Anda di halaman 1dari 3

Pertanyaan Tinjauan dan Analisis

Nama : Merza Proleta A’yuni


NIM : 20180420347
Kelas :H
Mata Kuliah : Manajemen dan Bisnis

JAWABAN
1. Mengapa penting bagi suatu organisasi untuk memiliki definisi yang jelas tentang
keragaman?
Keragaman dalam organisasi merupakan suatu hal yang sangat penting saat ini. Dengan
keragaman,suatu organisasi dapat meningkatkan efektifitasnya,dengan adanya keragaman
pula suatu organisasi dapat memperoleh berbagai pandangan,kemampuan,dan berbagai
hal untuk mengatasi permasalahan organisasi atau perusahaan.Keragaman dalam
organisasi bukanlah sekadar beragam dalam umur,suku,atau kemampuan.
2. Bedakan antara keragaman tingkat permukaan dan keragaman tingkat
dalam.Mengapa penting untuk memahami perbedaan di antara keduanya?
 Keragaman tingkat permukaan yaitu perbedaan dalam karakteristik yang dapat
secara mudah dimaknai dan dirasakan,misalnya gender,ras,suku, umur,atau
disabilitas,yang tidak selalu mencerminkan bagaimana orang berpikir atau
merasa, tapi dapat menimbulkan suatu stereotipe tertentu.
 Keragaman tingkat dalam yaitu perbedaan dalam nilai, kepribadian, dan
keinginan kerja yang dapat menjadi semakin penting dalam penentuan
kesamaan,sebagaimana orang mengenal satu sama lain dengan lebih baik.
Pentingnya memahami perbedaan anara keduanya karena seiring dengan
perubahan waktu keragaman tingkat permukaan semakin dikesampingkan karena
hubungan antara sesama yang semakin baik.Asumsi seseorang yang timbul dari
kontak mata dapat sewaktu-waktu berubah jika seseorang telah lebih saling
mengenal.Sehingga keragaman tingkat dalam menjadi lebih unggul dan lebih
penting.
3. Apa tren-tren utama di dalam populasi yang berubah di AS dan dunia?
Tren utama di dalam populasi yang berubah di AS dan dunia adalah perubahan tempat
kerja yang meliputi peningkatan dari total populasi;komponen populasi yang
berubah,terutama kaitannya dengan kelompok ras/etnis;dan populasi yang
menua.Perubahan yang paling penting dalam populasi global meliputi total populasi
dunia dan penuaan dari populasi itu.
4. Bedakan antara ras dan etnisitas.
 Ras sebagai warisan biologis (termasuk karakteristik fisik seperti warna kulit
seseorang dan sifat-sifat yang terkait) yang digunakan orang untuk
mengidentifikasi diri. Kebanyakan orang mengidentifikasi diri mereka sebagai
bagian dari kelompok ras. Klasifikasi ras tersebut merupakan bagian integral dari
lingkungan budaya, sosial, dan hukum suatu negara.
 Etnis berkaitan dengan ras, tetapi mengacu pada ciri-ciri social seperti latar
belakang budaya seseorang atau kesetiaan yang dimiliki oleh suatu populasi
manusia
5. Tantangan-tantangan apa yang dihadapi manajer dalam membuat akomodasi dan
lingkungan yang aman bagi karyawan?
 Bias pribadi
a) Bias adalah kecendrungan atau prefensi terhadap perspektif atau ideology
tertentu.
b) Prasangka adalah kepercayaan,opini atau penilaian yang sudah terbentuk
terhadap seseorang atau sekelompok orang.
c) Stereotip adalah menilai seseorang atas dasar persepsi pribadi tentang
kelompok orang itu.
d) Diskriminasi adalah ketika seseorang menindak lanjuti sikap prasangka
mereka terhadap orang yang menjadi sasaran prasangka itu.
 Langit-langit kaca,istilah yang pertama kali digunakan dalam sebuah artikel Wall
Street Journal, mengacu pada penghalang tak terlihat yang memisahkan
perempuan dan minoritas dari posisi manajemen puncak. Gagasan tentang "langit-
langit" berarti bahwa ada sesuatu yang menghalangi gerakan ke atas dan ide dari
"kaca" adalah bahwa apa pun yang menghalanginya tidak terlihat. Penelitian
mengenai langit-langit kaca telah mengidentifikasi adanya praktek-praktek
organisasi dan bias antarpribadi yang telah memblokir kemajuan perempuan.
6. Jelaskan hubungan antara bias,prasangka,sterotip,dan deskriminasi.
Bias adalah istilah yang menggambarkan kecenderungan atau preferensi terhadap
perspektif tertentu atau ideologi. Ini umumnya dilihat sebagai perspektif "satu sisi". Bias
pribadi kita menyebabkan kita memiliki pendapat yang terbentuk sebelumnya tentang
orang atau benda. Pendapat prasangka tersebut dapat membuat segala macam keputusan
dan sikap tidak akurat. Mari kita lihat bagaimana bias pribadi kita mempengaruhi cara
kita melihat dan merespon keberagaman.Salah satu hasil dari bias pribadi kita bisa
menjadi prasangka yakni keyakinan yang terbentuk sebelumnya, pendapat, atau penilaian
terhadap seseorang atau sekelompok orang. Prasangka kita dapat didasarkan pada semua
jenis keberagaman yang kita bahas: ras, jenis kelamin, etnis, usia, kecacatan, agama,
orientasi seksual, atau bahkan karakteristik pribadi lainnya. Faktor utama dalam
prasangka adalah stereotip,yang menilai seseorang berdasarkan persepsi seseorang
tentang sebuah kelompok dimana orang itu tergabung didalamnya. Misalnya, "orang-
orang yang menikah adalah karyawan lebih stabil daripada orang-orang single" adalah
contoh dari stereotip. Perlu diingat, meskipun, bahwa tidak semua stereotip tidak akurat.
Misalnya, meminta seseorang ahli akuntansi tentang masalah penganggaran akan menjadi
asumsi dan tindakan yang tepat. Namun, banyak stereotip orang berambut merah
memiliki temperamen yang buruk, pengemudi yang tua adalah yang paling berbahaya,
ibu yang bekerja tidak memiliki berkomitmen untuk karir mereka seperti yang dimiliki
pria dan sebagainya - tidak faktual, dan mendistorsi penilaian kita.Prasangka dan
stereotip dapat menyebabkan seseorang memperlakukan orang lain yang menjadi anggota
kelompok tertentu tidak merata. Itulah yang kita sebut diskriminasi,yaitu ketika seseorang
bertindak sesuai dengan sikap dari prasangka mereka terhadap orang-orang yang menjadi
sasaran prasangka mereka secara merugikan.Diskriminasi, baik disengaja atau tidak,
dapat menyebabkan konsekuensi negatif yang serius bagi pengusaha. Tapi itu bukan
hanya potensi kerugian keuangan yang dihadapi organisasi dan manajer terhadap
tindakan-tindakan diskriminatif. Potensi kerugian lain seperti berkurangnya produktivitas
karyawan, konflik antar pribadi yang negatif dan mengganggu, peningkatan pengunduran
diri karyawan, dan iklim keseluruhan negatif yang dapat menyebabkan masalah serius
bagi manajer. Bahkan jika sebuah organisasi tidak pernah memiliki gugatan diskriminasi,
manajer perlu secara agresif bekerja untuk menghilangkan diskriminasi yang tidak adil.
7. Hukum federal AS mana yang penting bagi inisiatif keragaman tempat kerja?
1) Equal Pay Act
2) Civil Rights Act,Title VII
3) Age Discrimination in Employment Act
4) Pregnancy Discrimination Act
5) Mandatory Retirement Act
6) American with Disabilities Act
7) Civil Rights Act of 1991
8) Family and Medical Leave Act
9) Lilly Ledbetter Fair Pay Act
8. Mengapa menurut anda langit-langit kaca telah terbukti sebagai halangan bagi
perempuan dan minoritas?
Dengan adanya data dan fakta mengenai perkembangan posisi kepemimpinan wanita dan
kaum minoritas, menerima perempuan sebagai seorang pemimpin bukanlah perkara yang
mudah. Adanya konstruksi sosial yang terbentuk dari sebuah realitas bahwa perempuan
dan kaum minoritas memiliki aspirasi untuk menjadi pemimpin di dalam sektor publik,
bisnis, dan politik seringkali di alami dan harus menerima kenyataan :’look like a lady’
versus ‘act like a man’. Ini mendukung asumsi adanya Glass ceiling bagi perempuan
untuk meniti posisi kepemimpinan dalam manajemen sebuah organisasi.