Anda di halaman 1dari 6

TUGAS SOAL-SOAL TINJAUAN DAN DISKUSI

Nama : Merza Proleta A’yuni


NIM : 20180410347
Kelas : H/2018
Mata Kuliah : Manajemen dan Bisnis
Fakultas/Prodi : Ekonomi dan Bisnis/Manjemen

2-1. Mengapa pengambilan keputusan seringkali digambarkan sebagai


inti pekerjaan manajer?
Karena sesuai dengan perannya,manajer bertanggung jawab terhadap
bawahannya.Pengambilan keputusan seringkali digambarkan sebagai
pekerjaan inti seorang manajer karena dengan keputusan yang diambil
oleh manajer dapat menentukan jalannya sebuah organisasi
tersebut.Baik buruknya keputusan akan mempengaruhi dalam
pencapaian tujuan.
2-2. Jelaskan 8 langkah dalam proses pengambilan keputusan.
1. Mengidentifikasi suatu masalah
Sebuah hal yang membuat pencapaian tujuan atau sasaran yang
diinginkan menjadi sulit adalah masalah.Yang menjadi tantangan
bagi seorang manajer adalah harus dapat membedakan antara
masalah dan gejala masalah.Suatu persoalan yang di anggap
sebagai masalah kadang bukan masalah bagi manajer
lainnya.Karena masalah adalah suatu hal yang bersifat subjektif
maka sangantlah penting mengatasi masalah secara efektif
meskipun tidak mudah.
2. Mengidentifikasi kriteria keputusan
Setelah mengidentifikasi masalah,langkah selanjutnya adalah
mengidentifikasi kriteria keputusan.Terkait apa saja yang penting
atau relevan dalam memecahkan suatu masalah.Seorang manajer
yang baik tentu akan berhati-hati dalam mengambil
keputusan,apakah sudah tepat dengan masalah yang dihadapi atau
tidak.Sehingga tidak salah jalan dan tidak berpotensi menimbulkan
masalah baru.
3. Mengalokasi bobot pada kriteria
Jika kriteria keputusan yang relevan tidak sama arti
pentingnya,pengambilan keputusan harus memberi bobot pada
masing-masing kriteria agar dapat memberi prioritas yang tepat
dalam hal membuat keputusan.Dengan memberikan bobot pada
setiap kriteria maka kita dapat menganilisis manakah kriteria yang
paling penting dan sangat berpengaruh terhadap keputusan yang
akan dibuat nanti.
4. Mengembangkan alternatif
Pengambil keputusan harus menyusun daftar alternatif yang dapat
memecahkan masalah.Mengambil keputusan secara kreatif,dengan
cara alternatif hanya didaftar,tidak dievaluasi.Dengan kata
lain,memperkirakan segala hal yang mungkin saja terjadi
kemudian membuat daftar altenatifnya.
5. Menganalisis alternatif
Setelah mengidentifikasi alternatif,selanjutnya melakukan analisa
terhadap alternatif yang telah dibuat dengan mengevaluasi setiap
kemungkinan yang terjadi.Langkah ini juga tidak selalu
digunakan,jika suatu alternatif memiliki skor tertinggi pada setiap
kriteria karena sudah jelas menjadi piliha utama.
6. Memilih sebuah alternatif
Jika sudah menemukan alternatif dengan bobot tertinggi sesuai
dengan kriteria yang dibuat,selanjutnya memilih alternatif yang
terbaik atau yang menghasilkan total tertinggi.
7. Mengimplementasikan alternatif
Alternatif terbaik sudah ditentukan,selanjutnya adalah
mengimplementasikannya.Keputusan yang dibuat harus di
realisasikan dalam tindakannyata dengan memberlakukan kepada
mereka yang tepengaruhdan membuat mereka berkomitmen
terhadapnya.Manajer harus melakukan penilaian ulang untuk
setiap perubahan lingkungan,terutama dengan keputusan jangka
panjang.
8. Mengevaluasi efektivitas keputusan
Langkah terakhir dalam proses pengambilan keputusan melibatkan
evaluasi hasil keputusan untuk melihat apakah masalahnya telah
terpecahkan.Jika didapati masalah belum juga dapat
terselasaikan,maka seorang manajer harus menoleh kembali ke
belakang terkait langkah-langkah yang dilakukan
sebelumnya.Apakah terdapat kekeliruan?,dimanakah letak
kesalahannya?,kemudian bila perlu mengulang semua langkah-
langkah sebelumnya.
2-3. Bandingkan dan kontraskan 4 cara manajer mengambil keputusan.
Asumsi rasional memiliki masalah yang jelas dan tidak ambigu,satu
tujuan yang terdefinisi dengan baik untuk dicapai,semua alternatif dan
konsekuensi diketahui,dan pilihan akhir akan memaksimalkan payoff.
Rasionalitas terikat menyatakan bahwa manajer membuat keputusan
yang rasional tetapi terbatas oleh kemampuannya untuk memproses
informasi.Pengambil keputusan akan merasa puas apabila mereka
menerima solusi yang cukup baik.Eskalasi komitmen terjadi apabila
manajer meningkatkan komitmen terhadap suatu keputusan walaupun
terbukti bahwa hal itu mungkin merupakan keputusan yang salah.
Pengambilan keputusan Intuitif adalah mengambil keputusan
berdasarkan pengalaman,perasan, dan akumulasi penilaian atau
pertimbangan.
Dengan menggunakan Manajemen berdasarkan bukti,manajer
mengambil keputusan berdasarkan bukti terbaik yang tersedia.
2-4. Jelaskan 2 tipe masalah dan keputusan.Kontraskan ketiga kondisi
pengambilan keputusan.
Tipe masalah dan pengambilan keputusan:
1. Masalah yang terstruktur dan keputusan yang terprogram
Masalah yang terstruktur maksudnya adalah masalah yang bersifat
rutin atau sering muncul sehingga solusi yang digunakan telah
terjawab atau tersedia sebelumnya.Dalam hal ini pengambilan
keputusan akan lebih mudah karena sebelumnya pernah
menghadapi masalah yang sama.Keputusan yang digunakan untuk
memecahkan masalah juga telah terprogram,yaitu keputusan
berulang yang dapat ditangani dengan menggunakan pendekatan
rutin atau kebiasaan
2. Masalah tak terstruktur dan keputusan tak terprogram
Masalah tak terstruktur cenderung adalah masalah yang jarang
terjadi atau sama sekali belum pernah muncul,tidak pernah
terpikirkan sebelumnya sehingga keputusan yang diambil untuk
menyelesaikan masalah tak terstruktur ini juga tak
terprogram.Akan membutuhkan waktu lama dalam pengambilan
keputusan,agar benar-benar mendapatkan keputusan terbaik untuk
menyelesaikan masalah yang muncul secara spontan.
Kondisi pengambilan keputusan:
1. Kepastian
Suatu situasi ideal untuk membuat keputusan,dimana manajer
dapat membuat keputusan yang akurat karena hasil dari setiap
alternatif sudah diketahui.
2. Risiko
Kondisi dimana manajer dapat mengestimasikan atau
memperkirakan kemungkinan hasil yang pasti.Namun hal ini
bisa menimbulkan banyak risiko,berhasil atau tidaknya sebuah
keputusan yang diambil.Secara umum kondisi ini masih
diambang pemikiran dan perkiraan semata.
3. Ketidakpastian
Situasi diamana pengambil keputusan tidak mempunyai
kepastian maupun estimasi probabilitas yang masuk akal.Dalam
kondisi tersebut,pilihan alternatif dipengaruhi oleh terbatasnya
informasi yang tersedia dan orientasi psikologi dari pengambil
keputusan.
2-5. Apakah anda menyebut diri anda sendiri pemikir linear atau
nonlinear? Apa implikasinya terhadap pengambilan keputusan? Apakah
implikasinya bagi pemilih jenis organisasi dimana anda hendak bekerja?
Saya menyebut diri saya sebagai pemikir nonlinear,karena dengan
pemikiran nonlinear maka pemilihan dimana tempat kerja yang
diinginkan akan lebih baik.Karena semua sesuai dengan perasaan,jika
kita menyukai tempat kerja kita maka apa yang kita kerjaan akan terasa
ringan dan menyenangkan.

2-6. “Apabila manajer semakin sering menggunakan komputer dan


perangkat lunak,mereka akan lebih mampu membuat keputusan yang
rasional”. Apakah anda setuju dengan pernyataan ini? Mengapa?
Saya setuju,karena dengan menggunakan komputer atau perangkat lunak
maka seorang manajer akan lebih mudah dalam melakukan
pekerjaannya.Seperti mengakses data-data perusahaan dengan mudah
melalui komputer sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat dan
rasional,tentunya lebih efektif dan efesien waktu dan tenaga.
2-7. Bagaimana manajer dapat memadukan pedoman untuk mengambil
keputusan yang efektif di dunia yang dewasa ini dengan model
pengambilan keputusan? Rasionalitas dan rasionalitas terikat? Atau
dapatkah manajer tidak melakukan ini? Jelaskan.
Seorang manajer dapat saja mengambil keputusan sesuai dengan fakta
yang ada atau terjadi dalam perusahaannya.Ada manajer yang memilih
mengambil keputusan sesuai dengan logika atau secara rasional,namun
ada pula beberapa manajer yang memilih untuk mengambil keputusan
sesuai dengan insting atau intuitas.Karena setiap organisasi atau
perusahaan itu memiliki perbedaan karakteristik.Jadi manajer pun harus
pandai menyesuaikan metode pengambilan keputusan yang sesuai.
2-8. Apakah ada perbedaan antara keputusan yang salah dengan
keputusan yang buruk? Mengapa manajer yang baik kadang kala
membuat keputusan yang salah? Keputusan yang buruk? Bagaimana
manajer dapat meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan?
Tidak ada perbedaan antara keputusan yang salah dengan keputusan
yang buruk.Keduanya akan sama-sama mempengaruhi jalannya sebuah
rencana dalam organisasi.Seorang manajer bisa saja mengambil
keputusan yang salah/buruk.Semua tergantung dari pengalaman dalam
pengambilan keputusan,intuisi yang baik,serta respon dari lingkungan
sekitarnya,karena semua itu hanya sebuah perkiraan yang belum dapat
dipastikan hasilnya.Seorang manajer akan dapat meningkatkan
keterampilan dalam mengambil keputusan dengan belajar dari
pengalaman dan saran dari sekitarnya.