Anda di halaman 1dari 16

Nama : Yusnita Anggreni

NIM : BCA 117 037

Kelas : A/Akuntansi

Mata kuliah : Akuntansi Perpajakan

Dosen Penagampu : Maureen Marsenne, SE., M.Ak

Jawaban Latihan Bab 6 (hal. 107-110)

1. Nilai impor adalah nilai berupa uang yang menjadi dasar penghitungan bea masuk
ditambah pungutan lainnya yang dikenakan pajak berdasarkan ketentuan perundang-
undangan pabean untuk impor Barang Kena Pajak, tidak termasuk PPN yang dipungut
menurut Undang-Undang PPN.
2. Kebijakan tarif PPh Pasal 22
a) Atas impor, jika menggunakan API (Angka Pengenal Importir) maka tarifnya 2,5% x
nilai impor. Sedangkan non API tarifnya 7,5% x nilai impor dan untuk impor yang
tidak dikuasai tarifnya menjadi 7,5% x nilai impor.
b) Atas pembelian barang, tarifnya 1,5% x harga pembelian.
c) Atas penjualan hasil produksi, untuk semen 0,25% x DPP PPN, kertas 0,1% x DPP
PPN, produk baja 0,3% x DPP PPN produk otomotif 0,45% x DPP PPN.
d) Atas pembelian bahan industri, tarifnya 0,25 % x harga pembelian.
e) Atas impor kedelai, gandum dan tepung terigu, terifnya 0,5 x nilai impor.
3. Kewajiban pajak atas sewa yang saya ketahui dan yang sering saya dengar adalah Pajak
Bumi dan Bangunan adalah pajak yang dipungut atas tanah dan bangunan karena
adanya keuntungan dan/atau kedudukan sosial ekonomi yang lebih baik bagi orang atau
badan yang mempunyai suatu hak atasnya atau memperoleh manfaat dari padanya.
Dengan berlakunya undang-undang nomor 28 tahun 2007 tentang pajak dan Retribusi
Daerah maka kewenangan pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan sektor Pedesaan dan
Perkotaan (PBB P2) telah diserahkan ke pemerintah kabupaten/kota. Wajib pajak PBB
adalah orang pribadi atau badan yang memiliki hak dan/atau memperoleh manfaat atas
tanah dan/atau memiliki, menguasai, dan/atau memperoleh manfaat atas bangunan.
Wajib pajak memiliki kewajiban membayar PBB yang terutang setiap tahunnya. PBB
harus dilunasi paling lambat 6 (enam) bulan sejak tanggal diterimanya SPPT oleh wajib
pajak.
4. Harga mesin =US$800.000 Kurs=US$1.00=Rp.8.500
Asuransi =US$ 50.000
Ongkos kirim =US$ 10.000 +
US$860.000
a) CIF (Cost,Insurance,Freight) dalam rupiah = US $860.000 x Rp.8.500
= Rp.7.310.000.000
b) Harga (US$)=800.000, harga (Rp) = 800.000 × 8500
= Rp.6.800.000.000

Pungutan dipelabuhan = US$5.000, = 5.000×8500


= Rp.42.500.000
Nilai Impor = CIF+Bea Masuk+Pungutan LainMasuk+Pungutan Lain
=Rp.7.310.000.000(30%xRp.6.800.000.000)+Rp.42.500.000
=Rp.7.310.000.000xRp.2.040.000.000xRp.42.500.00
=Rp.9.392.500.000
c) PPh Pasal 22 Impor =2,5%xnilai impor
=2,5%xrp.9.392.000.000
=Rp.234.812.500
d) Harga Perolehan
 harga mesin =Rp.6.800.000.000
 Ongkos angkut =Rp 8.500.000 (1.000×8.500) .
 biaya pemasangan =Rp.34.000.000 (4.000×8.500)
 PPN(10%xnilai mpor) =Rp. 939.250.000 +
Rp.7.781.750.000
e) Jurnal Transaksi Pembelian Impor:
mesin Rp.7.781.750.000
uang muka PPh pasal 22 impor Rp.234.812.500
kas/bank Rp.8.016.562.500
Jurna penjualan :
kas Rp.9.338.100.000
penjualan Rp.9.338.100.000
(hargajual=120%xRp.7.781.750.000=Rp.9.338.100.000)
5. Pembelian 2 mobil impor dengan harga faktur $10.000, Nilai kurs $1.=Rp.10.103
= 2 x 10.000 x10.103=Rp.202.060.000
Jurnal:
kendaraan Rp. 202.060.000
kas Rp. 202.060.000
Keterangan :
Perhitungan penyusutan untuk Akuntansi:
Rp.202.060.000 × 10 tahun = Rp.20.060.000
Perhitungan untuk pajak:
Rp.202.060.000 × 8 tahun = Rp.25.257.000
6. a) Jurnal atas pembayaran bunga pinjaman oleh PT.BONBON
beban bunga Rp.50.000.000
utang PPh pasal 23(15%) Rp.7.500.000(15%xRp.50.000.000)
kas/bank Rp.42.500.000

jurnal untuk bank :


kas/bank Rp.42.500.000
PPh pasal 23 dibayar dimuka Rp.7.500.000
beban bunga Rp.50.000.000
b) Jurnal pembayaran fee kepada KAP oleh PT.BONBON
fee Rp.20.580.000
utang PPh pasal 23(2%) Rp.420.000
kas/bank Rp.21.000.000
jurnal untuk KAP:
kas/bank Rp.20.580.000
PPh pasal 23 dibayar dimuka Rp.420.000
pendapatan jasa Rp.21.000.000
c) Jurnal penagihan atas penjualan tekstil oleh PT.BONBON
kas/bank Rp.70.000.000
piutang Rp.70.000.000
d) Jurnal pembayaran bunga pinjaman kepada Tn.Herman oleh PT.BONBON:
beban bunga Rp.5.000.000
utang PPh pasal 23 (15% ) Rp.750.000
kas/bank Rp.4.250.000
Jurnal untuk Tn.Herman:
kas/bank Rp.4.250.000
PPh pasal 23 dibayar dimuka Rp.750.000
beban bunga Rp.5.000.000
e) Jurnal untuk pembayaran tagihan katering oleh PT.BONBON:
jasa katering Rp.980.000
utang PPh 23(2%) Rp.20.000
kas/bank Rp.1.000.000
kas/bank Rp.980.000
PPh pasal 23 dibayar dimuka Rp.20.000
jasa katering Rp.1.000.000

7. a) 11.000 x 8.670 = Rp95.370.000


PPh 22 yaitu 22,5 % x 95.370.000 = Rp 2.384.250
Jurnal untuk PT. Queen :
Persediaan suku cadang Rp 95.370.000
PPN masukan Rp 9.537.000
PPh 22 dibayar dimuka Rp 2.384.250
Kas/Bank Rp117.291.250

Jurnal untuk Jerman ;

Kas/Bank Rp117.291.250
PPN keluaran Rp 9.537.000
Utang PPh 22 Rp 2.384.250
Penjualan Rp 95.370.000

b) Jurnal untuk PT. Queen ;

Utang Rp300.000
Jasa service Rp 73.500
Utang PPh 23 Rp 1.500
Kas/Bank Rp375.000
Jurnal untuk PT. Siaga ;

Kas/Bank Rp373.500

PPh 23 dibayar dimuka Rp 1.500


Piutang Rp300.000
Pendapatan jasa Rp 75.000

c) Jurnal PT. Queen ;

Utang Rp500.000
Jasa katering Rp196.000
Utang PPh 23 Rp 4.000
Kas/Bank Rp700.000

Jurnal untuk Enak Tenan ;

Kas/Bank Rp696.000
PPh 23 dibayar dimuka Rp 4.000
Piutang Rp500.000
Pendapatan jasa Rp200.000

d) Jurnal PT. Queen ;

Beban bunga Rp5.000.000


Utang PPh 23 Rp750.000
Kas/Bank Rp4.250.000

Jurnal untuk bank Noni ;

Kas/Bank Rp4.250.000
PPh 23 dibayar dimuka Rp 750.000
Pendapatan bunga Rp5.000.000

e) Jurnal untuk PT. Queen ;

Beban dividen Rp200.000.000


Utang PPh 23 Rp20.000.000
Kas/Bank Rp180.000.000
Jurnal untuk pemegang saham ;

Kas/Bank Rp180.000.000
PPh 23 dibayar dimuka Rp 20.000.000
Pendapatan dividen Rp200.000.000

f) Jurnal PT. Queen ;

Kas/Bank Rp18.000.000
PPh 23 dibayar dimuka Rp 2.000.000
Pendapatan dividen Rp20.000.000

Jurnal untuk PT. Avia ;

Beban dividen Rp20.000.000


Utang PPh 23 Rp2.000.000
Kas/Bank Rp18.000.000

g) Jurnal PT. Queen ;

Kas/Bank Rp8.500.000
PPh 23 dibayar dimuka Rp1.500.000
Imbalan jasa Rp10.000.000

Jurnal untuk Pemda Jawa Barat ;

Beban imbalan Rp10.000.000


Utang PPh 23 Rp1.500.000
Kas/Bank Rp8.500.000

h) Jurnal untuk PT. Queen ;

Sewa bus dibayar dimuka Rp180.000.000


PPN masukan Rp 18.000.000
PPh pasal 4 ayat (2) Rp 18.000.000
Kas/Bank Rp180.000.000

8. a) Jurnal untuk PT. Bonketh ;


Beban dividen Rp78.000.000
Utang PPh 23 Rp 7.800.000
Kas/Bank Rp70.200.000

Jurnal untuk PT.Dion ;

Kas/BANK Rp70.200.000

PPh 23 dibayar dimuka Rp 7.800.000


Pendapatan dividen Rp78.000.000

b) Jurnal PT. Bonketh ;

Beban bunga Rp52.500.000


Utang PPh 23 Rp7.875.000
Kas/Bank Rp44.625.000

Jurnal untuk Bank ;

Kas/Bank Rp44.625.000
PPh 23 dibayar dimuka Rp 7.875.000
Pendapatan bunga Rp52.500.000

c) Jurnal PT. Bonketh ;

Beban fee Rp24.500.000


Utang PPh 23 Rp 500.000
Kas/Bank Rp25.000.000\

Jurnal untuk Akuntan Publik Edson ;

Kas/Bank Rp24.500.000
PPh 23 dibayar dimuka Rp 500.000
Pendapatan jasa fee Rp25.000.000

d) Jurnal PT. Bonketh ;


Sewa mesin dibayar dimuka Rp15..000.000
PPN masukan Rp 1.500.000
Utang PPh 23 Rp 225.000
Kas/Bank Rp16.275.000

Jurnal untuk PT. Cinta ;

Kas/Bank Rp16.275.000
PPh 23 dibayar dimuka Rp 225.000
PPN keluaran Rp 1.500.000
Pendapatan sewa Rp15.000.000

e) Jurnal untuk PT. Bonketh ;

Beban dividen Rp97.500.000


Utang PPh 23 Rp 9.750.000
Kas/Bank Rp87.750.000

Jurnal untuk PT. Avatar ;

Kas/Bank Rp87.750.000
PPh 23 dibayar dimuka Rp 9.750.000
Pendapatan dividen Rp97.500.000

f) Jurnal PT. Bonketh ;

Beban bunga Rp5.000.000


Utang PPh 23 Rp. 750.000
Kas/Bank Rp4.250.000

Jurnal untuk Tuan Robert ;

Kas/Bank Rp4.250.000
PPh 23 dibayar dimuka Rp 750.000
Pendapatan bunga Rp5.000.000

g) Jurnal untuk PT. Bonketh ;


Kas/Bank Rp700.0000.0000
Piutang Rp700.000.000

h) Jurnal PT. Bonketh ;

Beban Jasa Rp75.000.000


Utang PPh 23 Rp 1.500.000
Kas/Bank Rp73.500.000

Jurnal untuk PT. Gembira ;

Kas/Bank Rp73.500.000
PPh 23 dibayar dimuka Rp 1.500.000
Pendapatan jasa Rp75.000.000

i) Jurnal untuk PT. Bonketh ;

Beban jasa Rp20.000.000


Kas/Bank Rp20.000.000

9. A. a) Jurnal untuk PT. Damai ;

Sewa DDM Rp490.000.000


PPN masukan Rp 49.000.000
PPh pasal 4 ayat (2) Rp 49.000.000
Kas/Bank Rp490.000.000

jurnal untuk PT. Peace ;

Kas/Bank Rp490.000.000
PPh pasal 4 ayat (2) Rp 49.000.000
PPN keluaran Rp 49.000.000
Pendapatan sewa Rp490.000.000

jika non-PKP maka jurnalnya :

Sewa DDM Rp490.000.000


PPh pasal 4 ayat (2) Rp 49.000.000
Kas/Bank Rp441.000.000
b) Jurnal untuk PT. Peace ;

Kas/Bank Rp75.600.000
PPh 23 dibayar dimuka Rp 1.400.000
PPN keluaran Rp 7.000.000
Pendapatan jasa Rp70.000.00

Jurnal untuk PT. Kuark ;

Beban jasa konsultasi Rp70.000.000


PPN masukan Rp 7.000.000
Utang PPh 23 Rp 1.400.000
Kas/Bank Rp75.600.000

c) Jurnal untuk PT. Peace ;

Utang katering Rp500.000


Beban jasa Rp196.000
Utang PPh 23 Rp 4.000
Kas/Bank Rp700.000

Jurnal untuk Perusahaan BoBoTop ;

Kas/Bank Rp696.000
PPh 23 dibayar dimuka Rp 4.000
Piutang Rp500.000
Pendapatan jasa Rp200.000

B. a) PT. Damai Tidak ada jurnal

PT. Peace ;

PPN keluaran Rp49.000.000


Kas/Bank Rp49.000.000

b) PT. Kuark ; Tidak ada jurnal

PT. Peace ;
PPN keluaran Rp7.000.000
Kas/Bank Rp7.000.000

c) PT. Peace ; Tidak ada jurnal

Perusahaan BoBoTop ;

PPh 23 atas jasa Rp4.000


Kas/Bank Rp4.000

10. JURNAL UNTUK PT HAPPY

Keterangan Debit Kredit


Sewa Bus dibayar Rp. 6.325.000
dimuka
PPN Masukan Rp. 632.000
Utang PPh 23 Rp. 94.875
Kas/Bank Rp. 6.862.625

JURNAL UNTUK PT.HIHI

Keterangan Debit Kredit


Kas/Bank 6.862.625
PPh 23 dibayar dimuka 94.875
PPN Keluaran 632.500
Pendapatan Sewa 6.325.000

TANGGAL 14 FEBRUARI
PT.HAPPY

Keterangan Debit Kredit


Beban sewa 3.162.500
Kas/Bank 3.162.500

PT. HIHI
Kas/ bank Rp 3.162.500
Beban sewa Rp 3.162.500
TANGGAL 23 FEBRUARI
PT. HAPPY
Utang Usaha Rp 3.162.500
Kas/ bank Rp 3.162.500
PT HIHI
Kas/bank Rp 3.162.500
Piutang Rp 3.162.500

11. JURNAL TANGGAL 02 JULI 2011


PT. WANGI
Kas/ bank Rp 16.275.000
PPh 23 dibayar dimuka Rp 225.000
PPn keluaran Rp 1.500.000
Pendapatan sewa Rp 15.000.000
PT.PO.ALAM SEGAR
Sewa bus dibayar dimuka Rp 15.000.000
PPn masukan Rp 1.500.000
Utang PPh 23 Rp 225.000
Kas / bank Rp 16.275.000
JURNAL TANGGAL 10 JULI 2011
PT. WANGI
Utang Usaha Rp 10.000.000
Kas/ bank Rp 10.000.000
PT.PO. ALAM SEGAR
Kas/bank Rp 10.000.000
Piutang Rp 10.000.000
JURNAL TANGGAL 10 AGUSTUS
PT.PO.ALAM SEGAR
PPh 23 atas sewa bis Rp 225.000
Kas/bank Rp 225.000

12. PPN yang dibayar PT,Mocci


10% x 20.000.000 = 2.000.000
PPN yang dibayar PT.Mocci
PPH 23 = 2% x 20.000.000 = 400.000.000
Jurnal untuk PT.Mocci :
Keterangan Debit Kredit
Biaya Jasa Akuntan 20.000.000
PPN masukan 2.000.000
Utang PPh 23 400.000
Kas/Bank 21.600.000

Jurnal untuk KAP Edson dan Rekan :

Keterangan Debit Kredit


Kas/Bank 21.600.000
PPh 23 yang dibayar 400.000
dimuka
PPN keluaran 2.000.000
Pendapatan Jasa 20.000.000

13. Jurnal Pembukuan STP

Keterangan Debet Kredit

Beban Pajak Rp 75.000.000 –

Sanksi Pajak Rp 4.500.000 –

Kas/ Bank Rp 79.500.000

14. Besarnya PPh badan yang masih harus dibayar

Penghasilan Luar Negri

1. Laba Di Negara Australia = Rp 2.000.000.000


2. Laba Di Negara Singapura = Rp 1.000.000.000
3. Laba Di Negara Hongkong = Rp +
4. Jumlah Penghasilan Luar Negri = Rp 3.000.000.000
Penghasilan Dalam Negri = Rp 2.000.000.000

Total Penghasilan Neto = Rp 5.000.000.000

PPh Terutang Pasal 21

5% x Rp 50.000.000 = Rp 2.500.000
15% x Rp 200.000.000 = Rp 30.000.000
25% x Rp 250.000.000 = Rp 62.500.000
30% x Rp 4.500.000.000 = Rp 1.350.000.000 +
Total PPh Terutang = Rp 1.445.000.000

Batas maksimum kredit pajak Luar Negeri untuk masing-masing Negara adalah:

1) Untuk Negara Australia


Rp 2.000.000.000 x Rp 1.445.000.000 = Rp 578.000.000
Rp 5.000.000.000
Pajak terutang di Negara Australia = Rp 800.000.000

2) Untuk Negara Singapura


Rp 1.000.000.000 x Rp 1.445.000.000 = Rp 289.000.000
Rp 5.000.000.000

Pajak terutang di Negara Singapura = Rp 250.000.000


Maka PPh yang masih harus dibayar yang diperkenankan di Luar Negeri adalah:
Rp 578.000.000 + Rp 250.000.000 = Rp 828.000.00

15. Jurnal Transaksi Bulan September


Tanggal Keterangan Debet Kredit
Biaya Gaji Rp 10.000.000 –
01-Sep-11 Utang PPh Pasal 23 – Rp 500.000
Kas/Bank – Rp 9.500.000
Biaya Jasa fee
Kas/Bank Rp 3.870.000 –
( Kurs BI Rp 8.600 x US$450 = Rp – Rp 3.870.000
01-Sep-11 3.870.000)
Rp 3.825.000 –
Biaya Jasa fee – Rp 3.825.000
Kas/Bank
( Kurs KMK Rp 8.500x US$450 = Rp
3.825.000)
Piutang Dagang Rp 11.000.000 –
04-Sep-11 Penjualan – Rp 10.000.000
PPN Keluaran – Rp 1.000.000
Biaya Sewa Mesin fotokopi Rp 20.000.000 Rp 20.000.000
08-Sep-11 PPN Masukan RP 2.000.000 RP 2.000.000
Kas/Bank – –
Biaya Audit fee Rp 5.000.000 –
10-Sept-11 PPN Masukan Rp 500.000 –
Kas/Bank – Rp 5.500.000

16. PPh 24 mengatur tentang hak wajib pajak untuk memanfaatkan kredit pajak mereka
diluar negeri.
17. Fiskal Luar Negeri adalah pajak penghasilan yang wajib dibayar oleh setiap orang
pribadi yang akan bertolak ke luar negeri.
18. Tahun 2011 memperoleh penghasilan dalam negeri Rp 600.000.000
Penghasilan dari luar negeri Rp 80.000.000
Total penghasilan Rp 680.000.000

Tarif PPh 17 25% x Rp680.000.000 Rp 170.000.000


Kredit Pajak Luar negeri: Rp60.0000.000 x Rp170.000.000
Rp680.000.000

= Rp. 15.000.000

Jumlah Pajak luar negeri yang boleh dikurangkan dari penghasilan kena pajak tahun 2007
adalah Rp15.000.000

19. UU PPh menentukan bahwa WPDN dikenakan PPh atas penghasilan yang diterima di
Indonesia maupun dari Luar negeri. Maka untuk menghindari pengenaan pajak ganda,
sesuai ketentuan pasal 24, pajak yang terutang di luar negeri boleh dikreditkan terhadap
pajak yang terutang di Indonesia, tetapi tidak boleh melebihi perhitungan pajak yang
terutang berdasarkan UU PPh.
20. Penghasilan Neto Rp100.000.000
Keuntungan atas Penjualan Aset Rp100.000.000
PPh yang dibayar Sendiri Rp 5.000.000
Angsuran PPh pasal 25 tahun 2012= Rp5.000.000 = Rp 416.667
12 bulan
21. Angsuran PPh 25= (Penghasilan neto- Kompensasi kerugian) – Kredit pajak
12 Bulan
=Rp100.000.000-Rp50.000.000 – Rp 0 = Rp4.166.667
12 Bulan

22. Angsuran PPh 25= (Penghasilan Neto-Kompensasi kerugian) -Kredit pajak


12 Bulan

= (Rp100.000.000-Rp50.000.000) -Rp500.000 = Rp4.125.000


12 Bulan