis menarik yang menjanjikan
untung bagi pelakunya.
Dalam menyusun laporan studi kelayakan bisnis yang akan saya jalankan
ini, saya melakukannya seorang diri karena untuk mencoba usaha ini. Usaha
yang akan saya jalankan termasuk usaha kecil jika berkembang dengan baik
maka saya akan mebuka usaha yang besar, jadi mudah dalam menganalisa
aspek-aspek yang diperlukan untuk menunjukkan bahwa bisnis ini layak untuk
dijalankan. Untuk memahami isi secara rinci mengenai aspek hukum, aspek
lingkungan, aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan teknologi, aspek
manajemen dan sumber daya manusia serta aspek keuangan yang menyatakan
layaknya usaha ini untuk dijalankan, maka dapat dilihat pada bab-bab
selanjutnya.

1
BAB I

LATAR BELAKANG BISNIS

1.1 Alasan Dibangunnya Bisnis


Dalam ngka meningkatkan pendapatan keluarga pada saat krisis ekonomi
yang berkepanjangan seperti saat ini diperlukan usaha-usaha yang bersifat
Agresif, Kreatif, Penuh perhitungan dan Berorientasi Pasar. Usaha tersebut
juga diharapkan mampu memberikan peluang kerja bagi tenaga kerja potensial
yang saat ini jumlahnya sangat melimpah baik itu angkatan kerja baru maupun
angkatan kerja yang oleh karena kondisi perekonomian Makro terpaksa harus
menganggur akibat tidak adanya kesempatan bekerja atau terkena PHK.

Dengan demikian tujuan dari pengembangan Proyek itu sendiri ada dua
yaitu dari Aspek Ekonomi dan dari Aspek Sosial, Aspek Ekonomi adalah
untuk meningkatkan pendapatan, sementara Aspek sosial adalah sedikitnya
untuk membantu Masyarakat dalam mengatasi Pengangguran.

1.2 Kondisi Industri


Sektor usaha keripik pisang ini adalah termasuk usaha home industri
dengan jumlah 3 orang. Bidang usaha makanan ringan khususnya disambas
merupakan usaha yang sangat berkembang. Perkembangan bisnis makanan
ringan sangat beraneka ragam. Perkembangan bisnis ini belum bisa dipastikan
karena bisnis ini banyak pesaing.

2
BAB II

ANALISIS KELAYAKAN BISNIS

2.1 Aspek Hukum

A. Aspek Kesesuaian Bisnis dengan Hukum

Dalam rencana pengembangan Bisnis ini di legalkan dalam bentuk CV,


agar kedepannya Bisnis Keripik Pisang ini memiliki kedudukan yang legal
dimata hokum dan memiliki kepercayaan lebih kepada pelanggan.

B. Aspek Kemampuan Memenuhi Perizinan

Usaha makanan ringan “Keripik Pisang” ini untuk memenuhi


perizinan dapat mengajukan surat izin usaha perdagangan (SIUP) dengan
melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan antara lain formulir
permohonan, identitas pemilik, sertifikat tempat usaha NPWP dan masih
banyak lagi yang berhubungan dengan pengajuan perizinan. Adapun
syarat-syarat yang dapat dipenuhi untuk mendapatkan SIUP perseorangan
secara detail ialah:

1. Fotokopi KTP pemilik


2. Fotokopi NPWP (jika ada)
3. Surat keterangan domisili/SITU
4. Neraca perusahaan
5. Materai 6000
6. Stopmap
Sedangkan persyaratan untuk ijin SITU yakni:

1. Copy akta pendirian badan usaha yang dilegalisir PN


2. Copy pendiri badan usaha
3. Copi IMB
4. Surat keterangan sewa/kontrak rumah/bangunan
5. Copy bukti kepemilikan tanah dan bangunan
6. Denah tempat lokasi disahkan kelurahan

3
Semua persyaratan tersebut diserahkan langsung ke instansi
pemerintah yang bersangkutan, setelah itu petugas akan datang langsung
untuk mengecek kecocokan berkas dengan kondisi dilapangan. Dalam hal
ini apabila perusahaan mampu memenuhi semua syarat-syarat tersebut,
maka perusahaan ini dapat memiliki perizinan dalam bidang usaha yang
dijalankan.

C. Analisis Badan Usaha


Badan usaha terdiri dari beberapa macam antara lain perseorangan,
firma, CV, PT, yayasan, koperasi dan lain-lain. Bentuk pelaksanaan usaha
ini adalah badan usaha perseorangan, dimana seluruh modal yang
digunakan yaitu dana pribadi dari pemilik dan wakil pemilik. Dana tersebut
digunakan untuk pembelian biaya operasional selama proses produksi.
Keuntungan dari bentuk badan usaha perorangan adalah dapat menikmati
seluruh keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usaha. Sedangkan
kelemahannya adalah semua bentuk kerugian atau beban usaha harus
menjadi tanggung jawab pemilik perusahaan itu sendiri.

D. Analisis Profil Pemilik


Kepemilikan usaha ini dimiliki oleh satu orang, namun juga
terdapat wakil pemilik. Hal ini dikarenakan adanya gabungan modal yang
berasal dari dana pribadi pemilik dan wakil. Tujuan kami mendirikan usaha
ini yaitu untuk menciptakan peluang usaha baru dengan memanfaatkan
hasil pertanian yang melimpah dan untuk menciptakan lapangan pekerjaan
bagi mahasiswa sebagai pekerjaan sampingan.

E. Kesimpulan Analisis Aspek Hukum


Ketika ingin menjalankan suatu usaha, ada beberapa hal yang perlu
diperhitungkan. Salah satunya yaitu aspek hukum, hal ini dikarenakan agar
adanya pengakuan yang sah di mata hukum, selain itu untuk memberikan
kenyamanan terhadap konsumen yang telah memberikan kepercayaan
terhadap usaha yang kami dirikan. Salah satunya yaitu dengan adanya
pengakuan halal dan keamanan pangan dari pihak pemerintah, maka
konsumen akan lebih percaya dengan apa yang akan kami tawarkan.

4
2.2 Aspek Lingkungan
Lingkungan operasional merupakan lingkungan yang paling dekat dengan
aktivitas perusahaan.

1. Lingkungan Pesaing
Pesaing adalah entitas yang menjual produknya sama, baik berupa barang
atau jasa. Pesaing berpengaruh besar terhadap keberhasilan bisnis yang
akan dijalankan. Perusahaan harus memiliki keunggulan dalam bersaing di
Bisnis yang sama untuk memenangkan persaingan. Dalam usaha bisnis
Keripik pisang tentu terdapat pesaing yang banyak di kawasan bisnis yang
kita jalankan. Kelebihan dari pesaing usaha bisnis yang sama adalah
mereka salah satu sudah dikenali oleh masyarakat setempat. Kekurangan
dari pesaing adalah kurangnya ciri khas yang digunakan pada tempat atau
lokasi mereka.
2. Lingkungan Pelanggan
Pelanggan dapat dijadikan sebagi tolak ukur apakah konsumen
menyukai produk yang dihasilkan, agar konsumen membeli terus-menerus
produk yang dihasilkan. Pelanggan adalah faktor terpenting yang akan
memajukan usaha bisnis. Sasaran pelanggan keripik pisang ini ialah semua
masyarakat.

Dari penjualan yang telah kami lakukan, termasuk banyak orang yang
suka makan makanan ringan, sehingga dapat diprediksi pula bahwa
konsumen yang tertarik untuk mengkonsumsi keripik pisang ini sangat
banyak.

3. Lingkungan Dekat
1. Pesaing
Makanan ringan berbentuk Keripik Pisang bukan merupakan
produk baru, sehingga tidak dipungkiri adanya pesaing dalam industri
pembuatan makanan ringan ini. Proses pada industri makanan ringan
yang masih sederhana dan mudah dipelajari sehingga banyak
pengusaha yang bergerak dalam bidang makanan ringan. Di sambas

5
sendiri banyak sekali pengusaha makanan ringan mulai dari industri
kecil maupun menengah. Akan tetapi „‟Keripik Pisang” ini masih
termasuk produk inovasi karena didaerah sambas khususnya belum ada
pengusaha Martabak manis sehingga produk ini dapat bersaing didunia
perindustrian makanan ringan.

2. Barang substitusi
Barang substitusi dari produk „‟Keripik Pisang‟‟ ini belum ada,
karena saat ini baru kami masih belum menciptakan suatu produk.

3. Kekuatan Pemasok
Kekuatan pemasok saat ini tentunya sangat tinggi, karena pemasok
diambil dari pedagang dipasar tradisional yang terletak tidak jauh dari
tempat produksi sehingga memudahkan kami dalam mengontrol
bahan-bahan yang diperlukan.

4. Kekuatan Pembeli
Pembeli akan membantu keberhasilan usaha bisnis yang dijalankan
Dari pengamatan yang telah dilakukan masyarakat sangat menyukai
makanan ringan yang sehat dan bergizi maka kekuatan pembeli pada
produk yang dihasilkan akan tinggi. Apalagi zaman sekarang
masyarakat sangat menyukai makanan yang cepat saji tetapi tetap
memiliki nilai gizi dan tanpa menggunakan bahan pengawet. Seperti
makan ringan Keripik Pisang ini, bahan yang digunakan tanpa
menggunakan bahan pengawet sehingga aman dikonsumsi untuk
semua kalangan umum hingga aman dikonsumsi untuk semua
kalangan umum hingga aman dikonsumsi untuk semua kalangan
umum hingga aman dikonsumsi untuk semua kalangan umur.

5. Hambatan
Hambatan yang kami alami selama produksi Keripik Pisang ini
yaitu lamanya waktu yang digunakan dalam proses produksi serta
masih minimnya peralatan yang digunakan.

6
4. Lingkungan Jauh
1. Ekonomi
Dari penjualan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa daya
beli atau permintaan masyarakat terhadap produk ini cukup tinggi,
karena produk ini harganya yang terjangkau dan dapat dinikmati oleh
semua masyarakat sehingga berpengaruh terhadap pendapatan. Dari
penjualan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa daya beli atau
permintaan masyarakat terhadap produk ini cukup tinggi, karena
produk ini harganya yang terjangkau dan dapat dinikmati oleh semua
masyarakat sehingga berpengaruh terhadap pendapatan.

2. Sosial dan Budaya


Dilihat dari lingkungan sekitar masyarakat umumnya memiliki
gaya hidup sehat, masyarakat cenderung memilih-milih dalam
mengkonsumsi makanan ringan, mereka lebih memilih makanan yang
sehat dengan harga yang terjangkau. Apalagi sekarang banyak
pedagang yang „‟nakal‟‟ dalam artian menjual produk dengan
menggunakan bahan tambahan seperti pengawet.

3. Teknologi
Peralatan yang digunakan untuk membuat „Keripik Pisang‟
hanyalah peralatan sederhana seperti kompor, tabung gas, panci,
sarbet, spatula, sendok dan minyak goreng, wajan, pisau sebagainya.
Namun dalam mengatur promosi online menggunakan hp sebagai
ajang promosi, pencatatan penjualan dan pembelian juga menggunakan
buku. Walaupun menggunakan peralatan yang sederhana kami mampu
menghasilkan produk yang berkualitas.

5. Kesimpulan Aspek Lingkungan


Lingkungan merupakan salah satu yang berperan penting demi
suksesnya suatu usaha, tidak hanya dari segi lokasi melainkan dari
ketersediaannya yang dapat menunjang proses operasi. Misalnya jarak
antara pembelian bahan baku dan tempat produksi yang mudah didapatkan
serta persaingan yang belum begitu banyak dalam bidang yang sama.

7
2.3 Aspek Pasar dan Pemasaran

a. Analisis Potensi Pasar


Pasar makanan ringan mempunyai potensi sangat besar karena
tingkat konsumsi masyarakat indonesia selalu mengalami peningkatan
pertumbuhan. Disamping itu persaingan bisnis makanan ringan
disekitar sambas sangat ketat menyusul banyaknya pelaku usaha
disektor tersebut. Akan tetapi bisnis Keripik Pisang ini potensi
pasarnya sangat bagus karena didaerah sambas khususnya belum ada
pesaing yang membuat keripik pisang yang besaran lainnya.

b. Analisis pesaing
1. Analisis SWOT
a. Kekuatan (strength)
Kekuatan dari usaha ini yaitu mampu memenuhi perizinan
usaha, memiliki merk produksi, memiliki karyawan yang
profesional dibidangnya, dan produk yang dihasilkan sangat
unik.

b. Kelemahan (weakness)
Kelemahan dari usaha ini yaitu belum diketahui banyak
orang, disamping itu tidak sedikit masyarakat yang lebih
menyukai makanan yang sudah terkenal dan lebih suka
berbelanja dipusat perbelanjaan seperti minimarket dan
supermarket.

c. Peluang (opportunity)
Ancaman dari usaha ini adalah pesaing yang terus
bertambah dengan mutu produk pesaing yang lebih bagus,
misalnya dari segi kemasan karena untuk sementara ini kami
masih menggunakan kemasan yang sedehana.

2. Analisis Market Share


Sebagai perusahaan pertama yang menciptakan produk
inovasi dari terpung terigu yang disebut dengan “Keripik

8
Pisang”, maka dapat dikatakan produk ini mampu menguasai
pangsa pasar yang ditinjau dari tidak adanya persaingan dari
produk yang sama yang ada dipasaran. Tidak adanya produk
yang serupa dipasaran ini diharapkan akan mampu menyerap
pangsa pasar yang sudah ada dan mampu menghasilkan market
share yang menjanjikan hingga bertahun-tahun mendatang.

3. Analisis Strategi Pemasaran untuk Mencapai Market Share


1. STP Marketing
a. Segmentasi
Dalam pembagian konsumen, kami membagi dalam
beberapa segmen yaitu dari segi usia dan jenis kelamin, produk
yang kami hasilkan dapat dikonsumsi oleh anak usia 4 tahun
sampai umur lanjut Usia dengan jenis kelamin laki-laki dan
perempuan serta cocok untuk semua jenis kalangan.

b. Targeting
Target pasar merupakan kunci penting untuk diperhatikan.
Target yang kami tentukan yaitu dapat memproduksi sebanyak
20 pack dalam sehari sehingga dapat menghasilkan keuntungan
yang besar. Jumlah terget pasar tercakup semua kalangan
masyarakat, segala usia umumnya berdomisili di daerah
sambas dan sekitarnya agar pemesanan yang kami terima dapat
diberikan tepat pada waktunya.

c. Positioning
Setelah target sudah ditetapkan, maka dalam membangun
presepsi konsumen agar konsumen tersebut loyal terhadap
produk yang dihasilkan, kami memberikan pelayanan yang
baik dengan mengutamakan kepercayaan konsumen dan
memberikan produk yang berkualitas.

4. Strategi Bauran Pemasaran (Marketing Mix)


a. Produk

9
Produk yang ditawarkan berupa produk inovasi yang terbuat
dari pisang, yaitu „‟Keripik Pisang” yang memiliki rasa yang enak,
dominan gurih dan manis, serta tekstur yang khas, membuat
keripik pisang menjadi jajanan yang paling banyak di buru,
utamanya disiang maupun malam diwaktu santai. Dengan
demikian produk yang dihasilkan memang baik untuk kesehatan
dan mampu menarik minat konsumen untuk membeli.

b. Price (Harga)
Keripik Pisang dijual dengan harga terjangkau yaitu Rp 5000-
per bungkus dengan isi 2gram. Kandungan gizi yang sangat tinggi
pada keripik pisang ini mampu bersaing dengan produk lain yang
serupa.

c. Place (Tempat)
Penentuan lokasi usaha yaitu dirumah sendiri yang berada di
Semata Kecamatan Tangan Kabupaten Sambas dan terletak
didekat jalan raya, sehingga dapat menghemat biaya karena tanpa
menyewa tempat. Dengan pemilihan tempat lokasi usaha yang
strategis dan mudah dijangkau maka dapat mempermudah
penjualan karena konsumen dapat dengan mudah mencari tempat
usaha kami.

d. Promotion (Promosi)
Strategi pemasaran yang kami gunakan ialah dari mulut
kemulut (word of mouth) dan pemasaran lewat online melalui
internet (online marketing) yaitu berupa pengiklanan dimedia
sosial seperti fb, wa, ig dan lain sebagainya.

5. Kesimpulan analisis Aspek Pasar dan Pemasaran


Aspek pasar dan pemasaran sangat berpengaruh terhadap keadaan
dan keberlangsungan suatu usaha kedepannya. Hal ini berhubungan
langsung dengan potensi pasar, persaingan serta target dalam
pencapaian untuk mendapatkan konsumen yang banyak sehingga harus

10
diperhitungkan adanya aspek pasar tersebut. Selain itu dengan
diketahuinya pasar yang jelas maka akan menentukan apakah usaha
tersebut memberikan keuntungan atau kerugian.

2.4 Aspek Teknis dan Teknologi


a. Analisis lokasi bisnis
Mengenai lokasi bisnis yang akan dijalankan, kami memilih lokasi
yang strategis yaitu berada di Sekura, Kecamatan Teluk Keramat
Kabupaten Sambas yang letaknya ditepi jalan raya. Lokasi ini sangat
strategis karena berada pada pusat keramaian dan dilewati oleh setiap
orang karena letaknya berada didekat sekolah sehingga keberadaan usaha
ini sangat mudah diketahui oleh konsumen maupun distributor.

b. Analisis layout pabrik


Penentuan tata ruang usaha “Keripik Pisang” ini masih berupa
home industri. Namun bagian depannya akan kami buat toko tempat
penjualan hasil produksi Keripik Pisang tersebut, sedangkan bagian
belakangnya yaitu tempat proses produksi. Meskipun tidak ada ruang
khusus pada tiap bagian proses produksi namun tata letak proses produksi
kami terapkan sistem HACCP.

11
PARKIR

Gudang peyimpanan
bahan baku
GUDANG
PENYIMPANAN 1

14

RUANG SORTASI

MANAJEMEN
PENIMBANGAN
13
BAHAN BAKU I

PENGEMASAN PENGUPASAN
LABEL
4
12

PENIMBANGAN PENGIRISAN
II
5
11

PEMBUNGKUSAN
PERENDAMA
10
N

RUANG PENYEDAP RUANG PENIRISAN PENGGORENGA


N
9 8
7
12
c. Analisis kesiapan Teknologi

Teknologi yang digunakan dalam kegiatan produksi yaitu masih


menggunakan teknologi yang sederhana seperti peralatan memasak pada
umumnya, mesin pengadukan bahan hanya menggunakan mixer, dan
beberapa peralatan lainnya yang masih sederhana dan manual. Dengan
peralatan yang sederhana tersebut sehingga membuat produksi tidak
maksimal dan banyak menyita waktu terutama pada saat pengadonan dan
memasukkan adonan kedalam casing. Kemudian untuk mencatat alur
penjualan dan pembelian sementara dicatat menggunakan buku yang
sudah digunakan. Sementara itu untuk sistem pemasaran menggunakan
motor sebagai alat transportasi.

d. Kesimpulan Analisis Teknik dan Teknologi


Berdasarkan beberapa analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa
aspek teknis dan teknologi akan semakin menunjang dan mempermudah
dalam kinerja usaha yang akan dijalankan dan juga akan semakin jelas
akan cara kerja yang akan dilakukan dalam proses produksi sehingga
proses produksi semakin terarah.

2.5 Aspek Manajemen dan Sumber Daya Manusia


a. Analisis penjadwalan Proyek
Dalam menjalankan usaha ini dibentuk sebuah penjadwalan agar
kegiatan yang berlangsung sesuai dengan apa yang diharapkan.
Penjadwalan usaha ini yaitu meliputi hari kerja dan jam kerja. Proses
produksi dapat dilakukan setiap hari, selain itu karena sistem
pemasaran Keripik Pisang ini menerima pemesanan maka produksi
dapat dilakukan kapan pun sesuai pemesanan. Namun untuk
penjadwalan secara teratur dilakukan setiap hari, sedangkan jam kerja
dimulai dari pukul 08:30 pagi sampai dengan pukul 22.00 malam WIB.

b. Analisis Kebutuhan Tenaga Kerja


Usaha keripik pisang ini cukup membutuhkan tenaga kerja 3 orang
pekerja saja dari semua bidang mulai dari produksi, pengemasan,

13
sampai penjualan. Dari semua bidang pekerjaan tersebut untuk saat ini
kami sendiri yang menjadi tenaga kerjanya, kami tidak mengambil
karyawan dari luar karena menurut kami usaha ini baru dirilis dan
tidak efektif apabila menggunakan tenaga kerja dari luar.

c. Analisis Kemampuan Memenuhi Kebutuhan Tenaga Kerja


Berhubungan dengan analisis kebutuhan kerja yang hanya
membutuhkan karyawan produksi, pengemasan dan pelayanan, maka
tenaga kerja yang digunakan cukup hanya bertiga yang ahli dalam
bidangnya, sehingga perusahaan mampu memenuhi kebutuhan tenaga
kerja.

d. Analisis Rencana Struktur Organisasi


Dikarenakan usaha kami jalankan hanya terdiri dari 3 orang maka
kami terjun langsung sebagai pihak pimpinan/pemilik, sebagai wakil
pemilik, sebagai penanggung jawab keuangan dan pemasaran serta
penanggung jawab bidang produksi. Adapun rencana struktur
organisasinya yaitu sebagai berikut :

PEMILIK

MUNAWIR

Manager Karyawan

Ucal

14
e. Kesimpulan kelayakan aspek Manjamenen dan sumber daya
manusia
Jadi aspek manajemen dan sumber daya ini merupakan suatu
disiplin yang utamanya mengaplikasikan dalam perencanaan dan
menyusun sistem pemrosesan dalam serangkaian langkah-langkah
yang tersusun secara sistematis dan terstandarisasi yang terangkum
dalam aplikasi perencanaan.

2.6 Aspek Keuangan

Analisis aspek keuangan merupakan aspek yang digunakan untuk menilai


keuangan perusahaan secara keseluruhan dan merupakan salah satu aspek yang
sangat penting untuk diteliti kelayakannya. Penilian aspek keuangan meliputi
penilaian biaya – biaya apa saja dan seberapa biaya tersebut dikeluarkan. Mudal
untuk usaha “KERIPIK PISANG” ini plus biaya operasional adalah sebagai
berikut:

1. Kebutuhan dana suatu barang

Jumlah
No Nama barang Harga satuan Harga total
barang
1 Kompor 2 buah 400.000/buah 800.000
2 Tabung gas 2 buah 200.000/buah 400.000
3 Pisau 2 buah 50.000/buah 100.000
4 Wajan 2 buah 35.000/buah 70.000
5 Baskom 2 buah 25.000/buah 50.000
6 Pengiris Pisang 2 buah 25.000/buah 50.000
8 Siler 1 buah 250.000/buah 250.000
9 Nyiru 2 buah 50.000/buah 100.000
10 Spatula 2 buah 25.000/buah 50.000
Total Rp 1.870.000

2. Analisis kebutuhan modal

15
Analisis kebutuhan modal kerja yang dibutuhkan yaitu untuk biaya
operasional, biaya perlengkapan pendukung dan biaya lain-lain, sehingga
membutuhkan modal kerja kurang lebih Rp 100.000,-.

3. Analisis biaya operasi


Biaya operasional Keripik Pisang perhari:

No Nama barang Jumlah barang Harga satuan Harga total

1 Gula Pasir 1 kg 12.000/kg 12.000

2 Balado ½ kg 25.000/kg 25.000

3 Pisang 10 kg 3.000/kg 30.000

4 Garam 1 bugkus 2.000/bks 2.000

5 Cabe siap saji 1 ons 10.000/kg 10.000

Total 79.000

Biaya perlengkapan pendukung operasional :

No Nama barang Jumlah barang Harga satuan Harga total

1 Plastik kemasan 1 bungkus 8.000/bks 8.000

2 Gas 2 tabung 25.000/3kg 50.000

Total 58.000

Jadi total biaya operasional “Keripik Pisang” perharinya yaitu Rp 79.000.


Untuk satu bulan maka total biaya produksinya Rp 79.000 x 30 Rp
2.370.000. Kemudian untuk total produksi dalam satu tahun yaitu Rp
2.370.000,- x 12 Rp 28.440.000,-.
4. Analisis struktur pemodalan
Modal yang dikeluarkan semua berasal dari modal pribadi, yaitu
gabungan antara pemilik. Beberapa peralatan dibeli setelah produk sudah
terjual, sehingga modal yang digunakan pertama kali hanya untuk

16
membeli bahan habis pakai. Dimana dana tersebut digunakan untuk biaya
operasional dan biaya pendukung perlengkapan sebagai pendukung proses
produksi.

5. Analisis Rasio Kelayakan Keuangan

Penyusutan:

Pendapatan Rp 54.000.000

Biaya Rp 28.440.000

Penyusutan Rp 935.000

Laba sebelum pajak (EBT) Rp 24.625.000

Pajak 20% Rp 4.925.000 -

Laba setelah pajak (EAT) Rp 19.700.000

1. Average Rate of Return (ARR)


ARR =

ARR

= 1.053,47% Layak

2. Payback Period (pp)

= 0,091 Tahun = 1 Bulan 27 hari

Layak

Proceds = EAT + Penyusutan

= 19.700.000 + 1.870.000 = 20.635.000

17
3 .Net Present Value (NPV)
PV = n:2; i=15%

NPV = pv . proseds – Investasi


= (1,626 x 20.635.000) – 1.870.000
= 33.552.510 – 1.870.000
= 31.682.510 Layak
4. Profitabilitas Indeks (PI)

= 17,94

5. Avera Rate of Return (ARR)

Layak

1. Kesimpulan analisis Keuangan


Aspek keuangan merupakan aspek yang sangat krusial demi
terciptanya usaha yang akan didirikan, baik dari segi permodalan dan
segi pendanaan yang akan dikeluarkan demi lancarnya usaha.
2.7 Aspek Amdal
Limbah yang dihasilkan sosis terdiri dari 2 jenis, yaitu limbah cair dan
limbah padat.
a. Limbah padat
Limbah padat terdiri dari bahan plastik sisa pengemasan yang
langsung dibuang ke tempat sampah maupun langsung dibakar. Limbah
padat lainnya adalah seperti kulit pisang dan plastik yang langsung dibuang
ke tempat sampah sementara.

b. Limbah cair
Limbah cair yang dihasilkan yaitu air buangan komersial seperti
toilet, dapur dan air pencucian pisang. Limbah yang berasal dari air
buangan komersial dibuang langsung melalui saluran pembuangan karena

18
tidak dianggap berbahaya dan volume yang dihasilkan setiap harinya juga
sedikit.

Tujuan secara umum AMDAL adalah menjaga dan meningkatkan


kualitas lingkungan serta menekan pencemaran sehingga dampak negatifnya
menjadi serendah mungkin. Dengan demikian AMDAL diperlukan bagi proses
pengambilan keputusan tentang pelaksaan rencana kegiatan yang mempunyai
dampak tehadap lingkungan hidup.

19
BAB III

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

3.1 Kesimpulan
Didalam suatu usaha ada macam-macam aspek yang dibutuhkan agar
usaha atau bisnis dapat menghasilkan laba. Dengan memperhitungkan
prosedur dan menganalisis beberapa aspek akan mampu memperkirakan
apakah usaha tersebut layak untuk dijalankan dan akan menghasilkan banyak
keuntungan. Dari segi aspek hukum Keripik Pisang ini tentunya sesuai dengan
hukum karena tidak menggunakan bahan yang berbahaya pada dasarnya,
mampu memenuhi perizinan, serta badan usaha yang didirikan sesuai dengan
kondisi perekonomian perusahaan dan pemilik usaha berkompeten dalam
bidangnya. Kemudian dari segi analisis lingkungan, aspek lingkungan mulai
dari operasional, lingkungan dekat dan lingkungan jauh usaha ini sangat
berpotensi untuk dijalankan karena hambatan-hambatan yang dilalui relatif
sedikit. Dari segi analisis pasar dan pemasaran, mulai dari potensi pasar,
persaingan, market share dan strategi pemasaran, usaha ini mampu menguasai
pangsa pasar karena melihat peluang pasar yang cukup besar. Disamping itu,
ajang promosi yang dilakukan melalui media online membuat produk ini
mampu mencapai sasaran yang luas. Kemudian pada analisis teknis dan
teknologi, ditinjau dari lokasi bisnis yaitu posisi tempat produksi yang
strategis sehingga mudah untuk ditemukan, luas produksi produk ini masih
dalam sistem bertahap yang dimulai dari tahun pertama denganproduksi yang
masih relatif sedikit yang kemudian akan dilanjutkan pada tahun kedua
dengan penambahan jumlah produksi, layout pabrik dirancang secara bertahap
agar proses produksi dapat berjalan secara bertahap tanpa adanya simpang siur
dan kesiapan teknologi, meskipun teknologi yang digunakan masih tergolong
sederhana, namun perusahaan akan memproduksi sesuai target yang sudah
direncanakan. Dalam segi analisis manajemen dan sumber daya manusia,
penjadwalan proyek, kebutuhan tenaga kerja, kemampuan memenuhi

20
kebutuhan tenaga kerja, dan rencana struktur organisasi pada perusahaan ini
berjalan dengan sistematis dan dengan struktur organisasi yang jelas.

Aspek keuangan yaitu berpengaruh terhadap pendanaan, permodalan


serta arus keluar masuknya uang yang terdapat disuatu usaha.

3.2 Rekomendasi
Rekomendasi dari laporan studi kelayakan bisnis “Keripik Pisang” ini
adalah sangat layak untuk dilanjutkan dengan menambah keuntungan dan
tenaga kerja yang memungkinkan dalam proses produksi.

21
DAFTAR PUSTAKA

Astuti., W. V. Yuli. 2015. Laporan Study Kelayakan Bisnis Makanan Ringan.


Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kudus.

Emawati. 2007. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Dalam


Pengelolaan Sampah Kota (Studi Akses Masyarakat dalam AMDAL di
Lokasi TPA Ngronggo Salatiga). Skripsi UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta.

Nurcahyo., D. Febry. 2011. Analisis Kelayakan Bisnis ( Studi Kasus PT. Pemuda
Mandiri Sejahtera). Skripsi Universitas Indonesia.

Sari., Yurika. 2015. Studi Kelayakan Bisnis Ruma Mie.

Situmorang., S. Helmi. 2007. Analisis Kelayakan Bisnis. USU Press; Medan.

Sulastri., Lilis. 2016. Study Kelayakan Bisnis untuk Wirausaha. LGM – Lagood‟s
Publishing.

Sulistyowati. 2006. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Dalam


Pengelolaan Sampah Kota (Studi Akses Masyarakat dalam AMDAL di
Lokasi TPA Ngronggo Salatiga). Tesis Universitas Muhammdadiyah
Surakarta.

22